PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk melihat tingkat keberhasilan sistem pengajaran guru kelas adalah dengan melakukan studi banding. Sistem pengajaran guru kelas cenderung menggunakan satu orang guru yang bertanggung jawab mengajar seluruh mata pelajaran di kelas tertentu.
Rumusan Masalah
Berapa perbandingan tingkat hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang diajarkan oleh guru kelas dan guru mata pelajaran di SMP Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa. Faktor-Faktor Apa Saja Yang Menghambat Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Yang Diajarkan Oleh Guru Kelas Dan Mata Pelajaran Di SMP Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa.
Tujuan Penelitian
Upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi kendala peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten?
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Hasil Belajar
- Pengertian Hasil Belajar
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
- Prinsip dan Manfaat Belajar
- Tujuan Belajar
- Fungsi Hasil Belajar
Dari berbagai uraian tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor internal, antara lain faktor fisik, faktor psikis, dan faktor kematangan fisik dan psikis. Selain faktor internal, faktor eksternal juga mempengaruhi hasil belajar siswa dalam pembelajaran seperti faktor sosial, faktor lingkungan dan faktor budaya.
Pendidikan Agama Islam
- Pengertian Pendidikan Agama Islam
- Dasar atau Landasan Pendidikan Agama Islam
- Tujuan Pendidikan Agama Islam
Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha yang berupa bimbingan dan asuhan kepada peserta didik agar kelak setelah menyelesaikan pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam serta menjadikannya sebagai pedoman hidup. Pendidikan agama Islam adalah satu bentuk pendidikan berlandaskan Islam yang bersumberkan al-Quran dan As-Sunnah yang sahih. Oleh itu, asas utama pelaksanaan Pendidikan Agama Islam ialah Al-Quran dan As-Sunnah.
Ajaran agama Islam yang terkandung dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah masih bersifat umum dan hanya membahas masalah-masalah dan prinsip-prinsip dasar saja. Ijtihad yang diambil khususnya dalam bidang ajaran agama Islam harus benar-benar berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah yang dihasilkan oleh para ahli, ulama dan fuqaha.
Sistem Pengajaran Guru Bidang Studi
Siswa hendaknya dibantu dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode pengajaran yang tepat dalam mengajar setiap pelajaran. Dalam sistem pengajaran bagi guru bidang studi, guru dapat dengan baik merencanakan metode pengajaran sesuai dengan pengalaman dan pengetahuannya dimulai dari identifikasi kemampuan dan kebutuhan siswa. Semua itu harus diwujudkan dalam penciptaan situasi belajar mengajar yang berkualitas, yaitu belajar mengajar yang cenderung memotivasi kegiatan belajar siswa guna meningkatkan prestasi belajarnya.
Namun dengan sistem pendidikan guru di bidang studi, peserta didik harus berhadapan dengan berbagai jenis guru yang masing-masing mempunyai karakter, cara, dan metode mengajar yang berbeda-beda. Mungkin ada guru yang suka marah-marah dan kasar kepada siswanya sehingga siswa menjadi takut, mungkin juga ada guru yang terlalu toleran sehingga siswanya suka bermain-main dan tidak memperhatikan pelajaran, dan mungkin ada juga yang yang dapat mengikuti alur siswa sehingga siswa merasa mendapat perhatian khusus dari guru.
Sistem Pengajaran Guru Kelas
Namun kemampuan guru dalam mengajar secara profesional dan berkualitas merupakan faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Sebagai sistem pengajaran yang hanya diterapkan pada seluruh kelas di tingkat Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) selama beberapa tahun, maka manfaat sistem pengajaran guru kelas ini belum terlihat jelas karena prestasi belajar siswa di sekolah menengah pertama. sekolah di desa ini belum bisa dikategorikan pada satu hal: memuaskan. Oleh karena itu, upaya pengembangan dan peningkatan kinerja pembelajaran tetap harus diperhatikan, baik berupa sistem pengajaran, metode atau pendekatan yang digunakan guru dalam mengajar, maupun adaptasi kurikulum terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya lokal.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Lokasi dan Objek Penelitian
Variabel Penelitian
Perbandingan hasil belajar siswa pada mata pelajaran agama yang diajarkan oleh guru kelas dan guru belajar di SMA Aisyiyah Kecamatan Sungguminasa. Deskripsi hasil belajar siswa yang diajarkan oleh guru pembelajaran pada mata pelajaran pendidikan agama islam. Rata-rata nilai siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam yang diajar oleh guru mata pelajaran kelas IX.
Deskripsi hasil belajar siswa yang diajar oleh guru kelas pada mata pelajaran pendidikan agama islam pada mata pelajaran pendidikan agama islam. Sebelum menyajikan data dan mendeskripsikan hasil belajar siswa yang diajar oleh guru kelas pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Rata-rata nilai siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam yang diajar oleh guru kelas IX.D.
Perbandingan hasil belajar guru kelas dan guru mata pelajaran pada mata pelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam yang diajar oleh guru belajar mencapai skor rata-rata sebesar 8,06. Bagaimana perbandingan tingkat hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam yang diajarkan oleh guru kelas dan guru mata pelajaran di SMP Aisyiyah Sungguminasa Kecamatan Sungguminasa?
Definisi Operasional Variabel
Populasi dan Sampel
Berdasarkan pendapat penulis diatas dapat kita simpulkan bahwa populasi adalah sekelompok individu atau kelompok yang menjadi sumber data dan informasi yang diperlukan dalam suatu penelitian. Sampel adalah sebagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri yang sama dengan objek yang dijadikan sumber data. Berdasarkan uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa sampel adalah sebagian populasi sasaran penelitian yang dianggap dapat mewakili populasi lainnya.
Pada dasarnya penentuan sampel dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi atau keterangan mengenai hal yang akan diteliti. Menurut Arikunto, “jika kita menentukan hanya sebagian saja dari populasi, maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel.
Instrument Penelitian
Berdasarkan pendapat tersebut, penulis dalam penelitian ini mengambil sampel sebesar 15% dari total populasi yaitu 431 orang. Wawancara terbimbing adalah percakapan antara seorang peneliti dan seseorang tentang suatu peristiwa tertentu atau hal penting yang ingin mereka ketahui. Pedoman kuisioner atau angket (kuisioner) merupakan sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden mengenai kepribadiannya atau hal-hal yang diketahuinya.
Orientasi dokumentasi, yaitu pencarian informasi tentang sesuatu yang berupa catatan, transkrip surat dan sejenisnya, yang tentunya berkaitan dengan permasalahan yang kita kaji dalam penelitian ini.
Teknik Pengumpulan Data
Pedoman observasi, yaitu pengamatan langsung yang menyeluruh dan sistematis serta dilakukan secara berulang-ulang. Observasi, yaitu pengumpulan yang dilakukan secara sadar dan langsung terhadap obyek yang diselidiki guna memperoleh gambaran yang sebenarnya mengenai permasalahan yang diteliti. Observasi dalam penelitian dengan demikian ditujukan kepada siswa mengenai hasil yang dicapainya melalui media visual dalam proses belajar mengajar.
Kuesioner memberikan pertanyaan tertulis berupa pertanyaan pilihan ganda atau esai kepada responden untuk memperoleh data yang diperlukan untuk penelitian. Dokumentasi mencari data yang berkaitan dengan catatan atau arsip sebagai sumber data yang berkaitan dengan objek penelitian.
Teknik Analisis Data
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang diajarkan oleh guru kelas dan guru kelas dengan guru belajar di SMA Aisyiyah Sungguminas. Data pada Tabel 6 di atas menunjukkan bahwa rata-rata skor prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam yang diajarkan oleh guru pembelajaran adalah 8,06. Data pada Tabel 7 di atas menunjukkan bahwa rata-rata nilai prestasi akademik siswa yang diajar oleh guru kelas pada mata pelajaran pendidikan agama Islam adalah 7,93.
Upaya mengatasi hambatan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP Aisyiyah Sungguminasa. Bahwa rata-rata nilai hasil belajar yang diajarkan oleh mahasiswa guru kebidanan pada mata pelajaran PAI adalah 8,06. Faktor-faktor apa saja yang menghambat peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam yang diajarkan oleh guru kelas dan wali kelas serta guru mata pelajaran di SMP Aisyiyah Sungguminasa Kab.
Upaya apa saja yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Aisyiyah Sungguminasa Kecamatan?
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Kondisi Obyektif Lokasi Penelitian
- Sejarah Singkat SMP Aisyiyah Sungguminasa
- Visi dan Misi
- Fasilitas yang Menunjang Proses Pembelajaran
- Keadaan Tenaga Pendidik dan Karyawan
- Keadaan Siswa
- Deskriptif Hasil Belajar Siswa yang Diajarkan Oleh
- Deskriptif Hasil Belajar Siswa yang Diajarkan Oleh
- Perbandingan Hasil Belajar Siswa Antara Guru
Faktor- faktor yang menghambat peningkatan hasil
Pernyataan Siswa Terhadap Metode Belajar Guru dalam Mengajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam NO Responden Frekuensi Jawaban Persentase. Langkah-langkah yang dilakukan guru selain memperhatikan motivasi siswa itu sendiri, juga memperhatikan minat, kecerdasan, bakat dan perhatian siswa terhadap topik-topik pendidikan agama Islam. Faktor-faktor yang dihadapi baik guru maupun siswa dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam di SMP Aisyiyah.
Diharapkan adanya kerjasama antara pemerintah (Dinas Pendidikan) dan kepala sekolah dalam hal upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Aisyiyah khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM YANG DIAJARKAN OLEH GURU KELAS DAN GURU.
Upaya yang dilakukan dalam mengatasi peningkatan
PENUTUP
Kesimpulan
Nilai rata-rata tersebut memberikan indikasi bahwa guru bidang studi cukup berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, karena nilai yang diperoleh berada di atas interval nilai 7-8. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar yang diajarkan guru kelas pada mata pelajaran PAI adalah sebesar 7,93, nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa guru kelas dapat dikatakan cukup berhasil, namun belum maksimal dalam meningkatkan hasil belajar siswa, karena nilai tersebut hanya diperoleh pada interval 6 -7. Bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diajar oleh guru lapangan dan guru kelas, hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan rata-rata nilai yang diperoleh siswa, dimana siswa yang diajar oleh guru lapangan memiliki lebih tinggi seiring pembelajaran mencapai kinerja kelas tersebut. guru mengajar mata pelajaran PAI.
Faktor sungguminasa antara lain kurangnya minat siswa dalam mempelajari Pendidikan Agama Islam, kurangnya motivasi orang tua terhadap anaknya, kurangnya fasilitas berupa panduan yang tersedia, kurangnya penguasaan metodologi pembelajaran bagi guru, dan kurangnya media pengajaran sebagai alat bantu. yang dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu, pemberian motivasi, pemberian tugas, sarana dan prasarana penunjang, minat belajar siswa, penguasaan materi yang dipelajari, dan penguasaan metodologi pembelajaran, sehingga dengan harapan tersebut tercapailah prestasi belajar siswa. siswa menjadi lebih baik.
Saran – saran
Kami berharap adanya kerjasama antara masyarakat, guru dan orang tua untuk lebih memperhatikan pengembangan ilmu pengetahuan siswa khususnya di bidang pendidikan agama, sehingga mereka tertarik untuk belajar memadukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu agama. agar dapat mencapai prestasi yang optimal. Harapan kami kepada para guru, khususnya guru mata pelajaran pendidikan agama Islam, menguasai seluruh keterampilan yang berkaitan dengan pengajaran, terutama keterampilan menggunakan metode yang berbeda-beda gaya belajarnya, sehingga hasil belajar dapat memuaskan dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Sebelum menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan, isi terlebih dahulu daftar identitas yang diberikan.