PENGELOLAAN DAS
BAB 4 TATA AIR
2. Muatan Sedimen Melayang (suspended load)
4.5.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi Debit Air dan Muatan Sedimen Melayang
Munurut Talkuputra (1984) factor-faktor yang diduga mempengaruhi kondisi hidrologi suatu daerah aliran sungai (DAS) adalah ikilim (jeluk hujan, intensitas dan distribusi), keadaan fisik tanah, topografi (bentuk dan besar kelerengan), corak dan bentuk DAS/ sub DAS, pola tata guna tanah dan mata pencaharian masyarakat berhubungan dengan kepadatan penduduk yang bermukim dikawasan DAS/sub DAS.
Selanjutnya Sudarmadji (1995), meringkas faktor-faktor yang diduga mempengaruhi keadaan debit air pada suatu daerah aliran sungai (DAS) adalah kondisi geologi,penutupan vegetasi, kondisi topografi, bentuk DAS dan sistem jaringan sungai.
a. Kondisi Geologi
Menurut Sudarmadji (1995), kondisi geologi sangat mempengaruhi sifat-sifat fisik tanah yang berbentuk dan dengan adanya penutupan vegetasi akan sangat menentukan kapasitas infiltrasi terhadap curah hujan yang jatuh di atasnya sehingga
- 49 - BUKU AJAR| PENGELOLAAN DAS DAN APLIKASINYA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR dapat menurunkan limpasan permukaan. Utomo (1989), menyebutkan sifat-sifat tanah yang mempengaruhi debit air dan muatan sediment melayang adalah struktur, bahan oragnik, sifat lapisan bawah dan tingkat kesuburan tanah.
b. Penutupan Vegetasi
Penutupan vegetasi berpengaruh terhadap penahanan tumbukan curah hujan secara langsung yang mempunyai energi sangat besar sehingga dapat menghindarkan pemecahan agregat tanah dan disperse patikel-partikel tanah yang memungkinkan dapat menyumbat pori-pori tanah, yang pada gilirannya akan menurunkan kapasitas infiltrasi tanah itu sendiri yang pada akhirnya meningkatkan limpasan pemukaan. Selain itu sistem perakaran yang dalam dan menyebar adalah sangat baik untuk meningkatkan kapsitas infiltrasi tanah terhadap curah hujan yang jatuh diatasnya (Sudarmadji,1995).
Kartasapoetra dkk (2005), menjelaskan arti dan peranan vegetasi sebagai berikut : (1). Vegetasi melindungi permukaan tanah dari tumbukan butir air hujan yang jatuh; (2). Adanya sisa-sisa tanaman berupa daun, ranting, cabang serta sisa- sisa tanaman lainnya diatas permukaan tanah dan membentuk lapisan humus; (3).
Menahan aliran limpasan permukaan, meresapkannya sebagian kedalam tanah melalui pori-pori tanah yang selalu terbuka baik karena lapisan humus yang bertindak sebagai filter terhadap lumpur yang terbawah oleh air dalam peresapannnya; (4) Lapisan humus dan semak-semak menahan lajunya limpasan permukaan sehingga limpasan air pemukaan yang mengandung lumpur atau partikel-partikel tanah akan diendapkan pada tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat asalnya; (5) Resapan atau penahan air permukaan oleh semak-semak dan meresapkannya kedalam tanah melalui lapisan humus akan meningkat, sehingga persediaan air didalam tanah menjadi meningkat yang berguna bagi peumbuhan tanaman dan sebagai sumber kehidupan karena akan membentuk mata air.
Selanjutnya Sarief (1985), menyatakan bahwa peranan yang penting dari tanaman adalah melindungi tanah dari hujan secara langsung dengan jalan mematahkan energi kinetiknya melalui tajuk, ranting, cabang dan batangnya. Dengan adanya seresa yang dijatuhkannya akan terbentuk humus yang berguna untuk menaikkan kapasitas infiltrasi tanah, ranting serta luas daun dalam tajuk turut menentukan besar kecilnya daya pukul air hujan yang jatuh.
- 50 - BUKU AJAR| PENGELOLAAN DAS DAN APLIKASINYA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR c. Kondisi Topografi
Kondisi topografi yang berat atau curam pada umumnya akan mempercepat konsentrasi air pada titik patusan wilayah DAS, karena disamping prosentase kelerengan curam yang besar, juga sistem jaringan sungai lebih padat dibandingkan dengan wilayah DAS dengan kondisi topografi yang relative datar (Sudarmadji, 1995).
Menurut Utomo (1989), topografi berperan dalam menentukan volume air limpasan permukaan. Dua unsure topografi yang berpengaruh adalah panjang lereng dan kemiringan lereng serta unsure lain yang mungkin berpengaruh adalah konfigurasi, keseragaman dan curah lereng.
Lebih lanjut dinyatakan bahwa dari kedua unsur topografi tersebut, kemiringan lereng lebih penting disbanding panjang lereng karena pergerakan air serta kemampuannya memecahkan dan membawa partikel tanah akan bertambah dengan sudut ketajaman lereng yang semakin besar. Selanjutnya Asdak (2010), menyatakan bahwa semakin panjang lereng, maka volume kelebihan air yang berakumulasi diatasnya menjadi lebih besar dan kemudian semua akan turun dengan volume dan kecepatan yang semakin meningkat.
d. Bentuk DAS serta Sistem Jaringan Sungai
Bentuk wilayah DAS dan sitem jaringan sungai yang ada didalamnya akan sangat menentukan proses limpasan air dari seluruh wilayah DAS menuju titik patusan (outlet) dari wilayah DAS yang bersangkutan.
Sossrodarsono dan Takeda (1993), menerangkan terdapat tiga bentuk wilayah pengaliran sungai yaitu: (a) Daerah pengaliran berbentuk pararel. Bentuk DAS seperti ini memiliki corak dimanan dua jalur dengan pengaliran yang bersatu dibagian hilir sehingga banjir terjadi dibagian hilir titk pertemuan sungai; (b) Daerah berbentuk bulu burung, Bentuk DAS bulu burung mempunayi debit banjir yang kecil oleh karena waktu tiba banjir dari anak-anak sungai yang terletak kiri-kanan sungai utama berbeda-beda;
(c) Daerah pengaliran berbentuk radial/Circuliar. Bentuk DAS ini mempunyai banjir yang besar didekat titik pertemuan anak.
Secara umum disepakati bahwa debit air (limpasan air) pada bentuk wilayah DAS yang memanjang (bulu burung) akan memerlukan waktu lebih panjang dibandingkan dengan bentuk membulat (circulair). Konsetrasi pada DAS bentuk bulu burung akan lebih rendah dibanding bentuk circulair (Sudarmadji, 1995).
- 51 - BUKU AJAR| PENGELOLAAN DAS DAN APLIKASINYA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Menurut Asdak (2010), bentuk DAS mempunyai peranan yang lebih menentukan disbanding kerpatan drainase dalam mempengaruhi besarnya debit puncak (banjir) dan lama waktu berlangsungnya puncak debit tersebut.
Latihan soal
1. Jelaskan pengertian debit dan sedimen 2. Jelaskan tiga kelompok utama sedimen
3. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi debit dam sedimen
- 52 - BUKU AJAR| PENGELOLAAN DAS DAN APLIKASINYA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
- 53 - BUKU AJAR| PENGELOLAAN DAS DAN APLIKASINYA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR