• Tidak ada hasil yang ditemukan

III.8 Metode Pengumpulan Data

III.8.1. Teknik pengambilan sampel air tanah dalam

1. Cara pengambilan contoh pengujian secara umum dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

a) Menentukan jarak untuk pengambilan sampel air dengan menggunakan Global Position System (GPS);

b) Siapkan alat pengambil contoh yang sesuai dengan keadaan air tanah Kecamatan Muara Papalik;

c) Bilas alat pengambil contoh dengan air yang akan diambil, sebanyak 3 (tiga) kali;

d) Ambil contoh sesuai dengan peruntukan analisis dan campurkan dalam penampung sementara, kemudian homogenkan;

e) Masukkan ke dalam wadah yang sesuai peruntukan analisis;

f) Melakukan pengujian untuk parameter suhu, kekeruhan dan daya hantar listrik, pH dan oksigen terlarut yang dapat berubah dengan cepat dan tidak dapat diawetkan;

g) Hasil pengujian parameter lapangan dicatat dalam buku catatan khusus;

h) Pengambilan contoh untuk parameter pengujian di laboratorium dilakukan pengawetan seperti pada Lampiran B.

i) Untuk nitrat-nitrit dilakukan pengawetan dengan cara didinginkan (Sumber: SNI 6989.57:2008).

2. Tahap pengambilan sampel air bor

a. Menentukan jarak untuk pengambilan sampel air dengan menggunakan Global Position System (GPS).

b. Pengambilan sampel air sumur di desa Dusun Mudo, Desa Sungai Bungin Km 91, Desa Intan Jaya.

c. Mulut kran di strerilkan sampai keluar uap air

d. Kran di buka dan dibiarkan air mengalir selama 1-2 menit

e. Air di alirkan lagi selama 1-2 menit Tutup botol dibuka dan distreilkankemudian isi sampai ± ¾ volume botol

f. Bagian mulut botol dibakar, dan botol ditutup kembali.

g. Sampel diberi label

h. Sampel dimasukkan kedalam box pendingin dan dibawa kelaboratorium.

(Sumber: SNI 6989-58-2008) III.8.3. Prosedur pemeriksaan air

Pemeriksaan air akan dilakukan di laboratorium BBTKLPP Yogyakarta dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

1. Parameter fisik

a. Penentuan kekeruhan

1) Pembuatan larutan standar kekeruhan (Formazin);

a) Larutan I

Dilarutkan 1,0003 gram hidrazin sulfat (NH2)2.H2SO4 dalamlabu ukur 100 mL.

b) Larutan II : Larutkan 10,0002 gram heksametilen tetraamin (CH2)6(NH2)4 dalam labu ukur 100 mL.

2) Campurkan 5 mL larutan I dan II di dalam labu ukur 100 mL;

3) Larutan didiamkan selama 24 jam pada temperatur 25˚C kemudian diencerkan menjadi 100 mL. Kekeruhan tersuspensi tersebut adalah 400 NTU. Larutan stock tersebut harus terus dijaga agar tetap dalam keadaan segar. Pipet 10 mL larutan stock, encerkan dalam labu 100 mL, sehingga larutan tersuspensi 40 NTU. Pipet larutan tersebut (0,625 ; 1,25 ; 2,5; 4,375 ; 7,5) mL encerkan dalam labu 25 mL (larutan standar formazin dengan variasi

konsentrasi (1 ; 2 ; 4 ; 7 ; 12) NTU;

4) Spektrofotometer dihubungkan dengan sumber arus, alat dihidupkan dan distabilkan selama ± 15 menit;

5) Atur panjang gelombang untuk kekeruhan 420 nm. Masukkan kuvet yang telah berisi larutan blanko. Nilai absorban di atur 0,000;

6) Ukur deret larutan standar kekeruhan, melakukan pengukuran yang sama terhadap sampel; (Sumber SNI 06-6989.25-2005)

b. Suhu

Penetapan contoh uji air pada kedalaman tertentu:

1) Pasang termometer pada alat pengambil contoh uji;

2) Masukkan alat pengambil contoh uji ke dalam air pada kedalaman tertentu untuk mengambil contoh uji;

3) Tarik alat pengambil contoh uji sampai ke permukaan;

4) Catat skala yang ditunjukkan termometer sebelum contoh air

dikeluarkan dari alat pengambil contoh. (Sumber: SNI 06-6989.23-2005) c. Pengukuran TDS

Pengujian padatan terlarut dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : 1) Aduk contoh uji dengan pengaduk magnit dan pipet sejumlah contoh uji,

masukkan ke dalam alat penyaring yang dilengkapi dengan pompa hampa udara dan kertas saring berpori < 2,0 µm;

2) Operasikan alat penyaring;

3) Bilas kertas saring dengan air suling sebanyak 10 mL dan dilakukan 3 kali pembilasan sampai pembilasan sempurna dan lanjutkan pengisapan selama kira- kira 3 menit setelah penyaringan sempurna;

4) Pindahkan seluruh hasil saringan termasuk air bilasan ke dalam cawan penguap sesuai (butir 5.2.6) yang telah mempunyai berat tetap;

5) Uapkan hingga kering pada penangas air atau di dalam oven pengering.

Jika perlu, tambahkan hasil saringan sebagian sebagian secara berturut turut pada cawan yang sama setelah penguapan;

6) Keringkan benda uji yang telah diuapkan di dalam oven pada suhu (180±2)˚ C selama tidak kurang dari 1 jam;

7) Dinginkan pada desikator sampai suhu seimbang dan timbang;

8) Ulangi langkah (butir 6.1.7) sampai dengan butir (6.1.8) hingga diperoleh berat tetap.

9) Pada penetapan secara duplo apabila perbedaan kadarnya <5%

hasilnya dapat dirata-ratakan;

10) Jika padatan menguap dan padatan terikat akan ditetapkan, lanjutkan ke cara uji butir (6.3). (Sumber: SNI 06-2431-2002)

2. Parameter Kimia a. Pengukuran pH

Dilakukan secara langsung di lapangan menggunakan pH meter. Berikut langkah pengujian pH pada sampel air sumber mataair dengan alat pH meter:

1) Elektroda di bilas dengan air suling dan dikeringkan dengan tissue;

2) Sampel di tuang kedalam botol kemudian dicelupkan elektroda contoh uji;

3) Diaduk secara perlahan dengan kecepatan konstan hingga homogen sampai pH meter menunjukan pembacaan yang tetap;

4) Hasil pembacaan dicatat skala atau angka pada tampilan pH meter.

(Sumber: SNI 06-6989-11-2004)

b. Penentuan kadar nitrit dengan spektrofotometer

Metode ini digunakan untuk penentuan nitrit, NO₂ dalam air dan air limbah secara spektrofotometri pada kisaran kadar 0,01 mg/L sampai dengan 1,00 mg/L. Jika menggunakan kuvet 1 (satu) cm dalam penetuan kadar nitrit, NO₂ dapat diperoleh kadar sampai dengan 0,18 mg/L NO₂.

Untuk meningkatkan ketelitian pembacaan dapat digunakan kuvet yang lebih panjang lintasannya (5 cm atau 10 cm). Metode ini digunakan untuk contoh uji air yang tidak berwarna.

1) Pembuatan Larutan Sampel

Pembuatan larutan standar nitrit dengan konsentrasi (0,02 ; 0,05 ; 0,1 ; 0,2; 0,3) mg/L dari larutan standar nitrit 10 mg/L, pipet 5 mL masing- masing larutan standar nitrit dan masukkan ke dalam botol film, kemudian tambahkan 1 mL reagen Saltzman, aduk dan biarkan 30 menit (sampai terbentuk warna pink). Ukur absorbannya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 550 nm.

2) Pengukuran Nitrit dengan Spektrofotometer

Spektrofotometer dihubungkan dengansumberarus, lalu alat dihidupkan dan distabilkan selama ± 15 menit. Atur panjang gelombang untuk kekeruhan 550 nm, kemudian masukkan kuvet yang telah berisi larutan blanko, lalu nilai absorban di atur 0,000. Ukur deret larutan standar nitrit dan melakukan pengukuran yang sama terhadap sampel. (Sumber:

SNI 06-6989.9-2004)

Dokumen terkait