Seperti yang telah kita ketahui bersama, bawasannya terdapat hadis-hadis yang melarang pencatatan hadis, serta hadis-hadis yang membolehkan adanya pencatatan hadis. Pelarangan dan pembolehan ini langsung datang dari Rasulullah SAW. Demikian
28 Ibid, 286-287
pula dalam pendapat para sahabat, sebagian ada yang melarang dan sebagian yang lain ada yang membolehkan. Sementara ada sahabat lain yang kadang ia melarang, kadang membolehkan 29. Berikut daftar sahabat yang pernah melarang dan membolehkan pencatatan hadis.
1. Sahabat Yang Enggan Atau Melarang Pencatatan Hadis
a. Sahabat Abu Bakar al-Siddiq r.a. yang telah mengumpulan sebanyak lima ratus hadis kemudian beliau membakarnya.30 b. Umar bin al-Khatab ra31. yang telah bermusyawarah dengan para sahabat lain mengenai perihal kodifikasi hadis. Setelah sebulan beliau bingung dalam mengambil keputusan, akhirnya beliau melakukan solat istikharah. Tidak lama kemudian beliau menegaskan kepada para sahabat:
c. “dahulu aku pernah berkeinginan mencatat sunnah Rasulullah SAW dalam satu sunan, akan tetapi aku teringat akan kaum sebelum kalian yang telah menulis kitab-kitab, kemudian mereka berpegang teguh pada kitab-kitab tersebut dan meninggalkan kitab Allah. Demi Allah!
29 Al-Umari, 228
30 Syamsuddian Muhammad al-Dhahabi, Tazkirah al-Huffaz, jld. 1, (t.tp : Dar Ihya’ al-Turath al-Arabi, 1956), 5. Beliau ditemukan memiliki sebuah nota hadis.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Abu Bakar ra telah menulis untuk umat Islam sebuah intstruksi zakat yang diperintah Rasulullah SAW :
ّ ِ
َ ه
َ ض ئا ف
َ ق ّ لا
َ ي تّلا
َف
َ
ُ وس
َ هّلا
َ
ٌّص
َ هّلا
َ هْي ع
َ
َمّسى
َ
ٌ ع
َ
،ن ْس ْلا
َ ي تّلا
َ
َمأ
َ هّلا
َ
ّع لجى
َ وِب وس
َ
َ ه لا
َ
ٌ ص
َ ه لا
َ
هْي ع
َ م سى ...
خا
‘Sesungguhnya ini adalah fardu sedekah (zakat) yang telah difardukan oleh Rasulullah SAW kepada kaum muslin, yang diperintahkan Allah SWT kepada Rasulul- Nya…dst.
31 Umar bin Khattab pernah menulis sebuah surat kepada Utbah bin Farqad yang di dalamnya beliau menyampaikan hadis Nabi sebagai berikut:
يَ
ْتع
َ نْب
َ
ٍ قْ ف
َ
ْمُك ّيِى
َ مّع ّتلاى
َ
ٍِّى
َ
ِلْهأ
َ ْ ّ شلا
َ،
َ و لى
َ
ِيِحْلا
َ،
َِإف
َ وس
َ ه لا
َ
ٌ ص
َ ه لا
َ هْي ع
َ
َم سى
ََ
َي ن ون
َ
ْنع
َ
ِ و ل
َ
ِيِحْلا
َ
Disamping itu terdapat satu sahifah pada hulu pedang Umar bin al-Khattab yang bertuliskan tentang hal yang berhubungan dengan zakat binatang ternak. (lihat : Al-Umari, 230).
repository.uinsby.ac.id repository.uinsby.ac.id repository.uinsby.ac.id Perkembangan Hadis Abad Pertama | 27 Sesungguhnya aku tidak akan mencampur adukkan kitab Allah dengan sesuatu yang lain untuk selama-lamanya”.32 d. Ali bin Abi Talib33 berkata dalam salah satu khutbahnya:
e. ‘Aku berniat untuk mengambil tindakan atas setiap orang yang memiliki kitab (selain al-Quran), kecuali ia berubah fikiran dan menghapusnya, sesungguhnya umat manusia (yang terdahulu) telah binasa karena mereka mengikuti kata-kata manusia dan meninggalkan kitab Tuhan mereka’34.
f. Abdullah bin Mas’ud pernah membawa satu sahifah yang mengandung hadis, lalu ia meminta air untuk menghancurkannya, seraya berkata:
g. “Karena inilah ahli kitab sebelum kalian binasa. Mereka menyimpan kitab selain kitab Allah, seolah-olah mereka tidak mengetahuinya”35.
h. Sahabat lain yang enggan menulis hadis adalah Abu Hurairah, Abdullah bin Abbas, Zaid bin Thabit, Abu Musa al-Asy’ari, dan Abu Sa’id al-Khudri dan lainnya.36
2. Sahabat Yang Membolehkan Pencatatan Hadis
Dalam beberapa sumber hadis disebutkan bahwa ada sejumlah sahabat yang ditemukan memiliki dokumen hadis dan beberapa diantaranya mengkampanyekan penulisan hadis.
Golongan sahabat tersebut antara lain: Aisyah binti Abu Bakar, Abu Hurairah, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Amr bin al-As, al-Barra bin Azib, Anas bin Malik, al-Hasan bin Ali dan Abdullah bin Abi Awfa. Pada mulanya mereka tidak membolehkan pencatatan hadis, kemudian
32 Ibn Abdil Barr, 1/77, dan M. Ali Farhat, 13
33 Beliau memiliki satu sahifah yang membahas masalah diyat, pembebasan tawanan perang, dan hukum mengenai tidak boleh adanya qisas (hukum balas membunuh) atas seorang muslim dengan sebab membunuh seorang kafir (lihat : Al- Umari, 230)
34 Ibid, 76
35 Ibid, 78
36 Al-Umari, 229 dan M. Ali Farhat, 12
mereka membolehkannya. Sikap para sahabat ini tidaklah saling bertentangan karena tujuan pelarangan pencatatan hadis adalah agar tidak tercampur- aduknya antara al-Quran dan hadis. Akan tetapi, ketika mereka yakin bahwa sudah tidak akan ada kemungkinan pencampur-adukan antara al-Quran dan hadis maka mereka membolehkan pencatatan hadis untuk dilakukan. Sikap pembolehan mencatat atau menulis hadis ini menghasilkan sahifah- sahifah hadis dari kalangan mereka, baik yang mereka tulis di masa Rasulullah SAW masih hidup, maupun di saat setelah beliau wafat37.
Berikut beberapa contoh sahifah hadis yang ditulis oleh para sahabat ra:
1) Sahifah Sa’ad bin Ubadah al-Ansari38. 2) Sahifah Abdullah bin Abi Awfa.39
3) Naskah Samurah bin Jundub (60H), di dalam naskahnya ini beliau telah mengumpulkan hadis-hadis yang begitu banyak. 40 4) Kitab Abu Rafi’ Maula Nabi SAW. Dalam kitab ini terkandung
beberapa permasalahan yang berhubungan dengan istiftah al- solat (pembukaan solat).41
5) Kitab Abu Hurairah.42
6) Sahifah Abu Musa al-Asy’ari43. 7) Sahifah Jabir bin Abdullah al-Ansari.44
8) al- Sahifah al-Sadiqah, oleh Abdullah bin Amr bin al-As (65H).45 Hadis-hadis dalam Sahifah Sadiqah ini telah
37 Al-Umari, 230
38 Muhammad bin Isa al-Tirmizi, al-Sunan, tahq. Ibrahim Atwah Iwad, jld. 2, Abwab al-Ahkam, Bab Ma Jaa fi al-Yamin Ma’a al Syahid ( Mesir : Mustafa al-Baby al-Halabi, t.t), 399
39 Al-Bukhari dalam Ibn Hajar, Kitab al-Jihad, Bab al-Sabr ala al-Qital, 6/375
40 Ibn Hajar, Tahzib al-tahzib, 4/236-237
41 Ahmad bin Ali Al-Khatib al-Baghdadi, al-Kifayah fi Ilm al-Riwayah (Madinah: al-Maktabah al-Ilmiyyah, t.t), 330-331
42 Ibn Abdil Barr, 1/89
43 Al-Husain bin Abdillah al-Tibi, al-Khulasah fi Usul al-Hadith, (t.tp.: Ihya’
al-Turath al-Islami, 1971(, 10
44 Al-Dhahabi,1/43
45 Ibn Abdil Barr, 1/86
repository.uinsby.ac.id repository.uinsby.ac.id repository.uinsby.ac.id Perkembangan Hadis Abad Pertama | 29 diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad bin Hanbal di dalam Musnadnya.46
9) Sahifah Abu Salamah, Nabit bin Syarir al-Asyja’I al-Kufi.47
C. Fase Ketiga : Pencatatan Hadis Pada Masa Tabi’in Dan