• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar Skema Gambar

Dalam dokumen BUKU AJAR TEKKOM I - Spada UNS (Halaman 92-134)

X.GAMBAR DETAIL KONSTRUKSI

Gambar detail konstruksi bangunan adalah gambar detail dari konstruksi bangunan pada interior yang memerlukan dibuat detail ganbarnya. Gambar detail ini akan sangat berguna sebagai gambar pelaksanaan proyek di lapangan atau sebagai pedoman tukang. membantu desain dipahami oleh orang yang berkepentingan. Gambar ini juga memudahkan dalam pembuatan Rencana anggaran biaya (RAB)

Bagian bangunan atau interior yang dibuat gambar detailnya bisa bagian manapun, terutama jika ada desain khusus. Bentuk gambar detail dapat berupa gambar tampak atas, tampak, terpotong atau penampang perspektif terpotong.

Skala gambar detail bangunan ini dibuat dengan skala 1:1 atau 1:2

Di bawah akan diberikan contoh-contoh gambar manual detail bangunan.

BOW CASEMENT WINDOW

(Sumber : Reznikoff ,1986: 116)

Jenis-jenis Jendela

(Sumber : Reznikoff ,1986: 115)

CASEMENT WINDOW OPTIONS

(Sumber : Reznikoff ,1986: 117)

(Sumber : Reznikoff ,1986)

(Sumber : Reznikoff ,1986: 118)

(Sumber : Reznikoff ,1986: 119)

(Sumber : Reznikoff ,1986: 120)

SLIDING GLASS (WINDOWS) DOORS

(Sumber : Reznikoff ,1986: 121)

SLIDING GLASS WINDOWS

(Sumber : Reznikoff ,1986: 122)

SLIDING SERVICE WINDOWS

(Sumber : Reznikoff ,1986: 123)

PIVOT & JALOUSIE WINDOWS

(Sumber : Reznikoff ,1986: 124)

MATERI 11

Kompetensi Dasar

: Mengenal dan Menggambar tampak Furniture dan detail konstruksinya

Indikator : Mengenal dan mampu Menggambar tampak Furniture dan detail konstruksinya yang komunikatif dan sesuai dengan kaidah umum gambar teknik, sehingga dapat dimengerti oleh orang yang membutuhkannya

XI.GAMBAR TAMPAK FURNITURE

Gambar tampak furniture adalah gambar tampak furniture yang tertera di dalam denah. Furniture yang disajikan dalam denah, perlu dibuat gambar tampaknya berikut detail konstruksi furniture nya. Gambar ini sangat berguna untuk pelaksanaan di lapangan dan membantu desain dipahami oleh orang yang berkepentingan. Gambar ini juga memudahkan dalam pembuatan Rencana anggaran biaya (RAB).

Gambar tampak furniture dibuat dalam skala 1:5 untuk kursi dan furniture- furniture yang seukuran dengan kursi dan skala 1:10 untuk almari dan furniture- furniture besar seperti kitchen set dan lain-lain. Gambar tampak furniture berupa gambar tampak atas, tampak depan, tampak samping tampak potongan dan detail furniture. Urut-urutan gambar dan letaknya harus sesuai dengan prinsip proyeksi.

Gambar-gambar di bawah adalah contoh-contoh gambar tampak furniture dari berbagai proyek interior

OFFSET PLAN/SECTION OF A FIREPLACE

(Sumber : Woodbridge, Patricia. 2000)

CROSSHATCH TO INDICATE THE THE INTERRIOR MASS OF A SECTION

(Sumber : Woodbridge, Patricia. 2000 ; 95)

FULL-SIZE DETAIL WITH WOOD GRAINING

(Sumber : Woodbridge, Patricia. 2000 ; 98)

THE SECTION

(Sumber : Woodbridge, Patricia. 2000 ; 99)

MATERI 12

Kompetensi Dasar

: Mengenal dan Menggambar Aksonometri dengan teknik gambar manual

Indikator : Mengenal dan mampu menggambar Aksonometri interior yang komunikatif dan sesuai dengan kaidah umum gambar teknik, sehingga dapat dimengerti oleh orang yang membutuhkannya Mengenal dan dapat Menggambar

XII.GAMBAR AKSONOMETRI

Gambar aksonometri adalah salah satu variasi gambar paraline. Gambar aksonometri memperlihatkan desain 3 dimensi dari interior, sehingga interior terlihat tampak hampir nyata. Di bawah akan dibahas tentang gambar paraline.

GAMBAR PARALINE (Leggit, 2002:48)

Gambar paraline adalah representasi tiga dimensi dari sebuah objek dimana semua garis saling sejajar. Tidak ada perspektif, titik semu, atau garis horison dalam tipe gambar ini. Gambar paraline selalu berupa sudut pandang aerial, dan anda memerlukan satu denah lantai atau denah lokasi sebagai dasar untuk mengerjakan gambar. Gambar paraline adalah pilihan yang baik jika informasi denah lantai sangat kompleks, atau karena tidak punya waktu atau alat untuk membuat perspketif yang benar. Anda harus terbiasa dengan ide bahwa sudut pandang aerial adalah cara terbaik untuk memvisualisasikan desain anda, dan anda harus menerima bahwa gambar paraline cenderung tampak sedikit kaku dan tidak realistik.

Ada begitu banyak variasi gambar paraline, antara lain gambar isometri, diametri, trimetri, aksonomotri, palan oblique, palnometri, explode view, expanded view, dan masih banyak lagi! Ada banyak buku teknik yang membicarakan subjek ini.

Gambar Aksonometri (Leggit, 2002:48)

Mungkin sudah pernah mendengar tentang gambar plan oblique dan mungkin pernah mencoba membuat gambar ini. Nama yang lebih umum untuk gambar ini adalah gambar aksonometri. Dimulai dengan denah lantai atau denah lokasi, putarlah gambar 30 derajat, dan proyeksikan garis vertikal pada skala yang sama dengan denah dasar. Hal ini mudah dilakukan, dan sudut pandang aerial yang dihasilkan bisa sangat efektif. Anggaplah gambar itu sebagai gambar tiga dimensi. Ukuran ”sumbu xyz” bisa bervariasi dari studi fased arsitektur kecil (Gambar 3.77). bereksperimenlah dengan berbagai sudut rotasi dan perbesar proporsi garis vertikal. Tidak ada teknik gambar aksonometri yang benar atau salah. Jika gambar anda tampak nyata, maka anda berhasil mengkomunikasikan konsep desain anda.

Contoh gambar aksonometri

Sudut pandang aerial atas pengembangan lokasi ini memperlihatkan lebih banyak area lokasi dari pada hanya sekedar gambar isometri yang lebih ”datar”. Gambar dijiplak langsung di atas denah lokasi yang diputar 30 derajat. Gambar dibuat pada ukuran kecil 9 x 13 inci agar detail tetap minimal, mempersingkat waktu pengerjaan gambar untuk keperluan publikasi dalam laporan. Pena tinta permanen di atas vellum dengan spidol Chartpak AD yang diaplikasikan di sisi belakang kertas vellum. (Sumber : Leggit,2002:48)

Primary axis lines

Axonometric drawing of an object containing nonaxiometric lines

Orthographic projection: (1) Shows only one side of an object in each view; (2) parallel lines remain parallel

Axonometic drawing: (1) shows three sides in one view; (2) parallel lines remain parallel

(Woodbridge, Patricia. 2000 : 173)

Gambar aksonometri ini adalah salah satu gambar dari selusin gambar yang dibuat untuk proposal. Metode tercepat untuk memvisualisasikan masing-masing pilihan ini adalah dengan menjiplak denah lokasi konseptual dan membuat sketsa aksonometri tiga dimensi untuk masing-masing deain. Gambar ini dibuat selama 2 jam di atas Mylar, difotokopi di atas kertas bond, dan diwarnai dengan pensil Prismacolor. (Sumber : Leggit,2002:49)

Sketsa aksonometri suatu fasad bangunan yang dibuat selama 1 jam ini dibuat untuk laporan petunjuk desain. Sudut pandang aerial membantu memperlihatkan bentuk atap dan artikulasi dinding. (Sumber : Leggit,2002:49)

Gambar Aksonometri interior rumah tinggal

(Sumber : karya mahasiswa TEKKOM I, Agri Primasari, 2008)

Gambar Isometri

Pilihan alternatif selain gambar aksonometri adalah gambar isometri. Denah lantai tidak lagi menampilkan garis besar denah, tetapi ”dibuat lebih datar,” memberi penekunan yang seimbang antara pandangan samping dan atas sebuah objek. Objek diputar 30 derajat terhadap bidang horisontal. Kebanyakan gambar isometri memberi kesan pandangan langsung ke sudut objek.

ALL 3 AXES ANGLES ARE EQUAL AND 1200 ISOMETRIC VIEWS (Woodbridge, Patricia. 2000 : 174)

The isometric drawing was done for a lightir structure designed by Mark Kruger of Kruger Associates for the Centre in Rockville, Maryland. The illustration shows a perspective.

(Woodbridge, Patricia. 2000 : 174)

Scenic example of an isometric drawing. Grid perspective and details. Lighting grid for the Holiday Espre Cnter, Rockville, Maryland. Design by Mark D. Kruger Designer Light, Inc.

Used by permission.(Woodbridge, Patricia. 2000 :175)

Gambar Isometri mempunyai sudut pandang yang lebih rendah dari pada gambar aksonometri. Bandingkan gambar pusat ritel ini dengan gambar aksonometri pada gambar 2.82 dan perhatikan perbedaan ketinggian dari atas tanaha. Gambar isonometri cenderung membutuhkan waktu pengerjaan lebih lam, tetapi mempunyai penampilan yang lebih alami dan tidak terlalu mekanik. Ukuran 9 x 13 inci pena tinta permanen di atas vellum dengan spidol Chartpak AD langsung di sisi belakang kertas vellum. (Sumber : Leggit,2002:48)

Gambar mock-up pensil merah yang dibuat dengan cepat.

Sudut gambar isometri yang rendah ini cocok untuk memvisualisasikan proyek lingkungan perumahan kecil. Sketsa yang dibuat selama 15 menit menentukan massa dan pemandangan umum. Ukuran 7 x 9 ½ inci pensil di atas kertas kalkir.(Sumber : Leggit,2002:50)

Sketsa Cepat

Gambar Isometri Memperlihatkan Massa Bangunan (Sumber : Leggit,2002:50)

Bagian depan dan samping bangunan ini secara simetris digambar 30 derajat terhadap horisontal. Semua garis saling sejajar. Studi arsitektural berukuran 5 x 7 inci dibuat dalam waktu 1 jam, tampak akurat, dan tentu memerlukan waktu yang jauh lebih sedikit dari pada gambar perspektif. Tinta permanen di atas vellum. (Sumber : Leggit,2002:50)

Baik gambar ini dan Gambar di atas memperlihatkan perkembangan sebuah daerah waktu demi waktu. Pendekatan isometri memberi sudut pandang aerial ketinggian rendah dan proporsi horisontal pada gambar, memperlihatkan informasi denah lokasi dan elevasi arsitektural. Teknik corat coret menutupi kekurangan detail arsitektur dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk membuat kedua gambar (4 jam). Ukuran 12 x 21 inci pena felt up di atas vellum dengan spidol Chatpark AD yang diaplikasikan langsung pada gambar asli. (Sumber : Leggit,2002:51)

Gambar berukuran 3 x 4 inci suatu meja maket ini diperlihatkan dalam sudut pandang isometri untuk memvisualisasikan bagian samping dan atas meja maket dengan baik dalam satu gambar. Sketsa 1 menit dijiplak dengan pena felt-up. (Sumber : Leggit,2002:51)

TIPS PRAKTIS Gambar Paraline

1. Meskipun ada banyak tipe gambar paraline yang berbeda, anda perlu mengenali dua gambar saja: gambar aksonometri dan gambar isometri. Kedua gambar ini adalah pilihan gambar paraline yang paling baik dan layak dicoba.

2. Jika subjek atau informasi penting tersembunyi di belakang dinding, anda dapat menunjukkan dinding itu dengan garis, tetapi buatlah garis itu transparan dehingga dalam gambar anda, anda dapat melihat tembus memlalui dinding itu.

3. Sudut pandang aerial (bird’s eye) eksterior adalah jenis gambar aksonometri yang paling efektif. Sudut pandang interior lebih sulit dibuat dengan gambar denah yang dirotasi, karena anda melihat ke bawah menembus atap dan langit- langit.

4. Gambar isometri selalu dirotasi pada sudut 30 derajat sehingga membeli penggaris segitiga bersudut 30 dan 60 derajat merupakan ide yang baik.

Menggambar akan jauh lebih cepat ila kita memakai penggaris segitiga preset!

(Leggit,2002:48-51)

MATERI 13

Kompetensi Dasar

: Mengenal dan menggambar perspektif interior secara manual

Indikator : Mampu menggambar perspektif interior yang komunikatif sehingga bisa memberikan gambaran yang utuh tentang proyek yang bersangkutan

XIII.GAMBAR PERSPEKTIF INTERIOR (Hary Lubis, 2005)

Gambar tampak dan gambar irisan benda atau interior bangunan seperti diuraikan pada bab sebelumnya pada hakekatnya merupakan gambaran imajiner yang abstrak dan tidak pernah dapat dicapai oleh kemampuan melihat mata manusia.

Untuk mendapatkan gambaran tiga dimensi yang mendekati rupa sebenarnya dari sebuah ruangan metoe gambar perspektif ruangan.

Pada umumnya ruangan-ruangan dalam sebuah bangunan memiliki bentuk dasar geometris dan sebagian besar merupakan kotak atau peti persegi. Dengan demikian bidang-bidang dinding sangat memudahkan dalam pengerjaan gambar perspektif bidangnya.

Untuk mempermudah menggambar perspektif ruangan, salah satu bidang didndingnya diletakkan tegak lurus dihadapan mata. Dengan perkataan lain, orang yang melihat dianggap ada di dalam ruangan yang adakn digambar dan tegak lurus menghadap pada salah satu didning. Dalam gambar perspektif bidang ini dinamakan bidang frontal yang berfungsi sebagai elevasi. Sisi bawah bidang frontal adalah garis tanah.

Tinggi mata (letak garis horison) ditentukan secara kira-kira, yang menghasilkan gambar perspektif yang baik, letaknya berkisar antara 90 sampai 150 cm di atas garis tanah.

Ada dua cara menggambar perspektif ruangan yaitu metode perspektif satu titik bidang (disebut juga Perspektif Paralel) dan perspektif dua titik hilang.

Kedua cara ini masing-masing memiliki lagi beberapa variasi metoe dalam konstruksinya. Perbedaan kedua metode ini terutama didasari oleh arah garis proyeksi.

Dalam buku ini hanya akan diuraikan tiga metode yang lazim digunakan karena prinsipnya sederhana dan praktis, yaitu :

1.Metode Garis Tanah untuk perspektif satu titik hilang, dan

2. Metode Garis Ukur serta Metode Titik Ukur untuk perspektif dua titik hilang.

a. Perspektif Satu Titik Hilang Metoe Garis Tanah

Ada beberapa metode gambar perspektif satu titik hilang yang biasa digunakan, akan tetapi dalam diktat ini hanya akan diuraikan salah satu diantaranya yaitu metode garis tanah. Metode ini banyak digunakan karena relatif paling praktis dan garis-garis konstruksinya sederhana. Akan tetapi metode ini terbatas penggunaannya untuk ruangan geometris sederhana berbentuk kotak dengan arah pandangan harus selalu frontal (tegak lurus) terhadap salah stu bidang dinding datar dalam ruangan.

Metode ini menggunakan perpanjangan garis tanah sebagai garis ukur untuk menerapkan ukuran-ukuran sebenarnya yang sejajar dengan garis sumbu pandangan.

Bidang A.B.B1.A1 (salah satu dinding ruangan) yang mendasari gambar perspektif ruangan.

Pada perpanjangan garis tanah (ke kiri maupun ke kanan) garis BD diukurkan (dalam gambar = B’D1). Dari titik 1 ditarik garis yang tegak lurus terhadap garis B’D’

dan perpanjangan garis ini memotong garis horison pada titik TU yang berfungsi sebagai titik ukur bagi semua ukuran kedalaman

Ada dua cara meletakkan bidang gambar. Pertama pada garis penggalan ruangan (CD). Dalam hal ini M-PP’ adalah jarak penglihatan.

Bidang CDD’C dijadikan bidang frontal dan merupakan bidang tempat mengukurkan ukuran-ukuran ruangan sebenarnya.

Pada cara yang kedua, bidang ABB’A yang dijadikan bidang frontal dan ruangan dibuat membesar kelauar menjauhi titik hilang. Bidang frontal juga dijadikan bidang ukur.

Perspektif Ruang Satu Titik Hilang Metode Garis Tanah

(Sumber : Harry Lubis,2005 )

Metode garis tanah dapat pula dipergunakan untuk memperlihatkan denah sebuah ruangan secara tiga dimensi. Dalam hal ini mata dianggap melihat dari atas, mengarah ke bawah ke adalam sebuah ruangan tanpa atap, seolah-olah dilihat oleh seekor burung, maka metode ini disebut pula sebagai bird’s eye view.

Dalam hal ini bidang lantai digunakan sebagai bidang frontal, sedangkan data yang diperlukan didapat dari denah dan elevasi ruangan (tampak dan potongan).

Selanjutnya semua ketentuan lain sama seperti pada metode garis tanah. Salah satu di anatara dinding ruangan dijadikan sebagai bidang tanah dan garis pertemuannya dengan bidang lantai menjadi garis tanah.

Perspektif Ruang Pandangan Mata Burung (Bird’s Eye View)

(Sumber : Harry Lubis, 2005)

b. Perspektif Dua Titik Hilang Metode Titik Ukur

Garis AB merupakan garis batas pandangan terhadap ruangan yang akan digambar. Letak dan posisinya ditentukan sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Titik mata M dan tinggi horison diatas garis tanah juga ditentukan sendiri. Dari titik M ditarik dua garis lurus yang membentuk sudut siku-siku (saling tegak lurus),

sedua garis memotong garis horison pada dua titik hilang (H3 dan H4) dengan letak yang juga ditentukan sendiri. Titik U1 dan U2 berfungsi sebagai titik ukur.

Pada garis A1.A atau B1.B diukur tinggi langit-langit ruangan, tinggi pintu dan semua ukuran lain karena vertikal yang diperlukan.

Dengan mengukurkan potongan garis p1, p2, p3 dan p4 pada garis A1-B1 dan menghubungkannya dengan titik ukur yang sesuai (U1 atau U2) maka titik-titik yang digunakan akan ditemukan dan gambar perspektif ruangan dapat digambarkan dalam kerangaka bidang A1.B1TL.C.

Gambar Perspektif Ruang Titik Hilang Metode Titik Ukur

(Sumber : Harry Lubis,2005))

c. Perspektif Dua Titik Hilang Metode Garis Ukur

Seperti halnya pada metode titik ukur, pada metode ini letak garis AB, tinggi horison dan letak titik hilang ditetapkan terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan.

Prinsip metode ini : dari setiap titik yang ingin ditemukan dalam perspketif ditarik dua garis yang masing-masing sejajar dengan dua dinding ruangan yang

tergambar pada denah. Kemudian titik-titik potong yang terjadi engan garis AB diproyekdikan ke garis tanah dan diteruskan ke titik-titik hilang yang sesuai. Titik potong kedua garis proyeksi ini adalah titik yang dicari dalam gambar perspektif.

Contoh : Lihat konstruksi garis untuk menemukan titik C pada gambar perspektif (=C1).

Titik L adalah ketinggian langit-langit ruangan, sedangkan titik P adalah ketinggian pintu. Kedua ukuran ketinggian ini da dan ukuran lain ke arah vertikal dapat diukurkan pada garis B1.L atau garis A1.A2.

Bidang A1.B1.L.A2 adalah bidang batas pandangan perspektif terhadapa ruangan yang digambar.

Gambar Perspektif Ruang Dua Titik Hilang Metode Garis Ukur

(Sumber : Harry Lubis, 2005) Gambar Perspektif Ruangan

UKURAN KEDALAMAN

Pada gambar perspektif ruangan yang dikerjakan secara eksak, mesalah yang timbul adalah bagimana menentukan ukuran kedalaman ruangan (depth) atau ukuran lain yang searah engan garis sumbu pandangan.

Ada tiga metode yang dapat digunakan untuk mendapatkan ukuran ini yaitu Metode Denah dan Elevasi, Metode Garis 45o dan Metode Garis Tanah.

Metode Denah dan Elevasi

Prinsipnya menggabungkan data ukuran dari denah dan elevasi.

(Sumber : ...)

Metode Garis 45o

Metode ini merupakan kombinasi antara denah dan bidang gambar : garis horison juga merupakan bidang gambar dalam denah, hingga titik hilang TH berimpit dengan titik pusat pandangan PP. Dari titik ini diukurkan letak mata M tegak lurus pada garis horison.

Dari titik M ditarik dua garis ke kiri dan kanan masing-masing membentuk sudut Garis 45o terhadap garis sumbu pandangan, memotong garis horison pada TU1 dan TU2 (titik luar).

Dari titik-titik yang ingin dicari, (pada denah) ditarik garis yang membentuk sudut Garis 45o terhadap bidang gambar, dari sisi kiri ke kanan dan dari sisi kanan ke kiri, memotong garis bidang gambar. Titik-titik potong ini diproyeksikan ke bawah memotong sisi atas bidang frontal yang merupakan bidang ukur.

Dengan menghubungkan titik potong ini dengan TU1 (atau TU2), maka titik-titik dari penggalan garis yang diinginkan akan ditemukan.

(Sumber : Harry Lubis, 2005)

Dalam penggunaan praktis, denah dan elevasi tidak perlu digambar. Cukup dengan memindahkan saja ukuran-ukuran yang diperlukan.

(Sumber : Harry Lubis, 2005)

Metode Garis Tanah

Pada metode ini perspektif ruangan digambar membesar ke arah orang yang melihat, menjauhi titik hilang. Dinding ruangan (bidang ABB1A1) menjadi bidang frontal sekaligus bidang ukur.

Pada denah, CD adalah batas pandangan terluar pada ruangan, dan dapat ditentukan letaknya sesuai dengan apa yang ingin diperlihatkan dalam gambar perspektif. Jadi BD (=AC) adalah ukuran kedalaman ruangan yang akan digambar.

Untuk mendapatkannya dalam perspektif, ukuran kedalaman ini diukurkan, pada perpanjangan garis tanah B’D1).

Dari titik D1 ditarik garis yang tegak lurus terhadap perpanjangan garis. THB’

dan berpotongan pada titik D’. Melalui titik ’ ini didapatkan bidang CDD’C’ sebagai bidang batas pandangan terluar. Perpanjangan garis D’D1 memotong garis horison pada titik TU yang berfungsi sebagai titik hilang garis-garis ukuran. Garis B’D1 menjadi garis ukur tempat menerapkan ukuran-ukuran sebenarnya dari ruangan yang searah dengan garis sumbu pandangan.

(Sumber : Harry Lubis, 2005)

Gambar Perspektif Pandangan Mata Burung

Metode garis tanah dapat dipergunakan untuk memperlihatkan denah sebuah ruangan secara tiga dimensi.

Dalam hal ini mata dianggap melihat dari atas, mengarah ke dalam sebuah ruangan tanpa atap, seolah-olah dilihat oleh seekor burung (bird’s eye view).

Untuk itu bidang lantai digunakan sebagai bidang frontal. Data diperlukan didapat dari denah dan elevasi (tampak/potongan), sedangkan ketentuan lain semuanya sama seperti pada metode garis tanah. Salah satu diantara dinding ruangan

dijadikan sebagai bidang tanah dan garis pertmuannya dengan bidang lantai dijadikan garis tanah.

Contoh Gambar Perspektif

Parallel perspektive as shown in the sketch of the »Terrace of the Waldorf Towers« from the feature film My Faovorite Year. 1982. Directed by Richard Benjamin. Designed and drawn by

Charles Rosen. Used by permission. (Sumber : Woodbridge, 2000)

Parallel bird's eye perspective as shown in the sketch for »Zero's Office« from the feature film The Producers. 1968. Directed by Mei Brooks. Designed and drawn by Charles Rosen. Used by

permission. Sumber : Woodbridge(2000)

Angular perspective as shown in the sketch for "Charly's room" from the feature film Charly.

Designed and drawn by Charles Rosen. Used by permission.

Sumber : Woodbridge, 2000)

Dalam dokumen BUKU AJAR TEKKOM I - Spada UNS (Halaman 92-134)

Dokumen terkait