STRATEGI PELAKSANAAN (1) PASIEN DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI
B. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SP) 1. Fase Orientasi
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Subjektif :“Bagaimana perasaan anda sekarang setelah kita berbincang-bincang? Saya sangat senang karena Mas sudah bisa mengungkapkan perasaan dengan baik dan mau berteman dengan saya.”
b. Evaluasi Objektif : ”Sekarang coba sebutkan pada saya, pengalaman yang menyenangkan Mas S, pengalaman tidak menyenangkan, dan hobby Mas S?
c. Rencana Tindak Lanjut :”Mas S, setelah kita berbincang-bincang ini nanti coba dilakukan ya jadwal kegiatan yang sudah kita buat bersama tadi, bagaimana?
d. Kontrak yang akan datang :
1). Topik :”Sekian dulu yaMas S, seperti janji kita diawal tadi kita hanya akan berbincang-bincang selama ... menit. Bagaimana jika besuk pagi kita berbincang-bincang lagi?”
2). Waktu :”Kira-kira jam berapa ya? Mas Singin berapa lama?”
3). Tempat:”Mas S ingin berbincang-bincang dimana? Bagaimana kalau disini saja? Sampai bertemu besok Mas S.”
FORMAT PENILAIAN STRATEGI PELAKSANAAN I PASIEN WAHAM
Nama : Tanggal :
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT NILAI
YA TIDAK A. FASE ORIENTASI
1. Memberikan salam terapeutik dan kenalan :
a. Memberikan salam. 2
b. Memperkenalkan diri dan menanyakan nama pasien.
2 c. Memanggil nama panggilan yang disukai. 2
d. Menyampaikan tujuan interaksi. 2
2. Melakukan evaluasi dan validasi data :
a. Menanyakan perasaan pasien hari ini. 2 b. Memvalidasi /evaluasi masalah pasien. 5 3. Melakukan kontrak :
a. Waktu. 2
b.Tempat. 2
c. Topik. 2
B. FASE KERJA
6. Membantu orientasi realita 10
7. Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi 10 8. Membantu pasien memenuhi kebutuhannya 10
9. Memberikan reinforcement 10
C. FASE TERMINASI
1. Mengevaluasi respon pasien terhadap tindakan:
a. Data subyektif. 3
b. Data Obyektif. 3
2. Melakukan rencana tindak lanjut. 5
3. Melakukan kontrak untuk pertemuan berikutnya:
a. Waktu. 3
b. Tempat. 3
c. Topik. 3
D. SIKAP TERAPEUTIK
1. Berhadapan dan mempertahankan kontak mata. 3 2. Membungkuk ke arah pasien dengan sikap terbuka dan
rileks.
3
3. Mempertahankan jarak terapeutik. 5
E. TEHNIK KOMUNIKASI
1. Menggunakan kata- kata yang mudah dimengerti. 3 2. Menggunakan tehnik komunikasi yang tepat. 5
JUMLAH 100
STRATEGI PELAKSANAAN (2) PASIEN DENGAN WAHAM
Masalah Utama : Waham
Tanggal :
Pertemuan : Ke 2 (SP 2p)
A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien
Klien tampak tenang, sedang duduk dikursi bersama dengan pasien yang lain, tidak merasa dirinya sakit.
2. Diagnosa Keperawatan : Perubahan proses pikir : waham 3. Tujuan
a. Tujuan Umum :
Klien dapat mengontrol wahamnya b. Tujuan Khusus :
1) Klien dapat mengidentifikasi kemampuan positif
2) Klien dapat mempraktekkan kemampuan positif yang dimiiki 4. Intervensi Keperawatan:
1). Bantu klien mengidentifikasi kemampuan positif
2). Bantu klien mempraktekkan kemampuan positif yang dimiiki
B. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SP) 1. Fase Orientasi
a. Salam terapeutik
“ Selamat pagiMas S, masih iingat dengan saya? Ya benar, saya perawat ... . b. Evaluasi / Validasi
“ Bagaimana keadaannya hari ini? Apa yang anda rasakan saat ini?Apakah Mas S sudah mengingat-ingat apa saja hobi atau kegemaran?””
c. Kontrak :
1).Waktu:”Hari ini kita akan berbincang-bincang kira-kira membutuhkan waktu ... menit. Bagaimana, Mas bisa?
2).Topik :”Bagaimana jika hari ini kita berbincang-bincang tentang hobi Mas S saat ini ?”
3).Tempat :“Mas ingin kita berbincang-bincang dimana? Bagaimana kalau disini saja?”
2. Fase Kerja
- “Apa saja hobby Mas? Saya catat ya, terus apa lagi?”
- “Wah.., rupanya Mas S pandai bermain catur, tidak semua orang bisa bermain caturseperti itu lho ”(atau yang lain sesuai yang diucapkan pasien).
- “Bisa Mas S ceritakan kepada saya kapan pertama kali belajar main catur, siapa yang dulu mengajarkannya kepada Mas S, dimana?”
- “Bisa Mas S peragakan kepada saya bagaimana bermain catur yang baik itu?”
- “Wah..baik sekali permainannya”
- “Coba kita buat jadual untuk kemampuan Mas S ini ya, berapa kali sehari/seminggu Mas Smau bermain catur?”
- “Apa yang Mas S harapkan dari kemampuan bermain catur ini?”
- “Ada tidak hobi atau kemampuan Mas S yang lain selain bermain catur?”
- ”Bagaimana kalau Mas S memasukkan hobby Mas S ke dalam jadwal kegiatan harian Mas S???...Bagus!”
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Subjektif : “Bagaimana perasaan anda sekarang setelah kita berbincang-bincang tentang hobi dan kemampuan?
b. Evaluasi Objektif :”Sekarang coba sebutkan cara bermain catur tadi?”
c. Rencana Tindak Lanjut : “Setelah ini coba Mas S lakukan latihan catur sesuai dengan jadual yang telah kita buatya?”
d. Kontrak yang akan datang :
1). Topik :” Bagaimana jika besuk pagi kita berbincang-bincang lagi tentang obat yang harus minum?”
2). Waktu :”Kira-kira jam berapa ya? Mas Singin berapa lama?”
3). Tempat :”Mas S ingin berbincang-bincang dimana? Bagaimana kalau disini saja? Sampai bertemu besok Mas S.”
FORMAT PENILAIAN STRATEGI PELAKSANAAN II PASIEN WAHAM
Nama : Tanggal :
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT NILAI
YA TIDAK A. FASE ORIENTASI
1. Memberikan salam terapeutik dan kenalan :
a. Memberikan salam. 2
b. Mengingatkan nama perawat dan pasien. 2 c. Memanggil nama panggilan yang disukai. 2
d. Menyampaikan tujuan interaksi. 2
2. Melakukan evaluasi dan validasi data :
a. Menanyakan perasaan pasien hari ini. 2 b. Memvalidasi /evaluasi masalah pasien. 5 3. Melakukan kontrak :
a. Waktu. 2
b.Tempat. 2
c. Topik. 2
B. FASE KERJA
1. Berdiskusi tentang kemampuan yang dimiliki 15
2. Melatih kemampuan yang dimiliki 15
3. Memberikan reinforcement positif. 10 C. FASE TERMINASI
1. Mengevaluasi respon pasien terhadap tindakan:
a. Data subyektif. 3
b. Data Obyektif. 3
2. Melakukan rencana tindak lanjut. 5
3. Melakukan kontrak untuk pertemuan berikutnya:
a. Waktu. 3
b. Tempat. 3
c. Topik. 3
D. SIKAP TERAPEUTIK
1. Berhadapan dan mempertahankan kontak mata. 3 2. Membungkuk ke arah pasien dengan sikpa terbuka
dan rileks.
3
3. Mempertahankan jarak terapeutik. 5
E. TEHNIK KOMUNIKASI
1. Menggunakan kata- kata yang mudah dimengerti. 3 2. Menggunakan tehnik komunikasi yang tepat. 5
JUMLAH 100
STRATEGI PELAKSANAAN (3) PASIEN DENGAN WAHAM
Masalah Utama : Waham
Tanggal :
Pertemuan : Ke 3 (SP 3p)
A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien
Klien tampak tenang, sedang duduk dikursi bersama dengan pasien yang lain, tidak merasa dirinya sakit.
2. Diagnosa Keperawatan : Perubahan proses pikir : waham 3. Tujuan
a. Tujuan Umum :
Klien dapat mengontrol wahamnya b. Tujuan Khusus :
Klien dapat minum obat dengan benar 4. Intervensi Keperawatan:
Bantu klien cara minum obat dengan benar
B. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SP) 1. Fase Orientasi
a. Salam terapeutik
“ Selamat pagiMas S, masih ingat dengan saya? Ya benar, saya perawat ... . b. Evaluasi / Validasi
“ Bagaimana keadaannya hari ini? Apa yang anda rasakan saat ini? Apakah Mas S sudah melatihhobi atau kegemaran?””
c. Kontrak :
1) Waktu:”Sesuai janji kita kemarin, hari ini kita akan berbincang-bincang kira-kira membutuhkan waktu ... menit. Bagaimana, Mas bisa?
2) Topik : ”Bagaimana jika hari ini kita berbincang-bincang tentang cara minum obat yang benar ?”
3) Tempat :“Mas ingin kita berbincang-bincang dimana? Bagaimana kalau disini saja?”
2. Fase Kerja
- “Mas Sberapa macam obat yang diminum/ Jam berapa saja obat diminum?”
- “ Mas S perlu minum obat ini agar pikirannya jadi tenang, tidurnya juga tenang”
- “Obatnya ada tiga macam, yang warnanya oranye namanya CPZ gunanya agar tenang, yang putih ini namanya THP gunanya agar rileks, dan yang merah jambu ini namanya HLP gunanya agar pikiran jadi teratur. Semuanya ini diminum 3 kali sehari jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam”.
- “Bila nanti setelah minum obat mulut Mas S terasa kering, untuk membantu mengatasinya abang bisa banyak minum dan mengisap-isap es batu”.
- “Sebelum minum obat ini Mas S dan saya mengecek dulu label di kotak obat apakah benar nama B tertulis disitu, berapa dosis atau butir yang harus diminum, jam berapa saja harus diminum. Baca juga apakah nama obatnya sudah benar”
- “Obat-obat ini harus diminum secara teratur dan kemungkinan besar harus diminum dalam waktu yang lama. Agar tidak kambuh lagi sebaiknya Mas Stidak menghentikan sendiri obat yang harus diminum sebelum berkonsultasi dengan dokter”.
- Bagus!”
3. Fase Terminasi
a.Evaluasi Subjektif :“Bagaimana perasaan anda sekarang setelah kita berbincang-bincang tentang cara minum obat yang benar?
b.Evaluasi Objektif :”Sekarang coba sebutkan cara minum obat yang benar?”
c. Rencana Tindak Lanjut : “Setelah ini coba Mas S masukkan kegiatan ini ke jadual yang telah kita buat ya? Jangan lupa minum obatnya dan nanti saat makan minta sendiri obatnya pada suster”
d. Kontrak yang akan datang :
1) Topik : ” Bagaimana jika besuk pagi kita berbincang-bincang lagi untuk melihat jadwal kegiatan yang telah dilaksanakan.”
2) Waktu :”Kira-kira jam berapa ya? Mas Singin berapa lama?”
3) Tempat : ” Mas S ingin berbincang-bincang dimana? Bagaimana kalau disini saja? Sampai bertemu besok Mas S.”
FORMAT PENILAIAN STRATEGI PELAKSANAAN III PASIEN WAHAM
Nama : Tanggal :
NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT NILAI
YA TIDAK A. FASE ORIENTASI
1. Memberikan salam terapeutik dan kenalan :
a. Memberikan salam. 2
b. Mengingatkan nama perawat dan pasien. 2 c. Memanggil nama panggilan yang disukai. 2
d. Menyampaikan tujuan interaksi. 2
2. Melakukan evaluasi dan validasi data :
a. Menanyakan perasaan pasien hari ini. 2 b. Memvalidasi /evaluasi masalah pasien. 5 3. Melakukan kontrak :
a. Waktu. 2
b.Tempat. 2
c. Topik. 2
B. FASE KERJA
1. Memberikan pendidikan tentang penggunaan obat secara teratur
15 2. Meminta pasien menjelaskan kembali tentang
penggunaan obat secara teratur
15
3. Memberikan reinforcement positif. 10
C. FASE TERMINASI
1. Mengevaluasi respon pasien terhadap tindakan:
a. Data subyektif. 3
b. Data Obyektif. 3
2. Melakukan rencana tindak lanjut. 5
3. Melakukan kontrak untuk pertemuan berikutnya:
a. Waktu. 3
b. Tempat. 3
c. Topik. 3
D. SIKAP TERAPEUTIK
1. Berhadapan dan mempertahankan kontak mata. 3 2. Membungkuk ke arah pasien dengan sikpa terbuka dan
rileks.
3
3. Mempertahankan jarak terapeutik. 5
E. TEHNIK KOMUNIKASI
1. Menggunakan kata- kata yang mudah dimengerti. 3 2. Menggunakan tehnik komunikasi yang tepat. 5
JUMLAH 100
STRATEGI PELAKSANAAN (1) PADA PASIEN HALUSINASI
Masalah Utama : Perubahan sensori persepsi : halusinasi
Pertemuan :
Tanggal :
A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien
Klien tenang, bersikap mendengar atau melihat sesuatu, berhenti bicara ditengah kalimat untuk mendengarkan sesuatu, klien jarang minum obat dan kontrol.