BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan
37
Dari data pada tabel tersebut diatas terlihat bahwa julah tahanan dan narapidana menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang dimiliki sangat berpariasi yaitu mulai dari yang tidak sekolah sampai dengan pendidikan S2 dengan uraian sebagai berikut yaitu yang tidak sekolah 11 orang. tidak lulus SD 6 orang, SD 24 orang, SMP 22 orang, SMA 43 orang S1 6 orang dan S2 1 orang sehingga terlihat bahwa pada umumnya narapidana dan tahanan yang ada pada Rutan Kelas II B Enrekang berpendidikan SMA 43 orang.
38
Mengunjungi Keluarga, PB, CMB dan CB, Kepdirjen PAS Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan PAS.
Selain hal tersebut diatas juga dalam pengumpulan data penulis membagikan kuesioner terhadap responden yang telah ditentukan yaitu aparat Rutan Kelas II B Enrekang dan para tahanan dalam rangka mendukung data- data yang diperoleh melalui kuesioner juga penulis melakukan wawancara langsung terhadap para aparat Rutan dan Narapidana.
Adapun hasil dan data-data yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara dapat dilihat pada uraian berikut ini:
1. Kemampuan Merespon Dan Menanggapi Keluhan
Didalam penelitian tentang permasalahan bagaimana kemampuan merespon dan menanggapi keluhan baik dari tahannan maupun para pengunjung maka sesuai dengan SOP yang telah di tetapkan oleh Rutan Kelas II B Enrekang, maka hasil yang diperoleh setelah dilakukan penelitian dengan pengumpulan data melalui pembagian kuesioner terhadap responden dapat dilihat hasilnya pada tabel berikut:
39
Tabel 4.4
Tanggapan Responden Terhadap Kemampuan Merespon dan Menanggapi Keluhan
No. Tanggapan Responden Jumlah %
1. Sangat Cepat 3 8.57
2. Cepat 31 88.57
3. Cukup Cepat 1 2.86
4. Kurang Cepat - 0
Jumlah 35 100
Sumber: Data Diolah Dari Hasil Penelitian, Juni 2020
Dalam pemberian pelayanan publik pada Rutan Kelas II B Enrekang para aparat/ petugas dituntut bekerja secara professional sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik terhadap narapidana atau tahanan maupun para pengunjung, salah satunya bagaimana merespon dan menanggapi keluhan yaitu seperti tanggap dan cepat merespon layanan terhadap setiap aduan yang diberikan oleh aduan masyarakat, kemudian pegawai yang dapat memberikan pelayanan yang baik serta pegawai yang mampu tanggap secara secara cepat merespon setiap aduan yang ada seperti pada tanggapan responden pada tabel tersebut diatas. Dari tanggapan responden tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan aparat/ petugas Rutan Kelas II B Enrekang dalam merespon dan menanggapi setiap keluhan dapat disimpulkan bahwa sudah cepat merespon dan menanggapi keluhan setiap yang ada. Dimana dari 35 responden yang menyatakan cepat 31 orang (88.57), yang menyatakan sangat cepat 3 orang (8.57) dan yang menyatakan kurang cepat 1 orang (2.86).
40
Selain data tersebut diatas juga diperoleh informasi melalui wawancara penulis dengan kepala Rutan Kelas II B Enrekang bapak Tubgs yang mengatakan bahwa:
“Dalam merespon dan menanggapi keluhan para aparat/ petugas telah dilaksanakan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan dan juga setiap aparat/ petugas telah melaksanakan tugasnya sehingga setiap keluhan cepat direspon sesuai kebutuhan yang diinginkan. Walaupun pada Rutan Kelas II B Enrekang dalam pemberian pelayanan petugas/
aparat yang ada kami masih kekurangan”
(Hasil wawancara pada tanggal 12 Juni 2020)
Selain tanggapan responden tersebut diatas juga diperoleh data tentang bagaimana kemampuan merespon dan menanggapi keluhan dengan kesiapan dan kemampuan aparat Rutan terhadap setiap keluhan yang masuk sesuai SOP seperti halnya masyarakat langsung melaporkan pada aplikasi aduan, dan pegawai yang dapat memberikan pelayanan yang baik serta pegawai yang mampu tanggap dan cepat, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.5
Tanggapan Aparat/ Petugas Terhadap pelaksanaan SOP layanan pengaduan
No. Tanggapan Responden Jumlah %
1. Sangat Lancar 2 15.38
2. Lancar 11 84.62
3. Cukup Lancar - 0
4. Kurang Lancar - 0
Jumlah 13 100
Sumber: Data Diolah Dari Hasil Penelitian, Juni 2020
41
Selanjutnya dalam merespon dan menanggapi keluhan yang diperoleh informasi atau data-data dari aparat/ petugas seperti yang terlihat pada tabel 4.5 yaitu dalam merespon dan menanggapi keluhan yang ada sesuai dengan data dimana dari 13 responden yang ada yang menyatakan lancer 11 orang (84.62), yang menyatakan sangat lancer 2 orang (15.38). Ini dapat disimpulkan bahwa dalam merespon dan menanggapi keluhan telah berjalan secara lancer sebab pihak Rutan Kelas II B Enrekang menyediakan kotak saran dan aplikasi SDP (Sistem Database Permasyarakatan) yang mempunyai petugas yang dapat memberikan petunjuk bagi setiap orang yang mengajukan pengaduan.
Seperti halnya juga sesuai pernyataan yang diberikan oleh Kp Satuan Pengamanan Rutan bapak M.sn yang mengatakan bahwa:
“Setiap petugas/ aparat selalu siap menerima aduan yang ada dengan membagi tgas sehingga terjalin hubungan yang baik antara petugas dan narapidana dalam suasana kekeluargaan, hal ini dimaksudkan agar pemberian pelayanan bisa berjalan dengan lancer dan mempermudah atau mempercepat menerima setiap keluhan yang ada”
(Hasil Wawancara pada tanggal 23 Juni 2020)
Sehubungan pernyataan responden dan hasil wawancara terhadap aparat/ petugas, maka sesuai dengan pengamatan penulis dapat disimpulkan bahwa Rutan Kelas II B Enrekang dalam pemberian pelayanan publik telah dapat dikatakan berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan terutama dalam kemampuan merespon dan menanggapi setiap keluhan yang ada, dimana pada umumnya telah mengatakan telah cepat merespon dan menanggapi serta telah mampu mengaplikasikan setiap sistem yang ada. Walaupun demikian didalam pelaksanaannya masih ada beberapa kendala yang dihadapi tetapi tidak
42
menjadi hambatan yang berarti seperti halnya terbatasanya aparat/ petugas yang ada karena pihak Rutan Kelas II B Enrekang melakukan penjadwalan dan memaksimalkan setiap petugas yang ada.
2. Kecepatan, Kecermatan, dan Ketepatan Melayani
Dalam rangka melaksanakan responsivitas pelayanan publik pada Rutan kelas II B Enrekang, maka di perlukan aparat atau negeri sipil yang mempunyai kemampun dan memahami tugas pokok dan fungsinya sehingga secara profesional melaksanakan tugasnya seperti kecepatan, kecermatan, dan ketepatan dalam melayani tahanan dan narapidana serta para pengunjung sebagaimana yang telah di atur didalam SOP yang telah di tetapkan. Namun dalam pelaksanaannya sesuai yang penulis amati di lapangan maka dapat di peroleh gambaran umum atau data-data yang di berikan oleh responden yang telah di tentukan yaitu pada tabel berikut ini:
Tabel 4.6
Tanggapan Responden Terhadap Kecepatan dalam melayani No
...
Tanggapan Responden Jumlah %
1. Sangat Cepat 9 25.71
2. Cepat 21 60
3. Cukup Cepat 5 14.29
4. Kurang Cepat - 0
Jumlah 35 100
Sumber: Data Diolah Dari Hasil Penelitian, Juni 2020
Berkaitan hal tersebut diatas sebagaimana pada hasil penelitian terlihat
43
bahwa kemampuan aparat/ petugas Rutan Kelas II B Enrekang dalam merespon setiap permasalahan yang ada seperti halnya dalam kecepatan pemberian pelayanan dapat dilihat pada tabel tersebut diatas yaitu dari 35 responden yang ada 21 orang (60) yang menyatakan cepat kemudian 9 orang (25.71) yang menyatakan sangat cepat serta 5 orang (14.29) yang menyatakan cukup cepat. Dari tanggapan responden tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam pemberian pelayanan pada Rutan Kelas II B Enrekang telah cepat dalam melaksanakan tugas.
Selain tanggapan responden tersebut diatas juga diperoleh data-data tentang kecermatan aparat dalam melayani pada Rutan Kelas II B Enrekang sebagai berikut:
Tabel 4.7
Tanggapan Responden Terhadap Kecermatan Dalam Melayani
No. Tanggapan Responden Jumlah %
1. Sangat Cermat 7 20
2. Cermat 26 74.29
3. Cukup Cermat 2 5.71
4. Kurang Cermat - 0
Jumlah 35 100
Sumber: Data Diolah Dari Hasil Penelitian, Juni 2020
Selain tanggapan responden diatas jga diperoleh data atau informasi tentang aparat/ petugas dalam kecermatan melaksanakan tugas seperti dilihat pada tabel 4.7 yaitu dimana dari 35 responden yang ada yang menyatakan
44
cermat 26 orang (74.29) dan yang menyatakan sangat cermat 7 orang (20) serta yang menyatakan cukup cermat 2 orang (5.71).
Selanjutnya dalam merespon ketepatan melayani maka dibutuhkan petugas/ aparat yang mempunyai kemampuan melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga tidak salah dalam melaksanakannya dan pihak yang dilayani merasa puas. Namun kenyataannya sesuai data yang diperoleh melalui hasil penelitian dapat dilihat pada tanggapan responden berikut ini:
Tabel 4.8
Tanggapan Responden Terhadapa Ketepatan Dalam Melayani
No Tanggapan Responden Jumlah %
1. Sangat Cepat 7 20
2. Cepat 23 65.71
3. Cukup Cepat 4 11.42
4. Kurang Cepat 1 2.87
Jumlah 35 100
Sumber: Data Diolah Dari Hasil Penelitian, Juni 2020
Sedangkan ketepatan petugas/ aparat dalam melaksanakan tugas khususnya ketepatan terhadap melaksanakan ketentuan yang telah ditetapkan sehingga dilayani merasa puas dan tidak merasa dirugikan, namun untuk lebih jelasnya bagaimana ketepatan aparat/ petugas Rutan Kelas II B Enrekang dalam melaksanakan pelayanan dilihat pada tabel 4.8 yaitu dimana dari 35 responden yang ada 23 orang (65.71) yang menyatakan tepat, kemudian yang menyatakan sangat tepat 7 orang (20) dan yang menyatakan cukup tepat 4
45
orang (11.42) serta yang meyatakan kurang tepat 1 orang (2.87) sehingga dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang ada pada Rutan Kelas II B Enrekang telah berjalan tepat sesuai ketentuan yang ada melalui SOP (Standar Operasional Prosedur) yang telah ditetapkan.Namun dari tanggapan responden tersebut juga ada pernyataan responden yang menyatakan cukup tepat (11.42) dan yang menyatakan kurang tepat (2.87) ini diakibatkan karena terbatasnya aparat/
petugas yang ada pada Rutan Kelas II B Enrekang dibanding dengan jumlah tahanan dan narapidana yang ada.
Selain data tersebut diatas juga diperoleh informasi melalui wawancara penulis dengan Staf Pelayanan Ibu Wnd yang mengatakan bahwa:
“Kalo masalah dalam pemberian pelayanan terutama dalam pembinaan sumber daya manusi para tahanan dan narapidana sebagian sangat rendah sehingga mengalami kendala dan terlambat memahami setiap informasi-informasi yang diberikan”.
(Hasil Wawancara pada tanggal 23 Juni 2020) Selain tanggapan responden tersebut diatas juga diproleh data-data yang diberikan oleh petugas/ aparat sebagai pihak yang memberikan pelayanan mengenai kecepatan, kecermatan, dan ketepatan dalam memberikan pelayanan, ini dilakukan karena aparat/ petugas dianggap bisa memberikan informasi yang akurat karena mereka melaksanakannya setiap hari seperti tanggapan responden sebagai berikut:
46
Tabel 4.9
Tanggapan Aparat/ Petugas Terhadap Kecepatan, Kecermatan, dan Ketepatan Melayani Dalam Melaksanakan Pelayanan
No. Tanggapan Responden Jumlah %
1. Sangat Baik 5 38.46
2. Baik 7 53.85
3. Cukup Baik 1 7.69
4. Kurang Baik - 0
Jumlah 13 100
Sumber: Data Diolah Dari Hasil Penelitian, Juni 2020
Disamping pernyataan responden diatas, juga diperoleh informasi atau data-data dari aparat/ petugas Rutan Kelas II B Enrekang tentang bagaimana merespon kecepatan, kecermatan dan ketepatan melaksanakan tugas yang terlihat pada tabel 4.9 dimana dari 13 responden yang ada yang menyatakan baik 7 orang (53.85) kemudian yang menyatakan sangat baik 5 orang (38.46) serta yang menyatakan cukup baik 1 orang (7.69) maka dari data tersebut dapat disimpulkana bahwa aparat dalam melaksanakan tugasnya telah berjalan dengan baik.
Berdasarkan data dan informasi baik yang diperoleh melalui pernyataan responden maupun wawancara terhadap Staf pelayanan Rutan Kelas II B Enrekang serta sesuai pengamatan penulis dilapangan maka diperoleh informasi atau data bahwa dalam responsive pemberian pelayanan pada Rutan Kelas II B Enrekang mengenai kecepatan, kecermatan dan
47
ketepatan telah sebagaian besar berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan walaupun demikian didalam pemberian pelayanan khususnya pembinaan terhadap para narapidana dan tahanan ada kendala yang dihadapi yaitu adanya sebagian narapidana dan tahanan yang lambat memahami informasi yang diberikn diakibatkan karena rendahnya pendidikan yang dimiliki.
3. Ketapatan Waktu Dalam Melayani
Rutan Kelas II B Enrekang dalam mengimplementasikan visi misinya, sebagaimana yang telah diatur berdasarkan undang-undang dan ditindak lanjuti dengan penyusununan SOP (Standar Operasional Prosedur) sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebgai institusi pemberian pelayanan baik kepada tahanan dan narapidana maupun masyarakat secara keseluruhan untuk mencapai tujuan sebagaiman yang dituangkan di dalam SOP (Standar Operasional Prosedur) Rutan Kelas II B Enrekang maka para aparat/ petugas dituntut bekerja secara professional seperti halnya aparat/
petugas harus mampu mengaplikasikan segala perangkat yang ada kemudian pegawai harus mempunyai pengetahuan dan keahlian dibidangnya.Ini dimaksudkan agar pelayanan yang diberikan dapat lebih baik dan tepat waktu yang telah ditentukan agar pelayanan yang diberikan dapat lebih prima.
Selain itu untuk memberikan responsivitas pelayanan publik dibutuhkan aparat/ petugas yang mempunyai kapabilitas yang tinggi yang mempunyai pengetahuan yang cukup sehingga dapat memberikan pelayanan prima terhadap setiap narapidana dan tahanan serta para pengunjung, dimana
48
dalam memberikan pelayanan pada Rutan Kelas II B Enrekang telah ditentukan jadwal-jadwal dalam pemberian pelayanan agar bisa dipantau, diawasi, apakah benar-benar telah sesuai waktu pelayanan yang diberikan. Namun kenyataanya pada pelaksanaannya sesuai pengamatan penulis dilapangan dapat dilihat pada tanggapan responden sebagai berikut:
Tabel 4.10
Tanggapan Responden Terhadap Ketepatan Waktu Pelayanan
No. Tanggapan Responden Jumlah %
1. Sangat Tepat Waktu 3 8.57
2. Tepat Wakt 24 68.57
3. Cukup Tepat Waktu 7 20
4. Kurang Tepat Waktu 1 2.86
Jumlah 35 100
Sumber: Data Diolah Dari Hasil Penelitian, Juni 2020
Berkaitan hal tersebut diatas sebagaiamana pada hasil penelitian terlihat bahw bagaimana pemberian pelayanan yang diberikan oleh aparat/
petugas Rutan Kelas II B Enrekang apakah telah tepat waktu sesuai yang telah diatur berdasarkan SOP (Standar Operasional Prosedur) dapat dilihat pada tabel tersebut diatas yaitu dari 35 responden yang menyatakan bahwa pelayanan yang diberikan telah tepat waktu sebanyak 24 orang (68.57), yang menyatakan cukup tepat waktu 7 orang (20) dan yang menyatakan sangat tepat waktu 3 orang (8.57) serta yang menyatakan kurang tepat waktu 1 orang (2.86).
49
Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana ketepatan waktu yang diberikan oleh aparat/ petugas juga dapat diperoleh informasi dari petugas itu sendiri, sebab mereka dapat mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pemberian pelayanan sebagaimana terlihat pada tanggapan responden sebagai berikut:
Tabel 4.11
Tanggapan Aparat/ Petugas Terhadap Ketepatan Waktu Pelayanan
No. Tanggapan Responden Jumlah %
1. Sangat Tepat Waktu 4 30.77
2. Tepat Waktu 6 46.16
3. Cukup Tepat Waktu 2 15.38
4. Kurang Tepat Waktu 1 7.69
Jumlah 13 100
Sumber: Data Diolah Dari Hasil Penelitian, Juni 2020
Selain data tersebut juga diperoleh informasi bagaimana ketepatan waktu melayani pada Rutan Kelas II B Enrekang diperoleh dari data aparat/
petugas sebagai unsur pemberian pelayanan sebagaimana terlihat pada tabel 4.11 yaitu dari 13 responden yang menyatakan tepat waktu 6 orang (46.16), yang menyatakan sangat tepat waktu 4 orang (30.77) dan yang menyatakan cukup tepat waktu 2 orang (15.38) serta yang menyatakan kurang tepat waktu 1 orang (7.69).
Dari data tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian pelayanan pada Rutan Kelas II B Enrekang telah tepat waktu sesuai
50
jadwalyang telah ditentukan, ini terlihat baik pernyataan yang diberikan narapidana atau tahanan yang menyatakan telah tepat waktu sebanyak (68.57) dari 35 responden sedangkan dari 13 responden aparat/ petugas yang menyatakan telah tepat waktu (46.16). Namun ada beberapa responden yang menyatakan cukup tepat waktu dan kurang tepat waktu ini diakibatkan karena terbatasnya aparat/ petugas Rutan Kelas II B Enrekang dibanding dengan unsur yang dilayani baik narapidana atau tahanan maupun masyarakat secara umum serta juga dalam pemberian pelayanan khusunya terhadap tahanan atau narapidana mengalami hambatan berhubung sebagian besar mempunyai sumber daya manusia yang rendah.
Sejalan dengan pernyataan respoden tersebut diatas maka sesuai dengan pernyataan Sub Seksi Pengelolaan Ibu Frd mengatakan bahwa:
“Didalam pemberian pelayanan pada Rutan Kelas II B Enrekang diupayakan agar setiap pemberian pelayanan sesuai dengan waktu yang ditentukan walaupun didalam pelaksanaannya kami biasa mengalami kendala berhubung ada kegiatan-kegiatan lain yang dilaksanakan sehingga pemberian pelayanan biasa terlambat, ini diakibatkan karena keterbatasan aparat yang dimiliki dibanding dengan pihak yang yang dilayani walaupun demikian pihak Rutan Kelas II B Enrekang berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan yang ada tetap berjalan dengan baik”.
(Hasil Wawancara pada tanggal 23 Juni 2020) Berdasarkan data yang diperoleh baik melalui tanggapan responden maupun hasil wawancara, maka sesuai pengamatan penulis mengenai ketepatan waktu pelayanan pada Rutan Kelas II B Enrekang pada umumnya telah tepat waktu walaupun demikian biasa terjadi keterlambatan pemberian pelayanan itu diakibatkan karena keterbatasan aparat yang dimiliki tetapi pihak Rutan Kelas II B Enrekang selalu mengupayakan agar pemberian pelayanan
51
tetap berjalan dengan baik dengan memberikan jadwal-jadwal terhadap setiap aparat/ petugas yang ada agar apabila terjadi kegiatan-kegiatan lain yang dilaksanakan maka aparat/ petugas dapat bergantian atau bergiliran.
52
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Responsivitas Pelayanan Publik Dirumah Tahanan Negara Kelas II B Enrekang. Sehinga untuk mengukur responsive pelyananan yang diberikan oleh aparat/ petugas berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
1. Kemampuan Merespon dan Menanggapi Keluhan
Dari tanggapan responden dalam pemberian pelayanan pada Rutan Kelas II B Enrekang dalam merespon dan menanggapi keluhan para aparat/
petugas telah memberikan pelayanan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan dan petugas telah melaksanakan tugasnya sehingga setiap keluhan cepat direspon sesuai kebutuhan yang diinginkan.
2. Kecepatan, Kecermatan dan Ketepatan Melayani
Dari tanggapan responden dalalam pemberian pelayanan pada Rutan Kelas II B Enrekang telah cepat dalam melaksanakan tugasnya. Kemudian mengenai indicator kecermatan melayani, pihak Rumah Tahanan telah memberikan pelayanan dengan baik dan cermat sedangkan untuk ketepatan melayani, pelayanan yang diberikan pihak rumah tahanan telah berjalan tepat sesuai ketentuan yang ada melalui SOP yang telah ditetapkan.
53
3. Ketepatan Waktu Melayani
Dalam pemberian pelayanan pada Rutan Kelas II B Enrekang telah tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan atau tidak mengulur-ngulur waktu dalam melayani.
Walaupun kenyataannya dalam pelaksanaan pelayanaan pada Rutan Kelas II B Enrekang telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan seperti halnya dalam kecepatan merespon setiap aduan kemudian aparat/ petugas telah cermat, cepat, dan tepat dalam melaksanakan tugas serta telah tepat waktu dalam pemberian pelayanan. Namun demikian masih ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pemberian pelayanan pada Rutan Kelas II B Enrekang yaitu terbatasnya aparat/ petugas dibanding dengan unsur yang dilayani serta sebagian besar narapidana atau tahanan mempunyai pendidikan yang rendah sehingga dalam pemberian pelayanan khusunya dalam pembinaan sangat lambat diterima. Namun demikian pihak Rutan Kelas II B Enrekang mengupayakan dan menciptakan suasana secara kekeluargaan agar aparat/
petugas saling berkomunikasi dengan baik.
B. Saran-Saran
Dalam responsive pemberian pelayanan pada Rutan Kelas II B Enrekang telah berjalan dengan baik namun masih ada beberapa kendala yang dihadapi untuk itu disarankan:
1. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu kendala dalam memberikan pelayanan terhadap narapidana atau tahanan terutama dalam pembinaan masih sangat rendah karena kurangnya aparat/ petugas Rutan Kelas II B Enrekang, maka dari itu diharapkan untuk
54
memaksimalkan atau merekrutmen jumlah pegawai sesuai dengan kebutuhan.
2. Dengan adanya kendala yang dihadapi dalam pemberian pelayanan khusus rendahnya pendidikan yang dimiliki para tahanan atau narapidana, maka disarankan kepada pihak Rutan kelas II B Enrekang agar memberikan pembinaan khusus dan pemberian pendidikan dan Latihan kepada narapidan atau tahanan yang mempunyai pendidikan rendah sehingga diharapkan mereka dapat lebih cepat menerima informasi-informasi yang diberikan.
55
DAFTAR PUSTAKA BUKU
Dwiyanto, Agus. (2006). Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada Universty Press.
Hardiansyah. (2011). Kualitas Pelayanan Publik Konsep, Dimensi, Indikator dan Implementasinya. Yogyakarta: Gava Media.
Nurmandi, Ahmad. (2010). Manajemen Pelayanan Publlik. Yogyakarta: PT.
Sinergi Visi Utama.
Ratminto, & Winarsih, Atik septi. (2005). Manajemen Pelayanan. Yogyakarta:
Pustaka Belajar.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Suprayogi sugiandi, yogi 2011, “Administrasi Publik: Konsep Dan Perkembangan Ilmu Di Indonesia”. Bandung: graham ilmu.
Tangkilisian, Hessel Nogi. 2005. Manajemen Publik. Jakarta. Gramedia Widiasarana Indonesi.
Widodo, Joko. 2007. Analisis Kebijakan Publik. Malang: Bayu Media.
PERATURAN UU
UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
UU No. 12 Tahun 1995 tentang Permasyarakatan JURNAL
Mahsyar, A. (2011). Konstruksi Model Perilaku Pelayanan Street-Level Birokrasi pada Puskesmas Di Kota Makassar. PROSIDDING, 197.
Mawarni y. (2014). Responsivitas Pelayanan Publik Di Puskesmas Berstandar Iso 9001:2008 (Studi Pada Puskesmas Jeruk Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya. Jurnal Publika Voll. 2. 3
Ramadhani, M., Mahsyar, A., & Usman, J. (2016). Pelaksanaan Program
Pembinaan Narapidana Wanita Di Lembaga Permasyarakatan Wanita Klas Iia Sungguminasa. Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, 2(3), 337-350.
56
Rusman, R. B., Mahsyar, A., & Abdi, A. (2017). Penerapan Sistem Manajemen Mutu Iso 9001: 2008 Dalam Pelayanan Publik Di Pt. Pln Rayon Mattoangin. Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, 3(1), 79-94.
Setyawan S (2013). Penanganan Pengaduan (Complaint Handling) Dalam Pelayanan Publik (Studi Tentang Transparansi, Responsivitas, Dan Akuntabilitas Dalam Penanganan Pengaduan Di Kantor Pertahanan Kota Surabaya ii. Vol. 1. 6
Yunardhani Rakei (2013). Efektifitas Lembaga Permasyarakatan Di Indonesia.
Jurnal sosiologi. Vol 15. 2
Susanto, J., & Angraini, Z. (2019). KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR CAMAT TABIR ULU KABUPATEN MERANGIN.
Jurnal Administrasi Negara, 25(2), 105-122.
WEB
(Https://makassar.tribunnews.com/2019/22/22/pantau-pelayanan-pembinaan- tahanan-hakim-wasmat-pn-enrekang-sambangi-rutan-
enrekang?page=3
57
KUESIONER PENELITIAN
“RESPONSIVITAS PELAYANAN PUBLIK DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS II B ENREKANG”
Terimah kasih atas partisipasi anda menjadi salah satu responden untuk mengisi kuesioner ini. Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat dalam rangka penyelesaian studi pada Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Makassar. Kuesioner ini merupakan salah satu instrument penelitian yang dilakukan.
Peneliti : Fitriani
Nim : 105611100816
Jurusan : Ilmu Administrasi Negara Fakultas : Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik A. IDENTITAS RESPONDEN
1. Nama :
2. Usia :
3. Jenis Kelamin : 4. Pendidikan Terakhir :
B. PETUNJUK PENGESAHAN KUESIONER
2. Mohon dengan hormat bantuan dan kesedian Bapak Saudara (i) untk menjawab seluruh pertanyaan yang ada dalam kuesioner ini.
3. Berilah tanda silang (X) pada pertanyaan yang sesuai dengan pendapat anda.
58
PERTANYAAN:
A. NARAPIDANA
1. Apakah aparat Rutan cepat merespon setiap usulan keluhan yang diberikan?
a. Sangat Cepat b. Cepat
c. Cukup Cepat d. Kurang Cepat
2. Apakah pelayanan yang diberikan aparat Rutan cepat dan tepat melayani dalam setiap permasalahan yang ada?
a. Sangat Cepat b. Cepat
c. Cukup Cepat d. Kurang Cepat
3. Bagaimana aparat Rutan cermat dalam melaksanakan tugas?
a. Sangat Cermat b. Cermat
c. Cukup Cermat d. Kurang Cermat
4. Bagaimana pelayanan yang diberikan oleh aparat tepat waktu sesuai dengan SOP yang telah ditentukan?
a. Sangat Tepat Waktu b. Tepat Waktu