Judul Tesis : Pengaruh Metode Outdoor Learning Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa IV. kelas di UPT SD Negeri 215 Banyuurip Kabupaten Luwu Utara. Pengaruh metode outdoor learning terhadap hasil belajar IPA siswa IV. kelas di UPT SD Negeri 215 Banyuurip Kabupaten Luwu Utara.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah tersebut, penulis ingin meneliti penelitian penggunaan metode Outdoor Study. Untuk itu penulis membahasnya dengan judul “Pengaruh Metode Outdoor Study Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV di UPT SD Negeri 215 Banyuurip Kabupaten Luwu Utara.”
Tujuan Penelitian
Manfaat Praktis a. Manfaat bagi guru
Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada sekolah sebagai acuan pengambilan keputusan/kebijakan sekolah dan meningkatkan mutu pembelajaran sehingga sumber daya manusia yang dihasilkan lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi. Apabila penggunaan metode Outdoor Study pada penelitian ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, maka siswa dapat lebih mudah menyerap materi melalui kegiatan siswa, sekaligus memperoleh pengalaman berbeda dalam kegiatan pembelajaran IPA.
Pengertian Pembelajaran IPA
IPA merupakan salah satu mata pelajaran utama dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, termasuk tingkat sekolah dasar. Sains adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam dan benda-benda material yang bersifat sistematis, teratur, berlaku umum, berupa kumpulan hasil pengamatan dan percobaan.
Materi Peduli Terhadap Makhluk Hidup
Apabila kegiatan pengajaran dilaksanakan di luar kelas, hendaknya guru menggunakan petunjuk kegiatan sebagai alat untuk membantu kegiatan pembelajaran (Selvi Ayu Utami 2014:12). Alasan diadakannya kegiatan belajar mengajar di luar kelas bukan hanya karena bosan belajar di kelas atau karena merasa bosan belajar.
Hasil Penelitian Relevan
Liya Adiyawaty (2015) dengan judul “Pengaruh Penggunaan Metode Outdoor Study Berbantuan Media Lingkungan Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Materi Macam-Macam Bentuk Energi Dan Cara Pemanfaatannya Pada Kelas IV Di SD Islam Al Madina Semarang”. Peneliti sama-sama menggunakan metode penelitian outdoor sedangkan perbedaannya peneliti pertama yaitu Selvi Ayu Utami dilaksanakan di Kelas VB SDN 20 Kota Bengkulu pada mata pelajaran IPA sedangkan peneliti kedua yaitu Liya Adiyawaty dilaksanakan di Kelas IV SD Islam Al Madina. Sekolah, Ilmu Material Semarang: Macam-macam Energi dan Cara Pemanfaatannya.
Kerangka Pikir
Yang serupa dengan penelitian ini dan peneliti sebelumnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang digunakan yaitu menggunakan metode outdoor study. Kelebihan metode Outdoor Study adalah kegiatan belajar siswa menjadi lebih menarik dan tidak membosankan, sehingga motivasi belajar siswa menjadi lebih tinggi, hakikat pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa menghadapi situasi dan kondisi atau penggunaan yang sebenarnya. media konkrit adalah materi yang dapat dipelajari, lebih kaya dan faktual, sehingga kebenarannya lebih akurat, kegiatan belajar siswa lebih menyeluruh dan aktif, karena dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti bertanya, kerja kelompok, mengamati, membuktikan, menguji fakta.
Hipotesis Penelitian
Jenis Penelitian
Desain Penelitia
Pre-test sebelum perlakuan baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol (O1, O3) dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan perubahan. Hal ini dilakukan dengan melihat selisih nilai (O2-O1 sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan apapun.
Popolasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian
Sampel Penelitian
Sesuai dengan desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu non-equivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah 16 siswa kelas IV UPT SD Negeri 215 Banyuurip yang terdiri dari 8 siswa pada kelas kontrol dan 8 siswa pada kelas eksperimen.
Variabel terikat
Instrumen Penelitian
Tes Hasil Belajar
Lembar Observasi
Teknik Pengumpulan Data
Lembar Observasi
Pre-test digunakan untuk mengukur prestasi belajar awal siswa sebelum diajarkan dengan metode Outdoor Study, sedangkan post-test digunakan untuk mengukur prestasi belajar akhir siswa setelah diajarkan dengan menggunakan metode Study di alam. yang digunakan adalah pretest dan posttest. Hewan yang hidup di darat dan di air (amfibi) 5. Menunjukkan fungsi bagian luar tubuh burung.
Teknik Analisis Data
Analisis Statistik Deskriptif
Siswa dikatakan tuntas apabila memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah, yaitu 75 dengan rata-rata ketuntasan belajar lebih dari 75 dan ketuntasan belajar klasik tercapai jika lebih dari 75% siswa pada mata pelajaran tersebut. kelas sekolah telah menyelesaikan studinya. Hasil belajar saintifik siswa juga ditujukan untuk mencapai hasil belajar individual dan klasikal. Kriteria siswa tuntas adalah apabila mempunyai nilai minimal 75 dari nilai ideal 100 berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah dengan rata-rata ketuntasan hasil belajar lebih dari 75 dan klasikal. penyelesaian dicapai bila lebih dari 75% siswa di kelas telah mencapai skor minimal 75. Skor n-gain yang sebenarnya dicapai oleh siswa, sedangkan skor n-gain maksimum adalah skor n-gain yang dapat dicapai siswa.
H1: Terdapat pengaruh metode outdoor study terhadap hasil belajar IPA konsep bentuk-bentuk energi dan kegunaannya pada siswa IV. kelas di SD Negeri 215 Bayuurip. X1 = rerata hasil belajar kelas eksperimen
Hasil Analisis Statistik Deskriptif a. Hasil Observasi Proses Pembelajaran
Jika Tabel 4.4 kita hubungkan dengan indikator pengukuran ketuntasan hasil belajar siswa yang telah ditetapkan penelitian, yaitu banyaknya siswa yang mencapai atau melampaui hasil KKM, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas kontrol UPT di SD Negeri 215 pun sama. Banyuurip belum memenuhi kriteria tuntas hasil belajar klasikal karena siswa hanya tuntas 25% ≤ 75%. Berdasarkan hasil belajar IPA siswa setelah diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol siswa IVUPT SD Negeri 215 Banyuurip Kabupaten Luwu Utara diperoleh data yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes. Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas kontrol setelah dilakukan tes dengan menggunakan instrumen tes berada pada kategori sangat rendah yaitu 0 atau 0%, kategori rendah adalah 1 atau 12,05%. kelas menengah adalah 4 atau 50,00.
Jika Tabel 4.10 kita hubungkan dengan indikator pengukuran ketuntasan hasil belajar siswa yang ditentukan oleh penelitian yaitu banyaknya siswa yang mencapai atau melampaui hasil KKM maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen di UPT SD Negeri 215 Banyuurip belum memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar klasikal karena siswanya sempurna. Berdasarkan hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan atau setelah menggunakan metode outdoor learning pada kelas eksperimen di Kelas IV UPT SD Negeri 215 Banyuurip Kabupaten Luwu Utara diperoleh data yang dikumpulkan dengan instrumen tes.
Hasil Analisis Statistik Inferensial a) Uji Normalitas
Setelah dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas, selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji Independent Sample t test dengan menggunakan SPSS versi 25. Setelah diperoleh angka t sebesar 4,163 maka t tabel = 2,145 diperoleh 4,163 > 2,145 dan nilai t tabel = 2,145. sig (dua sisi) 0,002, maka diperoleh sig (dua sisi) < 0,05, sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan tabel hasil perhitungan uji N-gain di atas, pada kelas kontrol terdapat 1 siswa yang berkategori atas yaitu 12,5%, pada kategori sedang - dan pada kategori bawah terdapat 7 siswa yaitu 87,5. .
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode outdoor study cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA.
Pembahasan
Hal ini menunjukkan bahwa setelah penerapan metode Outdoor Study, rata-rata nilai siswa meningkat dibandingkan sebelum penggunaan media Outdoor Study. Proses pembelajaran menggunakan Metode Outdoor Study diawali dengan guru menyiapkan bahan ajar meliputi RPP, lembar observasi dan tes, serta memberikan pemahaman tentang merawat makhluk hidup. Sedangkan proses pembelajaran pada saat posttest kelas eksperimen berkategori aktif dengan skor 39 persentase 74%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan metode Outdoor Study memberikan respon yang positif bagi siswa, dari cukup aktif hingga aktif. Artinya penggunaan metode Outdoor Study akan berdampak terhadap hasil belajar siswa di Kelas IV UPT SD Negeri 215 Banyuurip Kecamatan Bone-bone Kabupaten Luwu Utara. Pada muatan pembelajaran IPA dengan metode Outdoor Study dapat disebutkan bahwa terdapat pengaruh metode Outdoor Study pada mata pelajaran IPA Kelas IV UPT SD Negeri 215 Banyuurip Kabupaten Luwu Utara.
Penggunaan metode outdoor learning berpengaruh terhadap belajar siswa IV. kelas di UPT SD Negeri 215 Banyuurip Kabupaten Luwu Utara. Artinya penggunaan metode outdoor study berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di Kelas IV UPT SD Negeri 215 Banyuurip Kecamatan Bone-bone Kabupaten Luwu Utara.
Saran
Kami berharap para peneliti pendidikan di masa depan dapat mengeksplorasi lebih jauh penggunaan metode pembelajaran outdoor yang efektif dan efisien untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Pengaruh Penggunaan Metode Outdoor Learning Menggunakan Media Lingkungan Terhadap Hasil Belajar IPA Mengenai Bentuk-Bentuk Energi Dan Cara Pemanfaatannya Pada Kelas IV Di SD Islam Al Madina. Pengaruh metode outdoor learning terhadap hasil belajar siswa pada konsep IPA di IV. kelas sekolah dasar.JPGSD.
Penerapan metode outdoor study dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar siswa di kelas VB SDN 20 Kota Bengkulu. Peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDN Rengel IV melalui metode outdoor study materi pesawat terbang sederhana Jurnal Teladan.
Peduli Terhadap Makhluk Hidup
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
TUJUAN PEMBELAJARAN
MATERI PEMBELAJARAN 1. Mengenal bagian tubuh luar hewan
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Sebagai kegiatan pembuka, siswa memperhatikan gambar binatang yang diperlihatkan guru kemudian mendiskusikannya. Kemudian siswa mengamati bagian tubuh burung merpati di buku siswa dan menuliskannya di buku. Kegiatan ini merupakan pengenalan awal tentang bagian-bagian hewan yang sedang tumbuh. Siswa memperhatikan penegasan guru bahwa hewan dan tumbuhan mempunyai bagian yang berbeda dan fungsinya masing-masing, sehingga kita dapat merawatnya agar dapat bertahan hidup.
PENILAIAN
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan bertanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk Tuhan dan aktivitasnya, serta benda-benda yang ditemuinya di rumah, sekolah, dan taman bermain. Penyajian pengetahuan faktual dengan bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerak yang mencerminkan anak yang sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak yang beriman dan berakhlak mulia.
MATERI PEMBELAJARAN
Siswa kemudian mengamati satu jenis tumbuhan lengkap dengan bagian-bagiannya: akar, batang, daun, dan buah/bunga. Setelah mendengarkan penjelasan guru tentang bagian-bagian daun dan bentuk tulang daun, siswa dibagi menjadi 2 kelompok untuk mengamati langsung bagian-bagian daun dan bentuk tulang dan hasil diskusinya dituangkan dalam bentuk a. buku. Guru menjelaskan kembali bagian luar tubuh hewan dan siswa menjawab pertanyaan guru, upaya apa yang dapat dilakukan untuk melestarikan hewan yang mulai bergerak?
Di akhir kegiatan, untuk lebih memahami bagian-bagian tumbuhan dan konservasinya, siswa berlatih menanam salah satu jenis tumbuhan. Penilaian proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat kinerja kompetensi siswa.
MATERI PEMBELAJARAN 4. Mengenal bagian tubuh luar hewan
Penilaian materi ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan yaitu dengan observasi sikap, tes pengetahuan dan presentasi hasil pekerjaan atau pekerjaan/proyek dengan rubrik penilaian sebagai berikut. Memiliki perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangga.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- MATERI PEMBELAJARAN
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN