• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

3. Hasil Belajar

a. Pengertian belajar

Belajar dalam arti luas merupakan suatu proses yang memungkinkan timbul-nya atau berubahnya suatu tingkah laku baru yang bukan disebabkan oleh kematangan dan sesuatu hal yang bersifat sementara sebagai hasil dari terbentuknya respons utama. Belajar

22 Asnur, Muhammad Nur Ashar, et al. "Karaketristik Pembelajaran Kolaboratif Bahasa Asing dalam Google Classroom." Prosiding Seminar Nasional Literasi Bahasa Dan Sastra Ke-4 Pembelajaran Bahasa Asing Di Era Digital. 2019.

merupakan aktivitas, baik fisik maupun psikis yang menghasilkan perubahan tingkah laku yang baru pada diri individu yang belajar dalam bentuk kemampuan yang relatif konstan dan bukan disebabkan oleh kematangan atau sesuatu yang bersifat sementara.

Perubahan kemampuan yang disebabkan oleh kematangan, pertumbuhan, dan perkembangan seperti anak yang mampu berdiri dari duduknya atau perubahan fisik yang disebabkan oleh kecelakaan tidak dapat dikategorikan sebagai hasil dari perbuatan belajar meskipun perubahan itu berlangsung lama dan konstan. Menurut Slameto bahwa belajar ialah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya

.

Perubahan tingkah laku yang baru sebagai hasil dari perbuatan belajar terjadi secara sadar, bersifat kontinu dan fungsional, bersifat positif dan aktif, bersifat kons-tan, bertujuan atau terarah, serta mencakup seluruh aspek tingkah laku. Ciri-ciri perubahan tingkah laku sebagai hasil dari perbuatan belajar tersebut tampak dengan jelas dalam berbagai pengertian belajar menurut pandangan para ahli pendidikan dan psikologi.

Belajar menurut Skinner adalah menciptakan kondisi peluang dengan penguatan (reinforcement), sehingga individu akan bersungguh- sungguh dan lebih giat belajar dengan adanya ganjaran (funnistment) dan pujian (rewards) dari guru atas hasil belajarnya. Skinner membuat perincian lebih jauh dengan membedakan adanya dua macam respons.

Pertama, respondent response, yaitu respons yang ditimbulkan oleh perangsang-perangsang tertentu yang disebut eliciting stimuli menimbulkan respons-respons yang secara relative tetap, misalnya makanan yang menimbulkan keluarnya air liur. Pada umumnya, perangsang-perangsang yang demikian itu mendahului respons yang ditimbulkannya. Kedua, operant response, yaitu respons yang timbul dan

berkembangnya diikuti oleh perangsang-perangsang tertentu yang disebut reinforcing stimuli atau reinforce, karena perangsang-perangsang tersebut memperkuat respons yang telah dilakukan oleh organisme. Jadi,seorang akan menjadi lebih giat belajar apabila mendapat hadiah sehingga responsnya menjadi lebih intensif atau kuat.23

Gagne sebagai yang dikutip oleh Sagala memandang bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus-menerus yang bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan memengaruhi individu sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu setelah ia mengalami situasi tadi.24

Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh tiap individu dalam seluruh proses pendidikan untuk memperolah perubahan tingkah laku dalam bentuk pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Sama halnya yang dipaparkan oleh gagne bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus-menerus yang bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja.

Jadi, belajar adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Dari beberapa pengertian belajardi atas maka dapat disimpulkan bahwabelajar merupakan perubahan tingkah laku yang dilakukan oleh individu sehingga adanya penambahan ilmu pengetahuan, ketrampilan, sikap sebagai rangkaian kegiatan menuju perkembangan pribadi manusia seutuhnya

23 Hanafy, Muh Sain. "Konsep belajar dan pembelajaran." Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 17.1 (2014): hal.68

24 Hanafy, Muh Sain. "Konsep belajar dan pembelajaran...hal.69

b. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar siswa merupakan salah satu tujuan dari proses pembelajaran di sekolah, untuk itu seorang guru perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar. Untuk menghasilkan prestasi (hasil) belajar siswa yang tinggi, guru dituntut untuk mendidik dan mengajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran di kelas. Djamarah dan Zain menyebutkan bahwa kedudukan metode adalah sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pengajaran dan juga sebagai alat untuk mencapai tujuan.25

Selanjutnya Winkel menyatakan bahwa hasil belajar merupakan suatu kemampuan internal yang telah menjadi milik pribadi seseorang dan kemungkinan orang itu melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.26

Menurut Nana Sudjana hasil belajar merupakan suatu kompetensi atau kecakapan yang dapat dicapai oleh siswa setelah melalui kegiatan pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru di suatu sekolah dan kelas tertentu.27

Sedangkan menurut Gagne dan Briggs, hasil belajar adalah kemampuan seseorang setelah mengikuti proses pembelajaran tertentu.

Berdasarkan teori Taksonomi Bloom, hasil belajar dicapai melalui tiga kategori ranah yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Ranah kognitif terdiri dari enam aspek yaitu ranah ingatan (C1),

25 STUDIA DIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Vol. 11, No. 1, 2017; ISSN 1978-8169 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN “SMH” Serang, Banten , di akses 31 Mei 2021

26 Nurrita, Teni. "Pengembangan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa." MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran, Hadist, Syari'ah dan Tarbiyah 3.1 (2018): 171.

27 Nurrita, Teni. "Pengembangan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa."...): 171.

ranahpemahaman (C2), ranah penerapan (C3), ranah analisis (C4), Sintesis (C5) dan ranah penilaian (C6).28

Maka hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah mengikuti proses belajar yang meliputi kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil yang diberikan kepada siswa berupa penilaian setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menilai pengetahuan, sikap, ketrampilan pada diri siswa dengan adanya perubahan tingkah laku.

c. Indikator Hasil Belajar

Adapun secara lebih rinci bahwa belajar membawa perubahan pada tiga aspek seperti yang dikemukaan Bloom dan Krath Wohl yaitu ;29

1. Kognitif terdiri 6 kata yaitu ;

a) Pengetahuan (mengingat, menghafal) b) Pemahaman (menginterpretasikan)

c) Aplikasi (menggunakan konsep, memecahkan masalah) d) Analisis (menjabarkan suatu konsep)

e) Sintesis (menggabungkan nilai, metode, ide) f) Evaluasi (membagikan nilai, ide, metode) 2. Afektif terdiri dari 5 tingkatan;

a) Pengenalan (ingin menerima,sadar akan adanya sesuatu) b) Meresepon (aktif berpartisipasi)

c) Penghargaan (menerima nilai-nilai, setia kepada nilai-nilai) d) Pengorganisasian (menghubung-hungkan nilai-nilai yang

dipercayai)

28 Nurrita, Teni. "Pengembangan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa." ...hlm.171.

29 Hamzah, Syeh Hawib. "Aspek Pengembangan Peserta Didik: Kognitif, Afektif, Psikomotorik." Dinamika Ilmu: Jurnal Pendidikan 12.1 (2012).

e) Pengamalan (menjadikan nilai-nilai sebagai bagian dari pola hidup)

3. Psikomotorik terdri dari 5 tingkatan ; a) Peniruan (menirukan gerak)

b) Penggunaan (menggunakan konsep untuk melakukan gerak) c) Ketapatan (melakaukan gerak dengan benar)

d) Perangkaian (melakaukan beberapa gerakan sekaligus dengan benar)

e) Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar) d. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Dalam prose belajar mengajar berhasil atau tidaknya proses belajar mengajar tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut susmeto, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik adalah:

1) Faktor Internal, adalah faktor yang ada didalam individu yang sedang belajar, factor internal yang memepengaruhi hasil belajar peserta didik adalah:

a) Faktor jasmani, meliputi: faktor kesehatan dan faktor cacat tubuh.

b) Faktor psikologis, meliputi: intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan.

c) Faktor kelelahan, yaitu faktor yang berkaitan dengan stamina tubuh individu.

2) Faktor eksternal, adalah yang berasal dari luar individu. Adapun faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar adalah:

a) Faktor keluarga, yaitu meliputi cara orang tua mendidik, hubungan antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan.

b) Faktor sekolah, yaitu meliputi metode mengajar, kurikulum, hubungan antara guru dan murid maupun sesama murid, disiplin sekolah, serta sarana dan prasarana sekolah.

c) Faktor masyarakat, yaitu meliputi kegiatan peserta didik dalam masyarakat, media massa, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.

Jadi, beberapa faktor-faktor di atas yang mempengaruhi hasil belajar siswa selama pembelajaran online adalah dari segi fakttor internal seperti Faktor psikologis, meliputi: intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan. Dan dari segi faktor eksternal seperti Faktor keluarga, yaitu meliputi cara orang tua mendidik, hubungan antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan dan Faktor sekolah, yaitu meliputi metode mengajar, kurikulum, hubungan antara guru dan murid maupun sesama murid, disiplin sekolah, serta sarana dan prasarana sekolah.

Dokumen terkait