• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASANHASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam dokumen pdf pembuatan dem dari citra aster compress (Halaman 58-65)

HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1. Hasil Penelitian III.1. Hasil Penelitian

Hasil utama yang diperoleh dari penelitian ini berupa sebuah model Hasil utama yang diperoleh dari penelitian ini berupa sebuah model  permukaan

 permukaan digital digital absolut absolut dari dari daerah daerah Parengan, Parengan, Tuban, Tuban, dengan dengan resolusi resolusi spasial spasial 1515 meter, dalam format raster biner (

meter, dalam format raster biner (unsigned 16-bit integer unsigned 16-bit integer ). Dalam pembuatan model). Dalam pembuatan model  permukaan

 permukaan digital digital dari dari citra citra ASTER, ASTER, disusun disusun sebuah sebuah program program komputer komputer untukuntuk melakukan proses image-matching, penghitungan paralaks dan elevasi,

melakukan proses image-matching, penghitungan paralaks dan elevasi, noisenoise  filtering 

 filtering , serta koreksi elevasi secara otomatis., serta koreksi elevasi secara otomatis.

III.2. Registrasi Band 3B ke 3N III.2. Registrasi Band 3B ke 3N  

Proses registrasi yang dilakukan dengan menggunakan transformasi Proses registrasi yang dilakukan dengan menggunakan transformasi  polinomial

 polinomial orde orde 1 1 dan dan melibatkan melibatkan 30 30 titik titik ikat ikat ini ini dilakukan dilakukan secara secara otomatis otomatis oleholeh  program komputer. Parameter transformasi polinomial disajikan pada tabel III.1:

 program komputer. Parameter transformasi polinomial disajikan pada tabel III.1:

Tabel III.1. Nilai parameter transformasi polinomial satu dimensi Tabel III.1. Nilai parameter transformasi polinomial satu dimensi

(( X  X 

==

aa

++

bxbx

   ++

cycy

++

dxydxy)) Parameter

Parameter Nilai ParameterNilai Parameter

a 2.67893803704283

a 2.67893803704283

 b

 b 1.0006005141.0006005142621626216 c

c 3.2086385703.2086385708396 8396 x x 1010-5-5   d

d -2.4858105793-2.4858105793709 709 x x 1010-6-6  

 Nilai

 Nilai simpangan simpangan baku baku transformasi transformasi polinomial polinomial orde orde satu satu untuk untuk melakukanmelakukan minimalisasi paralaks-x pada citra adalah sebesar 0,326 piksel. Nilai parameter minimalisasi paralaks-x pada citra adalah sebesar 0,326 piksel. Nilai parameter transformasi ini digunakan untuk menghitung nilai absis pusat jendela korelasi.

transformasi ini digunakan untuk menghitung nilai absis pusat jendela korelasi.

III.3. Korelasi Stereo secara

III.3. Korelasi Stereo secara OtomatisOtomatis

Ketelitian korelasi otomatis sangat mempengaruhi ketelitian dari model Ketelitian korelasi otomatis sangat mempengaruhi ketelitian dari model  permukaan

 permukaan digital digital yang yang dihasilkan. dihasilkan. Oleh Oleh karena karena itu itu ketelitian ketelitian proses proses korelasikorelasi

otomatis ini perlu dievaluasi dengan cara membandingkan koordinat hasil proses otomatis ini perlu dievaluasi dengan cara membandingkan koordinat hasil proses korelasi otomatis dengan koordinat yang diperoleh melalui pengukuran secara korelasi otomatis dengan koordinat yang diperoleh melalui pengukuran secara manual dengan menggunakan ENVI.

manual dengan menggunakan ENVI.

III.4.1. Ukuran daerah selidik. Ukuran daerah selidik sangat bergantung dari III.4.1. Ukuran daerah selidik. Ukuran daerah selidik sangat bergantung dari  besar

 besar elevasi elevasi maksimum maksimum dan dan minimum minimum yang yang diharapkan diharapkan terjadi. terjadi. Elevasi Elevasi minimumminimum yang diasumsikan adalah 0 meter sedangkan elevasi maksimum 500 meter.

yang diasumsikan adalah 0 meter sedangkan elevasi maksimum 500 meter.

Berdasarkan persamaan I.7, rentang beda elevasi tersebut setara dengan beda Berdasarkan persamaan I.7, rentang beda elevasi tersebut setara dengan beda  paralaks minimum (py

 paralaks minimum (pyminmin) sebesar 0 piksel, dan maksimum (py) sebesar 0 piksel, dan maksimum (pymaxmax) sebesar 20 piksel.) sebesar 20 piksel.

Karena ukuran jendela korelasi harus ganjil, maka ukuran jendela (dy) yang akan Karena ukuran jendela korelasi harus ganjil, maka ukuran jendela (dy) yang akan digunakan dihitung dengan ketentuan berikut :

digunakan dihitung dengan ketentuan berikut : Apabila py

Apabila pymaxmax – py – pyminmin adalah bilangan genap maka adalah bilangan genap maka dy = py

dy = pymaxmax – py – pyminmin+ + 1 1 (III.1)(III.1) sedangkan apabila py

sedangkan apabila pymaxmax – py – pyminmin adalah bilangan ganjil maka adalah bilangan ganjil maka dy = py

dy = pymaxmax – py – pyminmin   (III.2)(III.2) Karena py

Karena pymaxmax  = 20 dan py  = 20 dan pyminmin  = 0, maka dy = 21 piksel. Dengan demikian ukuran  = 0, maka dy = 21 piksel. Dengan demikian ukuran daerah selidik yang digunakan adalah sebesar 3 x 21 piksel.

daerah selidik yang digunakan adalah sebesar 3 x 21 piksel.

III.4.2. Ukuran daerah sasaran. Ukuran horisontal daerah selidik maupun III.4.2. Ukuran daerah sasaran. Ukuran horisontal daerah selidik maupun daerah sasaran hanya dibatasi sebesar 3 piksel. Titik yang digunakan untuk daerah sasaran hanya dibatasi sebesar 3 piksel. Titik yang digunakan untuk mengevaluasi kaitan antara ukuran daerah sasaran dengan ketelitian korelasi dipilih mengevaluasi kaitan antara ukuran daerah sasaran dengan ketelitian korelasi dipilih  pada

 pada tempat-tempat tempat-tempat yang yang kenampakannya kenampakannya cukup cukup tegas tegas ((distinct featuresdistinct features) seperti) seperti  perempatan

 perempatan jalan, jalan, pojok pojok bidang bidang sawah, sawah, pojok pojok bangunan, bangunan, tikungan tikungan tajam tajam pada pada jalan,jalan, dan lain-lain; sejumlah 30 buah, dan tersebar merata di seluruh citra.

dan lain-lain; sejumlah 30 buah, dan tersebar merata di seluruh citra.

Dari tabel III.2 dapat disimpulkan bahwa daerah sasaran yang terlalu kecil Dari tabel III.2 dapat disimpulkan bahwa daerah sasaran yang terlalu kecil akan memberikan hasil yang tidak memuaskan karena proses korelasi silang hanya akan memberikan hasil yang tidak memuaskan karena proses korelasi silang hanya mengevaluasi daerah yang berukuran kecil sehingga keunikan dari daerah sasaran mengevaluasi daerah yang berukuran kecil sehingga keunikan dari daerah sasaran akan berkurang. Karena keunikan daerah sasaran berkurang, maka akan terjadi akan berkurang. Karena keunikan daerah sasaran berkurang, maka akan terjadi kecocokan korelasi pada beberapa daerah yang berbeda, terutama pada daerah kecocokan korelasi pada beberapa daerah yang berbeda, terutama pada daerah dengan pola berulang, akibatnya kemungkinan

dengan pola berulang, akibatnya kemungkinanmismatchmismatch akan semakin besar. akan semakin besar.

Tabel III.2. Pengaruh ukuran daerah sasaran terhadap ketelitian korelasi otomatis.

Tabel III.2. Pengaruh ukuran daerah sasaran terhadap ketelitian korelasi otomatis.

Ukuran daerah selidik 3 x 21 piksel, jumlah titik uji 30 buah.

Ukuran daerah selidik 3 x 21 piksel, jumlah titik uji 30 buah.

Ukuran daerah sasaran Ukuran daerah sasaran No

No

x

x (piksel) (piksel) y y (piksel)(piksel)

Jumlah Jumlah blunder blunder 1

1 3 3 3 3 1111

2

2 3 3 5 5 33

3

3 3 3 7 7 11

4

4 3 3 9 9 00

5

5 3 3 11 11 11

6

6 3 3 13 13 11

7

7 3 3 15 15 11

8

8 3 3 17 17 22

9

9 3 3 19 19 22

10

10 3 3 21 21 11

Ukuran daerah sasaran yang terlalu besar akan cenderung menurunkan Ukuran daerah sasaran yang terlalu besar akan cenderung menurunkan kualitas hasil korelasi otomatis karena proses perhitungan terlalu banyak melibatkan kualitas hasil korelasi otomatis karena proses perhitungan terlalu banyak melibatkan daerah di sekitarnya. Selain menurunkan kualitas hasil korelasi otomatis, ukuran daerah di sekitarnya. Selain menurunkan kualitas hasil korelasi otomatis, ukuran daerah yang besar akan waktu yang dibutuhkan komputer untuk melakukan daerah yang besar akan waktu yang dibutuhkan komputer untuk melakukan  perhitungan

 perhitungan akan akan bertambah. bertambah. Berdasarkan Berdasarkan tabel tabel III.2., III.2., ukuran ukuran tinggi tinggi daerah daerah sasaransasaran yang optimal adalah 9 piksel. Dengan mempertimbangkan efisiensi waktu yang optimal adalah 9 piksel. Dengan mempertimbangkan efisiensi waktu  pemrosesan, maka untuk daerah sasaran dipilih ukuran 3 x 9 piksel. Hasil uji

 pemrosesan, maka untuk daerah sasaran dipilih ukuran 3 x 9 piksel. Hasil uji korelasikorelasi otomatis untuk berbagai ukuran jendela selengkapnya ditunjukkan pada lampiran C.

otomatis untuk berbagai ukuran jendela selengkapnya ditunjukkan pada lampiran C.

III.4.

III.4. Noise filtering  Noise filtering   

Untuk membuang atau meminimalisasi adanya

Untuk membuang atau meminimalisasi adanya noisenoise pada model permukaan pada model permukaan digital, maka diperlukan proses

digital, maka diperlukan proses noise filtering noise filtering . Proses ini dipengaruhi oleh beberapa. Proses ini dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

faktor berikut:

a.

a. Ukuran Ukuran jendela jendela filter.filter.

 b.

 b. Ambang batas (dalam satuanAmbang batas (dalam satuan

σ σ

) untuk mendeteksi) untuk mendeteksinoisenoise..

c.

c. Jumlah Jumlah perlakuanperlakuan noise filtering noise filtering ..

Ukuran jendela filter menunjukkan ukuran daerah yang akan dilibatkan dalam Ukuran jendela filter menunjukkan ukuran daerah yang akan dilibatkan dalam  proses

 proses evaluasi evaluasi suatu suatu piksel piksel untuk untuk menentukan menentukan apakah apakah piksel piksel tersebuttersebut noisenoise  atau  atau  bukan.

 bukan. Untuk Untuk mengetahui mengetahui pengaruh pengaruh ukuran ukuran jendela jendela filter filter serta serta faktor faktor tingkattingkat

ketidakpastian terhadap tingkat keberhasilan deteksi

ketidakpastian terhadap tingkat keberhasilan deteksi noisenoise, dilakukan uji coba pada, dilakukan uji coba pada sebuah citra ber-

sebuah citra ber-noisenoise  dengan menggunakan berbagai ukuran jendela filter dan  dengan menggunakan berbagai ukuran jendela filter dan tingkat ambang batas.

tingkat ambang batas.

Dari tabel III.3 dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat Dari tabel III.3 dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat ketidakpastian maka semakin sedikit

ketidakpastian maka semakin sedikit noisenoise yang berhasil difilter. Sedangkan ukuran yang berhasil difilter. Sedangkan ukuran  jendela

 jendela filter filter akan akan mempengaruhi mempengaruhi ukuran ukuran luas luas maksimummaksimum noise-cluster noise-cluster   yang bisa  yang bisa difilter. Semakin besar ukuran jendela filter, maka semakin besar pula ukuran

difilter. Semakin besar ukuran jendela filter, maka semakin besar pula ukuran noise-noise- cluster 

cluster  yang bisa dieliminasi. yang bisa dieliminasi.

 Namun

 Namun demikian, demikian, semakin semakin besar besar ukuran ukuran jendela jendela filter, filter, semakin semakin lama lama pulapula waktu yang diperlukan untuk melakukan proses filtering (berbanding lurus dengan waktu yang diperlukan untuk melakukan proses filtering (berbanding lurus dengan kuadrat ukuran jendela), serta semakin lebar pula daerah pada tepi model yang tidak kuadrat ukuran jendela), serta semakin lebar pula daerah pada tepi model yang tidak dapat difilter karena sebagian jendela filternya berada di luar model. Oleh karena itu, dapat difilter karena sebagian jendela filternya berada di luar model. Oleh karena itu, ukuran jendela filter,

ukuran jendela filter, threshold threshold , serta jumlah pengulangan proses sangat tergantung, serta jumlah pengulangan proses sangat tergantung dari karakteristik masing-masing model permukaan digital.

dari karakteristik masing-masing model permukaan digital.

Tabel III.3. Pengamatan secara visual hasil filter.

Tabel III.3. Pengamatan secara visual hasil filter.

No

No Threshold Threshold    ((

σ σ

))

Ukuran Ukuran window window

Pengamatan secara visual Pengamatan secara visual

1

1 1 1 7 7 x x 77  Noise-cluster  Noise-cluster  masih tersisa* masih tersisa*

2

2 2 2 7 7 x x 77  Noise Noise masih tersisa sebagian. masih tersisa sebagian.

3

3 3 3 7 7 x x 77  Noise Noise masih banyak. masih banyak.

4

4 1 1 11 11 x x 1111  Noise-cluster  Noise-cluster  tersisa sedikit.* tersisa sedikit.*

5

5 2 2 11 11 x x 1111  Noise Noise masih tersisa sebagian. masih tersisa sebagian.

6

6 3 3 11 11 x x 1111  Noise Noise masih banyak masih banyak 7

7 1 1 15 15 x x 1515  Noise Noise tersisa sangat sedikit* tersisa sangat sedikit*

8

8 2 2 15 15 x x 1515  Noise Noise masih tersisa sebagian masih tersisa sebagian 9

9 3 3 15 15 x x 1515  Noise Noise masih tersisa masih tersisa 10

10 1 1 19 19 x x 1919  Noise Noise dan dan noise-cluster noise-cluster  sudah bersih* sudah bersih*

11

11 2 2 19 19 x x 1919  Noise-cluster  Noise-cluster  masih sedikit tampak masih sedikit tampak 12

12 3 3 19 19 x x 1919  Noise Noise masih tersisa. masih tersisa.

* Terjadi penghalusan permukaan model

* Terjadi penghalusan permukaan model yang berlebihan/berkurangnya detil permukaanyang berlebihan/berkurangnya detil permukaan

Berdasarkan kesimpulan diatas dan hasil uji coba (

Berdasarkan kesimpulan diatas dan hasil uji coba (trial and error trial and error ) secara) secara langsung pada model yang diteliti, maka untuk kasus

langsung pada model yang diteliti, maka untuk kasus noise filtering noise filtering   model  model  permukaan

 permukaan digital digital daerah daerah Parengan Parengan dengan dengan resolusi resolusi model model 15 15 meter, meter, prosesproses dilakukan dua kali, ukuran jendela filter ditentukan sebesar 19 x 19 piksel, dengan dilakukan dua kali, ukuran jendela filter ditentukan sebesar 19 x 19 piksel, dengan

threshold 

threshold  sebesar 2 sebesar 2

σ σ

.. Noise-cluster  Noise-cluster  yang ada pada model rata-rata berukuran sekitar yang ada pada model rata-rata berukuran sekitar 15 x 15 piksel. Dengan menggunakan parameter

15 x 15 piksel. Dengan menggunakan parameter noise filtering noise filtering   tersebut hampir  tersebut hampir semua

semua noisenoise  yang tampak secara visual dapat dieliminasi, kecuali pada beberapa  yang tampak secara visual dapat dieliminasi, kecuali pada beberapa daerah yang mempunyai

daerah yang mempunyai noisenoise  cluster cluster . Selain itu, detil permukaan model dapat. Selain itu, detil permukaan model dapat dipertahankan. Hasil uji

dipertahankan. Hasil ujinoise filtering noise filtering  secara lengkap disajikan pada lampiran D. secara lengkap disajikan pada lampiran D.

III.5. Koreksi Elevasi Model Permukaan Digital III.5. Koreksi Elevasi Model Permukaan Digital

Koreksi elevasi dilakukan dengan menggunakan elevasi dari 11 GCP. Nilai Koreksi elevasi dilakukan dengan menggunakan elevasi dari 11 GCP. Nilai  parameter-parameter

 parameter-parameter transformasi transformasi dalam dalam koreksi koreksi elevasi elevasi untuk untuk membawa membawa elevasielevasi model ke elevasi sebenarnya disajikan pada tabel berikut:

model ke elevasi sebenarnya disajikan pada tabel berikut:

Tabel III.4. Nilai parameter transformasi dalam koreksi elevasi Tabel III.4. Nilai parameter transformasi dalam koreksi elevasi

Parameter Nilai Parameter Nilai Faktor

Faktor pengali pengali 0.998311151440.9983111514418231823 Faktor

Faktor penambah penambah 2.8252259432.8252259436469864698

 Nilai

 Nilai simpangan simpangan baku baku transformasi transformasi linier linier satu satu dimensi dimensi untuk untuk melakukan melakukan koreksikoreksi elevasi sebesar 6,254 meter. Faktor pengali yang nilainya mendekati satu elevasi sebesar 6,254 meter. Faktor pengali yang nilainya mendekati satu menunjukkan bahwa skala vertikal dari model permukaan digital relatif sudah menunjukkan bahwa skala vertikal dari model permukaan digital relatif sudah hampir benar, sehingga untuk membawa dari elevasi relatif menjadi absolut hanya hampir benar, sehingga untuk membawa dari elevasi relatif menjadi absolut hanya diperlukan proses translasi.

diperlukan proses translasi.

III.6. Georeferensi Model Permukaan Digital III.6. Georeferensi Model Permukaan Digital  

Georeferensi model dilakukan dengan menggunakan koordinat UTM dari 11 Georeferensi model dilakukan dengan menggunakan koordinat UTM dari 11 titik kontrol tanah.

titik kontrol tanah. Root  Root mean mean squaresquare  (RMS) dari transformasi polinomial orde 1  (RMS) dari transformasi polinomial orde 1  pada

 pada proses proses georeferensi georeferensi adalah adalah sebesar sebesar 1,2842 1,2842 m. m. Nilai Nilai RMS RMS yang yang sangat sangat kecilkecil apabila dibandingkan dengan resolusi spasial model permukaan digital merupakan apabila dibandingkan dengan resolusi spasial model permukaan digital merupakan indikator bahwa proses georeferensi dapat memberikan hasil yang baik.

indikator bahwa proses georeferensi dapat memberikan hasil yang baik.

Setelah dilakukan proses georeferensi, maka model permukaan digital yang Setelah dilakukan proses georeferensi, maka model permukaan digital yang sebelumnya dalam koordinat piksel dan berorientasi searah orbit satelit, menjadi sebelumnya dalam koordinat piksel dan berorientasi searah orbit satelit, menjadi

dalam koordinat tanah dan berorientasi ke arah utara grid UTM. Model permukaan dalam koordinat tanah dan berorientasi ke arah utara grid UTM. Model permukaan digital yang telah tergeoreferensi ini siap digunakan untuk berbagai keperluan.

digital yang telah tergeoreferensi ini siap digunakan untuk berbagai keperluan.

III.7. Ketelitian Model Permukaan Digital III.7. Ketelitian Model Permukaan Digital

Model permukaan digital yang dihasilkan oleh program ini berupa raster Model permukaan digital yang dihasilkan oleh program ini berupa raster  biner berformat integer tak bertanda (

 biner berformat integer tak bertanda (unsigned 16-bit integer unsigned 16-bit integer ) dengan resolusi spasial) dengan resolusi spasial 15 meter beserta sebuah file header yang menunjukkan metadata dari model 15 meter beserta sebuah file header yang menunjukkan metadata dari model  permukaan

 permukaan digital. digital. Model Model permukaan permukaan digital digital ini ini dapat dapat dibaca dibaca oleh oleh perangkat perangkat lunaklunak ENVI, sehingga dapat diproses lebih lanjut pada ENVI maupun dikonversi ke format ENVI, sehingga dapat diproses lebih lanjut pada ENVI maupun dikonversi ke format lain.

lain.

Ketelitian dari model permukaan digital ini direpresentasikan dengan Ketelitian dari model permukaan digital ini direpresentasikan dengan menggunakan kriteria

menggunakan kriteria root mean square error root mean square error  pada komponen elevasinya (RMSEz). pada komponen elevasinya (RMSEz).

Elevasi titik-titik dengan koordinat tertentu pada model permukaan digital Elevasi titik-titik dengan koordinat tertentu pada model permukaan digital dibandingkan dengan elevasi titik-titik tersebut pada peta rupabumi, sehingga dapat dibandingkan dengan elevasi titik-titik tersebut pada peta rupabumi, sehingga dapat dihitung besar RMSEz-nya. Dengan menggunakan 150 titik tinggi yang terdapat dihitung besar RMSEz-nya. Dengan menggunakan 150 titik tinggi yang terdapat  pada

 pada peta peta rupabumi rupabumi daerah daerah Parengan Parengan sebagai sebagai acuan, acuan, besar besar RMSEz RMSEz dari dari modelmodel  permukaan

 permukaan digital digital yang yang dihasilkan dihasilkan adalah adalah 8,8 8,8 meter. meter. Nilai Nilai residual residual pada pada masing-masing- masing titik cek disertakan pada lampiran E.

masing titik cek disertakan pada lampiran E.

Untuk menentukan tingkat ketelitian horisontal model, komponen vertikal Untuk menentukan tingkat ketelitian horisontal model, komponen vertikal dari suatu objek pada model harus teridentifikasi secara jelas, yaitu bentuk dari objek dari suatu objek pada model harus teridentifikasi secara jelas, yaitu bentuk dari objek yang diteliti harus dapat dikenali sehingga posisi horisontal dari objek dapat yang diteliti harus dapat dikenali sehingga posisi horisontal dari objek dapat diperiksa ketelitiannya. Namun dalam kenyataannya, pengenalan suatu objek dan diperiksa ketelitiannya. Namun dalam kenyataannya, pengenalan suatu objek dan  penentuan

 penentuan posisinya posisinya secara secara tepat tepat berdasarkan berdasarkan bentuk bentuk objek objek tersebut tersebut pada pada modelmodel  permukaan digital sangat sulit dilakukan.

 permukaan digital sangat sulit dilakukan.

Tingkat ketelitian yang dievaluasi dalam penelitian ini hanya komponen Tingkat ketelitian yang dievaluasi dalam penelitian ini hanya komponen vertikal (elevasi) dari model saja, karena komponen posisi horisontal (koordinat x,y) vertikal (elevasi) dari model saja, karena komponen posisi horisontal (koordinat x,y) telah terdefinisi dengan tepat secara matematis dalam sistem proyeksi UTM. Titik- telah terdefinisi dengan tepat secara matematis dalam sistem proyeksi UTM. Titik- titik grid model bersifat tetap di posisinya dan dapat dianggap konstan untuk tujuan titik grid model bersifat tetap di posisinya dan dapat dianggap konstan untuk tujuan menentukan ketelitian model.

menentukan ketelitian model.

Dengan RMSEz model sebesar 8,8 meter, maka berdasarkan persamaan II.3 Dengan RMSEz model sebesar 8,8 meter, maka berdasarkan persamaan II.3 dapat ditentukan bahwa pada tingkat kepercayaan 90%, ketelitian elevasi model dapat ditentukan bahwa pada tingkat kepercayaan 90%, ketelitian elevasi model adalah sebesar 1,6449 x 8,8 meter, yaitu sama dengan 14,48 meter. Dengan demikian adalah sebesar 1,6449 x 8,8 meter, yaitu sama dengan 14,48 meter. Dengan demikian

dapat disimpulkan bahwa model permukaan digital hasil penelitian ini dapat dapat disimpulkan bahwa model permukaan digital hasil penelitian ini dapat digunakan untuk pembuatan peta topografi skala 1:100.000 atau lebih kecil lagi, digunakan untuk pembuatan peta topografi skala 1:100.000 atau lebih kecil lagi, sesuai dengan persyaratan dari

sesuai dengan persyaratan dariUnited States National Map Accuracy StandardsUnited States National Map Accuracy Standards..

0 0 10 10 20 20 30 30 40 40 50 50 60 60

--4400 --3300 --2200 --1100 00 1100 2200 3300 4400 Selisih elev

Selisih elevasi (meteasi (meter)r)

   F    F  r  r  e  e    k    k  u  u  e  e  n  n  s  s    i    i   (    (   t    t   i    i   t    t   i    i   k    k  c  c  e  e      k    k   )    )

   Gambar III.1. Selisih elevasi titik cek pada model terhadap elevasi titik cek pada peta Gambar III.1. Selisih elevasi titik cek pada model terhadap elevasi titik cek pada peta

rupabumi.

rupabumi.

52 52

BAB IV

BAB IV

Dalam dokumen pdf pembuatan dem dari citra aster compress (Halaman 58-65)

Dokumen terkait