• Tidak ada hasil yang ditemukan

Forum Diskusi dan Workshop

Notulen Forum: Notulen dari forum diskusi dan workshop dengan guru dan staf pengajar mengenai kurikulum, yang menunjukkan diskusi dan keputusan tentang modifikasi kurikulum dan rencana pembelajaran.

Dokumen Hasil Workshop: Dokumentasi hasil workshop yang membahas penyesuaian kurikulum dan pengembangan materi ajar untuk memastikan relevansi dan efektivitas pembelajaran.

Kesimpulan

Sekolah kami secara aktif merancang kurikulum yang sesuai dengan kurikulum nasional dan mampu mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik. Kami melakukan penyesuaian dengan mengintegrasikan kompetensi nasional, melakukan analisis kebutuhan peserta didik, dan memodifikasi rencana pembelajaran berdasarkan hasil evaluasi. Bukti dari dokumen kurikulum, rencana pembelajaran, hasil evaluasi, dan laporan modifikasi mendukung bahwa kami telah menerapkan perancangan kurikulum dengan kualitas tinggi.

Jika ada area yang perlu diperbaiki, kami terus berupaya untuk meningkatkan proses perancangan kurikulum guna memastikan bahwa semua peserta didik memperoleh pendidikan yang optimal dan relevan.

Identifikasi Bukti Kinerja Lain (Opsional)

Silahkan identifikasi bukti kinerja yang sudah Anda rujuk dan akan Anda tunjukkan kepada asesor saat visitasi pada kolom di bawah ini

NPSN : 20236903

NAMA SEKOLAH : SDN SUMBERJAYA I

Indikator

1. membangun sikap menghargai keberagaman peserta didik.

2. mengenali keberagaman profil pendidik dan peserta didik.

3. membangun sikap menghargai kesetaraan gender pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik.

Instruksi

Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda membangun iklim kebinekaan di lingkungan belajar, sehingga setiap warga sekolah memiliki sikap positif terhadap keberagaman. Iklim tersebut dapat dihadirkan melalui kebijakan, proses pembelajaran ataupun mekanisme lainnya yang dirancang oleh satuan pendidikan Anda.

Iklim kebinekaan dimaknai sebagai kondisi dimana warga sekolah memiliki sikap positif terhadap keragaman latar belakang (budaya, sosial agama). Nilai-nilai tersebut dibangun pada peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua/wali murid melalui kebijakan, pembelajaran dan perilaku pendidik dan tenaga kependidikan oleh sekolah.

Iklim kebinekaan menjadi ciri sekolah yang berkualitas karena kondisi ini mencerminkan kapasitas sekolah dalam menjaga anak didiknya dari paparan contoh-contoh perilaku anti-toleransi saat berada di lingkungan belajar. Saat anak terpapar pada perilaku anti-toleransi, maka upaya untuk membangun rasa menghargai kepada sesama manusia menjadi sebatas konten, dan bukan berupa nilai-nilai.

Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi.

Misalnya di bagian mana pada Rencana Kerja Tahunan, kurikulum di tingkat satuan pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi suasana belajar Anda yang dapat menunjukkan bahwa layanan ini sudah terasa oleh warga satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda.

Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat visitasi.

Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum memastikan terbangunnya iklim kebinekaan pada warga satuan pendidikan dan Komponen

2

: Iklim Lingkungan Belajar Butir : 10

Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

atau program pendidikan kesetaraan, silahkan jelaskan rasional mengapa kinerja tersebut belum dilakukan.

Kolom Deskripsi Kinerja Asesi

Di sekolah kami, upaya membangun iklim kebinekaan di lingkungan belajar adalah prioritas utama untuk memastikan bahwa setiap warga sekolah memiliki sikap positif terhadap keberagaman. Kami percaya bahwa menciptakan lingkungan yang menghargai keragaman adalah kunci untuk menciptakan suasana belajar yang inklusif dan harmonis. Berikut adalah upaya-upaya yang kami lakukan untuk membangun iklim kebinekaan, serta bukti-bukti yang mendukung upaya tersebut.

Kebijakan dan Strategi 1. Kebijakan Inklusif:

Kebijakan Keragaman: Kami memiliki kebijakan yang menekankan pentingnya menghargai dan merayakan keberagaman budaya, agama, dan sosial. Kebijakan ini mencakup pedoman tentang bagaimana memperlakukan perbedaan dengan sikap positif dan bagaimana menangani kasus intoleransi.

Dokumen Kebijakan: Kebijakan mengenai kebinekaan tercantum dalam Buku Panduan Sekolah dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), yang disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan orang tua.

2. Pelatihan dan Pengembangan:

Pelatihan Karyawan: Kami menyelenggarakan pelatihan untuk pendidik dan tenaga kependidikan mengenai keberagaman, inklusi, dan sensitivitas budaya. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola kelas yang multikultural.

Program Pengembangan: Program pengembangan profesional berfokus pada keterampilan komunikasi antarbudaya dan strategi mengatasi konflik yang berkaitan dengan perbedaan budaya dan sosial.

Proses Pembelajaran 1. Kurikulum yang Inklusif:

Integrasi Nilai-Nilai Kebinekaan: Kurikulum kami mencakup materi yang

mengajarkan nilai-nilai kebinekaan, toleransi, dan penghargaan terhadap berbagai budaya dan agama. Materi ini disampaikan melalui pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) serta dalam kegiatan lintas kurikulum.

Modifikasi Rencana Pembelajaran: Rencana pembelajaran dimodifikasi untuk memasukkan topik-topik tentang keberagaman dan toleransi. Misalnya, kegiatan proyek yang melibatkan penelitian tentang budaya yang berbeda dan presentasi hasilnya kepada kelas.

2. Kegiatan Ekstrakurikuler:

Program Budaya dan Sosial: Kami menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler seperti festival budaya, pertunjukan seni, dan workshop tentang keragaman. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan peserta didik pada berbagai budaya dan tradisi.

Kegiatan Kolaboratif: Program kolaboratif yang melibatkan siswa dari berbagai latar belakang untuk bekerja sama dalam proyek atau acara sekolah, guna membangun rasa saling menghargai.

Mekanisme dan Implementasi

1. Lingkungan Kelas yang Mendukung:

Pengaturan Kelas: Kami menciptakan lingkungan kelas yang mendukung keragaman, seperti tampilan poster tentang berbagai budaya, buku-buku yang menggambarkan keragaman, dan kegiatan yang mempromosikan saling menghargai.

Perilaku Pendidik: Pendidik dilatih untuk menunjukkan contoh perilaku yang inklusif dan menghargai, serta untuk menangani isu-isu yang berkaitan dengan intoleransi secara konstruktif.

2. Keterlibatan Orang Tua dan Komunitas:

Keterlibatan Orang Tua: Kami melibatkan orang tua dalam kegiatan yang

mempromosikan keberagaman, seperti seminar tentang pentingnya toleransi dan acara budaya yang melibatkan partisipasi orang tua.

Kolaborasi dengan Komunitas: Kami bekerja sama dengan organisasi lokal dan komunitas untuk mengadakan acara yang merayakan keragaman dan untuk mendapatkan masukan mengenai cara-cara untuk lebih mengakomodasi keberagaman di sekolah.

Bukti Dokumentasi

1. Dokumen Kebijakan dan RKT:

Buku Panduan Sekolah: Buku panduan yang mencantumkan kebijakan mengenai keberagaman dan inklusi.

Rencana Kerja Tahunan (RKT): Dokumen RKT yang merinci kegiatan dan program yang mendukung kebinekaan.

2. Laporan Kegiatan dan Evaluasi:

Laporan Kegiatan Ekstrakurikuler: Dokumen laporan tentang kegiatan

ekstrakurikuler yang mempromosikan keberagaman dan keterlibatan komunitas.

Hasil Evaluasi Pelatihan: Laporan evaluasi pelatihan yang menunjukkan peningkatan pemahaman tentang kebinekaan di antara pendidik dan tenaga kependidikan.

Bukti Tambahan

1. Forum Diskusi dan Feedback:

Notulen Forum: Notulen dari forum diskusi dengan siswa, guru, dan orang tua mengenai isu-isu keberagaman dan langkah-langkah yang diambil untuk memperbaikinya.

Umpan Balik Siswa dan Orang Tua: Umpan balik dari siswa dan orang tua tentang suasana sekolah dan upaya-upaya yang dilakukan untuk mempromosikan

keberagaman.

2. Dokumentasi Pelatihan dan Program:

Materi Pelatihan: Materi pelatihan untuk pendidik tentang keberagaman dan inklusi.

Program Pengembangan: Dokumentasi program pengembangan yang berfokus pada kebinekaan dan sensitivitas budaya.

Kesimpulan

Sekolah kami secara aktif membangun iklim kebinekaan dengan menerapkan kebijakan yang inklusif, menyelenggarakan pelatihan untuk pendidik, mengintegrasikan nilai-nilai

kebinekaan dalam kurikulum, dan melibatkan orang tua serta komunitas. Kami terus memantau dan mengevaluasi upaya-upaya ini untuk memastikan bahwa semua warga sekolah memiliki sikap positif terhadap keberagaman. Jika ada area yang perlu ditingkatkan, kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memperkuat inisiatif kebinekaan kami guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan harmonis.

Identifikasi Bukti Kinerja Lain (Opsional)

Silahkan identifikasi bukti kinerja yang sudah Anda rujuk dan akan Anda tunjukkan kepada asesor saat visitasi pada kolom di bawah ini

NPSN : 20236903

NAMA SEKOLAH : SDN SUMBERJAYA I

Indikator

1. memiliki kebijakan dan/atau prosedur yang mengakomodasi lingkungan belajar yang inklusif bagi berbagai kebutuhan belajar peserta didik.

2. melaksanakan program bagi pendidik, orang tua/wali, dan peserta didik untuk mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam.

3. melaksanakan kegiatan yang memfasilitasi pembelajaran untuk peserta didik dengan kebutuhan yang beragam

Instruksi

Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda memastikan terbangunnya iklim belajar yang inklusif di lingkungan belajar sehingga kebutuhan belajar peserta didik terpenuhi.

Inklusif, dalam konteks ini, dimaknai sebagai kemampuan satuan pendidikan menerima, merekognisi dan memfasilitasi kebutuhan belajar peserta didik yang dipengaruhi oleh kebutuhan khususnya (penyandang disabilitas dan anak cerdas istimewa bakat istimewa/ CIBI), ataupun kondisi psikis, sosial dan ekonomi-nya yang memerlukan perhatian khusus.

Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya

berdasarkan kesamaan hak.

Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi.

Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi suasana belajar Anda yang dapat menunjukkan bahwa layanan ini sudah terasa oleh warga satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda.

Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat

mendeskripsikan kinerja sekolah Anda. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat visitasi.

Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum memastikan terbangunnya iklim lingkungan belajar yang inklusif pada warga satuan pendidikan dan atau program pendidikan kesetaraan, silahkan jelaskan rasional mengapa kinerja tersebut belum dilakukan.

Komponen 2

: Iklim Lingkungan Belajar Butir : 11

Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam..

Kolom Deskripsi Kinerja Asesi

Di sekolah kami, upaya untuk memastikan terbangunnya iklim belajar yang inklusif merupakan prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan semua peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, seperti penyandang disabilitas, anak cerdas istimewa bakat istimewa (CIBI), serta mereka yang memiliki kondisi psikis, sosial, atau ekonomi yang memerlukan perhatian khusus. Berikut adalah upaya yang kami lakukan untuk membangun iklim belajar yang inklusif dan bukti-bukti yang mendukung kinerja kami dalam hal ini.

Upaya Membangun Iklim Belajar yang Inklusif

1. Penyesuaian Kurikulum dan Rencana Pembelajaran:

Kurikulum Inklusif: Kurikulum kami disusun untuk mencakup kebutuhan berbagai kelompok peserta didik. Kami mengintegrasikan materi dan metode yang mendukung pembelajaran bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus, seperti penyandang disabilitas dan CIBI.

Modifikasi Rencana Pembelajaran: Rencana pembelajaran disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan individu peserta didik. Misalnya, menyediakan bahan ajar dalam format yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas atau merancang aktivitas yang menantang bagi anak cerdas istimewa.

2. Dukungan dan Fasilitas Khusus:

Fasilitas Aksesibilitas: Kami menyediakan fasilitas yang mendukung aksesibilitas, seperti ramp untuk kursi roda, alat bantu pendengaran, dan perangkat lunak bantu untuk peserta didik dengan disabilitas sensorik.

Pendidik dan Tenaga Profesional: Kami memiliki tim pendidik dan tenaga

profesional yang terlatih dalam menangani kebutuhan khusus, termasuk spesialis pendidikan inklusi, psikolog sekolah, dan terapis.

3. Program Khusus dan Kegiatan Terpersonalisasi:

Program Intervensi dan Dukungan: Kami melaksanakan program intervensi dan dukungan khusus untuk peserta didik dengan kebutuhan khusus. Program ini termasuk sesi bimbingan individual dan kelompok, serta kegiatan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.

Kegiatan Ekstrakurikuler: Kegiatan ekstrakurikuler kami dirancang untuk memastikan inklusi, dengan menawarkan berbagai pilihan yang memungkinkan setiap peserta didik berpartisipasi sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

4. Keterlibatan Orang Tua dan Komunitas:

Konsultasi dengan Orang Tua: Kami aktif berkomunikasi dengan orang tua untuk memahami kebutuhan khusus anak mereka dan mengembangkan rencana dukungan yang efektif.

Kolaborasi dengan Lembaga Eksternal: Kami bekerja sama dengan lembaga eksternal, seperti lembaga rehabilitasi dan organisasi dukungan, untuk menyediakan layanan tambahan bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus.

5. Pelatihan dan Kesadaran Pendidik:

Pelatihan Inklusi: Pendidik dan tenaga kependidikan mengikuti pelatihan tentang pendidikan inklusi, yang mencakup strategi untuk mendukung peserta didik dengan berbagai kebutuhan.

Kesadaran dan Sensitivitas: Program pelatihan juga mencakup peningkatan kesadaran dan sensitivitas terhadap keberagaman kebutuhan belajar di kalangan pendidik dan staf.

Bukti Dokumentasi

1. Dokumen Kurikulum dan Rencana Pembelajaran:

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Dokumen yang menunjukkan penyesuaian kurikulum untuk mendukung kebutuhan belajar berbagai kelompok peserta didik.

Rencana Pembelajaran: Bagian dalam rencana pembelajaran yang mencantumkan modifikasi dan adaptasi untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dengan disabilitas dan CIBI.

2. Laporan Dukungan dan Fasilitas:

Laporan Fasilitas: Dokumen yang merinci fasilitas aksesibilitas yang tersedia di sekolah dan bagaimana fasilitas ini mendukung peserta didik dengan kebutuhan khusus.

Program Intervensi: Laporan tentang program dukungan khusus yang diterapkan, termasuk jenis dukungan yang diberikan dan evaluasi efektivitasnya.

3. Bukti Pelatihan dan Kegiatan Ekstrakurikuler:

Materi Pelatihan: Dokumentasi materi pelatihan untuk pendidik tentang pendidikan inklusi dan strategi dukungan.

Laporan Kegiatan Ekstrakurikuler: Dokumen yang menunjukkan keterlibatan peserta didik dengan kebutuhan khusus dalam kegiatan ekstrakurikuler dan evaluasi partisipasi mereka.

Bukti Tambahan

1. Umpan Balik dari Orang Tua dan Peserta Didik:

Survei dan Kuesioner: Hasil survei dan kuesioner dari orang tua dan peserta didik mengenai pengalaman mereka dalam lingkungan belajar yang inklusif.

Testimoni: Testimoni dari orang tua dan peserta didik yang menunjukkan bagaimana dukungan dan fasilitas di sekolah memenuhi kebutuhan mereka.

2. Laporan Evaluasi dan Penyesuaian:

Laporan Evaluasi: Laporan evaluasi tahunan tentang efektivitas program inklusi dan dukungan yang diberikan kepada peserta didik.

Dokumen Penyesuaian: Dokumentasi penyesuaian kurikulum dan rencana pembelajaran berdasarkan hasil evaluasi kebutuhan peserta didik.

Kesimpulan

Sekolah kami berkomitmen untuk membangun iklim belajar yang inklusif dengan menyediakan kurikulum yang disesuaikan, dukungan khusus, fasilitas aksesibilitas, dan pelatihan untuk pendidik. Kami terus memantau dan mengevaluasi upaya ini untuk memastikan bahwa semua peserta didik, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, mendapatkan pendidikan yang optimal. Jika ada area yang perlu ditingkatkan, kami

berkomitmen untuk memperbaiki dan memperkuat inisiatif inklusi kami guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung.

Identifikasi Bukti Kinerja Lain (Opsional)

Silahkan identifikasi bukti kinerja yang sudah Anda rujuk dan akan Anda tunjukkan kepada asesor saat visitasi pada kolom di bawah ini

NPSN : 20236903

NAMA SEKOLAH : SDN SUMBERJAYA I

Indikator

1. melaksanakan kebijakan dan program untuk mencegah dan menangani perundungan dan kekerasan lainnya.

2. memiliki pendidik dan tenaga kependidikan yang memahami tata laksana penanganan perundungan dan kekerasan lainnya.

3. melibatkan orangtua/wali dalam pencegahan dan penanganan perundungan dan kekerasan lainnya.

Instruksi

Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda dalam memberikan rasa aman secara psikis pada peserta didik dari perundungan, hukuman fisik, dan kekerasan seksual. Tanpa rasa aman ini, sangat sulit bagi murid untuk dapat belajar secara efektif, sehingga berpotensi kehilangan kesempatannya untuk unggul.

Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi.

Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi suasana belajar Anda yang dapat menunjukkan bahwa layanan ini sudah terasa oleh warga satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda.

Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat visitasi.

Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum memastikan terbangunnya iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis pada warga satuan pendidikan dan atau program pendidikan kesetaraan, silahkan jelaskan rasional mengapa kinerja tersebut belum dilakukan.

Kolom Deskripsi Kinerja Asesi

Di sekolah kami, memastikan bahwa peserta didik merasa aman secara psikis dari perundungan, hukuman fisik, dan kekerasan seksual adalah prioritas utama. Kami percaya bahwa lingkungan yang aman dan mendukung adalah prasyarat bagi pembelajaran yang efektif dan kesuksesan akademik peserta didik. Berikut adalah upaya yang kami lakukan untuk menciptakan dan mempertahankan iklim belajar yang aman secara psikis, serta bukti-bukti yang mendukung kinerja kami dalam hal ini.

Upaya Membangun Lingkungan Belajar yang Aman Secara Psikis Komponen

2

: Iklim Lingkungan Belajar Butir : 12

Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Dokumen terkait