• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V LAPORAN KASUS

5.1. Data Kasus Kelolahan

5.1.16. Evaluasi

Respon: memberikan Teknik relaksasi terapi music religi/ Islami 15-20 menit

Respon: memberikan Teknik relaksasi terapi music religi/ Islami 15-20 menit

08.30 9. Pemberian Obat a. Inj. Pamol 3x1

b. (PO) Ferrous Sulfat 2x1

08.30 9. Pemberian Obat a. Inj. Pamol 3x1

b. (PO) Ferrous Sulfat 2x1 09.00 Perawatan luka post SC

Respon: pasien meringis saat luka dibersihkan tidak terdapat pus.

09.15 Perawatan luka post SC

Respon: pasien meringis saat luka dibersihkan, todak terdapat pus.

RR: 20 x/mnt N: 83 x/mnt S: 37,5oC

RR: 22 x/mnt N: 89 x/mnt S: 36,5oC A: Masalah diagnose nyeri akut belum

teratasi

A: Masalah diagnose nyeri akut teratasi sebagian

P: intervensi dilajutkan (2, 3, 4, 5, 9) P: intervensi dilajutkan (2, 3, 4, 5, 9) Selasa,

7 April 2023

Nyeri Akut b.d Agen Pencederaan Fisik d.d pasien meringis (D.0077)

18.40 S:

1. pasien mengatakan nyeri berkurang pada area bekas oprasi SC

2. skala nyeri 4

3. pasien mengatakan sudah bisa tidur

19.40 S:

1. pasien mengatakan nyeri berkurang pada area bekas oprasi SC

2. skala nyeri 3 O:

1. keadaan umum baik 2. kesadaran composmentis

3. pasien masih meringis, wajah dan gestur tubuh masih tetapi sudah berkurang saat merespon nyeri

4. terdapat luka jaitan horizontal post op SC pada perut bagian bawah tertutup dressing kering

5. TD: 120/80 mmHg RR: 20 x/mnt N: 80 x/mnt S: 37,3oC

O:

1. keadaan umum baik 2. kesadaran composmentis

3. pasien masih meringis, wajah dan gestur tubuh masih tegang tetapi sudah berkurang saat merespon nyeri

4. terdapat luka jaitan horizontal post op SC pada perut bagian bawah tertutup dressing kering

5. TD: 110/80 mmHg RR: 20 x/mnt N: 85 x/mnt S: 36,3oC A: Masalah diagnose nyeri akut teratasi

Sebagian

A: Masalah diagnose nyeri akut teratasi sebagian

P: intervensi dilajutkan (2, 3, 4, 5, 9) P: intervensi dilajutkan (2, 3, 4, 5, 9)

Rabu, Nyeri Akut b.d 12.30 S: 13.00 S:

8 Januari 2024

Agen Pencederaan Fisik d.d pasien meringis (D.0077)

1. pasien mengatakan nyeri berkurang pada area bekas oprasi SC

2. skala nyeri 3

1. pasien mengatakan nyeri berkurang pada area bekas oprasi SC

2. skala nyeri 2 O:

1. keadaan umum baik 2. kesadaran composmentis

3. meringis berkurang, wajah dan gestur tubuh sudah tidak tegang saat merespon nyeri

4. terdapat luka jaitan horizontal post op SC pada perut bagian bawah tertutup dressing kering

5. TD: 110/80 mmHg RR: 20 x/mnt N: 79 x/mnt S: 36,8oC

6. saat perawatan luka kondisi luka pasien baik, tidak mengeluaskan cairan atau darah

O:

1. keadaan umum baik 2. kesadaran composmentis

3. meringis berkurang, wajah dan gestur tubuh sudah tidak tegang saat merespon nyeri

4. terdapat luka jaitan horizontal post op SC pada perut bagian bawah tertutup dressing kering

5. saat perawatan luka kondisi luka pasien baik, tidak mengeluaskan cairan atau darah

6. TD: 120/70 mmHg RR: 21 x/mnt N: 81 x/mnt S: 36,1oC A: Masalah diagnose nyeri akut teratasi

Sebagian

A: Masalah diagnose nyeri akut teratasi sebagian

P: intervensi dihentikan pasien pulang atas izin dokter

P: intervensi dihentikan pasien pulang atas izin dokter

86 BAB VI PEMBAHASAN

6.1. Gambaran Lokasi Penelitian

RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik merupakan rumah sakit umum yang didirikan pada tanggal 6 April 1996 dan terletak di Jl. Raya Bungah Dukun No.63 Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur. Lokasi RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik terletak di belahan Utara Kabupaten Gresik 36 yang berjarak sekitar 500 m dari Ibu Kota Kecamatan dan 100 m dari pertigaan jalan Dendles. RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik merupakan Rumah Sakit kelas D berdasarkan SK Menkes RI No. HK.03.05/I/1260/12 dengan izin operasional berdasarkan SK Bupati Gresik No : 503.2.9/01/437.74/2017.

Fasilitas layanan RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik meliputi Unit Gawat Darurat, Poli Umum, Poli Gigi, Poli Spesialis Kandungan, Poli Spesialis Anak, Poli Spesialis Penyakit Dalam, Poli Spesialis Bedah Umum, Poli Spesialis Orthopedi, Poli Spesialis Saraf, Rawat Inap, Rumah Bersalin

& KIA, Kamar Operasi, dan Kamar HCU. Sedangkan fasilitas penunjang layanan kesehatan RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik meliputi Farmasi, Laboratorium, Rontgen, USG, ECG, Ambulance, Kendaraan Antar Jemput.

6.2. Analisis Data Hasil Pengkajian

Berdasarkan hasil pengkajian yang ditemukan pada kedua klien ini yaitu klien 1 Ny. P usia 25 tahun: keadaan umum baik, kesadaran

composmentis, pasien tanpak meringis, muka dan gestur badan tanpak tegang, TD. 110/70 mmHg, N: 94 x/mnt, RR: 20 x/mnt, S: 37,9oC, SPO2: 99%, GCS: 456. Sedangkan klien 2 Ny. K usia 35 tahun: keadaan umum baik, kesadaran composmentis, pasien tanpak meringis, muka dan gestur badan tanpak tegang, TD. 120/80 mmHg, N: 91 x/mnt, RR: 22 x/mnt, S:

36,8oC, SPO2: 99%, GCS: 456. Berdasarkan hasil dari fakta dan teori memiliki beberapa keadaan yang signifikan untuk klien dengan diagnose medis post op section cesarean yaitu antara klien 1 dan klien 2 sama-sama memiliki keluhan yaitu nyeri pada perut bagian bawah post op section caesarea.

Menisfestasi klinis pada klien post op section caesarea dengan Batasan karakteristik data subjektif adalah mengeluh nyeri pada perut bagian bawah post op section caesarea. Data ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Des Metasari dan Berlian mengenai rasa nyeri post Sectio diketahui bahwa pada hari ke 1-2 klien masih mengalami nyeri pada luka, dan bahkan hampir pada separuh wanita berlangsung sampai mereka pulang ke rumah, dan bahkan sekitar 32%

pasien yang dilakukan operasi sesar masih mengalami nyeri pada luka, dan tidak jarang nyeri pada luka setelah pulang bertambah berat sehingga membutuhkan obat analgesic (Des Metasari, Berlian. 2018)

Berdasarkan hasil yang didapatkan pada klien 1, pasien tanpak meringis, wajah dan gestur tubuh tanpak tegang disertai mengeluh tidak bisa tidur. Sedangkan pada klien 2 pasien tanpak meringis serta wajah dan gestur

tubuh tanpak tegang. Hasil pengkajian yang didapatkan peneliti melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi pada kedua klien.

6.3. Analisis Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan diambil dari hasil data pengkajian analisa data dari klien 1 dan klien 2 yang ditemukan diagnosa keperawatan yang dialami oleh 2 klien ini adalah nyeri akut b.d agen pencederaan fisik d.d pasien meringis serta pasien mengeluh nyeri.

Nyeri Akut merupakan pengalaman sensorik atau emosiaonal yang berkaitan dengan kerusakan jaringan actual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat yang berlangsung kurang dari 3 bulan. Nyeri Akut memiliki Batasan karakteristik meliputi: mengeluh nyeri, tanpak meingis, bersikap protektif, gelisah, sulit tidur, dll. (SDKI. 2017).

Menurut peneliti berdasarkan fakta dan teori memiliki kesamaan bahwa dari kedua partisipan peneliti mengangkat diagnose keperawatan nyeri akut dengan etiologi agen pencederaan fisik karena kedua klien mengatakan nyeri pada perut bagian bawah area post op section casarea

6.4. Analisis Intervensi Keperawatan

Intervensi keperawatan yang diberikan kepada Ny. P dan Ny. K dengan diagnosa keperawatan Nyeri Akut (D.0077) dengan menggunakan intervensi keperawatan menejemen nyeri (I.08238) yang diharapkan tingkat nyeri menurun (L.08066) dengan kriteria hasil keluhan nyeri menurun, meringis menurun.

Untuk intervensi yang telah disusun meliputi observasi (Identivikasi karakterisitik, lokasi, durasi, kuwalitas, frekwensi, intensitas rasa nyeri, Identivikasi skala nyeri, Identivikasi respon nyeri non verbal, Monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah diberikan), Terapeutik (Berikan Teknik non farmakologi untuk mengurangi rasa nyeri (Terapi Musik islami), Fasilitasi istirahat dan tidur), Edukasi (Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri, Jelaskan strategi meredakan nyeri), Kolaborasi (pemberian obat: Infus RL, Inj. Pamol 3x1, (PO) Ferrous Sulfat 2x1) (SIKI. 2018)

Menurut peneliti bahwa intervensi yang diberikan sudh sesuai dengan SDKI, SLKI, SIKI, dimasukan juga intervensi secara nonfarmakologi yaitu terapi relaksasi music. Pada diagnosa nyeri akut terjadi kesenjangan antara pustaka dengan tinjauan kasus yaitu pada tinjauan kasus ditambahkan rencana tindakan BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya).

6.5. Analisis Implementasi Keperawatan

Pemberian implementasi dilakukan selama 3 hari kepada kedua klien dengan diagnose keperawatan Nyeri Akut. Implementasi yang diberikan sesuai dengan intervensi dan saat pemberian intervensi tidak ada kendala.

Implementasi yang diberikan untuk klien post op section casarea dengan diagnose keperawatan nyeri akut adalah mengidentivikasi karakterisitik, lokasi, durasi, kuwalitas, frekwensi, intensitas rasa nyeri, mengidentivikasi skala nyeri, mengidentivikasi respon nyeri non verbal, Memonitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah diberikan, memberikan Teknik non farmakologi untuk mengurangi rasa nyeri (Terapi Musik Islami/ religi), memfasilitasi istirahat dan tidur, menjelaskan penyebab,

periode, dan pemicu nyeri, menjelaskan strategi meredakan nyeri, mengkolaborasi pemberian obat: Infus RL, Inj. Pamol 3x1, (PO) Ferrous Sulfat 2x1.

Peneliti mengajarkan dan mengobservasi saat klien melakukan relaksasi music Islami/ religi selama 3 hari dengan durasi 15-20 menit yang dilakukan satu hari sekali. Mencuci tangan terlebih dahulu, peneliti melakukan BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) dengan klien 1 dan klien 2 yaitu mengucapkan salam dengan sopan, perkenalan diri, menanyakan nama dan memberitahukan tujuan pertemuan dengan respon klien menjawab salam dan kooperatif. Kemudian melakukan relaksasi musik Islami/ religi kepada klien, sebelum melakukan relaksasi music Islami/ religi mengidentifikasi skala nyeri klien dengan menggunakan instrumen lembar ceklis intensitas nyeri setelah klien melakukan relaksasi music Islami/ religi selama 15-20 menit, mengukur Kembali intensitas nyeri setelah itu didokumentasikan.

Hasil implementasi hari pertama pada pada klien 1 pada tanggal 6 Januari 2024 rasa nyeri meningkat, setelah dilakukan implementasi terutama saat diberikan relaksasi music Islami/ religi belum menurun dari skala nyeri masih 5 , pada klien 2 setelah dilakukan terapi music Islami/ religi intensitas nyeri cukup menurun dari skala nyeri 5 menjadi 4 Pada hari kedua tanggal 7 Januari 2024 intensitas nyeri yang dirasakan pada klien 1 cukup menurun dari skala nyeri 5 menjadi 4 pada klien 2 dari ksla nyeri 4 menjadi 3. Pada hari ketiga pada tanggal 8 Januari 2024 intensitas nyeri pada klien 1 menurun dari skala nyeri 4 menjadi 3 pada klien 2 dari skla nyeri 3 menjadi 2.

Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan perawat agar kebutuhan klien terpenuhi untuk mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi agar mencapai kriteria hasil yang diinginkan (Gordon, 1994 dalam Setyawati, 2019).

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari Nurul Indah Sari (2018) hasil analisis uji statistik non parametrik dengan menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95% (α= < 0,05) diperoleh nilai Pvalue 0,000, maka Ha diterima yaitu terapi musik islami efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu post section caesarea di RSUD Puri Husada Tembilahan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terapi musik islami efektif terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu postsectiocaesarea. Maka dari itu, disarankan untuk menggunakan terapi musik islami sebagai alternatif penanganan nyeri non farmakologi, khususnya pada pasien yang mengalami nyeri pada post sectio caesarea.

Berdasarkan peneliti, tindakan keperawatan yang sudah dilakukan kepada 2 klien tersebut sesuai dan memenuhi Standart Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI. 2018). Pada impelementasi ini antara klien 1 dan klien 2 dilakukan implementasi yang sama. Peneliti melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan jadwal shift praktik yang telah ditetapkan kepala ruang Flamboyan. Saat pertama kali melakukan relaksasi terapi music, peneliti melakukan konsultasi dengan perawat ruangan untuk menanyakan kondisi klien memungkinkan untuk mendapatkan terapi relaksasi music atau tidak. Peneliti didampingi perawat ruangan dalam memberikan terapi relaksasi musik. Peneliti berharap saat peneliti mengajarkan pasien untuk

terapi relaksasi musik, keluarga juga memberikan terapi relaksasi music pada klien 1 dan 2. Peneliti melakukan terapi relaksasi music klien 1 dan klien 2.

Berdasarkan hasil implementasi yang sudah dilakukan terdapat beberapa hal yang ditemukan pada kedua klien.

6.6. Analisis Evaluasi

Pada hari pertama, didapatkan hasil klien 1 mengatakan nyeri pada area bekas oprasi SC dengan skala nyeri 5 serta belum bisa tidur sejak keluar dari ruang oprasi, keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, pasien masih meringis, wajah dan gestur tubuh masih tegang saat merespon nyeri, TD: 110/80 mmHg, RR: 20 x/mnt, N: 83 x/mnt, S: 37,5oC. Klien 2 mengatakan nyeri pada area bekas oprasi SC dengan skala nyeri 5, keadaan umum baik, kesadaran composmestis, pasien masih meringis, wajah dan gestur tubuh masih tegang saat merespon nyeri, TD: 120/80 mmHg, RR: 22 x/mnt, N: 89 x/mnt, S: 36,5oC.

Pada hari kedua, klien 1 mengatakan nyeri berkurang dengan skala nyeri dari 5 menjadi 4 serta klien juga mengatakan sudah bisa tidur setelah mendapatkan terapi relaksasi music, keadaan umum baik, kesadaran composmentis, klien masih meringis, wajah dan gestur tubuh masih tetapi sudah berkurang saat merespon nyeri, TD: 120/80 mmHg, RR: 20 x/mnt, N:

80 x/mnt, S: 37,3oC. Pada klien 2 mengatakan nyeri berkurang dari skala nyeri 4 menjadi 3 setelah mendapatkan terapi relaksasi music, keadaan umum baik, kesadraan composmentis, klien masih meringis, wajah dan gestur tubuh masih tetapi sudah berkurang saat merespon nyeri, TD: 110/80 mmHg, RR:

20 x/mnt, N: 85 x/mnt, S: 36,3oC.

Pada hari ketiga, klien 1 klien mengatakan nyeri tambah berkurang dengan skala nyeri dari 4 menjadi 3 serta klien sudah bisa tidur setelah mendapatkan terapi relaksasi music, keadaan umum baik, kesadaran composmentis, meringis berkurang, wajah dan gestur tubuh sudah tidak tegang saat merespon nyeri, TD: 110/80 mmHg, RR: 20 x/mnt, N: 79 x/mnt, S: 36,8 C. Pada klien ke 2 mengatakan nyeri berkurang dengan skala dari 3 menjadi 2 setelah mendapatkan terapi relaksasi music, keadaan umum baik, kesadaran composmentis, meringis berkurang, wajah dan gestur tubuh sudah tidak tegang saat merespon nyeri, TD: 120/70 mmHg, RR: 21 x/mnt, N: 81 x/mnt, S: 36,1oC.

Hasil evaluasi selama 3 hari menunjukan adanya penurunan intensitas nyeri pada kedua klien setelah dilakukan implementasi yang sesuai dengan teori SLKI (Tim Pokja SLKI DPP PPNI. 2018). Menilai kemampuan klien utnuk mencapai tujuaj, menentukan apakah tujuan keperawatan sudah tercapai/ belum, mengkaji apa penyebab tujuan keperawatan belum tercapai merupakan tujuan evaluasi (Rukmi dkk. 2022)

Berdasarkan setelah semua rangkaian asuhan keperawatan yang telah dilakukan dan masalah sudah memenuhi kriteria hasil yang ingin dicapai.

Seluruh rangkaian yang telah dilakukan dapat dievaluasi bahwa klien 1 dan klien 2 memiliki perkembangan yang baik meskipun ada perbedaan yang sedikit signifikan pada kedua klien yang disebabkan oleh beberapa faktor baik dari usia dan riwayat penyakit yang dialami klien tersebut. Selain itu, dukungan keluarga, obat-obatan yang diminum secara teratur dan semangat dari klien mempengaruhi penurunan tingkat nyeri pada klien.

94 BAB VII PENUTUP

7.1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di BAB VI tentang perbandingan teori dengan kasus Ny. P dan Ny. K dengan diagnose post op section caesarea dengan masalah keperawatan nyeri akut Di RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik maka peneliti mengambil kesimpulan

7.1.1. Pada pengkajian keperawatan kedua klien termasuk usia produktif.

Kedua klien mengatakan nyeri pada area bekas operasi SC

7.1.2. Diagnosa yang muncul pada kedua klien dengan diagnose Post operasi Sectio Caesarea adalah Nyeri Akut b.d Agen Pencederaan Fisiologi d.d Pasien Meringis.

7.1.3. Perencanaan yang digunakan sesuai dengan SIKI diharapkan tingkat nyeri menurun

7.1.4. Dalam melaksanakan tindakan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan pelaksanaan tersebut dilakukan selama 3 hari.

Intervensi keperawatan pilihan yang akan peneliti lakukan adalah pemberian terapi relaksasi music pada klien post operasi Sectio Caesarea dengan diagnose keperawatan nyeri akut.

7.1.5. Evaluasi keperawatan yang dilakukan dengan melihat kriteria hasil dari diagnosa keperawatan. Evaluasi dilakukan selama 3x24 jam didapatkan pada klien 1 tingkat nyeri menurun dari skala nyeri 5 menjadi 3 serta klien dapat tidur. Pada klien ke 2 tingkat nyeri menurun dari skala nyeri 5 menjadi 2.

7.2. Saran

7.2.1. Bagi Perawat

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan implementasi oleh perawat untuk meningkatkan asuhan keperawatan pada klien terutama pada klien post op section caesarea.

7.2.2. Bagi Institusi

Penelitian ini dapat dijadikan informasi Pustaka, sumber bacaan mahasiswa Kesehatan, dan dapat dijadikan sebagai bahan referensi oleh penelitian selanjutnya

7.2.3. Bagi Rumah Sakit

Sebagai bahan perbandingan studi untuk mengevaluasi keefektifan implementasi yang diberikan pada pasien post operasi Sectio Caesarea serta dapat meleksanakan implementasi sesuai dengan apa yang dilakukan peneliti dalam kasus ini dalam menurunkan intensitas nyeri.

7.2.4. Bagi Klien dan Keluarga

Penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan pada klien dan keluarga klien dengan diagnosa post op section caesarea bagaimana cara menurunkan intensitas nyeri dengan menggunakan relaksasi music Islami/ religi.

7.2.5. Bagi Penulis Selanjutnya

Sebagai referensi untuk melakukan studi kasus selanjutnya terutama berhubungan dengan pasien post operasi Sectio Caesarea.

DAFTAR PUSTAKA

Kasiati, NS,Ni Wayan Dwi Roslamawati. 2016. Kebutuhan Dasar Manusia I.

Jakarta : Kemenkes RI

Alamanda, C., Purwanto, S., Wahyuni, D., & Latifin, K. 2019. “Literature Review: Self Pain Management sebagai Intervensi Nyeri pada Pasien Kanker”. In Proceeding Seminar Nasional Keperawatan (Vol.

5, No. 1, pp. 86-89).

Andarmoyo. 2013. Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Ar-Ruzz Media.

Safik. 2018. No Title. Efektifitas Antara Guided Imagery, Teknik Relaksasi Benson, Dan Relaksasi Genggam Jari Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Laparotomy Di RSUD RSUD.

Satyanegara, dkk. 2014. Ilmu Bedah Sara Satyanegara Edisi V. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Then, Z., & Biakto, K. T. 2020. Pendekatan Diagnostik Nyeri Leher. Cermin Dunia Kedokteran, 47(9), 487–493.

Tim Pokja SDKI. 2016. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik. Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI

Tim Pokja SIKI. 2018. Standart Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan. Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI

Mansjoer, A. 2012. Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta : Selemba Medika Sarwono Prawiroharjo. 2015. Ilmu Kebidanan, edisi 4 Cetakan II. Jakarta :

Yayasan Bina Pustaka

Lampiran 1. Lembar Konsultasi

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA JOMBANG PROGRAM STUDI PROFESI NERS

LEMBAR KONSULTASI KIAN LAMPIRAN

JUDUL KIAN : Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Operasi Sectio Ceasarea Dengan Intervensi Pemberian Terapi Musik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Di RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik

NAMA : Destia Dwi Cahyani

NIM : 2023.04.2356

Dosen Pembimbing 1 : Eliza Zihni Zatihulwani, S.Kep., Ns., M.Kep

No Tanggal Hasil Konsultasi Tanda Tangan

Pembimbing 1.

2 3 4 5 6

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA JOMBANG PROGRAM STUDI PROFESI NERS

LEMBAR KONSULTASI KIAN

JUDUL KIAN : Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Operasi Sectio Ceasarea Dengan Intervensi Pemberian Terapi Musik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Di RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik.

NAMA : Destia Dwi Cahyani

NIM : 2023.04.2356

Dosen Pembimbing 2 : Yusiana Vidhiastuti, S.Kep., Ns.

No Tanggal Hasil Konsultasi Tanda Tangan

Pembimbing 1.

2

3

4

5

6

Lampiran 2. Lembar Permohonan Kesediaan Menjadi Responden

PERMOHONAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN Dengan Hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Destia Dwi Cahyani NIM : 2023.04.2356

Judul : Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea dengan Intervensi Pemberian Terapi Musik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Di RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik

Bahwa saya meminta ibu untuk berperan serta dalam penelitian ini sebagai responden. Sebelumnya saya akan memberikan penjelasan tentang tujuan penelitian ini dan saya akan merahasiakan identitas, data maupun informasi yang responden berikan. Apabila ada pernyataan yang akan diajukan menimbulkan ketidaknyamanan bagi responden, responden berhak mengundurkan diri.

Demikian permohonan ini saya buat dan apabila responden mempunyai pertanyaan, responden dapat menanyakan kepada peneliti yang bersangkutan.

Jombang, 6 Januari 2024 Peneliti

Destia Dwi Cahyani

Lampiran 3. Informed Consent (klien 1)

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN (INFORM CONSENT)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama :

Alamat :

Menyatakan bersedia untuk turut berpartisipasi sebagai responden penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Profesi Ners STIKES Husada Jombang yang berjudul ” Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea dengan Intervensi Pemberian Terapi Musik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Di RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik” Saya percaya bahwa mahasiswa tersebut akan tetap menjaga kerahasiaan dan tidak merugikan saya.

Demikian surat pernyataan ini saya buat atas keinginan sendiri tanpa paksaan orang lain.

Jombang, 6 Januari 2024 Responden

( )

Lampiran 4. Informed Consent (klien 2)

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN (INFORM CONSENT)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama :

Alamat :

Menyatakan bersedia untuk turut berpartisipasi sebagai responden penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Profesi Ners STIKES Husada Jombang yang berjudul ”Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea dengan Intervensi Pemberian Terapi Musik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Di RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik” Saya percaya bahwa mahasiswa tersebut akan tetap menjaga kerahasiaan dan tidak merugikan saya.

Demikian surat pernyataan ini saya buat atas keinginan sendiri tanpa paksaan orang lain.

Jombang, 6 Januari 2024 Responden

( )

Lembar Standar Prosedur Operasional (SPO) Terapi Musik

STANDART PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) TERAPI MUSIK

Pengertian Terapi music adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang teriri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta music yang bermanfaat untuk kesehatan Tujuan Memperbaiki kondisi fisik, emosional, Kesehatan spriritual

pasien, serta menururunkan rasa sakit.

Peralatan Headseat/ Hp

Perosedur Tahap Pra Interaksi

1. Cek catatan keperawatan atau catatan medis klien (jika ada)

2. Siapkan alat

3. Identifikasi factor atau kondisi yang dapat menyebabkan kontraindikasi

4. Cuci tangan Tahap Orientasi

1. Memberikan salam terapeutik 2. Mengecek identittas klien

3. Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan kepada klien

4. Menanyakan persetujuan dan kesiapan diri klien

5. Menjaga privasi klien dengan menurup pintu atau menutup tirai atau menutup jendela

6. Menetapkan ketertarikan pasien terhadap music 7. Identifikasi pilihan music klien

Tahap Kerja

1. Bantu pasien untuk mendaptkan posisi yang nyaman 2. Bantu stimulasi eksternal seperti Cahaya, suara,

pengunjung, panggilan telepon selama mendengarkan

music

3. Dekatkan Hp dan perlengkapnnya di dekat klien 4. Pastikan Hp dan perlengkapannya dalam kondisi baik 5. Dukung dengan headseat jika diperlukan

6. Pilih pilihan music yang mewakili pilihan music klien 7. Nyalakan music dan lakukan terapi music selama 15-20

menit

8. Pastikan volume music sesuai, tidak terlalu keras atau kecil

9. Hindari menghidupkan music dan meninggalkannya dalam waktu yang lama

10. Saat klien mendengarkan music, arahkan untuk focus dan rileks

11. Setelah music berhenti/ selesai, klien dipersilahkan mengungkapkan perasaan yang muncul serta perubahan yang terjadi pada dirinya setelah mendengarkan music tersebut

Tahap Terminasi

1. Evaluasi respon klien

2. Mendokumentasi pelaksanaan Tindakan keperawatan 3. Bereskan alat-alat

4. Mencuci tangan

Hasil Catat hasil kegiatan didalam catata keperawatan 1. Nama Px, Umur, Jenis kelamin, dll 2. Keluhan utama

3. Tindakan yang dilakukan (terapi musik) 4. Lama Tindakan

5. Jenis terapi music yang diberikan

6. Reaksi selama, setelah terapi pemberian terapi music 7. Respon pasien

8. Nama perawat

9. Tanggal pemeriksaan

Dokumen terkait