• Tidak ada hasil yang ditemukan

Produk Cacat

Dalam dokumen atas do’a dan pengorbanannya yang tulus (Halaman 30-37)

1. Pengertian Harga Pokok Produksi

Secara umum harga pokok produksi dapat diartikan sebagai seluruh biaya yang dikorbankan dalam proses produksi untuk mengelola bahan baku menjadi barang jadi. Adapun biaya-biaya tersebut meliputi biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.

Menurut Firmansyah (2013 : 57) harga pokok produksi adalah penjumlahan seluruh pengorbanan sumber ekonomi yang digunakan dalam bahan baku menjadi produk jadi.

Laporan Harga Pokok Produksi

I. BAHAN BAKU xxx

Persediaan awal xxx

Pembelian bahan baku xxx

Retur pembelian xxx

Total bahan baku xxx

Prsediaan akhir xxx

Bahan baku terpakai xxx

II.BAHAN PEMBANTU xxx

Persediaan awal xxx

Pembelian bahan pembantu xxx Persediaan bahan baku akhir xxx

Bahan baku terpakai xxx

III. TENAGA KERJA xxx

Gaji karyawan xxx

Tunjangan xxx

Bonus xxx

IV. BIAYA PRODUKSI PABRIK xxx

Biaya listrik xxx

Biaya air xxx

Biaya penyusutan peralatan xxx

Biaya pemeliharaan xxx

JUMLAH BIAYA PRODUKSI ( I + II + III + IV )

V. BARANG DALAM PROSES xxx

Barang dalam proses awal xxx Jumlah biaya produksi xxx Barang dalam prose akhir xxx Barang jadi setelah proses xxx

VI. BARANG JADI xxx

Persediaan barang jadi awal xxx Barang jadi setelah proses xxx Total persediaan barang jadi xxx Persediaan barang jadi akhir xxx

HARGA POKOK PRODUKSI xxx

2. Laporan Harga Pokok Produksi

Menurut (Suardi, 2013 : 87) “Jumlah biaya produksi diakumulasikan ke dalam sebuah departemen secara periodik diringkas dan dilaporkan dalam sebuah laporan biaya produksi”. Isi laporan harga pokok produksi terdiri dari empat kelompok :

a. Biaya total dan per unit produk yang diterima dari satu atau lebih departemen lainnya.

b. Biaya total dan per unit bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik yang ditambah oleh departemen yang bersangkutan.

c. Biaya persediaan produk dalam proses awal dan akhir.

d. Biaya yang ditransfer kedepartemen berikutnya atau ke persediaan barang jadi.

3. Unsur-unsur harga pokok produksi

Ada tiga unsur biaya yang membentuk harga pokok produksi : a. Biaya Bahan Langsung (Direct Material Cost)

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)

c. Biaya Pabrik Tidak langsung (Factory Overhead Cost)

Biaya bahan baku langsung dan upah langsung digabungkan dalam kelompok biaya utama (prime cost). Upah langsung dan overhead pabrik digabung dalam kelompok biaya konversi, yang mencerminkan biaya pengubahan bahan baku langsung menjadi barang jadi. Berikut penjabaran unsur-unsur harga pokok produksi.

1) Biaya bahan langsung (direct material cost)

Bahan langsung atau bahan baku adalah semua bahan yang secara fisik langsung menjadi bagian utama dari barang jadi, dapat ditelusui pada produk dan jumlahnya material. Hal yang menjadi pertimbangan utama dalam mengelompokkan suatu bahan kedalam bahan langsung adalah kemudahan penelusuran proses pengubahan bahan tersebut sampai menjadi barang jadi.

Ada 2 metode pencatatan persediaan dalam akuntansi yaitu:

a) Sistem periodic b) Sistem perpectual

Kedua sistem diatas memiliki kelebihan dan kelamahan masing- masing. Sistem periodik merupakan metode pencatatan yang mudah untuk dilaksanakan, namun internal control dengan sitem tersebut akan lebih sulit. Begitu sebaliknya pada sistem perpectual, setelah diketahui jumlah unit pemakaian bahan baku untuk proses produksi, maka diperlukan konversi dari total jumlah unit tersebut menjadi nilai uang. Inilah yang merupakan perhitungan biaya bahan baku produksi.

2) Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost)

Biaya tenaga kerja langsung menurut Firmansyah (2013 : 36) adalah upaya untuk para pekerja yang secara langsung membuat produk dan jasanya dapat diperhitungkan ke dalam harga pokok produksi. Contoh dari biaya tenaga kerja langsung ini seperti gaji karyawan yang terjun langsung dalam proses pengolahan bahan baku.

3) Biaya pabrik tidak langsung (factory overhead cost)

Overhead pabrik merupakan suatu biaya keseluruhan yang membantu jalannya proses produksi namun tidak mempunyai hubungan langsung dengan hasil produksinya, atau dengan kata lain bahwa biaya overhead pabrik adalah biaya selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.

4. Metode Penentuan Harga Pokok Produksi

Penetuan harga pokok produksi adalah pembebanan unsur biaya produksi terhadap produk yang dihasilkan dari suatu proses produksi, artinya penentuan biaya yang melekat pada produk jadi dan persediaan barang dalam proses. Cara penetuan harga pokok produksi sendiri ada dua, yaitu full costing dan variable costing.

Full costing (absorption costing) adalah penetuan harga pokok produk yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang bersifat variable (variable cost) maupun yang bersifat tetap (fixed cost). Dengan kata lain biaya yang melekat pada produk jadi maupun persediaan barang dalam proses itu akan terdiri dari :

a. Biaya bahan baku langsung b. Biaya tenaga kerja langsung c. Biaya overhead pabrik variable d. Biaya overhead pabrik tetap

Sedangkan variable costing/direct costing adalah penentuan harga pokok produk yang hanya memasukan unsur-unsur biaya produksi yang bersifat variable, yaitu:

a. Biaya bahan baku langsung b. Biaya tenaga kerja langsung c. Biaya overhead pabrik variabel

Biaya produksi yang bersifat tetap pada variabel costing diperlakukan sebagai biaya periodik, artinya dibebankan sepenuhnya sebagai biaya priode akuntansi di mana biaya tersebut terjadi.

Metode penentuan harga pokok produksi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu metode pembiayan penuh dan metode pembiayaan variable. Menurut Mulyadi (2012 : 377) “metode full costing maupun variable costing merupakan metode penentuan harga pokok produk. Perbedaan pokok yang ada diantara kedua metode tersebut adalah terletak pada perlakuan terhadap biaya produksi yang berperilaku tetap”.

a. Metode Full Costing

Metode pembiayaan penuh atau full costing atau sering pula disebut absorbtion costing atau conventional costing adalah metode penentuan harga pokok produksi yang membebankan seluruh biaya produksi baik yang bersifat tetap maupun variabel sebagai bagian dari harga pokok produksi. Dengan demikian seluruh biaya produksi akan dimasukkan ke dalam nilai persediaan. Harga pokok produksi menurut metode full costing terdiri dari :

1) biaya bahan baku

2) biaya tenaga kerja langsung 3) overhead pabrik- biaya tetap 4) overhead pabrik- biaya variable.

Dalam metode full costing, overhead pabrik, baik yang berperilaku tetap maupun variabel, dibebankan kepada produk yang diproduksi atas dasar tarif yang telah ditentukan pada kapasitas normal atau atas dasar overhead pabrik sesungguhnya. Oleh karena itu, overhead pabrik tetap akan melakat pada harga pokok persediaan produk dalam proses dan persediaan produk jadi yang belum laku dijual dan baru dianggap sebagai biaya (unsur harga pokok penjualan) apabila produk jadi tersebut telah terjual.

b. Metode Variabel Costing

Metode pembiayaan variable atau variable costing atau dikenal juga dengan nama direct costing adalah metode penentuan harga pokok produksi yang hanya membebankan biaya-biaya produksi variabel saja ke dalam harga pokok produksi sedangkan biaya tetap dianggap sebagai biaya periodik. Harga pokok produk menurut metode variabel terdiri dari :

1) biaya bahan baku, 2) biaya tenaga kerja, 3) overhead pabrik variabel.

Dalam metode variabel, overhead pabrik tetap diperlakukan sebagai period costs dan bukan sebagai unsur harga pokok produk, sehingga overhead pabrik tetap dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya.

5. Tujuan dan Manfaat Penentuan Harga Pokok Produksi

Penentuan harga pokok produksi dalam suatu perusahaan sangat penting dilakukan karena perusahaan membutuhkannya untuk menentukan harga jual dari produknya maupun tujauan lainnya yang erat hubungannya dengan penentuan strategi dan efisiensi perusahaan dalam bersaing.

Berikut diberikan beberapa tujuan umum dari penentuan harga pokok produksi :

a. Sebagai pengawasan dari biaya yaitu untuk menghindari pemborosan.

Agar diperoleh harga pokok produksi yang teliti serta pengawasan

Dalam dokumen atas do’a dan pengorbanannya yang tulus (Halaman 30-37)

Dokumen terkait