• Tidak ada hasil yang ditemukan

Guru Sebagai Agen Penggerak Merdeka belajar Menekuni profesi guru dituntut untuk memiliki

Dalam dokumen BUKU PEMBELAJARAN DAN ASESSMEN ABAD 21 ok (Halaman 97-103)

peningkatan kemampuan masing-masing guru di sekolahnya, barulah transformasi pendidikan akan terjadi.

C. Guru Sebagai Agen Penggerak Merdeka belajar

besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru penggerak sangat berperan dalam membantu perkembangan murid untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.

Minat, bakat, kemampuan dan potensi-potensi yang dimiliki oleh murid tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan seorang guru.

Dengan bimbingan guru murid akan dapat belajar secara bermakna dan berkembang dengan optimal bila merasakan atmosfer merdeka belajar. Syarat terciptanya merdeka belajar adalah orientasi penuh terhadap kebutuhan murid. Murid dilahirkan dengan memiliki keistimewaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Guru sebagai pendidik diharapkan mampu menjadi teman belajar yang menyenangkan bagi mereka agar proses belajar benar-benar atas kesadaraannya sendiri dan merdeka atas pilihannya.

Diperlukan waktu yang cukup dan kesabaran yang total dalam memfasilitasi agar murid mampu untuk mengenali potensinya. Bakat murid bisa tumbuh ketika mereka sudah memiliki minat dan mau berlatih untuk mengasah keterampilannya. Untuk mengawali proses belajar, seorang guru juga perlu memiliki kemampuan mendengar yang baik.

Tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan dan mendikte murid-murid atas kehendak pendidik.

Dalam kaitannya dengan hal ini, guru perlu memperhatikan murid secara individual karena antara satu murid dengan yang lainnya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Seorang guru juga harus berpacu dalam pembelajaran dengan memberikan kemudahan belajar bagi seluruh murid agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Menurut Mulyasa, (2021:110) seorang guru penggerak merdeka belajar harus kreatif, profesional dan menyenangkan dengan memposisikan diri sebagai berikut.

1. Sebagai orang tua yang penuh kasih sayang pada murid.

2. Teman tempat mengadu dan mengutarakan perasaan.

3. Fasilitator yang selalu siap memberikan kemudahan dan melayani peserta dididik sesuai minat, kemampuan dan bakatnya.

4. Memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi murida dan memberikan saran pemecahannya.

5. Memupuk rasa percaya diri murid, berani dan bertanggungjawab.

6. Membiasakan murid untuk saling bersilaturahmi dengan orang lain secara wajar

7. Mengembangkan proses sosialisasai yang wajar antar murid, orang lain dan lingkunggannya

8. Mengembangkan kreativitas 9. Menjadi pembantu jika diperlukan.

Untuk memenuhi tuntutan di atas, seorang guru penggerak merdeka belajar harus mampu memaknai pembelajaran dan menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembetukan karakter, kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi murid secara berkesinambungan. Iklim belajar yang kondisif merupakan tulang punggung dan faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses belajar. Iklim belajar yang kurang menyenangkan akan menimbulkan kejenuhan dan rasa bosan bagi murid. Iklim belajar yang kondusif harus ditunjang oleh fasilitas belajar yang menyenangkan bagi murid.

Keberadaan faktor pendukung belajar akan sangat membantu lancarnya kegiatan pembelajaran di kelas. Faktor pendukung yang dimaksud seperti sarana, laboratrium, pengaturan lingkungan, penampilan dan sikap guru, hubungan yang harmonis antara murid dengan guru dan diantara murid itu sendiri, serta bahan pembelajaran secara tepat sesuai dengan kemampuan dan perkembangan murid.

Hal ini diakui oleh Soedomo (1989:143) yang menyatakan bahwa semakin menyenangkan tatanan lingkungan fisik, akan memberikan dampak positif bagi proses belajar.

Guru merupakan model atau teladan bagi murid dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan, guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik.

Ungkapan yang sering muncul adalah “guru adalah sosok yang digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan- pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan pola hidupnya bisa ditiru dan diteladani.

Salah satu tantangan yang akan dihadapi oleh para murid di abad 21 ini adalah dinamisnya dunia kerja dengan banyaknya profesi baru yang tidak pernah ada dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Kenyataan ini harus bisa ditangkap baik oleh murid maupun guru, agar bisa menyiapkan generasi masa depan yang siap menggeluti berbagai macam profesi baru yang muncul karena perkembangan teknologi yang sangat pesat. Ini berarti bahwa murid akan menjadi pusat pembelajaran. Segala langkah dan kebijakan sekolah selalu berdasarkan pada pertimbangan demi perkembangan murid yang lebih optimal.

Hal strategis yang harus dipertimbangkan oleh seorang guru adalah membangun budaya dan menyiapkan murid untuk hidup dan berkembang di masa depan. Murid mendapatkan bekal keterampilan belajar sepanjang hayat

dengan tetap berpijak pada kodrat bahwa manusia adalah makhluk sosial yang harus selalu terhubung dengan orang lain.

Manusia sukses di masa depan bukanlah yang paling banyak hafalannya, tetapi mereka yang memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir positif dan kreatif, bisa manajemen diri, punya kemampuan bekerjasama dan dapat menentukan pilihan. Semua kemampuan tadi tidak akan datang begitu saja, tetapi perlu dipelajari dan dilatih serta lerlu usaha sungguh-sungguh dan terstruktur. Artinya, sekolah harus mampu membekali murid dengan kemampuan-kemampuan tersebut.

Merdeka belajar yang diharapkan pemerintah hanya bisa dilakukan jika para guru mampu menjadi penggerak kemajuan. Guru Penggerak diharapkan dapat mendorong tumbuh kembang murid secara holistik dan menjadi pelajar pancasila. Guru penggerak akan menjadi inspirasi bagi guru- guru yang lainnya, memiliki inovasi mengajar dan media mengajar yang variatif sekaligus menjadi tutor sejawat di sekolah dan mampu mengajari temannya yang belum bisa menjadi bisa.

Dengan cara itulah maka harapan merdeka belajar dari guru penggerak bisa terwujud yang pada akhirnya akan

membuat lembaga pendidikan melesat dan menjadi pembeda bagi sekolah yang lainnya. Semoga harapan ke depan terwujud, dan saat inipun semua guru adalah guru penggerak dalam scope of work di sekolah masing-masing.

D. Guru Penggerak Merdeka Belajar Dalam Meningkatkan

Dalam dokumen BUKU PEMBELAJARAN DAN ASESSMEN ABAD 21 ok (Halaman 97-103)