BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Pembahasan
4.2.5. Evaluasi Keperawatan
Untuk haluaran urinnya sebanyak 400mL, IWL 650mL, intake: 711mL, output:
1100mL, BC: -389mL, mengukur tanda-tanda vital dengan hasil TD:
160/80mmHg, N: 76 kali permenit, RR: 22 kali permenit, T: 36,7℃, menganjurkan minum air hangat untuk melancarkan pengeluaran feses dengan hasil pasien mengerti dan mau melakukannya, menjelaskan jenis makanan yang membantu mengatasi konstipasi dengan hasil pasien berkata ia akan makan makanan yang dapat melancarkan BAB nya, kolaborasi pemberian obat pencahar dengan hasil pasien dibantu oleh anaknya dalam pemberian obat suppositoria dulcolax, tidak lama kemudian pasien BAB dengan warna hitam dan konsistensi keras, memberikan diuretik furosemide melalui IV catheter dengan hasil obat masuk dengan lancar dengan dosis 20 mg (1 ampul).
4.2.5.2. D.0009 Perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin
Evaluasi pada pasien 1 setelah dilakukan tindakan selama 3 hari adalah CRT > 2 detik, warna kulit pucat, dan hasil pemeriksaan hemoglobin terbaru 8,4 g/dL. Maka masalah perfusi perifer tidak efektif teratasi sebagian dan belum tercapai dalam 3 hari pelaksanaan.
Evaluasi pada pasien 2 setelah dilakukan tindakan selama 3 hari adalah CRT < 2 detik, warna kulit pucat, dan hasil hemoglobin terakhir 11,3 g/dL. Maka masalah perfusi perifer tidak efektif teratasi.
4.2.5.3. D.0022 Hipervolemia berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi
Evaluasi pada pasien 1 setelah dilakukan tindakan selama 3 hari adalah pasien mengatakan sudah tidak sesak lagi, RR 20 kali permenit, tidak terdengar ronkhi, edema berkurang kurang dari nilai +1. Maka masalah hipervolemia teratasi.
Evaluasi pada pasien 2 setelah dilakukan tindakan selama 3 hari adalah pasien mengatakan tidak sesak lagi dan RR 20 kali permenit. Maka masalah hipervolemia teratasi.
4.2.5.4. D.0049 Konstipasi berhubungan dengan ketidakcukupan asupan cairan
Evaluasi pada pasien 1 setelah dilakukan tindakan selama 3 hari adalah pasien mengatakan sudah BAB setelah diberi obat pencahar, pasien mengatakan
BAB nya berwarna gelap dengan konsistensi keras, dan peristaltik usus 10 kali permenit. Maka masalah konstipasi teratasi.
Evaluasi pada pasien 2 setelah dilakukan tindakan selama 3 hari adalah pasien mengatakan sudah BAB setelah diberi obat pencahar, pasien mengatakan BAB nya berwarna gelap dengan konsistensi lunak, dan peristaltik usus 7 kali permenit. Maka masalah konstipasi teratasi.
82
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian penerapan asuhan keperawatan pada pasien 1 dan 2 dengan Penyakit Ginjal Kronis di ruang Flamboyan Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Kalimantan Timur, peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
5.1.1. Pengkajian
Pengkajian adalah upaya mengumpulkan data secara lengkap dan sistematis untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan dan keperawatan dapat ditentukan. Pada kasus Penyakit Ginjal Kronis, perawat dalam melakukan pengkajian dituntut harus teliti dan kompherensif, sehingga mudah dalam menegakkan diagnosa. Salah satu yang harus diperhatikan pada pasien Penyakit Ginjal Kronis yaitu pengkajian pada kardiovaskuler, integumen, dan pulmoner.
5.1.2. Diagnosa keperawatan
Seperti yang dikemukakan beberapa ahli sebelumnya, daftar diagnosa keperawatan pada bab 2 di temukan kesenjangan dengan kasus nyata yang didapat pada kedua pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis. Kesenjangan tersebut yaitu dari tujuh diagnosa keperawatan berdasarkan teori yang dikemukakan oleh para ahli pada pasien 1 dan pasien 2 ada 4 yang tidak muncul, yaitu masalah nyeri akut, gangguan integritas kulit, defisit nutrisi, dan intoleransi aktivitas.
5.1.3. Perencanaan
Perencanaan yang digunakan dalam kasus pada kedua pasien disesuaikan dengan masalah keperawatan yang ditegakkan berdasarkan kriteria tanda dan gejala mayor, minor dan kondisi pasien saat ini.
5.1.4. Pelaksanaan
Implementasi keperawatan disesuaikan dengan rencana tindakan yang telah peneliti susun. Implementasi keperawatan yang dilakukan pada pasien 1 dan pasien 2 sesuai dengan intervensi yang telah direncanakan berdasarkan teori yang ada dan sesuai dengan kebutuhan pasien Penyakit Ginjal Kronis.
5.1.5. Evaluasi
Akhir dari proses keperawatan adalah evaluasi terhadap asuhan keperawatan yang diberikan. Pada evaluasi yang peneliti lakukan pada pasien 1 berdasarkan kriteria yang peneliti susun terhadap 1 diagnosa yang teratasi sebagian yaitu perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin.
Sedangkan pada pasien 2 seluruh masalah dapat teratasi.
5.2. Saran
Untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan pada pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis (PGK) diperlukan adanya suatu perubahan dan perbaikan diantaranya:
5.2.1. Bagi peneliti
Hasil penelitian yang dilakukan diharapkan dapat menjadi acuan dan menjadi bahan pembanding pada peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian pada pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis.
5.2.2. Bagi perawat ruangan
Sebaiknya ditingkatkan pada pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis mengenai motivasi dan dorongan dalam menjalani perawatan di ruang rawat inap.
5.2.3. Bagi perkembangan ilmu keperawatan
Dalam pengembangan ilmu keperawatan diharapkan dapat menambah keluasan ilmu keperawatan dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis serta menjadi acuan dan bahan pembanding dalam melakukan penelitian bagi peneliti selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Aziz, Alimul. 2011. Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data.
Jakarta: Salemba Medika.
Carpenito, Lynda J. 2009. Buku saku diagnosa keperawatan. Jakarta: EGC.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2017. National chronic kidney disease fact sheet. Diunduh pada tanggal 21 November 2018 https://www.cdc.gov/kidneydisease/pdf/kidney_factsheet.pdf
Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku saku patofisiologi edisi 3. Jakarta: EGC.
Doenges, Marylinn E. 2000. Rencana asuhan keperawatan edisi 3. Jakarta: EGC.
Doenges, Marylinn E. 2014. Nursing care plans: guidelines for individualizing client care across the life span edition 9. Philadelphia, PA, USA: F. A. Davis Company.
Irwan. 2016. Epidemiologi penyakit tidak menular. Yogyakarta: Deepublish.
Kant, A. K. & B. I. Graubard. 2010. Contributors of Water Intake in US Children and Adolescents: Assosiations with Dietary and Meal Characterisstics-National Health and nutrition Examination Survey 2005–
2006. Am J Clin Nutr, 92, 887-896.
Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018.
Hasil utama riskesdas 2018. Diunduh pada tanggal 3 November 2018 http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/materi_rakorpop_2 018/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf
Kementerian Kesehatan RI. 2017. InfoDATIN situasi penyakit ginjal kronis.
Diunduh pada tanggal 2 November 2018
http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/inf odatin%20ginjal%202017.pdf
Kidney Disease Improving Global Outcomes. 2012. Guideline on CKD. Diunduh
pada tanggal 2 November 2018
https://kdigo.org/wp-content/uploads/2017/04/KDIGO-CKD-Guideline-Mani la_Kasiske.pdf
Kidney International. 2015. Analysis of the global burden of disease. Diunduh
pada tanggal 2 November 2018
https://www.kidney-international.org/article/S0085-2538(18)30318-1/pdf
National Institute for Health and Clinical Excellence. 2014. Chronic kidney disease in adults: assessment and management. Diunduh pada tanggal 2
November 2018
https://www.nice.org.uk/guidance/cg182/resources/chronic-kidney-disease-in -adults-assessment-and-management-pdf-35109809343205
National Kidney Foundation (NKF) Kidney Disease Outcome Quality Initiative (K/DOQI). 2002. Advisory Board: K/DOQI clinical practice guideline for chronic kidney disease: evaluation, classification, and stratification. America Journal of Kidney Disease.
Nurarif, Huda A. dan Hardi Kusuma 2015. Aplikasi asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa medis & NANDA NIC-NOC. Yogyakarta:
MediAction.
Nursalam. 2008. Proses dan dokumentasi keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam. 2009. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
PPNI. 2016. Standar diagnosis keperawatan Indonesia: definisi dan indikator diagnostik edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
PPNI. 2018. Standar intervensi keperawatan Indonesia: definisi dan tindakan keperawatan edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
PPNI. 2019. Standar luaran keperawatan Indonesia: definisi dan kriteria hasil edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
Pradesya, Ezra Senna. 2015. Hubungan antara gagal ginjal kronik dan edema paru ditinjau dari gambaran radiologi di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Yogyakarta: FKIK UMY.
RSUD AWS Samarinda Bagian Perencanaan. 2017. Profil RSUD AWS 2017.
Diunduh pada tanggal 28 November 2018
http://www.rsudaws.co.id/uploads/DOWNLOAD/Profil%20RSUD%20AWS
%202017.pdf
Smeltzer, Suzanne C. dan Brenda G. Bare. 2015. Buku ajar keperawatan medikal-bedah Brunner & Suddarth. Jakarta: EGC.
Suarli, S. dan Bahtiar. 2009. Manajemen keperawatan dengan pendekatan praktis.
Jakarta: Erlangga.
Sudoyo, Aru W., dkk. 2015. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid I edisi V. Jakarta:
InternaPublishing.