4.1 Sejarah Desa Bababulo
Sejarah dahulu Desa Bababulo berada dalam wilayah Kerajaan Pamboang salah satu kerajaan di wilayah mandar yang dipimpin langsung oleh Pabicara Bonde selaku anggota tokoh adat kerajaan dan berada satu wilayah dengan Desa Bababulo terbilang maju disbanding dengan Desa-desa di sekitarnya akibat asimilasi budaya yang kian cepat serta pengalaman penduduknya yang kebanyakan adalah pelaut berlayar ke berbagai wilayah di Nusantara seperti Ternate, Ambon bahkan sampai ke Singapura salah satu buktinya adalah banyaknya warga Desa yang mempunyai garis keturunan diwilayah tersebut serta adanya beberapa pulau di Kalimantan, Jawa Timur, serta diberbagai pulau terluar Indonesia.Bahkan Bonde (Sekarang Bababulo) merupakan Sejarah Pendaratan Pejuang Mandar Ammana Wewang setelah diasingkan di Walitung (Belitung) pada tahun 1947.
Seiring dengan perkembangan ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni yang selanjutnya disebut dengan IPTEKS, serta adanya pergeseran paradigm pembangunan yang mana persaingan global semakin nyata di depan mata, dan hal tersebut sejarah dengan kebutuhan manusia atau masyarakat semakin banyak, maka terlahirlah inisiatif pemekaran desa menjadi dua Desa yaitu Desa Bababulo dan Desa Bababulo Utara.
Pemekaran Desa Bababulo menjadi 2 Desa ini dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2010 yang menjadikan Desa Bababulo lebih sempit
yang dulunya terdiri dari Dusun Rawang, Dusun Bababulo, Dusun Saleppa, Dusun Kampung Baru dan kini menjadi Dusun Rawang, Dusun Porendeang, Dusun Bababulo, dan Dusun Bonde Talawar. Namun pemekaran desa Bababulo menjadi sebuah yang lebih sempit, tidaklah mengubah identitas Desa Bababulo sebagai Bababulo Induk yang merupakan sejarah pendaratan pejuang Mandar Ammana Wewang. Hal ini disebabkan karena tempat bersejarah dari daerah ini masih tetap menjadi bagian dari Wilayah Desa Bababulo, tempatnya di Dusun Bonde Talawar.
Desa Bababulo yang terdiri dari 4 dusun mengalami cukup kendala dalam proses pemerataan pembangunan, sehingga dalam perjalanannya pemerintah Desa Bababulo masih tergolong Desa berkembang. Berikut adalah para Kepala Desa yang pernah memimpin Desa Bababulo dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3.Nama-Nama Demang/Kepala Desa dari masa ke masa sebelum dan sesudah Berdirinya Desa Bababulo
No. Nama Kepala Desa Periode Keterangan
1. H. AM. Makmur 1983 s/d 1987 Masa Kerja 5 Tahun 2. Muh. Arif Abduh 1987 s/d 1989 Masa Kerja 2 Tahun 3. Alimuddin Palewangi 1989 s/d 2007 Masa Kerja 18 Tahun 4. Tamzil Haeruddin 2007 s/d 2010 Masa Kerja 2 Tahun
5. Taufik 2010 s/d 2011 Masa Kerja 1 Tahun
6. Muchdiar 2011 s/d 2017 Masa Kerja 6 Tahun
7. Taufik, S.IP 2017 s/d 2020 Masa Kerja 2,4 Tahun 8. Albar Mustar, S. Sos. M.Si 2020 s/d 2021 Masa Kerja 1 Tahun 9. Muh. Arzil A. Palewangi 2021 s/d 2023 Sekarang Sumber : Desa Bababulo, 2022.
4.2 Letak Geografis
Desa Bababulo adalah salah satu Desa yang berada di Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene yang berjarak -+ 7 km dari Ibu Kota Kecamatan Pamboang.
Desa Bababulo adalah daerah pedesan yang berada di pesisir pantai barat Sulawesi, dengan mayoritas penduduknya adalah Pelaut/nelayan dan petani, hiduplah sekelompok masyarakat rukun dan damai meskipun kehidupan penduduk dalam kehidupan sederhana, orang menyebutnya Desa Bababulo yang merupakan pemerintahan dari Desa Bonde pada tahun Tahun 1983 kondisi geografisnya berada ditepi pantai selat Makassar. Desa Bababulo Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene, terdiri dari empat dusun yaitu Dusun Bonde Talawar, Dusun Bababulo, Dusun Porendeang, dan Dusun Rawang.
Luas Desa Bababulo sekitar 1,94 Km2 dengan Luas tanah pemukiman 18 ha/m2, tanah kering 17 ha/m2, tanah perkebunan 259 ha/m2, dan Tanah Hutan 115 ha/m2. Luas Wilayah Desa Bababulo berada pada titik koordinat antara 03030120”- 03031’30” Lintang Selatan dan antara 118053’55”-118055’00”
Bujur Timur dengan Batas sebagai berikut:
a. Sebelah Utara : Desa Bababulo Utara b. Sebelah Selatan : Desa Bonde Utara c. Sebelah Barat : Selat Makassar
d. Sebelah Timur : Desa Buttu Pamboang
Desa Bababulo secara umum beriklim tropis. Ada dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan, sehingga sangat berpengaruh pada
pendapatan penduduk khususnya nelayan dan petani. Iklim tropis dengan rata- rata curah hujan 1,6/456,4 Mm, jumlah bulan hujan 6 bulan, suhu rata-rata 27 s/d 300C, kelembaban udara 73-820C, dan ketinggian 3 Mdpl.
4.3 Kondisi Demografis
Penduduk Desa Bababulo Tahun 2022 (sumber data) + 1.863 Jiwa.
Terdiri dari laki-laki 927 Jiwa sedangkan perempuan 936 Jiwa. Seluruh penduduk Desa Bababulo terhimpun dalam keluarga (rumah tangga) dengan jumlah sebanyak 437 KK. Untuk lebih jelasnya jumlah penduduk Desa Bababulo Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene.
Tabel 4.Jumlah Penduduk berdasarkan jenis kelamin
No. Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)
1. Laki-Laki 927 49,76
2. Perempuan 936 50,24
Total 1.863 100
Sumber : Desa Bababulo, 2022.
Tabel 4 menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Desa Bababulo Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene yang memiliki jenis kelamin tertinggi yaitu perempuan sebanyak 936 jiwa dengan 50,24%.
Tabel 5.Jumlah Penduduk berdasarkan umur
No. Umur (tahun) Jumlah (orang) Persentase (%)
1. 4-17 728 39,07
2. 18-29 450 24,16
3. 30-41 236 12,67
4. 42-54 229 12,30
5. 55-70 220 11,80
Total 1.863 100
Sumber : Desa Bababulo, 2022.
Tabel 5 diatas menunjukkan bahwa jumlah umur penduduk tertinggi adalah dari umur 4-17 yaitu 728 orang dengan 39,07% sedangkan jumlah umur penduduk terendah adalah dari umur 55-70 yaitu 220 dengan 11,80%.
Tabel 6.Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan
No. Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%)
1. SD/sederajat 658 47,51
2. SMP/sederajat 261 18,85
3. SMA/sederajat 297 21,45
4. Diploma 44 3,17
5. Sarjana (S1-S2) 125 9,02
Total 1.385 100
Sumber : Desa Bababulo, 2022.
Tabel 6 menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Desa Bababulo Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi didominasi oleh SD/sederajat sebanyak 658 orang dengan 47,51%.
Adapun jumlah penduduk berdasarkan pekerjaan/mata pencaharian di Desa Bababulo Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene dapat dilihat pada Tabel 7 berikut:
Tabel 7.Jumlah Penduduk berdasarkan Pekerjaan/Mata Pencaharian
No. Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase (%)
1. Petani 174 9,35
2. Pedagang/wiraswasta 114 6,11
3. PNS/TNI/POLRI 63 3,39
4. Karyawan Perusahaan Swasta 8 0,42
5. Nelayan 894 47,99
6. Tenaga Kontrak/Sukarela 45 2,42
7. Buruh/Tenaga lepas 21 1,12
8. Pensiunan 10 0,53
9. Belum/tidak bekerja 534 28,67
Total 1.863 100
Sumber: Desa Bababulo, 2022.
Tabel 7 menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Desa Bababulo Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene berdasarkan pekerjaan/mata
pencaharian, dominan penduduk bekerja sebagai nelayan adalah sebanyak 894 orang yaitu 47,99% dari jumlah keseluruhan penduduk adalah sebanyak 1.863 orang.
4.4 Kondisi Pertanian
Penduduk Desa Bababulo mayoritas bekerja sebagai nelayan.
Disamping sebagai nelayan yang aktivitasnya dapat dikatakan seharian berada dilaut namun setelah dari menangkap ikan, masyarakat Desa Bababulo juga menyempatkan diri di waktu sore hari untuk bertani atau berkebun. Di sektor Pertanian dan Perkebunan, Masyarakat Desa Bababulo kebanyakan menanam kelapa, pisang, dan ubi. Adapun cabai, jagung, dan bawang merah merupakan tanaman musiman yang sebagian kecil masyarakat melakukan penanaman.
Hasil dari Sektor Pertanian dan Perkebunan ini dijadikan peluang oleh sebagian warga Desa Bababulo untuk kebutuhan pribadi dan sebagai mata pencaharian. Yang mana hasil panen dari pisang, kelapa sering dibawah ke pasar-pasar untuk dijual, adapun sebagian kecil dari hasil panen ubi kayu biasanya masyarakat desa menjadikannya olahan bisnis kuliner suku Mandar yaitu jepa.
Produk unggulan tanaman perkebunan di Desa Bababulo Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene adalah kelapa.