• Tidak ada hasil yang ditemukan

Halal Route Thailand

Dalam dokumen Jawa dan Halal di Thailand - IBS Repository (Halaman 120-127)

BAB III HAL-Q

3.3 Halal Route Thailand

Mengalami sendiri secara mandiri pengalaman mencari resto halal di kota Bangkok, itu sungguh mengasyikkan. Lebih lanjut lagi, dari jasa aplikasi di smartphone yang kami bawa dari Indonesia yang sudah berganti kartu dengan kartu lokal Thailand (dibeli di bandara begitu sampai di bandara kota Bangkok baik di Suvarnabhumi maupun di Don Mueang) berselancar mencari

Gambar 3.16 Penulis berfoto bersama Pak Usman, pemilik Usman Muslim Food & Hostel di Sukhumvit Soi 22, Bangkok

Sumber: Penulis

berbagai resto halal di kota Bangkok tak terkendala sama sekali.

Bahkan, pencarian resto halal membawa kami juga mendapatkan penginapan halal dengan harga hotel bintang 3 yang sangat terjangkau, yang bisa paket dengan rasa aman-nyaman mengkonsumsi kuliner halalnya yang disediakan di lokasi yang sama.

Nama dari tempat yang membuat kami jadi beberapa kali sering kembali lagi ke sana adalah ”Usman

Muslim Food & Hostel” (อุสมาน) yang beralamat di Sukhumvit Soi 22 di sebuah gang agak di samping hotel Mariott Bangkok dan Imperial Queen's Park Hotel Bangkok.

Atau lebih tepatnya adalah di 259/9 Sukhumvit Rd, Khwaeng Khlong Tan, Khet Khlong Toei, Krung Thep Maha Nakhon

10110, Thailand. Menurut https://www.tripadvisor.co.id › Asia › Thailand › Bangkok › Restoran di Bangkok, untuk Bangkok Tourism, terhadap kepuasan yang diberikan oleh Usman Muslim Food & Hostel, dari 1.425.932 reviews dengan 310 ulasan, pada saat diunduh di tanggal 15 Januari 2018, dari skala 1-5 mendapatkan score 4,5. Jadi tempat ini adalah salah satu yang tim peneliti rekomendasikan kepada siapapun yang akan datang ke kota Bangkok dengan membawa dana

‘secukupnya.’

Gambar 3.17 Aplikasi pencarian Halal di Thailand

Sumber: www.google.com

106

Bisnis halal yang dijalankan oleh Usman asal Yala di wilayah selatan Thailand, baik itu penginapan maupun kuliner sangat menjanjikan. Oleh karena selama ini banyak turis datang ke Thailand dengan segudang keragu-raguan atas kuliner yang hendak dikonsumsinya. Didasari oleh iman Islam dan kebutuhan eksistensi melakukan amal usaha, Usman membuka usahanya. Omset dari usahanya itu kemudian menjadi berlipat ganda ketika memasuki

bisnis di “era disrupsi” kekinian, dimana untuk menikmati kuliner halalnya di kota Bangkok, masyarakat setempat tak perlu harus datang langsung ke restonya, melainkan dapat mengordernya melalui aplikasi yang dengan mudah dapat diunduh di smarphone seluruh masyarakat kota Bangkok tanpa terkecuali. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah bernama Lala Move.

Memang Halal Route app itu diperkenalkan di Kerajaan Thailand guna memfasilitasi kebutuhan utama turis Muslim, khususnya kuliner. Merupakan positioning dari Kerajaan Thailand untuk menjadi destinasi ramah Msulim atau tepatnya adalah positioning of Thailand as a Muslim-friendly destination. Aplikasi tersebut dapat diunduh di http://halalroute.in.th/, mulai diperkenalkan di Thailand Halal

Gambar 3.18 Penulis di depan Usman Muslim Food & Hostel di Sukhumvit Soi 22, Bangkok dan Lala Move (GoFood-nya Bangkok)

Sumber: Penulis

Assembly 2016, acara tahunan yang diorganisir oleh the Halal Science Centre of Chulalongkorn University, bekerjasama dengan CICOT atau Central Islamic Council of Thailand dan Halal Standard Institute of Thailand.

Aplikasi Halal Route ini adalah inovasi karya dari Halal Science Centre Chulalongkorn University, yang akan mendukung upaya yang telah dibuat oleh TAT atau Tourism Authority of Thailand yang telah terlebih dahulu menggaungkan produk barang dan jasa Thailand sebagai

yang ramah terhadap Muslim atau Muslim-friendly products and services in Thailand. Sejak tahun 2015 Thailand memang telah gencar mempromosikan negaranya pada posisi ramah turis Muslim atau a Muslim-friendly destination, sekaligus memperkenalkan aplikasi penunjangnya guna memudahkan pada turis Muslim mencari masjid, resto, hotel, dan komunitas Muslim, serta lain sebagainya yang sekaligus disertai review dari para pengguna jasanya atas pengalamannya menikmati produk jasa pelayanan sebagai referensi bagi para calon customer-nya di masa datang.

Aplikasi ciptaan the Halal Science Centre Chulalongkorn University tersebut memang selangkah lebih maju, dalam hal mengkombinasikan produk Muslim-friendly dan agenda perjalanan jasa tour and travel. Walau saat awal dipromosikan hanya baru di

Gambar 3.19 Tampilan Registrasi Halal Route

Sumber: www.google.com

108

dalam bahasa Thai, serta baru khusus diperuntukkan bagi turis domestik saja, namun pada langkah berikutnya dalam waktu dekat, aplikasi Halal Route akan diberikan terjemahannya ke dalam bahasa Inggris dan Melayu atau Bahasa Indonesia.

Memang artificial intelligence, lingkungan virtual, superkonektivitas, informasi yang real time, alat-alat digital yang canggih, serta beraneka macam inovasi kekinian, sudah menjadi bagian dari nafas kehidupan manusia era milenial sekarang ini.

Disrupsi atau gangguan ini membuat banyak perubahan dari transaksi manusia di masa lalu menjadi transaksi kekinian berbasis serba digital.

Terjadi shifting pada model business patern, berubah menjadi kekinian berbasis serba digital dan aplikasi. Semisal kehadiran penerbangan berbiaya murah atau LCC atau Low Cost Carrier semakin memberikan kemudahan fasilitas dalam hal mem-booking hotel, di tengah kompetisi pariwisata yang semakin ketat di tengah masyarakat intra-regional ASEAN dalam kaitan industri pariwisata. Sebagaimana pernah dimulai pada tahun 1841 oleh Thomas Cook dari Inggris yang menyelenggarakan wisata terjangkau untuk pertama kalinya, dengan mengajak warga miskin untuk naik kereta api dengan hanya membayar hanya 1 Shilling untuk sekali perjalanan, lalu selama perjalanan para penumpang disuguhi makanan dan musik. Moto yang kemudian diusung oleh Cook pada tahun 1854 adalah “… to travel is to feed the mind, humanize the soul, and rub off the rust of circumstance”. Inggris

Gambar 3.20 Tampilan promosi Halal Route Sumber: www.google.com

memang memulainya bersamaan dengan hadirnya revolusi industri yang melahirkan fenomena baru di masyarakat, yaitu kelas pekerja yang kemudian terlahir beserta seluruh tantangan permasalahannya.

Semisal waktu kerja yang tinggi, tapi dengan upah buruh yang rendah, sehingga mereka melakukan eskapisme melalui bermabuk-mabukan.

Tren beralkohol-ria ini sungguh sangat menjangkiti kelas pekerja di Inggris sehingga beragam permasalahan sosial barupun kemudian mulai bermunculan. Cook kemudian berpikir untuk mengalihkan fenomena kebiasaan buruk tersebut dengan ajakan menghadiri semacam seminar anti-alkohol yang akan diadakan di kota Loughborough sekitar 30 kilometer dari kota Leicester tempatnya tinggal. Kemudian, iapun menciptakan rencana dengan mengajak masyarakat kota Leicester untuk hadir di seminar tersebut. Perjalanan menuju kota Loughborough dihitung dengan cermat, penumpang hanya dikenakan biaya sangat rendah sebesar 1 Shilling untuk biaya tiket pulang-pergi, teh, kudapan, dan hiburan band musik selama perjalanan. Akhirnya sepakat 500 orang untuk berangkat. Inilah penanda awal perjalanan berbiaya murah dengan jumlah penumpang yang besar untuk masa itu. Gebrakan di tahun 1841 itu menjadi embrio munculnya biro perjalanan atau travel agent. Karena setelah gebrakan pertama tersbut, Cook melanjutkannya dengan perjalanan menuju beberapa negara tetangga, antara lain: (1) Paris; (2) Swiss; (3) Italia;

(4) Mesir; hingga (5) Amerika Serikat. Lebih lanjut, pada tahun 1865 Cook benar-benar mendirikan biro perjalanan atau travel agent sendiri, dengan memberikan kelompok masyarakat baru kelas pekerja perjalanan mengeksplorasi dunia untuk bersenang-senang, yang sebelumnya selama itu hanya mereka ketahui melalui buku-buku.

110

Hingga akhirnya, pada tahun 1872 Cook berkolaborasi dengan anaknya membuka Thomas Cook & Son yang masih eksis hingga kini dalam beragam bentuk diversifikasi usaha dengan kepemilikan bukan lagi hanya keluarga. Karena Thomas Cook-lah kemudian kini sebanyak lebih dari 1 juta manusia di dunia setiap hari melakukan perjalanan wisata dari dank ke seluruh pelosok dunia (Kompas, Rabu, 24 Januari, 2018). Dalam kaitan dengan gaya hidup baru bersenang-senang atau leisure tersebut di atas itulah maka Halal Science Centre Chulangkorn University menjelaskan, bahwa lebih dari setengah penduduk di negara-negara anggota ASEAN adalah Muslim, dan dalam berwisata menginginkan kenyamanan serba halal untuk melengkapinya. Sehingga menjadi semakin jelas alasan penggerak semua terkait indutri halal di Thailand, yaitu oleh karena didorong oleh prospek bagusnya pertumbuhan ekonomi bisnis halal mulai dari sekarang hingga ke depannya, termasuk generasi muda the millenials. Hal ini membantu terciptanya banyak pekerjaan baru secara nasional, dan menaikkan integrasi sosio-kultural dari populasi masyarakat Muslim Thai di seluruh Kerajaan Thailand. Karena pariwisata di Thailand merupakan salah satu dari sektor ekonomi unggulan di bawah strategi Thailand 4.0.

Keunggulan dari transformasi manusia di era digital atau milenial ini terletak pada organisasi manusia di dalamnya yang terdiri dari individu dan sekumpulan pemikir, yang tidak sekedar mampu beradaptasi terhadap perubahan semata, namun juga mendorong perubahan itu bahkan secara berkelanjutan melakukan inovasi berbasis kaizen (dalam bahasa Jepang) yang arti di dalam bahasa

Inggris adalah continues improvement. Yang tidak sekedar puas berada di dalam situasi yang relevan namun juga siap bertransformasi atau berubah ‘bentuk’.

Bahkan, pada tahun 1963 lalu seorang ilmuwan dari Amerika Serikat Leon C. Maggison pernah menyatakan bahwa, “It is not the strongest species that survives, nor the most intelligent one, but the one most responsive to change”. Pada dasarnya transformasi yang terjadi di dalam organisasi pemerintahan Kerajaan Thailand terkait dengan organisasi The Halal Science Centre Chulalongkorn University terhadap industri bisnis halal Thailand untuk dunia adalah contoh dari best practices transformasi para manusia yang ada di dalamnya. Mulai dari transformasi kualitas hubungan pemerintah Kerjaan Thailand dengan masyarakat Muslim di kerjaan khususnya di wilayah selatan Thailand pasca kekuasaan Jendral Phibun Songkhram dari partai nasionalis di kerjaan Thailand yang terpilih selama tiga kali masa kekuasaan, hingga transformasi budaya dari analog menjadi digital walau oleh sebagaian besar pihak menyatakannya sebagai “disrupsi digital” belaka. Padahal sesungguhnya, disrupsi digital yang kini terjadi dan hampir merata di seluruh dunia adalah sebuah situasi atau conditio cine quanon “transformasi budaya.”

Dalam dokumen Jawa dan Halal di Thailand - IBS Repository (Halaman 120-127)