BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan Hasil Penelitian
55
variabel Komite Audit (KA) sebesar 0.083 jika dibandingkan dengan ttabel pada tingkat signifikansi 0.05 yaitu 1.66298 maka nilai thitung lebih kecil dari t-tabel (0.083 <1.66298). Nilai probabilitas signifikansi sebesar 0.934 menunjukkan nilai yang lebih besar dari nilai pada tingkat signifikansi yang telah ditentukan sebelumnya yakni 0.05 (0.934 > 0.05).
Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel Komite Audit (KK) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perbankan (ROA).
66
membuktikan bahwa kepemilikan institusional mempengaruhi kinerja keuangan. Semakin besar kepemilikan institusional maka semakin efisien pemanfaatan aktiva perusahan dengan demikian, peroporsi kepemilikan institusional bertindak sebagai pencegahan terhadap pemborosan yang dilakukan manajemen.
Berdasarkan teori agency, kepemilikan institusional yang tinggi dapat digunakan untuk mengurangi masalah keagenan. Semakin besar kepemilikan institusional maka akan semakin tinggi kemampuannya untuk memonitor manajemen agar bertindak sesuai dengan harapan pemegang saham. Semakin tinggi pengawasan terhadap manajemen akan semakin tinggi pengaruh terhadap manajemen untuk melakukan kinerja dengan baik dan menghasilkan perputaran asset yang tinggi.
Namun pada penelitian bertolak belakang dengan teori tersebut.
Hal ini mungkin diindikasi oleh pemilik institusional sebagai pemilik mayoritas tidak ingin harga pasar saham turun yang disebabkan asimetri informasi. Oleh karena itu pemilik institusional sebagai pemegang saham mayoritas bisa menekan manajer untuk memberi informasi yang akurat tentang kondisi perusahaan walaupun perlu biaya besar seperti biaya pengawasan yang lebih tinggi.
2. Pengaruh dewan komisaris independen terhadap kinerja keuangan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Hipotesis kedua (H2) mengatakan bahwa dewan komisaris independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel dewan komisaris independen berpengaruh terhadap kinerja keuangan,
67
berdasarkan hasil penelitian tersebut maka H2 yang diajukan diterima, yang berarti dewan komisaris independen dapat meningkatkan kinerja keuangan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Eksandy (2018) dan Hamka, F & Jasman, (2019) yang menyatakan bahwa adanya dewan komisaris independen akan meningkatkan pengawasan yang ada karena Dewan Komisaris Independen berasal dari luar perusahaan.
Bertambahnya pengawasan dimaksudkan supaya perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha yang sehat dan berkurangnya perilaku manajemen yang menyimpang. Oleh sebab itu, keberadaan Dewan Komisaris Independen dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan juga dapat meningkatkan Kinerja Keuangan Perbankan.
Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Novitasari, et al., (2017) dan Situmorang & Simanjuntak (2019), dimana proporsi dewan komisaris independen tidak mempengaruhi kinerja keuangan. Hal ini diakibatkan karena kuantitas atau jumlah Dewan Komisaris Independen tidak mempengaruhi kinerja keuangan pada perusahaan perbankan Indonesia.
Berdasarkan teori keagenan, bahwa semakin besar jumlah komisaris independen pada dewan komisaris, maka semakin baik mereka bisa memenuhi peran mereka di dalam mengawasi dan mengontrol tindakan-tindakan para direktur eksekutif. Premis dari teori keagenan adalah bahwa komisaris independen dibutuhkan pada dewan komisaris untuk mengawasi dan mengontrol tindakan-tindakan direksi, sehubungan dengan perilaku oportunistik mereka.
68
3. Pengaruh dewan direksi terhadap kinerja keuangan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Hipotesis ketiga (H3) mengatakan bahwa dewan direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel dewan direksi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, berdasarkan hasil penelitian tersebut maka H3 yang diajukan ditolak, yang berarti dewan direksi tidak dapat meningkatkan kinerja keuangan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Hamka, F &
Jasman, (2019), Situmorang & Simanjuntak (2019) dan Novitasari, et al., (2017), membuktikan bahwa dewan direksi tidak mempengaruhi kinerja keuangan. Hal ini terjadi karena dewan direksi pada perusahaan perbankan belum dapat meningkatkan kualitas strategi dan pengawasan, serta ukuran dan diversitas.
Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan Rizki & Wuryani (2021) dan Eksandy (2018), dimana Dewan direksi dapat mempengaruhi efektif tidaknya aktivitas dalam mengawasi oprasional perusahaan. Direksi melakukan tugas secara efektif dengan mengambil keputusan yang tepaat, cepat efektif, dan bertindak efektif. Besar atau kecilnya jumlah direksi akan mempengaruhi dalam keberhasilan oprasional perusahaan. Semakin tinggi kualitas kerja direksi akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan, selain itu banyaknya anggota direksi maka masing-masing tugasnya akan memberikan dampak baik bagi stakeholders.
69
Berdasarkan teori Agency, dewan direksi dalam suatu perusahaan akan menentukan kebijakan yang akan diambil atau strategi perusahaan secara jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu proporsi dewan direksi berperan dalam kinerja perusahaan dan dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya permasalahan agensi dalam perusahaan. Jumlah dewan direksi yang semakin besar akan menimbulkan ketidakefektifan dalam manajemen mengimplementasikan kebijakan dan meningkatkan penjualan sehingga dapat menghambat manajemen dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
4. Pengaruh komite audit terhadap kinerja keuangan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Hipotesis keempat (H4) mengatakan bahwa komite audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel komite audit berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja keuangan, berdasarkan hasil penelitian tersebut maka H4 yang diajukan ditolak, yang berarti komite audit tidak dapat meningkatkan kinerja keuangan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Rizki &
Wuryani (2021) yang menyatakan bahwa Komite Audit memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perbankan. Komite audit memiliki peran untuk membantu dewan komisaris dalam mengawasi kegiatan perusahaan, khususnya dalam pengawasan pengendalian internal perusahaan. Komite audit juga berperan untuk menjembatani antara auditor eksternal dan auditor internal. Menurutnya, keberadaan komite audit yang hanya formalitas untuk memenuhi peraturan akan menyebabkan tugas dari komite audit dalam mengawasi perusahaan dinilai kurang efektif.
70
Hal tersebut membuktikan bahwa jika pengawasan yang kurang efektif akan membuat kinerja keuangan yang ada di dalam sebuah perusahaan tidak mengalami peningkatan.
Berdasarkan teori Agency, komite audit dianggap sebagai penghubung antara pemegang saham dan dewan komisaris dengan pihak manajemen guna mengatasi masalah pengendalian ataupun kemungkinan timbulnya masalah agensi. Dengan berjalannya fungsi komite audit secara efektif, maka control terhadap perusahaan akan lebih baik, sehingga konflik keagenan yang terjadi akibat keinginan manajemen untuk meningkatkan kesejahteraannya sendiri dapat diminimalisir.
Namun pada penelitian bertolak belakang dengan teori tersebut.
Hal ini mungkin diindikasi oleh pemilik institusional sebagai pemilik mayoritas tidak ingin harga pasar saham turun yang disebabkan asimetri informasi. Oleh karena itu pemilik institusional sebagai pemegang saham mayoritas bisa menekan manajer untuk memberi informasi yang akurat tentang kondisi perusahaan walaupun perlu biaya besar seperti biaya pengawasan yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena ukuran komite audit dalam perusahaan hanya sebatas menjalankan formalitas dalam menaati peraturan. Formalitas dalam menaati peraturan tentang jumlah komite audit ini menyebabkan efektifitas komite audit dalam menjalankan fungsi pengawasan dan mencegah tindakan manajemen melakukan yang seperti diinginkannya menjadi kurang baik sehingga meningkatkan biaya keagenan perusahaan.
71
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Good Corporate Governance dengan indikator variable Komisaris Institusional, Dewan Komisaris Independen, Dewan Direksi dan Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017- 2020. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Komisaris institusioanl tidak berpegaruh terhadap Kinerja Keuangan Perbankan. Hal ini di akibatkan karena kepemilikan institusional pada perusahaan perbankan tidak dapat menjamin terwujudnnya pengendalian terhadap perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
2. Dewan Komisaris Independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perbankan. Karena dengan keberadaan Dewan Komisaris Independen dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan juga dapat meningkatkan Kinerja Keuangan Perbankan.
3. Dewan Direksi tidak berpegaruh terhadap Kinerja Keuangan Perbankan.
Hal ini terjadi karena dewan direksi pada perusahaan perbankan belum dapat meningkatkan kualitas strategi dan pengawasan, serta ukuran dan diversitas
4. Komite Audit berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perbankan. Karena dengan keberadaan komite audit
72
yang hanya formalitas untuk memenuhi peraturan akan menyebabkan tugas dari komite audit dalam mengawasi perusahaan dinilai kurang efektif. Hal tersebut membuktikan bahwa jika pengawasan yang kurang efektif akan membuat kinerja keuangan yang ada di dalam sebuah perusahaan tidak mengalami peningkatan.
B. Saran
Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan berdasarkan analisis yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Bagi Perbankan
a. Perbankan hendaknya mampu mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya. Peningkatan kinerja ini yaitu dengan menerapkan Good Corporate Governance dengan baik dan benar. Dalam hal ini, perbankan harus memilih Komisaris Institusional, Dewan Direksi, dan Komite Audit secara lebih selektif karena posisi tersebut sangat menentukan keberhasilan dan peningkatan kinerja perusahaan.
Dewan komisaris independen yang kompeten dan profesional akan dapat mengawasi kinerja dewan direksi dalam melaksanakan strategi dan kebijakan-kebijakan dalam perusahaan dengan baik, sehingga kinerja mereka selalu terkontrol dan kinerja perusahaan pun akan meningkat. Dewan direksi yang cakap dalam menentukan strategi perusahaan akan sangat berpengaruh terhadap kemanjuan perbankan. Kemudian pilihlah komite audit yang benar-benar independen dan memiliki kemampuan dalam melakukan pengawasan internal perusahaan karena peran komite audit sangat penting untuk membantu dewan komisaris dalam mengawasi internal perusahaan,sehingga lingkungan kerja menjadi lebih kondusif dan
73
tindak kecurangan maupun manipulasi dapat diminimalisir.
b. Perbankan hendaknya menerapkan kepemilikan manajerial agar manajemen dapat melakukan tugasnya dengan baik karena adanya pengawasan dari pihak institusi dan manajer itu sendiri.
2. Bagi Investor
Investor harus bijak dalam memutuskan investasi di suatu perusahaan. Investor sebaiknya mempertimbangkan berbagai aspek ketika melakukan investasi terutama dalam pelaksanaan dan penerapan Good Corporate Governance dalam perbankan karena dengan terlaksananya GCG maka hak investor akan terlindungi.
3. Bagi Peneliti selanjutnya
a. Peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian serupa namun dengan sektor yang berbeda dan dengan jumlah sampel yang lebih banya sehingga mampu memperkuat hasil penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
b. Peneliti selanjutnya sebaiknya menambah variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan perbankan, sebaiknya peneliti selanjutnya menambahkan struktur kepemilikan lainnya seperti kepemilikan asing dan kepemilikan pemerintah.
c. Peneliti selanjutnya sebaiknya menambah periode penelitian untuk memperbaharui penelitian yang sejenis.
74
DAFTAR PUSTAKA
Adrianti, D. . (2018). Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dan Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur (Studi pada Perusahaan Tekstil dan Garment yang terdaftar di BEI). Jurnal Simposium Akuntansi, 5(2).
Anik, et.al. (2021). The Effect Of Intelectual Capital And Good Corporate Governance On Financial Perrporma And Corporate Value A Case Study In Indonesia. Journal of Accounting in Invesment , 22(2).
Dewi, U. I., & Rahmawati. (2019). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Asing, dan umur Perusahaan terhadap Corporate Social Responsibility Disclousure pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Effendi, M. A. (2016). The Power of Good Corporate Governance (Edisi 2).
Salemba Empat.
Eksandy, A. (2018). Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan pada Perbankan Syari’ah Indonesia. Jurnal Akuntansi, 5(1).
Emirzon, J. (2017). Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance. Genta Press.
Fahmi, I. (2015). Analisa Kinerja Keuangan. Alfabeta.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, S. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan program IBM SPSS 25.
badan penerbit Universitas Diponegoro.
Gideon, B. S. (2018). Kualitas Laba: Studi Pengaruh Mekanisme Corporate Governance dan Dampak Manajemen Laba dengan Menggunakan Analisis Jalur. Jurnal Simposium Akuntansi, 7(5).
Hamka, F., Patra, I. . ., & Jasman, J. (2019). Pengaruh penerapan Good Corporate Governance Terhadap kinerja keuangan (Studi Kasus pada PT.
Unilever Indonesia Periode 2010-2017.4(1).
Hastuti, T. D. (2017). Hubungan Corporate Governance dengan Kinerja Keuangan ( Studi Kasus pada Perusahaan yagn listing di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 8(4).
Hendratni, Tyahya Whisnu., Nana Nawasiah, & Trisnani Indriati (2018). Analisis Pengaruh Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan Sektor Perbankan yang terdaftar di BEI Tahun 2012-2016. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT, 3(1), 37 – 52
Herdjiono,I. & Sari,I.(2017).The Effect of Corporate Governance on the Performance of a Company. Some Empirical Findings from Indonesia.
Central European Management Journal,25(1) 33-52.
75
https://doi.org/10.7206/jmba.ce.2450-7814.188
Ikatan Akuntan Indonesia. (n.d.). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan.
Ikatan Akuntan Indonesia.
Jensen, M. ., & Meckling, W. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency cost and ownership structure. Journal of Finance Economic, 3(5).
Lastanti, H. S. (2019). Hubungan Struktur Corporate Governance dengan Kinerja Perusahaan dan Reaksi Pasar. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 3(2).
Ningsih. (2019). Pengaruh Pelaksanaan Kualitas Audit Dan Kinerja Keuangan Perusahaan Property Dan Real Estate Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Simposium Akuntansi, 3(3).
Novitasari, I., Endiana, i dewa made, & Arizona, putu edy. (2017). Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI. Journal of Chemical Information and Modeling, 110(9), 1689–1699.
Prasnanugraha, P. (2018). Analisis Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan yang Go-Public Periode 2014- 2018. Universitas Diponegoro.
Rizki, D. A., & Wuryani, E. (2021). Pengaruh Good Corporate governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbaankan Yang Terdaftar di BEI Tahun 2014-2018. Jurnal Akuntansi, 4(2).
Sari, I. (2017). Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Kinerja Perbankan Nasional. Universitas Diponegoro Semarang.
Situmorang, C. V., & Simanjuntak, A. (2019). Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS : Jurnal Program Studi Akuntansi, 5(2), 160.
https://doi.org/10.31289/jab.v5i2.2694
Suhadak, et.al. (2018). Stock Return and Financial Performance as Moderating Variable in Influence of Good Corporate Governance Towards Corporate Value. Asian Journal of Accounting Research , 4(1).
Supriyono, R. A. (2018). Akuntansi Keprilakuan. Gajah Mada University Press.
Sutedi, A. (2012). Good Corporate Governance. Sinar Grafika.
Tugiman. (2018). Pandangan Baru Internal Auditing. Kanisius.
Tumirin. (2017). Analisis Penerapan Good Corporate Governance dan Nilai Perusahaan. Jurnal BETA, 6(1).
www.idx.co.id
76
Lampiran
LAMPIRAN 1: DAFTAR SAMPEL
NO KODE EMITEN TANGGAL
CATATAN 1 AGRO PT Bank Rakyat Indonesia Agroniag Tbk. 8/8/2003
2 BABP PT Bank MNC Internasional Tbk. 15/7/2002
3 BACA PT Bank Capital Indonesia Tbk. 4/10/2007
4 BBCA PT Bank Central Asia Tbk. 31/5/2000
5 BBHI PT Allo Bank Indonesia Tbk. 12/8/2015
6 BBKP PT Bank KB Bukopin Tbk. 10/7/2006
7 BBMD PT Bank Mestika Dharma Tbk. 8/7/2013
8 BBNI PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 25/11/1996 9 BBRI PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 10/11/2003 10 BBTN PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 17/12/2009
11 BCIC PT Bank JTrust Indonesia tbk. 25/6/1997
12 BDMN PT Bank Danamo Indonesia Tbk. 6/12/1989
13 BGTG PT Bank Ganesha Tbk. 12/5/2016
14 BINA PT Bank Ina Perdana Tbk. 16/1/2014
15 BJBR Bank Pembagunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. 8/7/2010
16 BNII PT Bank Maybank Indonesia Tbk. 21/11/1989
17 BNLI Bank Permata Tbk. 15/1/1990
18 BRIS PT Bank BRIsyariah Tbk. 1/1/1911
19 BSIM Bank Sinarmas Tbk. 13/12/2010
20 BSWD Bank of India Indonesa Tbk 12/3/2008
21 BTPN PT Bank BTPN Tbk 8/5/2018
22 BVIC Bank Victoria International Tb 30/6/1999
LAMPIRAN 2: DATA VARIABEL PENELITIAN
No Kode
Bank Tahun Komisaris Independen
Dewan Komisaris Independen
Dewan Direksi
Komite
Audit ROA
1 AGRO 2017 1 2 5 3 0.0111
2018 1 2 5 3 0.0061
2019 2 3 4 3 0.0032
2020 2 3 4 3 0.0042
2 BABP
2017 1 2 4 3 -0.0021
2018 1 2 5 3 -0.0076
2019 2 1 5 3 -0.0374
2020 2 3 7 3 0.015
3 BACA
2017 2 2 4 3 0.0061
2018 2 2 4 3 0.0041
2019 2 2 3 4 0.0028
2020 2 2 4 3 0.0051
4 BBCA
2017 7 2 10 3 0.0321
2018 9 2 10 3 0.0324
2019 5 2 3 2 0.0339
2020 6 2 10 3 0.0289
5 BBHI
2017 1 2 3 4 0.0035
2018 1 2 5 4 -0.0538
2019 1 1 3 3 -0.0185
2020 1 1 5 3 0.0178
6 BBKP
2017 6 1 7 4 0.0016
2018 5 2 7 0 0.004
2019 6 2 3 3 0.0031
2020 3 2 7 4 -0.0381
7 BBMD
2017 3 2 4 3 0.039
2018 4 2 4 3 0.0054
2019 1 2 7 4 0.0305
2020 4 2 4 3 0.0441
8 BBNI
2017 10 2 10 4 0.022
2018 11 2 10 3 0.0162
2019 12 1 2 4 0.023
2020 14 3 10 4 0.0059
9 BBRI
2017 1 2 11 8 -0.0098
2018 1 2 11 8 0.0322
2019 3 1 5 5 0.0307
2020 3 2 11 8 0.0177
10 BBTN
2017 4 2 7 3 0.0117
2018 4 2 6 5 0.0091
2019 5 2 4 3 0.0017
2020 5 2 6 3 0.0065
11 BCIC
2017 1 2 5 4 0.0095
2018 1 2 4 4 -0.0309
2019 1 2 4 2 0.0125
2020 1 2 4 4 -0.0299
12 BDMN
2017 6 2 12 6 0.0208
2018 7 2 11 6 0.0221
2019 7 1 2 3 0.0169
2020 8 2 12 6 0.0113
13 BGTG
2017 1 2 4 4 0.011
2018 1 2 4 2 0.0017
2019 1 3 4 3 0.6806
2020 1 2 5 0 0.001
14 BINA
2017 2 2 3 4 0.0084
2018 4 3 4 2 0.001
2019 4 2 2 2 0.0025
2020 2 2 4 0 0.0073
15 BJBR
2017 4 2 5 3 0.0113
2018 4 2 4 3 0.0148
2019 5 2 2 0 0.0167
2020 5 3 5 4 0.0157
16 BNII
2017 5 2 9 5 0.0122
2018 5 2 8 4 0.0152
2019 7 1 3 2 0.0128
2020 7 1 7 4 0.0093
17 BNLI
2017 5 2 9 4 0.0109
2018 6 2 10 4 0.0062
2019 6 1 3 3 0.0125
2020 6 2 9 4 0.0082
18 BRIS
2017 1 2 11 4 0.0049
2018 1 2 8 4 0.0028
2019 1 2 3 3 0.0157
2020 1 2 7 4 0.0044
19 BSIM
2017 3 1 5 3 0.0029
2018 3 1 5 4 0.0004
2019 3 1 4 2 0.0022
2020 3 1 5 3 0.0026
20 BSWD
2017 4 2 4 5 0.011
2018 4 2 5 3 0.0024
2019 4 2 4 3 0.0048
2020 4 2 5 4 0.0046
21 BTPN
2017 1 2 10 5 -0.0317
2018 1 1 10 5 0.0193
2019 1 1 3 2 0.0222
2020 1 2 9 3 0.0144
22 BVIC
2017 3 1 5 3 0.0076
2018 3 1 6 8 -0.0013
2019 3 1 2 2 0.0027
2020 3 1 4 3 -0.0067
LAMPIRAN 3: HASIL PENGUJIAN 1. STATISTIK DESKRIPTIF
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
KI 88 1 14 3.69 2.710
DKI 88 1 3 1.86 .529
DD 88 2 12 5.82 2.773
KA 88 2 8 3.51 1.509
ROA 88 -.0538 .6806 .073587 .015002
Valid N (listwise) 88
2. UJI NORMALITAS
3. UJI MULTIKOLINEARITAS, REGRESI DAN UJI T
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -.038 .035 -1.061 .292
KI -5.0795 .003 -.002 -.016 .987 .878 1.139
DKI .035 .015 .249 2.268 .026 .941 1.062
DD -.002 .004 -.088 -.618 .538 .558 1.793
KA .001 .007 .011 .083 .934 .641 1.561
a. Dependent Variable: ROA
4. UJI HETEROSKEDASTISITAS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR GALERI INVESTASI UNISMUH
Gedung Menara IQRA Lt.2. Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar – 90221 Telp. (0411) 866972, Faxmile (0411) 865588;
Mobile +62852-1112-2153 Email: [email protected]
Makassar, 22 Oktober 2021 M 16 Rabiul Awal 1443 H Nomor : 167/GI-U/X/2021
Hal : Jawaban Permohonan Penelitian Kepada Yth.,
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
DiTempat
Assalamu’alaikum Wr Wb
Sehubungan dengan surat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, Nomor: 2281/05/C.4- II/VII/42/2021 Maka bersama ini disampaikan, hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa Galeri Investasi BEI-Unismuh Makassar bersedia untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan penelitian:
Nama : Gustifera
Stambuk 105731105117
Program Studi : Akuntansi
Judul Penelitian : “Pengaruh Good Corporate
Governance terhadap Kinerja Keuangan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”
2. Peneliti diwajibkan membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) dan Administrasi di Galeri Investasi BEI-Unismuh Makassar.
Demikian jawaban kami, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Fastabiqul khaerat,
Pembina
Galeri Investasi BEI-Unismuh Makassar
Dr. A. Ifayani Haanurat, MM, CBC NBM: 857 606