HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Penyajian Hasil Analisis Data.
Hasil penelitian Kuantitatif yang telah dilakukan sesuai dengan data yang diperoleh dilokasi penelitian dibahas secara rinci dalam bab IV ini.
Sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan, hasil penelitian ini adalah hasil kuantitatif. Hasil kuantitatif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil yang dinyatakan dalam bentuk angka yang mengukur kemampuan menarik kesimpulan dengan cara silogisme sisiwa kelas X SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto.
Penyajian hasil analisis data dilakukan sesuai dengan teknik analisis data yang telah diuraikan pada bab III, yaitu membuat daftar skor mentah, membuat distribusi frekuensi dari skor mentah, mencari mean (rata-rata), mengukur penyebaran, untuk kepentingan standardisasi hasil pengukuran atau skor dilakukan transformasi dari skor mentah kedalam nilai berskala 1-10, dan menetapkan tolak ukur kemampuan siswa. Data yang telah diperoleh diolah dan dianalisis dengan bantuan program komputer Statistical Product Service Solution ( SPSS ) versi 15.
Data yang merupakan nilai kemampuan menarik kesimpulan dengan cara silogisme siswa kelas X SMA NEGERI 1 BANGKALAO JENEPONTO dapat dilihat pada lampiran 3.berdasarkan hasil analisis data yang diolah dengan program SPSS versi 15 ( lampiran 4 ), diketahui nilai kemampuan
menarik kesimpulan dengan cara silogisme siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto seperti yang dirangkum dalam tabel 3 berikut ini :
Tabel 3 Rangkuman Nilai Statistik Kemampuan Menarik Kesimpulan Dengan Cara Siogisme Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto.
STATISTIK NILAI STATISTIK
Jumlah Siswa
Mean ( Nilai Rata-Rata ) Median ( nilai tengah ) Nilai minimum Nilai maksimum Jumlah nilai
49 5,99 5,67 5 8 293
Berdasarkan tabel 3 dapat diperoleh gambaran nilai kemampuan menarik kesimpulan dengan cara silogisme siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto sebagai berikut : nilai rata-rata seluruh siswa adalaah 5,99 ; nilai tengah yang diperoleh adalah 5,67; nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 5; nilai tertinggi yang berhasil dicapai siswa adalah 8; jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa adalah 154.
Frekuensi dan persentase kemampuan menarik kesimpulan dengan cara silogisme siswa SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto dari nilai terendah samapai dengan nilai tertinggi dilihat pada tabel 4 berikut ini :
Tabel 4 : Frekuensi dan Persentase Nilai Kemampuan Menarik Kesimpulandengan Cara Silogisme Siswa SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto.
NO Nilai Frekuensi Persentase
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
5,00 5,33 5,67 6,00 6,33 6,67 7,00 7,33 7,67 8,00
4 14
9 7 1 5 4 2 2 1
8,2 28,6 18,4 14,3 2,0 10,2
8,2 4,1 4,1 2,0
Jumlah 49 100
Berdasarkan tabel 4 diatas diperoleh gambaran yaitu : nilai terendah adalah 5 yang diperoleh dari 4 siswa ( 8,2 % ), nilai 5,33 diperoleh dari 14 siswa ( 28,6 %), nilai 5,67 diperoleh dari 9 siswa ( 18,4 % ), nilai 6 diperoleh dari 7 siswa ( 14,3 % ), nilai 6,33 dan nilai 8 diperoleh dari 1 siswa ( 2 % ),nilai 6,67 diperoleh dari 5 siswa (10,2%), nilai 7 diperoleh dari 4 siswa (8,2%), nilai 7,33 diperoleh dari 2 siswa (4,1%).
Berdasarkan data 1 tersebut, dapat diketahui bahwa penyebaran nilai kemampuan menarik kesimpulan dengan cara silogisme siswa SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto berdistribusi normal. Nilai perolehan siswa membentuk kurva normal. Nilai terendah adalah 5 dengan frekuensi 4.
Selanjutnya, nilai sisw ameningkat seiring dengan frekuensi yang diperolehnya seperti berikut : nilai 5,33 frekuensi 4, nilai 5,67 frekuensi 9, nilai 6 frekuensi 7, nmilai 6,33 berfrekuensi 1, nilai 6,67 berfrekuensi 5, nilai 7 berfrekuensi 4, nilai 7,33 dan 7,67 berfrekuensi 2, dan nilai 8 sebagai nilai tetinggi berfrekuensi 4.
Berdasarkan data 2 ( pie ) tersebut dapat dilihat bahwa nilai 5,33 mempunyai wilayah irisan yang terbesar, yaitu sekitar 28,6%, selanjutnya, disusul oleh nilai 5,67 dengan 14,3%, nilai 6 dengan 14,3%, nilai 6,67 dengan 10,2%, nilai 5 dan 7 dengan 8,2%, nilai 7,33 dan 7,67 dengan 4,1%, serta yang tersempit wilayah irisannya adalah nilai 6,33 dan nilai 8 yang masing-masing berfrekuensi 2%.
Jika nilai kemampuan menarik kesimpulan dengan cara silogisme siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto diklasifikasikan berdasarkan tolok ukur keberhasilan yang telah ditetapkan dapat diperhatikan pada tabel 5 berikut ini :
Tabel 5 klasifikasi kemampuan menarik kesimpulan dengan cara silogisme siswa SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto
Nilai Frekuensi Persentase (%) 6,5 ke atas
Di bawah 6,5
14 35
28,6 71,4
Jumlah 49 100
Berdasarkan tabel 5 tersebut dapat diketahui kemampuan menarik kesimpulan dengan cara silogisme siswa SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto sebagai berikut : siswa yang memperoleh nilai 6,5 ke atas sebanyak 14 orang (28,6%), sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah 6,5 sebanyak 35 orang (71,4 %). Hal itu menunjukkan bahwa siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto tidak mampu menarik kesimpulan dengan cara silogisme karena jumlah siswa yang memperoleh nilai 6,5 ke atas tidak mencapai kriteria jumlah yang ditentukan,yaitu 85 %.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto tidak mampu menarik kesimpulan dengan cara silogisme karena jumlah siswa yang memperoleh nilai 6,5 ke atas tidak mencapai kriteria jumlah yang ditentukan, yaitu 85%. Hal itu didasarkan pada kenyataan bahwa dari 49 siwaw yang dijadikan sampel, siswa yang memperoleh nilai 6,5 ke atas sebnyak 14 orang (28,6 %), sedangkan siswa memperoleh nilai di bawah 6,5 sebnyak 35 orang (71,4%). Dalam kurikulum 2006 ( KTSP) yang
di berlakukan di SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto di tetapkan bahwa Standar Ketuntasan Minimal (SKM ) terhadapa penguasan kemampuan menarik kesimpulan dengan cara silogisme adalah 6,5. Suatu bahan dianggap tuntas dikuasai siswa 85% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai 6,5 keatas.
Hasil penelitian ini mempertegas hasil penelitian terdahulu, yaitu hasil penelitian Mariana (2005) yang menunujukan bahwa kwmampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto mengembangkan penalaran induksi dan deduksi dalam paragraf masih sangat rendah. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa dan saatra Indonesia dan sejumlah siswa, diprediksi rendahnya kemampuan menarik kesimpulan dengan cara silogisme siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto disebabkan oleh antara lain : referensi tentang penalaran dduksi, khususnya silogisme, masih terdapat kesimpangsiuran ( ketidakseragaman ) pengetahuan dan pemahaman guru tentang kaidah penarikan kesimpulan silogisme , dan kurangnya pelatihan yang terkait dengan penarikan kesimpulan silogisme serta penyusunan paragraf, baik yang tersusun secara deduktif maupun induktif.
Penulisan paragraf yang terencana baik selalu bersifat logis- sistematis. Paragraf yang tersusun baik meruakan alat bantu bagi pengarang maupun bagi pembaca. Seperangkat kalimat itu akan memungkinkan pengarang mengembangkan jalan pikirannya secara sistematis pula. Bagi para pembaca, kalimat0kalimat yang tersusun secara
sistematis itu sangat memmudahkan menelusuri sera memahami jalan pikiran pengarang.
Paragraf yang baik selalu berisi ide pokok. Ide pokok itu merupakan bagian integral dari ide pokok yang terdapat dalam keseluruhan karangan. Ide pokok paragraf tidak hanya merupakan bagian dari ide pokok keseluruhan tetapi juga mempunyai relevansi dan menunjang ide pokok tyersebut.melaui fragmen-fragmen ide pokok yang tersirat dalam tiap paragraf, maka akhirnya pembaca sampai kepada pemahaman total isi karangan. Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf sering juga digunakan sebagai pengantar, transisi atau peralihan dari suatu bab ke bab lain.
Paragaf adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang dipergunakan oleh ppengarang sebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya kepada para pembaca.
Supaya pikiran tersebut dapat diterima dengan jelas oleh pembaca, paragraf harus tersusun secara logis-sistematis.
Sebuah karangan mengandung satu gagasan utama dan bebrapa gagasan penjelas.yang merupakan pengecualian adalah karangan naratif dan deskriptif. Dalam pengembangannya, gagasan utama dituangkan kedalam paragraf utama, sedangkan gagasan penjelas dituangkan kedalam paragraf-paragraf penjelas sebagai rincian pargraf utama. Pola pengembangna pargraf dapat dilakukan baik secara deduktif maupun induktif.
Paragraf deduksi adalah paragaf yang mengikuti cara berpikir deduksi ( dari umum ke khusus ). Paragraf ini dimulai dengan mengemukakan pokok pikiran utama yang tertuang dalam satu kalimat.
Penjelasan terhadap gagasan utama tersebut diberikan melalui sejumlah kalimat penjelas. Penempatan kalimat utama paa awal paragraf menunjukan adanya penekanan gagasan utama yang mudah terbaca oleh pembaca dan dapat mengundang perhatian yang bersangkutan untuk mengikuti penjelasan selanjutnya. \
Pokok pikiran sebuah paragraf dapat juga ditempatkan pada akhir paragraf. Model seprti ini disebut paragraf induksi. Paragraf jenis ini disusun dengan lebih dahulu mengemukakan kalimat-kalimat penjelas, kemudian dengan kalimat utama yang memuat pikiran utama.pengembangan pikiran utama dilakukan secara bertahap dan mencapai klimaks pada akhir paragraf
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Bab ini berupa kesimpulan yang berupa temuan yang diperoleh dari hasil analisis data dan pembahasan. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut :
Siswa kelas X SMS Negeri 1 Bangkala Jeneponto tidak mampu menarik kesimpulan dengan cara silogisme karena jumlah siswa yang memperoleh nilai 6,5 ke atas tidak mencapai kriteria jumlah yang ditemukan,yaitu 85%.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu beberapa saran sebagai bahan masukan kepada guru bahasa indonesia serta siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangkala Jeneponto sebagai berikut :
1. Guru bahasa indonesia hendaknya lebih meningkatkan pengetahuan dan penguasaannya terhadap materi penarikan kesimpulan secara silogisme, memberikan banyak pelatihan kepada siswa tentang cara menarik kesimpulan silogisme serta menggunakan teknik atau strategi pembelajaran yang bervariasi dalam mempresentasekan materi pelajaran tersebut agar siswa tidak merasa jenuh dalam pembelajaran.
2. Siswa hendaknya lebih banyak berlatih menarik kesimpulan secara silogisme,setiap hasil kerja siswa sebaiknya dikoreksi dan dikembalikan kepada siswa.
3. Pihak sekolah hendaknya lebih melengkapi koleksi buku bahasa indonesia di perpustakaan, khususnya buku tentang kesimpulan silogisme.
DAFTAR PUSTAKA
Akhadiah, Husain. 1998. Etika Dunia Ide dan Logika. Pusat Kajian Filsafat Madina Ilmu
Alwi, Husain. 1998. Etika, Dunia Ide, dan Logika.
Alwi, Hasan, dkk. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III. Jakarta : Balai Pustaka
Badudu, J.S. 1984. Cakrawala Bahasa Indonesia . Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Berlens, Kees. 1985. Fanorame Filsafat Modern. Jakarta : Gramedia
Bertens, kees. 1989. Panorama filsafat modern. Jakarta: gramedia.
Chaer, Abdul. 2000. Linguistik Umum. Jakarta ; PT. Gramedia Pustaka Utama Hayon.Y.P., 2005. Logika (Prinsip-Prinsip Bernalar, Tepat, Luas, dan Teratur).
Jakarta ; Penerbit ISTN
Ichtiar. 2003. Penalaran. Pustaka web site. www. Id. Wikepedia, com
Junaedi, 2011. Dasar logika manusia,(online), jilid 6, no. 22 (http://penakayu.blogdrive.com/commentsid, diakses 19 juni 2012)
http://Ms.Wikipedia.Org/wiki/Wikipedia:MenutupTulisanAndaDenganKesimpula n (Junaedi, 15 Oktober 2011)
Ichtiar. 2003. Penalaran Pustaka Website. www.id.Wikipedia.com
Jujun S, Suriasumantri. 2003.Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer.Jakarta;
Pustaka Sinar Harapan.
Jujun S, Suriasumantri. 2005. Ilmu dalam Perspektif. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Keraf, Gorys. 1979. Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende- Flores; Nusa Indah.
Keraf, Goris. 2001. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia.
Louis O. Kattsot. 2004. Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara wacana yogya.
Mariana. 2005. Kemampuan Siswa Kelas II SMA Negeri 2 Watampone Mengembangkan Penalaran Induksi dan Dedukasi dalam Paragraf ; Skripsi.
Makassar ; FBS UNM
Nafiah, Yahya. 2001 ” Filsafat Ilmu ” (www. Id.wikepedia.com)
Nurgiantoro, Burhan. 1995. Penilaian Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta:
BPFE.
Poerwadarminta, W.J.S. 2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Poespoprodjo. 1985. Logika Ilmu Bernalar. Bandung: Remadja Karya.
Sabarti, Ahadiah., dkk. 1996. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia.
Surabaya: Erlangga.
Soekodjo, R.G., 1991. Logika Dasar. Jakarta: Gramedia.
Stephen, Law. 2003. Filsafat itu Heboh. Bandung: Teraju.
Tan Malaka. Manilog. Jakarta: Pusat data Indikator.
Harun, Sudarmin., dkk. 2006. Mata Kuliah Umum bahasa Indonesia. Ujung pandang: Unhas.
Lampiran 1
INSTRUMEN PENELITIAN Tempat Pelaksanaan :
Hari / Tanggal :
Jam :
Petunjuk Pelaksanaan :
Tulislah nama, kelas, dan nomor induk anda ! Petunjuk Soal :
Soal pilihan ganda (A, B, C, D, dan E) : Pilihlah salah satu jawaban yang bemar !
1. PU : Setiap warga Negara Indonesia harus taat membayar pajak PK : Aulia warga Indonesia
K : ...
Premis Umum (PU) yang tepat untuk melengkapi silogisme di atas adalah....
A. Harus taat membayar pajak warga Indonesia
B. Aulia warga negara Indonesia harus taat membayar pajak C. Semua warga negara Indonesia yang taat harus membayar pajak D. Aulia harus taat membayar pajak
E. Aulia harus membayar pajak karena ia warga negara Indoneisia
2. Semua pantai di wilayah Indonesia berpotensi untuk menjadi objek pariwisata.
Bunaken merupakan salah satu pantai di wilayah Indonesia
Kalimat yang tepat untuk melengkapi silogisme tersebut adalah ....
A. Jadi, Bunaken salah satu objek pasriwisata di Indonesia B. Maka, salah satu objek pariwisata adalah Bunaken
C. Tentu, Bunaken berpotensi untuk menjadi objek pariwisata D. Pasti objek pariwisata Bunaken di wilayah Indonesi
E. Untuk itu, Bunaken salah satu objek pariwisata berpotensi bagi Indonesia 3. PU : Semua siswa SMU yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri harus
lulus SPMB
PK : Anto siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri K : ……
Simpulan yang tepat dalam silogisme tersebut adalah ….
A. Anto ingin kuliah karena ia siswa SMU
B. Siswa yang ingin kulih haarus mengikuti SPMB C. Anto harus lulus SPMB
D. Anto tamat SMU
E. Anto akan mengikuti SPMB
4. PU : Setiap penyair memiliki sensitive kebahasaan yang tinggi PK : Ramdani seoraang penyair
K : Ramdani memiliki sensitive kebahasaan yang tinggi Dari ketiga pernyataan terseut dapat ditarik entimennya, yaitu : A. Ramdani adalah penyair yang bernilai rasa tinggi
B. Semua penyair menulis puisi
C. Ramdani memiliki sensitive behasaan yang tinggi karena seorang penyair D. Karena penyair, Ramdani memiliki kepekaan bbahasa
E. Setiap puisi karya penyair memiliki sensitive kebahasaan yang tinggi 5. PU : Setiap hewan dari luar negeri yang masuk wilayah Indonesia harus
dikarantina lebih dahulu.
PK : Nero adalah hewan luar negeri yang masuk wilayah Indonesia S : ….
Simpulan yang tepat untuk melengkapi pernyataan tersebut adalah ….
A. Nero adalah hewan dari luar negeri yang harus dikarantina
B. Nero adalh hewan yang dikarantina karena berasal dari luar negeri C. Nero harus dikarantina karena dari luar negeri
D. Nero harus dikarantina lebih dahulu E. Nero tidak harus dikarantina di Indonesia 6.
Premis Umum : ……..
Premis khusus : Bu Sita seorang pegawai dikantor itu
Kesimpulan : Jadi, Bu Sita harus dapat mengoprasikan computer.
Premis umum yang tepat untuk silogisme adalah
A. Setiap orang yang dapat mengoprasikan computer adalah pegawai kantor itu.
B. Dikantor itu semua pegawai harus dapat mengoprasikan termasuk Bu Sita C. Bu Sita seorang pegawai di kantor itu harus dapat mengoprasikan
computer
D. Computer di kantor itu harus dapat dioprasikan oleh semua pegawai E. Semua pegawai di kantor itu harus dapat mengoprasikan koputer
7. Semua kota yang terletak di khatulistiwa termasuk daerah tropis. Kota Pontianak terletak dilintang utara 0 derajat dan lintang selatan 0 derajat.
Kesimpulan dari kedua pernyataan di atas yang paling tepat adalah ….
A. Kota Pontianak termasuk di daerrah tropis
8. Premis Umum : Setiap pencinta alam senang bertualang Premis Khusus : Adik saya pecinta alam
Simpulan : ….
Pernyataan yang tepat untuk melengkapi premis umum tersebut adalah ….
A. Seorang pencinta alam senang bertualang B. Tidak semua orang senang bertualang C. Tiap petualang biasanya menjelajahi alam D. Adik saya senang bertualang
E. Bukan pencinta alam jika tidak senang bertualang
9. Premis Umum : Semua warga Negara Indonesia harus mencintai Bahasa Indonesia
Premis Khusus : ….
Simpulan : Arif Budiman mencintai bahasa Indonesia A. Bahasa Indoonesia sangat dicintai oleh Arif Budiman B. Arif Budiman adalah warga Negara Indonesia
C. Bahasa Indonesia dicintai warga Negara Indonesia D. Arif Budiman harus mencintai bahasa Indonesia
E. Mencintai bahsa Indonesia adalah kewwajiban warga Negara
10. Industry adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan. Pengilangan minyak adalah
Kesalahan silogisme di atas terletak pada … A. Premis mayor
B. Premis minor
C. Konklusinya D. Pola silogismenya E. Kedua premisnya positif
11. PU : Semua barang bekas jika diolah menjadi sesuatu yang berharga.
PK : ….
K : Plastik ditumpukan sampah jika diolah akan menjadi berharga Kalimat yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah … A. Plastic barang bekas
B. Plastic ditumpukan barang bekas C. Plastic ditumpukan sapah
D. Plastic bekas dapat diolah E. Plastic bekas berharga
12. PU : Semua pejabat Negara harus jujur dan hidup sederhana PK : Mongundha pejabat Negara
Simpulan yang tepat untuk melengkapi silogisme tersebut adalah … A. Mongundha adalah pejaba negara yang jujur dan sederhana B. Mongundha harus jujur dan hidup sederhana
C. Mongundha harus jujur dan hidup sederhana karena ia seorang pejabat Negara
D. Mongundha seharusnya jujur dan hidup sederhana
E. Sebagai mmenteri Mongundha selayaknya juju dan hidup sederhana 13. Pu : Semua pelajar yang ingin maju tidak mengomsumsi narkoba
PK : Siswanto adalah seorang pelajar yang ingin maju
Kalimat simpulan yang tepat untuk melengkapi silogisme tersebut adalah A. Siswanto seorang pelajar yang ingin tetap sehat
B. Semua pelajar tidak menyalah gunakan narkoba C. Siswanto tidak mengomsumsi narkoba
D. Pelajar yang ingin tetap sehat tidak mengomsumsi narkoba E. Siswanto ingin tetap sehat, tidak mengomsumsi narkoba
14. Binatang yang akan dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia harus dikarantina.
Moli binatang yang akan dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia. Kalimat yang berupa simpulan silogisme di atas adalah…
A. Moli akan dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia B. Moli adalah binatang yang akan dikarantina
C. Moli tidak harus dikarantina D. Moli harus dikarantina E. Moli termasuk dikarantina
15. Semua anggota asosiasi profesi harus hadir dalam rapat Sebagian dokter adalah anggota asosiasi.
Kesimpulan silogisme dari kedua pernyataan di atas yang paling tepat adalah A. Semua yang hadir dalam rapat adalah dokter
B. Sebagian peserta rapat bukan anggota sosiasi profesi C. Sebagian peserta rapat adalah dokter
D. Semua dokter hadir dalam rapat E. Semua yang hadir bukan dokter
16. Sebagian penyanyi ada pada kedudukan utama
Semua yang pada kedudukan utama mendatangkan uang
Kesimpulan silogisme dari kedua pernyataan di atas yang paling tepat adalah A. Sebagian penyayi tidak pada kedudukan utama
B. Sebagian yang mendatangkan uang adalah penyanyi C. Sebagian yang pada kedudukan utama adalah penyanyi D. Sebagian penyanyi tidak mendatangkan uang
E. Semua penyanyi ada pada kedudukan utama 17. Semua jenis ikan bernafas dengan insang
Ikan paus bias bernafas dengan paru-paru
Kesimpulan silogisme dari kedua pernyataan di atas yang paling tepat adalah A. Semua jenis ikan bernafas dengan paru-paru
B. Semua ikan paus bernafas dengan insane C. Sebagian ikan paus bernafas dengan insane D. Semua ikan paus termasuk jenis ikan E. Semua ikan paus bukan termasuk jenis ikan 18. Semua manusia tidak bertanduk
Semua kucing tidak memanah dengan biak
Kesimpulan silogisme dari kedua pernyataan di atas yang tepat adalah A. Manusia tidak memamah biak
B. Kucing tidak bertanduk
C. Manusia dan kucing tidak memamah biak dan tidak bertanduk D. Manusia sama dengan kucing
E. Tidak dapat ditarik kesimpulan 19. Semua penyelam adalah perenang
Sebagian penyelam adalah pelaut
Kesimpulan silogisme dari kedua pernyataan di atas yang paling tepat adalah A. Sebagian pelaut adalah perenang
B. Sebagian perenang bukan penyelam C. Semua pelaut adalah perenang D. Sebagian penyelam bukan pelaut E. Sebagian penyelam bukan perenang
20. Pada perusahaan A tidak ada system cuti tahunan
Si Manis adalah anggota divisi utama pada perusahaan A Maka : Si manis boleh mengambil cuti tahunan
Penalaran silogisme tersebut … A. Benar
B. Salah premis mayor C. Salah pada premis minor
D. Salah pada premis mayor dan premis minor E. Salah pada kesimpulan
21. System Makhluk Tuhan tiada yang abadi
Mbah Kromo dukun sakti lereng Gunung Seribu Mbah kromo dapat hidup abadi
Penalaran silogisme tersebut ….
A. Benar
B. Salah pada premis mayor C. Salah pada premis minor
D. Salah pada premis mayor dan minor E. Salah pada kesimpulan
22. Semua ciptaan Tuhan tiada yang abadi Iblis bukan ciptaan tuhan
Iblis akan hidup kembali
Penalaran siligosme tersebut ….
A. Benar
B. Salah pada premis mayor C. Salah pada premis minor
D. Salah pada premis mayor dan premis minor E. Salah pada kedimpulan
23. Seseorang tidak dapat ada di Jakarta dan di Bandung dalam waktu bersamaan Pada hari Senin si Amir tidak ada dikota Jakarta
Pada hari Senin si Amir berada dikota Bandung Penalaran siloigisme tersebut adalah ….
A. Benar
B. Salah pada premis mayor C. Salah pada premis minor
D. Salah pada premis mayor dan premis mior E. Salah pada kesimpulan
24. Barang siapa tidak kehilangan , dia masih mempunyai.
Si Badu tidak kehilangan mobil Si Badu masih mempunyai mobil Penalaran siloigisme tersebut adalah ….
A. Benar
B. Salah pada premis mayor C. Salah pada premis minor
D. Salah pada premis mayor dan premis mior E. Salah pada kesimpulan
25. Semua seniman kreatif
Sebagian ilmuwan tidak kreatif Sebagian ilmuan bukan seniman
Penalaran siloigisme tersebut adalah ….
A. Benar
B. Salah pada premis mayor C. Salah pada premis minor
D. Salah pada premis mayor dan premis mior
E. Salah pada kesimpulan
26. Semua unggas berkembang biak dengan cara bertelur Ayam adalah unggas
Ada ayam yang tidak bertelur
Penalaran siloigisme tersebut adalah ….
A. Benar
B. Salah pada premis mayor C. Salah pada premis minor
D. Salah pada premis mayor dan premis mior E. Salah pada kesimpulan
27. Semua sapi mempunyai ekor Kambing bukan sapi
Maka, kambing tidak mempunyai ekor Penalaran siloigisme tersebut adalah ….
A. Benar
B. Salah pada premis mayor C. Salah pada premis minor
D. Salah pada premis mayor dan premis mior E. Salah pada kesimpulan
28. Semua yang bertelur adalah unggas Ikan bertelur
Ikan termasuk unggas
Penalaran siloigisme tersebut adalah ….
A. Benar
B. Salah pada premis mayor C. Salah pada premis minor
D. Salah pada premis mayor dan premis mior E. Salah pada kesimpulan
29. Semua orang mempunyai masalah susah tidur Ratih mempunyai masalah
Ratih tidak bias tidur
Penalaran siloigisme tersebut adalah ….
A. Benar
B. Salah pada premis mayor
C. Salah pada premis minor
D. Salah pada premis mayor dan premis mior E. Salah pada kesimpulan
30. Semua logam jika dipanaskan akan memuai Besi adalah logam
Besi kalau dipanaskan akan memuai Penalaran siloigisme tersebut adalah ….
A. Benar
B. Salah pada premis mayor C. Salah pada premis minor
D. Salah pada premis mayor dan premis mior E. Salah pada kesimpulan
Lampiran 2
KUNCI JAWABAN
1. D 2. C 3. C 4. C 5. D 6. E 7. A 8. D 9. B 10. C 11. A 12. B 13. C 14. D 15. C 16. D 17. E 18. E 19. A 20. E 21. E 22. C 23. E 24. E 25. E 26. E 27. B
28. E 29. A 30. A
Lampiran 3 Skor Kemampuan Menarik Kesimpulan dengan Cara Silogisme Siswa Kelas X SMA Negeri Campalagian, Kabupaten Polman
No Kode Sampel Skor
1 2 3
1 1 17
2 2 16
3 3 17
4 4 16
5 5 17
6 6 19
7 7 22
8 8 16
9 9 16
10 10 16
11 11 17
12 12 17
13 13 17
14 14 17
15 15 16
16 16 16
17 17 22
18 18 20
19 19 21
20 20 21
21 21 21
22 22 17
23 23 20