BAB II.TINJAUAN PUSTAKA
C. Kinerja Karyawan
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan
Menurut Vaitsal Rivai (2005: 324), dalam menilai kinerja seorang pegawai, ada beberapa aspek penilaian antara lain:
1. Kemampuan teknis, yaitu kemampuan menggunakan pengetahuan, metode, teknik, dan peralatan yang digunakan untuk melaksanakan tugas serta pengalaman dan pelatihan yang diperolehnya.
2. Kemampuan konseptual, yaitu kemampuan untuk memahami kompleksitas perusahaan dan penyesuaian bidang gerak dari unit masing-masing ke bidang operasional perusahaan secara menyeluruh.
Pada intinya setiap individu atau karyawan pada setiap perusahaan memahami tugas, fungsi serta tanggung jawabnya sebagai seorang karyawan.
3. Kemampuan hubungan interpersonal, yaitu antara lain kemapuan untuk bekerja sama dengan orang lain, memotivasi karyawan, melakukan negosiasi, dan lain-lain.
Selain pendapat di atas juga terdapat 6 kriteria untuk menilai kinerja karyawan, yaitu:
1. Kualitas (Quality) yaitu Tingkatan dimana proses atau penyesuaian pada cara yang ideal di dalam melakukan aktifitas atau memenuhi aktifitas yang sesuai harapan.
2. Kuantitas (Quantity) yaitu Jumlah yang dihasilkan diwujudkan melalui nilai mata uang, jumlah unit, atau jumlah dari siklus aktifitas yang telah diselesaikan.
3. Jangka waktu (Time Lines) yaitu Tingkatan di mana aktifitas telah diselesaikan dengan waktu yang lebih cepat dari yang ditentukan dan memaksimalkan waktu yang ada untuk aktifitas lain.
4. Efektifitas Biaya (Cost Effectivity) yaitu Tingkatan dimana penggunaan sumber daya perusahaan berupa manusia, keuangan, dan teknologi dimaksimalkan untuk mendapatkan hasil yang tertinggi atau pengurangan kerugian dari tiap unit.
5. Di Butuhkan Sebagai Pandangan Utama (Need for supervision) yaitu Tingkatan dimana seorang karyawan dapat melakukan pekerjaannya tanpa perlu meminta pertolongan atau bimbingan dari atasannya.
6. Dampak Interpersonal (Interpersonal Impact) yaitu Tingkatan di mana seorang karyawan merasa percaya diri, punya keinginan yang baik, dan bekerja sama di antara rekan kerja.
Selain itu dalam melakukan penilaian terhadap kinerja para pegawai, maka harus diperhatikan 5 (lima) faktor penilaian kinerja yaitu :
1. Kualitas pekerjaan meliputi: akurasi, ketelitian, penampilan dan penerimaan keluaran.
2. Kuantitas pekerjaan meliputi: volume keluaran dan kontribusi.
3. Supervisi yang diperlukan meliputi: membutuhkan saran, arahan, atau perbaikan.
4. Kehadiran meliputi: :regularitas, dapat dipercayai/diandalkan dan ketepatan waktu.
5. Konservasi meliputi: pencegahan, pemborosan, kerusakan, pemeliharaan peralatan.
Sebagai kesimpulan dari uraian di atas, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah kualitas, kuantitas kerja yang dihasilkan anggota organisasi. Selain itu juga pada pengawasan,karakter personal pegawai, dan kehadiran.
D. Kerangka Pikir
Berikut ini adalah kerangka pemikiran yang di jadikan dasar dalam penelitian ini:
PT.BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO),TBK KANTOR CABANG WATANSOPPENG
Manajemen Sumber Daya Manusia
Gaya Kepemipinan (X)
Kinerja Karyawan (Y)
E. Hipotesis
Berdasarkan kerangka pemikiran di atas maka hipotesa dari penelitian ini adalah di duga bahwa: “gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Kantor Cabang Watansoppeng”.
20 A. Lokasi dan waktu penelitian
Tempat penelitian ini akan dilaksanakan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Kantor Cabang Watansoppeng sedangkan waktu penelitian akan dilaksanakan ± 2 bulan pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2015.
B. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel
Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya secara berurutan yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
Variabel bebas adalah gaya kepemimpinan (X), dan variabel terikat adalah kinerja karyawan (Y), dengan skema sebagai berikut:
Y Kinerja Karyawan X Gaya
Kepemimpinan
− Kecerdasan
− Kedewasaan dan Keleluasaan Hubungan Sosial
− Motivasi Diri dan Dorongan
berprestasi
− Sikap-Sikap Hubungan Kemanusiaan
− Kemampuan tekhnis
− Kemampuan Konseptual
− Kemampuan hubungan interpersonal
2. Definisi Opersional
Definisi operasional variabel di gunakan agar tidak menimbulkan penafsiran ganda yaitu dengan memberikan batasan terhadap variabel- variabel yang di gunakan dalam penelitian ini.
1. Gaya Kepemimpinan (X), yaitu cara memimpin, pimpinan PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Kantor Cabang Watansoppeng yang terdiri dari factor kecerdasan, kedewasaan dan keleluasaan hubungan sosial, motivasi diri dan dorongan berprestasi dan sikap-sikap hubungan kemanusiaan.
2. Kinerja karyawan (Y), yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya yang terdiri dari faktor kemampuan tekhnis, kemampuan konseptual dan kemampuan hubungan interpersonal.
C. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang di gunakan sebagai berikut:
1. Dokumentasi (dokumentasion)
Yaitu suatu cara untuk mendapatkan data dengan jalan mengambil data yang ada dalam catatan perusahaan. Adapun data-data yang di dapat antara lain adalah sejarah perkembangan perusahaan struktur organisasi pembagian tugas dan wewenang karyawan serta studi pustaka dan sumber dari internet.
2. Angket (kuesioner)
Yaitu daftar pertanyaan yang diberikan kepada karyawan yang terpilih sebagai karyawan sampel dan bersedia memberikan jawaban-jawaban sesuai dengan pendapat, sikap, dan pengalamannya.
3. Wawancara (interview)
Yaitu suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari karyawan PT. Bank Rakyat Indinesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Watangsoppeng.
4. Pengamatan (observasi)
Yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke obyek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.
D. Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang di pergunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Data Primer
Data Primer yaitu data yang di peroleh dengan cara mengadakan pengamatan serta pengumpulan kuesioner dari karyawan sehubungan dengan data yang di butuhkan dalam penelitian ini.
2. Data sekunder
Data Sekunder yaitu data yang di peroleh dengan cara mengumpulkan data dari pihak yang terkait (PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Kantor Cabang Watansoppeng).
E. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Hadi (1983:220): “Populasi adalah seluruh penduduk yang di maksudkan untuk di selidiki di batasi sebagai sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit satu sifat yang sama”.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Kantor Cabang Watansoppeng yang berjumlah 40 orang karyawan, (wawancara tanggal 12 Maret 2015).
2. Sampel
Menurut Hadi (1983:220):
Sampel adalah penduduk yang jumlahnya kurang dari jumlah populasi. Sampel merupakan subset dari populasi, subset ini di ambil karena dalam banyak kasus tidak mungkin kita meneliti seluruh anggota populasi, oleh karena itu kita membuat sebuah perwakilan populasi yang di sebut sampel.
Sampel dari penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Kantor Cabang Watansoppeng yang berjumlah 40 orang karyawan, artinya semua anggota populasi sekaligus di jadikan sampel, atau disebut juga dengan sampel jenuh.
E. Metode Analisis Data
Tahap-tahap yang dilakukan dalam menganalisis data yaitu sebagai berikut:
1. Teknik Analisis Deskriptif
Analisis ini digunakan untuk memberi gambaran tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang watansoppeng.
2. Teknik Analisis Kuantitatif
Analisis data secara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007, tahapan sebagai berikut :
a. Teknik Analisis Korelasi Produk Moment
Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Gaya Kepemimpinan (X), terhadap Kinerja Karyawan (Y) PT. Bank Rakyat Indonesia(Persero), Tbk Kantor Cabang Watansoppeng. Persamaan Korelasi Product Moment dengan formulasi sebagai berikut:
∑
√(∑ )(∑ )
Dimana:
= Angka indeks korelasi r product moment
∑ x² = Jumlah deviasi skor X setelah terlebih dahulu di kuadratkan
∑ y² = Jumlah deviasi Y setelah terlebih dahulu di kuadratkan
Sumber: Hadi (1983:193)
b. Uji Kualitas Hubungan
Teknik analisa ini digunakan untuk mengetahui kualitas hubungan (kategori) antara variabel Gaya Kepemimpinan (X) dengan Kinerja (Y) dengan menggunakan tabel interpretasi indeks korelasi sebagai berikut :
Tabel 3.1 Interval Koefisien
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
± 0,80 – 1,00
± 0,60 – 0,799
± 0,40 – 0,599
± 0,20 – 0,399
± 0,00 – 0,199
Sangat Kuat Kuat Cukup Kuat
Rendah Sangat Rendah
Sumber: Riduwan (2004 : 136) c. Uji Hipotesis
Setelah koefisien korelasi (rxy) telah diketahui maka langkah selanjutnya yaitu melakukan uji hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan agar dapat diketahui apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Untuk mengetahui hal tersebut teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan test signifikan yaitu membandingkan indeks korelasi antara r tabel dengan r hitung. Untuk memperoleh r tabel maka dilakukan langkah berikut ini :
df = N - nr
dimana :
Df = Digree og freedom (derajat kebebasan) N = Jumlah sampel
Nr = Banyaknya variabel yang dikorelasikan (nr – 2) d. Teknik Analisis Determinasi
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel (X) dengan variabel (Y), digunakan analisis korelasi determinasi dengan formulasi sebagai berikut:
Dimana:
KP = Nilai Koefisien Determinan r = Nilai Koefisien Korelasis Sumber: Riduwan (2004:139)
KP =
27 A. Sejarah Singkat Perusahaan
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Sejarah awal didirikannya Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk di mulai di Purwokerto Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wiriatmaja, yang pada saat itu menjabat sebagai Patih Banyumas. Bank Rakyat Indonesia Saat itu di beri nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto, yang merupakan suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri pada tanggal 16 Desember 1895 dengan bantuan Asisten Residen Banyumas.
Pada tahun 1898, dengan bantuan dari pemerintah Hindia Belanda didirikanlah Volksbanken atau Bank Rakyat yang Daerah kerjanya meliputi wilayah administrasi kabupaten atau Afdeling, sehingga kemudian Volksbanken di sebut juga sebagai Afdelingbank. Ternyata Volksbanken mengalami kesulitan pada saat itu, sehingga pemerintah Hindia Belanda turut campurtangan dengan mendirikan Dienst Der Volkscreditwesen (Dinas Pengkreditan Rakyat) pada tahun 1904 yang mebantu Volksbanken secara materil maupun inmateril dengan tambahan modal bimbingan, pembinaan, dan pengawasan.
Kemudian pada tahun 1912, pemerintah Hindia Belanda mendirikan suatu lembaga berbadan hukum dengan nama Centerale Kas yang berfungsi sebagai Bank Sentral bagi Volkbanken termasuk juga Bank Desa. Karena akibat resesi dunia pada tahun 1929-1932, banyak Volksbanken yang tidak dapat berjalan dengan baik. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, maka pada tahun 1934 didirikan Algemeene volkscredietbank (AVB) yang berstatus badan hukum Erops. Modal pertama berasal dari hasil likuidasi Centrale Kas di tambah dengan kekayaan bersih dari Volksbanken.
Pada zaman pendudukan Jepang AVB di pulau jawa di ganti namanya menjadi Syconim Ginko (Bank Rakyat) berdasarkan undang-undang nomor 39 tanggal 3 oktober 1942. Setelah itu, pada periode setelah kemerdekaan Republik Indonesia (RI), berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia.
Pada masa perang mempertahankan kemerdekaan tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu dengan di keluarkannya Dekrit Presiden yang menyatakan kembali kepada Undang- Undang Dasar 1945, maka dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang (PERPU) No. 41 tahun 1960 tanggal 26 Oktober 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang berturut-berturut mengalami peleburan dan pengintegrasian di antaranya:
1. Bank Rakyat Indonesia (BRI) berdasarkan PERPU Nomor 42 tahun 1960 tanggal 26 Oktober 1960.
2. Bank Tani Nelayan berdasarkan PERPU Nomor 43 tahun 1960 tanggal 26 oktober 1960.
3. Nederlandsche Handel Mij (NHM) yang di nasionalisasikan berdasarkan PERPU Nomor 44 tahun 1960, dan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 261206/BUM II tanggal 30 November 1960, diserahkan kepada Bank Koperasi, Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar PENPRES No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia.
Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan Nederlansche Handel Mij (NHM )menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang- undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 taun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai saat ini.
Pada akhirnya berdasarkan Surat Keputusan Direksi BRI NOKEP: S. 67- DIR/12/1982 tanggal 2 Desember 1982 Direksi Bank Indonesia menetapkan bahwa hari jadi Bank Rakyat Indonesia adalah tanggal 16 Desember 1895.
B. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan opersional untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan pekerja antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana fungsi dan aktifitas di batasi. Struktur organisasi dibentuk sebagai alat bantu bagi pimpinan untuk mengkoordinir aktivitas- aktivitas perusahaan dengan maksud agar setiap anggota dapat bekerja dengan efektif dan efisien. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan wewenang dan tanggung jawab setiap anggota organisasi.
Adapun struktur organisasi kegiatan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Watansoppeng berbentuk garis. Hal ini dapat
di lihat dari hubungan struktur antara bagian yang satu dengan yang lain pada bank secara keseluruhan di dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Lebih jelasnya penulis mengemukakan gambar struktur organisasi yang ada pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk kantor Cabang Watansoppeng ini sebagai berikut:
Berikut ini dijelaskan bidang kegiatan atau deskripsi jabatan masing – masing pelaksana (karyawan) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Kantor Cabang Watansoppeng.
1. Pimpinan Cabang (PINCA)
Tugas dan tanggung jawab utamanya, antara lain:
a. Mempersiapkan, mengusulkan, negosiasi dan pencapaian Rencana kerja Anggaran (RKA).
b. Mengkoordinasi kelancaran pelayanan operasional di Cabang dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) dan BRI Unit.
c. Melakukan pembinaan secara aktif dalam meningkatkan kemampuan karyawan di kantor cabang (Kanca), Kcp dan BRI unit.
d. Menjamin bahwa seluruh transaksi yang di setujui dan sah telah sesuai dengan kewenangan.
e. Menjamin ketepatan dan kebenaran pembukuan dan laporan.
f. Membina dan mengawasi kegiatan operasional di Kanca, Kcp dan BRI Unit.
2. Fungsi Manajer Opersional
A. Administrasi Kredit (ADK)
Tugas dan Tanggung jawab utamanya antara lain:
a. Mengelolah proses dan prosedur administrasi kredit di kantor cabang.
b. Menyiapkan, meneliti, dan memastikan permohonan paket kredit sesuai dengan ketentuan untuk mengamankan kepentingan bank.
c. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan putusan kredit Ritel (PTK) terutama mengenai pemenuhan persyaratan kredit dan dokumentasi kredit.
d. Menginformasikan kredit-kredit yang akan jatuh tempo 3 bulan yang akan datang.
e. Melakukan pembatasan pencairan kredit sesuai dengan yang di persyaratkan di PTK.
f. Menerima bukti asli kepemilikan agunan dari nasabah sesuai dengan yang di persyaratkan.
g. Melakukan tugas-tugas kedinasan lainnya untuk menunjang bisnis Kanca.
B. Supervisor Penunjang Opersional
Tugas dan tanggung jawab utamanya antara lain:
a. Memastikan bahwa pengelolaan kas Kanca dan surat-surat berhaga telah benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Memastikan bahwa pelayanan kas, pelayanan dana jasa dan pelayanan pinjaman serta kegiatan back office telah sesuai ketentuan.
c. Memastikan bahwa semua keluhan nasabah atas pelayanan yang di berikan sudah di tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
d. Memastikan bahwa setiap pelaksanaan administrasi kredit telah berjalan sesuai ketentuan.
C. Sekertariat & SDM
Tugas dan Tanggung jawab utamanya antara lain:
a. Mengagendakan surat keluar dan surat masuk dengan tertib sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Mengatur lalu lintas komunikasi (Telpon, Faksimili, Internet) dalam rangka menjaga efektivitas Kantor Cabang.
c. Mendistribusikan surat masuk kepada pejabat yang berwenang.
d. Mengatur agenda pimpinan cabang demi kelancaran pelaksanaan tugas pinca.
e. Mengatur pembagian supir, pramubakti, dan satpam secara efektif dan mengadministrasikan semua bentuk hukuman jabatan bagi pekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
D. Petugas Logistik
Tugas dan tanggung jawab utamanya antara lain:
a. Memenuhi kebutuhan logistik pekerja sesuai kebutuhan untuk kelancaran pelayanan Kantor Cabang.
b. Mengadminstrasikan semua aktiva tetap Kantor Cabang dengan tertib dan benar untuk mengamankan arsip bank serta melakukan penyusunan aktiva tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk terbitnya administrasi pembukuan.
c. Menyiapkan laporan di bidang logistik sesuai pemintaan kantor wilayah untuk informasi bagi manajemen.
E. Petugas Arsip ,IT / Maintenance
Tugas dan Tanggung jawab utamanya antara lain:
a. Menyiapkan laporan yang yang di perlukan baik oleh intern maupun ekstern PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Kantor Cabang Watansoppeng.
b. Megirimkan laporan-laporan kepada pihak-pihak yang membutuhkan secara tepat waktu untuk memberikan informasi pada manajemen.
c. Melihara dan mengerjakan back up dana guna mengamankan kepentingan bank.
d. Menjaga kebersihan dan suhu ruangan hardware, serta keamanan ruang hardware guna mejaga asset Bank.
F. Petugas pelayanan
Tugas dan tanggung jawab utamanya adalah sebagai berikut:
a. Memberikan informasi kepada nasabah/ yang memerlukan informasi saldo simpanan, transfer, maupun pinjaman bagi nasabah yang memerlukan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah.
b. Melayani permintaan salinan rekening koran bagi nasabah yang memerlukan dan memberikan pelayanan khusus kepada nasabah inti yang memerlukan agar memberikan pelayanan yang memuaskan bagi nasabah.
c. Membantu nasabah yang memerlukan pengisian aplikasi dana
maupun jasa PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Watasoppeng.
G. Supir/ Pengemudi
Tugas dan tanggung jawab utamanya antara lain:
a. Memeriksa keutuhan perlengkapan kendaraan seperti STNK dan peralatan yang diperlukan.
b. Melayani transportasi karyawan untuk keperluan dinas.
c. Merawat agar kendaraan selalu dalam keadaan baik.
H. Satpam
Tugas dan tanggung jawab utamanya antara lain:
a. Melakukan penjagaan atau pengawasan terhadap kantor dan perusahaan.
b. Melaksanakan tugas yang bersifat protokoler, seperti upacara lapangan, pengamanan raker, pengamanan kegiatan protokoler lainnya.
I. Cleaning Service
Tugas dan tanggung jawab utamanya antara lain, senantiasa menjaga kebersihan kantor
3. Fungsi Manajer Pemasaran
A. AMPB (Asisten Manajer Penunjang Bisnis) Tugas dan tanggung jawab utamanya antara lain:
a. Membantu manajer bisnis dalam pembuatan RKA PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Kantor Cabang watansoppeng.
Unit wilayah kerjanya untuk mencapai target bisnis yang telah di tetapkan serta menetapkan strategi bisnis.
b. Ikut bertanggung jawab atas pengembangan bisnis PT. Bank rakyat indonesia (persero), Tbk Kantor Cabang Watansoppeng. Di wilayah kerjanya untuk mencapai laba yang maksimal dan mengevaluasi / memonitor bisnis kantor cabang.
c. Membantu dalam pembinaan nasabah (kunjungan ke nasabah, pemberantasan tunggakan, penyelamatan kredit melalui 3 R yaitu:
restructuring, recinditioning, rescheduling, serta memotivasi dan memberikan petunjuk tekhnis kepada kepala unit dan mantri dalam meningkatkan pelayanan kepada nasabah.
B. AO Komersil (Account Officer Komersil) Tugas dan tanggung jawab utamanya yaitu:
a. Membuat rencana pemasaran tahunan (RPT) pengkreditan atas sektor yang di kelolahnya untuk mencapai sasaran yang telah di tetapkan.
b. Mangelolah account yang sesuai batas-batas yang di tetapkan untuk mencapai pendapatan yang optimal bagi Kantor Cabang.
c. Menyampaikan masalah-masalah yang timbul pada atasannya dalam pelayanan debitur untuk di selesaikan dengan unit kerja terkait.
d. Sebagai anggota tim penyelamat dan penyelesaian kredit bermasalah di kantor cabang dalam rangka penyelamatan dan
penyelesaian kredit.
C. AO Program (Account Officer Program)
Tugas dan Tanggung Jawab utamanya antara lain:
a. Membuat program akutansi yang baik yang akan di operasikan oleh karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Kantor Cabang Watansoppeng.
b. Mengontrol program akuntansi yang telah ada.
c. Menjaga kebaikan dan kelayakan program akuntansi yang di gunakan.
D. Funding Officer (FO)
Tugas dan tanggung jawab utamnya, antara lain:
a. Mengidentifikasi sumber dana potensial (CPP: Capital Potensial Pund) baik perorangan maupun perusahaan/ instansi.
b. Membina hubungan baik dengan instansi/ perusahaan maupun individual yang potensial.
c. Melakukan Kegiatan promosi produk dana dan jasa.
d. Menjaga hubungan baik dan mempertahankan nasabah-nasabah yang telah menyimpan uangnya di Kanca BRI Watansoppeng.
e. Memasarkan produk dan jasa secara cross-selling.
f. Menyusun sasaran dan target.
E. AMO (Asisten Manajer Operasional)
Tugas dan tanggung jawab utamanya antara lain:
a. Memastikan tidak terjadi transaksi (kecuali ATM) dalam kurung
waktu setelah close system.
b. Melaksakan tambahan kas awal hari bagi teller dan ATM serta menerima setoran kas dari teller.
c. Melaksakan flag operasional.
d. Memelihara kerjakan register dan penyimpanan surat berharga serta kuitansi payment point.
e. Menerima kuitansi tambahan kas atau setoran kas beserta uangnya.
F. Supervisor Pelayanan kas
Tugas dan Tanggung jawab utamanya, antara lain:
a. Menyiapkan kuitansi tambahan kas supervisor dan ATM serta menerima uang dari operation officer.
b. Menyetujui tambahan kas awal teller/ TKK (Tim Kurir Kas) dan mendistribusikan uangnya kepada teller/ TKK.
c. Memelihara kerjakan register kas supervisor.
d. Mengisi kas ATM bersama dengan Petugas yang di tunjuk.
e. Menerima kuitansi tambahan kas atau setoran kas beserta uangnya dari BRI unit yang di terima di kanca.
G. Teller
Tugas dan Tanggung jawab utamanya, antara lain:
a. Membuat aplikasi tambahan kas awal dan merima uang dari supervisor/OO.
b. Menerima uang setoran dari nasabah dan mencocokan