BAB II LANDASAN TEORI
C. FILM
34 mendatangkan manfaat bagi dirinya dan lingkungan. Sedangkan akhlak tercela atau disebut akhlaq madzmumah yang terlahir karena dorongan nafsu tercermin dari berbagai perbuatan buruk, rusak, dan merugikan dirinya sendiri maupun lingkungannya.63
Pesan akhlak menurut Wahyu Ilaihi dalam bukunya, terbagi menjadi dua yakni: Akhlak terhadap Allah SWT, dan akhlak terhadap makhluk meliputi: akhlak terhadap manusia (diri sendiri, tetangga dan masyarakat lainnya), dan akhlak terhadap bukan manusia (flora, fauna, dan sebagainya).64
mempunyai arti cahaya. Dengan begitu itu film dapat diartikan juga sebagai melukis sebuah gerak dengan memanfaatkan cahaya.67
Film merupakan salah satu media komunikasi dan teknologi yang sudah dikenal oleh masyarakat. Keberadaanya telah menarik perhatian berbagai kalangan untuk menikmati hasil dari teknologi tersebut.68 Masyarakat menonton film adalah untuk mendapatkan hiburan sesudah mereka bekerja, sesudah beraktifitas atau hanya sekedar mengisi waktu luang. Akan tetapi dalam film juga terdapat fungsi informatif, maupun edukatif serta persuasif.69
Kekuatan film dalam mempengaruhi khalayak itu karena didalamnya terdapat aspek audio visual dan juga peran sutradara dalam menggarap film sehingga bisa menciptakan cerita yang membuat masyarakat atau khalayak terpengaruh. Film dapat berfungsi sebagai media komunikasi massa karena disaksikan oleh orang banyak dan sifatnya heterogen. Pesan yang terkandung dalam film tersebut disampaikan secara luas kepada masyarakat yang menonton film tersebut.70 Adapun kelebihan film sebagai audio visual antara lain:
a. Secara psikologis, film menyajikan penglihatan kepada penonton secara hidup dengan penambahan animasi memiliki keunggulan tersendiri. Karena banyak hal-hal yang abstrak dan sulit diungkapkan dengan kata-kata, maka melalui film akan lebih mudah disampaikan dengan baik kepada khalayak.
67Muhammad Ali Mursid Alfathoni dan Dani Manesah, Pengantar Teori Film,
(Yogyakarta: Deepublish, 2020), Cet ke-1, h. 2.
https://www.google.co.id/books/edition/Pengantar_Teori_Film/_G4PEAAAQBAJ?hl=id&gb pv=1&dq=pengertian+film&printsec=frontcover , (30 Juni 2021).
68Ivan Masdudin, Mengenal Dunia Film, (Jakarta: Multi Kreasi Satudelapan, 2011), Cet ke-1, h. 2.
69Arif Budi Prasetya, Analisis Semiotika Film dan Komunikasi, (Malang: Intrans Publishing, 2019), Cet ke-1, h. 27.
70Arif Budi Prasetya, Analisis Semiotika Fiolm dan Komunikasi, (Malang: Intrans Publishing, 2019), Cet ke-1, h. 28.
36 b. Media film menyajikan pesan hidup yang dapat membuat khalayak
lebih mudah mengingatnya.71 2. Jenis-jenis Film
Banyak sekali tontonan film yang mucul, baik itu di bioskop, televisi maupun di layar handphone. Adapun jenis-jenis film yang umumnya dikenal sampai saat ini yaitu:
a. Film Cerita (Story Film)
Jenis film ini tentu saja yang mengandung unsur cerita.
Biasanya yang umum di putar di bioskop-bioskop. Topik cerita yang disajikan dalam jenis film ini bisa berupa fiktif atau kisah nyata yang dimodifikasi. Sehingga menjadi menarik baik dari segi jalan ceritanya maupun dari segi penhgambilan gambarnya. Film cerita terbagi menajadi dua: cerita film pendek dan cerita film Panjang. Cerita film pendek (short films) biasanya berdurasi di bawah 60 menit, sedangkan film cerita panjang (Feature length film) berdurasi di atas 60 menit. Film-film yang diputar di bioskop biasanya berduarasi 90-100 menit sehingga masuk dalam kategori film cerita Panjang.72
b. Film Dokumenter
Film dokumenter adalah film yang menceritakan suatu kejadian tertentu disuatu tempat yang benar-benar pernah terjadi.
Film dokumenter tidak hanya sebatas pada kejadian masyarakat tertentu saja, tetapi banyak juga pembuat film dokumenter
71Moh Ali Aziz, Ilmu Dakwah (Edisi Revisi), (Jakarta: Kencana, 2017), Cet ke-6, h.
364.
72Sri Wahyunuingsih, Film dan Dakwah: Memahami Representasi Pesan-Pesan Dakwah dalam Film Melalui Analisis Semiotik, (Surabaya: Media Sahabat Cendikia, 2019), h.
3-4.
https://www.google.co.id/books/edition/FILM_DAN_DAKWAH/UbKeDwAAQBAJ?hl=id
&gbpv=1&dq=buku+film+dan+dakwah&printsec=frontcover , (30 Juni 2021).
menyajikan berbagai tayangan yang bukan manusia, misalnya seperti film dokumenter tentang hewan, tumbuhan, teknologi, perkembangan ilmiah, dan lain-lain.73
c. Film Berita
Seperti halnya film dokumenter, film berita juga menyakijan fakta-fakta yang nyata dan benar-benar terjadi. Karena ini film berita, maka penyajiannya pun harus mengandung nilai berita (news value), Perbedaannya terletak cara penyajiannya dan durasi.74
d. Film Kartun
Film kartun yang dikutip oleh Luluk Asmawati dalam jurnalnya, Trianto mendeskripsikan film kartun adalah salah satu karya seni yang menggunakan fasilitas komputer yang didalamnya terdapat aplikasi multimedia yang digunakan untuk menyatukan gambar, teks, audio, animasi, serta video, dengan begitu gambar yang dibuat dapat terlihat bergerak dan bersuara, kemudian dapat disusun menjadi sebuah cerita yang menarik.75
Pada awalnya film kartun dibuat untuk anak-anak. Tapi seiring berkembangnya zaman, kini film kartun juga diminati berbagai kalangan termasuk orang dewasa.76
73Ivan Masdudin, Mengenal Dunia Film, (Jakarta: Multi Kreasi Satudelapan, 2011), Cet ke-1, h. 14-15.
74Sri Wahyuningsih, Film dan Dakwah: Memahamo Representasi Pesan-pesan Dakwah dalam Film Melalui Analisis Semiotik, (Surabaya: Media Sahabat Cendikia, 2019), h.
4.
https://www.google.co.id/books/edition/FILM_DAN_DAKWAH/UbKeDwAAQBAJ?hl=id
&gbpv=1&dq=buku+film+dan+dakwah&printsec=frontcover , (30 Juni 2021).
75Luluk Asmawati, “Peran Orangtua dalam Penggunaan Film Animasi Islami untuk Pembelajaran Anak Usia Dini,” Prosisding Seminar Nasional Pendidikan FKIP, Vo. 3 no. 1, (2020), h. 219.https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/psnp/article/view/9934/6450 , (1 Juli 2021).
76Sri Wahyuningsih, Film dan Dakwah: Memahami Representasi Pesan-pesan Dakwah dalam Film Melalui Analisis Semiotik, (Surabaya: Media Sahabat Cendikia, 2019), h.
38 3. Film Sebagai Media Dakwah
Dikutip oleh Sri Wahyuningsih dalam bukunya, Onong Uchjana Effendi menjelaskan bahwa media komunikasi yang ampuh salah satunya adalah film. Film di tonton bukan hanya untuk hiburan saja, akan tetapi untuk penerangan dan Pendidikan juga termasuk dakwah.77 Film bentuknya audio visual, karena dari bentuk audio visual inilah film memberikan pengalaman yang baru kepada penonton, baik dari segi perasaan maupun pemikiran penonton yang bermacam-macam bentuknya.78
Film sebagai media komunikasi dapat juga berfungsi sebagai media dakwah, yaitu media yang mengajak kepada jalan kebenaran.
Film dapat menjadi media dakwah yang efektif, dimana pesan yang disampaikan kepda penonton itu secara halus dan menyentuh hati tanpa penonton merasa digurui.79 Dakwah melalui film lebih komunikatif karena materi dakwah disajikan dalam suatu skenario yang memikat dan menyentuh keberadaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.80
Film dakwah pada dasarnya berhubungan dengan realita kehidupan nyata, oleh karena itu, mampu memberikan pengaruh kepada jiwa penonton. Di sisi lain, media dakwah juga dituntut
4.
https://www.google.co.id/books/edition/FILM_DAN_DAKWAH/UbKeDwAAQBAJ?hl=id
&gbpv=1&dq=buku+film+dan+dakwah&printsec=frontcover , (1 Juli 2021).
77Sri Wahyuningsih, Film dan Dakwah: Memahami Representasi Pesan-Pesan Dakwah dalam Film Melalui Analisis Semiotik, h. 8.
78Aep Kusnawan, dkk, Komunikasi dan Penyiaran Islam: Mengembangkan Tabligh Melalui Mimbar, Media Cetak, Radio, Televisis, Film dan Media Digital, (Bandung: Benang Merah Press, 2004), Cet ke-1, h. 94.
79Aep Kusnawan, dkk, Komunikasi dan Penyiaran Islam: Mengembangkan Tbaligh Melalui Mimbar, Media Cetak, Radio, Televisi, Film dan Media Digital, (Bandunf: Benang Merah Press, 2004), h. 94-95.
80Andi Fikra Pratiwi Arifuddin, “Film Sebagai Media Dakwah Islam,” Jurnal Aqlam:
Jouranl of Islam and Plularity, Vol. 2 no. 2, (Desember 2017), h. 120. http://journal.iain- manado.ac.id/index.php/AJIP/article/view/523/434 , (1 Juni 2021).
berperan sebagai media penyampaian gambar budaya muslim sekaligus jembatan budaya dengan peradaban lain.81
81Sri Wahyuningsih, Film dan Dakwah: Memahami Representasi Pesan-Pesan Dakwah dalam Film Melaljui Analisis Semiotik, (Surabaya: Penerbit Media Sahabat, 2019), h.
9.
https://www.google.co.id/books/edition/FILM_DAN_DAKWAH/UbKeDwAAQBAJ?hl=id
&gbpv=1&dq=buku+film+dan+dakwah&printsec=frontcover , (1 Juli 2021).
40