• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatkan Nasabah

Dalam dokumen ,Tbk.KANTOR CABANG TAKALAR (Halaman 49-56)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.6 Meningkatkan Nasabah

2.6.1 Pengertian Meningkatkan

Kata meningkatkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah kata kerja dengan beberapa arti antara lain menaikkan yang berarti derajat, taraf, mengangkat diri, memegahkan diri dan sebagainya. Serta mempertinggi yang berarti memperhebat (produksi dan sebagainya).

Sedangkan Menurut Moeliono seperti yang dikutip Sawiwati, peningkatan adalah sebuah cara atau kemampuan menjadi lebih baik berdasarkan kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa di dalam makna kata

“meningkatkan atau peningkatan” yang penulis maksudkan dalam p]enelitian ini adalah meningkatkan Nasabah.

2.6.2 Pengertian Nasabah

Menurut kamus perbankan, nasabah adalah orang atau badan yang mempunyai rekening simpanan atau pinjaman pada bank. Pada Tahun 1998 melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 diintroduksilah rumusan masalah nasabah dalam pasal 1 angka 16, yaitu pihak yang menggunakan jasa bank. Rumusan ini kemudian diperinci pada angka berikutnya, sebagai berikut : Nasabah penyimpan dana adalah nasabah yang menempatkan dananya di bank dalam bentuk simpanan berdasarkan perjanjian bank dengan nasabah yang bersangkutan. (Pasal 1 angka 17 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998).

Nasabah debitur adalah nasabah yang memperoleh fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah atau yang dipersamakan dengan itu berdasarkan perjanjian bank dengan nasabah yang bersangkutan (Pasal 1 angka 18 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998).

Adapun pihak-pihak yang termasuk sebagai nasabah adalah:

a. Orang

Nasabah bank terdiri dari orang yang telah dewasa dan orang yang belum dewasa. Nasabah orang dewasa hanya diperbolehkan untuk nasabah kredit dan atau nasabah giro. Sedangkan nasabah simpanan dan atau jasa-jasa bank lainnya dimungkinkan orang yang belum dewasa, misalnya nasabha tabungan

dan atau nasabah lepas (working customer) untuk transfer dan sebagainya.

Terhadap perjanjian yang dibuat antara bank dengan nasabah yang belum dewasa tersebut telah disadari konsekuensi hukum yang diakibatkannya.

Konsekuensi hukum tersebut adalah tidak dipenuhinya salah satu unsur sahnya perjanjian seperti yang termuat dalam pasal 1320 KUH Perdata, maka perjanjian tersebut dapat dibatalkan ,artinya perjanjian tersebut dapat dibatalkan oleh pihak yang dapat mewakili anak yang belum dewasa itu, yaitu orang tua atau walinya melalui acara gugatan pembatalan. Dengan kata lain, selama orang tua atau wali dari orang yang belum dewasa tersebut tidak melakukan gugatan, maka perjanjian tersebut tetap berlaku dan mengikat terhadap para pihak. Nasabah kredit dan rekening giro biasanya diwajibkan bagi nasabah yang telah dewasa. Hal ini disebabkan karena resiko bank yang sangat besar jika dalam pemberian kredit dan atau pembukaan rekening giro diperbolehkan bagi nasabah yang belum dewasa.

b. Badan Hukum

Untuk nasabah berupa badan, perlu diperhatikan aspek legalitas dari badan tersebut serta kewenangan bertindak dari pihak yang berhubungan dengan bank. Hal ini berkaitan dengan aspek hukum perseorangan. Berkaitan dengan kewenangan bertindak bagi nasabah yang bersangkutan, khususnya bagi “badan’, termasuk apakah untuk perbuatan hukum tersebut perlu mendapat persetujuan dari komisaris atau Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) agar diperhatikan anggaran dasar dari badan yang bersangkutan.

Subjek hukum yang berbentuk badan, tidak otomatis dapat berhubungan dengan bank. Untuk dapat berhubungan dengan bank, harus juga dilihat peraturan perundang-undangan yang berlaku dan bagaimana ketentuan internal yang berlaku pada bank yang bersangkutan.

2.6.3 Klasifikasi Nasabah

Berdasarkan peraturan Bank Indonesia Nomor: 11/ 26/ PBI/ 2009 tentang prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan kegiatan struvtured product bagi Bank Umum, nasabah diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :

a) Nasabah Profesional

Nasabah digolongkan sebagai nasabah profesional apabila nasabah tersebut memiliki pemahaman terhadap karakteristik, fitur, dan risiko dari structured product dan terdiri dari :

Perusahaan yang bergerak di bidang keuangan yang terdiri dari bank, perusahaan efek, perusahaan pembiayaan atau pedagang berjangka sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang perbankan, pasar modal, lembaga pembiayaan dan perdagangan berjangka komoditi yang berlaku.

Perusahaan dengan modal lebih dari Rp. 20.000.000,00,. (Dua Puluh Miliyar Rupiah) atau ekuivalennya dalam valuta asing dan telah melakukan kegiatan usha paling kurang 36 bulan berturut-turut.

b) Nasabah Eligible

Nasabah digolongkan sebagai nasabah profesiona apabila nasabah tersebut memiliki pemahaman terhadap karakteristik, fitur, dan risiko dari structured product dan terdiri dari :

Perusahaan yang bergerak di bidang keuangan berupa dana pensiun atau perusahaan perasuransian sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan usaha perasuransian yang berlaku.

Perusahaan dengan modal setidaknya Rp. 5.000.000.000,-(Lima Miliyar Rupiah) atau ekuivaennya dalam valute asing dan telah melakukan kegiatan paling kurang 12 bulan berturut-turut.

Nasabah perorangan yang mempunyai portofolio aset berupa kas, giro, tabungan paling kurang Rp. 5.000.000.000,- (Lima Miliyar Rupiah)

c) Nasabah Retail

Adalah nasabah yang tidak termasuk dalam nasabah profesional dan eligible. Structured Product adalah produk bank yang merupakan penggabungan antara 2 (dua) atau lebih instrumen keuangan barupa intrumen keuangan non dervatif dengan deratif atau derivatif dengan derivatif dan paling kurang memiliki karakteristik sebagai berikut :

Nilai atau arus kas timbul dari produk tersebut dikaitkan dengan satu atau kombinasi variabel dasar seperti suku bunga, nilai tukar, komoditi

dan/atau ekuitas. Pola perubahan variabel dasar sehingga mengakibatkan perubahan nilai atau arus kas tersebut tidak mencermikan keseluruhan perubahan pola dari variabel dasar secara linear.

Menurut Teguh Pujo Mulyono (2005), klasifikasi nasabah dapat dilihat dengan matrik klasifikasi nasabah. Matrik tersebut menggabungkan antara aspek jaminan dan manajemen.

2.6.4 Pengertian Meningkatkan Nasabah

Bila di lihat dari penjelasan di atas tentang Pengertian Meningkatkan dan pengertian nasabah dapat di kolerasikan Meningkatkan Nasabah adalah suatau proses menaikan atau menambahkan pengguna jasa Bank atau Unit Usaha Syariah, jadi semakin meningkatnya nasabah berarti semakin berkembang pula Bank dan atau Unit Usaha Syariah itu sendiri. Nasabah merupakan nafas bagi bank dan atau Unit Usaha syariah, selama masih ada Nasabah rutinitas kegiatan perbankan dan atau Unit Usaha Syariah akan tetap berjalan. Jadi semakin Meningkatnya Nasabah dana yang disalurkanpun ikut meningkat. Itulah sebabnya, setiap bank harus membangun tahapan-tahapan strategi yang tepat dan dahsyat sehingga bisa menjadi strategi Meningkatkan Nasabah yang benar-benar efektif.

2.6.5 Strataegi Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah : 1. Membangun Reputasi Baik

Untuk mendapatkan Nasabah dengan jumlah yang banyak, bank harus membangun reputasi yang baik artinya membangun kepercayaan kepada masyarakat agar mereka percaya bahwa apabila menabung dibank tersebut uang mereka akan aman. Karena reputasi yang baik dari sebuah bank menjadi salah satu patokan dari masyarakat hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi nasabah atau tidak.

2. Melakukan Berbagai Promosi Secara Maksimal

Agar masyarakat mengenal produk dari sebuah bank, maka bank harus melakukan promosi. Produk yang ditawarkan pastinya merupakan produk yang berkaitan dengan tabungan. Tujuan dari promosi ini adalah agar masyarakat tertarik untuk menabung pada bank. Promosi dapat dilakukan dengan cara menyebar brosur, mengikuti berbagai pameran.

3. Memberikan Hadiah

Pemberian hadiah bisa menjadi daya tarik bagi nasabah. Dengan mengetahui adanya hadiah yang akan termotivasi untuk menabung dibank.

Untuk hadiah terlebih dahulu harus diketahui oleh nasabah, oleh karena itu hadiah harus dipasang diruang tunggu pada bank.

4. Meningkatkan Pelayanan

Pelayanan yang baik akan menimbulkan kepuasan bagi nasabah . ketika nasabah mendapatkan pelayanan dari setiap bank sangat dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga lembaga dalam hal ini bank harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

5. Menawarkan Berbagai Fasilitas Kemudahan

Pada umumnya nasabah menginginkan pelayanan yang mudah dan aman.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bank dapat menawarkan berbagai fasilitas kemudahan diantaranya layanan mobile banking ataupun online banking. Dengan memberikan penawaran layanan tersebut nasabah tidak harus datang ke bank untuk melakukan transaksi. Proses transaksi dapat dilakukan dimanapun asalkan nasabah mempunyai akses mobile banking atau online banking tersebut.

Dalam dokumen ,Tbk.KANTOR CABANG TAKALAR (Halaman 49-56)

Dokumen terkait