• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi keperawatan

Dalam dokumen DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN (Halaman 62-146)

B. Pembahasan

5. Evaluasi keperawatan

i) Latih cara berfikir dan berperilaku positif

j) Latih meningkatkan kepercayaan pada kemampuan dalam menangani situasi

54

perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian Kanker payudara adalah penyakit di mana ada pertumbuhan berlebihan atau tidak terkendali pertumbuhan sel (jaringan) payudara.

2. Asuhan Keperawatan

Asuhan keperawatan pada pasien dengan Kanker Payudara adalah suatu proses atau tahap tahap kegiatan dalam praktik keperawatan yang diberikan langsung kepada pasien dengan Kanker Payudara dalam berbagai tatanan pelayanan kesehatan meliputi metode askep atau asuhan keperawatan yang ilmiah, sistematis, dinamis dan terus-menerus serta berkesinambungan dalam pemecahan masalah kesehatan pasien dewasa dengan Kanker Payudara. Asuhan keperawatan di mulai dengan adanya tahapan pengkajian (pengumpulan data, analisis data dan penegakkan masalah) diagnosis keperawatan, pelaksanaan, dan penilaian/evaluasi tindakan keperawatan.

D. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Balikpapan pada tanggal 15 April 2020 sampai dengan tanggal 8 Mei 2020.

E. Prosedur Penelitian

1. Prosedur penelitian ini dilakukan melalui tahap sebagai berikut : 2. Mahasiswa melakukan ujian proposal.

3. Mahasiswa melakukan perbaikan sesuai masukan dari penguji untuk memproleh persetujuan pengambilan data.

4. Mahasiswa melakukan penyusunan penelitian dengan metode literatur review.

5. Mahasiswa melakukan identifikasi dan validasi laporan asuhan keperawatan melalui media internet yang disetujui pembimbing.

6. Mahasiswa membandingkan data-data hasil pengkajian menggunakan format Ramona T. Mercer antara konsep teori dengan kasus.

7. Mahasiswa membandingkan penegakan diagnose keperawatan berdasarkan SDKI antara konsep teori dengan kasus.

8. Mahasiswa membandingkan penyusunan perencanaan berdasarkan SIKI

& SLKI antara konsep teori dengan kasus.

9. Mahasiswa membandingkan pelaksanaan pada kasus sesuai dengan perencanaan berdasarkan SIKI & SLKI pada konsep teori.

10. Mahasiswa melihat kesesuaian pelaksanaan evaluasi terhadap tujuan dan kriteria hasil dengan diagnosa yang ditegakkan.

11. Mahasiswa membuat kesimpulan dan saran tentang masalah keperawatan yang ditemukan dalam literatur review

12. Mahasiswa melakukan konsultasi kepada pembimbing.

13. Mahasiswa melakukan perbaikan sesuai masukan pada saat konsultasi dengan pembimbing.

F. Metode dan instrument Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data

Pada sub bab ini dijelaskan terkait metode pengumpulan data yang digunakan, antara lain :

a. Wawancara (hasil anamnesis berisi tentang identitas pasien dewasa dengan Kanker Payudara, keluhan utama, riwayat peyakit sekarang- dahulu-keluarga dll). Sumber data dari pasien, keluarga, perawat lainnya.

b. Pemeriksaan fisik dengan menggunakan teknik : inspeksi, auskultasi, palpasi, perkusi/IAPP pada system tubuh pasien.

c. Studi dokumentasi (hasil dari pemeriksaan diagnostic) 2. Instrumen Pengumpulan Data

Alat atau instrument pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan dengan model keperawatan Virginia Henderson, sesuai ketentuan yang berlaku di Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur (instrument terlampir).

G. Keabsahan Data

Keabsahan data untuk membuktikan kualitas data atau informasi yang diperoleh untuk mengumpulkan informasi utama langsung dari pasien dan keluarga, data hasil pemeriksaan fisik dan catatan rekam medis, serta perawatan diruangan pasien.

H. Analisis Data

Analisia data pada literature review yaitu data yang dikumpulkan sesuai dengan kriteria inklusi dikaitkan dengan konsep teori, prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dan menentukan masalah keperawatan.

54 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan diuraikan tentang hasil penelitian asuhan keperawatan pada pasien dengan Carsinoma mammae dalam bentuk review kasus yang telah dilaksanakan di Ruang Aster RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dan di Ruang Bougenvile Rsud Kota Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan mengambil hasil laporan askep dari media internet dengan jumlah sampel 2 pasien. Pengambilan sampel pasien 1 diambil dari “Karya Tulis Ilmiah Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Carsinoma Mammae Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2019” dan pengambilan sampel pasien 2 diambil dari “Karya Tulis Ilmiah Asuhan Keperawatan Pada Ny E Dengan Karsinoma Mamae Di Ruang Bougenvile RSUD Kota Yogyakarta Tahun 2018”.

Adapun hasil penelitiannya diuraikan sebagai berikut:

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian pasien 1 dilakukan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda yang terletak di Jalan Palang Merah No.1 Sidodadi, Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda diresmikan pada tanggal 22 Februari 1986.

Rumah sakit ini adalah rumah sakit tipe A yang memeiliki fasilitas antara lain: intalasi rawat jalan, instalasi rawat inap, instalasi farmasi, laboratorium PA, laboratorium Pk, instalasi kedokteran nuklir, radiologi,

radiotrapi, instalasi penunjang medik, hemodialysis, ruang kemotrapi, rehabilitasi medik, instalasi perawatan intensif, IGD 24 jam dan instalasi bedah sentral.

Penulis menggunakan ruangan Aster dari tanggal 02 April-06 april 2019, ruangan ini adalah ruangan yang dikhususkan untuk pasien- pasien pre dan post.

Operasi laki-laki dan perempuan baik tua dan anak-anak. Pasien yang di rawat di ruangan ini sebagian besar adalah pasien pre dan post operasi fraktur, tetapi banyak juga pasien dengan penyakit lain seperti Carsinoma mammae.

Bangunan ruang Aster terdiri dari 10 kamar yang masing-masing kamar dapat menampung 5-6 pasien, 1 ruangan isolasi untuk menampung 6 pasien, 1 ruangan tindakan, 1 ruang mushola, 1 ruang rapat dan ruang perawat, 1 ruang dapur, 1 ruang untuk kepala ruangan dan wakil kpala ruangan serta 2 kamar mandi pegawai.

Kasus yang dirawat di rungan Aster meliputi kasus Fraktur, Anemia, Ulkus diabetic food , Laparatomy, Combutio, App perforasi, Carsinoma mammae.

Lokasi penelitian pasien 2 dilakukan di Ruang Bougenville RSUD Kota Yogyakarta.

Tabel 4.1 Hasil anamnesis Pengkajian identitas pasien dengan Ca.

Mammae

Identitas Pasien Pasien 1 Pasien 2

Nama (insial) Ny. S Ny. E

Umur 58 Tahun 57 Tahun

Jenis Kelamin Perempuan Perempuan

Status Perkawinan Menikah Menikah

Pekerjaan IRT IRT

Agama Islam Islam

Pendidikan terakhir Tidak tamat SD SPG

Alamat Jl.Perintis, Samarinda Suryodiningratan MJ II/897

No. Register 90.78.XX 40.9X.XX

Tanggal MRS 02 April 2019 28 Juni 2018

Tanggal Pengkajian 02 April 2019 2 Juli 2018 Diagnosa Medis Carsinoma Mammae Sinistra

Post MRM

Carsinoma Mammae

Identitas penanggung

jawab Pasien 1 Pasien 2

Nama (inisial) Tidak tercantum Tn. M

Umur Tidak tercantum 56 tahun

Pendidikan Tidak tercantum SMP

Hub. Dengan pasien Tidak tercantum Suami

Pekerjaan Tidak tercantum Penjual angkringan

Alamat Tidak tercantum Suryodiningratan MJ II/897

Genogram

Data Anamnesis

Sumber: (Tri Winarti, 2019), (Sugeng Laksono, 2018)

Berdasarkan tabel 4.1 data pengakajian dilakukan di hari yang berbeda yaitu, pasien 1 pada selasa 02 April 2019 pada pukul 08.00 WITA didapatkan data pasien 1, yaitu Ny.S berusia 58 tahun, jenis kelamin perempuan, telah menikah, suku jawa, beragama islam, dengan tidak tamat SD, pekerjaan ibu rumah tangga, alamat di Jl. Perintis, Samarinda, pasien masuk di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada tanggal 02 April 2019 pukul 03.00 WITA dengan No. Register 90.78.XX diagnosa medis Carsinoma mammae sinistra yang telah melakukan MRM (Mastektomi Radikal Modifikasi).

Pasien 2 pada tanggal 2 juli 2018 didapatkan data pasien 2, yaitu Ny. E berusia 57 tahun, jenis kelamin perempuan, berprofesi sebagai IRT, beragama islam, pendidikan SPG, alamat di Suryodiningratan MJ II/897, pasien masuk di RSUD Kota Yogyakarta pada tanggal 28 Juni 2018 dengan No. Register 40.9X.XX dengan diagnosa medis Carsinoma mammae.

Tabel 4.2 Hasil Anamnesa status kesehatan pasien dengan Carsinoma mammae

Pengkajian Pasien 1 Pasien 2

Keluhan utama Pasien mengatakan nyeri pada area dada sebelah kiri sampai ke lengan bagian atas

Pasien merasa nyeri karena ada benjolan di payudara kiri.

Riwayat penyakit sekarang

Pasien mengatakan telah terdiagnosa kanker payudara sejak 3 tahun yang lalu, awalnya muncul benjolan kecil pada payudara kiri tanpa menimbulkan rasa nyeri pasien tidak memeriksakan kesehatannya, beberapa bulan kemudian benjolan semakin

Di payudara kiri ada benjolan pada luka. Pasien sudah menjalani pengobatan alternatif selama 3 tahun tanpa membuahkan hasil.

Ada benjolan di payudara kiri berdiameter kira-kira 10cm dan sudah ada luka.

besar dan menimbulkan rasa nyeri disertai ulkus lalu pasien pergi ke rumah sakit dan terdiagnosa kanker payudara pada akhir tahun 2017 pasien

melakukan MRM

(Mastektomi Radikal Modifikasi) dan menjalankan kemotrapi pada awal tahun 2018 hingga sekarang, kemudian kurang lebih 6 bulan yang lalau benjolan tumbuh lagi pada area dada dan terus membesar serta terasa nyeri. Pasien masuk rumah sakit pada tanggal 02 April 2019 pukul 03.00 WITA dengan mengeluh nyeri menjalar ke lengan kiri. Saat dilakukan pengkajian pada tanggal 02 April 2019 pukul 08.00 WITA pasien masih mengeluh nyeri pada area dada sebelah kiri sampai ke lengan. Nyeri yang dirasakan akibat benjolan yang tumbuh pada dada di bagian atas yang semakin membesar, nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk , nyeri terasa disekitar area dada kiri samapai ke lengan dengan skala 5 (nyeri sedang) dan berlangsung terus menerus.

Pasien direncanakan kemotrapi yang ke 12 setelah keadaan umum pasien membaik.

Riwayat kesehatan dahulu

Pasien mengatakan bahwa sudah keluar masuk dirawat di rumah sakit karena penyakit yang sama dan tidak pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit serius lainnya.

Pasien mengatakan dulu di payudara kanan pernah ada benjolan, kemudian diobati diobati dengan pengobatan alternatif dan akhirnya benjolan hilang di payudara kanan hilang.

Kemudian muncul di payudara kiri, setelah 3 tahun menjalani pengobatan alternatif benjolan di payudara kiri tidak sembuh dan malah ada luka.

Riwayat penyakit keluarga

Anak pasien mengatakan bahwa tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyakit keturunan (seperti, kanker, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung) serta penyakit menular (seperti HIV, TBC, hepatitis)

Ibu kandung mengalami hipertensi dan

anak pertama Ny. E mengalami kanker otak di usia 25 tahun .

Riwayat haid Pasien mengtakan dulu siklus haid 1 bulan sekali dialami teratur kurang lebih 5 hari tidak ada masalah yang timbul selama haid. Sekarang sudah tidak mengalami haid lagi

Pasien mengatakan telah menopause sejak usia 54 tahun.

Status kesehatan

Sumber: (Sugeng Laksono, 2018; Tri Winarti, 2019)

Berdasarkan tabel diatas, didapatkan data pengkajian status kesehatan pasien 1 (Ny. S) dan pasien 2 (Ny. E) didapatkan persamaan data pada keluhan utama yaitu, kedua pasien mengeluh merasakan nyeri pada payudara kiri. Selain itu benjolan yang terdapat pada kedua pasien memiliki kesamaan yaitu terdapat luka pada benjolan yang muncul. Dari data yang di daapat kedua pasien sama-sama mengeluhkan penyakit pada 3 tahun yang lalu. Terdapat perbedaan penanganan Pada pasien 1 (Ny. S) dan pasien 2 (Ny. E). pada pasien 1 (Ny. S) pasien memeriksakan penyakitnya setelah beberapa bulan kemudian setelah terdapat benjolan karena mulai timbul rasa nyeri. Pasien 1 (Ny.S) sudah melakukan kemoterapi sebanyak 11 kali, sedangkan pada pasien 2 (Ny. S) tidak pergi ke RS untuk memeriksakan penyakitnya, dan hanya menjalankan pengobatan alternatif selama 3 tahun. Dari data kesehatan keluarga

didapatkan data bahwa anak dari pasien 2 (Ny.S) juga mengalami kanker yaitu, kanker otak. Kedua pasien sama-sama telah menoupouse.

Tabel 4.3 Hasil anamnesa Pola kebutuhan dasar (Data Bio-Psiko- Sosio-Kultural-Spiritual) Carsinoma mammae

Pola aktifitas sehari- hari

Pasien 1 Pasien 2

Pola bernafas Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit :

Adanya tanda kesulitan bernafas, penggunaan otot bantu bernafas, RR:

26x/menit, suara nafas cepat.

Sebelum sakit : Suara nafas vesikuler Pasien mengatakan tidak sesak nafas

Saat sakit :

Suara nafas vesikuler, tidak ada wheezing, tidak ada kesulitan bernafas, pasien mengatakan tidak sesak nafas.

Pola makan dan minum Sebelum sakit :

Pasien mengatakan diumah makan 2x perhari, nasi¸sayur, lauk (ikan,tahu, tempe). Makan sering tidak habis. Minum air putih 5-6 gelas perhari pada saat setelah makan dan minum Saat sakit :

Pasien mengatakan makan 3x perhari, nasi, sayur, lauk, buah. Pasien mengeluh tidak nafsu makan. Hanya makan setengah porsi. Pasien minum air putih 2-3 gelas perhari saat setelah makan atau sewaktu-waktu

Sebelum sakit :

pasien mengtakan makan 3x perhari, nasi ,lauk sayur

Saat sakit :

Pasien mengatakan makan siang dan sore sebelum operasi

Pola eliminasi Sebelum sakit :

Pasien mengatakn dirumah BAB 1x per hari, BAK 3- 4x perhari, tidak ada keluhan BAB dan BAK Saat sakit :

Pasien mengatakn di RS BAB 1x , BAK 3-5x perhari, tidak ada keluhan

Sebelum sakit :

Pasien mengatakan BAK 5x perhari, tidak ada nyeri dan anyang-anyangan saat BAK. BAB 1x sehari dengan konsitensi lembek dan warna kuning Saat sakit :

Pagi hari sebelum operasi

BAB dan BAK pasien sudah BAK sekali dan sudah BAB juga.

Pola aktifitas dan latihan Sebelum sakit :

Pasien dapat beraktifitas dengan cucu dan keluarga Saat sakit :

Pasien terlihat hanya bisa berbaring

Sebelum sakit :

Pasien mengatakan ibu rumah tangga yang membantu suaminya berjualan angkringan Saat sakit :

Pasien hanya tiduran saja Pola istirahat dan tidur Sebelum sakit :

Pasien mengatakan dirumah tidur pukul 23.00-05.00 Saat sakit :

Pasien mengatakan sulit tidur saat di RS, tidur pukul 05.00-07.00, mudah terbangun saat ada oranf datang.

Sebelum sakit :

Pasien mengatakan sehari- hari bias tidur, tidak ada keluhan untuk kebiasaan tidurnya. Biasanya pasien tidur antara jam 23.00 – 05.00

Saat sakit : pasien mengatakan kadang kadang terbangun karena nyeri payudara kiri Pola berpakaian Sebelum sakit :

Dibantu oleh orang lain (anaknya)

Saat sakit : Tidak tercantum

Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit :

Pasien dapat

melakukannya mandiri (Barthel index)

Pola rasa nyaman Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit : Tidak tercantum

Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit : Tidak tercantum Pola aman Sebelum sakit :

Tidak tercantum Saat sakit :

Pasien berhati- hati saat melakukan mika-miki, karena benjolan pada dada kiri, dan pembengkakan pada tangan kiri.

Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit :

Pasien tidak beresiko jatuh (pengkajian resiko jatuh)

Pola kebersihan diri Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit :

Saat dirumah : Pasien

Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit :

Pasien dapat melakukan

mengatakan saat dirumah dimandikan anaknya 2x perhari. Sikat gigi 1x perhari, potong kuku seminggu sekali.

Saat di RS : Pasien mengatakan saat di RS hanya diseka 1x perhari dipagi hari oleh anaknya . Tidak sikat gigi, dan belum memotong kuku.

kebersihan diri (cuci muka, menyisir rambut, dan sikat gigi) secara mandiri. ( Barthel Index)

Pola komunikasi Sebelum sakit : menggunakan bahasa jawa tetapi mengerti bahasa Indonesia

Saat sakit :

menggunakan bahasa jawa tetapi mengerti bahasa Indonesia

Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit :

Saat di RS pasien berkomunikasi baik dengan petugas kesehatan.

Pola beribadah Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit : Tidak tercantum

Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit :

Pasien berusaha selalu berdo’a

Pola produktifitas Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit : Tidak tercantum

Sebelum sakit :

Pasien membantu suami berjualan dan sebagai seorang ibu

Saat sakit :

Tidak dapat membantu suami berjualan lagi Pola rekreasi Sebelum sakit :

Tidak tercantum Saat sakit : Tidak tercantum

Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit : Tidak tercantum Pola kebutuhan belajar Sebelum sakit :

Tidak tercantum Saat sakit : Tidak tercantum

Sebelum sakit : Tidak tercantum Saat sakit : Tidak tercantum Pola kebutuhan dasar

Sumber: (Sugeng Laksono, 2018; Tri Winarti, 2019)

Berdasarkan tabel diatas, didapatkan data dari pasien 1 (Ny. S) yaitu terjadi perubahan pada pola nafas pasien mengeluh sesak saat saat bernafas, nafsu makan pasien menurun. Pola tidur pasien 1 (Ny. S) mengalami perubahan menjadi sulit tidur selama di RS. Pola kebersihan diri pasien pasien mengatakan di rumah sakit pagi tadi hanya diseka- seka, selama di rumah sakit belum gosok gigi. Dari data yang didapat Pola aktifitas Pasien 1 (Ny. S) dan dan pasien 2 (Ny.E) setelah mengalami sakit hanya bisa berbaring di tempat tidur. Pola produktifitas pasien 2 (Ny. E) menjadi menurun karena tidak bisa membantu suaminya lagi unruk berjualan.

Tabel 4.4 Hasil anamnesa status mental pasien dengan Carsinoma mammae

Pemeriksaan status

mental Pasien 1 Pasien 2

Kondisi Kondisi emosi atau

perasaan pasien baik, perasaan emosi stabil tidak berubah-ubah

Pasien merasa cemas dengan penyakitnya,

Orientasi Orientasi pasien mengenai tempat (pasien tau sekarang beraada di rumah sakit), waktu (pasien tau hari dan tanggal sekarang), orang (pasien dapat mengenali orang dan mampu berinteraksi dengan orang tersebut)

Orientasi pasien sesuai

kemampuan diri

(pengkajian resiko jatuh)

Proses berfikir Proses berfikir (ingatan, atensi, keputusan, perhitungan) pasien kurang mengingat bagaimna proses penyakit yang pasien alami hingga sekarang ini. Pasien bisa mengambil keputusan

Tidak tercantum

dibantu oleh suami dan anaknya

Motivasi Motivasi pasien ingin

sembuh agar bisa berkumpul kembali dengan cucunya

Pasien mengatakan ingin sembuh dari penyakitnya

Persepsi Persepsi pasien

mengentahui tentang penyakitnya, pasien menerima dengan keadaan nya sekarang

Pasien mengatakan tidak tahu dengan penyakitnya.

Status Psikologis Status pisikologi pasien baik, tidak stress berlebihan interaksi pasien baik dengan keluarga maupun dengan orang lain.

Pasien kooperatif dan hubungan pasien dengan petugas kesehatan baik.

Status mental

Sumber: (Sugeng Laksono, 2018; Tri Winarti, 2019)

Data dari tabel diatas didapatkan bahwa kondisi emosi pasien 1 (Ny. S) baik dan stabil. Sedangkan pasien 2 (Ny.E) pasien merasa cemas dengan penyakitnya. Secara keseluruhan status mental kedua pasien baik dan kooperatif terhadap petugas dan pengobatan yang dijalankan.

Tabel 4.5 Hasil Anamnesa Pemeriksaan Fisik pasien dengan Carsinoma mammae

Pemeriksaan fisik Pasien 1 Pasien 2

Keadaan umum Compos mentis Compos Mentis, agak

gelisah Tanda – tanda vital TD : 120/70 mmHg

Nadi : 80x/menit RR : 26x/menit SpO2 : 98%

TD : 130/80 mmHg Nadi : 84x/menit RR : 20x/menit S : 37C Antropometri BB : 38 kg

TB : 150 cm IMT : 16,8 LILA : 22 cm

BB : 66 kg TB : 152 cm IMT : 20,5 Skala nyeri - P: nyeri akibat benjolan

di dada kiri yang membesar - Q: nyeri seperti

tertusuk-tusuk - R: nyeri terasa di area

dada sampai ke lengan

- P: pasien

mengatakan nyeri payudara kiri - Q: terasa seperti

tertusuk tusuk - R: payudara kiri - S : Skala nyeri 4

tangan kiri - S: skala nyeri 5 - T: nyeri berlangsung

terus menerus

- T: saat bergerak.

Pemeriksaan integumen Kulit terlihat kurang bersih, badan pasien teraba hangat, warna kulit pasien sawo matang, turgor kulit baik kembali dalam <2 detik, kulit tampak kering dan elastis, terlihat adanya koloid bekas luka insisi pada dada kiri.

Kulit bersih warna sawo matang, turgor kulit, tidak ada sianosis.

Pemeriksaan kepala Tidak tercantum Bentuk mesocephal, bentuk simetis,rambut dan kulit kepala bersih.

Mata ishokor, simetris, visus normal.

Telinga simetris dan bersih.

Pemeriksaan leher Tidak tercantum Tidak ada benjolan dan tidak ada pembesaran kelenjar getah bening.

Pemeriksaan tengkuk Tidak tercantum Tidak ada benjolan dan tidak ada kaku kuduk Pemeriksaan payudara

dan ketiak

Payudara tidak simetris, Pasien telah melakukan MRM pada payudara kirinya, warna payudara kiri kecoklatan aerola kecoklatan kelainan pada payudara terlihat tunggal hanya tersisa sebelah kanan dalam keadaan puting normal tidak ada kelainan, axsila terdapat pembengkakan dan clavikula tidak simetris antara kanan dan kiri karena terdapat penonjolan masa pada area dada kiri

Di payudara kiri terdapat benjolan dan ulkus, tampak kemerahan, dan

kulit payudara

mengkerut seperti kulit jeruk. Payudara teraba benjolan yang mengeras dan terasa nyeri serta terdapat pembengkakan di payudara kiri.

Pemeriksaan dada Inpeksi: bentuk thoraks tidak simetris antara kanan dan kiri (deformitas bentuk

dada) pernafasan

hiperventilasi RR 26x/m Palpasi: adanya tanda kesulitan bernafas

Inspeksi

Bentuk dada tidak simetris karena ada pembengkakan payudara kiri.

Palpasi

Terdapat benjolan di

penggunaan otot bantu pernafasan,getaran suara (vocal premitus) simetris anatara kanan dan kiri Perkusi: suara dada kanan dan kiri sonor

Auskultasi: suara nafas cepat dan dalam, suara ucapan intensitas dan kualitas suara simetris, tidak ada suara nafas tambahan

payudara kiri, bengkak dan terasa nyeri, tidak simetris, ada nyeri tekan Perkusi

Sonor Auskultasi Vesikuler

Pemeriksaan Punggung Tidak tercantum Tidak ada nyeri punggung, tidak ada skoliosis dan lordosis.

Pemeriksaan Abdomen Tidak tercantum Inspeksi

Warna kulit sawo matang, simetris, tidak ada kemerahan dan kekuningan, tidak ada bekas luka.

Auskultasi

Bising usus 20x/menit.

Perkusi

Terdengar redup, tidak ada hepatomegaly Palpasi

Tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan

Pemeriksaan Genetalia Tidak tercantum Anus dan Rectum Pasien mengatakan tidak pernah BAB darah dan tidak ada benjolan di anus.

Pasien mengatakan genetalianya bersih, tidak keluar sekret yang berlebihan.

Pemeriksaan musculoskeletal (ekstermitas)

Kekuatan otot menurun, terdapat pembengkakan limfaderma pada tangan kiri, tangan kiri tidak dapat digerakan untuk beraktivitas, kekuatan otot

5 2 4 4

Ekstermitas Atas

Mampu menggerakkan tangan secara mandiri, hanya lengan kiri terasa agak nyeri, tidak teraba benjolan dan terpasang infus RL di lengan kanan. Tidak ada kelainan bentuk dan fungsi.

Ekstermitas Bawah Mampu menggerakkan kaki secara mandiri dan tidak teraba benjolan.

Pemeriksaan fisik

Sumber: Nur Rizki D P (2015), Tunnaim et al (2019)

Dari tabel pemeriksaan fisik pasien 1 (Ny. S) dan pasien 2 (Ny.E) didapatkan data keadaan umum kedua pasien compos mentis,tatapi pada pasien 2 pasien sedikit gelisah. Didapatkan data pasien 1 mengalami kesenjangan yaitu RR: 26x/menit, IMT dibawah normal 16,8 dan pasien 2 mengalami sub febris 37C.

Pasien 1 (Ny.S) dan 2 (Ny.E) mengalami nyeri dengan skala 4-5.

Pada pemeriksaan integument pasien 1 (Ny.S) terdapat data terlihat adanya koloid bekas luka insisi pada dada diri pasien. Pada pemeriksaan payudara dan ketiak pasien 1 (Ny. S) didapatkan data payudara tidak simetris, dikarenakan telah melakukan MRM pada payudara kiri. Pada axila terdapat pembengkakan dan clavicula tidak simetris karena terdapat penonjolan massa pada area dada kiri. Sedangkan pada pasien 2 (Ny. E) payudara kiri terdapatbejolan dan ulkus, kulit payudara mengkerut seperti kulit jeruk, terdapat benjolan yang mengeras padapayudara kiri.

Dalam dokumen DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN (Halaman 62-146)

Dokumen terkait