• Tidak ada hasil yang ditemukan

good urban governance: study pengembangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "good urban governance: study pengembangan"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Apa Itu Good Urban Governance: Kajian Perkembangan Industri Perumahan di Desa Parangbanoa Kecamatan Pallanga Kabupaten Gowa. Untuk mengetahui bagaimana tata kelola perkotaan yang baik: Kajian Perkembangan Industri Perumahan di Desa Parangbanoa Kecamatan Pallanga Kabupaten Gowa.

Manfaat Penelitian

PEMBAHSAN

Good Urban Governance

Tata kelola kota yang baik merupakan suatu konsep yang berkaitan dengan pengelolaan atau tata kelola kota yang didasarkan pada dua konsep, yaitu konsep tata kelola kota yang baik dan tata kelola kota. Tata kelola pemerintahan yang baik atau good urban governance harus memperhatikan hal-hal tersebut dalam pelaksanaannya. Tidak hanya itu, prinsip desentralisasi dalam penyelenggaraan tata kelola kota yang baik juga menuntut kota mampu memaksimalkan potensi masyarakat untuk terlibat aktif dalam tata kelola kota.

Dengan kata lain, aspek ini juga mendukung partisipasi masyarakat dalam konteks tata kelola perkotaan. Prinsip keadilan dalam penerapan tata kelola kota yang baik mengacu pada keadilan bagi semua pihak untuk memperoleh dan mengakses manfaat dari penerapan tata kelola kota. Prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan kota merupakan satu kesatuan yang mempunyai korelasi atau hubungan satu sama lain.

Sebab, masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai objek, namun juga sebagai subjek dalam pelaksanaan pengelolaan kota. Prinsip keamanan dalam pengelolaan kota mempunyai beberapa langkah konkrit yang harus dilakukan oleh sebuah kota.

Ruang Lingkup Pembangunan

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah good urban governance dalam pembangunan sektor perumahan dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah, swasta dan masyarakat di Desa Parangbanoa, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa. Lokasi penelitian ini adalah Desa Parangbanoa Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa, karena pada lokasi tersebut terjadi perubahan penggunaan lahan dari lahan perkebunan menjadi perumahan di Desa Parangbanoa Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa. Data primer merupakan data yang diperoleh penulis melalui wawancara sehubungan dengan Good Urban Governance: Kajian Perkembangan Industri Perumahan di Desa Parangbanoa Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

Teknik Pengumpulan Data Sebagai Bahan Penyelenggaraan Good Urban Governance: Kajian Perkembangan Industri Perumahan di Desa Parangbanoa Kecamatan Pallanga Kabupaten Gowa. Gowa dan Masyarakat untuk melihat bagaimana Studi Urban Good Governance: Pembangunan Industri Perumahan di Desa Parangbanoa Kecamatan Pallanga Kabupaten Gowa. Wilayah Kabupaten Gowa terbagi menjadi 18 kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan pasti 169 dan 726 desa/kelurahan.

Wilayah Kabupaten Gowa sebagian besar terdiri dari dataran tinggi berbukit-bukit sekitar 72,26% dan meliputi 9 kecamatan yaitu kecamatan Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Kuncio Pao, Parigi, Bungaya, Bontolempangan, Tompobulu dan Biringbulu. Wilayah Kabupaten Gowa dilintasi oleh 15 sungai besar dan kecil yang mempunyai potensi besar sebagai sumber energi dan irigasi. Di Sungai Jeneberang, pemerintah Kabupaten Gowa bekerja sama dengan pemerintah Jepang membangun sebuah proyek.

Topologi Kabupaten Gowa sebagian besar merupakan dataran tinggi berbukit-bukit seluas 72,26% meliputi 9 kecamatan yaitu Kecamatan Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Kuncio Pao, Parigi, Bungaya, Bontolempangan, Tompobulu dan Biringbulu. Luas wilayah Kabupaten Gowa adalah 1.883,33 km2 atau setara dengan 3,01% luas Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah Kabupaten Gowa terbagi menjadi 18 kecamatan dengan hitungan akhir 167 desa/kelurahan dan 726 dusun/lingkungan.

Dengan topografi wilayah yang sebagian besar merupakan dataran tinggi, maka wilayah Kabupaten Gowa dilalui oleh 15 sungai besar dan kecil yang mempunyai potensi besar sebagai sumber tenaga listrik dan irigasi. Beberapa wilayah kecamatan yang masuk kategori sangat curam adalah Kecamatan Parangloe, Tinggimoncong, Bungaya, Bontolempangan dan Tompobulu. Wilayah Kabupaten Gowa mempunyai Daerah Aliran Sungai (DAS) Jene’berang yang merupakan sungai terbesar di Kabupaten Gowa. Dengan sungai yang mengalir dari 90 km. Topografi atau elevasi tempat di Kabupaten Gowa cukup bervariasi antara 0 sampai diatas 1000. Sebagian besar wilayah Kabupaten Gowa merupakan daerah dataran tinggi yaitu sekitar 72,26.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gowa No. Sejalan dengan pendapat di atas, kepala desa menjawab pertanyaan apakah pemerintah kabupaten. Berdasarkan hasil penelitian kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara dalam Good Urban Governance: Kajian Perkembangan Industri Perumahan di Desa Parangbanoa Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

Kerangka Pikir

Fokus Penelitian

Deskripsi Fokus Penelitian

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Tipe Penelitian
  • Sumber Data
  • Informan Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisa Data
  • Teknik Pengabsahan Data

Kabupaten ini mempunyai luas wilayah 1.883,32 km² atau setara dengan 3,01% luas wilayah provinsi Sulawesi Selatan dan berpenduduk ± 652.941 jiwa, dimana bahasa yang digunakan di kabupaten ini adalah bahasa Makassar dengan suku bukit Konjo yang berada hampir di seluruh wilayah. seluruh Kabupaten Gowa. Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Kabupaten Gowa hanya mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Salah satu sungai terbesar di Sulawesi Selatan adalah Sungai Jeneberang dengan luas 881 Km2 dan panjang 90 km. Di sepanjang aliran Sungai Jeneberang, Pemerintah Kabupaten Gowa bekerjasama dengan Pemerintah Jepang telah membangun Proyek Bendungan Bili-Bili multifungsi seluas + 2.415 Km2 yang mampu mengalirkan air irigasi dengan luas + 24.600 hektar, konsumsi air bersih (PAM) bagi warga Kabupaten Gowa dan Makassar sebesar m3 dan untuk pembangkit listrik tenaga air. pembangkit dengan kapasitas 16,30 Mega Watt.

Di Sungai Jeneberang, Pemerintah Kabupaten Gowa bekerja sama dengan Pemerintah Jepang telah membangun proyek DAM serba guna Bili-Bili dengan luas +2.415 Km2 yang mampu mengalirkan air irigasi seluas +24.600 Ha. , penggunaan air bersih (PAM). Berdasarkan data kemiringan lereng yang diperoleh, Kabupaten Gowa mempunyai kemiringan yang bervariasi mulai dari daerah landai, bergelombang dan sangat curam. Beberapa wilayah kecamatan dengan. Penjelasan mengenai keberlanjutan perkembangan industri perumahan ke depan diberikan oleh Bupati setelah komentarnya:. “Saat ini sudah ada 12 komplek perumahan khususnya di Kecamatan Parangbanoa, itu sudah banyak, jadi demi keberlanjutan kemungkinan tidak akan ada lagi penambahan perumahan di Kecamatan Parangbanoa, kecuali yang sudah ada, mungkin hanya perluasan saja. tanah itu."

Hal sebaliknya diungkapkan salah satu warga Kecamatan Parangbanoa (AA) mengenai keberlanjutan pengembangan industri perumahan ke depan. “Kemungkinan pembangunan ke depan tentu sudah direncanakan oleh pemerintah daerah khususnya di Kecamatan Parangbanoa, namun jika terus dilanjutkan pasti jumlah penduduknya akan bertambah dan lahan perkebunan serta persawahan akan tergerus.” Referensinya dapat dilihat pada PERDA Kabupaten Gowa No. 2 Tahun 2013, Tentang Tata Cara Serah Terima Prasarana, Sarana dan Utilitas. Pengembang Perumahan Umum kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa menyampaikan, bupati dapat melimpahkan kewenangan kepada satuan kerja perangkat daerah dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian.

Penjelasan Camat Parangbanoa (MI) Penjelasan Camat tentang bagaimana menjamin keadilan bagi semua pihak termasuk masyarakat sekitar, serta dampak yang ditimbulkan dari keberadaan industri perumahan :. Dari hasil wawancara diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa ada beberapa dampak yang terjadi dengan adanya industri perumahan yaitu sebagian masyarakat atau petani perkebunan kehilangan lahan yang selama ini menjadi sumber pendapatannya, dimana dampak tersebut akan menghilangkan tempat-tempat kerja. di sektor pertanian bagi petani, menghilangkan investasi pada infrastruktur pertanian. Mengenai dampak dari segi keamanan akibat berkembangnya industri perumahan di Kelurahan Parang Banoa dapat kita lihat dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan salah satu warga Kelurahan Parang Banoa.

Dari hasil wawancara di atas, peneliti menyimpulkan bahwa sejak berkembangnya industri perumahan di kawasan ini, angka kriminalitas menurun drastis karena jalanan yang tadinya sepi kini cukup ramai. Keadilan mengacu pada adanya rasa keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam rangka mengelola industri perumahan dengan baik. Sejak berkembangnya industri perumahan di kawasan ini, angka kriminalitas menurun drastis karena jalanan yang tadinya sepi kini cukup ramai.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

General Perspektif (Keadaan Geografi/Geographical Condition)

Hasil wawancara dengan AS, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Kawasan Pertahanan, Selasa, 7 Desember 202, pukul 13.40 WITA di Dinas Perumahan, Permukiman, dan Kawasan Pertahanan). Camat menjelaskan bagaimana pengelolaan pengembangan industri di Parangbanoa. Dalam tata kelola, kami bekerja sama dengan sektor perumahan, perumahan dan pertahanan serta sektor swasta agar tidak membebani, mengancam atau merugikan masyarakat. Dari penjelasan Camat Parangbanoa dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan di kawasan pemukiman dan pertahanan serta pihak swasta tidak membebani, mengancam atau merugikan masyarakat serta meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kompleks perumahan.

Hasil wawancara, AS, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pelayanan Pertanahan, Selasa 7 Desember 2021, 10.30 WITA di Kantor). Kota harus diberikan sumber daya dan otonomi untuk memenuhi tanggung jawab dan wewenang mereka dalam proses tata kelola kota. Selain itu, agar pengelolaan kota dapat optimal, tentunya pemerintah pusat harus mendukung melalui transfer atau alokasi anggaran serta dukungan aspek administrasi dan teknis pengelolaan kota.

Hasil wawancara, AS, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan, Selasa 07 Desember 2021, pukul 10.30 WITA di kantor). Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk memberikan kewenangan dalam pengurusan izin bekerjasama dengan pengembang. Hasil wawancara, AS, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan, Selasa 07 Desember 2021, pukul 10.30 WITA di kantor).

Keadilan dalam penerapan tata kelola perkotaan yang baik mengacu pada keadilan bagi semua pihak untuk memperoleh dan mengakses manfaat penerapan tata kelola perkotaan. Penggunaan sarana atau prasarana pengelolaan kota tidak boleh bersifat diskriminatif dan dapat diakses oleh laki-laki, perempuan, anak-anak bahkan penyandang disabilitas. Keamanan dalam pengelolaan kota merupakan upaya kota untuk menjamin dan memberikan rasa aman bagi warga kota terhadap segala ancaman yang dapat menimbulkan rasa bahaya dan kegelisahan hidup bagi penduduk kota.

“Jadi kalau bicara keselamatan bersama masyarakat akibat berkembangnya industri perumahan, saya bisa bilang dampaknya sangat positif,” ujar AA salah satu warga masyarakat yang merasakan dampak positif dari berkembangnya industri perumahan. , Kamis 9 Desember 2021. Untuk menyelamatkan permasalahan perumahan dan perumahan, pembangunan infrastruktur bidang karya kreatif di kawasan prioritas di Kecamatan Parangbanoa.

Referensi

Dokumen terkait

geografis dan segmentasi demografis. Target pasar toko mebel samsuri adalah pasar sasaran jangka pendek, pasar sasaran primer dan sasaran sekunder. Dan posisi pasar toko