• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor- faktor yang menghambat peningkatan hasil

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Faktor- faktor yang menghambat peningkatan hasil

guru bidang studi di SMP Aisyiyah Sungguminasa

Belajar adalah interaksi individu dengan lingkungannya yang membawa perubahan sikap, perbuatan dan perilakunya, perubahan sebagai hasil belajar yang dimaksud adalah perubahan positif pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.

Dalam proses belajar, perubahan tingkah laku yang diinginkan, sering tidak terjadi sepenuhnya. Hal tersebut proses belajar mengajar diperlukan beberapa perangkat pendukung, agar terjadi perilaku pada diri siswa yang positif.

Atas dasar pemikiran tersebut, penulis berkeinginan menguraikan faktor-faktor penghambat dalam proses belajar mengajar yang efektif pada siswa SMP Aisyiyah Sungguminasa.

1. Faktor Guru

53

Dalam proses belajar mengajar siswa, guru mempunyai pengaruh dominan, karena guru merupakan motivator, fasilitator, organisator, informator, dan konselor bagi siswanya. Oleh karena itu tanggung jawab gurujuga harus bertindak sebagai leader dan mengajar yang memungkinkan tugas-tugasnya dapat terlaksana sebagaimana mestinya, sebab guru sebagai salah satu seorang unsur tenaga kependidikan dan sumber daya pendidikan serta salah satu sumber belajar yang utama, mempunyai tugas fungsi peranan dan tanggung jawab untuk membimbing, mengajar dan melatih siswanya. Jadi tanggung jawab guru tidak hanya terbatas pada kegiatan di kelas, akan tetapi pada dirinya telah terpikul tugas suci yang kompleks. Artinya kegiatan guru tidak hanya terbatas pada kegiatan pembelajaran, akan tetapi ia juga selaku pendidik bagi siswanya.

Untuk mewujudkan perubahan intelektual pada diri peserta didik, maka guru sangat diharapkan peranannya dalam merangsang dan memotivasi siswanya terhadap setiap mata pelajaran yang telah diajarkannya.

Mengenai faktor guru sebagai salah satu faktor penghambat proses pembelajaran berikut hasil wawancara penulis dengan Nurwahidah :

Salah satu faktor yang menjadi penghambat dalam kegiatan proses belajar mengajar di sekolah adalah pengalaman guru yang belum memadai, meskipun yang akan disajikan telah dikuasai, namun hal itutidak sepenuhnya menjamin keberhasilan dalam pengajaran. Dalam mengajar dibutuhkan metode yang cocok untuk mengajarakan suatu materi pelajaran. Untuk menentukan metode tersebut, tentu tidak terlepas dari pertimbangan yang lahir dari pengalaman guru. ( Wawancara 18 Agustus 2015)

Dengan demikian di atas menjadi pertimbangan penulis bahwa proses belajar mengajar pada SMP Aisyiyah Sungguminasa masih dikategorikan sedang. Hal tersebut disebabkan oleh pengalaman guru yang belum memadai.

2. Fasilitas Pengajaran

Fasilitas pengajaran adalah salah satu faktor yang menjadi penghambat keberhasilan suatu pengajaran di kelas. Semakin banyak fasilitas dan sumber pelajaran, maka semkain besar pula pengaruhnya bagi keberhasilan pengajaran. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit fasilitas belajar pada suatu sekolah, semkain kurang pula pengaruh belajar yang ditimbulkan bagi siswa pada sekolah tersebut.

Sehubungan dengan peningktan prestasi belajar siswa dalam setiap mata pelajaran , maka fasilitas dan sumber-sumber bacaan yang berhubungan dengan materi pelajaran sangat dibutuhkan. Karena disamping alat-alat tesebut dipergunakan secara langsung dalam proses pembelajaran di kelas, juga membantu siswa mengembangkan dirinya melalui membaca pada waktu luang mereka.

Untuk mengetahui secara jelas fasilitas dan sumber-sumber belajar yang dihadapi dalam proses pembelajaran pada SMP Aisyiyah Sungguminasa, berikut ini penulis mengemukakan hasil wawancara Hj.

Hadinah, S.Pd :

Kendala- kendala yang terkadang dihadapi dalam proses belajar menganjar pada SMP Aisyiyah Sungguminasa ini adalah kurangnya sarana penunjang , sarana tersebut seperti buku

55

khususnya untuk siswa dan buku pelengkap bagi guru. ( Wawancara tanggal 18 Agustus 2015)

Bertitik tolak dari keterangan di atas, dapat diketahui bahwa SMP Aisyiyah Sungguminasa, sumber dan fasilitas belajarnya belum memadai, kadang ada sarana tetapi tidak relevan dengan materi/ bahan yang diajarkan sehingga sulit untuk dipergunakan juga dari sisi lain kemampuan para guru murid dalam kelas tertentu.

Namun guru tidak mengurangi semangat dalam setiap mata pelajaran tetap berusaha mengefektifkan serta membangkitkan minat dan gairah belajar siswa.

3. Siswa

Sebagaimana telah penulis kemukakan pada uraian terlebih dahulu bahwa guru bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi siswa terhadap setiap mata pelajaran, akan tetapi adalah faktor siswa juga.

Yang perlu diperhatikan dari faktor siswa tersebut adalah faktor minat, intelegensi, bakat, dan perhatian siswa terhadap suatu mata pelajaran. Faktor di atas merupakan yang mempengaruhi penguasaan siswa terhadap setiap bidang studi.

Minat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar, apabila siswa telah menaruh minat untuk mempelajari setiap bidang studi yang telah diajarkan, maka siswa tersebut menjadi termotivasi dari dalam diri siswa itu sendiri. Sebaliknya jika siswa kurang berminat untuk mempelajari materi pelajaran yang telah diajarkan, maka dengan sendirinya materi pelajaran tersebut akan diabaikan. Oleh karena

itu minat sangat besar pengaruhnya dalam belajar, misalnya guru dalam memberikan tugas kepada siswa, baik tugas yang diajarkan di sekolah maupun tugas yang dikerjakan di rumah. Berikut hasil wawancara penulis Dra. Hj. Ramlah :

Salah satu faktor yang mempengaruhi siswa terhadap mata pelajaran yang telah diajarkan adalah siswa kurang tepatnya dalam mengerjakan soal dan tugas-tugas yang diberikan oleh guru dalam setiap bidang studi, namun sebagaian siswa lainnya dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. ( Wawancara tanggal 18 Agustus 2015)

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa siswa SMP Aisyiyah Sungguminasa masih tergolong sedang dalam mengerjakan soal/ tugas- tugas yang diberikan oleh guru namun guru dalam setiap bidang studi, akan selalu tetap berusaha dalam membangkitkan motivasi siswanya dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

Di SMP Aisyiyah Sungguminasa, motivasi guru untuk mengulangi materi yang telah diajarkan sangat bervariasi. Hal tersebut dapat dilihat ada tangggapan siswa terhadap angket yang diedarkan sebagai berikut:

Tabel 8

Motivasi guru bidang studi terhadap siswa untuk mengulangi materi pelajaran PAI di SMP Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa NO Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sering sekali 10 16,7

2 Sering 30 50

3 Kadang- kadang 20 33,3

4 Tidak pernah - -

Jumlah 60 100

Sumber data : Tabulasi Angket No. 1

57

Dari 60 siswa yang dijadikan sebagai responden, terdapat 10 orang atau 16,7 % siswa yang menyatakan bahwa mereka sering sekali diberi motivasi untuk mengulangi materi pelajaran, sementara 30 atau 50% yang menyatakan bahwa mereka sering dimotivasi untuk mengulangi materi pelajaran, kemudian 20 siswa atau 33,3 % yang menyatakan bahwa mereka kadang-kadang di beri motivasi untuk mengulangi materi pelajaran dan kategori jawaban tidak pernah, motivasi guru terhadap siswa untuk mengulangi materi pelajaran 0%.

Sehubungan dengan hal penulis kemukakan di atas, faktor motivasi sering tidaknya guru bidang studi mengulangi materi yang telah di ajarkan baik disekolah maupun di rumah juga mempengaruhi meteri pada setiap mata pelajaran.

Untuk mengetahui sering tidaknya guru memberikan tugas yang dikerjakan di rumah (PR) kepada siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 9

Pernyataan siswa tentang sering tidaknya guru bidang studi dan guru kelas dalam memberikan pekerjaan rumah pada siswa NO Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sering sekali 25 41,67

2 Sering 10 16,7

3 Kadang- kadang 5 8,33

4 Tidak pernah 20 33,3

Jumlah 60 100

Sumber data : Tabulasi Angket No. 2

Tabulasi angket di atas, menggambarkan bahwa dari 60 orang siswa yang dijadikan sebagai sampel penelitian terdapat 25 orang atau 41, 67 % siswa yang menyatakan sering sekali diberi tugas oleh guru bidang studi dengan guru kelas untuk dikerjakan di rumah, kemudian 10 orang atau 16,7% yang menyatakan bahwa mereka sering diberi tugas untuk di kerjakan di rumah, sementara 5 orang atau 8,33% yang menyatakaan kadang-kadang diberi tugas untuk diselesaikan atau di kerjakan di rumah. Dan 20 orang atau 33,3 % yang menyatakan tidak pernah di beri tugas untuk di selesaikan atau di kerjakan di rumah.

Keterangan di atas menggambarkan bahwa siswa SMP Aisyiyah Sungguminasa dikategorikan masih diberi tugas atau dikerjakan di rumah oleh guru pada setiap materi-materi yang telah diajarkan.

Sebagaimana diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar terhadap suatu materi pelajaran tidak hanya berasal dari siswa saja, akan tetapi pada faktor lain yang juga senantiasa mempengaruhi tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.

Adapun faktor penulis maksudkan di atas adalah faktor metode dalam hal ini metode yang diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas penulis menggambarkannya dalam bentuk tabel, dengan demikian dapatlah diketahui bahwa bagaimana metode terhadap penyajian materi yang

59

diterapkan dikelas oleh guru bidang studi pada pelajaran PAI di SMP Aisyiyah Sungguminasa.

Tabel 10

Pernyataan siswa terhadap metode guru bidang studi dalam mengajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam NO Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Amat baik 30 50

2 Baik 20 33,3

3 Kurang baik 10 16,7

4 Tidak baik - -

Jumlah 60 100

Sumber data : Tabulasi Angket No. 3

Dari tabulasi angket di atas, menggambarkan bahwa dari 60 orang siswa yang dijadikan sebagai sampel penelitian terdapat bahwa metode dalam penyajian materi pelajaran dikategorikan baik, dengan melihat pernyataan bahwa ada 30 orang yang menyatakan amat baik dengan persentase 50%. Kemudian 20 orang yang menyatakan baik dengan persentase 33,3% sementara 10 orang atau 16,7 menyatakan kurang baik.

Selanjutnya pernyataan siswa SMP Aisyiyah Sungguminasa terhadap guru kelas mengenai rajin atau tidaknya guru dalam proses belajar mengajar.

Tabel 11

Pernyataan siswa SMP Aisyiyah Sungguminasa tentang rajin tidaknya guru kelas mengajar dalam kelas

NO Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat rajin 8 13,3

2 Rajin 10 16,7

3 Kurang rajin 27 45

4 Tidak rajin 15 25

Jumlah 60 100

Sumber data : tabulasi angket no 4

Tabulasi angket di atas menggambarkan bahwa 60 orang siswa yang di jadikan sebagai sampel penelitian terdapat 8 orang atau 13,3%

siswa yang menyatakan sangat rajin ketika guru kelas mengajar dalam kelas, kemudian 10 orang atau 16,7% siswa yang menyatakan rajin ketika guru kelas mengajar dalam kelas. Sementara 27 orang atau 45% siswa yang menyatakan kurang rajin guru kelas mengajar dalam kelas. Dan 15 atau 25% siswa yang menyatakan tidak rajin guru kelas mengajar dalam kelas.

Selanjutnya tanggapan siswa terhadap guru kelas dalam penyajian materi pembelajaran PAI di SMP Aisyiyah Sungguminasa Kab.Gowa dapat di lihat pada tabel berikut ini:

61

Tabel 12

Tanggapan siswa terhadap guru kelas dalam penyajian materi pelajaran PAI di SMP Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa NO Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat memahami 24 40

2 Memahami 15 25

3 Kurang memahami 21 35

4 Tidak memahami - -

Jumlah 60 100

Sumber data : Tabulasi Angket No. 5

Tabulasi angket di atas, menggambarkan bahwa 60 orang siswa yang di jadikan sebagai sampel penelitian terdapat 24 orang atau 40 % siswa yang menyatakan sangat memahami ketika guru kelas memebrikan materi pelajaran, kemudian 15 orang atau 25% siswa yang menyatakan memahami. Selanjutnya 21 orang atau 35% dari jawaban responden yang kurang memahami.

Sehubungan dengan pernyataan di atas, penulis memperoleh keterangan bahwa metode pengajaran yang diterapkan guru dalam proses belajar mengajar, sangat menentukan keberhasilan pengajaran. Di samping itu keaktifan siswa bertanya kepada guru, siswa bertanya kepada siswa, belajar di rumah, membaca buku-buku juga merupakan faktor yang menentukan keberhasilan dalam proses belajar mengajar.

D. Upaya yang Dilakukan Dalam Mengatasi Hambatan Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI di SMP Aisyiyah Sungguminasa

Setelah membahas masalah faktor-faktor mengahambat peningkatan hasil belajar pendidikan Agama Islam terjadinya tinkat perbedaan hasil belajar pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama maka pada pembahasan ini peneliti akan menguraikan langkah- langkah yang akan ditempuh dalam mengatasi masalah yang dialami oleh siswa dalam proses belajar di sekolah yaitu :

1. Faktor Siswa

Faktor siswa ini pada umumnya bersumber pada diri anak itu sendiri dan kaitannya prestasi belajar pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam sangatlah berpengaruh. Langkah yang dilakukan oleh guru adalah selain motivasi siswa itu sendiri juga di antaranya minat, intelegensi, bakat, perhatian siswa terhadap mata pelajaran pendidikan Agama Islam.

2. Faktor Guru

Faktor guru sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Aisyiyah Sungguminasa, ini diakibatkan selain tingkat kemampuan guru dalam mengajar Pendidikan Agama Islam juga kemampuan siswa untuk memahami pelajaran yang berbeda-beda ada yang cepat menangkap dan ada yang lambat apa yang telah diajarkan oleh guru, sehingga prestasi belajar siswa itu berbeda-beda.

Adapun langkah-langkah yang di lakukan guru di Sekolah Menengah Pertama Aisyiyah Sungguminasa dalam menyelasaikan masalah pengajaran Pendidikan Agama Islam, sebagaimana hasil

63

wawancara penulis dengan Dra. Hj. St. Ramlah Guru Pendidikan Agama Islam bahwa :

Bahwa upaya-upaya yang kami lakukan dalam menyelesaikan masalah pengajaran Pendidikan AgamaIslam adalah dengan memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa, agar dapat menumbuhkan minat siswa bahwa betapa pentingnya mempelajari Pendiidikan Agama, memberikan apersepsi untuk mengingat kembali pelajaran yang telah dipelajari, menyediakan buku-buku Pendidikan Agama dan buku-buku lainnya dan memberikan bimbingan khusus di luar jam pelajaran di sekolah. (Wawancara tanggal 18 Agustus 2015)

Dari hasil wawancara dapat menunjukkan bahwa upaya-upaya yang dilakukan oleh guru dalam rangka menyelesaikan masalah pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Aisyiyah Sungguminasa :

a. Memberikan motivasi

Dalam proses belajar mengajar motivasi sangat diperlukan, karena dengan memotivasi siswa mereka akan serius dalam menghadapi pelajarannya. Karena itu guru sebagai tenaga pengajar harus berperan aktif sebagai motivator bagi anak didiknya.

Peranan guru sebagai motivator sangat dibutuhkan yakni guru hendaknya senantiasa memberikan dorongan keadaan siswa agar pesrta didik bersungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan belajar, baik dalam ruang kelas maupun di luar kelas.

Dengan uraian di atas, dapat diketahui bahwa bahwa salah satu upaya dilakukan guru dalam menyelasaikan masalah belajar Penddikan

Agama Islam siswa adalah dengan memberikan motivasi atau dorongan pada siswa agar lebih giat belajar.

b. Memberikan tugas

Upaya yang sering dilakukan untuk menyelesaikan masalah pengajaran Pendidikan Agama Islam adalah dengan memberikan tugas pada siswa, tugas yang dimaksud adalah dengan menghafal surah- surah pendek, menghafal doa-doa yang telah diajarkan oleh guru. Penugasan tersebut di kerjakan di ruang kleas maupun tugas di luar sekolah, yang sesuia dengan kurikulum yang dipelajari siswa.

c. Memberikan bimbingan diluar jam pelajaran

Salah satu upaya yang dilakukan oleh guru selain pemberian tugas adalah memeberikan bimbingan di luar jam pelajaran kepada siswa, hal ini dimaksudkan untuk membantu siswa yang menghadapi masalah dalam mempelajari pendidikan Agama Islam. Dengan demikian lewat bimbingan tersebut guru agama dalam mengidentifikasi masalah Penddikan Agama Islam.

Dengan kemapuan di luar bimbingan jam pelajaran,siswa dapat menyelesaikan masalah belajarnya, karena teknik tersebut siswa diajak untuk aktif melakukan efektifitas belajar tanpa mereka merasa tertekan oleh guru.

3. Sarana dan Prasarana Penunjang

Selain dengan kurangnya sarana dan prasarana penunjang maka guru meningkatkan prestasi belajar siswa kelas unggulan dan kelas biasa

65

guru maka menyiapkan sarana, serta memotivasi siswa untuk belajar, karena adanya hal tersebut tentu kemampuan mereka semakin bertambah dan meningkatkan dalam melaksanakn kreativitasnya setiap hari untuk itu para pendidik harus dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa dengan sebaik-baiknya.

4. Minat siswa dalam mempelajari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

Salah satu upaya yang dilkuakan oleh guru dalam rangka meningkatkan minat belajar siswa untuk mempelajari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah dengan meningkatnya kemampuan dalam penguasaan materi sebelum guru memulai proses belajar mengajar serta merubah pola metodologi pembelajaran disesuaikan dengan materi pembahasan yang diajarkan.

Antisipasi seorang guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap materi pelajaran khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang pertama-tama adalah guru harus menguasai betul materi yang akan diajarkan, karena jika seorang guru memasuki ruang kelas memberikan materi pelajaran tanpa persiapan dan penguasaan materi secara mantap, maka dengan sendirinya guru akan mengatasi kesulitan, di samping itu siswa dengan sendirinya merasa bosan menerima materi yang diajarkan sehingga berdampak kepada menurunnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh guru tidak menguasai materinya.

5. Penguasaan Metodologi Pembelajaran

Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu meningkatnya metode belajar guru dalam mengajar sehingga siswa tidak merasa jenuh dan bosan dalam belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa salah satu upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu memberikan motivasi, memberikan tugas, sarana dan prasarana penunjang, minat belajar siswa, penguasaan materi yang diajarkan serta penguasaan metodologi pembelajaran, sehingga dengan antisipasi tersebut prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan.

67 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Bahwa nilai rata-rata hasil belajar yang diajarkan oleh guru bidan studi pada mata pelajaran PAI sebesar 8,06. Nilai rata-rata tersebut memberikan indikasi bahwa guru bidang studi cukup berhasil dalam peningkatan hasil belajar siswa, karena nilai yang diperoleh berada di atas interval nilai 7-8. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar yang diajarkan oleh guru kelas pada mata pelajaran PAI sebesar 7,93, nilai rata-rata tersebut memberikan indikasi bahwa guru kelas dapat dikatakan cukup berhasil namun belum maksimal dalam hal peningkatan hasil belajar siswa, karena nilai hanya di peroleh hanya berada pada interval 6-7

2. Bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diajarkan oleh guru bidang studi dengan guru kelas yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan nilai rata-rata yang diperoleh siswa, di mana siswa yang diajarkan oleh guru bidang studi prestasi lebih tinggi dari prestasi belajar yang diajarkan oleh guru kelas pada mata pelajaran PAI.

3. Faktor yang dihadapi, baik oleh guru maupu siswa dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam di SMP Aisyiyah

Sungguminasa di antaranya adalah kurangnya faktor minat siswa dalam mempelajari Pendidikan Agama Islam, kurangnya motivasi orang tua bagi anaknya, kurangnya fasilitas berupa buku panduan yang tersedia, kurangnya penguasaan metodologi pembelajaran bagi guru, serta kurangnya media pembelajaran sebagai alat yang dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar.

4. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu, memberikan motivasi, memberikan tugas, sarana dan prasarana penunjang, minat belajar siswa, penguasaan materi yang diajarkan serta penguasaan metodologi pembelajaran, sehingga dengan antisipasi tersebut prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan.

B. SARAN-SARAN

Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada beberapa pihak terkait, antara lain :

1. Kepada kedua orang tua yang memberikan perhatian lebih terdapat pendidikan anak-anak mereka terutama pendidikan keagamaan dalam membaca Al- Qur‟an.

2. Diharapkan adanya kerjasama antara pemerintah ( dinas pendidikan) dan kepala sekolah dalam hal upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Aisyiyah khususnya pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam

69

3. Diharapkan adanya kerja sama antara masyarakat, guru dan orang tua agar lebih memperhatikan perkembangan pengertahuan siswa terutama dalam bidang pendidikan keagamaan sehingga mereka berminat belajar demi memadukan antara IPTEK dan pengetahuan agama demi mencapai prestasi yang optimal.

4. Diharapkan kepada guru terutama guru mata pelajaran pendidikan Agama Islam agar menguasai semua keterampilan yang menyangkut pengajaran, terutama keterampilan dalam menggunakan metode yang bervariasi dalam gaya belajar dapat meningkat sehingga hasil belajarnya bisa memuaskan dan tujuan pembelajaran akan tercapai dengan maksimal.

DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an Al-Karim

Al- Fauzan, Shalih bin Fauzan bin Abdullah, Al- Tauhid Lish Shaffil Awwal Al- ‘Ali diterjemahkan oleh Agus Hasan Bashori dengan judul Kitab Tauhid I , Cet. VIII. Darul Haq : Jakarta

Ahirah, Anne. 2014. Ilmu Pendidikan. (Online), (http: //

journal.ecs.as.uk/survey/html,diakses 06 januari 2014)

Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Cet. XIII, PT. Rineka Cipta: Jakarta.

Tafsir, Ahmad. 2000. Pendidikan dalam Prespektif Islam. Cet III. PT.

Remaja Rosdakarya: Bandung

Daradjat, Zakiah . 1995 .Metodik Khusus Pengajaran Islam . Bumi Aksara : Jakarta

Depertemen Agama Republik Indonesia . 2004 . Al- Qur’an dan Terjemahannya .CV Darus- sunnah : Jakarta

Djaali. 2007. Psikologi Pendidikan. Cet. I. Jakarta : Bumi Aksara. Jakarta.

Depertemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ed III . Balai Pustaka : Jakarta

Daradjat, Zakiah. 2004. Motivasi Belajar Mengajar. PT. Sinar Baru:

Bandung

Hasbullah , 2005 . Dasar- dasar Ilmu Pendidikan . PT Raja Grafindo Persada : Jakarta

Hadi, Sutrisno. 1975. Statistik, Jilid II. Yayasan Psikologi UGM:

Yogyakarta.

Hasibuan . 2010. Proses Belajar Mengajar . PT. Remaja Rosdakarya : Bandung

Hamalik, Oemar . 2004 . Psikologi Belajar dan Mengajar . Cet, IV.

Bandung : Sinar Baru Algensindo.

Muhaimin, dkk. 2002. Paradigma Pendidikan Islam upaya Mengefektifka Pendidikan Agama di Sekolah. Cet II. PT . Remaja Rosdakarya : Bandung

70

71

Marliany, Rosleny. M.si. 2010. Psikologi Umum. Cet.I . Bandung. CV.

Pustaka Setia.

Margono, S.2004. Metode Penelitian.Cet. IV.PT. Rineka Cipta: Jakarta Suamiti dan Arsa . 2007. Metode Pembelajaran .CV Wacana Prima :

Bandung

Slameto, 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhi . cet. IV.

PT. Rineka Cipta: Jakart.

Sardiman N, dkk . 1994 .Ilmu Pendidikan , PT. Remaja Rosadakarya : Bandung

Slameto. 1995. Belajar dan Faktor- faktor yang mempengaruhinya.

Jakarta: Rineka Cipta.

Uhbiyati, Nur . 2005. Ilmu Pendidikan Islam . Cet, III. Pustaka Setia : Bandung

Wasito, Hermawan. 1992. Pengantar Metode Penelitian. PT. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Zakiah Daradja. 2011. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Ed. I.

cet.2. Jakarta : bumi aksara

Dokumen terkait