B. Rencana Lokasi IPAM
3. Flokulasi
94
β’ Debit larutan
Q larutan = V larutan/ 24 = 4 L/jam = 0,004 m3
β’ Dimensi bak pembubuhan
Diasumsikan ak koagulan berbentuk persegi P:L = 1:1
Lebar = βππππ πππππ’πππ π 1
= 1,6 m Panjang = 1 x Lebar = 1,6 m
Ketinggian letak dasar bak koagulan T = Hbak koagulan + Freeboard = 1,2 m
β’ Kapasitas bak koagulan
Kapasitas bak koagulan = Volume bak/ volume larutam = 0,0256 L/hari
95 Tabel 54. Kriteria Desain Flokulasi
Unit Kriteria Satua
n Sumber
G (gradien kecepatan) 60(menurun) -5
1/deti k
SNI 6674:2008 (Hidrolis)
Tahap flokulasi 6-10 buah
Pengendalian energi Bukaan pintu/ sekat
waktu tinggal (td) 30-45 menit
Kecepatan aliran max 0,9 m/deti
k Luas bilah/pedal dibandingkan luas
bak -
Kecepatan perputaran sumbu -
Kecepatan perputaran sumbu -
Sumber: SNI 6674:2008
β’ Inlet Flokulasi
Tabel 55. Data Perencanaan Inlet Flokulasi Data perencanaan
Debit (Q) 0,074 m3/detik
Panjang (L) 1 m
Koefisien Kekasaran ( C ) 150 (PVC)
Kecepatan aliran 0,9 m/detik
Sumber: Perhitungan, 2023
β’ Luas Pipa A = Q/v = 0,083 m2
β’ Diameter Pipa D = β4 π₯ π΄
π
= 0,325 m2
Jenis pipa yang digunakan PVC dengan diameter pipa 370 mm atau 14 inch
β’ Bilangan reynold Re = (VxD/4)/ v
= 8207 m2 Memenuhi karena di bawah 10.000
β’ Cek perhitungan
Cek kecepatan = Q/ 0,25 x π x D2
96 = 0,9 Memenuhi
β’ Headloss Inlet
Hf Inlet = 10,666 π₯ π1,85π₯ πΏ
πΆ1,85 π₯ π·4,85
= 0,001928
β’ Bak Flokulasi
Tabel 56. Data Perencanaan Bak Flokulasi Data perencanaan
Debit (Q) 0,074
m3/det
ik Koefisien gesekan (f) 0,3 Jumlah bak
2 Kehilangan Tekanan (Hl) 0,5 men it Jumlah
kompartemen 3
Ο (kg/m3) 995,
97 kg/
m3
Temperature 25
derajat
n (koefisien kekasaran saluran dari beton)
0,01
3
viskositas kinematis (Β΅ )
0,00081 81
kg/m.d
etik
Viskositas Dinasmis (v)
0,00000 089
m2/det
ik
Densitas 997,08
Percepatan
gravitas (g) 9,81
waktu detensi
total 45 menit
freeboard 0,5 m
Kompartemen 1
G 45 1/detik
Td 10 menit 600
deti
k
Kompartemen 2
G 35 1/detik
Td 15 menit 900
deti
k
Kompartemen 3
G 25 1/detik
Td 20 menit 1200
deti
k
Asumi P:L:T 3:2:1 m
Sumber: Perhitungan, 2023
β’ Debit Masing- Masing kompartemen Q masing masing kompartemen = Q/Bak
= 0,074 m3/detik
97
β’ Kompartemen 1
β’ Volume V = Q x td = 44,7 m3
β’ Dimensi Lebar = βπ΄
2
= 5,79 m Panjang = 2 x Lebar = 11,58 m Tinggi = 3 m
β’ Jumlah Baffle
Jumlah Baffle = {(2xΒ΅xTd)/(Οx(1.44+f))[hxLxG/Q]2}1/3 = 40 buah
β’ Jarak antar Baffle
Jarak antar baffle = P/Jumlah baffle = 0,29
β’ Headloss
Hf = (G12 x td x v)/g = 0,110 m
β’ Headloss Kompartemen
Hf kompartemen = Headloss + Hf inlet = 0,112 m
β’ Luas penampang saluran Luas basah (A) = L x H = 17,36 m
β’ Keliling basah P = L x 2H = 11,79 m
β’ Jari-jari basah R = A/P
98 = 1,47 m
β’ Sloof S = βH/P = 0,010
β’ Kecepatan aliran saluran VL = 1/n x R2/3 x S1/2
= 0,26 m/detik
β’ Kehilangan tekan pada saat aliran lurus HL = ((n x Vl x L1/2)/ (R2/3))2
= 0,001420 m
β’ Headloss Belokan
Hb = HL-HL (saat aliran lurus) = 0,111 m
β’ Kecepatan aliran belokan Vb = β(Hb x 2 x g)/ k = 2,69 m/detik
β’ Luas belokan Ab = Q/Vb = 0,028 m2
β’ Cek waktu detensi Cek Td = V/Q
= 600 detik Memenuhi
β’ Cek nilai G
Cek nilai G = βπ π₯ π»πΏ
π£ π₯ π‘π
= 45 Memenuhi
β’ Kompartemen 2
β’ Volume V = Q x td = 67,0 m3
β’ Dimensi
99 Lebar = βπ΄
2
= 5,79 m Panjang = 2 x Lebar = 11,58 m Tinggi = 3 m
β’ Jumlah Baffle
Jumlah Baffle = {(2xΒ΅xTd)/(Οx(1.44+f))[hxLxG/Q]2}1/3 = 38 buah
β’ Jarak antar Baffle
Jarak antar baffle = P/Jumlah baffle = 0,30
β’ Headloss
Hf = (G12 x td x v)/g = 0,100 m
β’ Headloss Kompartemen
Hf kompartemen = Headloss + Hf inlet = 0,102 m
β’ Luas penampang saluran Luas basah (A) = L x H = 17,36 m
β’ Keliling basah P = L x 2H = 11,79 m
β’ Jari-jari basah R = A/P = 1,47 m
β’ Sloof S = βH/P = 0,009
β’ Kecepatan aliran saluran
100 VL = 1/n x R2/3 x S1/2
= 0,24 m/detik
β’ Kehilangan tekan pada saat aliran lurus HL = ((n x Vl x L1/2)/ (R2/3))2
= 0,001173 m
β’ Headloss Belokan
Hb = HL-HL (saat aliran lurus) = 0,101 m
β’ Kecepatan aliran belokan Vb = β(Hb x 2 x g)/ k = 2,57 m/detik
β’ Luas belokan Ab = Q/Vb = 0,029 m2
β’ Cek waktu detensi Cek Td = V/Q
= 900 detik Memenuhi
β’ Cek nilai G
Cek nilai G = βπ π₯ π»πΏ
π£ π₯ π‘π
= 35 Memenuhi
β’ Kompartemen 3
β’ Volume V = Q x td = 89,3 m3
β’ Dimensi Lebar = βπ΄
2
= 5,79 m Panjang = 2 x Lebar = 11,58 m
101 Tinggi = 3 m
β’ Jumlah Baffle
Jumlah Baffle = {(2xΒ΅xTd)/(Οx(1.44+f))[hxLxG/Q]2}1/3 = 34 buah
β’ Jarak antar Baffle
Jarak antar baffle = P/Jumlah baffle = 0,34
β’ Headloss
Hf = (G12 x td x v)/g = 0,068 m
β’ Headloss Kompartemen
Hf kompartemen = Headloss + Hf inlet = 0,070 m
β’ Luas penampang saluran Luas basah (A) = L x H = 17,36 m
β’ Keliling basah P = L x 2H = 11,79 m
β’ Jari-jari basah R = A/P = 1,47 m
β’ Sloof S = βH/P = 0,006
β’ Kecepatan aliran saluran VL = 1/n x R2/3 x S1/2
= 0,17 m/detik
β’ Kehilangan tekan pada saat aliran lurus HL = ((n x Vl x L1/2)/ (R2/3))2
= 0,000553 m
102
β’ Headloss Belokan
Hb = HL-HL (saat aliran lurus) = 0,069 m
β’ Kecepatan aliran belokan Vb = β(Hb x 2 x g)/ k = 2,13 m/detik
β’ Luas belokan Ab = Q/Vb = 0,035 m2
β’ Cek waktu detensi Cek Td = V/Q
= 1200 detik Memenuhi
β’ Cek nilai G
Cek nilai G = βπ π₯ π»πΏ
π£ π₯ π‘π
= 25 Memenuhi
β’ Outlet Flokulasi
Tabel 57. Data Perencanaan Outlet Flokulasi Data perencanaan
Debit (Q) 0,074 m3/detik
Menggunakan Pipa
Panjang pipa 1 m
Koefisien Kekasaran ( C ) 150 (PVC)
Kecepatan aliran 0,6 m/detik
Sumber: Perhitungan, 2023
β’ Luas Pipa A = Q/v = 0,124 m2
β’ Diameter Pipa D = β4 π₯ π΄
π
= 0,398 m2
Jenis pipa yang digunakan PVC dengan diameter pipa 400 mm atau
103 16 inch
β’ Bilangan reynold Re = (VxD/4)/ v
= 6701 m2 Memenuhi karena di bawah 10.000
β’ Cek perhitungan
Cek kecepatan = Q/ 0,25 x π x D2 = 0,6 Memenuhi
β’ Headloss Inlet
Hf Inlet = 10,666 π₯ π1,85π₯ πΏ
πΆ1,85 π₯ π·4,85
= 0,00072 m
β’ Sluice Gate
Dimensi Sluice gate/ saluran air yang dikontrol oleh pintu air di kedua sisisnya
β’ Kecepatan yang direncanakan v = 0,3 m/detik
β’ Luas bukaan A = Q/V = 0,248 m
β’ Asumsi bukaan bentuk persegi Ab = βπ΄
= 0,5 m
β’ Luas bukaan sluice gate
Tinggi sluice gate 1 (h1) = 0,4 m
Luas bukaan sluice gate 1 (A1) = Ab x h1 = 0,20 m Tinggi sluice gate 2 (h2) = 0,35 m
Luas bukaan sluice gate 2 (A2) = Ab x h1 = 0,17 m Tinggi sluice gate 3 (h3) = 0,3 m
Luas bukaan sluice gate 3 (A3) = Ab x h1
104 = 0,15 m
β’ Kecepatan aliran sluice gate V kompartemen 1 = Q/A1
= 0,37 m/detik V kompartemen 2 = Q/A2
= 0,43 m/detik V kompartemen 3 = Q/A3
= 0,50 m/detik 4. Sedimentasi
Sedimentasi berfungsi untuk mengendapkan partikel flok-flok yang telah terbentuk pada proses koagulasi dan flokulasi secara gravitasi. Kriteria desain yang perlu diperhatikan untuk unit sedimetasi adalah sebagai berikut (SNI 6774 Tahun 2008).
Tabel 58. Kriteris Desain Bak Sedimentasi
Unit Kriteria Satuan Sumber
beban permukaan 2.2 x 10^-4 - 7 x
10^-4 m/detik
SNI 6674:2008 (persegi/alir
an horizontal)
Bilangan reynold (Re) < 2000
Rasio panjang lebar 5:1
Bilangan Fraude (Fr) >10^-5 menit
Efisien penyisihan 90%
Kondisi performance bak (n) 1/3 good
performace
Kedalaman 3-6 m
Waktu tinggal 1,5-3 jam
Periode antar pengurasan
lumpur 12-24 jam
Beban pelimpah <11 m3 /m/jam
Kemiringan dasar bak (tanpa
scraper) 45 β 60 derajat
Periode antar pengurasan
lumpur 12 β 24 jam
Kemiringan tube/plate 30/60 derajat
Efisiensi penyisihan 90% Hendro,
2021 Kondisi performance bak (n) 1/3
Sumber: SNI 6674:2008 dan Hendro, 2021
105 Tabel 59. Kriteria Desain Zona Pengendap (Tube Settler) Bak Sedimentasi
Unit Nilai Satuan Sumber
Waktu detensi 5 - 20 menit
Hendro, 2021
P : L 4 : 1 - 6:1
Lebar tube settler (w) 0,05 m
Tinggi tube settler 0,5 m
Tebal tube settler 2,5 x 10^-3 m
Kemiringan tube settler 30 - 60 derajat
Jarak antar settler 10 cm
Viskositas kinematik pada 25 derajat celicus 0,9055 x 10^-6 m2/detik Sumber: Hendro, 2021
Tabel 60. Kriteria Desain Ruang Lumpur Bak Sedimentasi
Unit Nilai Satuan Sumber
Kandungan solid dalam lumpur 1,5
Hendro, 2021
Lama pengurasan 5 menit
Waktu pengurasan 1 kali/hari
Kecepatan pengurasan 0,5 m/detik
Q bak 0,0744 m3/detik
Q underdrain 0,0015 m3/detik
Sumber: Hendro, 2021
Tabel 61. Kriteria Desain Saluran Inlet Bak Sedimentasi
Unit Nilai Satuan Sumber
Q orifice terdekat dengan terjauh β₯ 90%
Kawamura, 2000 dalam Hendro,
2021
Diameter orifice 0,1 m
Kecepatan orifice 0,2 m/detik
Jumlah orifice 3 buah
Perbandingan muka air terdekat dengan terjauh 0,01 m
Kecepatan inlet bercabang 1 m/detik
Lebar flume 0,5 m
Debit yang diolah 0,0744 m3/detik
Lebar bak 4,35 m
Sumber: Kawamura, 2000 dalam Hendro, 2021
Tabel 62. Kriteria Desain Saluran Outlet Bak Sedimentasi
Unit Nilai Satuan Sumber
Jarak antar V notch 10 cm
Hendro, 2021
Lebar pelimpah 10 cm
Lebar saluran pengumpul 20 cm
Weir loading 7,13 - 15 m3/m/jam
10 m3/m/jam
106
Unit Nilai Satuan Sumber
0,003 m3/m/detik Kecepatan saluran pelimpah 0,5 m/detik Kecepatan saluran pengumpul 0,3 m/detik
Debit tiap bak 0,0744 m3/detik
Lebar bak 4,35 m
Tipe Pelimpah : V notch 90 derajat Sumber: Hendro, 2021
β’ Bak Sedimentasi
Tabel 63. Data Perencanaan Bak Sedimentasi Data perencanaan
Beban Permukaan 0,0006 m/detik to/td 3,5
Kedalaman 4 m
Waktu tinggal 2 Jam
Panjang/Lebar 5:1
Beban Pelimpah 10 m3/m/jam
Bilangan Reynold < 2000
Bilangan Froude > 10^-5 menit
Kemiringan Dasar bak 60 Derajat
Periode antar pengurasan lumpur 24 Jam
Kemiringan tube/plate 60 Derajat
Efisiensi penyisihan 90%
Kondisi performance bak (n) 1/3
Sumber: Perhitungan, 2023
β’ Surface Loading Rate SLR = Q/A
= 0,0006 m2 Vo = (to/td) x (Q/A) = 0,0021 m/detik
β’ Debit dan Jumlah bak
Debit yang diolah = 0,074 m3/detik Jumlah bak = 1 unit
Debit tiap bak = Q/1
= 0,074 m3/detik
β’ Luas permukaan
Luas permukaan = Q/Vo
107 = 35,452 m2
β’ Dimensi Bak Kedalam = 4 m Asumsi P:L = 5:1 Lebar = βπ΄
5
= 2,66 m Panjang = 5 x Lebar = 13,31 m
β’ Zona Pengendap (Tube Settler)
Tabel 64. Data Perencanaan Zona Pengendap (Tube Settler) Dimensi Zona Pengendapan (Tube Settler) Data Perencanaa
Debit tiap bak sedimentasi 0,0744 m3/detik
P : L 5:1
Lebar tube settler (w) 0,05 m
Tinggi tube settler 0,5 m
Tebal tube settler 0,0025 m
Kemiringan tube settler 60 derajat
Jarak antar settler 10 cm
Viskositas kinematik pada 25 derajat celicus 0,0000009055 m2/detik
Sin (60) 0,87
Tan (60) 1,73
Cos (60) 0,50
Sumber: Perhitungan, 2023
β’ Kecepatan Tube Settler
Va =
π» π πππΌ+
ππ ππ πΌ
β πΆππ πΌ
πβππΌπ πΌπ π‘π πΌ Q/A = 0,004 m/detik
β’ Luas Tube Settler A = Q/Va
= 17,910 m2
β’ Dimensi tube settler Kedalaman 0,5 m Asumsi P:L = 5:1
108 Lebar = βπ΄
5
= 1,89 m Panjang = 5 x Lebar = 9,46 m
β’ Lebar efektif tube settler wβ = w/sin a
= 0,058 m
β’ Jumlah tube settlet pada sisi panjang np = P/wβ
= 164 buah
β’ Jumlah tube settlet pada sisi lebar Lp = L/wβ
= 33 buah
β’ Jari-jari hidrolis
R = Luas basah/keliling basah = 0,0125
β’ Cek bilangan Re dan Fr Nre = (Va xR)/u
= 57 Memenuhi <2.000 NRf = Va /((g x R)1/2)
= 0,012 Memenuhi > 10-5
β’ Control Scoring
Va/Vo = 1,98 Memenuhi <18
β’ Cek backwash
Debit yang diolah = 0,074 m3/detik Luas tube = 17,91 m
Jumlah bak yang beroperasi = 1 unit Va = Q/ (Axn)
= 0,004 m/detik Memenuhi
β’ Cek terhadap Q/A
109 Q/A = Va/6,93
= 0,0006 m/detik Memenuhi Vo = (To/td) x (Q/A)
= 0,0021 m/detik
β’ Ruang Lumpur
β’ Volume Lumpur
Vlumpur = (%lumpur x td x qunderdrain) / 1000 = 0,193 m3
β’ Volume limas
Vlimas = (luas alas x t)/3 = 0,031 m3
β’ Debit lumpur
Qlumpur = Vlumpur/waktu = 0,0006 m3/detik
β’ Luas penampang pipa penguras A = Q/V
= 0,001 m2
β’ Diameter pipa penguras D pipa penguras = β4 π₯ π΄
π
= 0,0405 m = 40,482 mm D pipa di pasaran = 26 mm
Panjang Permukaan (P1) = 1/3 P bak = 4,6 m Lebar permukaan (L1) = 2,663 m Panjang sadar (P2) = 2,3 m Lebar dasar (L2) = 1,33 m Luas permukaan (A1) = P1 x L1 = 12,183 m Luas permukaan (A2) = P2 x L2
110 = 3,046 m
H rencana lumpur = 1 m
β’ Saluran Inlet
β’ Luas penampang pipa cabang Luas penampang pipa cabang = Q/v = 0,074 m2
β’ Diameter pipa Inlet cabang D Inlet = β4 π₯ π΄
π = 0,308 m = 308 mm
D pipa pasaran = 350 mm atau 14 Inch
β’ Kecepatan Inlet bercabang V = Q / (1/4 x π x D2) = 0,8 m/detik
β’ Kecepatan Inlet utama dengan D Inlet utama 350 mm/ 14 inch V = Q / (1/4 x π x D2)
= 0,8 m/detik
β’ Debit tiap orifice
Q orf = Q tiap bak/ n oriface = 0,025 m3/detik
β’ Luas orifice
A orf = Q orf/ v orf = 0,032 m3/detik
β’ Jarak antara orifice
L orf = (L bak - (n orf x d orf)) / n orf = 1 m
β’ Jarak orifice dengan dinding
Jarak orifice dengan dinding = 1/2 x L orf = 0,68 m
β’ Diameter Flume
111 Luas flume = Q/v
= 0,074 m2 Tinggi flume = A/ lebar flume = 0,149 m2
β’ Perhitungan Headloss
Debit tiap oriface = 0,025 m3/detik Luas orifice = 0,032 m2
Headloss orifice 1 yang terdekat dari pipa inlet cabang (HL1) = Ql2/(0.72 A2 x g)
= 0,085 m
Debit orifice ketiga (Q2) = (Q1 * 90%) / (100%) = 0,0223 m3/detik Pengecekan jika salah satu bak dikuras Q tiap orf = Q tiap bak / n orifice = 0,0083 m3/detik Luas orf = 0,032 m3/detik
Penurunan Headloss dalam flume dari tengah ke tepi (HL) =HL1-HL3 = 0,016 m
β’ Saluran Outlet
β’ Panjang pelimpah total
P total = Q bal/ (weir loading) = 26,802 m
β’ wβ
wβ = Lebar bak - lebar saluran pengumpul = 4 m
β’ Jumlah saluran pelimpah
Jumlah saluran pelimpah = P total / (2 x w') = 3 buah
β’ Dimensi
Panjang 1 saluran pelimpah (P1) = P total/ n = 8,304 m
112 Luas salura pelimpaj (A) = Q / V saluran pelimpah
= 0,149 m2
Tinggi saluran pelimpah (T) = A / L pelimpah = 0,015 m
β’ Jarak antar salurn pelimpah
Jarak antar saluran pelimpah = (P total - (2 x lebar saluran pelimpah))/(n saluran pelimpah + 1)
= 6,3 m
β’ Perhitungan V Notch
Jumlah V notch (n) = (w'/jarak antar v-notch) x jumlah pelimpah = 134 buah
Q tiap V notch (Q) = Q tiap bak / jumlah v notch = 0,0006 m3/detik
Tinggi air pada V Notch (h) = (Q / 1.417) (2/5) = 0,0434 m Tinggi V Notch (H) = H + (15% x H) = 0,0499 m
β’ Perhitungan saluran pengumpul
Tinggi saluran pengumpul = Q / (l x v) = 1,24 m
Cek kecepatan untuk debit tiap bak (V) = Q/A
= 0,3 m/detik Memenuhi Panjang saluran pengumpul (P) = (n x lebar saluran pelimpah)+((1/n)
x jarak antar pelimpah) = 2,27 m
β’ Dimensi ruang pengumpul Asumsi Td = 120 detik
Tinggi ruang pengumpul (h) = 1 m
Keepatan aliran ruang pengumpul (v) = 1 m/detik
Panjang ruang pengumpul (P) = 2 x lebar bak sedimentasi
113 = 8,70 m
Volume bak (v) = Q x Td = 8,934 m3
Lebar ruang pengumpul = Volume / (P x H) = 1,026 m
Dimensi pipa keluar (D) = β4 π₯ π
π π₯ π£
= 0,308 m = 308 mm Diameter pipa di pasaran = 350 mm 5. Filtrasi
Penyaringan bertujuan untuk menghilangkan kekeruhan dan warna juga menyaring sebagian bakteri yang masih terdapat pada air baku. Fungsi dari bak filtrasi ini adalah menyaring flok-flok yang belum terendapkan pada bak sedimentasi sehingga air yang dihasilkan sudah hampir memenuhi syarat sebagai air minum. Filter yang digunakan adalah tipe rapid sand filter dengan pertimbangan rapid sand filter tidak memerlukan lahan yang luas namun membutuhkan backwash dalam pengoperasiannya.
Tabel 65. Kriteria Desain Bak Filtrasi
Unit Kriteria Satuan Sumber
Jumlah bak saringan N = 12 Q 0,5 *)
SNI 6674:2008 (Saringan pasir
cepat)
Kecepatan penyaringan 6 β 11 m/jam
Pencucian:
β’ Sistem pencucian
β’ Kecepatan
β’ lama pencucian
β’ periode antara dua pencucian
β’ ekspansi
Tanpa/dengan blower & atau surface wash
36 β 50 10 β 15 18 β 24 30 β 50
m/jam menit jam
%
114
Unit Kriteria Satuan Sumber
Media pasir:
β’ tebal
β’ singel media
β’ media ganda
β’ Ukuran efektif,ES
β’ Koefisien keseragaman ,UC
β’ Berat jenis
β’ Porositas
β’ Kadar SiO2
300 β 700 600 β 700 300 -600 0,3 β 0,7 1,2 β 1,4 2,5 β 2,65
0,4
> 95 %
mm
mm kg/dm3
Media antransit:
β’ tebal
β’ ES
β’ UC
β’ berat jenis
β’ porositas
400 β 500 1,2 β 1,8
1,5 1,35
0,5
mm mm kg/dm3 Filter botom/dasar saringan
1)Lapisan penyangga dari atas ke bawah
β’ Kedalaman /Ukuran butir
β’ Kedalaman /Ukuran butir
β’ Kedalaman /Ukuran butir
β’ Kedalaman /Ukuran butir
80 β 100/2 β 5 80 β 100/5 β 10 80 β 100/10 β 15 80 β 150/15 β 30
mm mm mm mm
2)Filter Nozel
β’ Lebar Slot nozel
β’ Prosentase luas slot nozel terhadap luas filter
< 0,5
>4%
mm
% mm kg/dm3 Sumber: SNI 6674:2008
β’ Unit Filtrasi
Tabel 66. Data perencanaan Unit Filtrasi Data perencanaan
Debit (Q) 0,0744 m3/detik
Kecepatan Filtrasi 11 m/jam
0,003 06
m/det ik Panjang:Lebar bak
2:1
115 Data perencanaan
Media Filter dengan media pasir silika :
Tebal Media
0,7 m
Porositas (Ι)
0,4
Faktor bentuk (Ξ¨) 0,75
Specific Grafity (Sg) 2,65 kg/m3
Distribusi media silika
Diameter (cm)
Fraksi Berat (X)
Priambodo, 2016
0,069 30%
0,098 50%
0,000
69 m
0,13 20%
Media Penyangga
Tebal Media 0,4 m
Porositas (Ι) 0,5
Faktor bentuk (Ξ¨) 0,8
Specific Grafity (Sg) 2,65 kg/m3
Distribusi media penyangga
Diameter (cm)
Fraksi Berat
(X) Priambodo, 2016
0,4 100%
0,001
3 m
viskositas kinematis (v) 0,000000893 kg/m.s
Kecepatan aliran pipa 1 m/s
panjang pipa 1 m
Koefisien Pipa (C) 120 Galvanis
Sumber: Perhitungan, 2023
β’ Jumlah bak filter N = 12 x Q0,5 = 3 unit
β’ Debit tiap filter
Q tiap filter = Q total/jumlah bak = 0,023 m3/detik
β’ Ukuran setiap unit
Direncanakan perbandingan panjang dan lebar = 2:1
116 Luas total bak (A) = Q/A
= 24,37 m2
Luas per bak (A tiap bak) = A total/ jumlah bak = 7,44 m2
Lebar = βπ΄
2
= 1,93 m Panjang = 2 x lebar = 3,86 m
β’ Debit tiap bak bila 1 bak di cuci Q tiap filter = Q/jumlah bak = 0,0227 m3/detik
β’ Kecepatan filtrasi V filtersi = Qb/ A
= 0,0031 m/detik = 11 m/jam
β’ Kebutuhan Backwash
Tabel 67. Data perencanaan Kebutuha Backwash Data perencanaan
Kecepatan backwash 7 m/jam 0,00194 m/detik Priambodo, 2016
Dimensi bak P:L 3,86 : 1,93 Perhitungan, 2023
Periode pencucian 1 hari sekali
Priambodo, 2016
Td backwash 5 menit 300 detik
Sumber: Perhitungan, 2023
β’ Debit backwash Qb = Vb x A
= 0,0145 m3/detik
β’ Volume backwash Vol b = Qb x td
= 4,3409 m3/detik
β’ Volume total 3 bak Vol 3 bak = Vol x 3 unit
117 = 13,022 m3
β’ Produksi air dalam 1 hari
Produksi air dalam 1 hari = Q total x 86400 detik = 6432,4 m3
β’ Presentase air backwash
Presentase air backwash = (Vol 3 bak/Produksi air dalam 1 hari) x 100%
= 0,20 %
β’ Kecepatan backwash V backwash = 7 m/jam = 0,002 m/detik
β’ Lama pencucian
Lama pencucian = 5 menit = 300 detik
β’ Periode pencucian
Periode pencucian = 24 jam
β’ Cek kecepatan backwash
Cek kecepatan backwash = Q/A
= 0,010 m/detik
β’ Headloss Media
β’ Media penyaring
Nre = 1/(1- f) x vf x d / v = 3,9
Cd = 24/Nre = 6,1
Headloss = 180 x (v/g) x (1-f)2/f2 x (vf/d2) x Ls = 0,17 m
β’ Media peyangga
Nre = 1/(1- f) x vf x d / v = 8,9
Cd = 24/Nre
118 = 2,7
Headloss = 180 x (v/g) x (1-f)2/f2 x (vf/d2) x Ls = 0,012 m
β’ Headloss Media
Headloss media = Hl penyaring + Hl peyangga = 0,177 m
β’ Ekspansi Media Filtrasi Media Penyaring
β’ Vs media penyaring Vs = β4g(sg β 1)d/3CD = 0,049 m/detik
β’ Vb
Vb = Vs x f4,5
= 0,0003 m/detik
β’ Porositas ekspansi Fe = (vb/vs)0,22 = 0,32 m/detik
β’ Tinggi ekspansi
Tinggi ekspansi = (1-fe) x Ls x (X/(1-fe) = 0,2 m
= 21 % Terjadi ekspansi Media Penyangga
β’ Vs media penyangga Vs = β(4g(sg-1)d/3CD) = 0,102 m/detik
β’ Vb
Vb = Vs x f4,5 = 0,0006 m/detik
β’ Porositas ekspansi Fe = (vb/vs)0,22 = 0,32 m/detik
119
β’ Tinggi ekspansi
Tinggi ekspansi = (1-fe) x Ls x (X/(1-fe) = 0,1 m
= 8 % Tida terjadi ekspansi
β’ Total Ekespaksi
Total ekspansi = ekspansi penyaring + ekspansi peyangga = 0,29 m
% ekspansi = (Ttotal-Tmedia/T media)x 100%
= 129 %
β’ Sistem Underdrain Manifold
β’ Luas bukaa total manifold A tm = 3 x Ao
= 0,003768 m2
β’ Diameter pipa manifold
D M = β((4 π₯ π΄ ππ)/3,14)1/2 = 0,069 m
= 69 mm
Maka digunakan pipa HDPE diameter 2 1/2 inch atau 75 mm
β’ Panjang pipa manifold
Panjang pipa manifold = Panjang bak filtrasi = 12 m
β’ Headloss manifold HL = (K x (v2/2g) = 0,114678899 Pipa Lateral
β’ Diameter pipa lateral
D L = β((4 π₯ π΄ ππΏ)/3,14)1/2 = 0,04 m
= 40 mm
Maka digunakan pipa HDPE diameter 1 1/4 inch atau 40 mm
120
β’ Luas penampang pipa lateral
Luas penampang pipa lateral = 1 /4 x Ο x D2 = 0,001256 m2
β’ Kecepatan pipa lateral
Kecepatan pipa lateral = 1,5 m/detik
β’ Debit pipa lateral Q pipa lateral = V x A
= 0,001884 m2/ detik
β’ Headloss pipa lateral HL = (K x (v2/2g) = 0,114678899
β’ Panjang pipa lateral PL = Lebar bak - D M = 0,93 m
= 6 buah
β’ Jumlah pipa lateral total n TL = 2 x nL
= 3 buah
β’ Luas bukaan total lateral A TL = 4 x Ao
= 0,001256 m2 Oriface
β’ Luas oriface
A orifice = (1/4) x 3,14 x D2 = 0,000314 m2
β’ Luas bukaan total oriface A tot = 0,25% x A filter = 0,019 m2
β’ Jumlah lubang oriface n = A to/A orifice = 59 lubang
121
β’ Jarak tiap oriface
Jarak tiap oriface = 0,15 m
β’ Luas jumlah oriface tiap filter
luas jumlah orifaace tiap filter = luasan per unit filter
β’ Kecepatan oriface
Kecepatan oriface = 1,5 m/detik
β’ Headloss oriface HL = (K x (v2/2g) = 0,114678899
β’ Jumlah oriface tiap lateral no/L = n/n TL
= 3
β’ Jarak antara titik tengah oriface
Jarak antar titik tengah orifice = PL/(nO/L) = 0,32 m
β’ Jarak oriface ke dinding dan pia manifold
Jarak orifice ke dinding dan ke pipa manifold = 0,5 x jarak titik tengah
= 0,16 m
β’ Pipa Backwash
β’ Luas Penampang Pipa A = Q/v
= 0,014 m2
β’ Diameter Pipa D = β4 π₯ π΄
π
= 0,136 m2
Berdasarkan perhitungan di atas pipa diameter pasaran yang digunakan adalah pipa berdiameter 165 mm atau 6 inci
β’ Cek perhitungan
Cek kecepatan = Q/ 0,25 x π x D2
122 = 1 m/detik Memenuhi
β’ Headloss
Hf Inlet = 10,666 π₯ π1,85π₯ πΏ
πΆ1,85 π₯ π·4,85
= 0,078 m
β’ Pipa Outlet
β’ Luas Penampang Pipa A = Q/v
= 0,074 m2
β’ Diameter Pipa D = β4 π₯ π΄
π
= 0,308 m2
Berdasarkan perhitungan di atas pipa diameter pasaran yang digunakan adalah pipa berdiameter 350 mm atau 14 inci
β’ Cek perhitungan
Cek kecepatan = Q/ 0,25 x π x D2 = 1 m/detik Memenuhi
β’ Headloss
Hf Inlet = 10,666 π₯ π1,85π₯ πΏ
πΆ1,85 π₯ π·4,85
= 0,002 m
β’ Pompa backwash
Tabel 68. Data Perencanaan Bak Filtrasi Data perencanaan
Jenis pompa Sentrifugal
Priambodo, 2016
Efisiensi pompa 0,7
Efisiensi transmisi 0,85
Head pompa 5 m
Faktor cadangan 0,15
Massa jenis air 997,07 kg/m^3 Sumber: Priambodo, 2016
β’ Daya Hidrolik Pompa
HHP = Q x massa jenis air x HP/75
123 = 4,949 Hp
β’ Daya Poros Pompa
BHP = HHP/ efisiensi pompa = 7,070 Hp
β’ Daya Penggerak
Nd = BHP (1+Faktor cadangan )/ efisiensi transmisi = 9,565 Hp
Atau
1 Hp = 745,7 watt Nd = 7132 watt = 7,132 Kwh 6. Disinfeksi
Desinfeksi merupakan salah satu proses dalam pengolahan air minum yang berfungsi untuk membunuh organisme patogen yang masih terdapat dalam air olahan. Yang terjadi dalam proses ini adalah dengan membubuhkan bahan kimia yang mempunyai kemampuan membasmi bakteri patogen seperti klor. Dalam perencanaan ini digunakan bahan kimia klor sebagai desinfektan. Proses klorinasi dilakukan dengan cara injeksi gas pada inlet reservoir.
Tabel 69. Kriteria Desain Bak Disinfeksi
Unit Kriteria Satuan Sumber
Kadar Kaporit/kalsium hipoklorida 70%
Marlis, 2017
Frekuensi pembubuhan 2 kali sehari
Kebutuhan klorin 0,36 kg
Diameter bak 1,59 m
Tinggi bak 1 m
Freeboard 0,5 m
Diameter pipa pelarut 25 mm
Diameter pipa outlet 25 mm
Diameter pipa penguras 0,5-13 cm
Cl sisa 0,2-1,5 mg/l
Waktu Kontak 10 -15 menit
Kecepatan 0,3-6 m/s
Sumber: Marlis, 2017
124
β’ Bak Pelarut
Tabel 70. Data Perencanaan Bak Pelarut Data perencanaan
Debit (Q) 0,074 m3/detik 74,44916 l/detik
Diameter pipa pelarut 50 mm 0,05 m
DPC 1,5 mg/l
Kadar Kaporit 0,7
Cl sisa 0,3 mg/l
Waktu kontak 10 menit 600 s
Td 2 kali sehari 43200 s
Volume air pelarut 1 m3
Daiemter pipa penguras 5 cm 0,05 m
Kecepatan aliran 1 m/s
Sumber: Perhitungan, 2023
β’ Volume yang akan diolah V = Q x Td
= 45 m3 = 44669 L
β’ Klorin yang dtambahkan
DPC = klorin yang ditambahkan - klorin sisa = 1,2 mg
β’ Dosis klorin
Dosis klorin = dosis optimum + sisa klor = 3859444,233 mg
= 3859,4 gram
β’ Dosis klorin yang dilarutkan ke dalam 2000L air
Dosis klorin yang dilarutkan ke dalam 2000L air = Dosisklorin/200L = 1929,72211 mg/L = 1,92972211 gram
β’ Debit injeksi untuk 1 tangki pelarut
Debit injeksi untuk 1 tangki pelarut = 2000L/43200 s = 0,046 L/s = 0,000046 m3/s
β’ Luas penampang
125 Luas penampang = Q/v
= 0,000046 m2
β’ Diameter pipa D = 1/4 x π x d2
= 0,000059
= 0,007679595 m
Diameter pipa di pasaran = 15 mm
β’ Kecepatan pada pipa injeksi V = Q/A
= 0,000000008
β’ Lama pergantian tabung
Lama pergantian tabung = Kapasitas tabung/ DPC = 63 hari
β’ Kebutuhan kaporit dalam larutan
Kebutuhan kaporit dalam larutan = (100%/60%) x kebutuhan klorin = 0,6
β’ Volume kaporit
Volume kaporit = Kebutuhan kaporit dalam larutan/ konsentrasi larutan
= 12 l/hari
β’ Volume larutan
Volume larutan = (100/konsentrasi larutan) x volume kaporit = 24000 L/hari
β’ Debit pembubuhan
Q pembubuhan = Volume larutan/ 24 = 1000 L/jam
= 0,28 L/detik
β’ Dimensi Bak
β’ Volume Vol = Q x Td = 45 m3
126
β’ Dimensi
Asumsi P:L = 2:1 Asumsi kedalam = 2 m Freeboard = 0,5 m Kedalam total = 2,5 m Luas = βπ΄
2
= 3,34 m Panjang = 2 x Lebar = 6,68 m
β’ Dimensi pipa Panjang = 0,5 m
Koefisien kekasaran pipa galvis = 120 Debit = 0,074 m3/detik
Kecepatan aliran = 0,6 m/detik
β’ Luas pipa A = Q/v = 0,124 m3
β’ Diameter pipa D = 1/4 x Ο x d2 = 0,224 m
β’ Cek Kecepatan V cek = π
1 4β π₯ 3,14 π₯ π·2
= 2 m/detik
β’ Headloss
Hl = 10,666 π₯ π1,85π₯ πΏ
πΆ1,85 π₯ π·4,85
= 0,000000032
β’ Pompa dosing
Tabel 71. Data perencanaan Pompa dosing Data perencanaan
Panjang 27,5 cm sentrifugal dengan tipe variable speed
127 Data perencanaan
Lebar 10 cm
Tinggi 20 cm
Head Max Pompa 15 m
Debit Max Pompa 0,0436 m3/det
Efisiensi Pompa 0,7
Efisiensi Transmisi 0,85
Faktor Cadangan (a) 0,15
Massa Jenis Air (Y) 997,07 kg/m3
Sumber: Perhitugan, 2023
β’ Daya Hidrolik Pompa
HHP = Q x massa jenis air x HP/75 = 8,6944504 Hp
β’ Daya Poros Pompa
BHP = HHP/ efisiensi pompa = 12,420 Hp
β’ Daya Penggerak
Nd = BHP (1+Faktor cadangan )/ efisiensi transmisi = 16,80439993 Hp
= 12,57024022 Kwh 7. Reservoir
Reservoir berfungsi sebagai penampung air hasil olahan karena debit air olahan yang linier sedangkan debit kebutuhan air yang fluktuasi, dimensi reservoir disesuaikan dengan kebutuhan air warga dan juga debit air yang diolah.
Tabel 72. Kriteria Desain Reservoir
Unit Kriteria Satuan Sumber
Jumlah unit atau kompartemen >2
Paradiangan, 2018
Kedalaman 3-6 m
Tinggi jagaan >30 cm
Tinggi air minum 15 cm
Waktu tinggal >1 jam
Sumber: Pandiagan, 2018
128
β’ Dimensi Reservoir
Tabel 73. Data Perencanaan Reservoir Data perencanaan
Debit (Q) 0,0744 m3/detik 268,0169606 m3/jam
Aktivitas warga (Twarga) 17 jam
Waktu produksi (T Ipa) 24 jam
Kedalaman reservoir 6 meter
Lebar reservoir 8 m
Jarak antar baffle 2 m
Waktu tinggal 1 jam
Jumlah unit 2 unit
Sumber: Perhitungan, 2023
β’ Volume total reservoir
Volume total reservoir = ( T IPAM-T Warga) x Q = 1876 m3
β’ Panjang Reservoir
Panjang reservoir = Volume/h x L = 39 m
β’ Volume tiap reservoir
Volume tiap reservoir = Volume total/ 2 = 938 m3
β’ Dimensi reservoir Panjang = 39 m Lebar = 8 m Kedalaman = 6 m
β’ Cek Volume
Ce Volume = P x L x h
= 1876 m3 Memenuhi
β’ Dimensi tiap Unit Panjang = 19,5 m Lebar = 4 m Kedalaman = 3 m
129
β’ Dimensi pipa distribusi Panjang = 0,5 m
Koefisien kekasaran pipa galvis = 120 Debit = 0,074 m3/detik
Kecepatan aliran = 1,2 m/detik
β’ Luas pipa A = Q/v
= 0,062040963 m3
β’ Diameter pipa D = 1/4 x Ο x d2 = 0,159 m
β’ Cek Kecepatan V cek = π
1 4β π₯ 3,14 π₯ π·2
= 3,768 m/detik
β’ Headloss
Hl = 10,666 π₯ π1,85π₯ πΏ
πΆ1,85 π₯ π·4,85
= 0,000000032
β’ Headloss Minor
Hf Minor = (K x (v2/2g) = 0,0220183 m
β’ Perhitungan Pompa
Tabel 74. Data Perencanaan Pompa Data perencanaan
Panjang 5 m sentrifugal dengan tipe variable speed
Lebar 2,4 m
Tinggi 9,65 m
Head pompa 30 m
Debit pompa 0,0744 m^3/s
Efisiensi pompa 0,7
Efisiensi transmisi 0,85
Faktor cadangan 0,15
Sumber: Perhitungan, 2023
130
β’ Daya Hidrolik Pompa
HHP = Q x massa jenis air x HP/75 = 29,69240788 Hp
β’ Daya Poros Pompa
BHP = HHP/ efisiensi pompa = 42,41772554 Hp
β’ Daya Penggerak
Nd = BHP (1+Faktor cadangan )/ efisiensi transmisi = 57,3886875 Hp
= 42,92861337 Kwh 8. Sludge Drying Bed
Sludge drying bed (SDB) dipilih sebagai unit pengolahan lumpur. SDB dipilih karena kemudahan dalam operasionalnya dan murah dalam pemeliharaanya. Proses pengolahan lumpur ini menggunakan proses filtrasi menggunakan media pasir kan kerikil dengan aliran downflow dan evaporasi yang mengunakan sinar matahari.
Tabel 75. Kriteria Desain Sludge drying bed (SDB)
Unit Kriteria Satuan Sumber
jumlah bak 3-4 bak
SNI 7510:2011 BUKU A IPLT
waktu pengeringan 10-5 hari
ketebalan lapisan pasir 300 mm
tebal lapisan lumpur 300-450 mm
ketebalan total kerikil 355 mm
Sumber: SNI 7510:2011
β’ Perhitungan
Tabel 76. Data Perencanaan Sludge drying bed (SDB) Data perencanaan
Debit Lumpur(Q) 0,0006 m3/detik 2,31566654 m3/jam
waktu pengeringan 10 hari
waktu pengisian 1 hari 86400 detik
kadar air akhir 60%
kadar air awal 97%
perbandingan P:L 1:1
tebal lapisan pasir 0,2 m
131
tebal kerikil 0,2 m
tebal lumpur 0,3 m
waktu pengisian 3 hari
Freeboard 0,5 m
Sumber: Perhitungan, 2023
β’ Volume lumpur
V bak lumpur = Q x lama pengisian
= 55,58 m3
= 13,894
β’ Volume lumpur akhir
Vcake = V β (V x (kadar air β kadar air akhir)) = 8,75 m3
β’ Luas bak
Abak = Vcake/(Tebal lumpur)
= 29,18 m2
β’ Dimensi Luas = βπ΄
3
= 3,12 m Panjang = 1 x Lebar = 3,12 m
H awal lumpur = Vlumpur/ luas bak = 2,80 m
β’ Jumlah bak
n = (waktu pengeringan)/(lama pengisian) + 1
= 4 bak
β’ Dimensi Pipa
β’ Luas permukaan pipa A = Q/v
= 0,002 m2
β’ Diameter pipa
132 D = β4 π₯ π΄
π
= 0,052 m = 52 mm
Adapun jenis pipa yang digunakan adalah pipa PVC 32 mm atau 1 inch
β’ Cek Kecepatan V cek = π
1 4β π₯ 3,14 π₯ π·2
= 0,3 m/detik Memenuhi
133