BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. HasiI PeneIitian
Berdasarkan daftar nama perusahaan dan data kinerja keuangan (ROA), Kepemilikan Institusional, dewan komisaris independen, jumlah
48
dewan direksi, dan komite audit yang diolah menggunaan program SPSS maka diperoleh hasil statistik deskriptif sebagai berikut:
Tabel 4.3 Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
KI 88 1 14 3.69 2.710
DKI 88 1 3 1.86 .529
DD 88 2 12 5.82 2.773
KA 88 2 8 3.51 1.509
ROA 88 -.0538 .6806 .073587 .015002
Valid N (listwise) 88
Sumber : Data dioIah dengan SPSS 26, 2021
Berdasarkan hasil analisis deskriptif dapat diketahui bahwa kinerja keuangan perusahaan perbankan yang diterapkan dengan Return On Asset (ROA) memiliki jumlah minimum sebesar -0,538 nilai tersebut berarti bahwa jumlah total hutang terendah adalah sebesar 6,806 kali dari total ekuitas peruahaan. Nilai maksimum sebesar -6,806. Jumlah rata-ratanya sebesar 0,73587 dan jumlah standar deviasinya sebesar 0,05002.
Hasil analisis statistik deskriftif diketau bahwa Good Corporate Governance (GCG) dengan proksi jumlah dewan komisaris (X1) perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 1 nilai maksimum sebesar 14 nilai rata-rata dari jumlah kepemilikan institusional yang dimiliki dalam sampel penelitian adalah sebesar 3,69 dengan standar devisisasi sebesar 2,710.
Hasil analis deskriptif diketahui bahwa Good Corporate Governance (GCG) dengan proksi dewan komisaris independen (X2) perusahaan
49
memiliki nilai minimum sebesar 1. Nilai maksimum sebesar 6. Nilai rata- rata dari jumlah dewan komisaris independen yang dimiliki dalam sampel penelitian sebesar 1,86 dengan standar diviasi sebesar 0, 529
Hasil analisis deskriptif diketahui bahwa Good Corporate Governance (GCG) dengan proksi dewan direksi (X3) perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 2 nilai maksimum sebesar 12, nilai rata-rata dari jumlah dewan direksi yang dimiliki dalam sampel penelitian sebesar 5,82 dengan standar deviasi sebesar 2,773.
Hasil analisis deskriptif diketahui bahwa Good Corporate governance (GCG) dengan proksi komite audit (X4) perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 2, nilai maksimum sebesar 8. Nilai rata-rata dari jumlah komite audit yang dimiliki dalam sampel penelitian sebesar 3,51 dengan standar deviasi sebesar 1,509.
2. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data variabel independen dan variabel dependen pada persamaan regresi berdistribusi normal atau tidak. Metode yang handal adalah dengan melihat normal probability plot. Pada grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal.
50
Gambar 4.4 Uji Normalitas
Berdasarkan grafik normal probability plot, dapat dilihat bahwa titik-titik ploting yang terdapat pada gambar selalu mengikuti dan mendekati garis diagonalnya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa nilai rsidual berdistribusi normal. Dengan demikian maka asumsi normalitas untuk nilai residual dalam analisis regresi berganda dalam penelitian ini dapat terpenuhi.
b. Hasil Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah tiap variabel independen saling berhubungan secara linear. Model regresi yang bail seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.
Uji multikolinearitas merupakan salah satu syarat untuk pengujian regresi berganda. Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Berikut ini adalah uji multikolinearitas:
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -.038 .035 -1.061 .292
KI -5.0795 .003 -.002 -.016 .987 .878 1.139
DKI .035 .015 .249 2.268 .026 .941 1.062
DD -.002 .004 -.088 -.618 .538 .558 1.793
KA .001 .007 .011 .083 .934 .641 1.561
51
Tabel 4.5
Hasil Uji Multikolinearitas
Hasil uji multikolinearitas pada tabel 4.5 menunjukkan bahwa nilai tolerance yang dimiliki oleh variabel komisaris independen sebesar 0,878 variabel dewan komisaris independen sebesar 0,941, variabel dewan direksi sebear 0,538, varibel komite audit sebesar 0,64177. Nilai Tolerrance yang dimiliki oleh seluruh variabel independen tersebut diatas 0,1 yang berarti tidak ada korelasi antara variabel independen yang nilainya lebih dari 95%. Hasil perhitungan nilai variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama bahwa nilai VIF yang dimiliki variabel kepemilikan institusional sebesar 1,139 variabel dewan komisaris independen sebesar 1,062 varibel Dewan Direksi sebesar 1,793, dan variabel Komite Audit sebesar 1,561. Nilai VIF yang dimiliki oleh seluruh variabel independen adalah dibawah 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi penelitian ini tidak terjadi multikolineritas dan model regresi ini layak untuk digunakan.
c. Hasil Uji Heterokedastistas
Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat ketidaksamaan varian dari variabel residual satu ke residual lainnya. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heterokedastisitas. Berikut ini hasil uji heterokedastisitas.
a. Dependent Variable: ROA
52
Gambar 4.6
Hasil Uji Heterokedastisitas
Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas.
3. Hasil Uji Hipotesis
a. Hasil Uji Regresi dan Uji t
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara Komisaris Independen, Dewan Komisaris Independen, Dewan Direksi dan Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan pada perusahaan perbankan di BEI periode 2017 – 2020. Hasil uji regresi linear berganda dapat ditunjukkan pada tabel berikut:
53
Tabel 4.7
Hasil Uji Regresi dan Uji t
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -.038 .035 -1.061 .292
KI -5.0795 .003 -.002 -.016 .987
DKI .035 .015 .249 2.268 .026
DD -.002 .004 -.088 -.618 .538
KA .001 .007 .011 .083 .934
a. Dependent Variable: ROA
Pada Tabel di atas menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut :
Y = -0.038 - 5,0795KI + 0,035DKI – 0.002DD + 0.001KA + ε
Dari persamaan regresi tersebut mengenai interpretasi yang sudah dinyatakan bahwa variabel proporsi komisaris independen (X1) dewan direksi (X3) dan komite audit (X4) menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Sedangkan variabel dewan komisaris independen (X2) menunjukkan hasil yang signifikan. Tanda positif pada variabel dewan komisaris independen (X3) dan komite audit (X4) menunjukkan bahwa variabel tersebut memiliki pengaruh positif terhadap kinerja keuangan perbankan. Sedangkan tanda negatif pada variabel komisaris independen (X1) dan dewan direksi (X3), menunjukkan bahwa variabel tersebut berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan.
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa nilai thitung dari variabel Komisaris Independe sebesar -0.016 jika dibandingkan dengan ttabel pada tingkat signifikansi 0.05 yaitu 1.66298 maka nilai thitung
54
lebih kecil dari ttabel (-0.016 <1.66298). Nilai probabilitas signifikansi sebesar 0.987 menunjukkan nilai yang lebih besar dari nilai pada tingkat signifikansi yang telah ditentukan sebelumnya yakni 0.05 (0.987 > 0.05).
Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel Komisaris Independen (KI) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perbankan (ROA).
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa nilai thitungdari variabel Dewan Komisaris Independen sebesar 2.268 jika dibandingkan dengan ttabel pada tingkat signifikansi 0.05 yaitu 1.66298 maka nilai thitung lebih besar dari ttabel (2.268 > .66298). Nilai probabilitas signifikansi sebesar 0.028 menunjukkan nilai yang lebih kecil dari nilai pada tingkat signifikansi yang telah ditentukan sebelumnya yakni 0.05 (0.028 < 0.05).
Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel Dewan Komisaris Independen(DKI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perbankan (ROA).
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa nilai thitung dari variabel Dewan Direksi (DD) sebesar -0.618 jika dibandingkan dengan ttabel pada tingkat signifikansi 0.05 yaitu 1.66298 maka nilai thitung lebih kecil dari ttabel (-0.618 <1.66298). Nilai probabilitas signifikansi sebesar 0.538menunjukkan nilai yang lebih besar dari nilai pada tingkat signifikansi yang telah ditentukan sebelumnya yakni 0.05 (0.538 > 0.05).
Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel Dewan Direksi (DD) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perbankan (ROA).
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa nilai thitung dari
55
variabel Komite Audit (KA) sebesar 0.083 jika dibandingkan dengan ttabel pada tingkat signifikansi 0.05 yaitu 1.66298 maka nilai thitung lebih kecil dari t-tabel (0.083 <1.66298). Nilai probabilitas signifikansi sebesar 0.934 menunjukkan nilai yang lebih besar dari nilai pada tingkat signifikansi yang telah ditentukan sebelumnya yakni 0.05 (0.934 > 0.05).
Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel Komite Audit (KK) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perbankan (ROA).