• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hambatan-Hambatan dalam Pelaksanaan Bimbingan

Dalam dokumen bimbingan keagamaan untuk meningkatkan (Halaman 85-88)

BAB III PEMBAHASAN

B. Hambatan-Hambatan dalam Pelaksanaan Bimbingan

70

hanya untuk mencari materi saja, tetapi juga untuk beribadah dan mempersiapkan bekal di akhirat nanti.

9. Menghadiri bimbingan keagamaan seperti ceramah dan praktik ibadah lainnya dengan niat untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal di kehidupan selanjutnya (akhirat).

Segala sesuatu tentu tergantung dari niatnya dalam mengerjakan, dari hasil wawancara bahwa lansia yang mengikuti bimbingan keagamaan dikarenakan niatnya untuk menambah wawasan dan memperbaiki diri.

Sadar akan kurangnya pengetahuan tentang ajaran Islam seperti belum bisa mengaji, belum menghapal bacaan- bacaan solat, ingin bersikap baik kepada sesama lansia merupakan wujud dari perilaku keagamaannya untuk memperbaiki diri.

B. Hambatan-hambatan dalam Pelaksanaan Bimbingan Keagamaan

71

Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan oleh siti Rahmah, dalam pembinaan keagamaan pada lansia terdapat faktor- faktor yang menghambat upaya pembinaan diantaranya seperti usia para penghuni panti yang sudah tua sehingga fisiknya sudah lemah dan daya ingat yang cepat lupa, latar belakang pendidikan yang rendah, kondisi mental lansia terutama yang menyandang masalah sosial, dan kondisi wisma yang sering banjir saat musim hujan.89

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Siti Marsitah, dkk tentang kegiatan keagamaan bagi lansia muslim di Pahang Malaysia dapat memberikan dampak yang positif bagi lansia yakni lansia menjadi lebih ceria, positif, mudah bergaul, dan menyenangkan.

Selain itu juga dapat meningkatkan pengetahuannya tentang ilmu tajwid dan dapat mempererat hubungan silaturrahmi sesama lansia disana. Adapun dalam pelaksanaannya juga terdapat hal-hal yang dapat menjadi kendala seperti rendahnya tingkat keterampilan membaca Al-

yang dihadapi lansia seperti penglihatan dan pendengarannya.90

Berdasarkan penurunan-penurunan kondisi yang terjadi pada lansia, maka pelaksanaan bimbingan keagamaan juga mengalami hambatan-hambatan, baik dari lansia itu sendiri, sarana dan prasarana.

Hambatan-hambatan yang datang dari lansia bisa berupa secara fisik, mental, maupun sarana dan prasarana di PSLU Mandalika. Adapun hambatan-hanbatan dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan pada lansia sebagai berikut:

1. Sulit dalam mempelajari materi baru dan membutuhkan waktu yang lama, sehingga penyampaian materi dilakukan secara berulang-ulang.

2. Pendidkan yang rendah dan tidak bisa membaca

3. Mudah lupa akan materi yang pernah disampaikan, sehingga apa yang disampaikan saat bimbingan sering susah diingat sebagai akibat dari menurunnya daya ingat.

89 Siti Rahmah, Pembinaan Keagamaan Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera, Jurnal Ilmu Dakwah, (Vol. 12 No. 23, thn. 2013), hlm. 82.

90 Siti Masitah, dkk. Religious Activities for Elderly at the Senior Citizens Activity Center (PAWE) in Pahang, Malaysia, International Journal, (Vol. 12 No. 3 thn.

2022), hlm. 177.

72

4. Kurang memahami materi yang disampaikan sebagai akibat dari menurunnya fungsi kinerja otak.

5. Kurang jelas dalam mendengarkan materi yang disampaikan sebagai akibat dari penurunan fungsi pendengaran.

6. Menurunnya fungsi pengliahatan (rabun) sehingga materi yang dipraktikkan di depan kurang jelas.

7. Mudah lelah sehingga lansia dalam mengikuti bimbingan dapat terganggu.

8. Kurangnya motivasi diri untuk mengikuti bimbingan keagamaan.

9. Kondisi jalan yang berlubang dari wisma menuju ke masjid sehingga berbahaya bagi lansia yang memakai tongkat saat berjalan.

73 BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pemaparan hasil laporan penelitian tentang Pelaksanaan Bimbingan Keagamaan pada Lansia di PSLU Mandalika NTB, peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan bimbingan keagamaan di UPTD PSLU Mandalika NTB dilakukan secara rutin dengan jadwal pelaksanaan pada hari ustadz dan ustadzah selaku pembimbing keagamaan menggunakan metode langsung secara Kelompok dan individu. Dalam penyampaiannya dilakukan dengan metode ceramah yang di bimbing oleh ustadz secara berkelompok di Masjid, metode wawancara dilakukan secara individu maupun kelompok oleh ustadzah, kemudian metode group teaching secara kelompok yang dibimbing oleh ustadz maupun ustadzah.

Materi yang disampaikan terkait dasar-dasar ajaran agama Islam yang sangat dibutuhkan oleh lansia, materi tersebut yaitu: 1) , Aqidah yang berisikan tentang keyakinan terhadap ke-Esaan dan ketauhidan, serta larangan dan perintah Allah SWT, 2)

yang berisikan rukun-rukun Islam seperti syahadat, solat, puasa, dan lain-lain, 3) Akhlak yang berisikan ajaran tentang perilaku berakhlak yang baik, cara bergaul dengan sesama lansia, dan sikap-sikap husnuzan.

Bimbingan keagamaan memberikan dampak yang positif bagi lansia yang tinggal di PSLU Mandalika NTB, setelah mengikuti program tersebut lansia menjadi lebih paham tentang ajaran Islam, adanya perubahan perilaku keagmaannya dalam bertingkah laku, ucapannya, dan dalam mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan Allah SWT.

2. Hambatan-hambatan yang terjadi pada pelaksanaan bimbingan keagaman pada lansia yaitu: 1) Sulit dalam mempelajari materi

74

baru dan membutuhkan waktu yang lama, sehingga penyampaian materi dilakukan secara berulang-ulang. 2) Mudah lupa akan materi yang pernah disampaikan, sehingga apa yang disampaikan saat bimbingan sering susah diingat sebagai akibat dari menurunnya daya ingat. 3) Kurang memahami materi yang disampaikan sebagai akibat dari menurunnya fungsi kinerja otak.

4) Mudah lelah sehingga dalam mengikuti bimbingan lansia dapat terganggu. 5) Kurangnya motivasi diri untuk mengikuti bimbingan keagamaan. 6) Kondisi jalan yang berlubang dari wisma menuju ke masjid sehingga berbahaya bagi lansia yang memakai tongkat saat berjalan. 7) Kurang jelas dalam mendengarkan materi yang disampaikan sebagai akibat dari penurunan fungsi pendengaran.

B. Saran

Berdasarkan Hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti di Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Mandalika NTB, beberapa saran yang peneliti cantumkan untuk pengembangan dalam penelitian selanjutnya dan pihak panti antara lain seabagai berikut:

1. Untuk Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika, diaharapkan agar dapat memberikan bimbingan keagamaan dengan memperhatikan lansia yang tidak bisa datang ke Masjid dengan cara membuatkan jadwal kunjungan, sehingga kunjungan ke wisma lainnya dilakukan secara rutin dan terjadwal. Selanjutnya sarana dan prasarana yang memungkinkan dapat menghambat pelaksanaan bimbingan keagamaan untuk segera diperbaiki.

2. Untuk penelitian selanjutnya, diharapakan untuk lansia sebagai subjek penelitian mengkaji juga tentang motivasinya dalam mengikuti bimbingan keagamaan, baik faktor yang dapat menyebabkan motivasi rendah dan faktor pendukung dalam meningkatkan motivasi mengikuti bimbingan tersebut.

75

DAFTAR PUSTAKA

Desmita, Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.

H.D Bastaman, Logoterapi: Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup dan Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007.

Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan. Jakarta: Prenadamedia Group, 2013.

Siti Maryam, Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika, 2008.

Soemiatri patmonodewo, dkk. Psikologi Perkembangan Pribadi dari Bayi Sampai Usia Lanjut. Jakarta: UI-Press, 2001.

untuk Meningkatkan Spiritualitas Lansia di BSLU Mandalika Skripsi, FDIK UIN Mataram, Mataram, 2020.

Moh. Sholeh & Imam Musbikin, Agama sebagai Terapi: Telaah Menuju Ilmu Kedokteran Holistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.

Endang Ekowarni, Pengalaman Emosi dan Mekanisme Koping Lansia yang Mengalami Penyakit Kronis. Jurnal Psikologi.Vol. 39, No. 2, Tahun. 2012.

Jalaludin, Psikologi Agama, Jakarta: RajaGrafindo, 2010, cet. ke-14.

QS. Tim Penyempurnaan Terjemahan Al- -2019). -

Terjem Jakarta : Lajnah Pentashihan

Mushaf Al- 2019.

Samsul Munir Amin, Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: Amzah, 2015, Cet. Ke-3.

Tohari Musnamar, Dasar-dasar Konseptual Bimbingan Konseling Islam.

Yogyakarta: UII Press, 1992.

76

Tohirin, Bimbingan dan Konseling Islam di Madrasah (berbasis integrasi). Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

Indah

Skripsi, FUSA Raden Intan Lampung, 2018, hlm. 31.

Abdullah Nata, Metodologi Studi Islam, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011, Cet. Ke-18.

Dyah

Skripsi, FDK UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2017.

Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1998.

an Satori, & Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif.

Bandung: Alfabeta, 2014.

Andi Prastowo, Menguasai Teknik-teknik Koleksi Data Kualitatif.

Jogjakarta: DIVA Press, 2010.

Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan statistic. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2004.

Susilo Rahardjo, Metode Penelitian Individu Teknik Non Tes. Jakarta:

Kencana, 2013.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Bandung:

Alfabeta, 2009. Cet. Ke 8.

Imam Machali, Statistik Manajemen Pendidikan: Teori dan Praktik Statistik dalam Bidang Pendidikan. Penelitian Ekonomi, Bisnis, dan Ilmu-ilmu Sosial Lainnya. Jogjakarta: Pustaka Pelajar, 2018.

Imam Gunawan, Metode Kualitatif Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara, 2014.

77

Milles dan Huberman, Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia, 1992.

Website

Muhammad Kurtubi, Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2021. dalam http://dinsos.riau.go.id. diakses tanggal 8 Januari 2022 11:41 WITA.

UUD RI No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, dalam https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://

www.bphn.go.id/data/documents/98uu013.pdf&ved=2ahUKEwja5 b3cp5. Diakses tanggal 27 Februari 2022.

Wawancara

Dina, PSLU Mandalika NTB: 14 Februari 2022.

Yul Komariah, PSLU Mandalika NTB: 23 April 2022.

Ayanik, PSLU Mandalika NTB: 23 April 2022.

Abdullah, PSLU Mandalika NTB: 14 Mei 2022.

Saminah, PSLU Mandalika NTB: 26 April 2022.

Nurhayati, PSLU Mandalika NTB: 23 April 2022.

Dra. Hj. Ari Yuliani, PSLU Mandalika NTB: 26 April 2022.

Suparman, PSLU Mandalika NTB: 28 April 2022.

Maknah, PSLU Mandalika NTB: 14 Mei 2022.

78

LAMPIRAN

79 Lampiran 1

Daftar Nama Kelayan PSLU Mandalika NTB

NO NAMA WISMA ALAMAT

1 Sani Parwa Dsn. Gria Narmada Lobar

2 Mahsun Langko Labulia, Jonggat Loteng 3 Sepuriah Beberu Peseng, Kopang Loteng 4 Sayuti Sokong Pejeruk, Seleparang Mataram 5 M. Nur Parwa Sankreang, Praya Loteng 6 Aminah Beberu Praya Loteng

7 Saparudin Mumbul Lendang Andus, Lekok, Kec. Lembar Lobar

8 Mahri Sokong Tanjung Karang Mataram 9 Raijah Kedaro Lendang, Lajut, Praya Tengah

Loteng

10 Halimah Kedaro Bangsal

11 Maenah Kedaro Punia Mataram

12 H. Abdul Wahab Langko Lingsar Lobar

13 Nuhasanah Kedaro Adeng, Jagerage, Kuripan - Lobar 14 Mahyun Sokong Medas Desa, Dunung Sari Lobar 15 Munah Parwa Bujak, Batukliang Loteng 16 Zakaria Sokong Dsn. Keselet Barat, Sakra - Lotim 17 Suwarni Rpk Jl. Cempaka Blok C Labuapi,

Perampuan Lobar

18 Nurimah Mambalan Dsn. Toron. Desa Kerumut, Kec.Pringgabaya-Lotim 19 Mbah Kasnia Parwa Krg. Seraya, Kec. Seleparang -

Mataram Barat

20 Mbah Mardiyah Berenge Jl. Meninting Vii, Btn Kekalik Mataram

21 Inaq Lihang Rpk Desa Awang, Pujut Loteng 22 Ismail Marzuki Rpk Takeban, Narmada Lobar 23 Sarine Seleparang Peresak Utara, Narmada - Lobar

80

24 Janirah Mambalan Karang Anyar, Kopang - Loteng 25 Abdul Gani Pejanggik Cakranegara Mataram

26 Isni Widari Seleparang Babakan Mataram

27 Anggi Pejanggik Wage, Batujai, Praya Barat - Loteng 28 Inaq Sahre Mambalan Jln. Tanggul Sukarajat 02/09

Ampenan

29 Siti Hindun Berenge Pringga Jurang, Montong Gading Lotim

30 Ramlah/Renep Kedaro Dasan Koak Mekar Sari, Kec Suela Lotim

31 Rahmah Beberu Aik Anyar, Sukamulia, - Lotim 32 Salamah Rpk Sesela, Barat Kubur Lobar 33 Halimah Berenge Ds. Jangkong, Kalijaga Aik Mel

Lotim

34 Marijah Pejanggik Pondok Perasi, Bintaro - Mataram 35 Inaq Jeneq Mambalan Sidemen Lauk - Ds. Lembah Sari

Lobar

36 Inaq Saleha Berenge Karang Masmas

37 Saminah Parwa Karang Bata Tengah, Abian Tubuh Cakranegara

38 Mehram Pejanggik Gerung Selatan Lobar 39 Ni Nengah Tini

(Nur) Pejanggik Jln. Abdul Kadir Munsyi, Punia Mataram

40 Supar Pejanggik Desa Terara Kec. Terara - Lotim 41 Soleh Mumbul Btn Kekalik Gg Masjid, Jl. Dodokan

Iii Mataram

42 Marmah Parwa Ds. Karang Langke, Masbagek Selatan Lotim

43 Nurhayati Parwa Karang Taruna Mataram 44 Senah Parwa Jelantik Loteng

45 Saripah Berenge Lopok Sumbawa

46 Nurjanah Anjani Karang Bedil Cakranegara 47 Munirah/Legong Kedaro Muhajirin Langko, Lingsar - Lobar 48 Sofian Anjani Perumnas Mataram

49 Salminah Parwa Kampung Tinggar Ampenan

81

50 Rahman Widodo Langko Dsn. Karang Tengah, Desa Utan Sumbawa

51 Amaq Isa Langko Gerung Butun Barat, Mandalika Mataram

52 Zaenab Mambalan Midang, Gunung Sari Lobar 53 I Made Alit Sokong Jln. Ngurah Rai, Sindu Timur

Cakranegara

54 Caca Parwa Cupek, Sigar Penjalin, Tanjung - Klu 55 Rasi Anjani Kuranji, Bangsal Lobar

56 Maemunah Beberu Peresak Idik, Sakra Lotim

57 Raisah Rpk Pelangan Lobar

58 Maknah Pejanggik Kebon Jeruk, Pejeruk - Ampenan 59 Ida Ayu Wahyu Pejanggik Ling. Batu Goleng, Gerung Utara

Lobar

60 Aminah Parwa Kamasan Monjok Mataram 61 Nengah Semi Langko Pengendan Pelangan, Sekotong

Lobar

62 Sumiyati Mambalan Tanjung Karang Mataram 63 Jamilah Rpk Rsj Mutiara Sukma Mataram 64 Aldi Pejanggik Batu Belek Timur, Rakam - Lotim 65 Rahim Pejanggik Jl. Swakarsa Viii, Gerisak Kekalik

Mataram

66 Lalu Nursin Pejanggik Ds. Padaleman, Masbagik Utara Lotim

67 Jumiah/Amaq

Umpuq Langko Kel. Tanjung Karang, Kec Sekarbela Mataram

68 Rohaniah Pejanggik Bunut Baok, Praya Loteng 69 Mugah Langko Dsn. Gelanggang Sakra Lotim 70 Mustaal Anjani Aikmual, Praya Loteng 71 Khadijah Mambalan Aikja, Praya Loteng 72 Sudarman Mumbul Dinsos Mataram

73 Ardiansyah Anjani Kamp. Tinggar, Ampenan - Mataram 74 Suparman Mumbul Pejeruk, Seleparang Mataram 75 Musfadlah Rpk Ling. Karang Kuluh, Sayang-Sayang

Mataram

82 Lampiran 2

Dokumentasi Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Mandalika NTB

Gambar 1.1 Wawancara dengan Kepala Panti di Ruangan Kantor PSLU Mandalika NTB

Gambar 1.2 Wawancara dengan Ustadzah di Masjid PSLU Mandalika NTB

83

Gambar 1.3 Wawancara dengan Salah Satu Lansia di Wisma yang merupakan muallaf

Gambar 1.4 Wawancara dengan lansia yang baru saja pulang dari bimbingan keagamaan di Masjid

PSLU Mandalika NTB

84

Gambar 1.5 Kegiatan Bimbingan Keagamaan dibimbing oleh Ustadz di Masjid PSLU Mandalika NTB

Gambar 1.6 Kegiatan Bimbingan Keagamaan Dibimbing oleh Ustadzahdi Masjid PSLU Mandalika NTB

85

Gambar 1.7 Kegiatan bimbingan keagamaan praktik solat bersama di Masjid PSLU Mandalika NTB

Gambar 1.8 Kegiatan bimbingan keagamaan praktik Solat bersama di Masjid PSLU Mandalika NTB

86

Gambar 1.9 Kegiatan bimbingan keagamaan membaca Al-

87 Lampiran 3

Pedoman Wawancara A. Kepala Panti

1. Bagaimana keadaan sarana dan prasarana di PSLU Mandalika NTB ?

2. Apa saja program-progam dan tujuan dari program yang diberikan pada lansia

3. Bagaimana keadaan kegiatan bimbingan keagamaan bagi lansia ? 4. Apa saja tujuan dari program bimbingan keagamaan bagi lansia ? 5. Apakah ada bimbingan keagamaan bagi lansia yang mengalami

daya ingat terbatas, gangguan pendengaran dan penglihatan melalui pendekatan khusus yakni bimbingan langsung secara individu ?

6. Apa harapan dari diadakannya program bimbingan keagamaan bagi lansia untuk kedepannya ?

B. Pengasuh

1. Bagaimana kondisi fisik lansia di PSLU Mandalika

2. Bagaimana kondisi psikis lansia saat awal tinggal di PSLU ? 3. Apa saja keluhan dan kemunduran-kemunduran kondisi yang

dirasakan para lansia ?

4. Bagaimana perubahan para lansia sebelum dan setelah tinggal di BSLU dan mengikuti program-program yang ada?

5. Apakah penting bagi lansia untuk mengikuti bimbingan keagamaan ?

6. Apa saja hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan bimbingan keagamaan bagi lansia ?

7. Apa aja kendala yang biasa terjadi pada lansia dalam pemberian bimbingan keagamaan berdasarkan kondisinya ?

C. Ustad/Ustadzah

1. Kapan bimbingan keagamaan dilaksanakan ?

2. Apa saja macam-macam bentuk pemberian bimbingan keagamaan di PSLU Mandalika NTB ?

3. Bagaimana tahap-tahap dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan

?

88

4. Apa saja materi yang disampaikan kepada lansia saat bimbingan keagamaan berlangsung ?

5. Apa saja metode yang digunakan dalam bimbingan keagamaan ? 6. Bagaimana cara pemberian bimbingan keagamaan bagi lansia yang

mengalami gangguan pendengaran dan penglihatan ?

7. Bagaimana cara pemberian bimbingan keagamaan bagi lansia di wisma mandiri yang tidak bisa ke masjid karena tidak bisa berjalan

?

8. Bagaimana cara pemberian bimbingan keagamaan bagi lansia dengan daya ingat yang terbatas (cepat lupa)?

9. Apa saja tujuan dari pelaksanaan bimbingan kegamaan ?

10. Apa dampak perubahan bagi lansia setelah mengikuti bimbingan keagamaan ?

11. Bagaimana bentuk perilaku keagamaan lansia setelah mengikuti Bimbingan Keagamaan ?

12. Apakah para lansia dapat memahami dan mengamalkan materi bimbingan keagamaan yang diberikan ?

13. Apa saja kendala-kendala dalam proses pelaksanaan bimbingan keagamaan secara fisik dan psikis lansia ?

14. Apa yang diharapkan dari kegiatan bimbingan keagamaan ? 15. Apa saja fasilitas yang dibutuhkan dalam bimbingan keagamaan ? D. Lansia

1. Kegiatan apa saja yang anda sukai di PSLU Mandalika NTB ? 2. Apakah anda rutin mengikuti kegiatan bimbingan keagamaan ? 3. Apa alasan anda mengikuti kegiatan bimbingan keagamaan ? 4. Apa saja materi bimbingan keagamaan yang di berikan

ustad/ustadzah ?

5. Bagaimana cara ustad/ustadzah menyampaikan materi ?

6. Apakah anda memahami materi yang disampaikan ustad/ustadzah?

7. Bagaimana perasaan anda saat mengikuti bimbingan keagamaan ? 8. Apa manfaat yang dirasakan setelah mengikuti bimbingan

keagamaan ?

9. Apa harapan anda dari bimbigan keagamaan ini ?

89 Lampiran 4

Pedoman Observasi

Dalam melakukan penelitian, peneliti juga melakukan observasi berdasarkan pedoman yang telah disusun untuk mempermudah saat melakukan

Keagamaan untuk Meningkatkan Perilaku Keagamaan pada Lansia di 1. Kondisi sarana dan prasarana di PSLU Mandalika NTB

2. Mengamati bentuk pelaksanaan bimbingan keagamaan di PSLU Mandalika NTB

3. Mengamati metode pemberian bimbingan keagamaan dan materi yang disampaikan di PSLU Mandalika NTB

4. Mengamati perilaku keagamaan lansia yang rutin mengikuti bimbingan keagamaan

5. Mengamati proses evaluasi bimbingan keagamaan di PSLU Mandalika NTB

6. Mengamati hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan di PSLU Mandalika NTB

90

91

92

93

Dalam dokumen bimbingan keagamaan untuk meningkatkan (Halaman 85-88)

Dokumen terkait