E. Dampak Pengangguran di Jakarta terhadap Penyimpangan Gaya Hidup
1) Garis Besar Isi LKS (GBI LKS) dan Jabatan Isi LKS (JI LKS)
Langkah penyusunannya sama seperti modul, hanya terdapat langkah menentukan pengalaman belajar sesuai dengan analisis tugas yang harus dilakukan siswa pada kegiatan inti dan bentuk evaluasinya. Tugas dan tagihan siswa dapat menentukan isi LKS.
Contoh : GBI LKS
Mata Pelajaran : ...
Kelas / Semester : ...
Standar Kompetensi : ...
...
Kompetensi
Dasar Indikator Materi Pokok dan Sub Materi
Pengalaman
Belajar Metode Media Waktu Evaluasi Sumber Pustaka 1.
1.1 1.2
1.
1.1 1.2
Mengamati ciri-ciri makhluk hidup di lingkungan sekolah
Penugasan LKS 30
menit Laporan pengamat an
Berdasarkan GBI LKS kemudian disusun jabaran isi LKS dengan menguraikan isi dari komponen pengalaman belajar dan evaluasi. Format JI LKS disusun dalam bentuk matriks. Komponen yang dikembangkan identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar (uraian) dan evaluasi (uraian). Anda dapat memeriksa kembali perangkat pembelajaran RPP yang telah Anda buat.
PSG Rayon 1 24 Universitas Negeri Makassar
Contoh : JI LKS
Mata Pelajaran : ...
Kelas / Semester : ...
Standar Kompetens i : ...
...
No.
LKS Judul LKS Kompetensi Dasar
Materi Pokok dan Sub
Materi Pokok
Pengalaman
Belajar Uraian Evaluasi Uraian
1. Observasi ciri-ciri
makhluk hidup Mengamati ciri-ciri
makhluk hidup di lingkungan sekolah.
- Bahan, Alat
- Prosedur kerja Laporan
Pengamatan - Judul - Proses
Pengamatan - Hasil
Pengamatan - Kesimpulan 2) Pengembangan Isi LKS
Isi LKS dapat berbentuk tugas pengamatan, tugas memeriksa mesin, atau job sheet, tugas praktikum, tugas melakukan percobaan, tugas pendalaman pemahaman prinsip dan lain-lain.
Sistematika penyajiannya sama seperti modul terdiri dari tiga bagian yaitu awal, inti dan akhir. Karena tujuan pengembangan isi modul berbeda, maka tiap bagian dapat dikembangkan oleh guru sesuai dengan GBI LKS dan JBI LKS. Dengan demikian LKS disusun dalam bentuk unit-unit kecil yang berdiri sendiri agar mudah dipelajari.
Tahap pengembangan isi LKS dengan mengadopsi teori Sitepu, tentang sistematika modul, maka sistematik LKS adalah:
- Bagian awal identitas LKS, berisi judul LKS, standar kompetensi dan kompetensi dasar.
- Bagian inti LKS terdiri dari :
a) Pendahuluan berisi rangkuman materi, petunjuk belajar menyelesaikan tugas atau latihan.
b) Kegiatan belajar berisi tugas/latihan yang harus dikerjakan siswa.
c) Daftar pustaka berisi sumber dan bacaan yang dipergunakan.
- Bagian akhir berisi penutup LKS
LKS seperti tagihan yang terkait dengan isi tugas, lampiran.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian materi LKS (Suryadi, 2000, h. 21-22) yaitu:
a. Penyajian menekankan kebermaknaan dan manfaat bagi siswa. Kebermaknaan dan manfaat konsep pada suatu mata pelajaran akan senantiasa mengingatkan siswa kepada konsep yang telah ia pelajari sebelumnya saat siswa diperhadapkan pada suatu masalah. Hal ini dapat dimunculkan melalui penyajian dengan menggunakan konteks yang dekat dengan lingkungan siswa.
b. Mendorong siswa untuk melakukan evaluasi diri. Pada bagian evaluasi diri siswa dapat mengukur sendiri kemampuannya sehingga siswa dapat mengetahui kemajuan yang telah ia lakukan. Hal ini dapat dilihat dari tersedianya soal-soal latihan yang menguji pemahaman siswa secara menyeluruh sesuai dengan materi yang dibahas.
c. Penyajian dapat dipahami siswa. Penyajian secara psikologi dapat dipahami oleh siswa berdasarkan pada penggunaan ilustrasi atau gambar, grafik atau diagram yang jelas.
d. Penyajian mencerminkan alur berpikir logis. Hal ini dapat dilihat dari penyajian secara runtut.
Misalnya penyajian materi dimulai dari yang mudah menuju ke yang sulit.
e. Penyajian menarik perhatian siswa. Hal ini dapat dilihat melalui penyajian soal-soal berkaitan dengan pengetahuan yang dimiliki siswa dan dengan masalah kontekstual atau pengalaman sehari-hari siswa.
PSG Rayon 1 24 Universitas Negeri Makassar
Contoh : Rancangan LKS Observasi Bagian Awal
Judul LKS
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Bagian Inti
Pendahuluan : Rangkuman Materi Petunjuk belajar Kegiatan belajar : Alat dan bahan
Cara kerja
Pengamatan 1. ………..
2. ………
Penutup : Daftar Pustaka Bagian Akhir : Laporan
1. Proses Pengamatan 2. Hasil Pengamatan 3. Kesimpulan Contoh :
Petunjuk Belajar dalam LKS
Tulislah sebuah cerita pendek. Kamu dapat menuliskan sesuai gaya bahasa kamu masing- masing. Tulislah apa yang kamu pikirkan.
Contoh :
Kegiatan belajar dalam LKS
Coba jelaskan secara singkat pendapatmu tentang kondisi kepadatan penduduk Jakarta dengan masalah penyimpangan sosial ! Jawablah pada lembaran di bawah ini
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
Jika LKS dikembangkan dalam bentuk buku biasanya terintegrasi dengan buku pelajaran dan disebut buku kerja. Di lapangan, buku kerja pada bagian inti berisi tugas-tugas dan bagian akhir berisi evaluasi seperti tes formatif 1. Kreativitas pengembangan isi LKS oleh guru harus ditingkatkan dengan tetap memperhatikan kesesuaian dengan kurikulum (Silabus dan RPP).
PSG Rayon 1 24 Universitas Negeri Makassar
Di bawah ini contoh LKS dalam IPS Terintegrasi dalam tema Masalah Penyimpangan Sosial di Jakarta
Contoh :
Cover
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
IPS TERINTEGRASI
MASALAH PENYIMPANGAN SOSIAL DI JAKARTA
Atau
LOGO SEKOLAH
Disusun Oleh :
………..
SMP Negeri 1 Jakarta
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1000 Jakarta
2013
Modul Sederhana
PSG Rayon 1 24 Universitas Negeri Makassar
M o d u l
LATIHAN KERJA SISWA ( L K S ) IPS TERINTEGRASI
Kompetensi Dasar : 3.2. Mengidentifikasi berbagai usaha pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat.
1.2. Mendeskripsikan kondisi geografis dan penduduk
7.1. Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi serta peran pemerintah dalam upaya penanggulangan.
Indikator Pencapaian :
Setelah selesai kegiatan pembelajaran, siswa dapat :
Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan gaya hidup di Jakarta.
Mengidentifikasi upaya-upaya pencegahan penyimpangan gaya hidup di Jakarta.
Mengidentifikasi sikap terhadap penyimpangan gaya hidup di Jakarta.
Mengidentifikasi kondisi geografis terhadap pengangguran di Jakarta.
Mengidentifikasi dampak pengangguran di Jakarta terhadap gaya hidup di Jakarta.
Materi Pembelajaran :
Mengkaji faktor-faktor penyebab /akibat terjadinya penyimpangan gaya hidup di Jakarta.
Diskusi tentang upaya-upaya pencegahan penyimpangan gaya hidup di Jakarta.
Diskusi tentang sikap terhadap penyimpangan gaya hidup di Jakarta
Diskusi tentang kaitan kondisi kepadatan pendudukterhadap pengangguran di Jakarta.
Mendiskusikan dampak pengangguran di Jakarta terhadap penyimpangan sosial.
PENYIMPANGAN GAYA HIDUP DI JAKARTA RINGKASAN MATERI :
Seiring dengan masuknya era globalisasi saat ini, turut mengiringi budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Di zaman yang serba canggih ini, perkembangan kemutahiran tekhnologi tidak dibarengi dengan budaya-budaya asing positif yang masuk. Budaya asing masuk ke negeri kita secara bebas tanpa ada filterisasi. Pada umumnya masyarakat Indonesia terbuka dengan inovasi- inovasi yang hadir dalam kehidupannya, tetapi mereka belum bisa memilah mana yang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dan mana yang tidak sesuai dengan aturan serta norma yang berlaku di negara Republik Indonesia. Sehingga muncullah gaya hidup yang banyak menyimpang yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Khususnya di ibukota negara kita, yaitu di Jakarta. Penyimpangan gaya hidup merupakan penyimpangan sosial yang ada di kota Jakarta.