• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL OLEH KURNIATI 10540 776712 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROPOSAL OLEH KURNIATI 10540 776712 2016"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

POLONGBANGKENG UTARA KABUPATEN TAKALAR”.

PROPOSAL

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Seminar Proposal Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar - S1

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

OLEH

KURNIATI 10540 776712

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2016

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi atas nama KURNIATI,

NIM

10540 5663 12 diterima dan disahkan oleh

:anitia ujian skripsi berdasarkan surat keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah

\lakassar Nomor: 145/Tahun

l$8

Hl20l7 M, tanggal 23 Rabiul Awal 1438 W23 Desember 1016 M, sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar 31 Fakuitas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

\fuhammadiyah Makassar pada hari Selasa tanggal 3

i

Januari 2017 .

I\'iakassar,03 fumadil Awal 1438 H

31- |anuari 20L7 M panitia [rjian :

1.

Pengawas Urnum :

2. Ketua

:

3. Sekretari;'r

:

1.

Dosen Pengr*ii

$3t". H. Ab'Sul Etah*ra* Rar.;in, S.E.., Br. H" Andi Sqekr:i S"vairrs*rt, M.Hum.

Kha,i:rca*ctin, S. Pd.. F"J,f:'d.

: .1, Ernawati, S.Pd., M.Pd.

2. Nurlina, S"gi., NI.Pd.

3. Dra. Andi Marliah Bakri' M.Si.

4. Hilmi Hambali, S.Pd., M.Kes.

r

r

Disahkan Oleh :

'...)

Makassar

(3)

u,.:ra Mahasiswa ,,-\{

--,[usan iakultas

)engan Judul

KURNIATI

10540 s663 12

Pendidikan Guru Sekolah Dasar 51

Keguruan dan Ilmu Pendidikan universitas Muhammadiyah Makassar

Pengaruh Penggun*an Media Visual terhadap Hasil Belajar ?{3A k"r*ns*p

Ciri-Ciri

Makhluk Hidup pada

Murid

Kelas

f-II

SDIV

No.

167

Inpres

Malewang

Kecamatan Polong Bangkeng {JtaraKabupaten Takalar

Setelah drperiksa derr ditclit: ulang. Skri;:,, ini telair diujik;rn di hadapan Tim penguji Skripsi Fakultas Kegu:uar: ,iliri ll.mu Penol,iikan Universiias Muhammadiyah

\lakassa'"

Maka.s:ar.

Januari 2017

Disetujui Oleh : Pembimbi*g I

Mengetahui,

N

!11I

Phodi PGSD imbing II

\B\f

858

iii

(4)

ii

Dengan penuh kerendahan hati dan segala puji dan syukur bagi Allah SWT, yang telah memberikan hidayah dan Magfirah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikanproposal ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada sang pemimpin yang patut kita teladani yakni Nabiyullah Muhammad SAW, para sahabat dan keluarganya yang patut kita jadikan sebagai uswatun hasanah dalam melaksanakan segala aktivitas demi kesejahteraan dan kemakmuran hidup dunia dan akhirat kelak.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak, untuk itu penulis sangat berhutang budi dan sepatutnya berterima kasih kepada Ayahanda Abd. Kadir dan Ibunda tercinta yang ikhlas mendoakan, membesarkan, membimbing, dan mendidik serta membiayai penulis hingga seperti sekarang.

Dan tak lupa pula penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada: Dr.H. Abd. Rahman Rahim,S.E.,M.M Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Andi Sukri Syamsuri, M. Hum, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulfasyah,

(5)

iii

Selaku Pembimbing II,Kepala Sekolah dan guru-guru SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengadakan penelitian di sekolah, sekaligus membantu dalam proses penelitian penulis, saudaraku yang telah mendoakan dan memberi semangat, sehingga penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik, serta teman-teman sejawat yang selalu memberikan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini.

Semoga bantuan, petunjuk, dorongan, dan pengetahuan yang telah diberikan kepada penulis, bernilai ibadah dan memperoleh imbalan berlipat ganda disisi Allah SWT. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan. Amin.

Makassar, Agustus 2016 Penyusun

Penulis

(6)
(7)

i

DAFTAR ISI... i

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang ... 5

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 6

D. Manfaat penelitian... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS ... 8

A. Kajian Pustaka... 8

1. Pengertian media ... 8

2. Fungsi media………... 10

3. Pengertian belajar dan pembelajaran ... 15

4. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar ... 16

5. Hasil belajar dalam pembelajaran………..…… …... 22

6. Peningkatan hasil belajar melalui . media visual………... 25

7. Hakikat Ilmu Penetahuan Alam (IPA)……… 26

8. Pembelajaran IPA SD……….. 26

9. Tujuan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)……….. 32

10. Konsep Ciri-ciri Makhluk Hidup………...………… 33

B. KerangkaPikir………...…...……….. 38

C. Hipotesis Tindakan…...………...…………. 41

(8)

ii

1. Jenis Penelitian……….. 42

2. Lokasi Penelitian……….. 42

B. Variabel dan desain penelitian……….. 42

1. Variabel penelitian………..………. 42

2. Desain penelitian……….. 43

C. Populasi dan sampel………….……… 44

1. Populas……….………... 44

2. Sampel ……… 44

D. Teknik Pengumpulan Data………. 45

E. Teknik Analisis Data……… 47

(9)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran IPA di SD merupakan seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan kenyataan yang terjadi di dalam kehidupan sehari –hari . Melalui mata pelajaran ini peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga Negara Indonesia yang berfikir tajam, jernih serta bertanggung jawab, agar nantinya tercipta suatu generasi yang berkualitas dan berguna dalam kehidupan nyata.

Bertolak dari pernyataan di atas maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Pendidikan menduduki peran yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik kemampuan intelektual maupun keterampilan professional. Manusia merupakan kekuatan utama dalam pembangunan, maka diperlukan sistem pendidikan yang bermutu dalam rangka meningkatkan keberhasilan pembangunan.

Sudah menjadi ketetapan umum bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, Negara, dan agamanya.

1

(10)

Sebagaimana yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional yang dirumuskan dalam UU No. 20 Tahun 2003 khususnya pasal 3 yakni :

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri, menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan sebagai mana yang tertuang dalam UU tersebut harus dipahami dan disadari oleh seluruh elemen pendidikan agar nantinya pendidikan dapat terarah pada tujuan seperti yang tercantum pada UU tersebut di atas dalam melakukuan aktivitas pendidikan di Sekolah Dasar khususnya. Terkait dengan hal tersebut, maka aktivitas pendidikan yang efektif memiliki kedudukan penting dalam strategi pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Dalam Sardiman (2006), ada sepuluh kompetensi yang harus dimiliki seorang guru yaitu: 1) menguasai bahan,

2) mengelola program belajar mengajar, 3) mengelola kelas,

4) menggunakan media/sumber,

5) menguasai landasan-landasan kependidikan,

(11)

6) mengelola interaksi belajar mengajar,

7) menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran,

8) mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan di sekolah, 9) mengenal dan menyelenggarakan admininstrasi sekolah,

10) memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan pengajaran.

Kesepuluh kompetensi di atas menggambarkan tentang suatu upaya membuat pembelajaran agar dapat berhasil. Suasana yang diciptakan dapat mendorong murid lebih giat dan kreatif. Guru sebagai motivator dan penggerak pendidikan khususnya pada satuan tingkat pendidikan sekolah dasar pada kenyataannya diperhadapkan oleh berbagai permasalahan kependidikan terutama yang menyangkut pencapaian peningkatan hasil belajar siswa. Namun demikian, dengan menerapkan dan penggunaan metode belajar serta media pembelajaran yang tepat diharapkan dapat mengatasi hal tersebut.

Penerapan metode belajar oleh guru pada tingkat satuan pendidikan seperti sekolah dasar (SD) selayaknya mempertimbangkan keadaan fisik dan psikis siswa serta daya serap belajar siswa pada materi pelajaran yang akan diajarkan, sehingga dalam pelaksanaannya di dalam kelas siswa tidak menghadapi kesulitan berarti terhadap pelajar tersebut.

(12)

Salah satu cara yang dapat dipergunakan sekaligus menjadi metode belajar guru adalah dengan menggunakan media visual khususnya pada mata pelajaran IPA konsep ciri –ciri makhluk hidup pada siswa kelas III SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar. Penggunaan media visual dimaksudkan untuk memacu daya serap belajar siswa pada materi pelajaran sehingga tercapai hasil belajar yang lebih baik. Disamping itu, penggunaan media visual juga dimaksudkan untuk lebih memudahkan penyampaian materi pelajaran dengan menampilkan tampilan – tampilan visual atau ilustrasi-ilustrasi yang relevan dengan materi yang sedang diajarkan sehingga siswa lebih tertarik dan memiliki keinginan untuk belajar.

Salah satu faktor siswa SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar. belum berhasil dalam pembelajaran IPA adalah karena penggunaan media buatan guru di SD tersebut masih rendah, maka hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas III tersebut juga otomatis ikut rendah.

Berikut ini secara garis besar jumlah siswa mengenai pemahaman terhadap mata pelajaran IPA ciri–ciri makhluk hidup pada siswa kelas III SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar, dari 20 siswa di kelas III SDN SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar, dari hasil penelitian pada tes awal yang kami lakukan jumlah siswa yang menguasai materi pelajaran khususnya pada ciri–ciri sangat minim yaitu 9 orang siswa adapun sisanya yaitu 11 orang siswa masih sangat rendah.

(13)

Dari fakta di atas diperoleh kenyataan bahwa rendahnya hasil belajar siswa pada umumnya disebabkan oleh kurangnya penggunaan media buatan guru dalam pembelajaran IPA.

Berdasarkan uraian di atas, maka jelaslah bahwa dengan mengunakan media visual khususnya pada mata pelajaran IPA konsep ciri – ciri makhluk hidup pada murid kelas III SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar,diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa itu sendiri.

Selanjutnya, untuk lebih mengetahui secara mendalam dan menyeluruh mengenai penggunaan media visual pada mata pelajaran IPA konsep ciri – ciri makhluk hidup pada murid kaitannya dengan upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar, maka dianggap perlu dilakukan suatu kegiatan penelitian ilmiah.

Hal inilah yang mendasari perumusan judul “Pengaruh Penggunaan Media Visual Terhadap Hasil Belajar IPA Konsep ciri ciri makhluk hidup Pada Murid Kelas III SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar”.

(14)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang pada uraian diatas maka dapatlah dirumuskan permasalahan dalam penulisan proposal ini adalah : Apakah penggunaan media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas III SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.

C. Tujuan Penelitian

Pada dasarnya tujuan yang ingin dicapai adalah: Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan media audio visual terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas III SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang di harapkan dari penelitian ini adalah:

1. Bagi siswa, Melatih dan mengembangkan kemampuan(skill), kreatifitas dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik dalam memecahkan suatu masalah.

2. Bagi guru, Sebagai bahan referensi atau masukan tentang media visual dalam pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

3. Bagi sekolah, Dapat memberikan sumbagan pemikiran yang baik untuk sekolah dalam rangka perbaikan dan pengembangan proses pembelajaran di sekolah untuk

(15)

meningkatkan kemampuan siswa dalam mengungkapkan ide dalam tercapainya ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam.

4. Bagi peneliti, Dapat menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan peneliti khususnya yang terkait dengan penelitian yang menggunakan media visual .

(16)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR,HIPOTESIS TINDAKAN A. Kajian Pustaka

1. Pengertian media

Sebenarnya telah banyak ahli yang mendefenisikan kata media itu sendiri. Namun, disini kami hanya mengutip sebagian dari pendapat para ahli tersebut.

Menurut Azhar Arsyad (2013 :3). Kata “media” berasal dari bahasa latin

“medius” yang secara harfiah berati ‘tengah’,’perantara’atau ‘pengantar.

Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesandari pengirimkepada penerima pesan.

Briggs dalam Amir (2007 : 1) mengatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar, contohnya : buku, film, kaset, film bingkai (slide).

Dalam kamus ilmiah kata visual berarti mengenai penglihatan atau sifat sesuatu yang berkaitan dengan penglihatan. Berdasarkan pengertian di atas maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa media visual adalah semua media yang dapat dilihat yang bertujuan untuk memvisualisasikan konsep dalam bentuk ilustrasi yang ingin disampaikan kepada siswa agar dapat menarik/merangsang minat siswa untuk belajar.

8

(17)

Menurut Winata Putra (2006) mengatakan bahwa media pembelajaran itu terdiri dari dua unsur, yaitu unsur peralatannya atau perangkat keras (sering disebut hardware) dan unsur pesannya (message) atau perangkat lunak (sering disebut software). Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini Perangkat lunak (software) adalah informasi atau bahan ajar itu sendiri yang akan disampaikan kepada siswa, sedangkan perangkat keras (hardware) adalah sarana atau peralatan yang digunakan untuk menyajikan pesan/bahan ajar tersebut.

Dari uraian gambar diatas maka tentu nantinya dalam menggunakan Media pembelajaran hendaknya kita dapat merancangnya dengan baik sehingga dapat merangsang timbulnya proses/dialog mental pada diri siswa.

Dengan kata lain, terjadi komunikasi yang baik antara siswa dengan media yang disampaikan oleh guru atau secara tidak langsung tentunya antara siswa dengan penyalur pesan (guru), dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa proses belajar–mengajar telah terjadi.

Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara, kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu, bahkan keabstrakan bahan dapat dikonkretkan dengan kehadiran media. Dengan

(18)

demikian, anak didik lebih mudah mencerna bahan daripada tanpa bantuan media.

Namun perlu diingat, bahwa peranan media tidak akan terlihat bila penggunaannya tidak sejalan dengan isi dari tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Karena itu, tujuan pengajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk menggunakan media. Manakala diabaikan, maka media bukan lagi sebagai alat bantu pengajaran, tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan serta efektif dan efisien.

2. Fungsi media

Apabila kita sering mencermati, banyak guru yang menggunakan media dalam proses pembelajarannya menganggap bahwa media tersebut hanya terbatas sebagai alat bantu semata yang boleh diabaikan manakal media tersebut tidak ada. Tetapi apabila kita memperhatikan lebih seksama lagi betapa media ini akan memberikan kontribusi/sumbangan yang sangat besar bagi tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Menurut WinataPutra, (2005), berikut beberapa fungsi media pembelajaran khususnya media visual :

a. Media bukan berfungsi sebagai hiburan, dengan demikian tidak diperkenankan menggunakannya hanya sekedar untuk permainan atau memancing perhatian siswa saja

(19)

b. Media berfungsi mempercepat proses belajar. Fungsi ini mengandung arti bahwa dengan media pembelajaran siswa dapat menangkap tujuan dan bahan ajar lebih mudah dan lebih cepat.

c. Media berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses belajar – mengajar, Karena pada umumnya hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran akan tahan lama mengendap sehingga kualitas pembelajaran memiliki nilai yang tinggi.

d. Media memungkinkan siswa menyaksikan benda/peristiwa yang ada/terjadi pada masa lampau.

e. Media memungkinkan siswa untuk mengamati benda/peristiwa yang sukar untuk dikunjungi, baik karena tempatnya jauh maupun karena terlarang atau berbahaya, misalnya tempat pembangkit tenaga nuklir f. Media memungkinkan siswa untuk memperoleh gambaran yang jelas

tentang benda/hal – hal yang sukar diamati secara langsung karena ukuran yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar maupun terlalu kecil.

Wibawa dan Mukti (1992 : 31) mengemukakan bahwa : media visual dalam proses belajar mengajar dapat berfungsi untuk :

a) mengembangkan kemampuan visual, b) mengembangkan imajinasi anak,

(20)

c) membantu meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak, atau peristiwa yang tidak mungkin dihadirkan didalam kelas,

d) mengembangkan kreativitas siswa.

Latuheru (2000:17) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan maksud agar proses interaksi komukasi edukatif antara guru dan anak didik/warga belajar dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Merujuk pada pengertian yang dikemukakan Latuheru di atas, maka media pembelajaran yang digunakan dalam suatu kegiatan belajar mengajar tidak hanya terbatas pada yang disiapkan oleh guru kelas sendiri, bahkan boleh disiapkan oleh suatu tim yang terdiri dari para ahli dalam bidang bersangkutan. Dilihat dari penggunaannya, ada tiga kecenderungan umum untuk penggunaan media, yaitu :

a) yang dapat dipakai secara massal, misalnya radio dan televisi.

b) yang dapat dipakai dalam kelompok kecil maupun besar, misalnya film, slide, OHP, Video, dan tape-recorder. yang dapat dipakai secara individual, misalnya komputer, kaset recorder (untuk pelajaran bahasa) dan modul.

Pengaruh pengunaan media visual yang dimaksudkan dalam hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.

c) merupakan salah satu cara yang tepat guna dan berdaya guna dikarenakan dalam penyampaian materi pelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA

(21)

siswa mendapat kemudahan untuk memahami materi pelajaran dengan ditampilkan gambar-gambar atau ilustrasi-ilustrasi relevan. Namun demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru dalam menggunakan gambar sebagai media pembelajaran sesuai dengan yang diuraikan oleh Latuheru (2002:47) secara rinci sebagai berikut :

a. Gunakanlah gambar yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan siswa (isi, ukuran dan warna).

b. Saat memegang/memperlihatkan gambar, upayakan agar gambar tersebut jangan sampai bergerak.

c. Hindari penggunaan gambar dalam jumlah dan jenis yang terlampau banyak, sebab hal ini cenderung membingungkan siswa kecuali jika ingin membandingkan beberapa gambar, maka perlihatkan gambar itu satu persatu agar perhatian siswa hanya tertuju pada gambar yang sedang diamati

d. Arahkan perhatian siswa pada sebuah gambar, kemudian ajukan beberapa pertanyaan langsung sehubungan dengan gambar tersebut.

e. Jika ingin memperlihatkan gambar pada siswa tanpa pengawasan secara khusus dari guru, upayakan agar ada keterangan tertulis pada bagian bawah dari gambar tersebut. Keterangan tersebut harus singkat dan jelas (tidak membuat siswa bingung dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri atau pada orang lain).

(22)

f. Adalah lebih baik lagi jika guru menulis pertanyaan-pertanyaan dan jawabannya di samping gambar tersebut, akan tetapi tutupilah jawabannya dengan kertas. Biarkanlah setiap siswa menguji sendiri kebenaran jawaban mereka dengan membandingkannya dengan jawaban yang telah disiapkan oleh guru.

d) Wibawa Basuki ( 1992 : 9 ) menyatakan bahwa kegunaan media dalam proses belajar mengajar adalah : (1). Media Mampu memperlihatkan gerakan cepat yang sulit diamati dengan cermat oleh mata biasa (2) Media Dapat memperbesar bendabenda kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (3) Sebuah objek yang sangat besar tentu saja tidak dapat dibawa kedalam kelas (4) Media dapat menyajikan suatu proses atau pengalaman hidup yang utuh. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pengaruh penggunaan visual khususnya pada mata pelajaran IPA siswa III SDN SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.

Dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam memahami materi pelajaran yang sedang diajarkan sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa itu sendiri. Maka makin jelaslah bahwa media mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan pembelajaran di sekolah karena dengan menggunakan media dapat mempermudah bahan ajar.

(23)

3. pengertian hasil belajardan pembelajaran

Hasil belajar menurut Sudjana (1990:22) adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajaranya. Dari pengertian tadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu kemampuan atau keterampilan yang dimiliki oleh siswa setelah siswa tersebut mengalami aktivitas belajar. Gagne mengungkapkan ada lima kategori hasil belajar, yakni : informasi verbal, kecakapan intelektul, strategi kognitif, sikap dan keterampilan. Sementara Bloom mengungkapkan tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu : kognitif, afektif dan psikomotorik (Sudjana, 1990:22). Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu :

1. Faktor dari dalam diri siswa, meliputi kemampuan yang dimilikinya, motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis.

2. Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan, terutama kualitas pengajaran.Hasil belajar yang dicapai siswa menurut

Sudjana (1990:56), melalui proses belajar mengajar yang optimal ditunjukkan dengan ciri-ciri sebagai berikut.

1. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai.

(24)

2. Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya, artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya.

3. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya, seperti akan tahan lama diingat, membentuk perilaku, bermanfaat untuk mempelajari aspek lain, kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya.

4. Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif), yakni mencakup ranah kognitif, pengetahuan atau wawasan, ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik, keterampilan atau perilaku.

5. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya.

4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua jenis saja, yaitu faktor intern dan ekstern.

Kedua faktor tersebut saling mempengaruhi dalam proses belajar individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. 1. Faktor internal Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Di dalam membicarakan faktor intern ini,

(25)

akan dibahas menjadi tiga faktor, yaitu : faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kelelahan.

1. Faktor Jasmaniah

a. Faktor kesehatan Agar seseorang dapat belajar dengan baik haruslah mengusahakan kesehatan badannya tetap terjamin dengan cara selalu mengindahkan ketentuan-ketentuan tentang bekerja, belajar, istirahat, tidur, makan, olahraga, rekreasi, dan ibadah.

b. Cacat tubuh Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar.

Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Jika hal ini terjadi, hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya itu.

2. Faktor Psikologis

Sekurang-kurangnya ada tujuh faktor yang tergolong ke dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar. Faktor-faktor itu adalah : intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan.

a. Intelegensi Menurut J. P. Chaplin, intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-

(26)

konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.

b. Perhatian Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itupun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan obyek. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar. Agar siswa dapat belajar dengan baik, usahakanlah bahan pelajaran selalu menarik perhatian dengan cara mengusahakan pelajaran itu sesuai dengan hobi atau bakatnya.

c. Minat Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Jadi berbeda dengan perhatian, karena perhatian sfatnya sementara (tidak dalam waktu yang lama) dan belum tentu diikuti dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti dengan perasaan senang dan dari situ diperoleh kepuasan.

d. Bakat Bakat atau aptitude menurut Hillgard adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan

(27)

terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih. Orang yang berbakat mengetik, misalnya akan lebih cepat dapat mengetik dengan lancar dibandingkan dengan orang lain yang kurang/tidak berbakat di bidang itu.

e. Motif Motif erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai. Di dalam menentukan tujuan itu dapat disadari atau tidak, akan tetapi untuk mencapai tujuan itu perlu berbuat, sedangkan yang menjadi penyebab berbuat adalah motif itu sendiri sebagai daya penggerak/pendorong.

3. Faktor Kelelahan

Kelelahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani (bersifat psikis). Kelelahan jasmani terlahat denngan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan membaringkan tubuh. Kelelahan jasmani terjadi karena terjadi kekacauan substansi pembakaran di dalam tubuh, sehingga darah tidak/kurang lancar pada bagian-bagian tertentu.

Sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang. Kelelahan ini sangat terasa pada bagian kepala dengan pusing-pusing sehingga sulit untuk berkonsentrasi, seolah- olah otak kehabisan daya untuk bekerja. Kelelahan baik secara jasmani maupun rohani dapat dihilangkan dengan cara-cara

(28)

sebagai berikut : 1. Tidur; 2. Istirahat; 3. Mengusahakan variasi dalam belajar, juga dalam bekerja 4. Menggunakan obat-obatan yang bersifat melancarkan peredaran darah, misalnya obat gosok;

5. Rekreasi dan ibadah teratur; 6. Olahraga secara teratur 7.

Mengimbangi makan dengan makanan yeng memenuhi syaratsyarat kesehatan, misalnya yang memenuhi empat sehat lima sempurna; 8. Jika kelelahan sangat serius cepat-cepat menghubungi seorang ahli, misalnya dkter, psikiater, konselor, dan lain-lain.

Faktor eksternal Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial.

1) Lingkungan sosial

a. Lingkungan sosial sekolah, seperti guru, administrasi, dan teman- teman sekelas dapat mempengaruhi proses belajar seorang siswa.

Hubungan yang harmonis antara ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar.

(29)

b. Lingkungan sosial masyarakat. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan mempengaruhi belajar siswa.

Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa, paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar, diskusi, atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan yang belum dimilikinya.

c. Lingkungan sosial keluarga. Lingkungan ini sangat mempengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan keluarga, sifat-sifat orangtua, demografi keluarga (letak rumah), pengelolaan keluarga, semuanya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa.

Hubungan antara anggota keluarga, orangtua, anak, kakak, atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik.

2) Lingkungan nonsosial.

a. Lingkungan alamiah, seperti kondisi udara yang segar, tidak panas dan tidak dingin, sinar yang tidak terlalu silau/kuat, atau tidak terlalu lemah/gelap, suasana yang sejuk dan tenang. Lingkungan alamiah tersebut merupakan faktor- faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa.

(30)

Sebaliknya, bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung, proses belajar siswa akan terhambat.

b. Faktor instrumental, yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Pertama, hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar, lapangan olahraga, dan lain sebagainya. Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, buku panduan, silabus, dan lain sebagainya.

c. Faktor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa, begitu juga dengan metode mengajar guru, disesuaikan dengan kondisi perkembangan siswa. Karena itu, agar guru dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap aktivitas belajar siswa, maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi siswa.

5.Hasil belajar dalam pembelajaran

Hasil belajar adalah hasil pekerjaan yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan dalam menyajikan tugas. (Djamarah, 2000) hasil belajar adalah penilaian tentang kemajuan dan perkembangan siswa, yang berkenaan dengan penugasan bahan yang disajikan kepada siswa serta memiliki nilai-nilai dalam kurikulum. Hasil belajar adalah pemeriksaan/penilaian pekerjaan siswa

(31)

yang diberi penghargaan berupa nilai atau komentar. Kata belajar dapat diartikan bermacam-macam, oleh karena itu penafsiran tentang belajar tergantung daya nalar orang yang mendeskripsikan.

Muchtar dan Martins Yamin (2003:17) mengemukakan kiat sukses pembelajaran di kelas yaitu:

a. Mengenal karakteristik pembelajar, b. Memahami karakteristik pembelajaran, c. Merancang tujuan pembelajaran, d. Merancang pesan pembelajaran, e. Mengelompokkan pembelajar, f. Strategi pembelajaran,

g. Pemanfaatan media pembelajaran, h. Menentukan muatan pembelajaran, i. Analisis tugas, dan

j. Menilai hasil belajar Sementara itu,

Gagne (1988) merinci kegiatan pembelajaran terdiri dari:

a. mengarahkan perhatian,

b. pemberitahuan tujuan yang ingin di capai

c. merangsang timbulnya ingatan tentang kemampuan dan pengetahuan yang dipersyaratkan telah dipelajari,

d. menyampaikan bahan pelajaran yang dijadikan rangsangan,

(32)

e. memberikan petunjuk atau tuntunan dalam kegiatan belajar, f. memancing penampilan pembelajar,

g. memberikan balikan,

h. menilai penampilan belajar dan

i. merangsang kemampuan mengingat-ingat dan mentransfer hasil belajar”.

Secara khusus dapat dikemukakan beberapa pendapat atau pandangan ahli tentang defenisi belajar.

Menurut John Dewey dalam Latuheru (2002) “belajar adalah integrasi dari pengalaman masa lalu dengan keadaan seseorang pada waktu sekarang untuk kemudian dapat diaplikasikan di masa datang”. Beberapa pandangan berkarakteristik bahwa belajar berarti menambah sejumlah pengetahuan, mengembangkan kemampuan intelektual, dan belajar berorientasi pada hasil bukan proses (Sanjaya, 2005). Sedang Achsin (1986:63) berpendapat bahwa belajar adalah “Perubahan tingkah laku pada seseorang sebagai hasil kegiatannya sendiri. Disini menunjukkan bahwa belajar adalah suatu kegiatan, tidak pasif dan merupakan suatu proses yang berkelanjutan, dimana individu belajar melalui kegiatan dan pengalaman sebagai hasil interaksinya dengan lingkungannya. Tidak seorangpun dapat menggantikan seseorang untuk belajar, setiap orang harus belajar sendiri. Orang lain boleh membantu atau membimbing dalam usahanya belajar, tetapi tidaklah orang lain belajar untuknya Dari beberapa pengertian belajar yang dikemukakan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa hasil dan aktivitas belajar yakni akan dilihat adanya

(33)

perubahan tingkah laku yang positif sebagai hasil dari pengalaman, perubahan itu terjadi dalam diri individu sebagai hasil dari pengalaman siswa dalam berinteraksi dengan lingkungannya, sehingga dapat mempengaruhi pola pikir siswa dalam bertindak.

6.Peningkatan hasil belajar melalui penggunaan media visual

Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu lingkungan sekolah seperti kelengkapan sarana dan pra sarana belajar. Sungguhpun penggunaan media sudah mulai diaplikasikan di SD namun penggunaannya belum maksimal.

Dengan menggunakan media visual dalam pembelajaran berarti guru telah menggunakan metode untuk mengaktifkan siswa khususnya dalam pembelajaran IPA. Selain itu penggunaan media visual dalam pembelajaran dapat memudahkan guru dalam menyajikan informasi dan memudahkan siswa dalam menerima materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.

Dengan menggunakan media visual dalam pembelajaran akan dapat meningkatkan motivasi seperti keinginan siswa untuk belajar dan aktivitas siswa seperti tercermin pada kondisi dimana rasa ingin tahu siswa begitu besar karena anak tidak akan berada dalam tahap berpikir abstrak atau hanya sekedar menghayalkan apa yang diajarkan. Apabila motivasi dan aktivitas sudah tercapai maka hasil belajar akan tercapai pula sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sebagaimana suatu ketentuan umum bahwa seorang yang belajar pada umumnya mengalami perubahan atau

(34)

peningkatan dalam perilakunya karena pengetahuan dan keterampilannya semakin meningkat setelah ia belajar

7. Hakikat Ilmu Penetahuan Alam (IPA)

Pada hakikatnya IPA di bangun atas dasar produk ilmiah,proses ilmiah, dan sikap ilmiah. Selain itu, IPA di pandang pula sebagai proses, sebagai produk dan sebagai prosesdur (Marsetio Donosepoetro, 1990: 6). Sebagai proses diartikan semua kegiatan ilamiah untuk menyempurnakan pengetahuan tentang alam maupun untuk menemukan pengetahuan baru. Sebagai produk diartikan sebagai hasil proses, berupa pengetahuan yang diajarkan di sekolah atau diluar sekolah ataupun bahan bacaan untuk penyebaran atau dissiminasi pengetahuan. Sebagai prosedur dimaksudkan adalah metodologi atau cara yang dipakai untuk mengetahui sesuatu (riset pada umumnya) yang lazim disebut metode ilmiah (scientific method).

8. Pembelajaran IPA SD a. Pengertian IPA

Dahulu saat ini, dan saat yang akan dating IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini disebabkan karena kehidupan kita sangat tergantung dari alam, zat terkandung di alam, dan segala jenis gejala yang terjadi di alam (Wisudawati,2013:22).

Ilmu pengetahuan berkembang semakin luas, mendalam, dan kompleks sejalan dengan perkembangan peradaban manusia.Oleh karena itu

(35)

ilmu pengetahuan berkembang menjadi dua bagian yaitu natural science(Ilmu Pengetahuan Alam) dan social science (Ilmu Pengetahuan Sosial). Meskipun demikian penggunaan istilah science masih tetap digunakan sebagai Ilmu Pengetahuan Alam, yang diindonesiakan sains (Mariana dan Praginda, 2009:14 dalam, Yunita,2013:22).

Menurut Gagne (Wisudawati dan Sulistyowati, 2013:22), science should be viewed as a way of thinking in the pursuit of understanding nature, as a way of investigating clains about phenomena, and as a body of knowledge that has resulted from inquiry. (IPA harus dipandang sebagai cara berpikir dalam pencarian tentang pengertian rahasia alam, sebagai cara penyelidikan terhadap gejala alam, dan sebagai batang tubuh pengetahuan yang dihasilkan dari inkuiri).

Dari pendapat di aras dapat diketahui adanya keterkaitan, bahwa sebenarnya IPA merupakan produk dan proses yang tidak terpisahkan. Produk berupa kumpulan pengetahuan yang terdiri atas fakta, konsep, prinsip, teori, dan hokum IPA. Sedangkan proses berupa langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memperoleh pengetahuan atau mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam.

a. Karakteristik Pembelajaran IPA

Karakteristik pembelajaran IPA menurut Jacobson dan Bergman (1980,dalam Susanto, 2013:170) adalah sebagai berikut:

1) IPA merupakan kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori.

(36)

2) Proses ilmiah dapat berupa fisik dan mental, serta mencermati fenomena alam termasuk juga penerapannya.

3) Sikap keteguhan hati, keingintahuan, dan ketekunan dalam menyingkap rahasia alam.

4) IPA tidak dapat membuktikan semua akan tetapi hanya sebagian atau beberapa saja.

5) Keberanian IPA bersifat subjektif dan bukan kebenaran yang bersifat objektif.

b. Prinsip Pembelajaran IPA

Mengajar dan belajar suatu proses yang tidak dapat dipisahkan, suatu pengajaran akan berhasil apabila terjadi proses mengajar dan proses belajar yang harmonis antara guru dan siswa, siswa dan siswa.

Seorang ahli IPA Jhon S. Richardson (1957, dalam Yunita, 2013:15) dari Universitas Ohio dalam bukunya Science Teaching in Secondary Schools menyarankan digunakannya tujuh prinsip dalam proses belajar mengajar agar suatu pengajaran IPA dapat berhasil. Ketujuh prinsip itu adalah:

1) prinsip keterlibatan siswa secara aktif

dalam pembelajaran IPA sering dilupakan bahwa keterlibatan siswa secara aktif ini merupakan bagian esensial dari suatu proses belajar mengajar dalam pembelajaran IPA, yang dimaksud dengan keterlibatan siswa secara aktif menurut Richardson adalah

(37)

“learning by doing”, siswa harus ikut berbuat sesuatu untuk memperoleh ilmu yang mereka cari.

2) Prinsip belajar berkesinambungan

Yang dimaksud dengan prinsip belajar berkesinambungan adalah proses belajar yang selalu dimulai dari apa-apa yang telah dimiliki oleh siswa. Dalam hal ini pengembangan yang telah dimiliki oleh siswa itu seolah-olah merupakan jembatan yang sangat esensial bagi siswa untuk dapat meraih pengetahuan yang baru.Untuk melaksanakan prinsip ini tentu saja harus mengetahui sejauh mana pengetahuan yang telah dimiliki siswanya.

3) Prinsip motivasi

Motivasi dapat diartikan sebagai suatu dorongan yang menyebabkan seseorang mau berbuat sesuatu. Dalam proses pembelajaran IPA tentunya motivasi yang dimaksudkan sebagai dorongan untuk mau belajar IPA, dorongan ini dapat bersumber dari kebutuhan yang hakiki dari manusia yang disebut sebagai motivasi intrinsik. Motivasi ini juga dapat timbul dari pengaruh yang dating dari luar dirinya, misalnya hadiah yang akan diberikan kepada siswa yang jadi juara dikelasnya. Motivasi semacam ini dapat disebut sebagai motivasi ekstrinsik.

4) Prinsip multi saluran

(38)

Dalam pembelajaran IPA ada siswa yang mudah belajar melalui membaca, ada siswa yang mudah dimengerti apabila diberi ceramah oleh guru, ada pula yang baru mengerti kalau ia ikut aktif dalam melakukan percobaan. Oleh karena itu penggunaan multi saluran dalam proses belajar IPA sangat diperlukan agar semua siswa dengan berbagai kemampuan daya tangkap dapat menerima pembelajaran dengan baik.

5) Prinsip penemuan

Yang dimaksud dengan prinsip penemuan disini adalah bahwa untuk memahami suatu konsep atau symbol-simbol, siswa tidak diberi tahu oleh guru, tetapi guru memberi peluang agar siswa dapat memperoleh sendiri pengertian-pengertian itu melalui pengalamannya.Misalnya untuk mengetahui hokum Boyle, siswa tidak langsung diberi tahu oleh guru, tetapi guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan yang kesimpulannya adalah hokum Boyle.

6) Prinsip totalitas

Prinsip totalitas bertolak dari suatu paham bahwa siswa belajar dari segenap kemampuan yang ia miliki sebagai makhluk hidup, yaitu panca indranya, perasaan satu pikirannya, dalam proses belajar siswa tidak hanya memperhatikan materi pelajarannya (misalnya IPA) tetapi meliputi bagaimana cara guru mengajar,

(39)

lingkungan sekitar, teman-temannya, dan semua hal-hal yang berkenaan dengan jiwa raganya. Itu semua merupakan bagian penentu keberhasilan belajar siswa.Yang dimaksud hasil belajar tidak hanya berupa pengetahuan intelektual, tetapi juga meliputi bidang sikap dan kepribadian siswa.

7) Prinsip perbedaan individu

Prinsip ini tidak dimaksudkan untuk membeda-bedakan siswa, tetapi bertolak pada suatu kenyataan bahwa setiap siswa perbedaan yang satu terhadap yang lain. Perbedaan individu ini terutama ditunjukkan kepada adanya perbedaan kemampuan (termasuk kecerdasan dan kecepatan belajar) dan perbedaan minat termasuk motivasi belajar.Prinsip perbedaan individu dimaksudkan agar siswa mndapatkan kesempatan belajar sesuai dengan kapasitas dan minatnya.

c. Ruang Lingkup IPA SD

Menurut Makhrus (2008:8 Dalam Yunita, 2013:25) menyebutkan bahwa ruang lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut:

1) Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan.

2) Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi zat cair, padat, dan gas.

(40)

3) Energi dan perubahannya meliputi gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya, dan pesawat sederhana.

4) Bumi dan alam semesta meliputi tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.

9. Tujuan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Tujuan mempelajari ilmu pengetahuan Alam di Indonesia adalah untuk memberikan pengetahuan yang merupakan kemampuan untuk mengingat atau mengenal kembali atau mengenal ide-ide atau penemuan yang telah dialami dalam bentuk yang sama. Kemampuan dan keterampilan,yaitu kemepuan untuk menemukan informasi yang tepat dan tehnik dalam pengalaman seorang murid untuk menolongnya memecahkan masalah-masalah atau menghadapi pengalaman baru.

Tujuan yang bersifat efektif, berupa pengembangan sikap-sikap, pengertian- pengertian dan nilai-nilai yang akan meningkatkan pola hidup demokratis dan menolong murid mengembangkan filsafat hiudpnya.

Sebagai alat pendidikan yang berguna untuk mencapai tujuan pendidikan, maka pendidikan IPA di sekolah mempunyai tujuan-tujuan tertentu, yaitu:

a) Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dunia tempat hidup dan bagaimana bersikap;

b) Menanamkan sikap hidup ilmiah;

c) Memberikan keterampilan untuk melakukan pengamatan;

(41)

d) Mendidik siswa untuk mengenal, mengetahui cara kerja serta menghargai para ilmuwan penemunya;

e) Menggunakan dan menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan permasalahan. (Prihantro Laksmi, 1986).

10. Konsep Ciri-ciri Makhluk Hidup

Mengapa batu disebut makhluk tak hidup, sedangkan pohon disebut makhluk hidup? Ingatkah kamu bahwa hanya makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri hidup.

Ciri-ciri hidup tersebut adalah bernapas, bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa, tumbuh, berkembangbiak, peka terhadap rangsang dan beradaptasi.

a) Bernapas

Ciri utama makhluk dikatakan hidup yaitu bernapas. Ketika bernapas makhluk hidup menghirup oksigen (O2) dan menghembuskan karbon dioksida (CO2).

Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi zat makanan yang menghasilkan energi dan karbon dioksida. Energi berguna untuk menjalankan kegiatan hidup.

Reaksi oksidasinya sebagai berikut :

Zat makanan + oksigen —> energi + uap air + karbon dioksida.

b). Bergerak

Ada dua macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah gerak berpindah tempat misalnya dengan kaki, sayap dan sirip. Gerak pasif

(42)

misalnya ditunjukkan oleh tumbuhan. Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat, tetapi menggerakkan sebagaian tubuhnya.

Contohnya gerak daun menguncup, gerak batang menghadap cahaya, gerak akar mendekati sumber air serta gerak mekarnya bunga.

c). Peka terhadap Rangsang

Makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya. Alat pengenal lingkungan pada manusia dan hewan berupa indra. Indra peka terhadap rangsang. Rangsang dapat berupa cahaya, bunyi, bau, rasa atau sentuhan. Dengan adanya indra yang peka terhadap rangsang-rangsang tersebut, manusia dan hewan mempunyai kemampuan melihat, mendengar, mencium, mengecap rasa dan menyentuh/meraba.

Tumbuhan tidak mempunyai alat indra, tetapi peka terhadap rangsang.

Misalnya tumbuhan putri malu menguncupkan daunnya jika disentuh dan pertumbuhan batang kearah cahaya matahari.

d). Makan

Makanan diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak. Tumbuhan hijau

(43)

memperoleh makanan dengan memproduksi sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen mengolah zat-zat anorganik menjadi zat organic melalui proses fotosintesis.

Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya.

Tumbuhan tak berhijau daun, hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri. Mereka memanfaatkan makanan dari hasil fotosintesis tumbuhan hijau dan sumber lain dari hewan dan alam.

e). Mengeluarkan Zat Sisa

Dalam proses penyerapan makanan, terbentuklah zat sisa yang merupakan zat yang tidak terserap oleh tubuh. Zat-zat itu disebut zat sisa oksidasi biologis, misalnya air dan karbon dioksida.Berdasarkan aktivitas tubuh dan hasilnya, pengeluaran zat-zat sisa dibedakan atas : Ekskresi, Respirasi, Defekasi.

Ekskresi, merupakan pengeluaran zat-zat sisa yang dilakukan oleh kulit dan ginjal. Kulit akan mengeluarkan zat sisa yang dinamakan keringat karena adanya kelenjar keringat di bawah kulit. Ginjal akan menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa yang disebut urine.

Respirasi, merupakan pengeluaran CO2 sebagai zat sisa proses respirasi yang dikeluarkan melalui hidung.

(44)

Defekasi, merupakan pengeluaran zat sisa pencernaan makanan yang berupa tinja (feses) melalui anus.

f).Tumbuh

Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan meliputi perubahan ukuran tubuh, yaitu luas, tinggi dan berat. Perkembangan adalah perubahan menjadi dewasa.

g). Berkembang Biak

Makhluk hidup berkembang biak untuk menghasilkan keturunan. Cara perkembangbiakan makhluk hidup berbeda-beda. Hewan berkembang biak antara lain dengan melahirkan, bertelur, bertelur-melahirkan, bertunas, fragmentasi atau membelah diri. Tumbuhan berkembang biak secara alami dan buatan.

Perkembangbiakan alami pada tumbuhan yaitu dengan biji (kawin) dan dengan tidak kawin, misalnya membelah diri, spora, tunas, umbi, geragih dan akar tinggal.

Perkembangbikan tumbuhan secara buatan, misalnya stek, cangkok, runduk dan kultur jaringan.

h). Beradaptasi

(45)

Makhluk hidup mampu beradaptasi dengan lingkungan. Macam-macam adaptasi makhluk hidup adalah adaptasi morfologi, adaptasi tingkah laku, dan adaptasi fisiologi.

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan yang berhubungan dengan bentuk tubuh atau alat tubuh. Contoh pada katak dan itik terdapat selapu renang pada kakinya untuk berenang.

Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : hewan bermigrasi ke lain tempat yang banyak sumber makanan.

Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : berkeringat saat cuaca panas.

Dari ciri-ciri tersebut diatas ada perbedaan ciri hidup yang dimiliki antara hewan/manusia dengan tumbuhan, anatara lain :

i). Hewan/Manusia

1. Bergerak : Melakukan gerak pindah tempat.

2. Cara memperoleh makanan: Tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof) . Bahan yg dimakan berupa zat organik.

3. Pertumbuhan: Hanya sampai batas usia tertentu

(46)

j). Tumbuhan

1. Bergerak :Tidak dapat berpindah tempat sendiri.

2. Cara memperoleh makanan: Dapat membuat makanan sendiri (autotrof), Bahan yang diperlukan untuk membuat makanan berupa zat anorganik

3. Pertumbuhan : .Tumbuh terus menerus sampai mati.

B. Kerangka Pikir

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsipprinsip tetapi juga merupakan suatu prose penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat dijadikan wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi yang tepat dalam mengajarkan materi IPA.

Strategi yang dimaksud disini adalah suatu strategi yang mampu menarik serta merangsang minat dan pengetahuan siswa agar nantinya siswa dapat memperoleh manfaat dari pembelajaran yang diperolehnya di sekolah, salah satu strategi yang dapat menarik perhatian siswa adalah dengan menggunakan media pembelajaran

(47)

yang tepat contohnya dengan menggunakan media visual Pengaruh penggunaan media visual dalam pembelajaran sangat diperlukan sebab media visual dapat membangkitkan motivasi dan aktifitas siswa serta dapat meningkatkan hasil belajar IPA di SD dengan menggunakan media visual sebagai berikut :

1. Peneliti melakukan proses pembelajaran dengan menampilkan media visual sebagai media pembelajaran melalui penjelasan dari peneliti tentang media visual.

2. Siswa dapat menyelesaikan pekerjaan serta mampu menunjukkan dan mengetahui cara hewan dalam beradaptasi.

3. Peneliti menilai aktivitas siswa utuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran Berdasarkan uraian diatas maka dengan menggunakan media visual dalam proses belajar mengajar diharapkan siswa kelas III SDN SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar, meningkatkan hasil belajarn.

(48)

Kerangka piker

Untuk lebih jelasnya dilihat pada skema kerangka piker berikut:

Pembelajaran IPA di kelas III

Konsep ciri–ciri makhluk hidup

Penggunaan media audio

visual Hasil belajar

Analisis

Temuan

Rekomendasi

(49)

i. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka pikir diatas hipotesis tindakan dalam penelitian ini yaitu:

Ho = Tidak ada pengaruh yang signifikan penggunaan media visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.

H1 = Ada pengaruh yang signifikan penggunaan media visual terhadap hasil belajar IPA murid kelas III SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.

(50)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yaitu jenis preExperimental Design. Desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dapat terjadi, karena tidak adanya variabel kontrol, dan sampel tidak dipilih secara random. (Sugiyono, 2013:108).

2. Lokasi penelitian

Lokasi penelitian ini bertempat di SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.

B. Variabel dan Desain Penelitian 1. Variabel Penelitian

Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian penelitian. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diamati, yaitu variabel X dan variabel Y. Variabel X dalam penelitian ini adalah pengaruh perkembangan

42

(51)

handphone sebagai variabel bebas (dependen), sedangkan variabel Y adalah minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA sebagai variabel terikat (independen).

2. Disain Penelitian

Desain penelitian

Sumber: Emzir, 2014 Keterangan:

O1 = Tes awal sebelum diberikan perlakuan (pretest) X = perlakuan yang diberikan

O2 = Tes akhir setelah diberikan perlakuan (posttest)

Model eksperimen ini melalui tiga langkah yaitu:

a. Memberikan pretest untuk mengukur variabel terikat (hasil belajar) sebelum perlakuan dilakukan.

b. Memberikan perlakuan kepada kelas subjek penelitian dengan punggunaan media audio visual

c. Memberikan posttest untuk mengukur variabel terikat setelah perlakuan dilakukan.

O1X O2

(52)

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Di SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar, dan jumlah siswa sebanyak 156 orang.

Tabel. 1.1 Kelas III Di SDN No.167 Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.

No. Kelas Jumlah Siswa

1. Kelas 1 35

2. Kelas II 30

3. Kelas III 20

4. Kelas IV 28

5. Kelas V 20

6. Kelas VI 23

Total 156

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi. Dalam penelitian ini sampelnya terdiri dari siswa kelas III SDN No.167

(53)

Inpres Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar, yang berjumlah 20 siswa,siswa laki-laki 12 orang dan siswa perempuan 8 orang.

D. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data

a. Tes

Jenis tes yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah post-test. Jenis tes tersebut digunakan untuk mengukur pencapaian siswa setelah mempelajari materi pembealajaran IPA sehingga dapat diketahui perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang menggunakan pembelajaran Media Visual dengan hasil belajar siswa yang masih menggunakan teknik pembelajaran konvensional.

b. Observasi

Lembar observasi dibuat oleh peneliti yang digunakan untuk mencatat kejadian-kejadian atau perubahan serta reaksi dari siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan teknik Media Visual secara langsung terhadap subyek penelitian. Adapun aspek-aspek yang diobservasi adalah Media visual dapat membuat siswa :

(54)

c. Dokumentasi

Dokumentasi berupa foto – foto selama kegiatan berlangsung. Dokumentasi tersebut terdiri dari foto kegiatan uji coba instrumen, pretest, pos test, dan selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung.

1. berkonsentrasi dalam kegiatan pembelajaran,

2. menjadi lebih interaktif dalam kegiatan pembelajaran, 3. merasa senang mengikuti pembelajaran,

4. antusias mengikuti jenis yang diberikan, 5. menghilangkan keragaman disetiap siswa, dan 6. termotivasi dalam belajar.

Observasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan teknik Media Visual dalam proses pembelajaran.

Tabel 3.3. Pedoman Pengkategorian Aktivitas Belajar Siswa Tingkat Penguasaan(%) Kategori Hasil Belajar

0–34 35–54 55–64 65–84 85–100

Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi

(55)

E. Teknik Analisis Data

Analisis regresilinier sederhana adalah hubungan secara linier antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negative dan untuk memprediksi nilai variabel independen mengalmi kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval ataurasional.

Rumus regresi linier sederhana sebagai berikut:

Y= a + Bx Keterangan :

Y = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan) X = Variabel independen

a = konstanta ( nilai Yapakah X = 0)

b = koofisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan).

(56)

Achsin, Amir. 1986. Media Pendidikan dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Ujung Pandang:IKIP Ujung Pandang.

Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad azhar, 2013. Media pembelajaran. Jakarta. Raja Grafindo Persada

Faturrahman Pupuh. 2007. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: PT Refka Aditama.

Haling, Abdul. 2006. Belajar dan Pembelajaran.Makassar: Badan Penerbit UNM.

Latuheru, John D. 2002. Media Pembelajaran. Makassar : Universitas Negeri Makassar.

Muchtar, Martins Yamin. 2003. Sepuluh Kiat Sukses Mengajar di Kelas. Jakarta: PT. Nimas Multima.

Read more:http://www.artikelind.com/2012/01/ciri-ciri-makhluk-hidup.html#ixzz4Lb92KtJs Safari. 2003. Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat

Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat tenaga kependidikan.

Sanjaya, Wina. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana.

Sardiman. 2006. Interkasi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Subana., Rahadi Moersetyo., Sudrajat., 2000. Statistik Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Sudjana. 2006. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisifatif. Bandung: Falah Production Sugiyono.2013.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wibawa, Basuki dan Mukti, Farida. 1992. Media Pengajaran. Jakarta. PT DEPDIKBUD Sugiyono, 2010. Metode penelitian pendekatan kualitatif, kuantitatif, R & D. Bandung :

Alfabeta,2010

Aunurrahman, Belajar dan pembelajaran. Bandung : Alfabeta,2009.

(57)

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Jakarta: Alfabeta.

(58)

Satuan Pendidikan : SDN NO.167 INPRES MALEWANG Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/ Semester : III/ Ganjil

Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit (1 x Pertemuan)

1. b. 2, 4 dan 6

2. d. menghirup oksigen dari udara dan menghembuskan karbon dioksida 3. b. tenaga

4. a. rangsangan dari dalam dan luar tubuhnya 5. a. cahaya matahari

6. a. energy 7. b. anorganik

8. d. tumbuhan dan hewan 9. d. sinar matahari

10. c. proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dengan bantuan sinar matahari

(59)

Mengapa batu disebut makhluk tak hidup, sedangkan pohon disebut makhluk hidup? Ingatkah kamu bahwa hanya makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri hidup. Ciri-ciri hidup tersebut adalah bernapas, bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa, tumbuh, berkembangbiak, peka terhadap rangsang dan beradaptasi.

1. Bernapas

Ciri utama makhluk dikatakan hidup yaitu bernapas. Ketika bernapas makhluk hidup menghirup oksigen (O2) dan menghembuskan karbon dioksida (CO2).

Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi zat makanan yang menghasilkan energi dan karbon dioksida. Energi berguna untuk menjalankan kegiatan hidup.

Reaksi oksidasinya sebagai berikut :

Zat makanan + oksigen—> energi + uap air + karbon dioksida.

2. Bergerak

Ada dua macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah gerak berpindah tempat misalnya dengan kaki, sayap dan sirip. Gerak pasif misalnya ditunjukkan oleh tumbuhan. Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat, tetapi menggerakkan sebagaian tubuhnya.

Contohnya gerak daun menguncup, gerak batang menghadap cahaya, gerak akar mendekati sumber air serta gerak mekarnya bunga.

3. Peka terhadap Rangsang

(60)

indra yang peka terhadap rangsang-rangsang tersebut, manusia dan hewan mempunyai kemampuan melihat, mendengar, mencium, mengecap rasa dan menyentuh/meraba.

Tumbuhan tidak mempunyai alat indra, tetapi peka terhadap rangsang. Misalnya tumbuhan putri malu menguncupkan daunnya jika disentuh dan pertumbuhan batang kearah cahaya matahari.

4. Makan

Makanan diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak. Tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan memproduksi sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen mengolah zat-zat anorganik menjadi zat organic melalui proses fotosintesis.

Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya.

Tumbuhan tak berhijau daun, hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri. Mereka memanfaatkan makanan dari hasil fotosintesis tumbuhan hijau dan sumber lain dari hewan dan alam.

5. Mengeluarkan Zat Sisa

Dalam proses penyerapan makanan, terbentuklah zat sisa yang merupakan zat yang tidak terserap oleh tubuh. Zat-zat itu disebut zat sisa oksidasi biologis, misalnya air dan karbon dioksida.Berdasarkan aktivitas tubuh dan hasilnya, pengeluaran zat-zat sisa dibedakan atas : Ekskresi, Respirasi, Defekasi.

(61)

darah dan mengeluarkan zat sisa yang disebut urine.

Respirasi, merupakan pengeluaran CO2 sebagai zat sisa proses respirasi yang dikeluarkan melalui hidung.

Defekasi, merupakan pengeluaran zat sisa pencernaan makanan yang berupa tinja (feses) melalui anus.

6. Tumbuh

Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan meliputi perubahan ukuran tubuh, yaitu luas, tinggi dan berat. Perkembangan adalah perubahan menjadi dewasa.

7. Berkembang Biak

Makhluk hidup berkembang biak untuk menghasilkan keturunan. Cara perkembangbiakan makhluk hidup berbeda-beda. Hewan berkembang biak antara lain dengan melahirkan, bertelur, bertelur-melahirkan, bertunas, fragmentasi atau membelah diri. Tumbuhan berkembang biak secara alami dan buatan.

Perkembangbiakan alami pada tumbuhan yaitu dengan biji (kawin) dan dengan tidak kawin, misalnya membelah diri, spora, tunas, umbi, geragih dan akar tinggal. Perkembangbikan tumbuhan secara buatan, misalnya stek, cangkok, runduk dan kultur jaringan.

8. Beradaptasi

Makhluk hidup mampu beradaptasi dengan lingkungan. Macam-macam adaptasi makhluk hidup adalah adaptasi morfologi, adaptasi tingkah laku, dan adaptasi fisiologi.

Gambar

Tabel 3.3. Pedoman Pengkategorian Aktivitas Belajar Siswa Tingkat Penguasaan(%) Kategori Hasil Belajar

Referensi

Dokumen terkait

techniques to teach writing. To help students and teachers in the writing process, to overcome these problems, using 3M as one of the teaching techniques can be an appropriate way

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Klasifikasi merupakan suatu cara yang sistematis dalam mempelajari obyek dengan melihat persamaan dan perbedaan ciri-ciri makhluk hidup Ilmu yang