• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-Faktor Produksi Dalam Islam

ي َشًََّثن ٱ

4. Faktor-Faktor Produksi Dalam Islam

Dalam istilah ekonomi, menurut Said Sa’ad Marthon (2004) produksi merupakan suatu siklus kegiatan-kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa tertentu dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi dalam jangka tertentu, terdapat beberapa faktor sebagai alat produksi, yaitu:32

a. Faktor Alam/Tanah

Faktor Alam adalah faktor dasar dalam produksi. Alam yang dimaksud disini adalah bumi, dan segala isinya, baik yang ada di atas permukaan bumi maupun yang terkandung dalam bumi itu sendiri. Dalam produksi, semua itu dikategorikan sebagai sumber alam yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran umat manusia.

b. Faktor Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan faktor pendaya guna dari faktor produksi sebelumnya, yakni faktor alam. Tenaga kerja juga merupakan aset bagi keberhasilan suatu perusahaan, karena keberhasilan suatu produksi terletak pada kinerja kerja sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

Tenaga kerja yang memiliki skill dan integritas yang baik merupakan

32 Muhammad Turmudi. Produksi Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Islamadina Jurnal Pemikiran Islam, volume XVIII, No. (1, Maret 2007), h. 46.

modal utama bagi suatu perusahaan. Tenaga kerja merupakan pangkal produktivitas dari semua faktor produksi yang tidak akan bisa menghasilkan suatu barang/jasa apapun tanpa adanya tenaga kerja.

Dengan demikian, tenaga kerja dibutuhkan untuk melakukan proses transformasi dari bahan menjadi barang jadi sesuai yang dikehendaki perusahaan.

c. Faktor Modal (capital)

Modal merupakan faktor yang sangat penting dalam suatu produksi.

Tanpa adanya modal, produsen tidak akan bisa menghasilkan barang/jasa.

Modal adalah sejumlah kekayaan yang bisa saja berupa harta, yang bisa digunakan untuk menghasilkan suatu kekayaan. Mochtar Effendi membedakan modal berdasarkan sumber modal yaitu:

1) Modal dari alam

Semua kandungan dari sumber daya alam yang belum dinyatakan dimiliki oleh seseorang atau badan hukum dapat digunakan sebagai modal produksi

2) Modal sendiri

Apapun yang menjadi milik seseorang dapat dijadikan modal bagi usahanya sepanjang milik atau barang tersebut tidak dilarang atau dinyatakan haram

3) Modal pinjaman

Pinjaman yang diperoleh dari orang ataupun lembaga lain dan digunakan sebagai modal dapat mengatasi kekurangan modal produksi

dengan catatan sistem pinjaman yang digunakan tidak boleh mengandung unsur riba ataupun menyalahi aturan syari’ah, bahkan semakin maju perekonomian akan semakin banyak transaksi yang dilakukan dengan cara kredit. Mendapatkan uang (daya beli) yang bersumber dari pinjaman disebut modal pinjaman.33

d. Faktor Manajemen

Manajemen merupakan ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Berdasarkan fungsi manajemen berupa perencanaan, perorganisasian, pengarahan dan pengawasan sumber daya finansial, manusia dan informasi suatu perusahaan untuk mencapai sasarannya. Tanpa adanya manajemen yang baik, semua faktor produksi tersebut memerlukan pengaturan melalui proses manajerial yang baik. Proses manajerial memerlukan keahlian yakni keyerampilan manajerial (material skill) yang terdiri dari dua aspek yaitu:

1) Keterampilan untuk mengatur

Keterampilan untuk mengatur merupakan suatu keterampilan dimana seorang manajer haruslah dapat melakukan pengaturan atau menciptakan aturan-aturan ataupun konsep-konsep bagi pengembangan serta pembangunan perusahaan yang dipimpinnya.

2) Keterampilan untuk memimpin

33 Muhammad Turmudi, produksi..., h, 48-49 .

Keterampilan untuk memimpin merupakan kemampuan untuk menggerakkan agar rencana yang telah dibuat dapat berjalan dan terkendali sehingga tujuan yang tertera dalam rencana betul-betul dapat terealisasikan. Kegiatan kepemimpinan memiliki lima unsur pokok yaitu mendalam konsep, menyampaikan konsep, memotivasikan, mengarahkan serta mengawasi atau mengendalikan.

Dalam melaksanakan fungsi manajemen pihak manajerial akan melakukan tahap sebagai berikut: 34

a) Fungsi perencanaan (Planning)

Perencanaan merupakan penentuan tujuan tentang keadaan masa depan yang diinginkan dengan memilih dan menentukan cara yang akan ditempuh dari semua alternatif yang mungkin ada untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah-langkah yang akan diperlukan dalam perencanaan adalah menetapkan tujuan dan target bisnis, menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan serta menetapkan standar kebersihan dalam pencapaian tujuan dan terget bisnis.

(1) Fungsi pengorganisasian (Organizing)

(a) Menganalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas serta menetapkan prosedur yang diperlukan

34 Muhammad Turmudi, produksi..., h. 89-50

(b) Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab.

(c) Melaksanakan kegiatan perekrutan, menyelesaikan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.

(d) Menempatkan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat35

(2) Fungsi Pengarahan (Directing)

(a) Mengimplemantasikan proses kepemimpinan, pembimbing serta pemberian motivasi pada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.

(b) Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan serta kebijakan yang di tetapkan.

(3) Fungsi Pengawasan (Controlling)

(a) Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

(b) Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.

(c) Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian.

e. Teknologi

Di era kemajuan produksi yang ada pada saat ini, teknologi mempunyai peranan yang sangat besar dalam sektor ini. Berapa banyak

35 Muhammad Turmudi, produksi..., h. 50-51 .

produsen yang kemudian tidak bisa survive karena adanya kompetitor lainnya dan lebih banyak yang bisa menghasilkan barang/jasa jauh lebih baik, karena di dukung oleh faktor teknologi yang baik.

f. Bahan baku

Bahan baku terbagi dua macam, adakalanya bahan baku tersebut merupakan sesuatu yang harus didapat ataupun dihasilkan oleh alam, tanpa ada penggantinya. Ada juga yang memang dari alam akan tetapi, bisa dicarikan bahan lain untuk mengganti bahan yang telah ada. Ketika seorang produsen akan memproduksi suatu barang/jasa, maka salah satu hal yang harus dipikirkan yaitu bahan baku.

E. Norma Dan Etika Dalam Produksi

1. Ihsan dan Itqan (Sungguh-sungguh) Dalam Berusaha

Islam tidak hanya memerintah manusia untuk bekerja dan mengembangkan hasil usahanya (produktivitas), tetapi Islam memandang setiap usaha seseorang sebagai ibadah kepada Allah dan jihat dijalan Allah.

M Abdul Mun’in al-jamal, dalam hal ini mengemukakan hal yang sama bahwa usaha dan peningkatan produktivitas dalam pandangan Islam semulia- mulianya nilai.

Karena hanya dengan bekerja setiap individu dapat memenuhi hajat hidupnya, hajat hidup keluarga, berbuat baik kepada karib kerabat,

memberikan pertolongan dan ikut berpartisipasi dalam mewujudkan kemaslahatan umum. 36

Dokumen terkait