• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.2 Perkembangan dan Pergeseran Paradigma Administrasi Publik

3.2.4 Good Governance

Paradigma Good Governance mulai muncul pada tahun 1990-an. Paradigma ini muncul dikarenakan adanya bank dunia yang menganggap berapapun jumlah bantuan yang diberikan kepada Negara-negara berkembang akan selalu habis dan tidak memberikan perubahan keadaan di Negara berkembang itu sendiri. Di Indonesia sendiri paradigma ini belum lama dikenal, setelah berbagai lembaga bantuan pembiayaan internasional memberikan syarat

“Good Governance” terhadap seluruh program bantuannya. Good Governance inilah yang menjadi bahan pertimbangan lembaga bantuan internasional untuh memberikan bantuan atau hibah terhaap Negara-negara yang sedang berkembang.

Pada awal abad ke-21 bangsa Indonesia mengalami gelombang besar pada masa reformasi yang berupa meningkatnya tuntutan demokratisasi, desentralisasi dan globalisasi. Perubahan

ini menyeluruh terhadap segala bidang di wilayah pemerintahan. Dalam menghadapi tuntutan tersebut salah satu cara nya yaitu dengan berkomitmen untuk menerapkan nilai luhur dan prinsip tata kelola Good Governance dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan sebagaimana yang telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Adapun beberapa ahli mengemukakan pedapat mengenai pengertian Good Governance sebagai berikut:

1. Mardiasmo (2009) mengartikan Good Governance sebagai suatu konsep pendekatan yang orientasinya pada pembangunan sector public kepada pemerintahan yang baik.

2. World Bank dalam (Renyowijoyo, 2010) mendefinisikan Good Governance sebagai the way statement is used in managing and social resources for development of society.

3. United Nation Development Program (UNDP) (2010) mendefinisikan Good Governance sebagai the exercise of political, economic and administrative authority to manage a nation’s affair at all levels.

Dari konsep diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa dalam konsep Good Governance memiliki tiga kaki (three legs) dan tiga domain (three domains) antara lain:

The Tree Legs of Good Governance 1. Political Governance

Political governance lebih mengacu pada proses pembuatan kebijakan 2. Economic Governance

Economic Governance mengacu pada proses pembuatan keputusan di bidang ekonomi yang berimplikasi pada masalah pemerataan, penurunan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup.

3. Administrative Governance

Administrative Governance mengacu pada system implementasi kebijakan.

The Three Domains of Good Governance 1. Negara

Negara memiliki tugas penting dalam pembangunan manusia berkelanjutan, diwujudkan dalam perlindungan lingkungan, masyarakat, menciptakan komitmen politik, menyediakan infrastruktur, melakukan desentralisasi, demokrasi pemerintahan, memperkuat finansial, memberikan pelayanan dan memberikan kesempatan yang sama di semua bidang sosial, politik, dan ekonomi

2. Swasta

Swasta memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi dengan menggunakan pendekatan pasar, menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif sehingga produksi barang dan jasa berjalan dengan baik.

3. Masyarakat

Organisasi masyarakat sipil memainkan peran menfasilitasi interaksi sosial politik dan memobilisasi berbagai keperluan dalam masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas sosial, ekonomi dan politik, melakukan monitoring, partisipasi publik dalam berbagai aktivitas, menjaga dan melindungi budaya, keyakinan agama dan berbagai nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom).

Ketiga unsur kepemerintahan tersebut harus berhubungan secara harmonis dan bersinergi.

Hubungan harmonis tersebut akan tercapai ketika ketiga unsur tersebut mempunyai derajad dan peran yang sama serta mampu melakukan saling kontrol yang efektif satu sama lainnya.

Dari Uraian konsep governance tersebut bisa disimpulkan bahwa paradigma Good Gocernance

tidak bermaksud untuk menggantikan NPM, namun menekankan kesadaran akan penting kepemerintahan yang baik (good governance)

Kunci utama dalam memahami Good Governance yaitu memahami prinsip-prinsip yang ada dalam paradigma ini. Dari prinsip-prinsip yang telah ada akan didpatkan tolak ukur kinerja suatu pemerintahan. Penilaian baik atau buruk suatu pemerintahan dapat diukur dengan prinsip-prinsip good Governance yang ada. Berikut merupakan prinsip-prinsip good Governance menurut beberapa ahli:

Prinsip-prinsip dalam Good Governance menurut (Mardiasmo, 2009) sebagai berikut:

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas sangat diperlukan seluruh lembaga Negara dan penyelenggara Negara dalam melaksanakan tugasnya secara bertanggung jawab. Pertanggung jawaban ini ditujukan kepada publik akan setiap aktivitas yang dilakukan.

2. Transparansi

Transparansi dibangun atas dasar kebebasan memperoleh informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik secara langsung dapat diperoleh bagi mereka yang membutuhkan.

3. Demokrasi

Tiga unsur pokok dalam demokrasi yaitu partispasi, pengakuan adanya perbedaan pendapat dan perwujudan kepentingan umum. Asas ini wajib diterapkan dalam proses pemilihan penyelenggara Negara.

4. Aturan Hukum

Aturan hukum harus di bangun agar supaya lembaga Negara dan penyenggara Negara memiliki dsar dalam melaksanakan segala tugasnya dan berpegang teguh terhadap undang-undang yang telah ada.

Adapun prinsip-prinsip Good Governance menurut Komite Nasional Kebijakan sebagai berikut:

1. Transparansi

Keterbukaan merupakan suatu prinsip untuk meyediakan informasi yang relevan dengan cara mudah diakses oleh pemangku kepentingan. Hal ini dapat menjaga obyektivitas dalam suatu pemerintahan.

2. Akuntabilitas

Akuntabilitas merupakan prinsip suatu pemerintahan harus dapat mempertanggung jawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar dihadapan publik. Akuntabilitas merupakan syarat yang diperlukan dlam mencapai kinerja yang berkesinambungan

3. Responsibilitas

Responsibilitas merupakan prinsip pemerintah harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang telah ada dan melakukan tanggung jawabnya teradap masyarakat serta lingkungan.

Dengan adanya hal tersebut maka pemerintahan dapat dikelola dengan baik dan berjalan dengan baik.

4. Independensi

Indepedensi adalah prinsip dimana untuk melancarkan pelaksanaan tata kelola pemerintah yang baik Good Governance dapat dikelola secara independen.

5. Kewajaran dan Kesetaraan

Kewajaran dan kesetaraan adalah prinsip dimana dalam melaksanakan kagiatan harus selalu memeprhatikan kepentingan lingkungan dan masyarakat.

Tujuan dari Good Governance menurut (Tunggal, 2012) adalah sebagai berikut:

1. Tercapainya sasaran yang telah ditetapkan 2. Aktivitas pemerintahan dijaga dengan baik

3. Pemerintahan menjalankan tugasnya dengan baik dan sehat 4. Kegiatan pemerintah dilakukan dengan transparan

Penerapan pelaksanaan prinsip Good Governance secara optimal akan mampu meningkatkan kinerja pemerintah yang ada dan akan memberikan nilai tambah bagi semua pihak yang terkait.

Serta tujuan Good Governance adalah tercapainya system tata kelola pemerintahan yang baik dan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pihak