• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

Disiplin kerja bisa dikatakan sukses apabila para karyawan selalu datang tepat waktu sesuai jam masuk kerja yang sudah ditetapkan oleh perusahaan dan pulang pun sesuai dengan waktu nya yang sudah ditetapkan. Menyelesaikan pekerjaan dengan baik, mematuhi segala peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Masalah disiplin karyawan merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan karena disiplin karyawan lah yang menentukan produktivitas untung dan rugi nya bagi perusahaan itu sendiri, sebab dengan kedisiplinan dapat diharapkan pekerjaan akan dilakukan secara efektif dan seefesian mungkin. Dengan demikian apabila kedisiplinan tidak dapat ditegakkan maka kemungkinan tujuan yang ingin dicapai tidak akan tercapai secara efektif dan efisien.

Berdasarkan hasil wawancara dan dengan narasumber atau informan, maka peneliti dapat menganalisis tentang disiplin kerja karyawan yang meliputi beberapa aspek penelitian. Pada penelitian mengenai kedisiplinan dan absensi masih banyak karyawan yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku dalam perusahaan sehingga sehitngga tingkat kehadiran masih rendah dan ketepatan waktu kerja tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Sikap dan perilaku karyawan dalam penelitian ini juga masih kurang, terlihat pada kepatuhan dan ketekunan, hal ini tentunya memperlihatkan rendahnya semangat kerja dan inisiatif dari karyawan. Tanggung jawab karyawan juga masih bisa terbilang rendah, baik itu tanggung jawab kepada atasan, tanggung jawab kepada terhadap pekerjaan.

Hal ini bisa terbilang karena sebab peraturan dalam Pabrik Tahu Galunggung

melakukan pelanggaran tanpa takut dengan sanksi apapun.

1. Absensi

Absensi merupakan suatu kegiatan pencatatan untuk mengenai jumlah kehadiran seseorang atau kelompok orang dalam suatu tempat/perusahaan.

Berdasarkan kamus bahasa indonesia, absen adalah tidak bekerjanya seorang pegawai pada saat hari kerja karena sakit, izin, alpa, atau cuti. Absensi adalah daftar administrasi ketidakhadiran pegawai. Kehadiran dan ketepatan waktu karyawan dalam suatu tempat/perusahaan merupakan satu faktor yang penting dalam mencapai tujuan suatu perussahaan dalam memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Untuk mengetahui lebih lanjut tingkat kehadiran karyawan pada Pabrik Tahu Galunggung Putra Jaya menggunakan teknik wawancara secara mendalam bersama Elsa selaku owner dari Pabrik Tahu Galunggung Putra Jaya berdasarkan pernyataan mengenai kehadiran narasumber mengatakan bahwa peraturan seperti absensi yang tertulis itu tidak ada pada pabrik sehingga terjadinya pelanggaran dan jam masuk kerja yang tidak pada ketentuan yang sudah ada. Namun ada peraturan tidak tertulis seperti jam masuk kerja pada pukul 09.00 WITA dan selesai pada pukul 16.00 WITA, dan jika memproduksi lebih banyak maka jam kerja sampai pukul 17.00 WITA, dengan sistem kerja full time. Namun ketepatan waktu kerja, karyawan masih bisa melakukan pelanggaran seperti jam masuk kerja yang tidak tepat serta izin yang bisa tanpa kabar. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa hal ini terjadi karena absensi kehadiran tertulis yang tidak diterapkan pada Pabrik Tahu Galunggung Putra Jaya.

2. Sikap dan Perilaku

Sikap dan perilaku merupakan perilaku karyawan dalam melaksanakan

perusahaan. Sikap dan perilaku karyawan sendiri terdiri dari kepatuhan karyawan dalam menerima pekerjaan, ketekunan karyawan saat menjalankan pekerjaan, serta semangat dan inisiatif yang ditunjukkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

1) Kepatuhan

Kepatuhan merupakan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kepatuhan yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja, semangat kerja, dan terwujudnya tujuan masyarakat, maka setiap orang harus berusaha agar mempunyai kepatuhan yang baik. Dalam hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa kepatuhan karyawan pada peraturan masih cenderung rendah hal itu mungkin disebabkan peraturan yang kurang tegas dari atasan dan juga sanksi yang tidak diterapkan.

2). Ketekunan

Ketekunanan merupakan salah satu indikator penting yang harus ada dimiliki seorang pekerja atau karyawan. Ketekunan juga dapat didefinisikan sebagai suatu usaha seseorang dalam mencapai tujuan ditengah tekanan dan kesulitan dalam bekerja. Ketekunan juga menjadi poin penting dalam menilai kinerja seseorang karyawan, akan tetapi setiap perusahaan pasti memiliki karyawan yang tingkat ketekunannya tinggi dan juga rendah. Tinggi rendahnya tingkat ketekunan karyawan dapat mempengaruhi kapasitas suatu perusahaan. Hal ini sejalan dengan Andika (2018) yang menjelaskan bahwa tinggi rendahnya tingkat ketekunan karyawan sangat mempengaruhi kinerja perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa ketekunan

para karyawan selalu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, adapun beberapa pekerjaan pekerjaan yang tidak dapat selesaikan karena masalah tertentu.

3) semangat dan inisiatif

Semangat dan inisiatif merupakan salah satu halmpenting dalam sikap dan perilaku karyawan. dalam melaksanakan suatu pekerjaan seorang karyawan harus memiliki semangat dan inisiatif agar pekrjaan yang dilakukan dapat selesai tepat waktu tanpa ada masalah yang ditimbulkan. Seperti hal nya pada Pabrik Tahu Galunggung Putra Jaya karyawan mengatakan bahwa mereka mempunyai semangat dan ingin mengeluarkan inisiatif mereka dalam bekerja apalagi jika produksi tahu melebihi dari target harian maka mereka akan lembur dan mendapatkan bonus. Dapat disimpulkan bahwa karyawan semangat jika menapatkan pekerjaan tambahan, karena mereka bisa mendapatkan bonus tambahan gaji atas lemburan yang telah diselesaikan.

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa faktor yang menjadi rendahnya semangat kerja serta inisiatif karyawan dalam bekerja adalah tidak seimbangnya antara pekerjaan dengan upah yang diberikan kepada karyawan dan tidak terpenuhinya perjanjian antara atasan dan bawahan terkait pemberian tambahan gaji.

3. Tanggung Jawab

Tanggung jawab disini adalah kewajiban seorang karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang telah disertakan kepadanya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan. Kesadaran dalam bekerja meliputi bagaimana kesadaran seorang karyawan dalam mentaati peraturan dan bagaimana sikap karyawan terhadap peraturan perusahaan. Dengan tanggung jawab dan kesadaran kerja tersebut, karyawan dapat dan selalu berusaha bekerja sesuai dengan peraturan dan tujuan yang ditetapkan. Karyawan yang bertanggung jawab dengan pekerjaan mempunyai

tanggung jawab secara moral terhadap keberhasilan perusahaan atau organisasi, yang mana rasa tanggung jawab diimplemintasikan dalam sikap dan perilaku kerja yang baik. hal tersebut jelas mncerminkan adanya komitmen yang tinggi dari karyawan, yang berimplikasi pada peningkatan efektifitas organisas. Tanggung jawab sendiri terdiri dari tanggung jawab karyawan terhadap atasan tanggung jawab karyawan terhdap bawahan.

1) Tanggung Jawab Pada Atasan

Tsnggung jawab pada atasan merupakan hubungan dan tugas yang harus dijalankan karyawan yang diberikan oleh seorang pemimpin untuk mencapai tujuan sebuah perusahaan. Seorang karyawan haruslah menunjukkan sikap horamt kepada atasannya, saat seorang atasan memberi satu tugas kepada karyawan, maka karyawan tersebut wajib menjalankan tugas yang diberikan dengan baik. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa untuk beberapa kasus karyawan cukup bertanggung jawab terhadap tugas dari atasannya. Hanya saja jika tugas yang diberikan tidak sesuai dengan job desk karyawan, karyawan akan cenderung memperlihatkan sikap tidak bertanggung jawab terhadap apa yang ditugaskan oleh atasan kepada karyawan. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan kembali bahwa belum ada sanksi yang diberikan kepada karyawan yang tidak bertanggung jawab denga tugas dan pertanggung jawaban pada waktu kerja yang telah diberikan. Pihak pimpinan hanya memberikan teguran ringan sehingga para karyawan tidak memilki rasa takut dan rasa hormat kepada pimpinan mereka. Beberapa karyawan sering menunda waktu kerja dan pekerjaan yang diberikan.

Tanggung jawab pada bawahan merupakan sikap baik yang harus ditunjukkan atasan kepada bawahan, baik itu pimpinan perusahaan. Seorang atasan harus bersifat mendidik dan mampu memberikan pengarahan kepada bawahannya agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk bekerja dengan baik, karena kemajuan karyawan merupakan tanggung jawab atasannya. Seorang atasan harus mampu menjadi panutan bagi bawahannya, tingkah laku atasan harus mencerminkan nilai-nilai yang dianut bawahannya.

Dari wawancara dikatakan bahwa peraturan yang ada pada Pabrik Tahu Galunggung Putra Jaya masih rancu dan tidak adanya peraturan yang tertulis sehingga membuat atasan dan bawahan terjadinya lost komunikasi yang membuat atasan bisa dibilang kurang bertanggung jawab. Dari hasil wawancara dijelaskan bahwa saran solusi yang dapat diberikan adalah perubahan harus dimulai daripimpinan utama, dimana pihak pimpinan harus menjaga karyawan yang telah bertanggung jawab dalam bekerja. Ketika pimpinan dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, maka karyawan yang baik mempunyai alasan untuk ikut tanggung jawab dengan pekerjaan mereka.

Telah dijelaskan, pada umumnya bahwa disiplin kerja seangatlah berpengaruh terhadap aktivitas perusahaan jika disiplin kerja tidak ditegakkan oleh atasan terhadap pegawainya, maka dapat menimbulkan kerugian bagi pabrik itu sendiri. Sebab dengan kedisiplinan itu diharapkan sebagian besar peraturan-peraturan ditaati oleh para perusahaan. Disiplin itu sendiri diartikan sebagai sikap tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan yang ada dalam perusahaan baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

akan dilakukan secara efektif dan efesien. Dengan demikian apabila kedisiplinan tidak dapat ditegakkan maka ada kemungkinan tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat dicapai atau dapat dicapai namun kurang efektif dan efesien.

Para karyawan wajib dituntut untuk memilki loyalitas yang tinggi dan mempunyai antusias dalam bekerja, karena dapat memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap kegiatan dan kelancaran pekerjaan serta lebih efektif dan pengeluaran biaya akan lebih kecil. Alsannya pekerjaan akan lebih menjamin hasil yang lebih besar dan mampu melakukan pekerjaan setiap saat.

Dari beberapa faktor yang mempengaruhi disiplin kerja tersebut maka perlu dikaji kembali serta ditindaklanjuti agar pelaksanaan aktivitas perusahaan berjalan efektif dan efesien. Pengendalian sumber daya manusia merupaka faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi tenaga kerja terutama dalam manajemen sebuah perusahaan. Dengan demikian perusahaan harus memberikan sebuah rangsangan berupa berbagai tambahan tunjangan dan peraturan yang lebih tegas akan membuat karyawan lebih disiplin dalam melakukan pekerjaan. Selain itu juga perlu melakukan pengawasan dan membuat peraturan-peraturan yang lebih ketat.

Kedisiplinan merupakan fungsi operatif manajemen sumber daya manusia yang terpenting. Semakin baik disiplin karyawan pada suatu perusahaan, maka akan semakin tinggi pula prestasi kerja yang dicapai. Sebaliknya tanpa disiplin yang baik, sulit bagi sebuah perusahaan mecapai hasil optimal. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja, semangat kerja, dan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan serta masyarakat pada umumnya. Melalui disiplin kerja akan mencerminkan kekuatan, karena biasanya seseorang yang berhasil dalam karyanya, studinya biasanya adalah merka yang memiliki disiplin yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada nyatanya disiplin dibutuhkan untuk tujuan organisasi yang lebih jauh, guna menjaga efesiensi dengan mencegah dan mengoreksi tindakan-tindakan individu yang tidak baik. kegiatan pendisiplinan juga dimaksudkan untuk mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai standar dan aturan, sehingga tindakan-tindakan penyelewengan dapat dicegah. Dan dengan demikian diharapkan produktivitas kerja setiap karyawan akan meningkat.

Disiplin merupakan hal penting yang harus tetap dijaga jika ingin mencapai tujuan organisasi dengan baik, dan disiplin kerja dapat dilihat sebagai sesuatu yang besar manfaatnya, baik bagi kepentingan organisasi maupun bagi para karyawannya. Bagi organisasi adanya disiplin kerja akan menjamin terpeliharanya tata tertip dan kelancaran pelaksanaan tugas, sehingga diperoleh hasil optimal.

Adapun berikut hasil analisis peneliti mengenai disiplin kerja yang ada pada Pabrik Tahu Galunggung Putra Jaya :

1. Kedisiplinan Pabrik Tahu Galunggung Putra Jaya, terutama absensi dan jam kerja merupakan hal harus selalu dipatuhi dan tentunya menjadi tuntutan agar semua pekerjaan berjalan dengan baik. meskipun terkadang masih ada beberapa karyawan suka ada yang datang terlambat dan izin tanpa kabar serta melebihkan waktu istirahat.

Jaya dalam kepatuhan karyawan pada peraturan masih cenderung rendah hal itu mungkin disebabkan peraturan yang kurang tegas dari atasan dan juga sanksi yang tidak diterapkan hanya dengan teguran saja. Meskipun kepatuhan karywan masih kurang baik namun pada ketekunan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan cukup baik, karena para karyawan selalu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, adapun beberapa pekerjaan pekerjaan yang tidak dapat selesaikan karena masalah tertentu. Dengan adanya semangat dan inisiatif karyawan juga mampu mengembangkan tujuan pada perusahan seperti hal nya pada Pabrik Tahu Galunggung Putra Jaya Seperti hal nya pada Pabrik Tahu Galunggung Putra Jaya mereka mempunyai semangat dan ingin mengeluarkan inisiatif mereka dalam bekerja apalagi jika produksi tahu melebihi dari target harian maka mereka akan lembur dan mendapatkan bonus. Dapat disimpulkan bahwa karyawan semangat jika mendapatkan pekerjaan tambahan, karena mereka bisa mendapatkan bonus tambahan gaji atas lemburan yang telah diselesaikan.

3. Kedisiplinan dalam tanggung jawab Pabrik Tahu Galunggung Putra Jaya pentingnya tanggung jawab pada sebuh pekerjaan dengan adanya rasa tanggung jawab tujuan perusahaan serta kedisiplinan dalam sebuah organisasi maupun perusahaan maka tidak akan terjadi pelanggaran, namun bisa dikatakan tidak semua karyawan memiliki rasa tanggung jawab yang sama untuk beberapa kasus karyawan cukup bertanggung jawab terhadap tugas dari atasannya. Hanya saja jika tugas yang diberikan tidak sesuai dengan job desk karyawan, karyawan akan cenderung memperlihatkan sikap tidak bertanggung jawab terhadap apa yang ditugaskan oleh atasan kepada karyawan. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan kembali bahwa belum ada sanksi yang diberikan kepada karyawan yang tidak bertanggung jawab denga tugas dan pertanggung jawaban pada waktu kerja yang telah diberikan. Pihak pimpinan hanya memberikan teguran ringan sehingga para karyawan tidak memilki rasa takut dan rasa hormat

Adapun tanggung jawab atasan terhadap bawahan, tugas dan tanggung jawab atasan adalah sebuah contoh dan acuan para bawahan agar organisasi dapat mencapai tujuan dengan disiplin yang diterapkan serta peraturan yang ditegaskan oleh atasan sangat mempengaruhi hasil dan tujuan. Seorang atasan harus mampu menjadi panutan bagi bawahannya, tingkah laku atasan harus mencerminkan nilai-nilai yang dianut bawahannya. Pada Pabrik Tahu Galunggung Putra Jaya masih rancu dan tidak adanya peraturan yang tertulis sehingga membuat atasan dan bawahan terjadinya lost komunikasi yang membuat atasan bisa dibilang kurang bertanggung jawab. Dari hasil dijelaskan bahwa saran solusi yang dapat diberikan adalah perubahan harus dimulai daripimpinan utama, dimana pihak pimpinan harus menjaga karyawan yang telah bertanggung jawab dalam bekerja. Ketika pimpinan dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, maka karyawan yang baik mempunyai alasan untuk ikut tanggung jawab dengan pekerjaan mereka.

Ketegasan atasan menjadi salah satu upaya dalam menangani pelaksanaan disiplin kerja dalam hal meningkatkan produktivitas karyawan, ketegasan harus dimiliki oleh pemimpin. Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi kedisiplinan karyawan, juga pastinya akan mempengaruhi seberapa besar karyawna dalam meningkatkan produktivitas kerjanya. Dengan demikian pimpinan akan dapat memelihara kedisiplinan karyawan perusahaan.

BAB V

Dokumen terkait