Tesis merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). 9 Suhartono, Perkembangan Keterampilan Berbicara pada Anak Usia Dini (Depdikbud: Dirjen Dikti, Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Perguruan Tinggi, 2005).
Rumusan Masalah
Apa saja hambatan dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak dengan boneka tangan di TK Siola Kasih Ibu Batupannu. Temukan upaya meningkatkan kemampuan berbicara anak dengan boneka tangan di TK Siola Kasih Ibu Batupannu.
Manfaat Penelitian
Ika Yunita, dengan judul penelitian “Peningkatan keterampilan berbicara dengan metode bercerita dengan menggunakan boneka tangan (Studi Kasus di Kelompok A1 TK Kartika III-38 Kentungan Depok, Sleman). Dalam penelitian ini Resti lebih fokus pada peningkatan keterampilan berbicara melalui boneka jari.
Tinjauan Teoretis
Keterampilan Berbicara
Kemampuan berbicara seorang anak dipengaruhi oleh lingkungannya, jika lingkungan anak baik maka aktivitas bicara anak cepat dan ia dapat memahami setiap kalimat yang diucapkannya. Sementara itu, perkembangan bicara anak mempertanyakan kemampuan bicara anak terkait fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Perkembangan bicara ini sangat penting bagi anak dalam meningkatkan kemampuan berbicaranya sendiri.
Berbicara tentang anak usia dini mempunyai tujuan umum untuk mengembangkan keterampilan berbicara anak.28 Sebagai berikut: (1) Agar anak dapat. Pembelajaran bahasa lisan pada anak usia dini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak itu sendiri. 34 Suhartono, Perkembangan keterampilan berbicara pada anak usia dini. . Jika ingin cepat bicara, sebaiknya orang tua tetap mengajak bicara anaknya meski masih bayi.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tipe perkembangan bicara anak usia 5-6 tahun adalah anak mulai berinteraksi dengan teman atau lingkungannya.
Media Boneka Tangan a. Pengertian Boneka
Wayang dapat secara langsung mewakili berbagai objek yang akan terlibat dalam cerita.42 Dan boneka tangan mempunyai daya tarik yang kuat di mata anak-anak. Anak menggunakan boneka untuk mengungkapkan apa yang dipikirkannya, boneka tangan mendorong anak untuk mengungkapkan bahasa. Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa boneka tangan adalah bahan kain yang dibentuk menyerupai bentuk wajah atau badan dengan berbagai macam bentuk, dimainkan dengan tangan dan digerakkan dengan menggunakan jari.
Wayang terbagi menjadi empat jenis wayang yaitu wayang tangan, wayang gagang, wayang gantung dan wayang tempel, namun yang akan peneliti gunakan selanjutnya adalah wayang tangan. c.Kelebihan boneka tangan. Boneka tangan juga mendorong anak untuk berimajinasi karena imajinasi merupakan keterampilan pemecahan masalah yang sangat penting. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran boneka tangan harus mempunyai tujuan yang jelas.
Untuk membangun imajinasi anak pada saat permainan boneka tangan selesai, alangkah baiknya jika dilakukan dialog dengan anak mengenai peran yang dimainkannya dalam permainan boneka tangan tersebut.
انبل اب بهلا تنك
يلع لله ا يلص لله ا لوسر ناكف نبهليف يلا نهب رسيف هنم نهمقتي لخد ا ذا ملس و ه
يهم
ال ات
Tinjauan Konseptual
Taman Kanak-Kanak merupakan salah satu jalur pendidikan pada anak usia dini yang bertujuan untuk meningkatkan seluruh aspek perkembangan anak. Dilihat dari fokus usulannya, program pendidikan bagi anak di Taman Kanak-Kanak ditujukan agar mereka dapat mengembangkan sikap, keterampilan, kreativitas, dan kemampuan lain yang dapat membantu mereka menjadi manusia yang mampu menyesuaikan diri dan mandiri. Salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting untuk dikembangkan pada anak usia dini di taman kanak-kanak adalah kemampuan berbicara.
Dari observasi yang dilakukan oleh calon peneliti di TK Kasih Ibi Siola Batupannu, calon peneliti menemukan bahwa sebagian keterampilan berbicara anak sangat lancar dan jelas dalam menyampaikan (gagasan, gagasan, pikiran dan perasaan) dalam komunikasi lisan. Hal ini dikarenakan media pembelajaran yang sering digunakan adalah boneka tangan sehingga menarik perhatian anak. Salah satu teknik media boneka tangan yang cocok untuk mengembangkan keterampilan berbicara anak adalah penggunaan boneka.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak khususnya pada anak usia TK, karena anak akan mengungkapkan pikiran dan perasaan ketika sering menggunakan boneka tangan.
Bagan Kerangka Pikir
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif karena mengacu pada upaya guru dalam meningkatkan keterampilan berbicara melalui boneka tangan pada kelompok B di Taman Kanak-Kanak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dimaksudkan untuk mendeskripsikan, menjelaskan atau mendeskripsikan “Upaya meningkatkan keterampilan berbicara dengan menggunakan media boneka tangan pada Kelompok B di TK Siola Kasih Ibu Batupannu Kabupaten Mamuju”. Penelitian ini mendeskripsikan data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dokumentasi, yang kemudian dideskripsikan atau dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan mengenai upaya peningkatan keterampilan berbicara menggunakan boneka tangan pada kelompok B di TK Siola Kasih Ibu Batupannu Kabupaten Mamuju.
Kondisi topografi wilayah Kabupaten Mamuju merupakan pesisir dan pegunungan dengan ketinggian wilayah kota Mamuju 0 s/d >1500 meter di atas permukaan laut dengan titik tertinggi adalah Gunung Adang Batambalo. Kabupaten Mamuju mayoritas bersuku Mandar dengan beberapa subetnis kecil seperti Bugis, Jawa, Toraja, dan Makassar. Dalam penelitian ini yang menjadi lokasi penelitian adalah TK Siola Kasih Ibu yang terletak di Desa Batupannu Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju.
Peneliti akan mendampingi sekolah yang mempunyai tenaga pengajar dan siswa yang menjadi subjek penelitian, bertemu langsung, berbicara langsung dan mengamati langsung penggunaan boneka tangan dalam meningkatkan keterampilan berbicara.
Fokus Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang artinya datanya berupa kata-kata, bukan angka. Data yang akan diperoleh dari metode observasi ini adalah bagaimana upaya guru menggunakan media boneka tangan untuk mengimplementasikan keterampilan berbicara pada anak kelompok B. Laporan yang disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum, yang terpenting adalah dipilih, fokus pada hal-hal penting.
Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan peneliti dalam melakukan pengumpulan data lebih lanjut57. Hal ini akan menjamin bahwa data yang diperoleh akan semakin akurat. Triangulasi diartikan sebagai teknik pengujian keabsahan data yang memadukan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada. Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara memeriksa data yang diperoleh dari berbagai sumber.
Triangulasi teknis artinya menguji keterandalan data dengan cara memeriksa sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Pada Anak Melalui Boneka Tangan di TK Siola Kasih Ibu Batupannu
Pertama, tentang peningkatan kemampuan berbicara anak melalui boneka jari di TK Siola Kasih Ibu Batupannu. Kedua, hambatan dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui boneka jari di TK Siola Kasih Ibu Batupannu. Ketiga, strategi mengatasi hambatan peningkatan keterampilan berbicara anak melalui boneka jari di TK Siola Kasih Ibu Batupannu.
Upaya meningkatkan keterampilan berbicara anak dengan boneka tangan di TK Siola Kasih Ibu Batupannu. Dalam proses pembelajaran media boneka tangan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak dilakukan pengelompokan dalam proses pembelajaran. Dari pernyataan di atas, penulis menyimpulkan bahwa boneka tangan sangat efektif dan berhasil meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Hambatan peningkatan kemampuan berbicara anak melalui boneka tangan pada kelompok B TK Siola Kasih.
Dalam keterampilan berbicara, siswa dapat membekalinya dengan hal-hal seperti memperbanyak kosa kata, memberi feedback, berani mengungkapkan kalimat, memahami intonasi kalimat. Benar sekali, alat bantu bicara anak atau siswa menyebabkan kemampuan berbicaranya kurang sempurna dan kebiasaan pergi dari rumah ke sekolah menjadi rendah.66. Dari hasil wawancara di atas memberikan gambaran bahwa alat bicara mempunyai pengaruh dan menjadi kendala dalam keterampilan berbicara siswa yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga dan kebiasaan siswa.
Peran guru adalah memberikan dorongan untuk meningkatkan keterampilan berbicara dengan menggunakan boneka tangan untuk membantu mengurangi kebiasaan berbicara siswa. Semua orang akan malas dalam beraktivitas apapun selama sakit, tak terkecuali pelajar. Penulis mencatat bahwa salah satu faktor penghambat keterampilan berbicara siswa kelas B adalah kasih sayang ibu.
Keterbatasan waktu ini menjadi salah satu faktor yang menimbulkan keragu-raguan di pihak siswa dan tenaga pengajar.
Strategi Mengatasi Hambatan Peningkatan Keterampilan Berbicara Pada Anak Melalui Boneka Tangan di Sekolah Taman Kanak-kanak
Permainan ini dapat dilakukan pada waktu istirahat siswa dan permainan ini juga dapat dilakukan pada saat pembelajaran termasuk dengan menggunakan boneka. Dengan bermain dengan media boneka, guru dapat berdiskusi kecil dengan siswa untuk melatih kemampuan berbicaranya dan melatih rasa percaya diri anak. Bercerita menggunakan boneka jari yang lebih efektif dan efisien dalam melatih keterampilan berbicara anak.
Guru bercerita harus mempunyai keterampilan dalam bercerita dan menggunakan boneka tangan agar siswa dapat fokus mendengarkan dan memperhatikan proses bercerita. Cerita yang kami buat membuat siswa konsentrasi mendengarkan karena setiap cerita kami sajikan dengan menggunakan media boneka tangan yang berbeda-beda sehingga mereka mengetahui maksud dan tujuan cerita tersebut.77. Penulis dapat menarik kesimpulan bahwa siswa akan lebih fokus dalam mendengarkan dan dapat memperoleh lebih banyak kosa kata.
Selain bercerita, bernyanyi juga merupakan salah satu cara melatih keterampilan berbicara dengan menggunakan boneka tangan, karena siswa memperoleh kalimat atau kata baru melalui nyanyian.
PENUTUP
Saran
Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi prodi PIAUD kedepannya khususnya dalam pengajaran keterampilan berbicara menggunakan boneka tangan. Siswa harus menyadari pentingnya keterampilan berbicara bagi siswa khususnya pada anak usia dini, karena anak usia dini merupakan awal dari jenjang pendidikan selanjutnya. Taman Kanak-Kanak Siola Kasih Ibu Kelas B yang berupaya meningkatkan keterampilan berbicara dengan menggunakan boneka tangan, masih memerlukan lebih banyak lagi.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Menggunakan Metode Hand Puppet Storytelling pada Anak Kelompok A1 TK Kartika III-38 Kentungan, Depok Slamen.” Tesis Magister, Jurusan Pendidikan Prasekolah dan Dasar, Universitas Negeri Yogyakarta, 2014. Pelatihan Penyusunan Program Pembelajaran Bagi Guru TK di Usia Dini Pendidikan karakter sejak kecil.” Tim Temuan Penelitian Program Inklusi SMA Muhamadiyah Cilegon Kota Cilegon, 2013. Menggunakan Metode Bercerita Berbantuan Media Boneka Tangan untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun di Bali.”
“Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Boneka Tangan Pada Anak Kelompok B1 di TK Aba Dukuh Gedongkiwo Yogyakarta.” Tesis sarjana; Jurusan PAUD dan Pendidikan Dasar: UIN Yogyakarta, 2014.
BIOGRAFI PENULIS