BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. General Perspektif (Keadaan Geografi/Geographical Condition)
Kabupaten Gowa merupakan salah satu kabupaten di bagian selatan Sulawesi Selatan yang berjarak kurang lebih 10 km dari Ibu kota Propinsi Sulawesi Selatan, terletak di antara 50 5’ - 5 0 34.7’ Lintang Selatan (LS) dan 120 33 19’-130 15 17’ Bujur Timur (BT), dengan batas-batas administrasi:
• Sebelah Utara/in the Northern side by : berbatasan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Maros
• Sebelah Timur/ in the Eastern side by : Berbatasan dengan Kab. Sinjai, Kab. Bulukumba dan Kab. Bantaeng
• Sebelah Barat/ in the Western side by : Kota Makassar dan Kabupaten Takalar
• Sebelah Selatan/ in the Southern side by : berbatasan dengan Kabupaten Takalar dan Kabupaten Jeneponto
2. Topografi
Topografi atau ketinggian tempat di Kabupaten Gowa cukup bervariasi antara 0 sampai diatas 1000 Wilayah Kabupaten Gowa sebagian besar merupakan daerah dataran tinggi yaitu sekitar 72,26 %. Ada 8 wilayah Kecamatan yang merupakan dataran tinggi yaitu Parangloe, Manuju, Tinggi Moncong, Tombolo Pao, Bungaya, Bontolempangan, Tompo Bulu dan Biring Bulu. Kondisi meter dari permukaan laut (mdpl).
Berdasarkan data kemiringan lereng yang diperoleh, Kabupaten Gowa memiliki kemiringan lereng yang bervariatif mulai dari daerah landai bergelombang dan sangat curam.Beberapa Wilayah Kecamatan dengan
kategori sangat curam adalah Kecamatan Parangloe, Tinggimoncong, Bungaya, Bontolempangan dan Tompobulu.Daerah Kabupaten Gowa memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) Jene’berang yang merupakan sungai terbesar di Kabupaten Gowa.
Dengan aliran sungai sepanjang 90 Km. Dan luas daerah aliran sungai sekitar 881 Km. Untuk memaksimalkan daerah aliran sungai Je’neberang maka dibuat DAM Bili-bili, yang berfungsi sebagai daerah penyalur aliran air sehingga pemanfaatan air sungai jeneberang dapat dioptimalkan dan dimaksimalkan untuk kebutuhan masyarakat. Daerah aliran sungai (DAS) lain adalah Je’netallasa, Pa’bundukang, Malino, Cadika, Pallappakang. Anak sungai-sungai ini berlanjut ke sungai yang akhirnya bermuara ke Samudra Indonesia ataupun selat Makassar.
C. Good Urban Governance: Study Pengembangan Industri Perumahan Di Kelurahan Parangbanoa Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa
1. Keberlanjutan
Keberlanjutan yakni kota-kota dalam pembangunan dan penataannya harus mampu menciptakan keseimbangan kebutuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan baik bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang. Dalam kaitan ini, pemerintah daerah harus memiliki visi strategis jangka panjang dalam rangka human development yang berkelanjutan demi terwujudnya kebaikan bersama. Dengan demikian, berarti dalam praktiknya untuk penerpan good urban governance, pemerintah suatu kota perlu memiliki
perencanaan jangka panjang terkait tata kota didaerahnya. Hal ini niasanya terwujud dalam bentuk rencana strategis.
Selain itu dalam penerapan aspek keberlanjutan ini, secara praktis perencanaan tersebut haruslah dikomunikan dengan stakeholder-stakehoder lain, sehingga pemerintah tidak hanya serta membuat tanpa ada komunikasi terlebih dahulu dengan pihak non-pemerintah. Lebih lanjut strategi perencanaan jangka panjang tersebut harus memuat aspek keberlanjutan lingkungan dan menjamin kegiatan ekonomi bagi masyarakat. Sehingga sesuai dengan harapan prinsip keberlanjutan dari good urban governance yang mana berupaya untuk meciptakan keseimbangan antara pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan suatu kota.
Kepala kelurahan memberikan penjelasan mengenai bagaimana keberlanjutan pembangunan industri perumahan dalam waktu kedepan, berikut komentarnya:
“…untuk saat ini sudah ada 12 perumahan khususnya di kelurahan parangbanoa, itu sudah termasuk banyak, jadi untuk keberlanjutannya kemungkinan tidak ditambah lagi perumahan yang ada di keluarahan parangbanoa, terkecuali yang sudah ada mungkin perluasan lahan saja”. (Hasil wawancara, MI, Kepala Lurah Parangbanoa, senin 06 Desember 2021, pukul 10:30 wita Kantor Kelurahan Parangbanoa).
Kurang lebih senada dengan informan diatas, menurut kepala Dinas perumahan, kawasan permukiman dan pertanahan yaitu:
“…jadi jangka panjang kedepan ini kami prioritaskan sekarang dibagian pattalassang, karna jumlah penduduk dari luar semakin meningkat, jadi khususnya kelurahan pagarangbanoa kemungkinan distop untuk penambahan masuknya perumahan baru karena sudah banyak”. (Hasil wawancara AS, Kepala Dinas perumahan, kawasan permukiman dan pertahanan, selasa 07 Desember 202, pukul 13:40 Wita di Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman Dan Pertahanan).
Dari Penjelasan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan, dan Kepala Kelurahan Parangbanoa diatas dapat disimpulkan bahwa untuk penambahan masuknya perumahan baru di kelurahan parangbanoa sudah tidak ada lagi.
Berbeda yang disampaikan oleh salah satu masyarakat kelurahan parangbanoa (AA), terkait keberlanjutan pembangunan industri perumahan dalam waktu kedepan.
“…kemungkinan pembangunan kedepan pasti sudah direncakan oleh pemerintah setempat khususnya di kelurahan parangbanoa, akan tetapi kalau dilanjutkan pasti jumlah penduduk semakin banyak dan lahan perkebunan dan persawahan bakalan terkikis”. (Hasil wawancara, AA, masyarakat Parangbanoa, kamis 9 desember 2021, pukul 15:30 Wita di rumah pribadi).
Dari penjelasan salah satu masyarakat kelurahan parangbanoa dapat disimpulkan bahwa pembangunan kedepan sudah direncanakan oleh pemerintah setempat.
Kepala kelurahan memberikan penjelasan mengenai bagaiamana tata kelola dalam hal pembangunan industri di parangbanoa.
“…soal tata kelola kami bekerjasama dengan dinas perumahan, kawasan pemukiman dan pertahanan serta pihak swasta, untuk tidak membani atau mengancam maupun merugikan masyarakat. Karena kedepan bakalan akan menjadi masalah, jadi yang ingin menjual tanahnya untuk dibanguni perumahan dipersilahkan sepanjang jual belinya sesuai peraturan yang berlaku. Disisi lain industri pembangunan yang ada di keluarahan parangbanoa meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada disekitar perumahan”. (Hasil wawancara, MI, kepala lurah Parangbanoa, senin 06 desembar 2021, pukul 10:30 Wita di Kantor Lurah Parangbanoa)
Dari penjelasan kepala lurah parangbanoa dapat disimpulkan bahwa tata kelola dikawasan pemukiman dan pertahanan serta pihak swasta, tidak membani atau mengancam maupun merugikan masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada disekitar perumahan.
Bagaimana tata kelola dalam hal pembagunan industri di parangbanoa.
“…Semua perumahan wajib memiliki dokumen Amdal atau UKP-UPL tergantungan luasanya, hal ini menunjukan bahwa dalam hal usaha perumahan haruslah disesuaikan dengan keadaan lingkungan dalam hal pembuatanya dan mempertimbangkanya dengan bentuk UKP-UPLnya sehingga ada rujukan proses pembuatan perumahanya yang berwawasan lingkungan. Namun dalam kenyataannya hal tersebut sering terabaikan, sehingga tidak berfungsi secara optimal dalam mendukung suksesnya pembuatan perumahan yang berwawasan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan perencanaan dan perancangan, serta pembangunan perumahan yang kontributif terhadap tujuan pelestarian lingkungan”. (Hasil Wawancara,AS , Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Selasa 07 desember 2021, Pukul 10:30 Wita di Kantor).
Dari penjelasan kepala pertanahan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Dan dapat disimpulkan bahwa Dinas terkait sudah mengupayakan agar tidak ada dampak yang dirasakan masyarakat sekitar, seperti halnya dampak terhadap lingkungan sekitar dan menurutnya semua wajib memiliki dokumen Amdal (analisis mengenani dampak lingkungan hidup) atau UKP-UPL (upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lngkungan) beradasarkan peraturan pemerintah No.27 tahun 2012, yang disesuaikan dengan keadaan lingkungan dalam hal pembuatannya dan mempertimbangkanya dengan bentuk UKP-UPLnya sehingga ada rujukan proses pembuatan perumahannya yang berwawasan lingkungan.
1. Desentralisasi
Desentralisasi dalam penerapan good urban governance menyangkut pemberian wewenang dari pemerintah pusat kepada daerah atau kota untuk melakukan penataan kota secara maksimal sesuai dengan kebutuhan daerah kota tersebut. Kota harus diberikan sumberdaya dan otonomi untuk memenuhi tanggung jawab dan wewenangnya dalam proses tata kelola kota.
Tidak hanya itu, prinsip desentralisasi dalam penerapan good urban governance juga mensyaratkan agar kota mampu memaksimalkan potensi masyarakat untuk secara aktif terlibat dalam tata kelola kota. Dengan kata lain, aspek ini juga mendukung adanya partisipasi masyarakat dalam kontek tata kelola kota.
Prinsip desentralisasi secara praktis mengupayakan adanya transfer kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah kota hingga dalam tataran atau level kelurahan, RW, dan RT. Relasi yang dilakukan dapat bersifat horisontal maupun vertikal, baik antara pemerintah pusat, pemerintah kota dan institusi di bawahnya atau stakeholder non pemerintah lainnya seperti pihak masyarakat dan swasta. Selain itu, agar tata kelola kota dapat maksimal tentunya pemerintah pusat perlu mendukung melalui transfer atau alokasi anggaran dan dukungan dalam aspek administratif dan teknis bagi tata kelola suatu kota.
Kepala Dinas Perumahan, kawasan pemukiman dan pertanahan (AS) Apakah pemerintah kab. Memberikan wewenang pembangunan perumahan.
“…Bisa dilihat trujukannya di PERDA Kabupaten Gowa No. 2 Tahun 2013, Tentang Prosedur Penyerahan Prasarana, Sarana dan utilitas
Umum Perumahan dari Pengembang Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa mengatakan Dalam melakukan pengawasan dan pengendalian bupati dapat melimpahkan wewenang kepada satuan kerja perangkat daerah”. (Hasil wawancara, AS, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Selasa 07 Desember 2021, pukul 10.30 Wita di kantor).
Dari penjelasan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan pengawasan dan pengendalian bupati dapat melimpahkan wewenang kepada satuan kerja perangkat daerah. Beradasarkan peraturan daerah Kabupaten Gowa No. 2 tahun 2013 .
Senada dengan pendapat diatas, menurut kepala lurah tentang apakah pemerintah kab. Memberikan wewenang pembagunan perumahan.
“Untuk wewenang dalam pengelolaan perumahan itu tergantung pak bupati, tapi tetap lurah mengetahui dan dapat juga diberikan wewenang dalam hal izin dan bekerjasama dengan pihak pengembang”. (Hasil wawancara, MI, Kepala Lurah Parangbanoa, Senin 06 Desember 2021, Pukul 10:40 Wita di Kantor Lurah Parangbanoa).
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk memberikan wewenang dalam tata kelola izin bekerjasama dengan pihak pengembang.
Penataan daerah tentang masalah pembangunan industri perumahan
“Selama ini kami tetap mengikuti arahan dari peraturan pemerintah kabupaten yang selama ini tetap dilakukan dan diterapkan, dan kalau ada instruksi dari bapak Bupati kami tetap mengikuti”. (Hasil wawancara, MI, Kepala Lurah Parangbanoa, Senin 06 Desember 2021, Pukul 10:40 Wita di Kantor Lurah Parangbanoa).
Menurut Kepala dinas perumahan, kawasan permukiman dan pertanahan Bagaimna penataan daerah anda tentang masalah pembagunan indiatri perumahan.
“Dari RP2KP yang telah disusun kemudian diturunkan ke dalam suatu
rencana operasional berupa Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan di Kawasan Strategis Kabupaten/Kota (RTBL KSK), dimana keduanya tetap mengacu pada strategi pengembangan kota yang sudah ada. RTBL KSK merupakan rencana aksi program strategis untuk penanganan permasalahan permukiman dan pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya pada kawasan prioritas”
(Hasil wawancara, AS, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Selasa 07 Desember 2021, Pukul 10.30 Wita di kantor).
Penulis dapat menyimpulkan bahwa rencana tata bangunan dan lingkungan di kawasan strategis kabupaten atau kota, mengacu pada strategi pengembangan kota yang sudah ada. Untuk penanganan permasalahan pemukiman dan pembangunan infrastruktur bidang cipta karya pada kawasan prioritas.
2. Keadilan
Keadilan dalam penerapan good urban governance mengacu pada keadilan bagi semua pihak untuk memperoleh dan mengakses manfaat dari pelaksanaan tata kelola kota. Kebermanfaatan fasilitas atau infrastruktur tata kelola kota tidak boleh bersifat dikriminatif dan dapat diakses baik oleh pria, wanita, anak, dan bahkan para penyandang difabel.
Good urban governance memandang setara kepada semua orang dalam pemberian standar kegidupan melalui penyediaan pangan, gizi, pendidikan, pekerjaan yang layakn, pelayanan kesehatan, tempat tinggal, air bersih, sanitasi, dan fasilitas lainnya. Dalam prinsip keadilan ini, kesetaraan bagi setiap masyarakat diberikan tidak hanya dalam aspek pemanfaatan fasilitas kota saja, namun juga keterlibatan dalam proses pembuatan
keputusan. Good urban governance sangat memperdulikan aspek kesetaraan gender dalam tata kelola kota.
Penjelasan penjelasan Kepala Lurah Parangbanoa (MI), tentang Bagaimna upaya dalam menjamin keadilan bagi semua pihak termasuk masyarakat sekitar serta dampak yang ditimbulkan dengan adanya industri perumahan tersebut:
“…Dalam menjamin rasa keadilan bagi masyarakat kembali pada adminstrasi yang pada awalnya harus terstruktur dan lengkap agar terjamin dari pihak lain mengklaim atas tanah dan bangunan dan saya rasa dampak negatifnta hanya sedikit dengan adanya perumahan ini malahan lebih banyak dampak positinya”. (Hasil wawancara. MI, Kepala Lurah Parangbanoa, Senin 06 Desember 2021, Pukul 10:40 Wita di kantor lurah parangbanoa).
Berbeda dengan yang disampaikan oleh salah satu masyarakat di Kelurahan Parangbanoa (AA).
“…Ada beberapa dampak yang terjadi semenjak adanya indutri perumahan ini ada beberapa petani disini yang kehilangan lahan perkebunanya, karena kita bisa lihat sendiri makin meluas perumahan disini kurang lebih 12 perumahan, dan saya berharap tidak meluasmi lagi pembangunanya supaya ada tersisa lahan perkebunan untuk masyarakat” (Hasil wawancara. AA, masyarakat Parangbanoa, kamis 9 desember 2021, pukul 15:30 Wita di rumah pribadi).
Dari hasil wanwancara diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa ada beberapa dampak yang terjadi dengan adanya industri perumahan tersebut yaitu sebagian masyarakat atau petani perkebunan kehilangan lahan yang selama ini menjadi sumber pendapatannya dimana dampak ini akan menghilangkan pekerjaan dibidang pertanian bagi petani, menghilangkan investasi pada infrastruktur pertanian.
3. Keamanan
Keamanan dalam tata kelola perkotaan merupakan upaya suatu kota menjamin dan menyediakan rasa aman bagi warga dari segala ancaman yang dapat menimbulkan rasa bahaya dan kehidupan yang tidak tentram bagi wrga kota. Oleh karena itu, kota-kota harus berjuang untuk merupaya menghindari dan mencegah konflik yang dapat terjadi dalam masyarakat, bencana alam, dan kejahatan yang mungkin dapat terjadi di suatu kota. Sehingga warga disuatu kota tidak hanya sebatas merasa aman namun juga merasa bahwa kota yang ditinggali telah menjamin kesejahteraan bagi warga.
Prinsip keamaan dalam tata kelola kota memiliki beberapa langkah konkrit yang perlu dilakukan oleh suatu kota. Kota-kota harus mampu menciptakan toleransi keberagamaan. Hal ini karena di setiap kota pasti terdiri atas beragam penduduk dengan berbagai latar belakang kultur atau budaya, sehingga perlu dijaga harmoni dan toleransi antar warga masyarakat.
Kota yang aman juga harus dapat mewujudkan kota yang aman dari kerentanan terhadap bencana alam maupun bencana yang diciptakan oleh manusia
Adapun dampak dalam hal keamanan akibat pengembangan industri perumahan di kelurahan parang banoa, dapat kita lihat dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan salah satu masyarakat kelurahan parang banoa.
“…semenjak perumahan ramai dibangun di daerah ini, tingkat kriminalitas menurun. Dulu daerah ini merupakan daerah rawan terjadinya tindak kekerasan, perampokan karna jalanan yang begitu gelap dan sangat sepi akan tetapi semenjak perumahan banyak dibangun maka secara berangsur kepadatan penduduk meningkat didaerah ini dan jalanan yang sebelumnya begitu sepi sekarang sudah
sangat ramai. Jadi ketika berbicara soal timbal balik keamanan dengan masyarakat dari pengembangan industri perumahan ini, maka saya bisa dikatakan kalau hal itu sangat berdampak positif”, ujar AA selaku masyarakat yang merasakan dampak positif dari pengembangan industri perumahan, kamis 9 desember 2021.
Dari hasil wawancara diatas, peneliti menarik kesimpulan bahwa semenjak industri perumahan dikembangkan di daerah ini, tingkat kriminalitas menurun drastis akibat jalanan yang begitu sepi sekarang sudah cukup ramai. Banyaknya dampak yang terjadi menimbulkan dampak langsung terhadap hilangnya lahan pertanian yang mempengaruhi produksi pertanian, dimana dampak ini akan menghilangkan pekerjaan dibidang pertanian bagi petani, menghilangkan investasi pada infrastruktur pertanian.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian kualitatif dengan Teknik observasi dan wawancara dimana Good Urban Governance: Study Pengembangan Industri perumahan di Kelurahan Paranngbanoa Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Keberlanjutan dalam proses keberlanjutan diperlukan upaya pengembangan perencanaan dan perancangan, serta pembangunan perumahan yang kontributif terhadap tujuan pelestarian lingkungan yaitu tidak memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar.
2. Desentralisasi rencana tata bangunan dan lingkungan di kawasan strategis kabupaten atau kota, mengacu pada strategi pengembangan kota yang sudah ada. Untuk penanganan permasalahan pemukiman dan pembangunan infrastruktur bidang cipta karya pada kawasan prioritas di kawasan kelurahan parangbanoa.
3. Keadilan untuk mengacu pada adanya rasa keadilan bagi semua pihak yang bersangkutan untuk mengelola industri perumahan dengan baik.
4. Keamanan semenjak industri perumahan dikembangkan di daerah ini, tingkat kriminalitas menurun drastis akibat jalanan yang begitu sepi sekarang sudah cukup ramai.
B. Saran
Berdasarkan hasil yang peneliti temukan berupa beberapa permasalahan yang belum terpecahkan, maka peneliti mengajukan beberapa saran. Saran-saran tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Pemerintah tetap menjalankan tupoksinya dalam pemerintahan dan tata kelola pemerintahan yang baik. dalam hal ini di kawasan industri perumahan di kelurahan parangbanoa.
2. Pemerintah harusnya sering berkoordinasi dengan masyarakat dan dinas terkait dalam menjalankan pemerintahanya.
3. Pihak industry perumahan tidak harus mengambil lahan yang cukup untuk pengembagan perumahan di Kelurahan Parangbanoa
DAFTAR PUSTAKA
Adhayanto, Oksep; Adiputra, Yudhanto Satyagraha. Dampak Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Terhadap Peraturan Daerah di Kabupaten Bintan Tahun 2015 (Studi Peralihan Kewenangan Dibidang Kelautan dan Pertambangan). Jurnal Selat, 2015, 2.2: 296-314.
Andryansyah Ramadhan, Andryansyah. Pengembangan Perumahan Di Kota Palopo Ditinjau Dari Etika Bisnis Islam. 2019. PhD Thesis. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo.
Akbar, M. R., dkk (2019). Good Urban Governance Dalam Pembangunan Ruko Bumi Tamalanrea Permai Di Kota Makassar. Jurnal MODERAT, Volume 5, Nomor 1. Website: https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/moderat. (Diakses pada tanggal 01 oktober 2021).
Aprillia Theresia dkk, Pembangunan Berbasis Masyarakat, Bandung, Alfabeta, 2014.
Ariyanto, 2015. Implementasi kebijakan rencana tata ruang wilayah dalam pengadaan ruang terbuka hijau di kota bima. Skripsi Program Ilmu Adminisrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Digdowiseiso, Teori pembangunan, Jakarta Selatan, (LPU-UNAS), 2019.
Riyadi, Bratakusumah,2004, “Perencanaan Pembangunan Daerah”, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
M. Tahir, 2015. Good Urban Governance: peran pemerintah dalam pembangunan wilayah kecamatan di kota Makassar. Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan Volume 8, Nomor 1, Januari 2015 (9-15). (Diakses pada Tanggal 09 oktober 2021).
Kurniawan, Rachmat. Perkembangan Perumahan Selama Kegiatan Industri Besar (Tahun 1976-2016) Studi Kasus: Kota Cilacap. 2017. PhD Thesis.
Universitas Gadjah Mada.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV
Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.
Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
Sari, Y., dkk (2021). Studi Perkembangan Kawasan Permukiman Di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Jurnal Penataan Ruang Vol. 16, No. 1.
(Diakses Pada Tanggal 01 oktober 2021).
Utami, Erlin Afida. "Strategi Pembangunan Perumahan dan Permukiman untuk Meminimalisir Permukiman Kumuh di Kota Tanjung Balai (Studi pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjung Balai)." (2017).
Zaidin, Mohammad. Pengaruh Pengembangan Perumahan Terhadap Kehidupan Masyarakat di Wilayah Pesisir Kelurahan Salekoe Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. 2017. PhD Thesis. Univeritas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Rusli, Rusli; Asdar, Muhammad; Munir, Abdul Razak. Strategi Pengelolaan Dan Pengembangan Industri Perumahan Kelas Menengah (Study Kasus Pt. Baruga Asrinusa Development). Hasanuddin Journal of Applied Business and Entrepreneurship, 2019, 2.3: 124-136.
Putri, Chyntia Desyantari. Peran Pemerintah Daerah Dalam Mengelola Ruang Terbuka Hijau Dengan Perspektif Good Environmental Governance (Studi Di Kota Madiun). PhD Thesis. Brawijaya University.
Wahyudi, Tri; Umrotun, Dra. Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Pengaruhnya terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Penduduk di Kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen Tahun 2010 dan 2020. 2021. PhD Thesis. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Lapatandau, Yuniarti Amelhia; Rumagit, Grace Aj; Pakasi, Caroline BD. Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabupaten Minahasa Utara. AGRI- SOSIOEKONOMI, 2017, 13.2A: 1-8.