Desa Sungai Bungin Km 91 dan Desa Intan Jaya dilaksanakan di lokasi sumber air tanah dalam (sumur bor) secara time series sebanyak 3 kali.
Tujuan dilakukan time series sebanyak 3 kali dengan jeda waktu 7 hari untuk menganalisa tren perubahan kualitas air dari waktu ke waktu. Menggunakan 9 parameter yaitu: kekeruhan, suhu, TDS, pH, kesadahan, nitrat, nitrit, sulfat, dan total coliform. Baku mutu yang digunakan yaitu baku mutu air minum PERMENKES No. 492 tahun 2010.
Table IV.2 Hasil pengukuran parameter Suhu sampel air sumur di 3 desa
Keterangan : Baku mutu air minum PERMENKES No.492 Tahun 2010 (Sumber : Data primer 2023)
Dilihat dari tabel diatas nilai parameter suhu di tiga air sumur yang diamati dalam rentang 23˚-25˚C. Tidak terjadi perubahan suhu yang ekstrim di tiga air sumur . Suhu air dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti intensitas cahaya, pertukaran panas antara air dengan udara sekelilingnya, dan ketinggian geografis (Mukarromah, 2016).
Dibandingkan dengan suhu udara rata-rata daerah pengamatan yaitu 27,8˚- 31˚C, maka nilai suhu di tiga air sumur ini masih sesuai dengan kriteria mutu air untuk air minum menurut PERMENKES No.492 Tahun 2010, yaitu pada deviasi ± 3˚C dari temperatur suhu udara.
2. Total Dissolved Solid (TDS)
Pada baku mutu air minum PERMENKES No.429 Tahun 2010 konsentrasi maksimal TDS dalam air adalah 500 mg/L. TDS diukur secara langsung di tempat dengan menggunakan TDS meter. Berikut adalah tabel hasil Pengamatan dari 3 kali pengukuran TDS.
Sampel air sumur Pengamatan Hasil Baku Mutu*
Sumur 1 Desa Dusun Mudo
1 2 3
23˚C 24˚C
24˚C deviasi ± 3˚C Sumur 2
Desa Sungai Bungin Km 91
1 2 3
24˚C 25˚C
23˚C deviasi ± 3˚C Sumur 3
Desa Intan Jaya
1 2 3
24˚C 24˚C
23˚C deviasi ± 3˚C
Table V.3 Hasil Hasil pengukuran parameter TDS sampel air sumur di 3 desa
Ketarangan : Baku mutu air minum PERMENKES No.492 Tahun 2010 (Sumber : Data primer 2023)
Dilihat dari tabel diatas nilai TDS terukur dapat diklasifikasikan sebagai fresh water. Nilai TDS tertinggi air sumur Desa Sungai Bungin KM 91 dengan nilai 128 mg/L. Nilai TDS terendah terdapat di air sumur Desa Dusun Mudo yaitu 118 mg/L.
Sementara itu di tiga air sumur ini masih memenuhi baku mutu air minum yaitu sebesar 500 mg/L, sehingga air di tiga air sumur masih memenuhi standar kriteria baku mutu untuk air minum PERMENKES No.429 Tahun 2010.
3. Kekeruhan
Pada baku mutu air minum PERMENKES No.429 Tahun 2010 konsenstrasi maksimal kekeruhan dalam adalah 5 NTU. Berikut adalah tabel hasil Pengamatan dari 3 kali pengukuran Kekeruhan.
Sampel air sumur Pengamatan Hasil Baku Mutu*
Sumur 1 Desa Dusun Mudo
1 2 3
118 mg/L 116 mg/L 120 mg/L
500 mg/L Sumur 2
Desa Sungai Bungin Km 91
1 2 3
126 mg/L 127 mg/L 128 mg/L
500 mg/L Sumur 3
Desa Intan Jaya
1 2 3
126 mg/L 126 mg/L 125 mg/L
500 mg/L
Table V.4 Hasil pengukuran parameter Kekeruhan sampel air sumur di 3 desa
Keterangan : Baku mutu air minum PERMENKES No.492 Tahun 2010 (Sumber : Data primer 2023)
Air akan mengalami kekeruhan apabila air tersebut mengandung begitu banyak partikel bahan yang tersuspensi sehingga memberikan warna atau rupa yang berlumpur dan kotor. Kekeruhan pada air disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat, lumput, bahan-bahan organik yang tersebar dan partikel- partikel kecil yang tersuspensi lainnya (Sihombing, 2019).
Dari pengamatan tabel diatas, didapat nilai dengan kekeruhan tertinggi yaitu pada sumber air sumur Desa Intan Jaya yaitu 5,1 NTU, dan dengan nilai terendah pada sumber air sumur Desa Dusun Mudo yaitu 0,3 NTU, Nilai kekeruhan di tiga air sumur tidak memiliki perbedaan yang jauh.
Nilai kekeruhan tiga air sumur masih memenuhi baku mutu air minum menurut PERMENKES RI No.492 Tahun 2010, yaitu 5 NTU. Maka kondisi kualitas tiga air sumur ditinjau dari parameter kekeruhan masih memenuhi kriteria mutu air minum.
Sampel air sumur Pengamatan Hasil Baku Mutu*
Sumur 1 Desa Dusun Mudo
1 2 3
0,3 NTU 0,5 NTU
0,4 NT
5 NTU Sumur 2
Desa Sungai Bungin Km 91
1 2 3
0,3 NTU 1,8 NTU 1,2 NTU
5 NTU Sumur 3
Desa Intan Jaya
1 2 3
2,4 NTU 1,0 NTU 5,1 NTU
5 NTU
IV.2.2. Parameter Kimia 1. Kesadahan
Nilai baku mutu air minum PERMENKES No.429 Tahun 2010 untuk konsentrasi maksimal parameter kesadahan dalam air adalah 500 mg/L. berikut di bawah ini adalah tabel pengamatan parameter kesadahan di tiga air sumur:
Table IV.5 Hasil pengukuran Parameter Kesadahan sampel air sumur di 3 desa
Keterangan : Baku mutu air minum PERMENKES No.492 Tahun 2010 (Sumber : Data primer 2023)
Dilihat dari tabel diatas nilai kesadahan tertingi di air sumur Desa Sungai Bungin Km 91 dengan nilai kesadahan yaitu 99,50 mg/L, sedangkan nilai kesadahan terendah di air sumur Desa Intan Jaya dengan nilai yaitu 35,82 mg/L.
Dari tiga air sumur nilai kesadahan tidak mengalami perbedaan yang besar. Tingkat kesadahan di tiga air sumur termasuk dalam tingkat sedang menurut tabel dibawah ini:
Sampel air sumur Pengamatan Hasil Baku Mutu*
Sumur 1 Desa Dusun Mudo
1 2 3
41,79 mg/L 79.60 mg/L 79.60 mg/L
500 mg/L
Sumur 2
Desa Sungai Bungin Km 91
1 2 3
19,90 mg/L 99,50 mg/L 25,87 mg/L
500 mg/L
Sumur 3 Desa Intan Jaya
1 2 3
35,83 mg/L 97,51 mg/L 71,64 mg/L
500 mg/L
Tabel IV.6 Klasifikasi tingkat kesadahan Kesadahan (mg/L) Klasifikasi air
<50 Rendah
50-150 Sedang
150-300 Sadah
>300 Sangat sadah
(Sumber : Effendi, 2003)
Penyebab utama kesadahan air tanah yaitu adanya interaksi antara air dengan bebatuan sehingga membentuk kalsium karbonat (CaCO3), magnesium sulfat (MgCO3), kalsium sulfat (CaSO4), magnesium sulfat (MgSO4) yang akan menyebabkan terjadinya pengendapan. Senyawa- senyawa tersebut cenderung untuk memisah dari larutan dalam bentuk endapan yang akhirnya menjadi kerak.
(Cholil dkk, 2016)
Nilai kesadahan di tiga air sumur masih memenuhi baku mutu air minum menurut PERMENKES RI No.492 Tahun 2010. Maka kondisi kualitas di tiga air sumur ditinjau dari parameter kesadahan masih memenuhi kriteria mutu air minum.
1. pH
Nilai baku mutu air minum PERMENKES No.429 Tahun 2010 untuk konsentrasi maksimal parameter pH dalam air adalah 6,5-8,5. Pengukuran pH dilakukan secara langsung menggunakan alat pH meter. berikut di bawah ini adalah tabel pengamatan parameter pH di tiga air sumur:
Table IV.7 Hasil pengukuran parameter pH sampel air sumur di 3 desa
Keterangan : Baku mutu air minum PERMENKES No.492 Tahun 2010 (Sumber : Data primer 2023)
Adanya suatu kandungan asam sulfan yang cukup tinggi akan menyebabkan rendahnya nilai pH. Sebaliknya untuk tingginya pH suatu perairan dapat disebabkan oleh tingginya kapur yang masuk ke perairan tersebut (Manuagasi dkk 2013).
Kadar yang memungkinkan kehidupan biologis maka kadar pH tersebut dalam kondisi baik. pH yang baik pada air adalah pH netral yaitu 7 (Chay 2010). Nilai pH di di tiga air sumur cenderung netral berkisar 6,4-8,4. Dilihat dari baku mutu air minum untuk parameter pH yaitu 6,5-8,5 maka kondisi kualitas air sumur ditinjau dari parameter pH masih memenuhi baku mutu air minum PERMENKES No.492 Tahun 2010.
2. Sulfat
Nilai baku mutu air minum PERMENKES No.429 Tahun 2010 untuk konsentrasi maksimal parameter sulfat dalam air adalah 250 mg/L, berikut di bawah ini adalah tabel pengamatan parameter sulfat ditiga air sumur.
Sampel air sumur Pengamatan Hasil Baku Mutu*
Sumur 1 Desa Dusun Mudo
1 2 3
7,2 6,6 8,4
6,5-8,5 Sumur 2
Desa Sungai Bungin Km 91
1 2 3
7,1 7,1 8,0
6,5-8,5 Sumur 3
Desa Intan Jaya
1 2 3
6,4 7,0 8,1
6,5-8,5
Table IV.8 Hasil pengukuran parameter Sulfat sampel air sumur di 3 desa
Keterangan : Baku mutu air minum PERMENKES No.492 Tahun 2010 (Sumber : Data primer (2023)
Nilai sulfat tertingi di sumur air Desa Intan Jaya dengan nilai yaitu 173 mg/L, sedangkan nilai terendah terendah di air sumur Desa Sungai Bungin Km 91 yaitu 13 mg/L.
Polusi sulfat di perairan diantaranya berasal dari bahan-bahan kimia yang mengandung sulfat seperti pupuk ZA, pestisida, dan lain-lain. Seperti halnya nitrat, sulfat juga sangat mudah larut dalam air sehingga akan mudah pula terbawa air cucian dan aliran permukaan.
Untuk keperluan air minum, sumber air harus mempunyai kadar sulfat tidak lebih dari 200 mg/L hal ini dikarenakan kandungan konsentrasi yang tinggi dalam air minum dapat menyebabkan diare (Hadiarti, 2015).
Dilihat dari baku mutu air minum PERMENKES No.429 Tahun 2010 untuk parameter sulfat yaitu 250 mg/L, maka kualitas air di tiga air sumur masih memenuhi baku mutu.
Sampel Air Pengamatan Hasil Baku Mutu*
Sumur 1 Desa Dusun Mudo
1 2 3
20 mg/L 29 mg/L 19 mg/L
250 mg/L Sumur 2
Desa Sungai Bungin Km 91
1 2 3
13 mg/L 44 mg/L 2 mg/L
250 mg/L Sumur 3
Desa Intan Jaya
1 2 3
1 mg/L 37 mg/L 173 mg/L
250 mg/L
3. Nitrat
Nilai baku mutu air minum PERMENKES No.429 Tahun 2010 untuk konsentrasi maksimal parameter nitrat dalam air adalah 50 mg/L. Berikut dibawah ini tabel parameter nitrat di tiga air sumur.
Table IV.9 Hasil pengukuran parameter Nitrat sampel air sumur di 3 desa
Keterangan : Baku mutu air minum PERMENKES No.492 Tahun 2010 (Sumber : Data primer 2023)
Dilihat dari tabel diatas nilai nitrat tertingi di air sumur Desa Sungai Bungin Km 91 yaitu 36,92 mg/L sedangkan nilai nitrat terendah di air sumur Desa Intan Jaya dengan nilai yaitu 3,40 mg/L.
Nitrat dapat masuk ke dalam air secara langsung sebagai akibar dari limpasan pupuk yang mengandung nitrat (Zahara,2018). Hal ini sejalan dengan penelitian Zahara, 2018 terhadap kualitas sumber air asrama Rusunawa yang dikelilingi oleh sumber polutan (septictank, tempat pembuangan sampah, dan lahan pertanian) memiliki kadar nitrat yang tidak memenuhi baku mutu yang digunakan.
Pencemaran nitrat juga dapat terjadi secara alami, tetapi dengan adanya kegiatan pertanian diduga dapat terdeteksinya polutan nitrat akibat penggunaan pupuk nitrogen (urea) (Zahara, 2018). Dari di air sumur nilai parameter nitrat masih
Sampel Air Pengamatan Hasil Baku Mutu*
Sumur 1 Desa Dusun Mudo
1 2 3
26,21 mg/L 32,31 mg/L 18,62 mg/L
50 mg/L Sumur 2
Desa Sungai Bungin Km 91
1 2 3
25,23 mg/L 36,92 mg/L 9,62 mg/L
50 mg/L Sumur 3
Desa Intan Jaya
1 2 3
3,40 mg/L 31,41 mg/L
22,59 mg/L
50 mg/L
memenuhi standar kriteria baku mutu air minum PERMENKES No.429 2010 yaitu 50 mg/L.
4. Nitrit
Nilai baku mutu air minum PERMENKES No.429 tahun 2010 untuk konsentrasi maksimal parameter nitrit dalam air adalah 3 mg/L. berikut dibawah ini tabel parameter nitrit di tiga air sumur.
Tabel IV.10 Hasil pengukuran parameter Nitrit sampel air sumur di 3 desa
Keterangan : Baku mutu air minum PERMENKES No.492 Tahun 2010 (Sumber : Data primer 2023)
Dilihat dari tabel diatas nilai nitrit tertingi di air sumur Desa Sungai Bungin Km 91 dengan nilai yaitu 2,7189 mg/L sedangkan nilai nitrit terendah di air sumur Desa Intan Jaya yaitu <0,0314 mg/L.
Keberadaan nitrit menggambarkan berlangsunya proses biologis perombakan bahan organik dengan oksigen terlarut sangat rendah. Sumber nitrit dapat berupa limbah industri dan limbah domestik serta penggunaan pupuk nitrogen (Effendi, 2003). Dari di tiga air sumur nilai parameter nitrit masih memenuhi standar kriteria baku mutu air minum PERMENKES No.429 tahun 2010 yaitu 3 mg/L.
Sampel Air Pengamatan Hasil Baku Mutu*
Sumur 1 Desa Dusun Mudo
1 2 3
1,5771 mg/L 0,4002 mg/L 1,9419 mg/L
3 mg/L Sumur 2
Desa Sungai Bungin Km 91
1 2 3
2,7189 mg/L
<0,314 mg/L 2,6581 mg/L
3 mg/L Sumur 3
Desa Intan Jaya
1 2 3
<0,0314 mg/L
<0,0314 mg/L 1,4014 mg/L
3 mg/L
IV.2.3 Parameter Biologi 1. Total Coliform
Nilai baku mutu air minum PERMENKES No.492 Tahun 2010 untuk konsentrasi maksimal parameter total coliform adalah 0/100 mL,
Berikut dibawah ini tabel parameter total coliform di tiga air sumur.
Table IV.11 Hasil pengukuran parameter Coliform air sumur di 3 desa
Keterangan : Baku mutu air minum PERMENKES No.492 Tahun 2010 (Sumber Data : primer 2023)
Bakteri coliform yang dinyatakan sebagai nilai total coliform dapat digunakan sebagai indikator karena berbanding lurus dengan pencemaran air, semakin sedikit kandungan coliform artinya kualitas air semakin baik (Manune dkk, 2019).
Nilai parameter total coliform di tiga air sumur diperoleh nilai berkisar <1,8 – 540/ 100 mL. Nilai total coliform tertingi di air sumur Desa Sungai Bungin Km 91 dengan nilai yaitu 540/ 100 mL, sedangkan nilai total coliform terendah terdapat pada air sumur Desa Dusun Mudo dengan nilai yaitu <1,8/ 100 mL. Air sumur Desa Dusun Mudo masih memenuhi baku mutu air minum sedangkan air sumur Desa Sungai Bungin Km 91 dan Desa Intan Jaya nilai parameter total coliform tidak memenuhi standar kriteria baku mutu air minum PERMENKES No.429 tahun 2010 yaitu 0/100 mL, Hal ini mengindikasikan bahwa kedua air sumur tercemar untuk
Sampel Air Pengamatan Hasil Baku Mutu*
Sumur 1 Desa Dusun Mudo
1 2 3
< 1,8 1,8 1,8
0/100 mL Sumur 2
Desa Sungai Bungin Km 91
1 2 3
540 540 430
0/100 mL Sumur 3
Desa Intan Jaya
1 2 3
5,6 6 4
0/100 mL
parameter biologi yakni total coliform.