BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS
A. Kajian Pustaka
8. Pembelajaran IPA SD
Dahulu saat ini, dan saat yang akan dating IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini disebabkan karena kehidupan kita sangat tergantung dari alam, zat terkandung di alam, dan segala jenis gejala yang terjadi di alam (Wisudawati,2013:22).
Ilmu pengetahuan berkembang semakin luas, mendalam, dan kompleks sejalan dengan perkembangan peradaban manusia.Oleh karena itu
ilmu pengetahuan berkembang menjadi dua bagian yaitu natural science(Ilmu Pengetahuan Alam) dan social science (Ilmu Pengetahuan Sosial). Meskipun demikian penggunaan istilah science masih tetap digunakan sebagai Ilmu Pengetahuan Alam, yang diindonesiakan sains (Mariana dan Praginda, 2009:14 dalam, Yunita,2013:22).
Menurut Gagne (Wisudawati dan Sulistyowati, 2013:22), science should be viewed as a way of thinking in the pursuit of understanding nature, as a way of investigating clains about phenomena, and as a body of knowledge that has resulted from inquiry. (IPA harus dipandang sebagai cara berpikir dalam pencarian tentang pengertian rahasia alam, sebagai cara penyelidikan terhadap gejala alam, dan sebagai batang tubuh pengetahuan yang dihasilkan dari inkuiri).
Dari pendapat di aras dapat diketahui adanya keterkaitan, bahwa sebenarnya IPA merupakan produk dan proses yang tidak terpisahkan. Produk berupa kumpulan pengetahuan yang terdiri atas fakta, konsep, prinsip, teori, dan hokum IPA. Sedangkan proses berupa langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memperoleh pengetahuan atau mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam.
a. Karakteristik Pembelajaran IPA
Karakteristik pembelajaran IPA menurut Jacobson dan Bergman (1980,dalam Susanto, 2013:170) adalah sebagai berikut:
1) IPA merupakan kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori.
2) Proses ilmiah dapat berupa fisik dan mental, serta mencermati fenomena alam termasuk juga penerapannya.
3) Sikap keteguhan hati, keingintahuan, dan ketekunan dalam menyingkap rahasia alam.
4) IPA tidak dapat membuktikan semua akan tetapi hanya sebagian atau beberapa saja.
5) Keberanian IPA bersifat subjektif dan bukan kebenaran yang bersifat objektif.
b. Prinsip Pembelajaran IPA
Mengajar dan belajar suatu proses yang tidak dapat dipisahkan, suatu pengajaran akan berhasil apabila terjadi proses mengajar dan proses belajar yang harmonis antara guru dan siswa, siswa dan siswa.
Seorang ahli IPA Jhon S. Richardson (1957, dalam Yunita, 2013:15) dari Universitas Ohio dalam bukunya Science Teaching in Secondary Schools menyarankan digunakannya tujuh prinsip dalam proses belajar mengajar agar suatu pengajaran IPA dapat berhasil. Ketujuh prinsip itu adalah:
1) prinsip keterlibatan siswa secara aktif
dalam pembelajaran IPA sering dilupakan bahwa keterlibatan siswa secara aktif ini merupakan bagian esensial dari suatu proses belajar mengajar dalam pembelajaran IPA, yang dimaksud dengan keterlibatan siswa secara aktif menurut Richardson adalah
“learning by doing”, siswa harus ikut berbuat sesuatu untuk memperoleh ilmu yang mereka cari.
2) Prinsip belajar berkesinambungan
Yang dimaksud dengan prinsip belajar berkesinambungan adalah proses belajar yang selalu dimulai dari apa-apa yang telah dimiliki oleh siswa. Dalam hal ini pengembangan yang telah dimiliki oleh siswa itu seolah-olah merupakan jembatan yang sangat esensial bagi siswa untuk dapat meraih pengetahuan yang baru.Untuk melaksanakan prinsip ini tentu saja harus mengetahui sejauh mana pengetahuan yang telah dimiliki siswanya.
3) Prinsip motivasi
Motivasi dapat diartikan sebagai suatu dorongan yang menyebabkan seseorang mau berbuat sesuatu. Dalam proses pembelajaran IPA tentunya motivasi yang dimaksudkan sebagai dorongan untuk mau belajar IPA, dorongan ini dapat bersumber dari kebutuhan yang hakiki dari manusia yang disebut sebagai motivasi intrinsik. Motivasi ini juga dapat timbul dari pengaruh yang dating dari luar dirinya, misalnya hadiah yang akan diberikan kepada siswa yang jadi juara dikelasnya. Motivasi semacam ini dapat disebut sebagai motivasi ekstrinsik.
4) Prinsip multi saluran
Dalam pembelajaran IPA ada siswa yang mudah belajar melalui membaca, ada siswa yang mudah dimengerti apabila diberi ceramah oleh guru, ada pula yang baru mengerti kalau ia ikut aktif dalam melakukan percobaan. Oleh karena itu penggunaan multi saluran dalam proses belajar IPA sangat diperlukan agar semua siswa dengan berbagai kemampuan daya tangkap dapat menerima pembelajaran dengan baik.
5) Prinsip penemuan
Yang dimaksud dengan prinsip penemuan disini adalah bahwa untuk memahami suatu konsep atau symbol-simbol, siswa tidak diberi tahu oleh guru, tetapi guru memberi peluang agar siswa dapat memperoleh sendiri pengertian-pengertian itu melalui pengalamannya.Misalnya untuk mengetahui hokum Boyle, siswa tidak langsung diberi tahu oleh guru, tetapi guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan yang kesimpulannya adalah hokum Boyle.
6) Prinsip totalitas
Prinsip totalitas bertolak dari suatu paham bahwa siswa belajar dari segenap kemampuan yang ia miliki sebagai makhluk hidup, yaitu panca indranya, perasaan satu pikirannya, dalam proses belajar siswa tidak hanya memperhatikan materi pelajarannya (misalnya IPA) tetapi meliputi bagaimana cara guru mengajar,
lingkungan sekitar, teman-temannya, dan semua hal-hal yang berkenaan dengan jiwa raganya. Itu semua merupakan bagian penentu keberhasilan belajar siswa.Yang dimaksud hasil belajar tidak hanya berupa pengetahuan intelektual, tetapi juga meliputi bidang sikap dan kepribadian siswa.
7) Prinsip perbedaan individu
Prinsip ini tidak dimaksudkan untuk membeda-bedakan siswa, tetapi bertolak pada suatu kenyataan bahwa setiap siswa perbedaan yang satu terhadap yang lain. Perbedaan individu ini terutama ditunjukkan kepada adanya perbedaan kemampuan (termasuk kecerdasan dan kecepatan belajar) dan perbedaan minat termasuk motivasi belajar.Prinsip perbedaan individu dimaksudkan agar siswa mndapatkan kesempatan belajar sesuai dengan kapasitas dan minatnya.
c. Ruang Lingkup IPA SD
Menurut Makhrus (2008:8 Dalam Yunita, 2013:25) menyebutkan bahwa ruang lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut:
1) Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan.
2) Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi zat cair, padat, dan gas.
3) Energi dan perubahannya meliputi gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya, dan pesawat sederhana.
4) Bumi dan alam semesta meliputi tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.