ال ات
C. Fokus Penelitian
udara di wilayah Mamuju Berkisar pada 22’ – 33’C. Tingkat kelembapan relatif di Mamuju adalah kurang lebih 82%.
Kabupaten Mamuju meliputi 11 Kecamatan dengan luas 4.954.57 km2, penduduk 107.864 jiwa, dan kepadatan 142.77 jiwa/km2, yaitu: Kepulauan Balabalagan, Bonehau, Kalukku, Kalumpang, Mamuju, Papalang, Sampaga, Simboro Dan Kepulauan, Tapalang, Tapalang Barat, dan Tommo. Kabupaten Mamuju dominan etnik Mandar dengan beberapa sub-etnik kecil seperti, Bugis, Jawa, Toraja, dan Makassar.
2. Waktu Penelitian
Pada penelitian ini, memiliki lokasi penelitian di sekolah Taman Kanak-kanak Siola Kasih Ibu yang terletak di Desa Batupannu Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju. Peneliti akan meyambengi sekolah yang memiliki tenaga pendidik dan peserta didik yang menjadi objek penelitian, bertemu langsung, berbicara langsung dan mengamati langsung bentuk penggunaan media boneka tangan dalam meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian dilakukan disekolah saat aktifitas belajar berlangsung. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga April (disesuaikan dengan kebutuhan peneliti).
D. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif artinya data yang berbentuk kata-kata bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh dari berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen maupun observasi.
2. Sumber Data
Sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Apabila penelitian menggunakan wawancara dalam mengumpulkan datanya, maka sumber data tersebut adalah responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti baik pertanyaan tertulis maupun pertanyaan lisan.52
Berdasarkan sifatnya, sumber data ada dua yaitu data primer dan data sekunder.
a. Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh peneliti langsung dari sumbernya tanpa adanya perantara seperti mengadakan wawancara secara mendalam terlebih dahulu, dengan kata lain primer diperoleh dari individu atau kelompok berupa opini. Adapun data primer yang diperoleh peneliti bersumber dari orang tua peserta didik.
b. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya atau data yang diperoleh bersumber dari orang lain yang merupakan data pendukung yang bisa dijadikan penguat dari data primer
52 suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002).
berupa kajian teori, jurnal, dokumen kepustakaan, karya ilmiah yang relevan serta informasi yang diperoleh dari orang sekitar yang menunjang permasalahan yang di teliti.
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penggunaan tiga pengumpulan data yaitu, sebagai berikut:
1. Metode Observasi
Observasi adalah cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai keterampilan berbicara dengan melihat atau mengamati secara langsung keadaan lapangan agar peneliti memperoleh gambaran yang lebih luas tentang permasalahan yang diteliti. Jadi observasi merupakan pengamatan dan pencatatan data secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.
Metode ini digunakan untuk menentukan data tentang keterampilan berbicara yang diterapkan oleh tenaga pendidik disekolah dengan menggunakan media boneka tangan. Berdasarkan keterangan di atas penelitian ini menggunakan observasi partisipatif, dimana adanya keterlibatan peneliti dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh subjek yang diamati tetapi tidak terlibat sepenuhnya. Hanya mengamati proses kegiatan dan mengamati informan ketika observasi sedang berlangsung.
Data yang akan diperoleh dari metode observasi ini adalah bagaimana upaya guru menerapkan media boneka tangan dalam implementasi keterampilan berbicara pada anak di kelompok B. Subjeknya adalah anak usia dini kelas B di Taman Kanak- kanak Siola Kasih Ibu di Desa Batupannu Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju.
Pengamatan ini dilakukan untuk melengkapi dan menyempurnakan data yang diperoleh melalui wawancara.
2. Metode Wawancara
Wawancara (interview) adalah suatau percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu, ini merupakan proses tanya jawab lisan, di mana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (intervewe) yang memberikan jawaban atas pertannyaan itu.53
Wawancara dalam suatu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan keterangan tentang kehidupan dalam suatu masyarakat serta pendirian-pendirian itu merupakan suatu pembantu utama dari metode observasi (pengamatan).54 Dalam kegiatan wawancara ini, peneliti akan mencari waktu yang tepat dan kondusif, sehingga akan tercipta suasana nyaman antara peneliti dan pemberi informasi.
Pada penelitian ini juga, peneliti lebih banyak menggunakan wawanncara tak berstruktur, agar informan merasa nyaman dan tidak tegang saat wawancara berlangsung. Banyaknya orang yang akan diwawancarai tidak dapat ditentukan karena hal ini disesuaikan dengan kebutuhan peneliti dalam mencari informasi.
Teknik pengumpulan data melalui tanya jawab tentang berbagai permasalahan yang terkait dengan penelitian.
3. Metode Dokumentansi
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada
53 Moelong.L.J, Metedologi Penelitian Kualitatif.
54 Burhan Bungi, Metode Penelitian Kualitatif (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015).
responden.55 Dokumentasi merupakan instrumen pengumpulan data melalui dokumen-dokumen (bahan tertulis) disuatu instansi mengenai informasi tentang keadaan yang diperlukan dalam penelitian. Penulis menggunakan data ini untuk mengumpulkan data secara tertulis yang bersifat dokumenter. Penggunaan dokumentasi dalam penelitian ini diarahkan oleh penelitian untuk mendokumentasikan hal-hal yang penting berkaitan dengan penelitian ini. Kondisi inilah yang dipandang oleh peneliti bahwa teknik pengumpulan data dengan dokumentasi sangat mendukung proses penelitian. Adapun alat-alat pembantu yang dijadikan isntrumen penelitian dokumentasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah kamera, alat tulis, dan perekam suara.
F. Teknik Analisis Data
Menurut Bodgan dan Taylor dalam bukunya Lexy J. Moleong mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menentukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis itu.56 Pengolahan data atau analisis data merupakan tahap yang penting dan menentukan karena pada tahap ini data dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sampai berhasil menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang diinginkan dalam penelitian. Untuk kajian penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan model analisis data Miles dan Huberman yakni reduksi data, data display, dan data conclusions drawing/verification. Ketiga hal ini dijelaskan sebagai berikut:
1. Reduksi Data (Reduction)
55 Sukardi, Metode Penelitian Pendidikan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2004).
56 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2002).
Ketika peneliti mulai melakukan penelitian tentu saja akan mendapatkan data yang banyak dan relatif beragam dan bahkan sangat rumit. Itu sebabnya, perluh dilakukan analisis data melalui reduksi data. Data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data yang terperinci. Laporan yang disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal penting. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, mendedukasikan pada hal-hal yang penting. Dengan demikian data yang telah di reduksi akan memberikan gambaran yang jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.57 Hal ini agar data yang diperoleh lebih akurat lagi. Selanjutnya, diakui bila proses reduksi data merupakan proses berpikir positif yang memerlukan kecerdasan dan keluasan, serta kedalam wawasan yang tinggi. Maka bagi peneliti pemula dalam melakukan reduksi data dapat mendiskusikan pada teman atau orang lain yang dipandang ahli. Melalui diskusi itu, maka wawasan peneliti akan berkembang sehingga dapat mereduksi data-data yang memiliki nilai temuan dan pengembangan teori yang signifikan.58
2. Penyajian Data
Setelah melakukan reduksi data maka langkah selanjutnya adalah penyajian data. Dengan penyajian data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi. Melalui analisis data tersebut, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga semakin mudah dipahami.59
57 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2016).
58 Djam’an Satori dan Aah Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2017).
59 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.
Dengan demikian yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks naratif. Adapun fungsi penyajian data di samping untuk memudahkan dan memahami apa yang terjadi, juga merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. Indikator peneliti telah memahami apa yang didisplaykan adalah menjawab pertanyaan, apakah anda tahu apa isi yang disajikan.
3. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/Verifikation)
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Mile dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih belum jelas atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.60 Dalam menarik kesimpulan, peneliti menyajikan hasil reduksi data dari hasil
60 Djam’an Satori dan Aah Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif.
observasi dan hasil wawancara yang telah dikumpulkan, dimana data yang disimpulkan oleh peneliti bermaksud untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang dikemukakan pada rumusan masalah maupun tujuan penelitian tentang Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Dengan menggunakan Media Boneka Tangan Pada Kelas B di Taman Kanak-Kanak Siola Kasih Ibu Batupannu Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju.
Gambar 2. Reduksi Data Penelitian Kualitatif.
G. Uji Keabsahan Data
Dalam menerapkan keabsahan data diperlukan teknik yang didasarkan atas kriteria tertentu. Uji kebasahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji credibility (validitas internal), transferability (validitas eksternal), dependability (reabilitas), dan confirmability (objektivitas).
1. Uji Validitas Internal/ Derajat Kepercayaan
Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian dengan hasil yang dicapai. Kreadibiltas dapat digunakan dalam penelitian ini untuk
Pengumpulan
Data Penyajian Data
Verifikasi atau Penarik Kesimpulan Reduksi Data
membuktikan kesesuaian antara hasil pengamatan dan realitas di lapangan. Uji kreadibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan:
a. Penambahan Waktu
Dengan perpanjangan pengamatan ini, penulis mengecek kembali apakah data yang diberikan selama ini merupakan data yang benar atau sebaliknya. Perpanjangan pengamatan ini merupakan proses penelitian yang dilakukan berkali-kali hingga mendapatkan jawaban yang dirasa sudah cukup untuk menjawab permasalahan yang ada. Dengan perpanjangan pengamatan ini berarti hubungan penulis dengan narasumber akan semakin dekat, semakin terbuka, saling mempercayai satu dengan yang lain antara penulis sehingga tidak ada yang disembunyikan.
b. Kekuatan Pengamatan
Penyajian kebsahan data dengan ketekunan pengamatan dilakukan dengan cara mengamati, membaca dan melakukan penelitian secara cermat dan bersungguh-sungguh sehingga data yang diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara, maupun dokumentasi yang diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara, maupun dokumentasi yang diperoleh benar-benar akurat dan dapat diidentifikasi. Meningkatkan kekuatan pengamatan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut maka kapasitas data dan urutan peristiwa dapat direkam secara pasti dan sistematis. Dengan meningkatkan kekuatan pengamatan, maka penulis dapat melakukan pengecekan kembali apakah data yang ditemukan salah atau benar.
c. Triangulasi
Triangluasi diartikan sebagai teknik pengujian keabsahan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada. Triangulasi dalam pengujian kreadibiltas ini juga diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai teknik dan waktu. Triangulasi sumber untuk menguji kreadibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh dari berbagai sumber. Adapun triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
1) Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik berarti untuk menguji kreaibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya, data yang diperoleh dengan wawancara lalu dicek dengan observasi kemudian dicek dengan dokumentasi.
2) Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber berarti untuk mendapatkan dari sumber yang berbeda- beda dengan teknik yang sama. Maksudnya dalam triangulasi sumber ini penulis berusaha mengumpulkan atau menghubungkan serta menggali kebenaran infromasi, dari berbagai sumber yang berbeda seperti data dari observasi yang dilakukan peneliti secara langsung, wawancara, dokumentasi, dan berbagai sumber lainnya kemudian dari berbagai macam sumber tersebut akan menghasilkan suatu bukti yang nyata.
2. Keteralihan (Transferability)
Keteralihan pada dasarnya merupakan validitas eksternal pada penelitian kualitatif. Tujuan dari keteralihan ini agar orang lain dapat memahami hasil
penelitian, oleh karena itu agar orang lain dapat memahami penelitian kualitatif sehingga ada kemungkinan untuk menerapkan hal tersebut, maka peneliti dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang jelas, sistematis, dan dapat dipercaya terkait Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Dengan Menggunakan Media Boneka Tangan Pada Kelompok B di Taman Kanak-Kanak Siola Kasih Ibu Batupannu Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju. Dengan demikian pembaca mengetahui lebih jelas atas hasil penelitian yang telah dilakukan serta memutuskan dapat mengaplikasikan hal tersebut di tempat lain.
3. Ketergantungan (Dependability)
Dalam penelitian kualitatif uji ketergantungan dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap keseluruhan proses penelitian mulai dari sumber data, analisis data, perkiraan temuan dan pelaporan. Pemeriksaan ini dilakukan berbagai pihak yang ikut memeriksa proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti, agar temuan peneliti dapat dipertahankan dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
4. Kepastian (Confirmability)
Pengujian konfirmability dalam penelitian kualitatif disebut dengan uji objektifitas penelitian. Penelitian dikatakan obyektif bila hasil penelitian telah disepakati oleh banyak orang. Konfirmabilitas dalam penelitian dilakukan bersama dengan dependabilitas, pemberdayaan terletak pada tujuan penilaiannya.
Konfirmabilitas digunakan untuk menilai hasil (produk) penelitian. Sedangkan dependabilitas digunakan untuk menilai proses penelitian, mulai dari mengumpulkan data sampai bentuk laporan yang terstruktur dengan baik. Teknik ini digunakan untuk mengadakan pengecekan kebenaran data hasil penelitian mengenai Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Dengan Menggunakan Media Boneka Tangan
Pada Kelompok B Di Taman Kanak-Kanak Siola Kasih Ibu Batupannu Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju.
55
adalah untuk mengetahui meningkatkan keterampilan berbicara dengan menggunakan media boneka tangan pada kelompok B di taman kank-kanak Siola Kasih Ibu Batupannu Kecamatan Mamuju. Untuk itu dalam bab empat ini akan dibahas mengenai hasil penelitian sesuai dengan metode yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan penelitian dimulai sejak tanggal 3 Maret sampai 3 April 2021.
Dalam hal ini akan dibahas mengenai tiga aspek pokok. Pertama, mengenai peningkatan keterampilan berbicara pada anak melalui boneka tangan di TK Siola Kasih Ibu Batupannu. Kedua, hambatan peningkatan keterampilan berbicara pada anak melalui boneka tangan di TK Siola Kasih Ibu Batupannu. Ketiga, strategi mengatasi hambatan peningkatan keterampilan berbicara pada anak melalui boneka tangan di TK Siola Kasih Ibu Batupannu.
A. Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Pada Anak Melalui