BAB V HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI
5.1. Hasil Penelitian
Hasil penelitian dipaparkan dalam bab ini yang menyampaikan hasil pengukuran dan analisis dari variabel: pengetahuan tentang KB, persepsi manfaat menggunakan alat kontrasepsi, persepsi rintangan menggunakan alat kontrasepsi, persepsi kemampuan diri (Self efikasi) menggunakan alat kontrasepsi, ketersediaan pelayanan KB, regulasi pelayanan KB, dukungan suami/istri pasangan usia subur
5.1.1 Karakteristik Responden
Tabel 5.1 Karakteristik Responden Penelitian
Karakteristik Frekuensi Persentase (%) 1. Usia
- < 20 tahun - 21 - 25 tahun - 26 - 30 tahun - 31 - 35 tahun - 36 - 40 tahun - 41 - 45 tahun 2. Pendidikan
- SD- SMP - SMA - Diploma - Sarjana 3. Pekerjaan
- MRT - Swasta - Wiraswasta - PNS
- Buruh
4. Alkon yang dipakai - AKDR
- Implan - MOW - Pil
- Suntik 1 Bulan - Suntik 3 Bulan
121 2619 3925 184 738 19 7831 62 5 2722
59 2534
101 2116 3220 153 606 16 6426 51 4 2218
47 2128
Total 122 100
33
Berdasarkan Tabel 5.1 di dapatkan hasil bahwa sebagian besar responden berusia 36-40 tahun (32%), berpendidikan SMA (60%), mengurus pekerjaan rumah tangga di rumah (64%), serta merupakan akseptor KB Suntik 3 bulanan (28%)
5.1.2 Faktor Predisposisi
a. Pengetahuan Responden Tentang KB
Tabel 5.2 Pengetahuan Responden Penelitian tentang KB Pengetahuan Tentang KB Jumlah Persentase (%)
Kurang Baik 52 42.6
Baik 70 57.4
Total 122 100
Berdasarkan tabel 5.2 sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang KB yaitu sebanyak 89 orang (73%). Masih terdapat responden yang menjawab salah pada pertanyaan tentang kontrasepsi IUD dan penanggulangan efek samping kontrasepsi. Responden belum mengetahui jika kontrasepsi IUD tidak mengandung obat/hormon. Kontrasepsi IUD merupakan kontrasepsi non hormonal yang dapat dipakai pada semua kelompok usia serta aman digunakan pada perempuan yang memiliki kontra indikasi jika menggunakan kontrasepsi hormonal. Responden menganggap bahwa efek samping yang ditimbulkan dapat diatasi dengan membeli obat sendiri di apotik, seharusnya jika mengalami efek samping karena penggunaan kontrasepsi maka seharusnya melakukan konsultasi pada bidan.
b. Persepsi manfaat menggunakan alat kontrasepsi
Tabel 5.3 Persepsi Manfaat Tentang Mengunakan KB Pada Responden Persepsi manfaat Jumlah Persentase (%)
Kurang Baik 17 13.9
Baik 105 86.1
Total 122 100
Berdasarkan tabel 5.3 sebagian besar responden memiliki persepsi manfaat dalam menggunakan kontrasepsi yang baik tentang KB, yaitu sebanyak 105 responden (86%). Sebagain besar responden sudah mengetahui manfaat dari
penggunaaan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan termasuk penundaan kehamilan pada saat pandemi Covid-19 ini, mengatur jarak kelahiran anak, manfaat kunjungan ulang KB yang harus tepat waktu supaya kontrasepsi yang dipakai dapat berfungsi dengan baik, serta penggunaan kontrasepsi akan menjamin kesejahteraan keluarga terlebih di saat pandemi ini.
c. Persepsi rintangan menggunakan alat kontrasepsi
Tabel 5.4 Persepsi Rintangan Mengunakan Alat Kontrasepsi Pada Responden Persepsi rintangan Jumlah Persentase (%)
Kurang Baik 77 63.1
Baik 45 36.9
Total 122 100
Berdasarkan tabel 5.4 sebagian besar responden memiliki persepsi rintangan dalam menggunakan kontrasepsi yang kurang baik, yaitu sebanyak 77 responden (63%). Mayoritas responden menyatakan bahwa tetap menggunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan, bahkan selama masa pandemi Covid-19 ini mereka tidak takut untuk melakukan pemeriksaan ataupun kontrol ke bidan, tapi ada kekuatiran akan penularan Covid-19 pada responden.
d. Persepsi kemampuan diri (Self efikasi) menggunakan alat kontrasepsi Tabel 5.5 Self Efikasi dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi pada Responden
Persepsi Kemampuan Diri Jumlah Persentase (%)
Kurang Baik 37 30.3
Baik 85 69.7
Total 122 100
Berdasarkan tabel 5.5 sebagian besar responden memiliki persepsi kemampuan diri dalam menggunakan kontrasepsi yang baik, yaitu sebanyak 85 responden (69.7%). Sebagian besar responden memiliki kemampuan untuk menggunakan kontrasepsi dengan benar, tetap melakukan kontrol dengan tepat waktu, mampu mengakses informasi tentang kontrasepsi secara mandiri serta mereka mampu membuat janji lebih dahulu dengan bidan sebelum melakukan kunjungan.
5.1.3 Faktor Pemungkin (Enabling Factor) a. Ketersediaan pelayanan KB
Tabel 5.6 Ketersediaan Pelayanan KB
Ketersediaan Jumlah Persentase (%)
Kurang Baik 55 45.1
Baik 67 54.9
Total 122 100
Berdasarkan tabel 5.6 sebagian besar responden berpendapat bahwa ketersediaan pelayanan KB adalah baik, yaitu sebanyak 67 responden (54.9%). Sebagian besar responden berpendapat bahwa walaupun masa pandemi, tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan kontrasepsi, pelayanan kontrasepsi tetap buka di Puskesmas, serta kader KB tetap siap membantu responden jika membutuhkan infirmasi.
b. Regulasi pelayanan KB
Tabel 5.7 Regulasi Pelayanan KB
Regulasi Jumlah Persentase (%)
Kurang Baik 61 50
Baik 61 50
Total 122 100
Berdasarkan tabel 5.7 setengah responden berpendapat bahwa regulasi Pelayanan Kontrasepsi sudah baik dan kurang baik, masing-masing sebanyak 61 orang (50%).
5.1.4 Faktor Penguat (Reinforcing Factor) a. Dukungan Bidan dan Kader
Tabel 5.8 Dukungan Bidan dan Kader dalam Pelayanan Kontrasepsi Pada Responden
Dukungan Bidan dan Kader Jumlah Persentase (%)
Kurang Baik 19 15.6
Baik 103 84.4
Total 122 100
Berdasarkan Tabel 5.8 Responden berpendapat bahwa sebagian besar responden merasakan dukungan yang baik dari Bidan dan Kader dalam pelayanan kontrasepsi, yaitu sebanyak 103 Responden (84.4%).
b. Dukungan suami
Tabel 5.9 Dukungan Suami pada Pelayanan Kontrasepsi Dukungan Suami Jumlah Persentase (%)
Kurang Baik 62 50.8
Baik 60 49.2
Total 122 100
Berdasarkan tabel 5.9 sebagian responden menyatakan dukungan suami kurang baik pada pelayanan kontrasepsi yang mereka dapatkan, yaitu sebanyak 62 Responden (50.8%).
5.2.5 Perilaku Akseptor
Tabel 5.10 Perilaku Akseptor Dalam Pemenuhan Hak Reproduksi
Perilaku Jumlah Persentase (%)
Kurang Baik 80 65.6
Baik 42 34.4
Total 122 100
Berdasarkan Tabel 5.10 didapatkan data bahwa sebagian responden berperilaku kurang baik dalam pemenuhan hak reproduksinya, yaitu sebanyak 80 Responden (65.6%)
5.2.6. Hubungan Faktor Predisposisi dengan perilaku PUS mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
a. Pengetahuan tentang KB
Tabel 5.11 Hubungan Pengetahuan Responden Tentang KB dengan perilaku PUS mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
Pengetahuan KurangPerilaku Baik Total P-value
N % N % N %
Kurang 35 28.7 17 32,7 52 42.6 0.440
Baik 45 36.9 25 20,5 70 57.4
Total 80 65.6 42 34.4 122 100
Pada tabel 5.11 dapat diketahui bahwa perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB yang kurang baik paling banyak terdapat pada responden yang memiliki pengetahuan tentang KB baik yaitu sebesar 45%. Sedangkan responden yang memiliki perilaku baik dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB paling banyak terdapat pada responden yang memiliki pengetahuan tentang KB yang baik pula, yaitu sebesar 20.5%.
Berdasarkan hasil ujiFisher’s Exact,didapatkan nilai p hitung sebesar 0,440, sehingga p hitung >0,05. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang KB dengan perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
b. Persepsi manfaat
Tabel 5.12 Hubungan Persepsi Manfaat Responden dengan perilaku PUS mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
Persepsi Manfaat
Perilaku Total P-value
Kurang Baik
N % N % N %
Kurang 12 9.8 5 4.1 17 13.9 0.432
Baik 68 55.7 37 30.3 105 86.1
Total 80 65.6 42 34.4 122 100
Pada tabel 5.12 dapat diketahui bahwa perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB yang kurang baik paling banyak terdapat pada responden yang memiliki persepsi manfaat yang baik, yaitu sebesar 55.7%. Sedangkan responden yang memiliki perilaku baik dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB paling banyak terdapat pada responden yang memiliki persepsi manfaat yang baik pula, yaitu sebesar 30.3%. Berdasarkan hasil uji Fisher’s Exact, didapatkan nilai p hitung sebesar 0,432, sehingga p hitung >0,05. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara persepsi manfaat dengan perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB.
c. Persepsi rintangan
Tabel 5.13 Hubungan Persepsi Rintangan Responden dengan perilaku PUS mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
Persepsi Rintangan
Perilaku Total P-value
Kurang Baik
N % N % N %
Kurang 51 41.8 26 21.3 77 63.1 0.497
Baik 29 23.8 16 13.1 45 36.9
Total 80 65.6 42 34.4 122 100
Pada tabel 5.13 dapat diketahui bahwa perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB yang kurang baik paling banyak terdapat pada responden yang memiliki persepsi rintangan yang kurang baik pula, yaitu sebesar 41.8%. Sedangkan responden yang memiliki perilaku baik dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB paling banyak terdapat pada responden yang memiliki persepsi manfaat yang baik pula, yaitu sebesar 21.3%. Berdasarkan hasil uji Fisher’s Exact, didapatkan nilai p hitung sebesar 0,497, sehingga p hitung >0,05. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara persepsi rintangan dengan perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB.
d. Persepsi kemampuan diri (self efikasi)
Tabel 5.14 Hubungan persepsi kemampuan diri dengan perilaku PUS mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
Pada tabel 5.14 dapat diketahui bahwa perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB yang kurang baik paling banyak terdapat pada responden yang memiliki self efikasi yang kurang baik pula, yaitu sebesar 38.5%. Sedangkan responden yang memiliki perilaku baik dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB paling banyak terdapat pada responden yang memiliki self efikasi yang baik pula, yaitu sebesar 31.1%.
Berdasarkan hasil ujiFisher’s Exact,didapatkan nilai p hitung sebesar 0,000, sehingga p hitung <0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada hubungan antara
Persepsi kemampuan diri
Perilaku Total P-value
Kurang Baik
N % N % N %
Kurang 33 27.3 4 3.3 37 30.3 0.000
Baik 47 38.5 38 31.1 85 69.7
Total 80 65.6 42 34.4 122 100
self efikasi dengan perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB.
Berdasarkan hasil Analisa regresi logistic ganda dengan metode Stepwise didapatkan hasil variable yang mempengaruhi perilaku KB adalah Self Efikasi mempengaruhi perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB.Self Efikasi.
- Nilai koefisien beta= 1,768 yang berarti nilainya positif dengan makna semakin baik self efikasi maka semakin baik pula perilakunya
- p-value = 0,002 kurang dari α = 0,05 yang berarti ada pengaruh yang signifikan dari self efikasi terhadap perilakunya
- Ood Ratio = 5,862 yang berarti ibu yang mempunyai self efikasi baik akan memiliki keinginan untuk melakukan perilaku pemenuhan pelayanan KB 5 kali lebih baik dibandingkan ibu yang memiliki self efikasi kurang
5.2.7. Hubungan faktor pemungkin dengan perilaku PUS mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
a. Ketersediaan pelayanan KB
Tabel 5.15 Hubungan ketersediaan pelayanan KB dengan perilaku PUS mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
Ketersediaan KurangPerilakuBaik Total P-value
N % N % N %
Kurang 43 35.2 12 9.8 55 45.1 0.006
Baik 37 30.3 30 24.6 67 54.9
Total 80 65.6 42 34.4 122 100
Pada tabel 5.15 dapat diketahui bahwa perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB yang kurang baik paling banyak terdapat pada responden yang berpendapat bahwa ketersediaan pelayanan KB kurang, sebesar 35.2%. Sedangkan responden yang memiliki perilaku baik dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB paling banyak terdapat pada responden yang berpendapat bahwa ketersediaan pelayanan KB yang baik pula, yaitu sebesar 24.6%. Berdasarkan hasil uji Fisher’s Exact, didapatkan
nilai p hitung sebesar 0.006, sehingga p hitung >0.05. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara ketersediaan pelayanan KB dengan perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB.
b. Regulasi pelayanan KB
Tabel 5.16 Hubungan regulasi pelayanan KB dengan perilaku PUS mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
Regulasi KurangPerilaku Baik Total P-value
N % N % N %
Kurang 36 29.5 25 20.5 61 50 0.091
Baik 44 36.1 17 13.9 61 50
Total 80 65.6 42 34.4 122 100
Pada tabel 5.16 dapat diketahui bahwa perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB yang kurang baik paling banyak terdapat pada responden yang berpendapat bahwa regulasi pelayanan KB baik, yaitu sebesar 36.1%. Sedangkan responden yang memiliki perilaku baik dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB paling banyak terdapat pada responden yang berpendapat bahwa regulasi pelayanan KB kurang, yaitu sebesar 20.5%. Berdasarkan hasil ujiFisher’s Exact,didapatkan nilai p hitung sebesar 0.091, sehingga p hitung >0.05. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara regulasi pelayanan KB dengan perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB.
5.2.8. Hubungan faktor penguat dengan perilaku PUS mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
a. Dukungan bidan dan nakes
Tabel 5.17 Hubungan dukungan nakes dan kader dengan perilaku PUS mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
Dukungan Nakes dan Kader
Perilaku Total P-value
Kurang Baik
N % N % N %
Kurang 17 13.9 2 1.6 19 15.6 0.013
Baik 63 51.6 40 32.8 103 84.4
Total 80 65.6 42 34.4 122 100
Pada tabel 5.15 dapat diketahui bahwa perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB yang kurang baik sebagian besar terdapat pada responden yang memiliki dukungan dari nakes dan kader yang baik, yaitu sebesar 51.6%. Sedangkan responden yang memiliki perilaku baik dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB paling banyak terdapat pada responden yang memiliki dukungan yang baik pula, yaitu sebesar 32.8%.
Berdasarkan hasil ujiFisher’s Exact,didapatkan nilai p hitung sebesar 0,013, sehingga p hitung >0.05. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan dari nakes dan kader dengan perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB.
b. Dukungan suami
Tabel 5.18 Hubungan dukungan suami dengan perilaku PUS mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB
Dukungan Suami
Perilaku Total P-value
Kurang Baik
N % N % N %
Kurang 49 40.2 13 10.7 62 50.8 0.01
Baik 31 25.4 29 23.7 60 49.2
Total 80 65.6 42 34.4 122 100
Pada tabel 5.16 dapat diketahui bahwa perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB yang kurang baik sebagian besar terdapat pada responden yang memilik dukungan suami yang kurang baik pula, yaitu sebesar 40.2%. Sedangkan responden yang memiliki perilaku baik dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB paling banyak terdapat pada responden yang memiliki dukungan yang baik pula, yaitu sebesar 23.7%.
Berdasarkan hasil uji Fisher’s Exact, didapatkan nilai p hitung sebesar 0.01, sehingga p hitung < 0.05. Hal ini membuktikan bahwa ada hubungan antara dukungan suami dengan perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB.
Berdasarkan hasil Analisa regresi logistic ganda dengan metode Stepwise didapatkan hasil variable yang mempengaruhi perilaku KB adalah Sdukungan
suami yang mempengaruhi perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB.
- Nilai koefisien beta= 1,119 yang berarti nilainya positif dengan makna semakin baik dukungan suami maka semakin baik pula perilakunya - p-value = 0,008kurang dari α = 0,05 yang berarti ada pengaruh yang
signifikan dari dukungan suami terhadap perilakunya
- Ood Ratio = 3,062 yang berarti ibu yang mempunyai dukungan suami baik akan memiliki keinginan untuk melakukan perilaku pemenuhan pelayanan KB 3 kali lebih baik dibandingkan ibu yang dukungan suaminya kurang
5.2 LUARAN YANG DICAPAI
Luaran dalam bentuk artikel yang akan dipublikasikan pada Jurnal Ilmiah terakreditasi, saat ini artikel masih berupa draf. Jurnal Ilmiah yang akan di tuju yaitu Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, terakreditasi Sinta 2.
BAB 6
RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA
Setelah tersusun laporan hasil, maka peneliti memetakan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku dalam pemenuhan layanan KB dan menetapkan solusi pemecahan masalah dengan suatu model/metode/sistem layanan yang dapat dijangkau masyarakat dengan mudah. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dalam Program keluarga berencana, yang kemudian akan dikembangkan dalam suatu model yang diuji coba dan di aplikasikan dalam suatu populasi, serta nantinya dapat dipakai secara luas bagi masyarakat.
Faktor-faktor yang sudah terbukti berkaitan dengan perilaku PUS dalam pemenuhan hak kontrasepsinya yaitu adalah persepsi kemampuan diri dan dukungan suami, maka peneliti akan berusaha mengembangkan kedalam suatu model pengembangan persepsi kemampuan diri (Self Efficacy) supaya masyarakat mampu mengambil keputusan menggunakan kontrasepsi sebagai upaya nyata.
44
BAB 7
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan
Kesimpuan yang didapat dari penelitian ini yaitu:
a. Perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB dimasa pandemi Covid-19 adalah kurang baik
b. Faktor predisposisi perilaku yaitu berhubungan dengan persepsi kemampuan diri perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB c. Faktur penguat yang mempengaruhi perilaku PUS dalam mendapatkan
pemenuhan hak atas layanan KB yaitu adalah dukungan suami
d. Tidak ada faktor pemungkin yang mempengaruhi perilaku PUS dalam mendapatkan pemenuhan hak atas layanan KB dimasa pandemi Covid-19 7.2 Saran
a. Sebaiknya masyarakat berusaha mengakses secara mandiri informasi yang berkaitan dengan metode kontrasepsi, misalnya melalui media massa, media sosial pada akun resmi kementerian kesehatan ataupun organisasi kesehatan, menanyakan secara langsung pada tenaga kesehatan maupun kader
b. Sebaiknya masyarakat harus mengusahakan untuk tetap kontrol metode KB- nya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan tidak berusaha mengatasi efek samping dengan sendiri tanpa melakukan konsultasi pada tenaga kesehatan.
c. Sebaiknya tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, kader KB tetap bersinergi dalam memberikan layanan kontrasepsi walaupun pada masa pandemi, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
d. Sebaiknya peneliti selanjutnya dapat mengembangkan suatu model yang mampu membuat faktor predisposisi ke perilaku yang sesungguhnya.
45
DAFTAR PUSTAKA
BKKBN Provinsi NTB. 2020. Merencanakan Keluarga dan Program Keluarga Berencana Di Tengah Pandemi Covid 19.Diakses pada 14 November 2020, 08.25 WIB, padahttp://ntb.bkkbn.go.id
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2014. Metode Penelitian Kebidanan Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika
Junengsih. 2018. Praktik Kebidanan Komunitas. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Kementrian Kesehatan RI. 2017.Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta:
Kementrian Kesehatan RI
Kementerian Kesehatan RI. 2020. Panduan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi dalam Situasi Pandemi Covid 19. Diakses pada 12 November 2020, 18.49 WIB, pada http://www.kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_
519d41d8cd98f00/files/Panduan-pelayanan-KB-dan-Kespro-dalam-situasi- COVID19_1578.pdf
Notoatmodjo, Soekidjo. 2014.Ilmu Perilaku Kesehatan.Jakarta : Rineka Cipta Oktaviana, Dwi. 2015. Hubungan Antara Konsep Diri dan Pergaulan Teman
Sebaya dengan Perilaku Delinkuen Ramaja. Skripsi. Universitas Lampung.
Pangarso, Astadi. 2016.Perilaku Organisasi. Edisi 1. Yogyakarta : Deepublish Sugiyono, 2010.Statistika Untuk Penelitian.Bandung : Alfabeta
_________. 2016.Metode Penelitian Kombinasi. Bandung : Alfabeta Swarjana, I Ketut. 2016.Statistika Kesehatan. Edisi 1. Bali : Andi
_________. 2015.Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi 1. Bali : Publish
Wawan, A & Dewi M, 2011.Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia.Yogyakarta : Nuha Medika
WHO. 2020. WHO Director-General’s Remarks At The Media Briefing On 2019- nCov on 11 Februari 2020.
Zaidin, Ali. 2010. Dasar-dasar Pendidikan Kesehatan Masyarakat dan Promosi Kesehatan, Jilid 1. Jakarta : Trans Info Media.
Lampiran 1
BIODATA KETUA DAN ANGGOTA PENELITI Biodata Ketua Peneliti
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap (dan gelar) Shinta Kristianti, S.Si.T., M.Kes.
2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Jabatan Fungsional Lektor
4. NIP 198006172005012001
5. NIDN 4017068001
6. Tempat dan Tanggal Lahir Kediri, 17 Juni 1980
7. Email [email protected]
8. Nomor Telepon/HP 082143803555
9. Website Personal -
10. Institusi Poltekkes Kemenkes Malang
11. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri 12. Jenjang Pendidikan Terakhir S2
13. Alamat Perum Permata Jingga K-15 Kediri
B. SINTA
1. SINTA ID 5991981
2. SINTA skor 0,2
3. Rank In National 47692
4. Rank In Affiliation 28
5. Scopus ID -
6. H-Index -
7. Artikel 21
8. Citation 17
9. Google Scholar ID Shinta Kristianti
10. h-Index 3
11. Articles 21
C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 tahun terakhir (Bukan Tesis ataupun Disertasi)
No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan
Sumber Jumlah (Juta/Rp) 1. 2015 Hubungan Kelas Ibu Hamil
dengan Kemandirian Primipara dalam Perawatan Neonatus
RISBINAKES Rp 9.000.000
2. 2017 Pengaruh Jahe Merah
(Zingiber Officinale Linn. Hibah Bersaing Rp 9.000.000
Var. Rubrum) terhadap KeluhanEmesis
Gravidarum.
3. 2019 Pengembangan Model Reminder System Dalam Meningkatkan Kepatuhan Konsumsi ARV pada Ibu Hamil dengan IV Positif Di Wilayah DInas Kesehatan Kota Kediri
PTUPT Rp 23.000.000
D. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir No. Judul Artikel
Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/T
ahun URL
1. Jurnal Gema Bidan
Indonesia Partisipasi Penggunaan Kondom Pria Dengan Kejadian Fluor Albus Pada WanitaPekerja Seks Di Klinik Seroja Kota Kediri
Vol 3 No 1, 2015. https://griyahusada.i d/files/serdos- 2015/jurnal/jurnal%
20bu%20henny/geb i-3-1%20maret%20201 4.pdf
2. Jurnal Ilmu
Kesehatan Faktor Predisposing dan Pemungkin Perilaku Penggunaan Kondom Pada pelanggan WPS di Semampir Kediri.
Vol 5 No 1, Nopember 2016, 1SSN 2303-1433.
https://ejurnaladhkd r.com/index.php/jik/
article/view/107 3. Jurnal Imu
Kesehatan Pelaksanaan Kelas Ibu hamil dengan
kemandirian Ibu Primipara dalam Perawatan Neonatus di PuskesmasSukorame Kota Kediri.
Vol 5 No 2, Mei 2017, ISSN 2579- 7301,
https://ejurnaladhkd r.com/index.php/jik/
article/view/135
4 Jurnal Ilmu
Kesehatan, Hubungan pemanfaatan sistem informasi jejaring rujukan maternal dan neonatal (SIJARIEMAS) dengan upaya stabilisasi pasien pra rujukan di RSUD Nganjuk.
ISSN 2579-7301 Vol 6 No 1 Nopember 2017
https://ejurnaladhkd r.com/index.php/jik/
article/view/148
5 Jurnal Ilmu
Kesehatan Hubungan Senam Kegel Pada Ibu Hamil
Primigravida TM III Terhadap Derajat Robekan Perineum di Wilayah Puskesmas Pembantu Bandar Kidul Kota Kediri.
Vol 3 (2), 2017,
91-98 https://ejurnaladhkd r.com/index.php/jik/
article/view/63
6 Journal of Nursing
and Health Science Exclusive Breastfeeding Support from Family and Healthcare Provider
Vol 6 (4), 2017,
36-40 https://www.iosrjo
urnals.org/iosr- jnhs/papers/vol6- issue4/Version- 6/E0604063640.pdf 7 Health Notion The Family Support and
Provider Support to increase Exlusive
Breastfeeding Coverage.
Vol 2 Issue 1, Januari 2018, ISSN 2580-4936
http://heanoti.com/i ndex.php/hn/article/
view/hn20122 8 Jurnal Ilmu
Kesehatan Kompres hangat aroma terapi lavender pada remaja putri yang mengalami dismenorea di Pondok Pesantren Al- Ma’ruf Kota Kediri.
Vol 6 No 2 Mei 2018.ISSN 2579- 7301
https://ejurnaladhkd r.com/index.php/jik/
article/view/165
9 Jurnal Ilmu
Kesehatan Kompres hangat aroma terapi lavender pada remaja putri yang mengalami dismenorea di Pondok Pesantren Al- Ma’ruf Kota Kediri.
Vol 6 No 2 Mei 2018.ISSN 2579- 7301
https://ejurnaladhkd r.com/index.php/jik/
article/view/165
10 Jurnal Kebidanan
Kestra (JKK) Hubungan Sikap Dengan Perilaku Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat Pada Wanita Usia Subur Di Desa Kemiri Kabupaten Kediri.
Vol 2 No 1, 2019,
80-86 https://ejournal.med istra.ac.id/index.ph p/JKK/article/view/
263 11 Jurnal IDAMAN
(Induk
Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Pelatihan Kader Dalam Penjaringan Kehamilan Berisiko (Kader-Jarik) Melalui Media
Pregnancy Case Board (PCB) Di Kelurahan Ketami Kediri.
Vol 3 (2) halaman
89-95 Tahun 2019 http://ojs.poltekkes- malang.ac.id/index.
php/idaman/article/
view/1371
12 Prosiding Seminar
Nasional seri 3 Peer Grup Model Dalam Edukasi Kespro Remaja, Deteksi, Dan Mencegah Anemiadi SMP 4 Kota Kediri.
Halaman 83-87,
2019 http://ejournal.stike smajapahit.ac.id/ind ex.php/PSN/article/
view/343 13 Jurnal Kebidanan
Kestra (JKK) Perception And Intention Using Implant As
Contraception In Desa Ngasem Kediri.
Vol 3 (1), hal 32-
38, Tahun 2020 https://ejournal.med istra.ac.id/index.ph p/JKK/article/view/
464 E. Pemakalahan Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir
No Nama Pertemuan Ilmiah/ Seminar Tahun Waktu dan Tempat 1. Rembug Mahasiswa dalam Rangka 2016 2 Desember 2016, Kota
Penanggulangan HIV-AIDS di Tingkat
Perguruan Tinggi Kediri
2. International Health Conference the Role Midwives in Education, Research in Global Area
2016 23-24 April 2016, Kota Semarang
3. Sidang terbuka (orasi Ilmiah) Senat Poltekkes Malang pada Dies Natalis Polkesma Ke-16
2017 8 Nopember 2017, Kota Malang
4. Seminar Nasional dan Oral Presentasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Seri Ke-3
2019 14 Desember 2019, Kota Mojokerto
5. Seminar Nasional Promosi Kesehatan
“Strategi dan Pendekatan Promkes pada Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0
2019 25 Oktober 2019, Kota Semarang
F. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir
No. Judul Buku Tahun Jumlah
Halaman Penerbit 1. Kemandirian Ibu Hamil Primigravida
dalam merawat Neonatus 2016 70 Pustaka Radja
G. Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir
No. Judul/ Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID
1. PAIMO (Patuh Ingat Minum
Obatmu) 2019 Program
Komputer 000160909
2. Remaja Putri Bebas Anemia 2019 Booklet 000155959
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam penelitian dosen unggulan
Kediri, 17/November/2020 Ketua Peneliti
Shinta Kristianti