• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

2. Hadits-Hadits Dasar Larangan Isbal

Setelah data terkumpul dengan metode observasi, interview dan dokumentasi, peneliti dapat menganalisis hasil penelitian dengan teknik deskriptif kualitatif. Artinya peneliti akan menggambarkan, menguraikan dan menginterpretasikan data-data yang telah terkumpul sehingga akan memperoleh gambaran secara umum dan menyeluruh.

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di Pondok Pesantren Al-Ishlah tentang hadits-hadits larangan isbal adalah sebagai berikut:

Hadits-hadits yang menjadi dasar larangan isbal di Pondok Pesantren Al-Ishlah Menurut ustadz Ahmad Rastiadi selaku Kepala Pengasuhan Santri dan Wakil Kepala Bagian Kesiswaan adalah hadits- hadits yang telah ada yang menyangkut larangan isbal. Beliau mengatakan

“ Semua hadits- hadits yang didalamnya terdapat larangan isbal dan hadits tersebut shahih maka hadits tersebut akan dijadikan dasar larangan di Pondok Pesantren Al-Ishlah48.

Adapun salah satu hadits yang digunakan dan bahkan santri baru pun sangat hafal dengan hadits tersebut adalah hadits yang berbunyi. 49

ﻢﻴﻫﺍﺮﺑﹺﺇ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ،ﻲﺿﺎﹶﻘﹾﻟﺍ ﹺﻦﺴﺤﹾﻟﺍ ﻦﺑ ﹺﻦﻤﺣﺮﻟﺍ ﺪﺒﻋ ﺎﻧﹶﺄﺒﻧﹶﺃ ،ﹸﻆﻓﺎﺤﹾﻟﺍ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺪﺒﻋ ﻮﺑﹶﺃ ﺎﻧﺮﺒﺧﹶﺃ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﺩﺎﻳﹺﺯ ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ،ﹸﺔﺒﻌﺷ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ،ﻡﺩﺁ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ،ﹺﻦﻴﺴﺤﹾﻟﺍ ﻦﺑ :

ﹶﺓﺮﻳﺮﻫ ﺎﺑﹶﺃ ﺖﻌﻤﺳ

ﻮﹸﻘﻳ ﹸﻝ :

ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﹶﻝﺎﹶﻗ :

» ﻪﺒﹺﺠﻌﺗ ﺔﱠﻠﺣ ﻲﻓ ﻲﺸﻤﻳ ﹲﻞﺟﺭ ﺎﻤﻨﻴﺑ

ﺔﻣﺎﻴﻘﹾﻟﺍ ﹺﻡﻮﻳ ﻰﹶﻟﹺﺇ ﹺﺽﺭﹶﺄﹾﻟﺍ ﻲﻓ ﹸﻞﺠﹾﻠﺠﺘﻳ ﻮﻬﹶﻓ ،ﻪﹺﺑ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻒﺴﺧ ﹾﺫﹺﺇ ﻪﺘﻤﺟ ﹲﻞﺟﺮﻣ ،ﻪﺴﹾﻔﻧ «

.

ﺭﹶﺫ ﻲﹺﺑﹶﺃ ﻦﻋ ﺎﻨﻳﻭﺭﻭ

ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻲﹺﺒﻨﻟﺍ ﹺﻦﻋ " :

ﻡﻮﻳ ﻢﹺﻬﻴﹶﻟﹺﺇ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺮﹸﻈﻨﻳ ﺎﹶﻟ ﹲﺔﹶﺛﺎﹶﻠﹶﺛ

ﻢﻴﻟﹶﺃ ﺏﺍﹶﺬﻋ ﻢﻬﹶﻟﻭ ﻢﹺﻬﻴﱢﻛﺰﻳ ﺎﹶﻟﻭ ﺔﻣﺎﻴﻘﹾﻟﺍ :

ﻪﺘﻌﹾﻠﺳ ﻖﻔﻨﻤﹾﻟﺍﻭ ،ﹸﻥﺎﻨﻤﹾﻟﺍﻭ ،ﻩﺭﺍﺯﹺﺇ ﹸﻞﹺﺒﺴﻤﹾﻟﺍ

ﹺﺏﺫﺎﹶﻜﹾﻟﺍ ﻒﻠﺤﹾﻟﺎﹺﺑ

"

ﻦﻋﻭ ،

ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻲﹺﺒﻨﻟﺍ ﹺﻦﻋ ﹶﺓﺮﻳﺮﻫ ﻲﹺﺑﹶﺃ :

» ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹸﻞﺒﹾﻘﻳ ﺎﹶﻟ

ﻩﺭﺍﺯﹺﺇ ﹴﻞﹺﺒﺴﻣ ﹴﻞﺟﺭ ﹶﺓﺎﹶﻠﺻ

«

Hadits ini ada di kitab “Al-Adab Lil Baihaqi” bab “Fi Isbal Al-Izar”

juz 1 halaman 205 Yang artinya

“Telah mengabarkan kepadaku Abu Abdillah al-Hafidz,telah memberitakan kepadaku Abdurrahman Ibn Hasan al-Qodiy, telah

48Rastiyadi, Wawancara, Bondowoso, Jum’at, 06 Januari 2017

49Rastiyadi, Wawancara, Bondowoso, Jum’at, 06 Januari 2017

46

memberitakan kepadaku Ibrohim Ibn Husain, telah memberitakan kepadaku Adam, telah memberitakan kepadaku Muhammad bin Ziyad berkata :saya telah mendengar Abu Hurairah berkata : Rasulullah saw bersabda : tatkala seorang laki-laki sedang berjalan memakai pakaiannya (atas dan bawah) dengan rambut sebahu yang tersisir dan dengan persaan kagum terhadap diri sendiri tiba-tiba Allah menenggelamkannya ke perut bumi dan dia terus tenggelam hingga hari kiamat kelak. Dan diriwayatkan kepadaku dari Abi Dzar dari Nabi saw : “Ada 3 golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah SWT pada hari kiamat kelak, tidak diperhatikan, tidak disucikan, dan mereka akan mendapat siksa yang sangat pedih.” Ia berkata “Rasulullah saw mengucapkannya sebanyak tiga kali”. Abu Dzar bertanya : “ sungguh sangat jelek dan merugi mereka itu. Siapa mereka itu wahai Rasululullah?” beliau menjawab: “Musbil (orang yang menjulurkan kain hingga dibawah mata kaki), orang yang gemar mengungkit kebaikan yang telah ia berikan dan seorang yang menjual dagangaanya dan bersumpah dengan sumpah palsu.” Dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi saw : “dan tidak diterima sholatnya orang laki-laki yang memanjangkan sarungnya.”50

Hadits yang sangat populer dan paling banyak dihafal oleh kalangan para santri maupun para asatidz. Namun walaupun begitu tidak membuat hadits- hadits tentang isbal lainnya menjadi tersisihkan, hadits di atas adalah salah satu dari sekian hadits yang menjadi populer di kalangan para santri karena sangat mudah di hafal dan mudah dipahami dari struktur kata dan isinya.

Hadits tersebut yang paling mudah untuk dimengerti untuk kalangan santri baru, dan hal itu yang membuat hadits tersebut menjadi penguat ketika shalat para santri baru yang memiliki celana isbal melipat hingga di atas mata kaki mereka.

Dari hasil interview dengan ustadz Rastiadi, dapat diketahui bahwa isbal di pondok ini sangatlah penting hukumnya, dan bagi santri

50Abu Ahmad as-Sidokare, “Hadits Sunan An-Nasa’i”,Ebook, 2009.

baru maupun santri lama wajib hukumnya untuk mematuhi peraturan larangan isbal karena jika santri melanggar maka sanksi akan menanti bagi pelaku pelanggaran.

Hadits lain yang dijadikan dasar larangan isbal di Pondok Pesantren Al-Ishlah antara lain

ﻦﻣ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﺎﻤﻬﻨﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻲﺿﺭ ﺮﻤﻋ ﹺﻦﺑ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺪﺒﻋ ﻦﻋ ﺮﺟ ﻲﹺﺑﻮﹶﺛ ﻲﱠﻘﺷ ﺪﺣﹶﺃ ﱠﻥﹺﺇ ﹴﺮﹾﻜﺑ ﻮﺑﹶﺃ ﹶﻝﺎﹶﻘﹶﻓ ﺔﻣﺎﻴﻘﹾﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﻪﻴﹶﻟﹺﺇ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺮﹸﻈﻨﻳ ﻢﹶﻟ َﺀﹶﻼﻴﺧ ﻪﺑﻮﹶﺛ ﺖﺴﹶﻟ ﻚﻧﹺﺇ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﹶﻝﺎﹶﻘﹶﻓ ﻪﻨﻣ ﻚﻟﹶﺫ ﺪﻫﺎﻌﺗﹶﺃ ﹾﻥﹶﺃ ﱠﻻﹺﺇ ﻲﺧﺮﺘﺴﻳ

ﻟﹶﺫ ﻊﻨﺼﺗ َﺀﹶﻼﻴﺧ ﻚ )

ﻱﺭﺎﺨﺒﻟﺍ ﺢﻴﺤﺻ (

Dari Abdullah bin Umar r.a ia berkata, Rasulullah saw bersabda, sombong, maka Allah SWT tidak akan melihatnya (memperdulikannya) pada hari kiamat” Kemudian sahabat Abu Bakar bertanya, sesungguhnya bajuku panjang namun aku sudah terbiasa dengan model seperti itu. Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya engkau tidak melakukannya karena sombong51

ﹶﻝﺎﹶﻗ ،ﹴﻞﻴﻘﻋ ﹺﻦﺑ ﺪﻴﺒﻋ ﹺﻦﺑ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺪﺒﻋ ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﺎﻧﺮﺒﺧﹶﺃ :

ﹶﻝﺎﹶﻗ ،ﻱﺪﺟ ﻲﹺﻨﹶﺛﺪﺣ :

ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ

ﹶﻝﺎﹶﻗ ،ﹶﺚﻌﺷﹶﺃ ﻦﻋ ،ﹸﺔﺒﻌﺷ :

ﹺﺒﻨﻟﺍ ﹺﻦﻋ ،ﹴﺱﺎﺒﻋ ﹺﻦﺑﺍ ﻦﻋ ،ﹴﺮﻴﺒﺟ ﻦﺑ ﺪﻴﻌﺳ ﺖﻌﻤﺳ ﻰﱠﻠﺻ ﻲ

ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ُﷲﺍ :

» ﹺﺭﺍﺯﹺﺈﹾﻟﺍ ﹺﻞﹺﺒﺴﻣ ﻰﹶﻟﹺﺇ ﺮﹸﻈﻨﻳ ﺎﹶﻟ ﱠﻞﺟﻭ ﺰﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﱠﻥﹺﺇ

«

Artinya:

Telah mengabarkan Muhammad ibn Abdillah bin Ubaid bin Aqil, ia berkata: telah menceritakan kepadaku, kakekku berkata : telah menceritakan kepada kami, Su’bah dari As’ad : ia berkata : Aku mendengar Said bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Nabi saw, beliau

51Ibid.

48

bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak melihat orang yang kain sarungnya Isbal (di bawah mata kaki),”52

Dari kitab Sunan An-Nasa’i, Hadits Riwayat an-Nasa’i no 5237

Hadits di atas memberikan penjelasan bahwasanya Rasulullah saw melarang seseorang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong. Sementara sombong sendiri memiliki definisi yang berbeda di sini dengan sombong secara umum, dalam arti sombong di sini adalah seseorang yang tidak memiliki niat dengan sengaja memanjangkan pakaiannya dan memiliki niat untuk pamer dengan pakaiannya yang menjulur menutupi mata kaki.

Sementara menurut Walid bin Muhammad Nabih dalam bukunya yang berjudul “ISBAL?" Mengatakan haram melakukan isbal sekalipun tidak disertai rasa sombong53

Arti hadits ini dapat disimpulkan bahwa Allah SWT tidak akan melihat dan memandang orang yang mengisbal pakaiannya untuk kesehariannya apalagi untuk shalat lima waktu, dan hal ini yang dijadikan landasan bagi orang- orang yang menggunakan celana anti isbal pada umumnya.

ﻲﹺﺑﹶﺃ ﻦﻋ ﹺﺝﺮﻋﹶﺄﹾﻟﺍ ﹺﻦﻋ ﺩﺎﻧﺰﻟﺍ ﻲﹺﺑﹶﺃ ﻦﻋ ﻚﻟﺎﻣ ﺎﻧﺮﺒﺧﹶﺃ ﻒﺳﻮﻳ ﻦﺑ ﻪﱠﻠﻟﺍﺪﺒﻋ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ﱠﻥﹶﺃ ﹶﺓﺮﻳﺮﻫ ﻰﹶﻟﹺﺇ ﺔﻣﺎﻴﻘﹾﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺮﹸﻈﻨﻳ ﹶﻻ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹶﻝﻮﺳﺭ

ﺮﹶﻄﺑ ﻩﺭﺍﺯﹺﺇ ﺮﺟ ﻦﻣ .

52Abu Ahmad as-Sidokare, “Hadits Sunan An-Nasa’i”,Ebook, 2009.

53Walid bin Muhammad Nabih, ISBAL?, (Solo : At-Tibyan, 2015), 43

Artinya :

Abdullah bin Yûsuf memberitakan kepada kami, berkata: Mâlik memberitakan kepada kami, berkata: dari Abi al-Zinad, berkata: dari al-A‘raj berkata: dari Abi Hurayrah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : Allah tidak memperhatikan orang-orang pada hari kiamat bagi yang menjulurkan kaiannya karena sombong.54

Hadits ini menerangkan bahwa batasan aurat bagi celana, sarung ataupun gamis adalah di atas mata kaki, jika lebih dari mata kaki, maka Allah tidak menyukai dan sesungguhnya hal yang Allah tidak sukai patut kita hindari karena Rasulullah saw sendiri melakukan apa saja yang Allah SWT sukai dan sangat menghindari apa saja yang Allah SWT hindari, dan kita sebagai umat Rasulullah saw wajib untuk mengikuti sunnahnya.

ﹶﺓﺮﻳﺮﻫ ﻲﹺﺑﹶﺃ ﻦﻋ ﻱﹺﺮﺒﹾﻘﻤﹾﻟﺍ ﺪﻴﻌﺳ ﻲﹺﺑﹶﺃ ﻦﺑ ﺪﻴﻌﺳ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ﹸﺔﺒﻌﺷ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ﻡﺩﺁ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ﻦﻣ ﹺﻦﻴﺒﻌﹶﻜﹾﻟﺍ ﻦﻣ ﹶﻞﹶﻔﺳﹶﺃ ﺎﻣ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻲﹺﺒﻨﻟﺍ ﹺﻦﻋ ﻢﻬﻨﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻲﺿﺭ ﹺﺭﺎﻨﻟﺍ ﻲﻔﹶﻓ ﹺﺭﺍﺯﹺﺈﹾﻟﺍ

Artinya :

Adam memberitakan kepada kami, berkata: Syu‘bah memberitakan kepada kami, berkata : Sa‘id bin Abi Sa‘idal-Maqburiy memberita- kan kepada kami, berkata: dari Abi Hurayrah ra berkata: dari Nabi saw bersabda : Yang di bawah mata kaki dari pada kain (pakaian), maka itu bagian api neraka.55

Hadits ini memperkuat bahwasanya kain atau sarung dan perangkat shalat lainnya yang berada di bawah mata kaki akan mendapatkan kemurkaan oleh Allah SWT, dan kemurkaan itu akan menempatkan kita di neraka, tempat yang Allah siapkan bagi

54Abu ‘Abdullah Muhammad ibn Isma‘il ibn Ibrahim ibn al-Mughirat ibn Bardizbat al-Bukhariy, Shahih al-Bukhari, juz VII (Beirut: Dar al-Kutub ‘Ilmiyah, t.th). h. 44

55Ibid., 45.

50

kaumNya yang tidak mematuhi ajaranNya dan tidak taat padaNya.

Dan jika melihat dari sudut pandang kebersihan dan kesucian maka orang yang cenderung menggunakan celana anti isbal dalam aktifitas kesehariannya akan lebih terjaga kebersihan dan kesuciannya. Dan sebaliknya orang yang mengisbal bahkan hingga menyeret celananya tidak akan aman dari terkena najis.

ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣﻭ ﹶﺔﺒﻴﺷ ﻲﹺﺑﹶﺃ ﻦﺑ ﹺﺮﹾﻜﺑ ﻮﺑﹶﺃ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ﺍﻮﹸﻟﺎﹶﻗ ﹴﺭﺎﺸﺑ ﻦﺑﺍﻭ ﻰﻨﹶﺜﻤﹾﻟﺍ

ﺭﹶﺫ ﻲﹺﺑﹶﺃ ﻦﻋ ﺮﺤﹾﻟﺍ ﹺﻦﺑ ﹶﺔﺷﺮﺧ ﻦﻋ ﹶﺔﻋﺭﺯ ﻲﹺﺑﹶﺃ ﻦﻋ ﻙﹺﺭﺪﻣ ﹺﻦﺑ ﻲﻠﻋ ﻦﻋ ﹶﺔﺒﻌﺷ ﻦﻋ ﹴﺮﹶﻔﻌﺟ

ﻤﱢﻠﹶﻜﻳ ﺎﹶﻟ ﹲﺔﹶﺛﺎﹶﻠﹶﺛ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻲﹺﺒﻨﻟﺍ ﻦﻋ ﻢﹺﻬﻴﹶﻟﹺﺇ ﺮﹸﻈﻨﻳ ﺎﹶﻟﻭ ﺔﻣﺎﻴﻘﹾﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻢﻬ

ﹶﺙﺎﹶﻠﹶﺛ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﺎﻫﹶﺃﺮﹶﻘﹶﻓ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻢﻴﻟﹶﺃ ﺏﺍﹶﺬﻋ ﻢﻬﹶﻟﻭ ﻢﹺﻬﻴﱢﻛﺰﻳ ﺎﹶﻟﻭ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹶﻝﻮﺳﺭ ﺎﻳ ﻢﻫ ﻦﻣ ﺍﻭﺮِﺴﺧﻭ ﺍﻮﺑﺎﺧ ﺭﹶﺫ ﻮﺑﹶﺃ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﺍﺭﺍﺮﻣ ﹸﻥﺎﻨﻤﹾﻟﺍﻭ ﹸﻞﹺﺒﺴﻤﹾﻟﺍ ﹶﻝﺎﹶﻗ

ﹺﺏﺫﺎﹶﻜﹾﻟﺍ ﻒﻠﺤﹾﻟﺎﹺﺑ ﻪﺘﻌﹾﻠﺳ ﻖﱢﻔﻨﻤﹾﻟﺍﻭ )

ﻢﻠﺴﳌﺍ ﻩﺍﻭﺭ (

Artinya:

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Su’bah dan Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyar mereka berkata : telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far dari Syu’bah “Ada tiga golongan manusia yang tidak Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak Dia pandang, tidak Dia sucikan, dan bagi mereka siksa yang pedih. Mereka adalah orang yang mengIsbal pakaian, orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian, dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu”.(HR. Muslim)56

Allah SWT sangat membenci manusia sebagai hambaNya yang tidak mematuhi perintah serta menjauhi segala laranganNya, maka di hadits tersebut bahwa Allah SWT tidak akan memandang orang- orang yang melanggar tiga hal yang Dia benci, hal pertama adalah orang- orang yang menggunakan isbal pada celananya, lalu orang-orang yang tidak ikhlas

56Ibid.

memberi kepada orang lain, dan terakhir adalah orang yang mengucapkan janji ataupun sumpah palsu hanya agar dagangannya laris.

ﹺﻦﺑ ﺪﻳﺯﻭ ﹴﺭﺎﻨﻳﺩ ﹺﻦﺑ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺪﺒﻋﻭ ﹴﻊﻓﺎﻧ ﻦﻋ ﻚﻟﺎﻣ ﻰﹶﻠﻋ ﺕﹾﺃﺮﹶﻗ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻰﻴﺤﻳ ﻦﺑ ﻰﻴﺤﻳ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ﺮﹸﻈﻨﻳ ﹶﻻ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹶﻝﻮﺳﺭ ﱠﻥﹶﺃ ﺮﻤﻋ ﹺﻦﺑﺍ ﹺﻦﻋ ﻩﺮﹺﺒﺨﻳ ﻢﻬﱡﻠﹸﻛ ﻢﹶﻠﺳﹶﺃ

ﻣ ﻰﹶﻟﹺﺇ ﻪﱠﻠﻟﺍ َﺀﺎﹶﻠﻴﺧ ﻪﺑﻮﹶﺛ ﺮﺟ ﻦ

Artinya :

Yahya bin Yahya memberitakan kepada kami, berkata: Malik telah membacakan (hadis) kepadaku, berkata; dari Nafi‘ dan ‘Abdullah bin Dinar dan Zaid bin Aslam, (mereka) berkata: kami diberitakan oleh Ibn

‘Umar bahwa Rasulullah saw bersabda : Allah tidak memperhatikan orang-orang pada hari kiamat bagi yang menjulurkan kaiannya karena sombong.57

Penjelasan dari hadits ini adalah bahwa ketika orang yang melakukan isbal dengan dalih tidak disertai rasa sombong maka orang tersebut sebenarnya adalah sombong terhadap perintah Allah SWT dan RasulNya, namun dia tidak menyadari rasa sombongnya. Dan ketahuilah dengan rasa sombong tersebut walaupun sekecil biji dzarrah, maka ia tidak akan masuk surga.58

ﻦﺑ ﻖﺤﺳﹺﺇ ﺎﻧﺮﺒﺧﹶﺃ ﻦﻋ ﻖﺤﺳﹺﺇ ﻲﹺﺑﹶﺃ ﻦﻋ ﹺﺶﻤﻋﹶﺄﹾﻟﺍ ﻦﻋ ﹴﺮﻳﹺﺮﺟ ﻦﻋ ﹶﺔﻣﺍﺪﹸﻗ ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣﻭ ﻢﻴﻫﺍﺮﺑﹺﺇ

ﹶﻟﹺﺇ ﹺﺭﺍﺯﹺﺈﹾﻟﺍ ﻊﺿﻮﻣ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹶﺔﹶﻔﻳﹶﺬﺣ ﻦﻋ ﹴﺮﻳﹶﺬﻧ ﹺﻦﺑ ﹺﻢﻠﺴﻣ ﻰ

ﹶﻠﻀﻌﹾﻟﺍﻭ ﹺﻦﻴﹶﻗﺎﺴﻟﺍ ﻑﺎﺼﻧﹶﺃ ﹺﻦﻴﺒﻌﹶﻜﹾﻠﻟ ﻖﺣ ﺎﹶﻟﻭ ﹺﻕﺎﺴﻟﺍ ِﺀﺍﺭﻭ ﻦﻤﹶﻓ ﺖﻴﺑﹶﺃ ﹾﻥﹺﺈﹶﻓ ﹶﻞﹶﻔﺳﹶﺄﹶﻓ ﺖﻴﺑﹶﺃ ﹾﻥﹺﺈﹶﻓ ﺔ

ﺪﻤﺤﻤﻟ ﹸﻆﹾﻔﱠﻠﻟﺍﻭ ﹺﺭﺍﺯﹺﺈﹾﻟﺍ ﻲﻓ

Artinya:

57Muslim ibn al-Hajjaj al-Qusayri al-Naisaburi, Sahih Muslim, jilid III (Beirut: Dar al-Kutub

‘Ilmiyah, t.th.), 1651

58Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbulla, Mencukur Jenggot dan Isbal (Jakarta : Pustaka Ibnu

‘Umar, 2015), 73

52

Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Muhammad bin Qudamah dari Jarir dari Al A'masy dari Abu Ishaq dari Muslim bin Nudzair dari Hudzaifah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Batas pemakaian kain sarung adalah sampai pertengahan kedua betis, jika kamu tidak suka maka boleh lebih rendah, jika kamu tidak suka maka boleh hingga tulang belakang betis, dan tidak ada hak bagi dua mata kaki dalam pemakaian kain (tidak punya hak untuk tertutup kain)."(HR. An- Nasa’i)59

Kesimpulan dari hadits ini adalah batas celana yang digunakan Rasulullah saw adalah setengah betis untuk hal isbal. Dan rasul tidak pernah lebih rendah dari itu karena hal- hal yang sudah rasul lakukan itu sudah menjadi ketetapan beliau sebagai suri tauladan untuk umat muslim seluruh penjuru dunia. Dan hal itulah yang menjadi tolak ukur kita dalam memahami sunnah rasul dan tidak menambahinya serta menguranginya sedikitpun.

ﹶﻝﺎﹶﻗ ﺎﻤﻬﻨﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻲﺿﺮﺳﺎﺒﻋ ﹺﻦﺑﺍ ﹺﻦﻋ :

ﻦﻣ ﲔﹺﻬﺒﺸﺘﻤﹾﻟﺍ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻪﻴﹶﻠﻋ ُﷲﺍ ﻰﱠﻠﺻ ِﷲﺍ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﻦﻌﹶﻟ

ﹺﻝﺎﺟﺮﻟﺎﹺﺑ ِﺀﺎﺴﻨﻟﺍ ﻦﻣ ﺕﺎﻬﺒﺸﺘﻤﹾﻟﺍﻭ ِﺀﺎﺴﻨﻟﺎﹺﺑ ﹺﻝﺎﺟﺮﻟﺍ

Artinya:

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.”(HR. al- Bukhari)60

Telah dikatakan dengan jelas maksud hadits ini dan berkaitan erat dengan hadits di atasnya. Batasan aurat wanita dan lelaki tidak sama.

Dan bagi keduanya tidak boleh menyerupai dan Allah SWT melaknat

59Abu Ahmad as-Sidokare, “Hadits Sunan An-Nasa’i”,Ebook, 2009.

60Abû ‘Abdullah Muhammad, Shahih al-Bukhari No Hadits5886

bagi kaum lelaki maupun wanita yang menyerupai kedua-duanya. Di zaman ini memang semua serba terbalik jika melihat realita yang ada lelaki telah menurunkan pakaiannya menyerupai wanita, dan tidaklah tampak dari diri mereka kecuali wajah dan telapak tangan, sementara wanita malah membuka pakaiannya sehingga terlihat dengan jelas kedua belah betisnya, bahkan lebih dari itu. Sehingga kaum lelaki yang memendekkan celananya diingkari dan diolok-olok hanya karena dia ingin meneladani Rasulullah saw, dan demikian pulalah untuk kaum wanita yang memanjangkan jilbabnya karena ketaatan dan kepatuhan kepada RasulNya dan Allah SWT, mereka pun tak lepas dari bahan olok-olokan dan di ejek oleh sesama manusia.

Hadits-hadits yang disebutkan diatas merupakan sebagian dari hadits-hadits yang dijadikan dasar larangan isbal di Pondok Pesantren Al-Ishlah, dikarenakan menurut pengurus dan ustadz yang mengajar di pondok tersebut semua hadits yang ada kaitannya dengan isbal maka akan dijadikan dasar dari larangan isbal.

Berdasarkan hadits-hadits di atas maka batas aurat untuk kaum lelaki adalah di atas mata kaki baik celana, sarung ataupun gamis, sementara untuk kaum wanita adalah sehasta di atas telapak kaki, karena wanita berbeda dalam hal batasan aurat daripada lelaki.

Sementara jika dilihat dari segi kebersihan serta kesucian maka jelas terlihat lebih bersih yang menggunakan celana anti isbal daripada yang menggunakan celana isbal dalam kesehariannya

54

Nabi telah menyuruh melarang, dan memberi peringatan mengenai masalah isbal. Dan telah terdapat lebih dari 15 sahabat yang meriwayatkan hadits- hadits yang berkaitan dengannya61.

Kelima belas sahabat itu adalah : 1. Abu Hurairah

2. Abdullah bin Umar 3. Abdullah bin Abbas 4. Abdullah bin Mas’ud 5. Aisyah

6. Abu Sa’id al-Khudry 7. Hudzaifah

8. Abu Umamah 9. Samurah bin Jundub 10. Al-Mughirah bin Syu’bah 11. Sufyan bin Sahl

12. ‘Ubaid bin Khalid 13. Jabir bin Sulaim 14. Amru bin Sa’id 15. Amru bin Zarrah 16. Annas bin Malik

61IWalid bin Muhammad 93-94

3. Pemahaman Hadits-Hadits Larangan Isbal Di Pondok Pesantren Al-

Dokumen terkait