BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN
F. Perencanaan Optimalisasi Laba
Dalam perencanaan optimalisasi laba, salah satu hal yang paling penting adalah merencanakan kenaikan dan penurunan dengan mengkalkulasi penghasilan dan biaya yang di peroleh periode sebelumnya agar tentunya dapat diperoleh laba yang lebih optimal. Namun, terlebih dahulu kita mencari berapa rata-rata biaya dan labanya selama periode Januari sampai Desember 2014 agar memudahkan penentuan tarifnya
sekaligus agar margin error tidak terlalu jauh sehingga perencanaan optimalisasi labanya bisa tercapai sesuai target dan juga tabel kisaran kenaikan tarif yang direncanakan begitupun dengan tarif kisaran penurunan jumlah barang kiriman akiba kenaikan tarif yang di tetapkan perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Biaya rata-rata perbulan perusahaan selama periode Januari 2014 sampai Desember 2014:
=772.755.229 12
=64.396.269
Jadi, biaya rata-rata pengeluaran perusahaan perbulannya adalah Rp.64.396.269
2. Laba rata-rata per bulan selama periode Januari 2014 sampai Desember 2014 yaitu:
=1.856.972.271 12
=154.747.689
Jadi, rata-rata laba perusahaan yang diperoleh per bulannya adalah Rp.154.747.271
Tabel 5.20 Rincian rata-rata jumlah barang dan kisaran penurunan jumlah barang.
Daerah Tujuan Jumlah barang yang dikirim
Rata-rata awal Menurun 5% Menurun 10%
Makassar-Jakarta 2.805 kg 2.705 kg 2.605 kg
Makassar-Bali 3.000 kg 2.900 kg 2.800 kg
Makassar-Banten 2.500 kg 2.400 kg 2.300 kg
Makassar-Jambi 3.050 kg 2.950 kg 2.850 kg
Makassar-Riau 2.700 kg 2.600 kg 2.500 kg
(Sumber, Data olahan: PT.JNE Cab.Makassar)
Tabel diatas merupakan Rata-rata awal jumlah barang yang dikirim selama periode Januari 2014 sampai Desember 2014, dengan daerah tujuan khusus 5 daerah yaitu Jakarta,Bali,Banten,Jambi,Riau. Beserta penurunan rata-rata awal sebanyak 5% dan 10%.
1. Tarif Awal dan kisaran kenaikan tarif sebesar 5%
Tabel 5.21 Rincian Tarif awal dan kisaran kenaikan tarif
Daerah Tujuan
OKE REG YES
Tarif Kenaikan 5%
Tarif Kenaikan 5%
Tarif Kenaikan 5%
Makassar-Jakarta Rp.15.000 Rp.15.250 Rp.19.000 Rp.19.250 Rp.25.000 Rp.25.250 Makassar-Bali Rp.19.000 Rp.19.325 Rp.22.000 Rp.22.325 Rp.26.000 Rp.26.350 Makassar-Banten Rp.20.000 Rp.20.500 Rp.23.000 Rp.23.500 Rp.27.000 Rp.27.500 Makassar-Jambi Rp.25.000 Rp.25.800 Rp.29.000 Rp.29.800 Rp.35.000 Rp.35.800 Makassar-Riau Rp.25.000 Rp.25.800 Rp.29.000 Rp.29.800 Rp.36.000 Rp.36.950
(Sumber. Data Olahan: PT.JNE Cab. Makassar)
Jika kenaikan tarif pengiriman barang sebesar 5% maka dapat diperoleh penghasilan dan laba sebagai berikut
(15.250 + 19.25 + 25.250) x 2.705 : 3 = 53.875.916
(19.325 + 22.325 + 26.350) x 2.900 : 3 = 65.733.333
(20.500 + 23.500 + 27.500) x 2.400 : 3 = 57.200.000
(25.800 + 29.800 + 35.800) x 2.950 : 3 = 89.876.666
(25.800 + 29.800 + 36.950) x 2.600 : 3 = 80.210.000 + 346.895.915
Adapun Jumlah Penghasilan dan laba yang diperoleh ketika penririman barang mengalami kenaikan tarif sebesar 5% yaitu:
Tabel 5.22 Jumlah penghasilan dan laba.
Daerah Tujuan Jumlah penghasilan dan laba
Makassar-Jakarta Rp.53.875.916
Makassar-Bali Rp.65.733.333
Makassar-Banten Rp.57.200.000
Makassar-Jambi Rp.89.876.666
Makassar-Riau Rp.80.210.000
Total Rp.346.895.915
(Sumber,Data Olahan: PT.JNE Cab.Makassar) Grafik 5.3 Jumlah Penghasilan dan laba
Adapun perkiraan penurunan biayanya per bulan sebesar 2% adalah:
64.396.263 x 2% = Rp.1.287.925
64.396.263–1.287.925 = Rp.63.108.338
Sehingga akan diperoleh Rata-rata laba per bulan sebesar:
346.895.915–63.108.338 = Rp.238.787.577
Jadi, jika dibandingkan dengan perolehan rata2 laba sebelum kenaikan tarif maka akan didapatkan kenaikan margin laba sebagai berikut:
0 10,000,000 20,000,000 30,000,000 40,000,000 50,000,000 60,000,000 70,000,000 80,000,000 90,000,000 100,000,000
Jakarta Bali Banten Jambi Riau
283.787.577–154.747.689 = 129.029.888 / 3
=Rp.43.013.296
2. Tarif awal dan kisaran kenaikan tarif sebesar 10%
Tabel 5.23 Tarif awal dan kisaran kenaikan tarif.
Daerah Tujuan OKE REG YES
Tarif Kenaikan 10%
Tarif Kenaikan 10%
Tarif Kenaikan 10%
Makassar-Jakarta Rp.15.000 Rp.15.500 Rp.19.000 Rp.19.500 Rp.25.000 Rp.25.500 Makassar-Bali Rp.19.000 Rp.19.650 Rp.22.000 Rp.22.650 Rp.26.000 Rp.26.650 Makassar-Banten Rp.20.000 Rp.21.000 Rp.23.000 Rp.24.000 Rp.27.000 Rp.28.000 Makassar-Jambi Rp25.000 Rp.26.250 Rp.29.000 Rp.30.250 Rp.35.000 Rp.36.250 Makassar-Riau Rp.25.000 Rp.26.250 Rp.29.000 Rp.30.250 Rp.36.000 RP.37.250
(Sumber,Data Olahan: PT.JNE Cab.Makassar)
Jika kenaikan tarif pengiriman barang sebesar 10% maka dapat diperolaeh penghasilan dan laba sebagai berikut:
(15.500 + 19.500 + 25.500) x 2.605 : 3 = 52.534.166
(19.650 + 22.650 + 26.650) x 2.800 : 3 = 64.353.333
(21.000 + 24.000 + 28.000) x 2.300 : 3 = 55.966.666
(26.250 + 30.250 + 36.250) x 2.850 : 3 = 88.112.500
(26.250 + 30.250 + 37.250) x 2.500 : 3 = 78.112.000 + 339.078.665
Adapun Jumlah Penghasilan dan laba yang diperoleh ketika penririman barang mengalami kenaikan tarif sebesar 5% yaitu:
Tabel 5.24 Jumlah penghasilan dan laba.
Daerah Tujuan Jumlah penghasilan dan laba
Makassar-Jakarta Rp.52.534.166
Makassar-Bali Rp.64.353.333
Makassar-Banten Rp.55.966.666
Makassar-Jambi Rp.88.112.500
Makassar-Riau Rp.78.112.000
Total Rp.339.078.665
(Sumber,Data Olahan: PT.JNE Cab.Makassar) Grafik 5.4 Jumlah penghasilan dan laba.
Adapun perkiraan penurunan biayanya per bulan sebesar 5% adalah:
64.396.263 x 5% = Rp.3.219.813
64.396.263–3.219.813 = Rp.61.178.450
Sehingga akan diperoleh Rata-rata laba per bulan sebesar:
339.078.665–61.178.450 = Rp.277.902.215
Jadi, jika dibandingkan dengan perolehan rata2 laba sebelum kenaikan tarif maka akan didapatkan kenaikan margin laba sebagai berikut:
0 10,000,000 20,000,000 30,000,000 40,000,000 50,000,000 60,000,000 70,000,000 80,000,000 90,000,000 100,000,000
Jakarta Bali Banten Jambi Riau
277.902.215–154.747.689 = 123.154.526 / 3
=Rp.41.051.508
Jadi, dari data-data perencanaan laba diatas dapat disimpulkan bahwa setiap kenaikan tarif yang akan direncanakan akan menghasilkan laba yang lebih besar dengan rata-rata laba periode sebelumnya. Namun untuk memperoleh laba yang paling optimal maka kenaikan tarif yang bisa kita terapkan adalah pada kisaran 5% karena pada kisaran kenaikan tersebutlah perusahaan akan memperoleh laba yang paling optimal.
Selain menaikkan tarif metode lain yang dapat digunakan perusahaan adalah dengan menurunkan tarif dengan asumsi bahwa penurunan tarif tersebut dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan jumlah barang kiriman. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut:
1. Jika penurunan tarif sebesar 5% maka dapat diperoleh perencanaan penghasilan laba yaitu:
(14.750 + 18.750 + 24.750) x 2.815 : 3 = 54.657.916
(18.750 + 21.750 + 25.750) x 3.015 : 3 = 66.581.250
(19.750 + 22.750 + 26.750) x 2.515 : 3 = 58.054.538
(24.750 + 28.750 + 34.750) x 3.065 : 3 = 90.162.083
(24.750 + 28.750 + 35.750) x 2.715 : 3 = 80.771.250 + 350.227.082
Adapun Jumlah Penghasilan dan laba yang diperoleh ketika penririman barang mengalami penurunan tarif sebesar 5% yaitu:
Tabel 5.25 Jumlah penghasilan dan laba.
Daerah Tujuan Jumlah penghasilan dan laba
Makassar-Jakarta Rp.54.657.916
Makassar-Bali Rp.66.581.250
Makassar-Banten Rp.58.054.538
Makassar-Jambi Rp.90.162.083
Makassar-Riau Rp.80.771.250
Total Rp.350.227.082
(Sumber,Data Olahan: PT.JNE Cab.Makassar) Grafik 5.5 Jumlah penghasilan dan laba
Adapun kenaikan biaya perusahaan akibat dari bertambahnya aktivitas perusahaan diperkirakan sebesar 2% yaitu:
64.396.263 x 2% = Rp.1.287.925
64.396.263–1.287.925 = Rp.63.108.338
Sehingga akan diperoleh Rata-rata laba per bulan sebesar:
350.227.082–63.108.338 = Rp.287.118.744
0 10,000,000 20,000,000 30,000,000 40,000,000 50,000,000 60,000,000 70,000,000 80,000,000 90,000,000 100,000,000
Jakarta Bali Banten Jambi Riau
Jadi, jika dibandingkan dengan perolehan rata2 laba sebelum kenaikan tarif maka akan didapatkan penurunan margin laba sebagai beriku
287.118.744–154.747.271 = 132.371.473 / 3
=Rp.44.123.824
Jadi, dari data diatas dapat disimpulkan bahwa menurunkan tarif justru membuat kerugian sehingga tidak bisa digunakan untuk perencanaan optimalisasi laba perusahaan.
Setelah melakukan perhitungan dan menganalisis kenaikan tarif dan penurunan tarif dapat jelas dilihat bahwa kwputusan terbaik yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan laba pada periode kedepan adalah menaikkan tarif sekitar 5% dari tarif sebelumnya.
Selanjutnya seperti diketahui bahwa setiap perusahaan tentunya ingin memperoleh laba yang optimal guna menjaga agar kontiunitas atau kelangsungan hidupnya tetap terjamin, oleh karena itu diperlukan adanya peranan pemasaran. Pemasaran adalah elemen utama dalam meningkatkan nilai penjualan/penghasilan jasa dan perlu tambahkan bahwa pemasaran tidak hanya diarahkan dalam menunjang kegiatan penjualan/operasional jasa, guna dapat memperoleh laba yang optimal, tetapi juga dibutuhkan kegiatan promosi. Peranan promosi adalah aspek yang berperan dalam kegiatan pemasaran. Karena kegiatan pemasaran berkaitan dengan memperkenalkan suatu barang atau jasa kepada konsumen. Sebab meskipun perusahaan PT JNE (Jalur Nugraha Ekakurir)Cab Makassar , telah mampu beroperasi dan bersaing dalam ekspedisi pengiriman barang
yang lain, tetapi jika calon pengguna jasa lainnya tidak mengetahui keberadaan perusahaan ini, itu sama halnya dengan mematikan potensi keuntungan yang mampu diperoleh perusahaan.
Adapun upaya yang ditempuh oleh PT. JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) Cab.Makassar dalam mengoptimalkan laba adalah sebagai berikut:
1. Ditinjau dari kegiatan promosi.
a. Melakukan promosi dengan memperkenalkan produk jasa melalui media cetak dan elektronik lokal.
b. Melalui brosu-brosur yang disebar oleh pihak perusahaan di berbagai lokasi pemukiman masyarakat.
c. Melakukan promosi dengan mengadakan seminar dan presentasi tentang produk jasa perusahaan dengan calon-calon mitra yang diharapkan menjalin kerjasama untuk kedepannya sehingga mampu memperoleh keuntungan antar kedua belah pihak.
2. Ditinjau dari upaya peningkatan penghasilan.
a. Dalam penentuan tarif jasa pengiriman barang perusahaan harus mampu melihat potensi pasar, salah satunya adalah kebijakan perusahaan menentukan tarif agar tarif yang dikenakan perusahaan tidak terlalu tinggi kepada konsumen dan juga perusahaan harus lebih mengendalikan biaya yang dikeluarkan agar dapat memaksimalkan laba yang akan diperoleh.
b. Memperluas daerah tujuan pengiriman barang dengan kata lain menambah agen di beberapa kota yang memiliki prospek kedepan yang baik sehingga dapat meningkatkan jumlah konsumen yang pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan penghasilan perusahaan.
84
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan hasil analisis pada bab sebelumnya maka dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. PT.JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) Cab.Makassar Melakukan Penetapan Tarif Jasa Pelayanan Pengiriman Barang Berdasarkan Layanan yang digunakan, Jauh kota Tujuan, Serta Berat Barang yang dikirim.
2. Dari hasil perhitungan margin kontribusi dapat ditarik kesimpulan bahwa tarif jasa pelayanan pengiriman barang pda PT.JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) Cab.Makassar sudah cukup memadai dalam mengoptimalkan laba, dapat di lihat dari hasil margin kontribusi dari bulan januari sampai desember terus mengalami peningkatan, di bulan januari menghasilkan sebanyak Rp.80.145.372 yang terus meningkat hingga bulan desember mencapai Rp.266.146.459. sehingga menghasilkan total margin kontribusi sebesar Rp.1.856.971.831 selama periode 2014.
3. Berdasarkan hasil penelitian dari penghasilan jasa pengiriman barang hampir setiap bulannya penghasilan jasa rata-rata sekitar Rp.154.747.271 per bulannya, sedangkan rata-rata biaya yang dikeluarkan perusahaan sekitar Rp.64.396.269 per bulan. Sehingga dapat dilihat bahwa perbandingan laba yang dihasilkan dengan biaya
yang dikeluarkan cukup signifikan untuk menghasilkan laba yang optimal pada PT.JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) Cab.Makassar.
B. Saran
Dalam usaha untuk mencapai sasaran yang diinginkan khususnya dalam optimalisasi laba perusahaan, disamping memperhatikan hal-hal yang akan terjadi baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Dalam hal ini penulis memberikan saran-saran bagi pihak perusahaan sebagai bahan pertimbangan yaitu sebagai berikut:
1. Agar kelangsungan hidup perusahaan dapat dipertahankan maka pimpinan perusahaan perlu dengan cermat dan teliti mempelajari situasi dan kondisi yan sedang terjadi sesuai pangsa pasar maupun keinginan para pengguna jasa, seperti memperhitungkan penentuan tarif jasa pengiriman barang agar pengguna jasa tertarik maupun biaya- biaya yang dikeluarkan perusahaan harus bisa dikendalikan agar perusahaan mampu memperoleh laba yang optimal.
2. Agar nilai penjualan jasa dapat meningkat secara terus-menerus, hendaknya perusahaan dapat terus menjaga hubungan baik dengan para mitra kerja sehingga masing-masing perusahaan diharapkan dapat memperoleh keuntungan yang ingin di capai.
3. Dalam memperluas jaringan pemasaran, hendaknya perusahaan tidak terpaku pada sistem yang telah ada. Bagian pemasaran perlu memikirkan daerah-daerah yang baru untuk sasaran pemasaran atau
peningkatan jumlah pengguna jasa di daerah-daerah yang dianggap mempunyai prospek untuk maju dan berkembang.
4. Ada baiknya perusahaan tidak tergantung pada agen-agen yang sudah ada tetapi berusaha membuka sub-sub agen baru di daerah yang secara geografis mudah dijangkau perusahaan dan potensial untuk berkembang di masa depan. Hal ini untuk mempermudah masyarakat yang ingin menggunakan jasa perusahaan sekaligus sebagai bahan promosi di daerah baru yang tak lain bertujuan untuk menarik konsumen/pengguna jasa dan pada akhirnya meningkatkan nilai keuntungan perusahaan di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku Cetak:
Drs.Jumingan.SE,MM,M.Si 2006. Analisis Laporan keuangan. Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta.
Fandy Tjiptono, 2009, Strategi Pemasaran Jasa. Yogyakart: Penerbit CV.Andi.
Garrison, Ray H. Noreen, Eric W & Brewer, Peter C. 2006. Akuntansi Manajerial Edisi 1 Cetakan Pertama. Jakarta: Salemba Empat
H.Ibrahim Hafid, 2010,Manajemen keuangan perusahaan, Penerbit pustaka refleksi, jakarta.
Irham Fahmi, 2011, Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Irham Fahmi, 2013. Pengantar Manajemen Keuangan, Penerbit Alfabeta, Bandung.
Kotler, Philip, 2001. Perhimpunan Jasa Perniagaan. Edisi Pertama, Cetakan keduabelas. Jakarta: Salemba Empat.
Kamaruddin Ahmad.2011.Akuntansi Manajemen. penerbit PT.RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Munawir, 2004. Analisa Laporan Keuangan. Edisi keempat, Yogyakarta. Penerbit Liberty.
Poerwadarminto, 2001. Pelayanan Jasa Pelabuhan, Penerbit Mandar Maju, Bandung.
Rambat Lupiyoadi. 2013. Manajemen Pemasaran Jasa. Edisi 3.
Jakarta : Salemba empat.
Warsono, 2003, Dasar-dasar Perpajakan. Edisi ketujuh, Jakarta: Pustaka jaya.
Yunus, M,2001. Administrasi Modern, Cetakan ke-1. Jakarta: CV. Titik Terang.
Sumber Skripsi:
Rustiani, 2006, Optimalisasi Distribusi Sarimi PT Sari Indo Prakarsa Di Wilayah Bogor Dan Depok, Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sultan Andi syarif. 2013. Analisis tarif jasa pelayanan pengiriman barang melalui laut terhadap optimalisasi laba pada CV.Sukses mandiri makassar. Skripsi pada fakultas ekonomi,Universitas muhammadiyah makassar.
Sumber internet:
http://eprints.undip.ac.id/35758/1/ADI.pdf (Sabtu, Tanggal 17 Januari 2015,Waktu 14.16)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/djom/article/view/pdf (Sabtu, Tanggal 17 Januari 2015,Waktu 14.16)