BAB II KERANGKA TEORI
7. Unsur-Unsur Religiusitas
Menurut Anshari menyatakan bahwa Islam terdiri dari tiga komponen yaitu aqidah, syari’ah dan akhlak, ketiha unsur tersebut mempunyai hubungan yang erat dan saling mengutakan satu dengan yang lainnya, unsur-unsur tersebut antara lain:
a. Unsur Aqidah
Secara etimologis Aqidah berakar dari kata ‘aqada –ya’qidu -
’aqdan-aqidata. ‘Aqdan berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh.
Menurut mengemukakan bahwa aqidah berarti ikatan, singkutan;
sedangkan secara etimologis berarti credo, creed, keyakinan hidup, iman dalam arti khas yakni peng-ikrar-an yang bertolak dari hati.
Menurut Nashir mengemukakan bahwa Aqidah berarti sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasarkan fitrah, akan dan wahyu.
Aqidah Islam berpangkal pada keyakinan “Tauhid” yaitu keyakinan tentang wujud Allah, Tuhan Yang Maha Esa tidak ada yang menyekutukan-Nya baik dalam zat, sifat-sifat maupun dalam perbuatannya-Nya. Ajaran pokok aqidah berkaitan dengan Arkanul Iman yaitu keimanan kepada Allah SWT, kepada Malaikat, Kitab-Kita Allah, Kepada Nabi dan Rasul, kepada hari akhir dan keimanan kepada Qadha dan Qodar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Aqidah adalah suatu keyakinan terhadap sang pencipta atau Allah yang Maha Esa,meyakini ajaran Al-Quran dan mengamalkannya, meyakini akan adanya hari akhir atau kiamat serta menjalankan semua perinta-printah –Nya dan menjauh semua larangan-Nya. Seseorang yang kecanduan game masih memiliki keyakinan terhadap sang pencipta-Nya akan tetapi mereka yang sudah kecanduan game enggan untuk melaksanakan semua apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.
b. Unsur syari’ah
Secara terminologi syari’ah ini disamakan dengan Dinu I-Islam akan tetapi jumhur atau para ulama berpendapat bahwa syari’ah tidak
muradif dengan dinul I-Islam tetapi merupakan bagian dari Dinu I- Islam disamping Aqidah.23 Menurut Anshari kaidah yang mengatur hubungan langsung manusia disebut dengan Qaidah Ubudiyah atau kaidah ibadah disebut murni (mahdah), sedangkan kaidah yang mengatur manusia dengan selain Allah yakni dengan sesama manusia dengan alam lain disebut Qaidah Mu’amalah dalam arti luas.
Keduanya sering disebut ibadah dan mu’amalah.
a) Ibadah
Ibadah dalam pengertian yang khas, berarti hubungan langsung antara umut manusia dengan Allah STW. Ibadah dalam arti luas adalah semua perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada diri sendiri dan orang lain, dilaksanakan dengan niat ikhlas karena Allah, seperti belajar, mencari nafka, menolong orang yang membutuhkan dan lain sebaginya. Pada prinsipnya ibadah merupakan segala amal perbuatan yang dilakukan berdasarkan niat hanya karena Allah SWT semata. Ibadah merupakan manifestasi dari Aqidah, yaitu mendekatkan diri kepada Allah, dengan mentaati segala perintah-Nya, menjahui segala larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan Allah.
Dalam hal ini dilihat dari keseharian seseorang yang kecanduan game online ibadahnya kepada Allah sangat kurang contohnya yaitu ia tidak mengerjakan shalat tepat waktu, jarang mengaji, suka
23M. Nur Ghufron & Rini Risnawati, “Teori-Teori Psikologi”, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), hlm. 8-9.
berbohong dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan waktunya dihabiskan hanya untuk bermain game tanpa memikirkan masalaah ibadah kepada Allah.
b) Mu’amalah
Syaltut menyatakan bahwa mu’amalah adalah bagian dari syari’ah yang mengatur hubungan anatara manusia dengan selain Tuhan, sebagai imbangan ibadah yang merupakan bagian dari syari’ah yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan.
Mua’amalah adalah sama dengan menurut ilmu hukum umum (laws, lais, recht/recht).
Menurut Nashir dkk agar terwujud hubungan yang baik Islam mengajarkan beberapa pinsip yaitu adanya kerjasama, tolerensi, keadilan, saling menghargai, saling menghormati dan adanya saling menyayangi. 24 Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa mu’amalah adalah hubungan antara manusia dengan sesamanya dengan adanya kerjasama, sikap tolerasi antar sesama,saling menghargai, serta saling manyayangi.
Jadi mua’malah dapat dikatakan sebagai hubungan sosial anatar sesama manusia. Dalam kehidupan sehari-hari hubungan seorang yang kecanduan game online dengan teman seusianya atau hubungan sosialnya dapat dikatakan kurang berjalan dengan baik.
Ini terjadi karena mereka yang sudah kecanduan game tidak akan
24Said Alwi, “Perkembangan Religiusitas Remaja”, (Yogyakarta: Kaukabah Dipantara, 2014), hlm. 7-10.
menghiraukan orang yang berada disekitarnya, mereka akan lebih focus kepada game dari pada lingkungan sekitar, maka dari itu hubungan social mereka kurang berjalan dengan baik.
c. Unsur Akhlak
Akhlak memiliki peranan yang penting bagi kelangsungan hidup manusia dalam menjalani kehidupannya. Menurur Nashir akhak sebagai sikap yang melahirkan perbuatan-perbuatan tertentu secara spontan dan konstan hal ini menunjukkan bahwa akhak merupakan etintas yang penting dalam kehidupan manusia. Secara garis besar akhlak di bagi dalam 2 (dua) yaitu:
a. Akhlak terhadap Allah atau Khalik (pencipta), antara lain dengan mencintai Allah melebihi cinta kepada apapun dan siapapun, melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, mengharapkan dan berusaha memperoleh keridhoan-Nya, mensyukuri nikmat dan karunia-Nya, tawakkal, bertaubat, berinstigfar, menerima dengan ikhlas qahda dan qodar. Dalam kehidupan sehari-hari seseorang yang kecanduan game online memiliki perbuatan akhlak yang tidak baik hal ini dapat dilihat bahwa seseorang yang kecanduan game online sering kali tidak melaksanakan shalat tepat waktu. Ini dikarena ia tidak dapat meninggalakn permainan yang sedang ia mainkan.
b. Akhlak terhadap mahluk, yaitu mengenai budi pekerti, perangai, tingkah laku, jujur, bertanggung jawab, serta menghindari sikap
yang tercela misalnya saja suka berbohong, bakhil, ujub, dengki, aniaya, pemalas, nifaq, ghadhab, takabbur dan sebagainya. Bagi seseorang yang kecanduan game online ia memiliki akhlak yang kurang baik terhadap sesama mahkluk. Hal ini juga dapat dilihat dari sisi ia sering berbohong kepada orang lain, cara bertutur kata yang kurang baik, baik itu kepada orang tua ataupun kepada sesama usianya selain itu ia juga mudah terpancing emosi hanya karena hal sepele sehingga dapat mengakibatkan perkelahian.