BAB II LANDASAN TEORI
C. Hasil Belajar
2) Bila selalu digunakan dan terlalu lama, membosankan.
3) Guru menyimpulkan bahwa peserta didik mengerti dan tertarik pada ceramahnya.
4) Menyebabkan peserta didik menjadi pasif.31
hasil belajar ranah psikomotorik berorientasi pada keterampilan motoric yang berhubungan dengan anggota tubuh, atau tindakan (action) yangn memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot.34
Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan prilaku yang relatif menetap, serta mencapai tujuan instuksional.35
Allah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 78 yang berbunyi:
A
rtinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.36 Makna dari ayat ini adalah bahwa manusia lahir dalam keadaan tidak tau apa-apa, dengan belajar dan menggunakan inderanya, maka manusia dapat tahu, hal inilah yang dimaksudkan dengan hasil belajar.Dari pendapat-pendapat di atas, maka penulis dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu hal yang diharapkan dari pembelajaran yang telah ditetapkan dalam rumusan perilaku tertentu sebagai akibat dari proses belajarnya.
34Etin Solihatin,Strategi Pembelajaran PPKn(Jakarta: Buni Aksara, 2014), h. 6.
35Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (Jakarta: Pranada Media Grup, 2014), h. 5.
36Departemen Agama RI, Al-Quran Bayan,Q.S An-Nahl (16) ayat 78 (Jakarta: Al-Quran Terkemuka, 2009), h. 279.
2. Macam-macam Hasil Belajar
Hasil belajar meliputi pemahaman konsep (aspek kognitif), keterampilan proses (aspek psikomotor), dan sikap siswa (aspek afektif).
Untuk lebih jelasnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Pemahaman Konsep
Pemahaman dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman ini adalah seberapa besar siswa mampu menerima, menyerap, dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa, atau sejauh mana siswa dapat memahami serta mengerti apa yang ia baca, yang dilihat, yang dialami, atau yang dirasakan berupa hasil penelitian atau observasi langsung yang ia lakukan.
b. Keterampilan Proses
Keterampilan proses merupakan keterampilan yang mengarah kepada pembangunan kemampuan mental, fisik, dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan yang lebih tinggi dalam diri individu siswa. Keterampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran, nalar, dan perbuatan secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu hasil tertentu, termasuk kreativitasnya.
c. Sikap
Struktur sikap terdiri atas tiga komponen yang saling menunjang, yaitu komponen kognitif, afektif, dan konatif. Komponen kognitif merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu pemilik
sikap; komponen afektif yaitu perasaan yang menyangkut emosional;
dan komponen konatif merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki seseorang.37
Hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowlwdge (pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai).
Domain afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respons), valuing (nilai), organizations (organisasi), characterization (karakterisasi). Domain psikomotorik meliputi initiatory, pre-routine, dan rountinized. Psikomotorik juga mencakup keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial, manajerial, dan intelektual.38
Hasil belajar dibagi menjadi tiga macam, yakni: keterampilan dan kebiasaan; pengetahuan dan pengertian; sikap dan cita-cita. Masing- masing jenis hasil belajar dapat diisi dengan bahan yang telah ditetapkan dalam kurikulum sedangkan Gagne membagi lima kategori hasil belajar, yakni informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kongnitif, sikap dan keterampilan motoris. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kulikuler maupun tujuan intruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara
37Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (Jakarta: Pranada Media Grup, 2014), h. 6-10.
38Agus Suprijono,Cooperative Learning(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), h. 6-7.
garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni ranah kongnitif, ranah afektif, dan ranah psikomotoris.39
Hasil belajar pada dasarnya adalah suatu kemampuan yang berupa keterampilan dan prilaku baru akibat dari latihan atau pengalaman yang diperoleh. Hasil belajar juga dapat diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah mengalami proses pembelajaran dan dapat diukur melalui pengetahuan, pemahaman, aplikasi analisis dan sintesis yang diraih siswa dan merupakan tingkat penguasaan setelah menerima pengalaman belajar.40
Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan. Merujuk pada pemikiran Gagne, hasil belajar berupa:
a. Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis. Kemampuan merespons secara spesifik terhadap rangsangan spesifiks.
b. Keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan lambang.
c. Strategi kognitif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri.
d. Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi.
39Nana Sudjana,Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017), h. 22.
40Rosma Hartiny Sam’s,Model Penelitian Tindakan Kelas(Jakarta: Teras, 2010), h. 33.
e. Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut.41
Berdasarkan uraian di atas, hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang berupa kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah mengalami aktivitas belajar dalam proses pembelajaran. Hasil belajar diklasifikasikan menjadi tiga yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotorik.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman subjek belajar dengan dunia fisik dan lingkungannya. Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui, si subjek belajar, tujuan, motivasi yang memengaruhi proses interaksi dengan bahan yang sedang dipelajari.42
Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif), sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum, dan model pembelajaran).43
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
41Agus Suprijono,Cooperative Learning(Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2014), h. 5-6.
42Sardiman A.M, Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2014), h. 38.
43Iif Khoiru Ahmadi, Dkk, Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2011), h. 68.
a. Faktor intern yaitu faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, seperti:
1) Faktor jasmaniah, antara lain faktor kesehatan dan cacat tubuh.
Proses belajar siswa akan terganggu jika kesehatan siswa terganggu, karena hal ini dapat menyebabkan siswa cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika badannya lemah, kurang darah. Keadaan catat tubuh juga mempengaruhi belajar siswa.
2) Faktor psikologis, sekurang-kurangnya ada tujuh faktor yang tergolong ke dalam faktor ini, yaitu intelegensi, perhtian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.
3) Faktor kelelahan, faktor ini juga dapat mempengaruhi belajar.
b. Faktor ekstern yaitu faktor yang ada di luar individu, seperti:
1) Faktor keluarga, antara lain: cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang budaya.
2) Faktor sekolah, antara lain: model atau metode dalam pembelajaran, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran atau media pembelajaran dan tugas rumah.
3) Faktor masyarakat, antara lain: kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman bergaul dan bentuk kehidupan mayarakat.44
44Slameto, Belajar & Faktor-Faktor yang Mempengaruhi (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h.54.
Berdasarkan paparan yang dikemukakan oleh para ahli maka dapat dipahami bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu faktor intern (di dalam diri individu) dan faktor ekstern (di luar individu).