• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum Rumah Sakit

Posisi RSUD Karawang yang strategis, Luas lahan 6,8 ha, Luas bangunan 35.000 m2, Kapasitas tempat tidur 503 tempat tidur.

Keadaan Umum Instalasi Gizi. Letak dan posisi instalasi gizi telah mengacu kepada beberapa persyaratannya yang telah ditetapkan antara lain: Instalasi gizi dapat dicapai semua ruangan perawatan sehingga pelayanan gizi dapat diberikan merata untuk semua pasien; Instalasi gizi terletak sedemikian rupa sehingga keributan dan kegaduhan dari instalasi gizi tidak mengganggu ruang lain serta mempunyai jalan tersendiri dari luar untuk lalu lintas bahan makanan

.

Gambar 4 Struktur Organisasi Instalasi Gizi RSUD Karawang

Direktur

Wadir Umum dan pelayanan Wadir Umum dan Keuangan

Kepala Bidang Keperawatan

Kepala Instalasi Gizi Sa,idah, AMG, RD

PJ Pengadaan Bahan Makanan Adiyati Pusparani, SKM

PJ Pelayanan Gizi Rawat Inap Eviyanti, AMG

Pj Pelayanan Gizi Rawat Jalan Wida Fuzi, AMG

PJ penelitian dan pengembangan Gizi Ina Ratnawati, AMG, RD

Pramumasak PJ Gudang

Silvina Batra, AMG

Pramusaji

Tabel 4 Komposisi Tempat Tidur RSUD Karawang

Kelas Rawatan Kapasitas

IPK HCU VIP Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3

15 60 13 40 77 298

(Sumber data sekunder RSUD karawang 2021)

Pelayanan Gizi di RSUD Karawang menggunakan sistem campuran yaitu sentral dan desentralisasi, kondidi geografis yang luas serta area menanjak saat mendorong troly makanan ke ruang rawatan lantai 2 membutuhkan waktu kerja lama, Instalasi Gizi melakukan 4 kegiatan pelayanan yaitu :

1) Pelayanan Gizi Rawat Inap 2) Pelayanan Gizi Rawat Jalan 3) Penelitian pengembangan 4) Penyelenggaraan Makan

Berdasarkan data sekunder yang didapat dan observasi yang dilakukan didapat uraian jabatan dan tugas dari masing-masing kategori di bawah ini adalah sebagai berikut:

4.1.1.1 Uraian Jabatan dan Tugas Kepala Instalasi Gizi a. TUGAS POKOK

Memimpin, mengkoordinasikan, memantau, menilai kinerja dan mengendalikan Instalasi Gizi sesuai ketetapan Direktur dan kebijakan yang berlaku di RSUD Karawang.

b. URAIAN TUGAS

1) Merencanakan ketersediaan kebutuhan sumber daya manusia, peralatan gizi, bagi kelancaran pelayanan di Instalasi Gizi

penunjang pelayanan

3) Menyusun, memperbaiki, mengembangkan standar pelayanan dan prosedur tetap sesuai dengan perkembangan keilmuan

4) Membuat program kerja tahunan Instalasi Gizi

5) Memberikan masukan dan informasi kepada Direktur melalui Wadir Pelayanan dan Keperawatan, Kepala Bidang Pelayanan tentang kebutuhan ketenagaan, sarana dan prasarana, pendidikan/

pelatihan, pengembangan dan pengendalian kualitas pelayanan, dan teknis administratif

6) Melaksanakan pengawasan, pembinaan dan bimbingan terhadap para stafnya dalam rangka pengendalian dan pengembangan mutu pelayanan dalam bentuk pertemuan rutin

7) Menyusun dan melaporkan hasil kerja dalam bentuk laporan bulanan kepada atasan langsung Kabid Keperawatan dan PPL Dalam memenuhi standar akreditasi RS dan terlaksananya pelayanan

gizi RS dibutuhkan pimpinan pelayanan gizi yang kompetensi dan pengalaman dibidang gizi dan dietetik yaitu seorang RD (Registered Dietisien)I dan diutamakan telah memperoleh pendidikan manajemen. Di Instalasi Gizi RSUD Karawang pimpinan/ka Instalasi Gizi sudah mendapat gelar RD tersebut, sehingga sudah sesuai dengan Pedoman Pelayanan Gizi RS.

4.1.1.2 Uraian Jabatan dan Tugas PJ Perencanaan dan Pengadaan Bahan Makanan

a. TUGAS POKOK

Bertanggungjawab terhadap Tersedianya bahan makanan segar dan penyelenggaraan makan pasien rawat inap.

b. URAIAN TUGAS

1) Mengumpulkan data tentang peraturan-peraturan makan Rumah Sakit, peralatan dan perlengkapan dapur, macam bahan makanan setempat, musim, biaya yang Tersedia, susunan siklus menu,

pelayanan dan hari libur/ hari besar.

2) Membuat daftar usulan kegiatan 3) Menyusun siklus menu

4) Menyusun rencana anggaran belanja bahan makanan

5) Menyusun daftar jenis bahan makanan sesuai siklus menu dan standar diit

6) Menghitung kebutuhan bahan makanan 7) Melakukan pemesanan bahan makanan 8) Melakukan penerimaan bahan makanan

9) Membuat rencana kebutuhan bahan makanan harian

10) Merencanakan pengadaan bahan makanan sesuai kebutuhan 11) Membuat dokumen kelengkapan pengadaan bahan makanan 12) Melakukan koordinasi dan melaporkan pekerjaan kepada atasan 13) Melakukan pelaporan dan pencatatan

Menurut PGRS 2013 uraian tugas dan fungsi PJ perencanaan dan pengadaan bahan makanan sudah sesuai.

4.1.1.3 Uraian Jabatan dan Tugas PJ Rawat Inap a. TUGAS POKOK

Bertanggungjawab merencanakan, menggerakkan, dan mengendalikan kegiatan pelayanan gizi di ruang rawat inap dan kegiatan asuhan gizi rawat inap.

b. URAIAN TUGAS

1) Mengumpulkan data tentang golongan, umur, jenis kelamin dan jenis penyakit pasien yang dirawat, kebiasaan makan, peraturan- peraturan makanan Rumah Sakit

2) Menganalisa data dan membuat kecukupan gizi pasien yang dirawat secara umum

3) Membuat daftar usulan kegiatan 4) Melakukan anamnesa gizi 5) Menganalisa data pasien

7) Membuat rencana edukasi gizi

8) Merinci kegiatan yang akan dilaksanakan di rawat inap 9) Membuat daftar intervensi gizi sesuai dengan kondisi pasien 10) Mengecek makanan atau diet disesuaikan dengan kondisi pasien 11) Melakukan asuhan dan konsultasi gizi kepada pasien dan

keluarganya serta anggota tim kesehatan lain

12) Mencatat hasil anamnesa gizi dan penyuluhan/konsultasi gizi kepada pasien di dokumen rekam medik

13) Melakukan kerjasama dengan tim kesehatan dan petugas di ruang rawat inap

14) Melaksanakan kunjungan keliling/ visite kepada pasien untuk mengevaluasi permintaan makanan bersama tim kesehatan lain 15) Membaca dokumen medik untuk mengetahui kemajuan pasien 16) Mencatat hasil monitoring dan evaluasi pasien pada dokumen

medik

17) Melakukan pencatatan dan pelaporan pelayanan gizi di rawat inap Menurut PGRS 2013 uraian tugas dan fungsi PJ ahli gizi rawat inap sudah sesuai.

4.1.1.4 Uraian Jabatan dan Tugas PJ Rawat Jalan a. TUGAS POKOK

Bertanggungjawab merencanakan kegitan asuhan gizi rawat jalan.

b. URAIAN TUGAS

1) Membuat daftar usulan kegiatan 2) Melakukan anamnesa gizi 3) Menganalisa data pasien

4) Merumuskan diagnosis gizi/ masalah diit pasien 5) Membuat rencana penyuluhan gizi

6) Merinci kegiatan yang akan dilaksanakan di rawat jalan 7) Membuat daftar intervensi gizi sesuai dengan kondisi pasien 8) Mengecek makanan atau diet disesuaikan dengan kondisi pasien

keluarganya serta anggota tim kesehatan lain

10) Mencatat hasil anamnesa gizi dan penyuluhan/konsultasi gizi kepada pasien di dokumen rekam medik

11) Melakukan kerjasama dengan tim kesehatan dan petugas di ruang rawat jalan

12) Membaca dokumen medik untuk mengetahui kemajuan pasien 13) Melakukan pencatatan dan pelaporan pelayanan gizi di rawat

jalan

14) Monitoring dan evaluasi permintaan makan pasien melalui billing system

15) Membuat laporan produksi makan pasien harian, bulanan dan tahunan

16) Membuat laporan konsultasi gizi bulanan dan tahunan

17) Membuat laporan anggaran bahan makanan pasien bulanan dan tahunan

Berdasarkan pedoman pelayanan Gizi RS tahun 2013 terdapat beberapa hal yang tidak terkait dengan Tupoksi ahli Gizi rawat jalan yang ada di unit Instalasi Gizi RSUD Karawang, hal ini dikarenakan pelayanan rawat jalan masih minim pasien karena belum optimalnya DPJP merujuk pasien poli untuk konultasi ke poli gizi sehingga kunjungan rawat jalan sedikit dan ahli gizi rawat jalan melakukan beberapa kegiatan tambahan seperti membuat laporan produksi makan pasien.

4.1.1.5 Uraian Jabatan dan Tugas PJ Penelitian dan Pengembangan a. TUGAS POKOK

Bertanggungjawab merencanakan, menggerakkan dan melakukan koordinasi dan mengendalikan kegiatan penelitian dan pengembangan gizi.

b. URAIAN TUGAS

1) Membuat rencana kegiatan

3) Memilih salah satu permasalahan yang dianggap penting untuk diteliti lebih lajut

4) Membuat rencana penelitian

5) Penyiapkan perangkat-perangkat yang dibutuhkan 6) Menyiapkan tahapan-tahapan penelitian

7) Menganalisa hasil

8) Membuat laporan kegiatan

9) Melakukan koordinasi dengan unit terkait

10) Melakukan koordinasi dan melaporkan hasil kegiatan pada atasan

11) Melakukan pencatatan dan pelaporan.

Menurut PGRS 2013 uraian tugas dan fungsi PJ litbang yang ada di Instalasi Gizi sudah sesuai.

4.1.1.6 Uraian Jabatan dan Tugas Ahli Gizi Ruangan a. TUGAS POKOK

Melaksanakan kegiatan pelayanan gizi rawat inap, asuhan gizi dan konsultasi gizi pasien rawat inap.

b. URAIAN TUGAS

1) Monitoring order diet dari ruang rawat inap

2) Monitoring ketepatan pemberian diet pasien di pantry 3) Melakukan anamnesa gizi

4) Menganalisa data pasien

5) Merumuskan diagnosis gizi/ masalah diit pasien 6) Membuat rencana penyuluhan gizi

7) Membuat rencana edukasi gizi

8) Membuat daftar intervensi gizi sesuai dengan kondisi pasien 9) Mengecek makanan atau diet disesuaikan dengan kondisi pasien 10) Melakukan asuhan dan konsultasi gizi kepada pasien dan

keluarganya serta anggota tim kesehatan lain

kepada pasien di dokumen rekam medik

12) Melakukan kerjasama dengan tim kesehatan dan petugas di ruang rawat inap

13) Melaksanakan kunjungan keliling/ visite kepada pasien untuk mengevaluasi permintaan makanan bersama tim kesehatan lain 14) Membaca dokumen medik untuk mengetahui kemajuan pasien 15) Mencatat hasil monitoring dan evaluasi pasien pada dokumen

medik

Menurut PGRS 2013 uraian tugas dan fungsi ahli gizi di Instalasi Gizi RSUD Karwaang sudah sesuai.

4.1.1.7 Uraian Jabatan dan Tugas Koordinator Gudang a. TUGAS POKOK

Bertanggungjawab terhadap keTersediaan dan pengeluaran bahan makanan kering pasien.

b. URAIAN TUGAS

1) Melakukan pemesanan bahan makanan kering

2) Melayani permintaan bahan makanan untuk pengolahan 3) Menerima bahan makanan kering

4) Menyimpan bahan makanan kering 5) Menyalurkan bahan makanan kering

6) Menjamin terlaksananya system FIFO dan FEFO 7) Mengecek kartu stok dan sisa bahan makanan kering 8) Mengecek kondisi bahan makanan yang ada di gudang 9) Membuat rencana kebutuhan bahan makanan kering 10 hari 10) Merencanakan pengadaan bahan makanan kering sesuai

kebutuhan

11) Memastikan bahan makanan Tersedia, setelah melalui proses pembelian, penerimaan dan pemeriksaan

12) Melakukan pengecekan terhadap stok bahan makanan kering di ruang penyimpanan

makanan kering bersama Kepala Instalasi Gizi

14) Membuat laporan pemakaian bahan makanan kering kepada atasan

15) Melakukan koordinasi dan melaporkan pekerjaan kepada atasan

16) Melakukan pencatatan dan pelaporan

Menurut PGRS 2013 uraian tugas dan fungsi PJ koordinator gudang sudah sesuai.

4.1.1.8 Uraian Jabatan dan Tugas Pemasak a. TUGAS POKOK

Bertanggung jawab terhadap terselenggaranya makan dan minum pasien.

b. URAIAN TUGAS

1) Melakukan persiapan bahan makanan yang akan diolah 2) Melaksanakan keTersediaan dan kebersihan alat-alat masak 3) Melakukan proses pengolahan bahan makanan pasien sesuai

permintaan diet [ lauk hewani, lauk nabati, sayur]

4) Melakukan pemorsian makanan masing-masing pantry sesuai dengan diet pasien

5) Membersihkan dapur

6) Melakukan penyajian dan pendistribusian makan ruang Cikampek sesuai dengan permintaan dan dietnya

7) Melaksanakan tugas atasan

Uraian Tugas pramumasak setiap Rumah Sakit berbeda disesuaikan dengan kebijakan di masing-masing tempat, dari penelitian ini didapat informasi terkait perlunya revisi uraian tugas pramumasak di Instalasi Gizi RSUD Karawang karena melakukan pemorsian masing-masing pantry sudah tidak di lakukan, penyajian dan distribusi ruang cikampek sudah tidak dilakukan karena adanya perubahan kebijakan di unit Instalasi Gizi.

pemisahaan antara dinas subuh dan dinas siang, hal ini berpengaruh sebab adanya perbedaan pekerjaan yang dilakukan, misal pada dinas pagi melakukan persiapan sayur untuk makan pagi esok hari dan persiapan sayuran untuk pengolahan pada hari itu, sedangkan dinas sore melakukan persiapan sayur untuk makan sore saja serta persiapan bumbu dilakukan oleh dinas sore.

4.1.1.9 Uraian Jabatan dan Tugas Pramusaji a. TUGAS POKOK

Bertanggunggung jawab terhadap keTersediaan alat makan dan pendistribusian makan pasien sesuai order diet.

b. URAIAN TUGAS

1) Mengambil order diet dari ruang rawat inap 2) Mengambil makanan dari gizi pusat

3) Menyiapkan alat makan yang siap digunakan bersih dan hygienis

4) Merekap dan memasang etiket diet pada alat yang sudah siap pakai sesuai dengan diet yang diminta tiap ruangan

5) Menyiapkan snack 6) Memotong buah

7) Menyajikan makanan dan mendistribuskan makanan ke pasien sesuai diet yang diminta

8) Melakukan ceklis jam ketapatan waktu pemberian makan dan sisa makanan pasien

9) Membersihkan trolly dan ruangan pantry 10) Melaksanakan tugas atasan

Uraian tugas diatas tidak berlaku untuk semua pentry atau ruangan, karena adanya sistem distribusi kombinasi sentral dan desentral serta aturan pemberian makan perkelas yang berbeda sehingga tidak semua ruangan membagi snack dan menyiapkan buah, terkait hal ini perlu adanya pemisahan antara uraian tugas pramusaji per kelas layanan.

Data Sumber Daya Manusia yang ada di Instalasi Gizi RSUD karawang, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 5 Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Tenaga Jenis Kelamin

Laki-laki Perempuan Total

1 Nutrisionis - 17 17

2 Pramumasak 2 7 9

3 Pramusaji 9 16 25

Jumlah 11 40 51

(Sumber Data Tahun 2022)

Berdasarkan tabel 5 diatas Jenis Kelamin Kategori Nutrisionis sebanyak 17 orang berjenis kelamin perempuan , kategori pramumasak dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 7 dan 2 orang berjenis kelamin laki-laki. Untuk pramusaji dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 16 orang dan laki-laki sebanyak 9 orang.

Tabel 6. Jumlah Jenis Tenaga berdasarkan pendidikan

No Pendidikan JENIS SDM

Nutrisionis Pramumasak Pramusaji

1 S1 SKM 1 0 0

2 S1 Gizi 4 0 0

3 D3 12 0 0

4 SMA/SMK 0 9 23

5 SMP 0 0 2

Jumlah 17 9 25

(Sumber data 2022)

Berdasarkan tabel 6 diatas, karakteristik Pendidikan untuk kategori SDM nutrisionis adalah 12 orang pendidikan D3, 4 oarang S1 dan 1 orang S1 SKM, sedangkan untuk pramumasak total dari 9 orang semua berpendidikan SMA, dan untuk Kategori SDM Pramusaji sebanyak 23 orang pendidikan SMA dan 2 orang pendidikan SMP.

Tabel 7 Jumlah Tenaga berdasarkan status kepegawaian

No Jenis Tenaga Status Kepegawaian

CPNS/PNS TKK/ Non PNS Out Sourching

1 Nutrisionis 13 4 -

2 Pramumasak 4 5 -

3 Pramusaji 7 14 4

(Sumber data tahun 2022)

Status kepegawaiannya PNS/CPNS kategori nutrisionis sebanyak 13 orang, pramumasak 16,7% dan pramusaji 29,2% . untuk Kategori SDM pramumasak dengan status kepegawaian PNS sebesar 16,7 % dan TKK sebesar 21,7% sedangkan untuk kategori SDM pramusaji PNS sebesar 29,2% , TKK sebesar 60,9% dan Outsourcing pramusaji kategori sebesar 100%.

4.12 Analisis Beban Kerja WISN

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengumpulan kuesioner kepada responden tentang rekapitulasi uraian kerja untuk mendapatkan jumlah kebutuhan SDM dengan metode WISN yang dilakukan di Instalasi Gizi RSUD Karawang tahun 2022 adalah sebagai berikut:

1. Menetapkan waktu Kerja Tersedia

Tabel 8 Waktu Kerja Tersedia Ka Instalasi/Koordinator

Kode Faktor Jumlah Hari Keterangan

A Hari Kerja 261 Hari/tahun

B Cuti tahunan 12 Hari/tahun

C Pendidikan dan Pelatihan 4 Hari/tahun

D Hari Libur Nasional 16 Hari/tahun

E Ketidakhadiran kerja 5 Hari/tahun

F Waktu Kerja 7,5 Jam/hari

Hari Kerja Tersedia 224 Hati kerja/tahun

Waktu Kerja Tersedia 1680 Jam/tahun

100.800 Menit /tahun

Tabel 9 Waktu Kerja Tersedia Ahli Gizi Rawat Jalan dan Rawat Inap

Kode Faktor Jumlah Hari Keterangan

A Hari Kerja 261 Hari/tahun

B Cuti tahunan 12 Hari/tahun

C Pendidikan dan Pelatihan 4 Hari/tahun

E Ketidakhadiran kerja 5 Hari/tahun

F Waktu Kerja 7,5 Jam/hari

Hari Kerja Tersedia 224 Hati kerja/tahun

Waktu Kerja Tersedia 1680 Jam/tahun

100.800 Menit /tahun

Tabel 10 Waktu Kerja Tersedia Ahli Gizi PJ/Koordinator

Kode Faktor Jumlah Hari Keterangan

A Hari Kerja 261 Hari/tahun

B Cuti tahunan 12 Hari/tahun

C Pendidikan dan Pelatihan 4 Hari/tahun

D Hari Libur Nasional 16 Hari/tahun

E Ketidakhadiran kerja 5 Hari/tahun

F Waktu Kerja 7,5 Jam/hari

Hari Kerja Tersedia 224 Hati kerja/tahun

Waktu Kerja Tersedia 1680 Jam/tahun

100.800 Menit/tahun

Tabel 11 Waktu Kerja Tersedia Pramumasak

Kode Faktor Jumlah Hari Keterangan

A Hari Kerja 313 Hari/tahun

B Cuti tahunan 12 Hari/tahun

C Pendidikan dan Pelatihan 0 Hari/tahun

D Hari Libur Nasional 16 Hari/tahun

E Ketidakhadiran kerja 5 Hari/tahun

F Waktu Kerja 6,25 Jam/hari

Hari Kerja Tersedia 285 Hati kerja/tahun

Waktu Kerja Tersedia 1781 Jam/tahun

106.875 Menit /tahun

Tabel 12 Waktu Kerja Tersedia Pramusaji

Kode Faktor Jumlah Hari Keterangan

A Hari Kerja 313 Hari/tahun

C Pendidikan dan Pelatihan 0 Hari/tahun

D Hari Libur Nasional 16 Hari/tahun

E Ketidakhadiran kerja 5 Hari/tahun

F Waktu Kerja 6,25 Jam/hari

Hari Kerja Tersedia 285 Hati kerja/tahun

Waktu Kerja Tersedia 1781 Jam/tahun

106.875 Menit /tahun

2. Menetapkan Unit Kerja dan Kategori SDM yang akan dinilai Menetapkan unit kerja dan kategori SDM yang dihitung tujuannya adalah diperolehnya unit kerja dan kategori SDM yang bertanggug jawab dalam menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan perorangan pada pasien dan karyawan di dalam Rumah Sakit (Utami, 2013).

Tabel 13 Unit Kerja Dan Kategori SDM Di Instalasi Gizi

No Unit Kerja Kategori SDM Kualifikasi Pendidikan 1 Asuhan Gizi 1. PJ Poli Gizi/PJ Rawat Inap D3/D4/S1

2. Ahli gizi Rawat Jalan D3/D4/S1 3. Ahli gizi Rawat Inap D3/D4/S1 2 Pengadaan,

Pengolahan dan Penyaluran Bahan Makanan

1. PJ (Ahli Gizi) D3/D4/S1

2. Persiapan H/N/bb SMA

3. Pelaksana Pengolah Nasi SMA

4. Persiapan Sayur SMA

5. Pelaksana Pemasak SMA

3 Pramusaji Ruangan

Pramusaji SMA

Dalam pedoman penyelenggaraan makan Rumah Sakit tidak membahas kuealifikasi pendidikan untuk tenaga pramusaji atau pemasak, melainkan kebutuhan tenaga gizi dietisien dan nutrisionis.

3. Menyusun Standar Beban Kerja

Beban kerja dihitung melalui survei yang dilakukan masing – masing unit pelayanan. Setiap sub-divisi dibentuk tim untuk melakukan

kebutuhan waktu untuk melakukan pekerjaan mengolah makanan (Harijanto, 2014).

Rumus Standar Beban Kerja

Tabel 14 Standar Beban Kerja Per Kategori SDM

No Kategori SDM Rata-rata waktu

(menit)

1 Ka Instal/koordinator 3195

2 Ahli Gizi Rawat Inap 1905

3 Ahli Gizi Rawat Jalan 1190

4 Koordinator/PJ Perencanaan dan Pengadaan Bahan Makanan

565

5 Pengolah Hewani/nabati/bumbu 220

6 Pengolah nasi 200

7 Pengolah sayur 270

8 Pemsasak 575

4. Menyusun Standar Kelonggaran

Menyusun standar kelonggaran bertujuanny untuk diperolehnya faktor-faktor kelonggaran setiap kategori SDM meliputi jenis kegiatan dan kebutuhan waktu dalam penyelesaian suatu kegaiatan yang tidak terkait langsung atau dipengaruhi tinggi rendahnya kualitas atau jumlah kegiatan pokok/ pelayanan yang dilakukan (Utami, 2013).

Tabel 15 Menyusun Standar kelonggaran Berdasarkan Kategori SDM Kategori Sdm/Faktor Kelonggaran Skg

A. Ka Instal /Koordinator 0,267

Rumus :

Rumus Standar Beban Kerja:

C. PJ perencanaan dan pengadaan Bahan Makanan 0,005

D. Persiapan Hewani, nabati, bumbu 0,005

E. Pengolah Nasi 0,005

F. Persiapan sayuran 0,005

G. Pelaksana Pemasak 0,005

H. Pramusaji 0,005

5. Menghitung Kebutuhan Tenaga Per unit Kerja

Berikut adalah rumus perhitungan kebutuhan tenaga kerja dengan WISN

Tabel 16. Kebutuhan tenaga per Kategori SDM No

Jenis Pendidikan

Jabatan

Jumlah Pegawai Keadaan

Saat Ini

Kebutuhan

Selisih

1 D3 Gizi/ D4/ S1/ S2 Ahli Gizi

(Koordinator) 1 1 0

2 D3 Gizi/ D4/ S1/ S2 Ahli Gizi

(Rawat inap) 10 7 (+3)

3 D3 Gizi/ D4/ S1/ S3 Ahli Gizi

(Rawat Jalan) 1 1 0

4 D3/D4/S1 PJ 1 2 (-1)

5 SMA PP H/N bumbu 2 2 0

6 SMA Pengolahan Nasi 2 1 (+1)

7 SMA Persiapan Sayur 2 2 0

8 SMA Pelaksana pemasak 2 2 0

9 SMA Pramusaji 25 22 (+3)

Rumus Dasar WISN : Kebutuhan Tenaga =(Kuantitas Kegiatan Pokok/Standar Beban Kerja)+ Standar Kelonggaran

Atau

∑ Setiap Indeks Kegiatan + Standar Kelonggaran

4.2.1 Karakteristik Responden

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh responden adalah seluruh karyawan Instalasi Gizi RSUD karawang, pendidikan responden mulai dari SMP, SMA , D3,dan S1 gizi/S1 SKM. Usia responden berkisar dari 21 sampai 53 tahun ini memungkinkan responden melakukan pekerajaannya yang menjadi tanggung jawab sesuai tugas dan fungsinya dengan baik, karena menurut Depkes (2006) masuk kategori usia produktif 15 tahun-64 tahun. Untuk kategori jenis kelamin, pramumasak ataupun pramusaji didominasi oleh jenis kelamin perempuan dan tidak ada perbedaan tupoksi antara tenaga kerja perempuan dan laki-laki.

4.2.2 Deskripsi dan Spesifikasi pekerjaan

Pekerjaan yang dilakukan oleh Ahli Gizi sudah sesuai dengan uraian dan tugasnya, namun berdasarkan hasil pengamatan masih adanya beberapa uraian tugas yang tidak tercantum namun tetap dikerjakan seperti merekap permintaan makanan pasien setiap pagi, adanya perbedaan tugas antara ahli gizi dinas pagi dan dinas p/s (pagi siang atau dinas tengah), hal ini mengantaisipasi agar kegiatan asuhan gizi pasien sesuai target capaian.

Adanya tambahan kegiatan yang tidak tercantum di uraian tugas seperti menyiapkan sonde pasien karena sampai dengan saat ini belum Tersedianya dapur susu/sonde. Ahli gizi ruangan juga ada yang berdinas di hari sabtu dan minggu, kondisi ini dilakukan secara bergilir karena jadwal dinas dilaksanakan dalam kurun 1 minggu sekali. Dari analisa diatas dengan danya kelebihan jumlah tenaga ahli gizi ruangan kemudian dirancang adanya penambahan jumlah tenaga yang berdinas di hari sabtu dan minggu yang sebelumnya hanya 1 orang yang dinas pagi sabtu atau minggu, saat ini diberlakukan kebijakan penambahan jumlah ahli gizi dinas sabtu atau minggu sebanyak 3 orang. Analisa jabatan berpengaruh terhadap kinerja pegawai karena hasil jabatan yang dilakukan menentukan karakteristik yang cocok dengan pekerjaan tersebut.

4.2.3 Analisis Beban Kerja

Analisis beban kerja yang telah dilakukan menggunakan metode WISN didapatkan hasil jumlah yaitu perhitungan beban kerja tenaga kerja di Instalasi Gizi RSUD karawang adalah sebagai berikut, kebutuhan ka Instal/koordinator sebanyak 1 orang, hal ini sdh sesuai dengan jumlah yang ada, PJ rawat jalan 1 orang, PJ rawat inap 1 orang, hal ini sudah sesuai dengan jumlah yang ada di Instalasi Gizi RSUD Karwang, untuk jumlah pemasak dibutuhkan jumlah sebnayak 8 orang sedangkan saat ini berjumlah 9 orang, kelebihan 1 orang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan snack pasien yang dikelola oleh Instalasi Gizi karena beberapa snack masih dipesankan ke rekanan, jumlah pramusaji yang dibutuhkan 22 orang sedangkan jumlah saat ini sebanyak 25 orang, terdapat kelebihan 3 orang, hal ini dapat lebih di efisiensi lagi untuk mengurangi penumpukan jumlah tenaga yang tdk efektif. Ahli Gizi yang dibutuhkan sejumlah 7 orang, jumlah saat ini sebanyak 10 orang, data kuantitas pekerjaan berdasarkan kekuatan pasien yang dilayani makan dan mendapat konsultasi gizi pada tahun 2021. Kelebihan ini bisa disebabkan karena jumlah pasien yang menurun semenjak pandemi covid 19 dan banyak petugas yang terpapar dan melakukan isoman dan jumlah kunjungan pasien ke RS berkurang.

Dari hasil analisa beban kerja yang diamati dengan uraian tugas per kategori SDM menunjukkan belum adanya pemisahan tugas antara dinas pagi dan dinas sore, khususnya untuk pramumasak dan ahli gizi hal ini dikarenakan danya perbedaan tupoksi antara dinas pagi dan sore seperti pada ahli gizi p/s melakukan kegiatan menyiapkan sonde oper malam pasien serta melakukan pengecekan perubahan diet pasien untuk makan sore sedangkan pada pramusakan perbedaanya adalah dinas subuh melakukan persiapan sayuran untuk besok pagi, persiapan sayur untuk hari itu serta menyaingi sayuran untuk makan sore , sedangkan pada dinas sore melakukan memotong sayuran yang sudah

Dokumen terkait