BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
1. Analisis Data
Pelaksanaan penelitian kuantitatif, analisis data merupakan salah satu syarat utama yang digunakan dalam mengolah data hasil penelitian., setelah semua data dari responden terkumpul. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengujian terhadap hipotesis yang telah diajukan sebelumnya yaitu : “Ada pengaruh pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII MTs Darul Qur’an Bengkel tahun ajaran 2018/2019”.
Adapun langkah-langkah yang terlebih dahulu dilakukan oleh peneliti adalah melakukan uji prasyarat terlebih dahulu sebelum melakukan uji hipotesis.
a. Uji normalitas menggunakan metode Liliefors
Hasil perhitungan untuk uji normalitas menggunakan metode liliefors diperoleh nilai Lhitung = 0,091 dengan nilai Ltabel = 0,1754.
Karena Lhitung < Ltabel yakni0,091<0,1754 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa: sampel pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan pendekatan CTL berasal dari populasi berdistribusi normal.
2. Uji Hipotesis
Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari penggunakaan pendekatan CTL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
a. Uji linearitas
Sebelum analisis regresi sederhana digunakan maka data terlebih dahulu akan diuji linearitasnya. Berdasarkan tabel penolong untuk menghitung uji liearitas ( bisa dilihat pada lampiran ) diperoleh nilai- nili sebagai berikut:
∑ =2205, ∑ =1922, ∑ =187537, ∑ = 143812
∑ =163420, n = 26
79
Nilai – nilai yang terkumpul diatas dimasukkan kedalam rumus uji linearitas (bisa dilihat pada lampiran 7 ) sehingga diperoleh nilai Fhitung
=1,309 , dan untuk nilai Ftabel diperoleh 2,93. Pada uji linearitas karena nilai Fhitung < Ftabel pada taraf signifikan 5% sehingga disimpulkan data berpola linear.
b. Persamaan garis regresi
Garis regresi adalah garis yang dapat dipakai untuk memprediksi nilai Y apabila diketahui nilai X tertentu. Sesuai deangan formula matematik untuk persamaan linear, maka persamaan garis resgresi ini ialah: ̂=
+ . Jadi, persamaan garisnya ialah :̂ = 7,5349 +0,7828 . c. Keberartian regresi
Untuk mengetahui keberartian regresi linear sederhana digunakan rumus fungsi F statistikdengan langkah-langkah (bisa dilihat dilampiran 8 ) sehingga diperoleh nilai Fhitung = 5,51. Ftabel dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut = n – 2 = 26 – 2 = 24 pada taraf signifikansi 5% adalah 4,26. Berdasarkan data di atas maka nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel,
maka koefisien regresi X dan Y berarti sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendekatan CTL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII MTs Darul Qur’an Bengkel.
d. Keberartian koefisien regresi
Uji ini digunakan untuk melihat koefisien regresi berarti atau tidak dengan menggunakan rumus fungsi t statistik dengan langkah-langkah (bisa dilihat di lempiran 9 ) sehingga diperoleh nilai t hitung = 2,43, dan dengan ttabel = 1,717. Berdasarkan data diatas maka dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi berarti.
B. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendekatan CTL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Pengaruh pendekatan CTL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana.
Sebelum melakukan analisis regresi linear sederhana terlebih dahulu peneliti melalukan penyajian data dan melakukan uji prasyarat. Pada uji normalitas menggunakan metode liliefors diperoleh nilai nilai Lhitung = 0,091 dengan nilai Ltabel = 0,1754. Karena Lhitung < Ltabel yakni 0,148<0,1754. Karena Lhitung < Ltabel maka data berdistribusi normal. Maka dapat disimpulkan data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika sisiwa berdistribusi normal. Pada uji linearitas antara data hasil tes kemampuan pemecahan masalah
matematika siswa dengan nilai angket pengaruh penggunaaan pendekatan CTL diperoleh nilai Fhitung =1,309, dan untuk nilai Ftabel diperoleh 2,93. Pada uji linearitas karena nilai Fhitung < Ftabel pada taraf signifikan 5% sehingga disimpulkan data berpola linear.
Setelah uji normalitas dan linearitas dilakukan maka peneliti melakukan ke analisis persamaan garis regresi untuk mennetukan nilai ̂= + . Nilai a diperoleh 7,5349 dan nilai b diperoleh 0,7828 sehingga persamaan garis linear sederhana adalah ̂ = , + , . Kemudian dilanjutkan ke uji keberartian regresi didapatkan nilai Fhitung = 5,51 , dan nilai untuk Ftabel
diperoleh 4,26. Pada uji keberartian regresi Fhitung > Ftabel maka dengan ini regresi linear antara hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan hasil angket pengaruh penggunaan pendekatan CTL berarti.
Selanjutnya melakukan uji keberartian koefisien regresi diperoleh nilai nilai thitung = 2,43 dan ttabel = 1,717. Berdasarkan data diatas maka dapat disimpulkan bahwa koefisien (b) regresi berarti.
Berdasarkan uraian hasil penelitian diatas, maka penelitian yang berjudul pengaruh pendekatan CTL terhadap kemampuan pemecahan masalahmatematis siswa kelas VIII MTs Darul Qur’an Bengkel telah berhasil membuktikan hipotesis dengan benar. Sehingga pendekatan CTL mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Seperti yang dijelaskan bahwa kemampuan pemecahan masalah merupakan kemapuan yang menuntut siswa dapat menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian pemecahan masalah sangatlah penting bukan saja bagi mereka dikemudian hari yang akan mendalami matematika, melainkan juga mereka yang akan menerapkannya baik dalam bidang studi lain maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Melihat hal tersebut, dapat dipahami bahwa seseorang guru bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi belajar yang dapat membuka wawasan berfikir yang beragam dari siswa, sehingga siswa dapat menyerap konsep matematika secara optimal. Pendekatan CTL adalah suatu alternatif yang tepat dalam pembelajaran matematika di sekolah, karena pendekatan CTL lebih banyak memberdayakan siswa melalui “mengalami” bukan “menghafal”, dan guru sebagai fasilitator.
Sebagaimana konsep dari CTL, yaitu menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, mendorong siswa agar dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, dan mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan.
Melalui tes kemampuan pemecahan masalah dan angket respon siswa terhadap pengaruh penerapan penggunaan pendekatan CTL, disana kita dapat melihat bahwa siswa dapat menyelesaikan masalah matematika dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa untuk mendapatkan solusi dari masalahmatematika. Dengan memilih materi bangun
ruang sisi datar kubus dan balok yang diajarkan dengan pendekatan CTL, siswa dapat menyatakan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari dalam bahsa dan simbol matematika, kemudian siswa dapat menemukan solusi masalah dengan memahami peristiwa kemudian merencanakan pemecahan masalah, menyelesaikan masalah, dan memeriksa kembali masalah. Sehingga tahapan yang dilakukan siswa dengan pendekatan CTL dapat mengetahui bahwa siswa tersebut memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang baik.
Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Mohammad Faizal Amir yang menyatakan bahwa pendekatan kontekstual berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dan juga penelitian yang dilakukan oleh Nita Yulinda yang menyatakan bahwa pendekatan CTL lebih baik secara signifkan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkanhasil analisis data dan pembahasan dalampenelitian, maka dapat disimpulkan bahwa, “Ada pengaruh pedekatan Contextual Teaching and Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Darul Qur’an Bengkel tahun ajaran 2018/2019”. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang dilakukan peneliti berdasarkan dari hasil perbandingan Fhitung dengan Ftabel yaitu 5,51 > , dengan taraf signifikan 5%, yang menyebabkan � ditolak.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti ingin memberikan saran-saran sebagai berikut
1. Bagi guru pembelajaran matematika, agar memilih pendekatan yang paling sesuai dengan materi pokok yang diajarkan, seperti pendekatan CTL, agar
nantinya dapat menunjang proses pembelajaran yang lebih aktif, efektif dan efisien.
2. Bagi sekolah, perlu menciptakan lingkungan belajar yang mampu merangsang timbulnya pemikiran yang inovatif, baik dari guru maupun siswa.
Dengan saran-saran yang dikemukakan diatas, diharapkan agar dapat dijadikan bahan pertimbangan serta pemikiran demi suksesnya pendidikan, khususnya pada mata pelajaran matematika. 86
DAFTAR PUSTAKA
Alfira Muliani Astuti, Statistika Penelitian, Mataram: Insyan Madani Publishing Mataram , 2016.
Arief Furchan, Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.
Budiyono, Statistik UJi Untuk Peneliti, Surakarta: UPT Penerbit dan Pencetakan UNS (UNS Press), 2013.
Etta Mamang Sangadji dan Sopiah, Metodologi Penelitian-Pendekatan Praktis dalam Penelitian, Yogyakarta: Andi Offset, 2010.
Elaine B. Johnson, Contextual Teaching And Learning Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasikkan Dan Bermakna, Bandung: Mizan Media Utama, 2007.
Hanny Fitriani, Pengaruh Pendidikan Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa, Skripsi, Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
Iin Suhartini, Pengaruh Pembelajaran Kontekstual Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Dan Kemandirian Belajar Siswa Di Mts Miftahussalam Medan.Paradigma, Vol.9 No.3 Desember 2016.
Irzani dan Alkusaeri, Pengembangan Program Pembelajarn Matematika, Mataram:
Yozidopress, 2013.
Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontenporer, Jakarta: Bumi Aksara, 2009.
Mukhni Armiati, Efektivitas Penerapan Pendekatan Kontekstual dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 9 Padang. Proseding Semirata FMIPA, Universitas Lampung , 2013.
M. Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Statistik 1, Bumi Akasara : Jakarta, 2014.
Nanang Martono, Metode Penelitian Kuantitatif , Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010.
Rusman, Belajar Dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta:
Kencana, 2017.
Syofian Siregar, Statistika Deskriptif untuk Penelitian, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Bandung: Alfabeta, 2013
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
Wahyudi dan Indri, Strategi Pemecahan Masalah Matematika, Salatiga: Satya Wacana University Press, 2017
http://www.goegle.com/amp/s/indrienola.wordpress.com/2016/03/14/makalah- kuantitatif diakses tanggal 22 januari 2019 pukul 22:09 WITA
http://www.academia.edu/6942530/KemampuanPemecahanMasalah diakses pada tanggal 30 Maret 2019 pukul 06.25 WITA
Lampiran 1
Daftar Nama dan Kode Responden Siswa Kelas VIII B
NO Nama Siswa KODE
1 ADITIYA ARMAN R1
2 ALDIANTO R2
3 AHMAD HARIADI R3
4 HAMZAH HAS R4
5 INNI HIKMATUN NISA R5
6 ISLAHUDDIN R6
7 ISMI NURSOBAH R7
8 ITA NURUL IMAMAH R8
9 KHAIRUN NISA R9
10 L. HUSTAM PUTRA R10
11 L. RIDWAN MALIK R11
12 L. RADEN PUTRA ATIFA R12
13 M. HASIM R13
14 M. ROBBI ABDAN R14
15 MIFTAHUL JANNAH R15
16 MILNA DEWI R16
17 MIRA JENI SAPUTRA R17
18 MUHAMMAD FADLI R18
19 MUHAMMAD SANAZI R19
20 NANDA GITA PUTRA R20
21 NURHANISA R21
22 PURNAMA SARI R22
23 ROMZI ROMADON R23
24 ROZIAL ARIF R24
25 SILVIA SALSABILA R25
26 UHPIANI R26
Lampiran 2
NILAI HASIL KEMAMPUAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII B
NO NAMA SISWA NILAI
1 R1 60
2 R2 62
3 R3 70
4 R4 70
5 R5 72
6 R6 72
7 R7 74
8 R8 70
9 R9 74
10 R10 78
11 R11 80
12 R12 70
13 R13 58
14 R14 80
15 R15 76
16 R16 92
17 R17 68
18 R18 70
19 R19 64
20 R20 70
21 R21 82
22 R22 80
23 R23 76
24 R24 88
25 R25 86
26 R26 80
Lampiran 3
Data Hasil Angket Pengaruh Penggunaan Pendekatan CTL
NO NAMA SISWA Jumlah
1 R1 86
2 R2 85
3 R3 89
4 R4 82
5 R5 86
6 R6 90
7 R7 84
8 R8 87
9 R9 88
10 R10 87
11 R11 86
12 R12 86
13 R13 70
14 R14 90
15 R15 82
16 R16 88
17 R17 80
18 R18 84
19 R19 86
20 R20 78
21 R21 80
22 R22 84
23 R23 79
24 R24 90
25 R25 88
26 R26 90
Lampiran 4
Uji Normalitas Menggunakan Metode Liliefors 1. Uji Normalitas menggunakan metode liliefors
h) Formulasi/Penentuan Hipotesis
Ho : Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
H : Sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal.
i) Taraf Signifikansi
= 0.05
j) Statistik uji yang digunakan
L = Maks |� � − � � |; dengan � = � ≤ ; Z~N (0,1); dan � = proporsi cacah ≤ � terhadap seluruh � .
Keterangan:
� adalah fungsi distribusi kumulatif normal standar
� adalah fungsi distribusi kumulatif emprik Z
k) Komputasi
= �− ̅ dengan:
= √ ∑ �2− ∑− � 2 = √ × −− 2 = 69,27
= √ , = 8,3
̅ = = ,
Tabel
Tabel untuk mencari Lmaks
NO XI
�� = �− ̅
�
F (�� S (�� |� �� − � �� |
1 58 -1,9180 0,0281 0,0384 0,0103
2 60 -1,6771 0,0475 0,07692 0,0294
3 62 -1,4361 0,0764 0,1153 0,0389
4 64 -1,1951 0,117 0,1538 0,0368
5 68 -0,7132 0,2389 0,1923 0,0466
6 70 -0,4722 0,3192 0,4030 0,0838
7 70 -0,4722 0,3192 0,4230 0,0838
8 70 -0,4722 0,3192 0,4230 0,0838
9 70 -0,4722 0,3192 0,4230 0,0838
10 70 -0,4722 0,3192 0,4230 0,0838
11 70 -0,4722 0,3192 0,4230 0,0838
12 72 -0,2313 0,409 0,5 0,091 *
13 72 -0,2313 0,409 0,5 0,091*
14 74 0,0096 0,5 0,5769 0,0769
15 74 0,0096 0,5 0,5769 0,0769
16 76 0,2506 0,5987 0,6538 0,0551
17 76 0,2506 0,5987 0,6538 0,0551
18 78 0,4915 0,6879 0,6923 0,0044
19 80 0,7325 0,7673 0,8461 0,0788
20 80 0,7325 0,7673 0,8461 0,0788
21 80 0,7325 0,7673 0,8461 0,0788
22 80 0,7325 0,7673 0,8461 0,0788
23 82 0,9734 0,834 0,8846 0,0506
24 86 1,4554 0,9265 0,9230 0,0035
25 88 1,6963 0,9545 0,9615 0,007
26 92 2,1783 0,985 1 0,015
Kolom 3 : � = �−̅ = − ,
, = -1,9180
Kolom 4 : F (-1,9180) = P (Z ≤ − ) = 0,5 – 0,4719 = 0,0281 F (2,1783) = P (Z ≤ , 0,5 + 0,4850 = 0,985 Kolom 5 : S (-1,2820) = = 0,0384
S (2,1783) = = 1
Dari tabel diatas diperoleh L = Maks |� � − � � | = 0,091 l) Daerah Kritis
DK= {L|Lhitung> Lta�el}
L 0,05; 26 , karena tidak ada di tabel maka menggunakan interpolasi Interpolasi n = 26
−
− = , − ,− ,
= − ,− ,
5x – 0,865 = -0,012 5x = -0,012 + 0,865 5x = 0,877
x = , = 0,1754 Jadi, L 0,05; 26 = 0,1754
m) Keputusan Uji
Jika Lhitung> Lta�el, maka Ho ditolak. Sebaliknya, jika Lhitung< Lta�el, maka Hoditerima.
n) Kesimpulan
H diterima, maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Lampiran 5
Penyajian Data (Tabel Penolong)
X Y � � XY
86 60 7396 3600 5160
85 62 7225 3844 5270
89 70 7921 4900 6230
82 70 6724 4900 5740
86 72 7396 5184 6192
90 72 8100 5184 6480
84 74 7056 5476 6216
87 70 7569 4900 6090
88 74 7744 5476 6512
87 78 7569 6084 6786
86 80 7396 6400 6880
86 70 7396 4900 6020
70 58 4900 3364 4060
90 80 8100 6400 7200
82 76 6724 5776 6232
88 92 7744 8464 8096
80 68 6400 4624 5440
84 70 7056 4900 5880
86 64 7396 4096 5504
78 70 6084 4900 5460
80 82 6400 6724 6560
84 80 7056 6400 6720
79 76 6241 5776 6004
90 88 8100 7744 7920
88 86 7744 7396 7568
90 80 8100 6400 7200
Jumlah 2205 1922 187537 143812 163420 Rata-Rata 84.80769 73.92308 7212.961538 5531.2308 6285.385
Lampiran 6 : Persamaan Garis
Persamaan Garis Regresi = ∑ (∑∑2)− ∑2− ∑ 2∑
= × −− 2
= 7,5349
= ∑∑ − ∑2− ∑ ∑2
= ×× −− × 2
= 0,7828
Jadi, persamaan garisnya ialah:
̂ = +
̂ = 7,5349+0,7828
Lampiran 7 : Uji Linieritas
Uji Linearitas g) Menyusun Hipotesis
H0: Hubungan antara pendekatan CTL dan kemampuan pemecahan masalah matematis tidak linear
H1: Hubungan antara pendekatan CTL dan kemampuan pemecahan masalah matematis linear.
h) Taraf signifikan
= 0.05 i) Statistik Uji
JKT = ∑ − ∑ 2
y = 0.7828x + 7.5349 R² = 0.1897
0 20 40 60 80 100
0 20 40 60 80 100
Y(Nilai angket respon siswa terhadap pendekatan CTL
X (Nilai kemampuan pemecahan masalah sisiwa
Persamaan Garis
• JKT = ∑ − ∑ 2
= − 2
= 1731,8
JKR = ∑ + ∑ − ∑ 2 = ∑ dengan = − ̅ dan = − ̅
• JKR = ∑ + ∑ − ∑ 2
= , + , − 2
= 328,48
JKG = ∑ − ∑ − ∑
• JKG = ∑ − ∑ − ∑
= − , − ,
= 143,016
JKGM = ∑, − ̅ = ∑, − ∑ �2
� dengan dkGM = −
• JKGM = 143812 – 143080 = 732 dengan dkGM = − = Tabel Kerja Untuk Mencari Galat Murni
Klp X Y Y2 N T T2/n
1 70 58 3364 1 58 3364
2 78 70 4900 1 70 4900
3 79 76 5776 1 76 5776
4 80 68 4624 2 150 11250
80 82 6724
5 82 70 4900 2 146 10658
82 76 5776
6 84 74 5476 3 224 16725
84 70 4900
84 80 6400
7 85 62 3844 1 62 3844
8 86 60 3600 5 346 23943
86 72 5184
86 80 6400
86 70 4900
86 64 4096
9 87 70 4900 2 148 10952
87 78 6084
10 88 74 5476 3 252 21168
88 92 8464
88 86 7396
11 89 70 4900 1 70 4900
12 90 72 5184 4 320 25600
90 80 6400
90 88 7744
90 80
6400
Jumlah 2205 1922 143812 26 143080
JKGTC = JKG – JKGM dengan dkGTC = − − − = −
• JKGTC = JKG – JKGM = 1403,4 – 732 = 671,4 dengan dkGTC = − −
− = − =
RKGM = ��
− dan RKGTC = � �
−
• RKGM = ��
− = = = , dan RKGTC = � �
− = , = 67,14
� = �
��
• F n = R TC
R GM = ,
, = ,
j) Daerah Kritis
DK = {F|Fhitung> Fta�el}
• F , , : = 2,93 , DK = {F|F n > , } Tabel
Rangkuman Analisis Variansi Uji Linearitas
Sumber JK dk RK ���� �� P
Regresi 328,48 1 328,48 - - -
Tuna Cocok Galat Murni
671,4 732
10 14
67,14 52,28
1,309 -
2,93 -
p >
,
Total 1731,88 27 - - - -
k) Keputusan Uji
Jika Fhitung> Fta�elmaka H0 diterima. Sebaliknya, jika Fhutung< Fta�el, maka H0
ditolak.
l) Kesimpulan
H0 ditolak maka hubungan antara pendekatan CTL dan kemampuan pemecahan masalah adalah linear.
Lampiran 8 : Keberartian Regresi
Keberartian Regresi g. Menyusun Hipotesis
H0: Hubungan linear antara pendekatan CTL dan kemampuan pemecahan masalah matematis tidak berarti
H1: Hubungan linear antara pendekatan CTL dan kemampuan pemecahan masalah matematis berarti.
h. Taraf signifikansi
= 0.05 i. Statistik Uji
JKT = ∑ − ∑ 2 , dKT = −
• JKT = ∑ − ∑ 2 dkT = 26 – = 25
= − 2
= 1731,8
JKR = ∑ + ∑ − ∑ 2 = ∑ dengan = − ̅ dan = − ̅ , dkR = 1
• JKR = ∑ + ∑ − ∑ 2 dkR = 1
= , + , − 2
= 328,48
JKG = ∑ − ∑ − ∑ , dkG = −
• JKG = ∑ − ∑ − ∑ dkG = 26 – = 24
= − , − ,
= 1430,16 RKR =
• RKR = ,
= , = ,
RKG = �
−
• RKG = G
n−
= , = 59,59
� =
�
• Fhitung = R R
R G = ,, = , j. Daerah Kritis
DK = {F|Fhitung> Fta�el}
F0,05,1,24 = 4,26 , DK = {F|Fhitung> , } Tabel
Rangkuman Analisis Variansi pada Uji Kerartian
Sumber JK Dk RK Fhitung �� p
Regresi Linear Galat
328,48 59,59
1 24
328,48 59,59
5,51 -
4,26 -
p < , -
Total 107,541 25 - - -
k. Keputusan Uji
Jika Fhitung> Fta�el maka H0 ditolak. Sebaliknya, jika Fhitung< Fta�el, maka H0
diterima. l. Kesimpulan
H0 ditolak maka regresi linear antara pendekatan CTL dan kemampuan pemecahan masalah matematis berarti.
Lampiran 9: Keberartian Koefisien Regresi
Keberartian Koefisien Regresi
a. Menentukan hipotesis
H0: = (Koefisien regresi tidak berarti) H1: ≠ (Koefisien regresi berarti) b. Taraf Signifikansi
= 0.05
c. Statistik uji yang digunakan
= �~ −
• =
�~ −
• b = 0,7828 dan sb = √∑2 2
▪ = √ −� = √ , = 7,64
▪ ∑ = ∑ − ∑ 2= 187537 – 2 = 536,0385
▪ sb = √∑2 2 = √ , , 2 = 0,3216 d. Komputasi
ℎ � =
�
ℎ � , ,
, = ,
e. Daerah Kritis
DK = {t|thitung> tta�el}
, , = 1,717 f. Keputusan Uji
Jika thitung> tta�el maka H0 ditolak. Sebaliknya, jika thitung< tta�el, maka H0
diterima. g. Kesimpulan
H0 ditolak maka koefisien (b) regresi berarti.
Lampiran 10 Data hasil validitas dan reliabilitas data Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas data
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen yang disusun benar- benar mampu mengukur apa yang diinginkan. Uji validitas digunakan untuk mengukur seberapa valid instrumen dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji validitas dengan membandingkan antara rhitung dan rtabel
dengan menggunkan rumus koefisien korelasi product moment yang dikemukakan pearson, dengan kriteria berikut ini :
1) Jika ℎ � > � maka pernyataan dapat dinyatakan valid 2) Jika ℎ � < � maka pernyataan dapat dinyatakan valid
Sedangkan untuk mendapatkan � dilakukan dengan tabel r product moment, yaitu menentukan alpha ( ) = 0,05 kemudian n (sampel) = 26 orang, sehingga didapatkan nilai � = 0,388. Hasil uji validitas selengkapnya tersaji pada tabel 4.1 berikut ini.
Tabel 4.4
Hasil Uji Validitas Instrumen Respon Siswa Terhadap Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) No Item
Pertanyaan ℎ � �
Keterangan
1 Q1 0,428
2 Q2 0,425
3 Q3 0,434
4 Q4 0,414 0,388 VALID
5 Q5 0,419
6 Q6 0,489
7 Q7 0,396
8 Q8 0,426
9 Q9 0,39
10 Q10 0,506
11 Q11 0,434
12 Q12 0,451
13 Q13 0,474
14 Q14 0,413
15 Q15 0,392
16 Q16 0,491
17 Q17 0,471
18 Q18 0,463
19 Q19 0,468
20 Q20 0,395
21 Q21 0,408
22 Q22 0,419
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel dapat diketahui bahwa 22 butir instrumen angket respon siswa terhadap pengaruh penerapan pendekatan CTL dapat dinyatakan dinyatakan valid karena ℎ � < � sehingga semua pertanyataan tersebut dapat digunakan untuk penelitian.
c. Uji Reliabilitas data
Uji reliabilitas data untuk mengetahui apakah alat pengumpul data pada dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan atau konsistensinya.
Insrumen yang reabel adalah instrumen yang baik tidak akan mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban teertentu. Secara umum keandalan suatu instrumen penelitian berada dalam kisaran > , sampai dengan 0,80 dapat dikatakan reabelitas tinggi. Jika dalam kisaran > , sampai dengan 1,00 dianggap reabilitas sangat tinggi.
Pengujian reliabulitas ini dapat juga dilakukan dengan membandingkan nilai koefisien rhitung yang terdapat dalam kolom alfa cronbach lebih besar dari nilai rtabel
( ℎ � > � , maka kuesioner yang digunakan dalam penelitian dapat dikatakan handal atau reabel, artinya kuesioner tersebut memenuhi persyaratan realibilitas.
Pada tabel dibawah ini menguraikan nilai alpha hitung masing-masing variabel semua data yang tertera pada tabel-tabel di bawah ini adalah data yang diambil dari hasil pengolahan data melalui program Microsoft excel.
Tabel 4.5
Hasil Reliabilitas Instrumen Pengaruh Penerapan Pendekatan CTL
NO Item
pertanyaan
Varians Skor Varians
rtabel Batas
minimal Alfa Cronbach
1 Q1 0,685
2 Q2 0,586
3 Q3 0,894
4 Q4 1,378
5 Q5 0,518
6 Q6 1,046
7 Q7 0,714
8 Q8 0,566
9 Q9 0,598
10 Q10 0,598 17,386 0,388 0,70
11 Q11 0,978
12 Q12 0,665
13 Q13 0,734
14 Q14 0,586
15 Q15 0,555
16 Q16 1,138
17 Q17 0.962
18 Q18 0,585
19 Q19 1,058
20 Q20 0,6585
21 Q21 0,9415
22 Q22 0,9354
Penyelesaian: = − { −∑ �2
�2 } = { − ,, } = , .