8. KEMUNGKINAN KERUSAKAN DAN KEGIATAN PEMELIHARAAN KURATIP UNTUK ELEMEN-ELEMEN SAMPINGAN JALAN
8.3 Elemen Sampingan J alan : Saluran Drainase
Selokan dibangun berdekatan denga n bahu jalan untuk mengalirkan air secepat mungkin untuk menghidarkan air mcnembus pondasi jalan. Akumulasi air memper- lemah lapisan yang dipengaruhi dan nH.:nuju pada :
- Penurunan kapasitas dukung dari pundasi jalan - Deformasi permukaan jalan
Perpendekan bentang usia jalan.
Selokan drainase harus memiliki :
Kapasitas yang cukup untuk mengalirkan air
Kemiringan memanjang yang cukup untuk mengalirkan air - Tahan terhadap korosi.
8.3.1 Kerusakan saluran yang c!a pat terjadi
Dalam pilihan kerusakan sclokan yang dapat terjadi, pada berikut ini akan didaftar bersama dengan pcnyebab dan akibat yang terjadi jika tidak dilakukan pcmeliharaan.
8.3.1.1
8.3.1.2
8.3.1.3
8.3.1.4
8.3.15
Kerusakan Penyebab Akibat
Kerusakan Penyebab Akibat
Kerusakan Penyebab Akibat
Kerusakan Penyebab Akibat
Kerusakan Penyebab Akibat
Gangguan potongan melintang selokan Truk yang melintasi selokan
- Ternak yang melintasi selokan Memenuhi selokan dan pelimpah Menggl'fus talud
Genangan air dalam selokan dan pada bahu Profil sclokan terlalu kecil
- Gangguan dalam selokan Mempc rlemah bahu
- Mempcrlemah struktur lintas jalan
Pendangblan selokan
Kemiri :1gan memanjang tidak mencukupi
Kecep~1 tan air terlalu rendah
Gangguan menyeluruh pada saluran
Dasar tid a k rata
Gangguan oleh buangan dan atau tumbuhan Mengurangi penampang selokan
- Kapasitas drainase tidak mencukupi
Penggerus:1 n dasar a tau talud selokan Kemiringan memanjang terlalu curam - Kecepa tan air terlalu tinggi
Kerusakan bahu Kerusakan jalur !iotas Kerusakan talud
8.3.1.6 Kerusakan Penyebab
Akibat
8-10
Kerusakan beton atau plesteran pasangan ba tu selokan Ceruk setempat dan penurunan tanah da sar yang tidak sam a
Erosi dibawah permukaan plesteran
Hilangnya dukungan untuk plesteran, be ra khir dengan kerusakan menyeluruh.
8.3.2 Kegiatan Pemeliharaan Saluran
Paragraf ini berkenaan dengan uraian beberapa kegiatan pemeliharaa n untuk me njaga selokan dalam kondisi baik.
Tetapi sebelum setiap operasi pemeliharaan dapat dimulai, prosedur berikut ha rus diikuti:
Penyelidikan daerah kerja
Persiapan lokasi untuk penimbunan batu, kerikil, pasir d a n se me n, jika dipcrluk a n untuk pekerjaan
Pasang seluruh tanda-ta nda jalan, kerucut, rintangan dan la in-l a in , untuk me nja min kesel a matan pekerja dan pemakai ja lan
Jika pekerjaan-pekerjaan yang dise but di atas selesai, pekerjaa n d apa t dimul a i.
Pengangkatan ba h a n tak terpaka i dari selokan, atau penggalian selokan baru
8- 11
83.2.1
Pembersihan selokan
a.b.
c.
Pembersihan tumbuhan tak diinginkan dan buangan lepas:
- Bersihkan tumbuhan tak diinginkan dan buangan lepas dengan tangan. Peker- jaan terdiri dari pemotongan rumput, pembuangan semak dan pohon dan pem- buangan elemen lain yang tidak diinginkan seperti batuan besar, buangan dan lain-lain
- Seluruh bahan yang dibuang dari saluran harus dikosongkan dari tempatnya menuju ke tempat pembuangan yang sesuai.
Pembersihan bahan tak berguna (pasir, lumpur, lempung) dengan tangan :
- Jika selokan harus dikembalikan pada kedalaman yang tepat, petugas pemeli- haraan dapat mencangkul kelebihan bahan keluar selokan dimuat di dalam gerobak tangan. Kedalaman dapat diperiksa dengan sebuah mal datar dan pita pengukur
Jika kedalaman selokan bervariasi (kemiringan memanjang tetap dan tinggi permukaan bahu bervariasi), beberapa papan harus dipasang pada selokan pada
I , . . . '• I . : .. ~, -.·::1~~:~) ~!~,:-,._t; y._1i.; d;-.olil 1.1
•: " ' ' ' ::_._: .. :<itl"•:, ._:,, ••• .. :.j;~o.:::~.h:
l.h.:ngan sl.!buah batang, scpcrti yang dipcrlihatkan pada ilustrasi
- Seluruh bahan yang tidak terpakai harus dikosongkan dari daerah bahu dan ditimbun pada lokasi penimbunan yang sesuai.
Pembuangan bahan tak terpakai dengan alat perata (grader):
Jika alat perata hanya dapat melalui sisi bahu dari saluran, petugas perata harus memulai perataan talud dari sisi luar selokan. Petugas memotong bahan ke arab dasar dan sisi dalam talud selokan. Jika talud sisi luar selesai, petugas mulai bekerja pada sisi dalam dan memotong bahan pada bahu jalan. Bahan yang berlebih harus dikumpulkan dari bahu dan dibuang ke lokasi pembuang- an yang sesuai
Bila alat perata dapat masuk ke bagian kedua sisi selokan, operator akan mulai memotong talud sisi dalam, memindahkan material menuju bagian sisi luar talud. Bila bagian dalam selesai, sisi luar akan dikerjakan dan bahan dipin- dahkan ke daerah yang berdekatan dengan saluran, dimana bahan ditebarkan - Selokan ini pembuat dengan alat perata memerlukan kedalaman 50 em.
8.3.2.2 Perbaikan kerusakan pengikisan
Erosi terbatas dan sewaktu-waktu dapat diperbaiki dengan alat sederhana dan dioperasikan secara manual. Umumnya akan mencukupi dengan memulihkan kern- bali penampang asli. Bahan pengisi barus dipampatkan. Seperti pada perlindungan talud, dasar dan talud selokan dapat ditutupi dengan rumput
Untuk erosi yang lebih serius selokan akan memerlukan perlindungan saluran yang lebih mantap seperti :
Perlindungan dengan pasangan batu (blok batu) Elemen beton pracetak
- Beton dicor di t,empat
Sebclum plesteran saluran dapat dilakukan, selokan harus dibentuk kembali dengan bahan pengisi yang terpampat baik, menurut bentuk penampang baru, setelah itu baru memungkinkan untuk memasang lapis yang melindungi
Untuk pasangan batu, dapat diberikan rekomendasi berikut :
- Tempatkan batu selalu diatas suatu lapis adukan dcngan ketebalan sekurangnya Scm
8- 12
Semprotkan scdikit air pacta pondasi untuk menghindari pondasi kering mcnarik air dari aduk
Simpan blok batu di bawah air untuk menjenuhkan blok. Batu jenuh air tidak akan mengabsorb air tcrlalu banyak dari adukan. Operasi ini hanya dipcrlukan untuk batu porus bukan untuk misalnya basalt
Pembersihan selokan dengan alat perata masuk ke satu sisi selokan
Pembersihan selokan dengan alat perata masuk ke dua sisi selokan
lsi celah-celah besar dengan batu-batu kecil dan isi seluruh sambungan dengan hati-hati dengan aduk. Permukaan akhir sebaiknya dihaluskan.
8 -13
Untuk penggunaan elemen pracetak, diberikan rekomendasi berikut ini :
Tempatkan elemen pracetak selal1t pada pondasi adukan baru, dcngan kctcbalan sekurangnya 5 em. Juga disini, sc1~1prot pondasi dengan sedikit air
Setelah pemasangan elemen, sam l 1tngan harus diisi dengan hati-hati
Sewaktu plesteran selokan beton y:: ng dicor di tempat, seringkali tidak mungkin untuk menggetarkan beton.
Untuk memberikan kekuatan ta:nbahan pada konstruksi dianjurkan untuk memasang beton ferosemen (penul:tngan menggunakan jaringan kawat). Untuk pekerjaan ini campuran beton standar 3 bagian volume kcrikil, 2 hagian volume pasir dan 1 bagian volume semen ab n mencukupi.
Tergantung pada penampang sclok:tn, apakah beton akan diplcstcr tcrhadap talud atau menggunakan bekisting. Dalam hal terakhir, panel bekisting sebaiknya dibuat pada daerah kerja organisasi pemeliharaan.
8.3.23 Perbaikan kerusakan plestcran selokan
Dalam hal kerusakan plesteran pas:1 ngan batu, penampang tanah asli harus diben- tuk kembali dengan pengisian atau penggalian bagian yang rusak. Bahan harus dipadatkan dengan baik. Setelah persiapan, pasangan batu yang hilang dapat diganti dengan pasangan batu baru.
Dalam hal kerusakan elemen pracetak, masalah yang umum adalah ketidak samaan penurunan tanah dasar. Perbaikan akan terdiri dari penggantian clemcn yang dapat digunakan kembali.
Dasar dan talud harus diratakan kc111bali dan dipadatkan lalu elemen-elemen dapat dipasang kembali. Dalam hal elc:nen-elemen yang pecah, elcmcn haru harus dicetak, atau bagian yang hilang dal :tt dicor ditempat dengan beton.
Dalam hal kerusakan cetakan pati:t plesteran ditempat, dipcrbaiki scpcrti pada kerusakan selokan pasangan batu.
8.3.3 Meninggalkan Lokasi Pek ·:rjaan
Juga dalam hal ini, lokasi sebaiknya t:iselesaikan waktu siang hari, tinggalkan jalan dalam keadaan bebas hambatan diwakrct malam.
Bila pekerjaan selesai, lokasi sebaiknp ditinggalkan bersih dan bebas buangan, tim- hunan batu, pasir atau tanah, kantung-kantung semen kosong atau sampah lain.
CAT AT AN : Seluruh pasangan batu dan {'eker jaan bet on harus dirawat selama sekurangnya satu minggu setelah penyelesaian. Perawm an artinya peker jaan harus dilindungi dari sinar matahari yang berlebihan dan dijaga agar lmzbab untuk memungkinkan memulilzkan semen.