• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. GAMBARAN UMUM

Pasar sentral dompu yaitu wadah untuk melakukan transaksi jual beli yang menjual berbagai macam jualan yang menjadi kebutuhan masyarakat antara lain dagangan tekstil berupa sarung, pakaian, sandal atau sepatu dan juga menjual berbagai macam sembako antara lain ikan, sayuran, buah-buahan beras penelitian minyak tepung dan lain-lain serta menjual barang campuran lainnya. Pasar umum dompu mulai dibuka pada jam 06.00 wita sampai dengan pukul 19.00 wita.

Pasar sentral dompu mulai dibangun pada tahun 1960 dengan luas kira-kira 40.000 m2, tanah yang terletak dipasar tersebut merukan hak miliki pemerintah dompu dan salah satu pasar yang ada dikabupaten dompu.

Pasar sentral kabupaten dompu berbatasan dengan sudut yang bisa dilihat dari empat sisi antara lain timur, utama selatan dan barat antara lain :

a. Bagian Utara berbatasan dengan Jl. Akasia Bali I b. Bagian timur berbatasan dengan Jl. Cakalang

c. Bagian selatanberbatasan dengan Jl. Lintas Sumbawa d. Bagian baratberbatasan dengan Jl. Mawa Adi

49

50

2. Visi dan Misi Pasar Sentral Dompu a. Visi Pasar Sentral Dompu

Agar terwujudnya pasar yang bersih, indah nyaman dan aman pada saat melakukan transaksi jual beli oleh asyarakat secara umum.

b. Misi Pasar Sentral Dompu

1) Untuk meningkatkan pelaanan terhadap pembeli

2) Untuk meningkatkan kesejahteraan serta menungkatkan pendapatan penjual

3) Untuk melakukan pembinaan serta penataan perdagangan 4) Untuk meningkatkan kebersihan lingkungan pasar serta

kemanan dan ketertiban

5) Untuk meningkatkan pendapatan wilayah khususnya ada bagian pasar

3. Struktur Organisasi Pasar Sentral Dompu

Susunan organisasi pasar sentral dompu mebentuk oraganisasi yang memiliki wewenang serta bertanggungjawab agar terlaksananya tujuan pada saat melakukan pengarahan, serta berkoordinasi dan pengendalian diberbagai aktivitas pada yang lebih rendah.

Susunan perkumpulan pasar sentral dompu bisa diperhatikan pada bagan berikut :

51

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Sumber : Kantor Pasar Sentral Dompu

Gambar 4.1 di atas terlihat gambaran mengenai bagian-bagian perkumpulan pasar sentral dompu, fungsi mulai dari jabatan palingbatas yaitu kepala pasar sampai kebagan terbawah. Artnya bhawa kepala pasar memiliki serta tanggung jawab dan berwewenang lebih tinggi dibandingkan dengan bawahannya.

4. Tugas dan Tanggung Jawab Unit Pasar Sentral Dompu

Adapun tugas serta tanggung jawab masing-masing bagian yang bekerja dipasar antara lain sebagai berikut :

a. Kepala Pasar Sentral Dompu

1) Mementuk kepala bagian untuk mengatur tugas yang menyelenggrakan keuaangann, melaksanakan retribusi, menjaga keberishan serta ketertiban pasar.

2) Mengkoordinir pada saat melaksanakan kontribusi KEPALA UNIT PASAR

Pak Syamsuddin

SEKSI KEBERSIHAN DAN PENATAAN

Pak Kamal SEKSI KEAMANAN

DAN KETERTIBAN

 Puji

 Pak Ahmad

SEKSI RETRIBUSI/

PENAGIHAN

 Jafar

 Pak Awaluddin

 Buhri

KAUR Pak Usdi

52

mengelola pasar yag akan menjadi tanggung jawab.

3) Koordinasi melaksanakan tugas pada bagian karyawan, keuangan dan serta kelengkapan pasar.

4) Koordinasi melaksanakan atas segala bentuk pemungutan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan.

5) Menjadi pengawas pada saat tugas dlaksanakan untuk menertibkan wilayah pasar.

6) Mampu menjalankan amanah yang diberikan sebagai kepala pasar

b. Kaur

1) Membantu kepala pasar untuk membukukan segala bentuk pengutan baik secara perbulan ataupun biaya pasar lainnya.

2) Untuk membantu meregistrasi wajib retribusi bukuan karcis yang diterima oleh kolektor sebagai bentuk pertanggung jawaban

3) Untuk mmebuat daftar sewa sebagailods, membuat daftar pembukuan tunggakan serta melakukan penagih jika adanya penjual yang menunggak pembayaran.

4) Untuk membuat laporan bharian bulanan serta tahunan mengenai pendapat serta penyetoran retribusi.

c. Bagian Retribusi/Penagihan

1) Berfungsi untuk menagih pembayaran setiap hari dan setiap bulannya.

2) Pelaksanaan tugas serta fungsi yang diberikan oleh kepala unit

53

pasars

d. Bagian Keamanan dan Ketertiban

1) Agar terciptanya rasa aman serta ketertiban yang pernah dijalankan oleh pedagang dari pengnjung.

2) Agar terhindar dari pasar yang mengalami kejadian copet, rampok, aniayaan pemerasan dan adanya orang jahat.

3) Terhindarnyya pedagang darigangguan kebakaran ang dapat memusnahkan tempatusaha dan barang para pedagang

e. Bagian Kebersihan dan Penataan

1) Gar tercipatnya rasa nyaman dengan tempat penjuaan yang bersih dan tertib yang akan diarasakan baik pengunjung maupun penjual 2) Adana dibrikan te,pat pedagangkaki lima yang tidak melanggar

penjual, tempat dagang yang bersih dan rapi

3) Agar menciptakan lingkungan yang tertib dan rapu sehingga tempat nyaman untuk dilakukan aktivitas atau bagus dilihat.

5. Sarana dan Prasarana Pasar Sentral Dompu

Seagai suatu wadah “perkumpulan” individu yang berperan penting untuk pemenuhan kebutuhan pokok penduduk, yang paling utama yaitu sandang dan pangan, sehingga pasar tidak bisa lepas dari prasarana yang ada. Tanpa adanya sarana dan prasarana yang berfungsi sebagai pendukung makan aktivitas ada berada diwilayah pasar akan mengalami ketergangguan atau bahkan juga pasar tidak bisa dioperasikan dengan semestinya.

54

a. Tempat Berjualan :

1) Kios/lods petak luas 2x2 m, 4x4 m, dll 2) Jongko

3) Warung 4) Toko 5) Mini market

6) Dasaranterbuka dengan petak luas 1x2 m 7) Pedagangkaki lima

b. Tempat beribadah : Ada c. Parkir : Ada d. Reklame : Ada

e. TPS : Tidak ada

f. MCK : 5 buah ukuran 2 x 2 m sumber air berasal dari sumur bor

6. Jumlah dan Jenis Bisnis Pedagang Pasar Sentral Dompu

Dari data yang diperoleh peneliti jumlah di pasar Sentral Dompu sebagai berikut:

a. Kios/lods petak luas : 87 kios b. Jongko : 21 jongko

c. Warung : 15 warung d. Toko : 150 toko

e. Mini market : 4 mini market f. Dasaran terbuka : 7

g. Pedagang kaki lima : 200 tempat

55

Dari jumlah 200 pedagang kaki lima yaitu, pedagang buah, nasi goreng mie ayam, martabak terang bulan, sate soto, jam tangan, sol sepatu, es campur, nasi bungkus, tempe/tahu, pakaian, sembako, rempah-rempah, aksesoris, jamu seduh, kaset cd/vcd, hasil bumi/sayur, ikan, kue, lauk pauk jadi, bumbu masak jadi, kosmetik, dan masih banyak lagi pkl yang tidak peneliti memilih 10 pemberi informasi pada penelitian yang sudah mewakili kurang lebih 200 pedagang yang berjualan di pasar sentral dompu antara lain :

Tabel 4.1

Data Informan dan Jenis bisnis Pedagang di Pasar Sentral Dompu

No

Nama Pedagang

Jenis Dagangan

Jenis Kelamin

Lama Berdagang

1 Informan A Ikan Perempuan 45 Tahun

2 Informan B Es Campur Laki- laki 47 Tahun

3 Informan C Jam Tangan Laki- laki 40 Tahun

4 Informan D Buah- buahan Perempuan 45 Tahun

5 Informan E

Nasi bamboo, tape

Perempuan 35 Tahun

6 Informan F Sembako Perempuan 50 Tahun

7 Informan G

Rempah- rempah

Perempuan 60 Tahun

8 Informan H

Martabak Terang Bulan

Laki- laki 48 Tahun

56

9 Informan I

Mie Aam, Nasi Goreng

Laki- laki 50 Tahun

10 Informan J Pakaian Perempuan 40 Tahun

7. Permasalahan Pasar Sentral Dompu

Permaslahan yang dihadapkan pada Pasar Sentral Dompu antara lain permaslahan sosialekonomi pasar sentral dompu terdiri dari :

1) Persaingn yang kuat antar pedagang di wilayah pasar dan sekitarnya seringkali menyebabkan pedagang memperebutkan pembeli bahkan pedagang masing-masing punya trik menarik pelanggan meskipun kadang bertentangan dengan etika bisnis Islam.

2) Bergesernya kebiasaan hidup masyarakat kearah selera dan menuntut ang leih modern yang umunya disediakan oleh pusat perbelanjaan modern seperti mini market atau belanja online yang sekarang sedang marak mengakibatkan omset menurun

3) Menuntut pembeli terhadap kebutuhan yang mengamankan terutama keamanan kendaraan di parkiran.

4) Masyarakat yang memiliki pemahaman pada pembeli serta penjual pasar untuk menertibkan dan aturan yang berlaku yang masih kurang.

8. Perilaku Pedagang Pasar Sentral Dompu

Sikap penjual yaitu suatu perilaku atau tindakann individu pada saat melaksanakan penjualan. Pada penelitian ini, peneliti memilih 10 pemberi infromasi dari penjual yang berjualan dipasar sentral dompu.

57

Berikut ini yaitu pemaparan mengenai sikap penjual antara lain : a. Prinsip Tauhid (Unity)

Pada pembahasan ini bahwa individu harus benar tunduk, tat serta patuh dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.

Akan tetapi, pada gagasan ini juga memperhatiakn eksisten individu sebagai makhluk yang saling ketergangtungan dengan manusia lainnya serta satu kesatuan yang diikat dengan taat kepada Allah SWT. (Arifin, 2009) Taat serta wujud kepada Allah dapat kita ketahui dari 10 Informan pedagang Kaki Lima yang meliputi pedagang ikan, es campur, jam tangan, buah-buahan, nasi bambu/tape, sembako, rempah-rempah, martabak/terang bulan, mie ayam/nasi goreng, pakaian. Hal ini yang dilaksanakan oleh responden B yaitu penjual sayuran bentuk taat kepada Allah SWT dengan melakukan sholat tepat waktu serta bersedekah. Responden B menjelaskan bahwa :

Saya yakin dengan keluarkan uang untuk sedekah sehingga rezeki saya akan bertambah, saya bersedekah saya tidak akan rugi.

Dari 10 pemberi informasi masih banyak responden penjual kakilima yang lalai pada saat melaksanakan sholat dengan tepat waktu, bahkan ada juga penjual yang tidak sholat. Sama seperti yang dilaksanakan oleh Pemberi informasi dengan inisial J sebagai penjual kain yaitu :

Kalau ada yang belanja saya lebih pentingkan layani pembeli apabila saya mendengar suara adzan, akan tetapi setelah selesai melayani semua pembeli saya akan segera mengerjakan sholat.

Jawaban serupa juga disampaikan oleh pemberi informasi Contoh sebagai pedagang jam tangan, responden mengatakan bahwa :

58

Saya lebih pentingkan pembeli dari pada sholat. Jadi saya mendapatkan keduanya yaitu profit dunia dan profit ankherat.

Berdasarkan pendapat peneliti bahwa tingkahlaku yang ditunjukan pemberi informasi C tidak sesuai, harusnya bahwa pemberian informasi C harus mengerjakan sholat terlebih dahulu dibandingkan dengan ylayani pasien. Tingkahlaku yang dikerjakan oleh dua informasi tersebut masuk kedalam golongan yang lain terhadap sholat yang walau kedua pemberi informasi ini selalu mengerjakan sholat.

b. Prinsip Keseimbangan (keadilan/equilibrium

Tingkah laku keseimbangan atau bersikap adil yang dilaksanakan oleh 10 informasi, tingkahlaku keseimbangan dan keadilan agar terwujudnya penjual yang adil dalam takar menakar maupun timbang menimbang. Malam melakukan timbang menimbang atau takar menakar harus berlandaskan kejujuran. Akan tetapi takaran setiap individu itu berbeda-beda. Hal ini yang didapatkan pada responden penelitian F pedagang sembako dan responden G pegadang rempah-rempah dan penjual ayam/ nasi gorenh, penjual artikan bahwa adil yaitu melayani pembeli yang datang lebih duluan.

Tingkahlaku yang seimbang juga dilaksanakan oleh penjual yakni menyembunyikam produk yang cacat dengan niatan akan menawarkan barang tersebut kepada calon pembeli. 9 dari 10 responden memberikan keterangan terkait dengan spesifikasi produk yang akan di

59

calon pembeli. Sembilan informan memebri tahu tentang spesifikasi dari barang yang akan dijual kepada pembeli agar pembeli tidak merasa kecewa dengan pilihan barang yang dibeli. Sedangkan Informan A pedagang ikan seringkali menyembunyikan cacat barang yaitu ikan ang sudah tidak segar namun kelihatan masih bagus karena sudah diawetkan sehingga pembeli banak ang terkecoh untuk membelinya karena porsinya yang lebih banyak dari ikan – ikan lain di sekitarnya.

c. Prinsip Kehendak Bebas (ikktiar/ free Will

Prinsip kehendak bebas yang diwujudkan 10 informan dengan memberikan kebebasan penjual lain untuk berjualan di dekatnya serta tidak memberikan harga dibawah harga standar untuk menarik pembeli. Sebagaimana ang dilakukan juga oleh Informan D pedagang buah- buahan, beliau memberikan kebebasan penjual lain untuk berjualan di dekatnya dan dalam menetapkan harga sesuai dengan harga di pasaran. Seperti yang dikatakan beliau:

Jika teman saya menjual buah Rp 40. 000 per kg, maka saya akan mengikuti harga tersebut. Saya percaa bahwa rezeki yang akan saya dapatkan sudah diatur oleh Allah SWT tanpa harus merugikan pedagang lain

Untuk Informan E pedagang nasi bambua/tape beliau mengatakan:

Saya pernah menjual dengan menambahkan porsi dagangan lebih banyak dari pedagang lain dengan harga sama karena barang dagangannya cepat basi.

Selain contoh diatas, prinsip kehendak bebas diartikan sebagai tidak memaksa pembeli. Sebagian besar dari Informan pedagang memberi kebebasan kepada pembeli untuk mendapatkan barang atau jasa

60

sesuai dengan selera dan memberikan informasi ang cukup mengenai harga dan kondisi barang. Seperti yang dilakukan oleh Informan F pedagang sembako, beliau mengatakan bahwa :

Saya selalu memebritahukan kepada pembeli tentang harga beras yang saya jual dan memberitahu kualitas beras. Saya memberikan hak kepada pembeli dan menghormati semua keputusan pembeli, jika pembeli tidak mau membeli.

d. Prinsip Pertanggung Jawaban (responsibility)

Prinsip pertanggung jawaban yang dilakukan oleh 10 Informan dala hal pemenuhan janji dengan pembeli. Dalam hal pemenuhan janji para informan memastikan kepada pembeli jumlah barang yang dipesan dan waktu perjanjian. Sebagaimana ang dikataakan Informan I pedagang Mie ayam/Nasi goring dan Innforman H pedagang Martabak/terang bulan bahwa :

Ketika ada pesanan saya berusaha untuk melayani dengan cepat sehingga pelanggan tidak menunggu lama dan kecewa. Itu adalah bentuk rasa tanggung jawab saya sebagai penjual untuk menjaga kenyamanan pelanggan.

Dalam pemenuhan dari 10 informan ada yang tidak menepati janji. Adapun ketidaktepatan janji ang dilkukan oleh Informan E alat kosmetik berupa ketidaktepatan waktu yang dijanjikan kepada konsumen karena stok barang dagangannya habis.

Selain itu, bentuk perilaku tanggung jawab juga diwujudkan dengan tanggung jawab atas kualitas barang yang dijual. Seperti yang dikatakan oleh Informan E pedagang alat konsmetik mengatakan bahwa:

Jika ada barang dagangan saya yang dibeli oleh pembeli ada cacat, maka saya akan menggantikan keesokan harinya dengan

61

yang baru.

e. Prinsip Ihsan

Prinsip ihsan dilaksanakan dengan kemurahan hati yait dengan memebrikan tenggang waktu pembaaran jika pembeli belum dapat membayar kekurangan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Informan F pedagang sembako mengatakan bahwa :

Saya memberi tangguhan waktu apabila pembeli tidak dapat memaar secara tunai. Saya percaya kepada pembeli bahwa pembeli akan membayarnya. Tetapi dalam memberikan tangguhan saya memilih orang yang saa percaa dan melihat karakter pembeli seperti pemeli yang sudah menjadi langganan saya.

Prinsip ihsan dilaksanakan dengan motif pelayanan yang diaplikasikan dalam bentuk memberikan bonus kepada pembeli. Seperti yang dilakukan oleh Informan D pedagang buah- buahan dan Informan B pedagang es campur, beliau mengatakan bahwa :

Saya memberikan bonus/ tambahan barang ketika pembeli membeli barang dengan jumlah banyak. Motif saya memberikan bonus hanya untuk sebagai ungkapan terimakasih dan semata- mata untuk memberi manfaat.

Lain hal yang dilakukan Informan J pedagang pakaian, beliau mengatakan bahwa :

saya memberikan diskon harga ketika pembeli membeli dalam jumlah banyak. Saya memberikan bonus Cuma- Cuma sebagai ungkapan terimakasih kepada pembeli karena telah membeli dengan jumlah yang banyak.

Sikap kebaikan dalam bisnis dapat diartikan dan ditunjukkan

62

para pedagang dengan sikap keramahan kepada calon pembeli.

Dalam melayani pembeli pedagang dituntut untuk memerikan pelayanan yang baik, demi mewujudkan kepuasan terhadap pembeli.

Bentuk pelayanan yang baik dengan bersikap ramah kepada calon pembeli. Dengan bersikap ramah, calon pembeli tak segan- segan untuk sekedar mampir bahkan akan memebli barang dagangan ang ditawarkan oleh pedagang. Akan tetapi, sikap yang ditunjukkan para pedagang berbeda- beda ketika melayani pembeli yang suka marah atau membanding- bandingkan harga.

B. Pemahaman Pedagang kaki Lima di Pasar Sentral Dompu Mengenai

Dokumen terkait