F. Teknik Analisis Data
1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif a. Hasil Observasi Proses Pembelajaran
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif
siswa yang belum dapat membedakan bentuk-bentuk tulang daun dipandu dengan memperhatikan langsung daun agar lebih memahaminya.
Disamping itu, kegiatan proses pembelajaran dengan menggunakan metode outdoor study terhadap hasil belajar IPA dapat dikatakan aktif. Terlihat dari persiapan siswa dalam pembelajaran, memperhatikan apersepsi yang diberikan guru, menanggapi apersepsi, konsentrasi siswa, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, dan keaktifan siswa.
Tabel 4.1 Hasil Observasi Proses Pembelajaran Siswa
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
No Pertemuan Presentase Kriteria Pertemuan Persentase kriteria
1. I 50% Cukup
Aktif
I 54% Cukup
Aktif
2. II 58% Cukup
Aktif
II 62% Aktif
3. II 64% Aktif II 78% Aktif
Rata-rata
Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa proses pembelajaran saat pertemuan 1 kelas kontrol dikategorikan cukup aktif dengan persentase 50%. Dan pertemuan 2 dikategorikan cukup aktif dengan persentase 58%,sedangkan proses pembelajaran saat pertemuan 3dikategorikan aktif dengan persentase 64%. Sedangkan proses pembelajaran saat pertemuan 1 pada kelas eksperimen dikategorikan cukup aktif dengan presentase 54%. Dan pertemuan 2 dikategorikan aktif dengan persentase
62%, Sedangkan proses pembelajaran saat pertemuan 3 pada kelas ekperimen dikategorikan aktif dengan presentase 74%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa penggunaan metode Outdoor Study dikategorikan aktif dan semakin meningkat aktifitas pembelajarannya siswa.
b. Deskripsi Nilai Awal (Pretest) Kelas Kontrol
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di UPT SD Negeri 215 Banyuurip Kecamatan Bone-bene mulai tanggal 04 Agustus 2020 sampai 07 Agustus 2020, maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes sehingga dapat diketahui hasil belajar siswa berupa nilai dari kelas IV UPT SDNegeri 215 Banyuurip Kabupaten Luwu Utara. Adapun deskripsi secara kuantitatif skor hasil belajar Pre Test sebelum diberikan perlakuan (treatment) dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut.
Berdasarkan hasil belajar IPA murid setelah mengajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional atau pembelajaran yang biasa diterapkan oleh guru disekolah, seperti ceramah, pada kelas kontrol maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes. Data hasil belajar kelas IVUPT SD Negeri 215 Banyuuripdapat diketahui sebagai berikut :
Tabel 4.2 Statistik Deskripsi Hasil Pretest Kelas Kontrol Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximu m
Sum Mean Std. Deviation
Kelas Kontrol (Pretest)
8 40 40,00 80,00 450 56,88
15,388
Valid N (listwise) 0
Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Dari hasil analisis di atas maka diperoleh nilai rata-rata dari hasil pretest kelas kontrol belajar murid kelas kontrol sebelum diterapkan metode Outdoor Study yaitu 56,88, sedangkan nilai terendah yang diperoleh murid adalah 40,00 dan nilai tertinggi yang diperoleh murid adalah 80,00. Adapun pengkategorian hasil pretest kelas kontrol dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3 Tingkat Keberhasilan Belajar Pretest Kelas Kontrol Interval Kategori Hasil
Belajar
Frekuensi Persentase (%)
81 – 100 Sangat Tinggi 0 0
61 – 80 Tinggi 2 25,00
41 – 60 Sedang 5 62,05
21 – 40 Rendah 1 12,05
0 – 20 Sangat rendah 0 0
Jumlah 8 100
Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar murid pada pretest kelas kontrol dengan menggunakan instrumen tes dengan kategori sangat rendah sebanyak 0 atau 0 %, kategori rendah sebanyak 1 atau 12,05%, kategori sedang sebanyak 5 murid atau 62,05%, kategori tinggi sebanyak 2 murid atau 25,00 % dan kategori sangat tinggi sebanyak 0 atau 0%. Melihat dari hasil persentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan belajarmurid pada kelas kontrol tergolong sedang.
Tabel 4.4 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar IPA
Skor Kategorisasi Frekuensi Persentase (%)
0≤ x < 75 Tidak tuntas 6 75
75 ≤ x ≤ 100 Tuntas 2 25
Jumlah 8 100
Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Apabila tabel 4.4 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar murid yang ditentukan oleh penelitian yaitu jumlah murid yang mencapai atau melebihi nilai KKM (75) ≥ 75 % , sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar murid kelas kontrol UPT SD Negeri 215 Banyuurip belum memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal karena murid yang tuntas hanya 25% ≤ 75%.
c. Deskripsi Nilai akhir (Posttest) kelas kontrol sesudah pembelajaran konvensional
Berdasarkan hasil belajar IPA murid setelah mengajar menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol murid kelas IVUPT SD Negeri 215 Banyuurip Kabupaten Luwu Utara, maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes. Data hasil belajar kelas IV UPT SD Negeri 215 Banyuurip dapat diketahui sebagai berikut :
Tabel 4.5 Statistik Deskripsi Hasil Postest Kelas Kontrol Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximum Sum Mean Std.
Deviation Kelas Kontrol
(Postest)
8 45 40 85 480 60,00
15,584
Valid N (listwise) 0
Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Dari hasil analisis di atas maka diperoleh nilai rata-rata dari hasil pretest kelas kontrol pada murid kelas IV UPTSD Negeri 215 Banyuurip diperoleh nilai 60,00, sedangkan nilai terendah yang diperoleh murid adalah 40,00 dan nilai tertinggi yang diperoleh murid adalah 85,00. Adapun pengkategorian hasil pretest kelas kontrol dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6 Tingkat Keberhasilan Belajar Postest Kelas Kontrol Interval Kategori Hasil
Belajar
Frekuensi Persentase (%)
81 – 100 Sangat Tinggi 1 12,05
61 – 80 Tinggi 2 25,00
41 – 60 Sedang 4 50,00
21 – 40 Rendah 1 12,05
0 – 20 Sangat rendah 0 0
Jumlah 8 100
Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar murid pada posttest kelas kontrol dengan menggunakan instrumen tes dengan kategori sangat rendah sebanyak 0 atau 0 %, kategori rendah sebanyak 1 atau 12,05%, kategori sedang sebanyak 4 atau 50,00
%, kategori tinggi sebanyak 2 murid atau 25,00 % dan kategori sangat tinggi sebanyak 1 atau 12,05 %. Melihat dari hasil persentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan belajar murid pada kelas kontrol tergolong sedang.
Tabel 4.7 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar IPA
Skor Kategorisasi Frekuensi %
0≤ x < 75 Tidak tuntas 6 75,00
75 ≤ x ≤ 100 Tuntas Jumlah
2 8
25,00 100 Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Apabila tabel 4.7 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar murid yang ditentukan oleh penelitian yaitu jumlah murid yang mencapai atau melebihi nilai KKM (75) ≥ 75 % , sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar murid kelas control UPT SD Negeri 215 Banyuurip belum memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal karena murid yang tuntas hanya 25,00% ≤ 75%.
d. Deskripsi Nilai awal (Pretest) Kelas Eksperimen
Berdasarkan hasil belajar IPA murid dengan mengajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional atau pembelajaran yang biasa
diterapkan oleh guru disekolah, seperti ceramah, pada kelas eksperimen maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes.Data hasil belajar kelas IVUPT SD Negeri 215 Banyuuripdapat diketahui sebagai berikut :
Tabel 4.8 Statistik Deskripsi Hasil Pretest Kelas Eksperimen
Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Dari hasil analisis di atas maka diperoleh nilai rata-rata dari hasil pretest kelas eksperimen belajar murid kelas eksperimen sebelum diterapkan Metode Outdoor Study (pretest) yaitu, sedangkan nilai terendah yang diperoleh murid adalah 50,00 dan nilai tertinggi yang diperoleh murid adalah 80,00. Adapun pengkategorian hasil pretest kelas eksperimen dilihat pada tabel berikut:
Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximu m
Sum Mean Std. Deviation Kelas
Eksperimen (Pretest)
8 30 50,00 80,00 485 60,63 11,160
Valid N (listwise) 0
Tabel 4.9 Tingkat Keberhasilan Belajar Pretest Kelas Eksperimen Interval Kategori Hasil
Belajar
Frekuensi Persentase (%)
81 – 100 Sangat Tinggi 0 0
61 – 80 Tinggi 2 25,00
41 – 60 Sedang 6 75,00
21 – 40 Rendah 0 0
0 – 20 Sangat rendah 0 0
Jumlah 8 100
Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar murid pada pretest kelas eksperimen dengan menggunakan instrumen tes dengan kategori sangat rendah sebanyak 0 atau 0 %, kategori rendah sebanyak 0 atau 0%, kategori sedang sebanyak 6 murid atau 75,00 %, kategori tinggi sebanyak 2 murid atau 25,00% dan kategori sangat tinggi sebanyak 0 atau 0%. Melihat dari hasil persentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan murid sebelum diterapkan Metode Outdoor Study tergolong rendah.
Tabel 4.10 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar IPA
Skor Kategorisasi Frekuensi %
0≤ x < 75 Tidak tuntas 6 75,00
75 ≤ x ≤ 100 Tuntas 2 25,00
Jumlah 8 100 Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Apabila tabel 4.10 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar murid yang ditentukan oleh penelitian yaitu jumlah murid yang mencapai atau melebihi nilai KKM (75) ≥ 75 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar murid kelas eksperimen UPT SD Negeri 215 Banyuurip belum memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal karena murid yang tuntas hanya 25,00% ≤ 75%.
e. Deskripsi Nilai Akhir (Posttest) Hasil Belajar Kelas eksperimen Setelah Diterapkan Metode Outdoor Study
Berdasarkan hasil belajar murid setelah diberikan perlakuan atau setelah diterapkan Metode Outdoor Study kelas eksperimen pada kelas IV UPT SD Negeri 215 Banyuurip Kabupaten Luwu Utara, maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes. Data hasil belajar kelas IV UPT SD Negeri 215 Banyuurip dapat diketahui sebagai berikut :
Tabel 4.11 Statistik Deskripsi Hasil Postest Kelas Eksperimen Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximum Sum Mean Std.
Deviation Kelas Eksperimen
(Pretest)
8 25 70,00 90,00 685 85,63
7,763
Valid N (listwise) 0
Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Dari hasil analisis di atas maka diperoleh nilai rata-rata dari hasil postest kelas eksperimen murid kelas IV UPT SD Negeri 215 Banyuurip sesudah menerapakanmetode Outdoor Study yaitu 85,63 sedangkan nilai terendah yang diperoleh murid adalah 70,00 dan nilai tertinggi yang diperoleh murid adalah 90,00. Adapun pengkategorian hasil postest kelas eksperimen dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.12 Tingkat Keberhasilan Murid Postest Kelas Eksperimen Interval Kategori Hasil
Belajar
Frekuensi Persentase (%)
81 – 100 Sangat Tinggi 6 75,00
61 – 80 Tinggi 2 25,00
41 – 60 Sedang 0 0
21 – 40 Rendah 0 0
0 – 20 Sangat rendah 0 0
Jumlah 8 100
Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar murid pada postest kelas eksperimen dengan menggunakan instrumen tes dengan kategori sangat rendah sebanyak 0 atau 0 %, kategori rendah sebanyak 0 atau 0%, kategori sedang sebanyak 0 murid atau 0 %, kategori tinggi sebanyak 2 murid atau 25,00% dan kategori sangat tinggi sebanyak 6 murid atau 75,00%. Melihat dari hasil persentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan belajar murid pada kelas eksperimen setelah diterapkan pembelajaran metode Outdoor Study tergolong sangat tinggi.
Tabel 4.13 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar IPA
Skor Kategorisasi Frekuensi %
0≤ x < 75 Tidak tuntas 1 12,05
75 ≤ x ≤ 100 Tuntas Jumlah
7 8
87,05 100 Sumber: UPT SD Negeri 215 Banyuurip
Apabila tabel 4.12 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar murid yang ditentukan oleh penelitian yaitu jumlah murid yang mencapai atau melebihi nilai KKM (75) ≥ 75 % , sehingga dapat disimpulkan bahwa Keberhasilan belajar murid kelas eksperimen UPT SD Negeri 215 Banyuurip sudah memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal karena murid yang tuntas 87,05% ≤ 75%.
2. Hasil Analisis Statistik Inferensial