BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Pembahasan
3. Faktor Pendukung dan penghambat Pembinaan
lebih pasif dalam berinteraksi. Di ekstrakurikuler juga kita dapat menambah pengalaman, menambah teman dan menambah wawasan.”56 Berdasarkan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang rutin dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Makassar yang membawahi semua ekstrakurikuler adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ekstrakurikuler yang wajib ada di sekolah Muhammadiyah adalah Hizbul Wathan(HW) dan tapak suci, dan ekstrakuikuler tambahan yaitu Palang Merah Remaja (PMR), Futsal, marching band, dan allughatul „arabiyah . Sementara yang menjadi program rutin di sekolah yaitu pembelajaran MBTA setiap hari sebelum pembelajaran dimulai, sholat duha sebelum jam istirahat dan sholat zuhur secara berjamaah.
3. Faktor Pendukung dan Penghambat Pembinaan Karakter Peserta Didik
Faktor pendukung dalam pembinaan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler, yaitu:
1. Semangat dari peserta didik untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler 2. Pihak sekolah sangat mendukung dilaksanakannya kegiatan
ekstrakurikuler
3. Pihak sekolah menyediakan ekstrakurikuler yang beragam sehingga peserta didik dapat memilih sesuai minat dan bakatnya
4. Pihak sekolah telah menetapkan pelatih/pengajar dalam kegiatan ekstrakurikuler dan menyediakan intensif khusus kepada pelatih
5. Sarana dan prasarana dibantu oleh sekolah sesuai kemampuan
Faktor penghambat dalam pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler, yaitu:
1. Sarana dan prasarana belum cukup memadai
2. Keadaan peserta didik masih ada yang cuek terhadap ekstrakurikuler.57 Seperti yang dikatakan oleh Rahma, S.Pd bahwa:
Faktor pendukung dalam kegiatan pembinaan pramuka:
1. Kepala sekolah sangat mendukung kegiatan pramuka/HW. Karena itu adalah modal untuk pramuka untuk lebih kreatif ke depannya.
2. Sarana dan prasarananya di tanggung oleh sekolah. Jadi peserta didik diharapkan serius dalam latihan. Peserta didik tidak perlu memikirkan apa yang harus dipersiapkan. Begitupula dengan pelatih/pembina yang dipercayakan dalam pembinaan kegiatan Pramuka/HW.
Faktor penghambat:
1. Peserta didik bersemangat untuk mengikuti lomba akan tetapi kurang dalam pelatihannya.
2. Peserta didik kurang yang ikut pelatihan setiap pekan yang berupa materi dalam ruangan
3. Ada beberapa peserta didik yang mengambil ekstrakurikuler yang lebih dari satu sehingga ketika ada kegiatan persiapan mengikuti lomba yang bersamaan peserta didik kebingungan sendiri untuk memilih ekstrakurikuler yang akan diikuti.58
Wawancara dengan Bapak Kadafi mengatakan bahwa :
“Faktor pendukungnya yaitu: waktu latihan setiap ekstrakurikuler yang terjadwal dengan baik dalam satu pekan sehingga tidak ada jadwal latihan ekstrakurikuler yang bersamaan.”59
Fawzan Suma, S.Pd, S.Or, M.Pd menambahkan bahwa:
57Drs.Amir, MR, MM, Kepala Sekolah. (Wawancara Daring, 28-04-2020)
58Rahma,S.Pd., Guru Akidah Akhlak dan Pembina Pramuka/HW. (Wawancara Daring, 28-04-2020)
59 Khadafi Idrus, S.Pd, Guru PPKN (Wawancara Daring, 28-04-2020)
Faktor pendukung:
1. Peserta didik diwajibkan memiliki ekstrakurikuler
2. Pengawasan terhadap peserta didik yang dilakukan oleh guru wali kelas 3. Mendatangkan pelatih dari luar
4. Mengundang orang tua peserta didik untuk memahamkan bahwa di SMA Muhammadiyah 1 Makassar setiap peserta didik harus memilki ekstrakurikuler
5. Peserta didik ikut berpartisipasi dalam kegiatan perlombaan Faktor penghambat:
1. Peserta didik yang memiliki minat dan bakat yang tidak terdapat pada ekstrakurikuler di sekolah
2. Fasilitas yang kurang memadai
3. Keadaan peserta didik yang tidak didukung oleh keluarganya mengikuti ekstrakurikuler
4. Peserta didik yang cenderung cepat pulang setelah jam pelajaran dan tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
5. Pergaulan peserta didik yang ikut-ikutan dengan temannya yang tidak bergabung dalam kegiatan esktrakurikuler. 60
Sebagai peserta didik yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Magfirah Nurfatima Yusuf menambahkan :
“Faktor penghambat yaitu masih ada peserta didik yang merasa tidak memiliki minat dan bakat di ekstrakurikuler yang ada di sekolah.”61
Kemudian ditambahkan oleh adinda Budi Prasetyo bahwa : Faktor pendukung :
1. Semangat yang tinggi
2. Perhatian dari kepala sekolah dan guru 3. Perhatian dari senior diekstrakurikuler.
Faktor penghambat :
1. Orang tua yang awalnya kurang mendukung
2. Kurangnya manajemen waktu untuk membagi waktu belajar dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
3. Kestabilan emosi yang tidak seimbang sehingga berpengaruh untuk mengikuti latihan setiap pekannya.62
Dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung dilaksanakannya pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler yaitu: semangat dari
60Fawzan Suma, S.Pd, S.Or, M.Pd, Guru PJOK dan Wali Kelas XI IPA (Wawancara Daring, 25-04-2020)
61 Magfira Nurfatima Yusuf, Peserta Didik (Wawancara Daring, 28-04-2020)
62 Budi Prasetyo, Peserta Didik ( Wawancara Daring, 28-04-2020)
peserta didik itu sendiri dan dukungan dari sekolah yang mewajibkan setiap peserta didik memiliki ekstrakurikuler. Sedangkan faktor penghambat adanya pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler yaitu:
pergaulan peserta didik yang terkadang ikut-ikutan dengan temannya, masalah waktu, orang tua yang kurang mendukung, sarana dan prasarana yang kurang memadai serta faktor kemalasan dari peserta didik itu sendiri. Dari faktor-faktor di atas menunjukkan bahwa pembinaan karakter peserta didik yang ada di SMA Muhammadiyah 1 Makassar sudah berjalan dengan baik karena dukungan yang penuh dari sekolah, pendidik, orang tua, serta masyarakat yang turut berperan dalam pembinaan peserta didik agar bisa menjadi lebih baik.
70
Berdasarkan hasil penelitian tentang “Pola Pembinaan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Peserta didik di SMA Muhammadiyah 1 Makassar”, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler adalah dengan menggunakan beberapa pola yaitu: (1) Pola keteladanan misalnya orang yang dewasa (guru, kepala sekolah, maupun orang tua) yang menjadi teladan yang patut dicontoh oleh peserta didik. (2) Pola pembiasaan (pembiasaan rutin dan pembiasaan spontan). Pembiasaan rutin seperti pembiasaan sholat berjamaah, tadarus Al-Qur‟an, dsb. Pembiasaan spontan meliputi sikap memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, dan sebagainya. (3) Pola demonstrasi misalnya guru/pembina apabila telah memberikan pembelajaran kepada peserta didik, ada waktunya guru/pembina memberikan waktu dalam pengevaluasian peserta didik untuk mempraktikkan sejauh mana peserta didik mampu memahami pembelajaran yang diberikan. (4) Pola pemberian nasihat yang diterapkan selain dari kegiatan di kelas, diterapkan pula dalam kegiatan ekstrakurikuler. (5) Pola berkelompok, bekerjasama, pemberian tantangan dalam kegiatan kepramukaan/HW.
2. Bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang rutin dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Makassar yang membawahi semua ekstrakurikuler
adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ekstrakurikuler yang wajib ada di sekolah Muhammadiyah adalah Hizbul Wathan(HW) dan tapak suci, dan ekstrakuikuler tambahan yaitu Palang Merah Remaja (PMR), Futsal, marching band, dan allughatul „arabiyah . Program rutin di sekolah yaitu pembelajaran MBTA setiap hari sebelum pembelajaran dimulai, sholat duha sebelum jam istirahat dan sholat zuhur secara berjamaah.
3. Faktor pendukung dilaksanakannya pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler yaitu: semangat dari peserta didik itu sendiri dan dukungan dari sekolah yang mewajibkan setiap peserta didik memiliki ekstrakurikuler. Sedangkan faktor penghambat adanya pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler yaitu:
pergaulan peserta didik yang terkadang ikut-ikutan dengan temannya, masalah waktu, orang tua yang kurang mendukung, sarana dan prasarana yang kurang memadai serta faktor kemalasan dari peserta didik itu sendiri.
B. Saran
Setelah penulis menarik beberapa kesimpulan dari uraian-uraian dalam skripsi ini, maka selanjutnya penulis akan mengemukakan saran-saran sebagai bahan pertimbangan untuk menerapkan dan mengembangkan hasil pikiran yang diluangkan dalam skripsi dan mempunyai sumbangsi moril bagi masyarakat, bangsa dan negara, antara lain:
1. Kepada Guru dan pembina ekstrakurikuler untuk lebih memperhatikan potensi dan kreatifitas yang dimiliki peserta didik dan memberikan dukungan dan motivasi kepada peserta didik dengan menciptakan suasana pembelajaran atau pelatihan yang dapat mengasah potensi dan kreatifitas pada anak agar menjadi generasi yang berkarakter.
2. Kepala Sekolah dan pemerintah diharapkan agar meningkatkan, melancarkan serta menyukseskan program kegiatan ekstrakurikuler dan fasilitas. Karena itu merupakan salah satu wadah untuk peserta didik dalam menyumbangkan potensi dan kreatifitasnya.
3. Bagi Peserta didik diharapkan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh Sekolah yang dapat menunjang proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler.
4. Diharapkan agar hubungan antara sekolah dan masyarakat setempat lebih ditingkatkan lagi sebagai lingkungan peserta didik dalam pelaksanaan pendidikan, pengajaran sekaligus pembinaan agar peserta didik menjadi generasi yang berkarakter baik sehingga mampu membawa pengaruh positif bagi lingkungannya.
DAFTAR PUSTAKA Al-Qur‟an dan Terjemahan.2005. Depok : Al-Huda
Abdul Majid dan Diyan Andayani. 2011. pendidikan karakter perspektif islam.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Abdul Rachman Shaleh. 2005. Pendidikan Agama & Pembangunan Watak Bangsa. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Ahmad Sadam Husaein. 2013. Upaya Pembinaan Karakter Religius dan Disiplin Melalui Kegiatan Keagamaan di SMP N 2 Kalasan Sleman Yogyakarta.
Skripsi: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. h. 15. Diakses 09-01- 2019 pukul 22:35 wita.
Budi Prasetyo. Peserta Didik SMA Muhammadiyah 1 Makassar. Wawancara Daring, 28-04-2020)
Drs. Amir, MR, MM. Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Makassar . Wawancara Daring, 28-04-2020
Endri Agus Nugraha. “Membangun dan Mengembangkan Karakter Anak dengan Menyelaraskan Pendidikan Keluarga dan Sekolah”. dalam http://freegratissemua-aiendri.blogspot.com
Fawzan Suma, S.Pd, S.Or, M.Pd. Guru PJOK dan Wali Kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Makassar. Wawancara Daring, 25-04-2020
Imam Gunawan. 2017. Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik. Jakarta:
Bumi Aksara
Imam Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir Terj. Arif Rahman Hakim. MA.dkk. 2015.
Jilid 8 Surakarta : Insan Kamil
John M.Echolas dan Hasan Shadily. 2006. Kamus Inggris-Indonesia Jakarta:
Gramedia
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Khadafi Idrus, S.Pd. Guru PPKN SMA Muhammadiyah 1 Makassar. Wawancara Daring, 28-04-2020
Ki Hajar Dewantara.Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Peserta didik
Lores Bagus. 2005. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia
Moh Uzer Usman dan Lilis Setiawati. 1993. Upaya optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Novan Ardy Wiyani. 2013. Konsep. Praktik. dan strategi membumikan karakter di SD. Yogyakarta:Ar-Ruzz Media
Noor Yanti. Rabiatul Adawiyah. Harpani Matnuh. Jurnal: Pendidikan Kewarganegaraan. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Rangka Pengembangan Nilai-Nilai Karakter Peserta didik Untuk Menjadi Warga Negara yang Baik Di SMA Korpri Banjarmasin. vol. 6. No. 11 thn 2016.
h. 4. Diakses pada 12-11-2019 pukul 12:02 Wita.
Rahma, S.Pd. Guru Akidah Akhlak dan Pembina Pramuka/HW SMA Muhammadiyah 1 Makassar. Wawancara Daring 28-04-2020
Rahmat Hidayat, S.Pd. Guru IPS dan Wali Kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 1 Makassar. Wawancara Daring 28-04-2020
Ridwan Abdullah. Muhammad Kadir. 2010. Pendidikan Karakter : Mengembangkan karakter anak yang islami. Cet, 1 : Jakarta : Bumi Aksara
Rohinah MN. 2012. Membangun Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler.
Yogyakarta: Insan Madani
Rusmiaty. 2010. Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Prestasi Belajar Peserta didik Man Pinrang. Skripsi: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. h.11. Diakses 02-11-2019 pukul 12 : 21 wita.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif.
Kualitatif. Research and Development. Bandung Alfabeta Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta
Sulaiman Saat. Sitti Mania. 2018. Pengantar Metodologi Penelitian. Penerbit Sibuku
Syaikh Shafiyyurrahman Al- Mubarakfuri. 2016. Sirah Nabawiyah. terj. Kathur Suhardi. Cet. 46; Jakarta: Pustaka Al-Kautsar
Syaepul Manan. Jurnal: Pendidikan Agama Islam -Ta‟lim. Pembinaan Akhlak Mulia Melalui Keteladanan dan Pembiasaan. Vol. 15 No. 1 thn 2017. h. 4.
Diakses 2-11-2019 pukul 10:23 wita.
Syafi‟in. 2017. Model Pengembangan Diri Peserta didik Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Di MI Muhammadiyah 13 Sendangagung Paciran Lamongan. Skripsi: Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. h. 30-32. Diakses 2-11-2019 pukul 10:23 wita.
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2016. Cet.7. Jakarta : Sinar Grafika
Zubaedi. 2011. Desain Pendidikan Karakter : Konsepsi dan aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta : Kencana
RIWAYAT HIDUP
Andi Astitah, Lahir di Bone, tanggal 10 bulan Agustus Tahun 1998 Masehi. merupakan anak ke- satu dari tiga bersaudara, buah hati dari bapak Andi Muchtar dan ibu Hafsawati, mulai memasuki jenjang pendidikan formal di SD INP 12/79 Polewali, kemudian melanjutkan pendidikan di MTS Negeri 4 Bone, kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 11 Bone dan lulus pada tahun 2016. Setelah menamatkan Pendidikan di SMA Negeri 11 Bone, penulis melanjutkan pendidikan kejenjang perguruan tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar dan mengambil Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam pada tahun 2016.
L A M P I R A N
KEGIATAN WAWANCARA PEDOMAN WAWANCARA
Kepala Sekolah Dan Guru
1. Bagaimana karakter peserta didik dalam lingkungan sekolah ?
2. Apa saja bentuk kegiatan ekstrakurikuler di SMA Muhammadiyah 1 Makassar ?
3. Apakah dalam kegiatan ekstrakurikuler terdapat nilai-nilai pembentukan karakter pada peserta didik ?
4. Dalam pembinaan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler, apakah ada pembinaan yang dilakukan selain Pramuka/HW? Misalnya kegiatan upacara, kegiatan memperingati hari-hari besar/bersejarah, atau kegiatan sholat berjamaah di mesjid.
5. Pola pembinaan apa yang diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini, guna membina karakter peserta didik yang ada di SMA Muhammadiyah 1 Makassar?
6. Nilai-nilai apa sajakah yang tercermin atau yang diaplikasikan oleh peserta didik yang ikut serta dalam kegiatan ekstrakurikuler ?
7. Apa saja kebiasaan-kebiasaan yang diterapkan di sekolah ini guna pembinaan karakter peserta didik ? Misalnya: menghargai yang lebih tua, jabat tangan, disiplin, dsb.
8. Apa faktor pendukung dalam kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini ?
9. Apa faktor penghambat dalam kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini ?
Pembina Ekstrakurikuler
1. Menurut bapak, bagaimana pentingnya pembinaan karakter yang diterapkan dalam lingkungan sekolah terutama dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka/HW ?
2. Dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka/HW dilakukan / diadakan berapa kali dalam 1 pekan/ dalam 1 bulan ?
3. Setiap hari apa dan jam berapa, serta bertempat di mana ? 4. Apa tujuan d ari kegiatan ekstrakurikuler Pramuka/HW ?
5. Materi apa saja yang diberikan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka/HW ?
6. Pola pembinaan apa yang diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler ini, guna membina karakter peserta didik yang ada di SMA Muhammadiyah 1 Makassar ?
7. Kegiatan apa saja yang dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka/HW ?
8. Nilai-nilai apa yang diterapkan/diajarkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka/HW ?
9. Apa sikap atau karakter peserta didik yang dapat terlihat atau tercermin dalam lingkungannya terutama di lingkungan sekolahnya ?
10. Apa faktor pendukung dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka/HW ?
11. Apa faktor penghambat dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka/HW?
Untuk Peserta didik
1. Ekstrakurikuler apa saja yang ada di SMA Muhammadiyah 1 Makassar?
2. Bagaimana tanggapan anda terkait kegiatan esktrakurikuler di SMA Muhammadiyah 1 Makassar?
3. Bagaimana peran ekstrakurikuler di SMA Muhammadiyah 1 Makaasar?
4. Apa faktor pendukung dalam kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini ?
5. Apa faktor penghambat dalam kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini ?
DOKUMENTASI WAWANCARA
Gambar 1 : Wawancara Daring deangan Bapak Drs. Amir, MR, MM, Kepala Sekolah. (Selasa, 28-04-2020)
Gambar 2 : Wawancara Daring dengan Ibu Rahma, S.Pd. Guru Akidah Akhlak dan Pembina Pramuka/HW. (Selasa, 28-04-2020)
Gambar 3 : Wawanacara Daring dengan Bapak Fawzan Suma, S.Pd, S.Or, M.Pd.
Guru PJOK dan Wali Kelas XI IPA (Sabtu, 25-04-2020)
Gambar 4 : Wawancara Daring dengan Bapak Khadafi Idrus, S.Pd, Guru PPKN. ( Selasa, 28-04-2020)
Gambar 5 : Wawanacara Daring dengan Bapak Rahmat, S.Pd. Guru IPS dan Wali Kelas XI IPS. (Selasa, 28-04-2020)
Gambar 5 : Wawancara Daring dengan Adinda Budi Prasetyo. Peserta Didik.
(Selasa, 28-04-2020)
Gambar 6 : Wawancara Daring dengan Adinda Magfirah Nurfatima Yusuf.
Peserta Didik ( Selasa, 28-04-2020)
DOKUMENTASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
Kegiatan esktrakurikuler Pramuka/HW
Ket: Gambar Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka/HW (sumber:Dokumentasi Pembina Pramuka/HW). (Selasa, 28-04-2020)
Kegiatan Ekstrakurikuler Marching Band (MB)
Ket : Gambar Kegiatan Ekstrakurikuler Marching Band (sumber : Dokumentasi Sekretaris MB, Budi Prasetyo). ( 28-04-2020)