• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

56

57

gambar yang ada pada buku. Guru meminta kepada murid untuk menjawab pertanyaan dengan mencocokkan gambar dengan keterangannya.

Setelah semua murid memahami makna gambar di dalam buku tersebut, guru kemudian minta mereka duduk berdekatan dengan teman pasangan dan meminta kepada setiap pasangan secara bergantian untuk tampil di depan kelas sambil menjelaskan keterangan gambar yang tertera pada buku di depan teman- temannya.

Guru memberikan waktu kepada murid yang ingin bertanya mengenai pembelajaran yang telah diberikan dan guru memberikan kesempatan kepada murid untuk menyimpulkan pembelajaran. Guru memberikan penguatan positif berupa pujian terhadap murid. Pada tahap akhir atau pada pertemuan akhir guru memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah kepada semua murid untuk mengetahui pendalaman materi yang telah diberikan oleh guru dan untuk mengetahui hasil akhir setelah mempelajari materi tersebut.

B. Deskripsi Data Penelitian

Untuk menggunakan data tentang hasil belajar PKn, peneliti menggunakan data hasil prestest dan posttest atau tes awal sebelum diberikan materi pembelajaran dan tes akhir setelah diberikan perlakuan. Soal pretest dan posttest terdiri dari 5 butir soal essay. Adapun data dari hasil pretest dan posttest sebagai berikut :

58 Tabel 4.1

Daftar Nilai Hasil Pretest dan Posttest

No. Nama Pretest Posttest

1. A 50 80

2. B 40 80

3. C 40 60

4. D 50 85

5. E 75 90

6. F 50 85

7. G 75 95

8. H 60 95

9. I 55 90

10. J 80 95

11. K 85 100

12. L 55 85

13. M 65 95

Jumlah 780 1135

Rata-rata 60 87,3

Berdasarkan tabel 4.1 di atas dapat diketahui bahwa untuk hasil pretest dan posttest mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan melalui penggunaan media pembelajaran kartu kuartet. Nilai terendah pada saat pretest

59

yaitu 40 sedangkan nilai tertingginya yaitu 85. Setelah diberikan perlakuan (posttest), maka hasil belajar murid mengalami peningkatan dengan nilai terendah yaitu 60 dan nilai tertinggi yaitu 100.

1. Deskripsi Data Pretest

Pemberian pretest dilakukan sebelum kelas diberikan perlakuan yang berbeda. Hasil deskripsi data pretest dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.2 Deskripsi Data Pretest

Statistics Pretest

N Valid 13

Missing 0

Mean 60,0000

Median 55,0000

Std. Deviation 14,86046

Minimum 40,00

Maximum 85,00

Sum 780,00

Berdasarkan tabel 4.2 di atas diketahui bahwa hasil pretest diperoleh data sebanyak 13 dengan jumlah data 780. Nilai rata-rata pretest yaitu 60 dengan median 55 dan modusnya 14,86. Nilai maksimumnya adalah 85 dan nilai minimumnya adalah 40.

60 2. Deskripsi Data Posttest

Pemberian posttest dilakukan setelah kelas diberikan perlakuan yang berbeda. Hasil deskripsi data posttest dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.3

Deskripsi Data Posttest Statistics

Postest

N Valid 13

Missing 0

Mean 87,3077

Median 90,0000

Std. Deviation 10,33106

Minimum 60,00

Maximum 100,00

Sum 1135,00

Berdasarkan tabel 4.5 di atas diketahui bahwa hasil posttest diperoleh data sebanyak 13 dengan jumlah data 1135. Nilai rata-rata posttest yaitu 87,3 dengan median 90 dan modus 10,33. Nilai maksimumnya adalah 100 dan nilai minimumnya adalah 60.

C. Analisis Data dan Hasil Penelitian

1. Uji normalitas Data Pretest dan Posttest

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah subjek yang diteliti tersebut berdistribusi normal atau tidak normal. Dalam uji normalitas ini

61

peneliti menggunakan bantuan program SPSS. Adapun syarat suatu data dapat dikatakan berdistribusi normal ialah jika nilai signifikansi > 0,05.

Tabel 4.4

Hasil Uji Normalitas Pretest dan Posttest One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

PRETEST POSTEST

N 13 13

Normal Parametersa,b

Mean 60,0000 87,3077

Std.

Deviation

14,86046 10,33106

Most Extreme

Differences

Absolute ,170 ,181

Positive ,170 ,151

Negative -,151 -,181

Kolmogorov-Smirnov Z ,614 ,652

Asymp. Sig. (2-tailed) ,846 ,789

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Berdasarkan tabel 4.4 hasil uji normalitas data di atas diketahui bahwa hasil pretest signifikansinya 846. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi normal karena signifikansinya 846>0,05. Sedangkan data hasil posttest signifikansinya 789. Hal ini juga menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi normal karena signifikansinya 789>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua data hasil uji normalitas terbukti berdistribusi normal.

62 2. Uji Homogenitas

a. Uji Homogenitas

Uji homogenitas pretest dilakukan untuk mengetahui sama atau tidaknya tingkat varian data. Adapun kriteria pengambilan keputuan adalah jika signifikansinya lebih dari 0,05. Dalam uji homogenitas ini penelitti menggunakan bantuan program SPSS.

Tabel 4.5 Uji Homogenitas Data Test of Homogeneity of Variances HASIL BELAJAR

Levene Statistic df1 df2 Sig.

2,920 1 24 ,100

Berdasarkan tabel 4.5 di atas, diketahui bahwa hasil dari pretest dan posttest signifikansinya 0,1 maka dapat disimpulkan bahwa varian yang dimiliki pretest dan posttest berbeda dan homogen karena 0,1>0,05.

3. Uji Hipotesis

Untuk menguji Hipotesis, data harus homogen dan normal. Uji hipotesis pretest dan posttest dengan menggunakan T-test untuk mengetahui kemampuan awal sebelum menggunakan media pembelajaran kartu kuartet dan sesudah menggunakan media pembelajaran kartu kuartet.

Dalam uji data T-test ini peneliti menggunakan program SPSS. Adapun

63

kriteria pengujian hipotesis adalah jika signifikan T-test > 0,05 Atau jika t

Hitung > t Tabel maka jika Ha diterima berarti terdapat pengaruh penggunaan

media pembelajaran kartu kuartet terhadap hasil belajar PKn murid kelas V. Sedangkan jika signifikan T-Test < 0,05 Maka Ha di tolak.

Tabel 4.6

Tabel Uji Hipotesis Data Pretest dan Posttest Paired Samples Test

Paired Differences T Df Sig.

(2- taile

d) Mean Std.

Deviati on

Std.

Error Mean

95% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper

Pair 1

POSTES

T –

PRETES T

27,3076 9

9,04051 2,5073 9

21,8445 7

32,7708 2

10,89 1

12 ,001

Dari tabel 4.8 terlihat bahwa nilai pretest dan posttest pada taraf signifikan 0,05 memenuhi kriteria ttabel ≤t hitung yaitu 2,178 ≤ 10,891 artinya bila dilihat dari perhitungan thitung dan signifikansi uji t, maka hipotesis (Ha) diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil pretest dan posttest penggunaan media pembelajaran kartu kuartet.

64 D. Pembahasan Data Penelitian

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan media pembelajaran kartu kuartet terhadap hasil belajar PKn murid kelas V SDN No. 47 Alluka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Hasil pengujian tersebut sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu diantaranya penelitian yang yang dilakukan oleh Andi Jumarni 2013 dengan judul “Pengaruh media kartu kuartet terhadap hasil belajar PKn murid kelas IV SDN No. 176 Tanabatue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone”, Hasil penelitian yang diperoleh dari data pengaruh kartu kuartet dengan hasil belajar murid, dengan menggunakan uji t diperoleh thitung>ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho di tolak dan H1 diterima. Ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran kartu kuartet berpengaruh terhadap hasil belajar murid pada mata pelajaran PKn murid kelas IV SDN No. 176 Tanabatue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.

Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Irsandi Irwan dengan judul “Pengaruh media pembelajaran gambar terhadap hasil belajar murid pada mata pelajaran PKn kelas IV SD Inpres Manggala Kota Makassar”

menyimpulkan bahwa setelah diperoleh thitung>ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran gambar berpengaruh terhadap hail belajar PKn murid kelas IV SD Inpres Manggala Kota Makassar.

65

Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa jumlah murid kelas V SDN No. 47 Alluka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar sebanyak 13 Orang. Jumlah nilai pretest yang di peroleh adalah 780 dan jumlah nilai posttest yang diperoleh adalah 1135.

Perbedaan yang signifikan dari hasil pretest dan posttest bukanlah suatu kebetulan, tetapi perbedaan signifikan karena diberikannya perlakuan. sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Ini berarti bahwa penggunaan media pembelajaran kartu kuartet memiliki pengaruh terhadap hasil belajar murid pada mata pelajaran PKn kelas V SDN No. 47 Alluka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Berdasarkan nilai yang di uraikan, terlihat bahwa jumlah nilai dari posttest (setelah perlakuan) lebih tinggi di bandingkan pretest (sebelum perlakuan) yang diperoleh murid kelas V SDN No. 47 Alluka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Media kartu kuartet atau kartu bergambar termasuk dalam media visual yang dapat membantu murid dalam memahami pelajaran sekaligus menarik bagi murid. Penggunaan media kartu kuartet pada proses belajar PKn merupakan variasi dalam proses pembelajaran dengan metode bermain sehingga murid tidak merasa jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran PKn di kelas yang mempengaruhi peningkatan hasil belajar murid.

Peningkatan dari segi hasil belajar tersebut sejalan dengan pendapat (Hamalik, 2008:15) bahwa hasil belajar sebagai terjadinya perubahan tingkah

66

laku pada diri seseorang yang dapat diamati dan diukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut diartikan sebagai terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dari sebelumnya, dari yang tidak tahu menjadi tahu setelah media kartu kuartet tersebut digunakan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut juga di ungkapkan oleh (Suyanto, 2013 : 108) bahwa penggunaan media sangat membantu pemahaman murid terhadap materi yang diberikan juga meningkatkan semangat belajar mereka karena lebih banyak yang senang mengikuti proses pembelajaran.

Keberhasilan suatu proses pembelajaran dapat diukur berdasarkan ketercapaian kompetensi yang telah diterapkan sejak awal kegiatan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran perlu adanya interaksi antara dua belah pihak yaitu pengajar (guru) dan murid. Tugas murid tidak hanya memberikan sejumlah informasi kepada murid, tetapi mengusahakan agar konsep-konsep yang di ajarkan dapat tertanam dalam ingatan murid. Hal ini membuat murid memandang pembelajaran PKn sebagai pembelajaran yang sulit diingat, materinya susah, cenderung membosankan bahkan murid kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, sehingga berdampak pada hasil belajar yang kurang maksimal, karena murid kurang memahami konsep dan materi-materi yang diajarkan oleh guru. Sebenarnya pembelajaran PKn dapat di ajarkan dengan berbagai model, metode maupun media pembelajaran, agar mempermudah murid dalam memahami pelajaran PKn. Salah satu usaha untuk mengakomodir kebutuhan murid dalam kegiatan belajar PKn, guru hendaknya

67

mampu membuat pembelajaran menjadi suatu hal yang menyenangkan dan memberikan dampak yang efektif sebagai alat penunjang proses pembelajaran dalam rangka menyampaikan bahan pelajaran kepada murid atau anak didik untuk mencapai tujuan pengajaran.

68 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan rumusan masalah, hasil analisis data, dan pembahasan, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh penggunaan media pembelajaran kartu kuartet terhadap hasil belajar PKn murid kelas V SDN No. 47 Alluka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis data dan pembahasan bahwa Penggunaan media pembelajaran kartu kuartet terhadap hasil belajar murid kelas V SDN No. 47 Alluka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar berpengaruh sebagaimana hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran kartu kuartet cocok diterapkan dalam menentukan hasil belajar murid pada pelajaran PKn. Hal ini tampak pada nilai yang diperoleh murid sebelum menggunakan media pembelajaran kartu kuartet yang mencapai standar keberhasilan belajar, yaitu hanya mencapai 31% atau sebanyak 4 murid yang memperoleh nilai 70 ke atas.

Sesudah menggunakan media pembelajaran kartu kuartet, hasil belajar murid di kategorikan memadai dengan hampir semua murid mampu memperoleh nilai di atas 70 (92,3%). Pengaruh media pembelajaran kartu kuartet diketahui pula berdasarkan perhitungan uji t. Perbandingan hasil kemampuan pretest dan posttest menunjukkan bahwa nilai t hitung = 10,891 >

69

t tabel = 2,178 Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang diajukan diterima.

B. Saran

Penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran mengatasi kesulitan yang dialami murid. Setelah penelitian ini dilaksanakan, peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Kepada pihak sekolah khususnya guru sekolah dasar, agar sebaiknya setiap melaksanakan kegiatan mengajar menggunakan media seperti media kartu kuartet sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi kesulitan belajar murid serta semangat belajar murid di kelas untuk memudahkan pemahaman mereka dalam menerima materi pelajaran yang diajarkan.

Dengan menggunakan media, akan meningkatkan motivasi dan semangat belajar murid serta memudahkan daya pemahaman terhadap materi yang diajarkan.

2. Sebagai calon guru, mahasiswa perlu memahami arti dari guru profesional dimana guru bukan hanya menjadi pengajar tetapi guru adalah fasilitator yang memfasilitasi semua kebutuhan murid di kelas mulai dari bagaimana seorang guru mampu menguasai materi, mampu menguasai murid dan mampu menguasai kelas serta dengan kemampuan-kemampuan lain yang dimiliki untuk menghadapi kesulitan belajar murid dengan berbagai karakteristik yang berbeda dalam suatu kelas

70

DAFTAR PUSTAKA

Agung, Iskandar. 2014. Mengembangkan Profesionalitas Guru.Jakarta : Bee Media Pustaka

Agustina.2011. Media Pembelajaran.Jakarta : PT Grafindo Persada

Alipandi, Irmansyah. 2011. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT Grafindo Persada

Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers

Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta Dahar. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar. Jakarta : Pt Raja Grafindo Persada Djahiri, Kosasih. 2005. Materi Terintegrasi Pendidikan Kewarganegaraan.

Jakarta : PT Asdi Mahasarya

Erfad, Syaiful. 2009. Menjadi Siwa hebat. Bandung : Garailmu

Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algesindo.

Ihsan, Fuad. 2005. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta : PT Asdi Mahasarya Kunandar. 2008. Guru Profesional. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Lie, Anita. 2014. Menjadi Sekolah Terbaik. Jakarta : Tanoto Foundation dan Raih Asa Sukses

Miarso. 2005. Media pembelajaran. Bandung : Alfabeta

Muliati. 2011. Materi Ajar Strategi Pembelajaran. Makassar : Universitas Muhammadiyah Makassar.

Mulyasana, Dedi. 2012. Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Rayandra, Asyar. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta:

Gaung Persada Press

71

Rusman, dkk. 2011. Selangkah-lebih-maju-dalam-pengembangan-pendidikan- Indonesia.html.(online).http: //fuddinbatavia.com/2010/07/13 (diakses 11 september 2015)

Sardiman, Arif. 2006. Media Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Sardiman, Arif. 2008. Media Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Sardiman, Arif. 2012. Media Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Sudjana, 2004. Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Sudjana, 2010. Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Sugiono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif,dan R&D.

Bandung : Alfabeta

Sugiono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif,kualitatif,dan R&D. Bandung : Alfabeta

Suyanto.2013. Menjadi Guru Profesional. Jakarta : Erlangga

Suyomukti, Nurani. 2016. Teori-Teori Pendidikan. Jakarta : Ar-ruzz media Winataputra, 2006. Media Pembelajaran. Jakarta : Ar-ruzz media

72

DAFTAR HADIR MURID KELAS V SDN NO. 47 ALLUKA

N O.

NAMA JENIS

KELAMIN

PERTEMUAN KE

1 2 3 4 5 6 7

1. SYAHRUL L

O B S E R V A S I

P E R E N C A N A A N

2. ASHAR FEBRIAN L

3. HENRIANSYAH L

4. SAIFUL L

5. ABDUL MALIK L -

6. RIFKI PRATAMA L

7. MUHAMMAD ADAM SYAM

L

-

8. AGUNG SETIAWAN B L

9. NURDIAN HIDAYAH P

10. IRMAWATI P -

11. AYU RAMADHANI P

12. NUR FADILAH S P

13. SAHIRA SOFIA PUTRI P

73 A

A. Standar Kompetensi

1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia/

NKRI

B. Kompetensi Dasar

1.2. Menjelaskan pentingnya keutuhan NKRI C. Indikator:

1.2.1 Menyebutkan sikap menjaga keutuhan NKRI D. Tujuan Pembelajaran

1. Dengan membaca teks murid dapat memahami sikap menjaga keutuhan NKRI

2. Dengan memahami teks murid dapat menyebutkan sikap menjaga keutuhan NKRI

E. Materi Pokok

 Keutuhan NKRI dan upaya-upaya menjaga keutuhan NKRI F. Model / Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran : 1. Tanya jawab 2. Diskusi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Nama Sekolah : SDN No. 47 Alluka

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/ Semester : V (Lima) / 1 (Satu)

Alokasi Waktu : 2X 35 menit ( 1 X Pertemuan )

Tanggal pelaksanaan : 17 Mei 2018

74 3. Penugasan

G. Kegiatan Pembelajaran

No Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu

10 menit

1. Kegiatan Awal

Mempersiapkan murid, berdoa, dan mengabsen

Apersepsi

Bertanya yang berkaitan dengan materi dan mengulang materi secara singkat

Memberi kesempatan kepada murid untuk bertanya

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Kegiatan Inti 50 menit

a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b. Guru menyajikan pelajaran c. Murid dibagi menjadi 3 kelompok

d. Murid diberikan teks bacaan yang berjudul pentingnya menjaga keutuhan NKRI

e. Murid bersama anggota kelompok menyebutkan sikap menjaga keutuhan NKRI f. Guru Memberikan soal

3. Kegiatan Penutup 10 menit

a. Memberikan pesan-pesan moral b. Menutup pelajaran

H. Sumber dan Alat Belajar

75 1. Sumber

- Buku BSE PKn kelas V 2. Alat Belajar

- Teks yang berjudul pentingnya menjaga keutuhan NKRI

I. PENILAIAN 1. Jenis Penilaian

- Tertulis( essay) 2. Instrumen Penilaian

Bentuk soal tes:

1. Sebutkan 3 sikap menjaga keutuhan NKRI

2. Sebutkan 3 contoh gangguan terhadap keutuhan NKRI 3. Jelaskan 2 upaya menjaga keutuhan NKRI

Takalar, 17 mei 2018

Guru Kelas

ST. Hasnah, S.Pd

NIP. 19660103 200604 2 007

Peneliti

Suhartini

NIM. 10540 9421 14 Mengetahui

Kepala Sekolah

Akbar Ilyas, S.Pd

NIP. 19730512 199803 1 010

76

LEMBA KERJA MURID

Nama :

Nis :

Kelas :

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Apa yang di maksud dengan keutuhan NKRI?

2. Sikap apakah yang di perlukan dalam menjaga NKRI?

3. Apakah yang akan terjadi jika keutuhan NKRI tidak terjaga?

4. Apa yang di maksud dnegan semboyan “bhinneka tunggal ika”?

5. Sebutkan hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesatuan dan persatuan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan NKRI dalam : a. lingkungan keluarga

b. lingkungan masyarakat c. ligkungan sekolah

77

KUNCI JAWABAN

1. keutuhan berasal dari kata utuh,berarti sempurna atau tidak terpecah belah.

Keutuhan NKRI adalah bahwa Indonesia merupakan Negara kesatuan yang berdiri secara utuh baik wilayahnya, rakyatnya maupun pemerintahnya.

2. - sikap cinta tanah air - sikap rela menolong

- membina persatuan dan kesatuan 3. – Masyarakat akan terpecah belah

- Terjadi kerusuhan dan permusuhan dimana-dimana 4. Berbeda-beda tetapi tetap satu

5. mematuhi aturan dalam keluarga,saling menyayangi, beribadah bersama, menghargai pendapat dalam keluarga

b. berperan aktif dalam kegiatan kepramukaan, aktif belajar, memiliki kepedulian sosial,mematuhi aturan sekolah

c. gotong royong membersihkan lingkungan, saling menghargai, menghargai agama orang lain,

78 A

A. Standar Kompetensi

1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia/

NKRI

B. Kompetensi Dasar

1.2. Menjelaskan pentingnya keutuhan NKRI C. Indikator:

1.2.2 Menyebutkan gangguan-gangguan terhadap keutuhan NKRI D. Tujuan Pembelajaran

1. Dengan membaca teks murid dapat memahami gangguan-gangguan terhadap keutuhan NKRI

2. Dengan memahami teks murid dapat menyebutkan contoh gangguan- gangguan terhadap keutuhan NKRI

E. Materi Pokok

 Keutuhan NKRI dan upaya-upaya menjaga keutuhan NKRI F. Model / Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran : 1. Tanya jawab

2. Diskusi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Nama Sekolah : SDN No. 47 Alluka

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/ Semester : V (Lima) / 1 (Satu)

Alokasi Waktu : 2X 35 menit ( 1 X Pertemuan ) Tanggal Pelaksanaan : 19 Mei 2018

79 3. Penugasan

G. Kegiatan Pembelajaran

No Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu

10 menit

1. Kegiatan Awal

a. Mempersiapkan murid, berdoa, dan mengabsen

b. Apersepsi Bertanya yang berkaitan dengan materi dan mengulang materi secara singkat c. Memberi kesempatan kepada murid untuk

bertanya

d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Kegiatan Inti 50 enit

a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b. Guru menyajikan pelajaran c. Murid dibagi menjadi 3 kelompok

d. Murid diberikan teks bacaan yang berjudul pentingnya menjaga keutuhan NKRI

e. Murid bersama anggota kelompok menyebutkan gangguan terhadap keutuhan NKRI

g. Guru Memberikan soal

3. Kegiatan Penutup 10 Menit

a. Memberikan pesan-pesan moral b. Menutup pelajaran

80 H. Sumber dan Alat Belajar

1. Sumber

- Buku BSE PKn kelas V 2. Alat Belajar

- Teks yang berjudul pentingnya menjaga keutuhan NKRI I. PENILAIAN

1. Jenis Penilaian - Tertulis

2. Instrumen Penilaian Bentuk soal tes:

1. Sebutkan 3 sikap menjaga keutuhan NKRI

2. Sebutkan 3 contoh gangguan terhadap keutuhan NKRI 3. Jelaskan 2 upaya menjaga keutuhan NKRI

Takalar, 19 mei 2018

Guru Kelas

ST Hasnah, S.Pd

NIP. 19660103 200604 2 007

Peneliti

Suhartini

NIM. 10540 9421 14 Mengetahui

Kepala Sekolah

Akbar Ilyas, S.Pd

NIP. 19730512 199803 1 010

81 A

A. Standar Kompetensi

1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia/

NKRI

B. Kompetensi Dasar

1.2. Menjelaskan pentingnya keutuhan NKRI C. Indikator:

1.2.3 Menentukan upaya-upaya menjaga keutuhan NKRI di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah.

D. Tujuan Pembelajaran

1. Dengan mengamati teks murid dapat menentukan upaya-upaya untuk menjaga keutuhan NKRI di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah.

E. Materi Pokok

 Keutuhan NKRI dan upaya-upaya menjaga keutuhan NKRI F. Model / Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran : 1. Tanya jawab 2. Diskusi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Nama Sekolah : SDN No. 47 Alluka

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/ Semester : V (Lima) / 1 (Satu)

Alokasi Waktu : 2X 35 menit ( 1 X Pertemuan ) Tanggal Pelaksanaan : 21 Mei 2018

82 3. Penugasan

G. Kegiatan Pembelajaran

No Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu

10 menit

1. Kegiatan Awal

a. Mempersiapkan murid, berdoa, dan mengabsen b. Apersepsi

Bertanya yang berkaitan dengan materi dan mengulang materi secara singkat

c. Memberi kesempatan kepada murid untuk bertanya

d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Kegiatan Inti 50 enit

a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b. Guru menyajikan pelajaran c. Murid dibagi menjadi 3 kelompok

d. Murid diberikan teks bacaan yang berjudul pentingnya menjaga keutuhan NKRI

e. Murid bersama anggota kelompok memahami upaya-upaya yang dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah

f. Guru Memberikan soal

3. Kegiatan Penutup 10 menit

a. Memberikan pesan-pesan moral b. Menutup pelajaran

83 H. Sumber dan Alat Belajar

1. Sumber

- Buku BSE PKn kelas V

2. Alat Belajar

- Teks yang berjudul pentingnya menjaga keutuhan NKRI I. PENILAIAN

1. Jenis Penilaian - Tertulis

2.Instrumen Penilaian Bentuk soal tes:

1. Sebutkan 3 sikap menjaga keutuhan NKRI

2. Sebutkan 3 contoh gangguan terhadap keutuhan NKRI 3. Jelaskan 2 upaya menjaga keutuhan NKRI

Takalar, 21 mei 2018

Guru Kelas

ST Hasnah, S.Pd

NIP. 19660103 200604 2 007

Peneliti

Suhartini

NIM. 10540 9421 14 Mengetahui

Kepala Sekolah

Akbar Ilyas, S.Pd

NIP. 19730512 199803 1 010

84 A

A. Standar Kompetensi

1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia/

NKRI

B. Kompetensi Dasar

1.2. Menjelaskan pentingnya keutuhan NKRI C. Indikator:

1.2.1 Menyebutkan sikap menjaga keutuhan NKRI

1.2.2 Menyebutkan gangguan-gangguan terhadap keutuhan NKRI 1.2.3 Menentukan upaya-upaya menjaga keutuhan NKRI di lingkungan

keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah.

D. Tujuan Pembelajaran

1. Dengan memahami teks murid dapat menyebutkan sikap menjaga keutuhan NKRI

2. Dengan memahami teks murid dapat menyebutkan gangguan-gangguan terhadap keutuhan NKRI

3. Dengan mengamati teks murid dapat menentukan upaya-upaya untuk menjaga keutuhan NKRI di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Nama Sekolah : SDN No. 47 Alluka

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/ Semester : V (Lima) / 1 (Satu)

Alokasi Waktu : 4X 35 menit ( 2 X Pertemuan ) Tanggal Pelaksanaan : 23 Mei 2018

85 E. Materi Pokok

 Keutuhan NKRI dan upaya-upaya menjaga keutuhan NKRI

F. Model / Metode Pembelajaran Metode pembelajaran :

1. Tanya jawab 2. Demonstration 3. Penugasan

Model pembelajaran : bermain kartu kuartet G. Kegiatan Pembelajaran

No Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu

10 menit

1. Kegiatan Awal

a. Mempersiapkan murid, berdoa, dan mengabsen

b. Apersepsi

Bertanya yang berkaitan dengan materi dan mengulang materi secara singkat

c. Memberi kesempatan kepada murid untuk bertanya

d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Kegiatan Inti 120menit

a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b. Murid diberikan teks bacaan yang berjudul pentingnya menjaga keutuhan NKRI

c. Murid dibagi menjadi 3 kelompok

d. Guru menampilkan media pembelajaran kartu

Dokumen terkait